[Oneshoot] Same…

Early autumn, September 2003

Gadis berkulit coklat itu melangkah pelan melewati gerbang sekolah. Mendongak. Menerawang langit jingga yang senada dengan warna dedaunan sepanjang jalan. Kedua belah tangannya terangkat, berpegang erat pada kedua tali ransel. Kembali melanjutkan perjalanan.

“Kwon Yuri-sunbaenim!!”

Gadis itu menoleh, seorang gadis berseragam sama dengannya menghampiri gadis itu—Kwon Yuri dengan senyuman lebar.

Nugu?”

Bibir gadis itu langsung mengerucut, “Chonun Im Yoona. Sunbaenim lupa?” Im Yoona menepuk-nepuk dada, nyengir lebar. Antusias sekali.

Demi mendengar nama gadis di hadapannya itu, Yuri mengerutkan kening. “Im Yoona?” Ulangnya, terselip nada tanya.

Lagi-lagi bibir Yoona mengerucut, pipinya mengembung. “Sunbaenim…!” Merajuk.

Dahi Yuri melipat. Matanya meneliti Im Yoona dari ujung kaki sampai ujung rambut. “Ah, aku ingat kau.” Nadanya terdengar datar saja—bahkan seperti ogah-ogahan.

Yoona nyengir lebar, “Bagaimana kabar sunbaenim?” Mereka berjalan bersisian.

“Baik.”

Yoona lagi-lagi nyengir. Mengayun-ayunkan kedua tangannya, seperti anak kecil. Penglihatannya tak sengaja bertumbuk pada jam tangan-nya. Sontak mata Yoona membelalak. “Omo! Aku telat!” Berseru panic, buru-buru pamit. Bergegas pergi.

Yuri hanya menatapi punggung Yoona yang menjauh. Datar.

Sebuah mobil hitam mewah melaju dengan kecepatan ganjil di belakang Yuri. Tidak menyaingi kecepatan langkah Yuri sama sekali. Malah lebih lambat.

Yuri sedikit menelengkan kepala. Melihat melalui ekor matanya. Dia menarik kembali kepalanya, menghela nafas pendek. Yuri berhenti. Mobil itu juga berhenti.

***

Title: Same…

Author: minhye harmonic (@hye09)

Cast: Kwon Yuri,

Others: Park Jungsoo, Im Yoona,

OCs: Choi Myuhee,

Rating: G

Genre: angst/family/friendship/romance

Length: Oneshoot

Warning: OOCness, OCs, AU, typo(s), gaje tingkat tinggi, sorry untuk bahasa inggris yang ancur. Judul meragukan.

Disclaimer: They belongs themselves. Ide, alur semua milik saya. This story just a fiction, so, please don’t sue me.

A/N: Sebuah short story Yuri pertama dari saya🙂 . Semoga tidak mengecewakan. Ngomong-ngomong, selamat hari IBU. Well, happy reading yeorobeun!😀 *ENDLESS MOMENT SHIPPER HARAP MASUK, ADA PENGUMUMAN PENTING DIAKHIR CERITA*

Always keep RCL

Read

Comment

Like

***

Choi Myuhee tersenyum kecil menatap wajah dingin di hadapannya.

“Yul mau pesan apa?” Tanya-nya seraya membuka buku menu. Membaca beberapa menu yang tertera.

Yuri tidak menjawab. Menatap datar Myuhee.

“Kami pesan 2 lemon tea hangat, dan…” Myuhee menggantungkan kalimat, menatap lembut Yuri.

“Tidak usah.”

Myuhee tersenyum. “Baiklah, kami hanya memesan 2 lemon tea hangat.”

Pelayan mengangguk. Mencatat pesanan. Diambilnya buku menu lalu membungkuk. Pergi.

“Wah, sudah lama tak ke sini.” Myuhee mengedarkan pandangan. “Semua masih sama.”

Yuri hanya diam. Tidak menanggapi Myuhee yang sibuk berceloteh. Berusaha mengajaknya bicara. Alih-alih meladeni Myuhee, Yuri memilih menonton angin mempermainkan dedaunan di luar sana.

“Myuhee-ssi.” Mata mereka bertemu.

Tawa Myuhee pecah, “Berhentilah memanggil Eomma dengan ‘Myuhee-ssi’, Yul. Eomma tak suka.”

Yuri menyeringai kecil.

“Oh, ya, yang tadi itu siapa? Temanmu? Dia manis sekali.”

“Bukan.” Yuri bersedekap.

Kkeundae, eomma lihat kau akrab dengannya.”

“Aku tidak mengenalnya.”

“Kau jangan menyangkal, Yul sayang…”

Pembicaraan mereka terinterupsi kedatangan pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.

Pelayan itu pergi, “Jangan urusi urusanku.” Kata Yuri, wajahnya berkerut kesal.

“Bagaimana kabar Appa-mu?”

Kontan Yuri bangkit. Pergi begitu saja.

“Yul! Yul!” Myuhee terus memanggil anaknya.

Namun, Yuri terus berjalan. Menghiraukan panggilan Myuhee.

***

Late autumn, October 2003

Untuk pertama kali. Yuri melihat Myuhee bersama seorang pria. Pria itu memperkenalkan diri sebagai teman dekat Myuhee. Namanya Park Jungsoo. Wajah Yuri masam sepanjang jalan.

Park Jungsoo menurunkan mereka tempat di depan gedung mall terbesar di Korea Selatan. Mengatakan pada mereka untuk menunggunya yang akan memarkir mobil di parkir bawah tanah.

Nugunde?” Nada-nada tidak suka berhasil ditangkap Myuhee.

“Bukan siapa-siapa, sayang.”

Yuri terlihat tidak suka dengan jawaban Myuhee. Dia baru membuka mulutnya ketika Park Jungsoo datang. Yuri mengatupkan mulut. Mendesis. Dua punggung semakin menjauh darinya.

Entah dorongan dari mana, Yuri bergegas menuju mereka. Menjejalkan tubuh di antara keduanya.

“Kenapa sayang?”

“Tidak.” Tetap seperti biasa, dingin.

Mereka berjalan-jalan sepanjang mall. Dan selama itulah Yuri berusaha menyita perhatian Myuhee sepenuhnya

“Park-ahjussi.” Panggil Yuri saat mereka hanya berdua. Mata Yuri mengawasi tubuh Myuhee yang menghilang di belokan menuju toilet.

“Ya?” Park Jungsoo tersenyum.

“Park-ahjussi tahu aku siapa?”

“Anak Myuhee-ssi.” Jungsoo mengembangkan senyum malaikat.

“Tidak kecewa?”

“Tidak.” Geleng Jungsoo. Senyum malaikat masih di sana.

“Kenapa?” Gadis itu tidak bosan-bosannya melancarkan pertanyaan.

“Kenapa yah?” Pria itu terlihat tersipu-sipu sendiri, “Mungkin itu namanya cinta.”

“Kkeundae, ahjussi,” Sengaja Yuri menggantung kalimatnya. Ekspressi Jungsoo terlihat tegang sekali. “Aku tak menyukai ahjussi. Dan mungkin Appa akan marah melihat ahjussi.”

“Appa? Bukannya Myuhee-ssi sudah bercerai?”

“Mereka tidak bercerai!”

Seketika rahang Jungsoo mengeras, dia buru-buru bangkit, “Ah, sepertinya aku melupakan meeting penting.”

Sudut bibir Yuri tertarik. Dia melambai penuh kemenangan ke arah sosok Jungsoo yang menjauh.

Myuhee kembali dari toilet, bingung melihat Yuri yang terlihat senang, “Sayang, kau kenapa?”

“Hm, sedikit berbohong.”

“Maksudnya?”

“Tidak.”

“Mana Park-Ahjussi?”

“Pergi mendadak. Katanya ada meeting.”

***

Early winter, November 2003

“Apa yang kau lakukan di sini?!”

“Bekerja.”

“Berhenti bekerja!”

“Apa salahnya!”

“Tapi, sayang…”

“Berhenti memanggilku sayang!” Nafas Yuri memburu, wajahnya merah padam.

“Berhenti bekerja! Kewajibanmu hanya sekolah! Bukan bekerja!” Myuhee merampas paksa sekop dari Yuri. Melemparnya sembarangan. “Kau bisa mati kedinginan! Malam-malam begini membersihkan salju di jalanan!”

“BERHENTI MENGATUR HIDUPKU!” Yuri tak tahan lagi untuk tidak menjerit.

Myuhee tercekat.

Yuri memungut sekopnya, pergi.

***

Winter, December 2003

“Ayo!” Yoona antusias menarik Yuri masuk ke salah satu toko kue. “Wah…Sunbaenim, sepertinya enak-enak semua.” Yoona menoleh, memandang bingung Yuri yang menatap lengannya digamit Yoona.

Sontak Yoona melepasnya, “…ah, maaf,” terkekeh pelan.

“Sepertinya aku harus membeli semuanya.” Yoona tersenyum lebar, “Eomma pasti suka.”

Yuri hanya diam memperhatikan Yoona yang mengambil nampan, sibuk menaruh kue-kue ke atas nampan. Hingga kue-kue menggunung di atas nampan. Ekor mata Yuri menangkap sesuatu. Dia mendekat ke salah satu lemari kaca. Chocomint muffin.

Sunbaenim tidak membeli? Untuk Eomma sunbaenim?” Yoona menyadari Yuri yang tidak melakukan apa-apa.

Yuri menjauh dari lemari kaca, mengikuti Yoona menuju kasir. “Tidak.”

Selepas Yoona membayar belanjaannya, mereka berjalan menuju pintu.

Sebelum benar-benar meninggalkan toko, Yoona menatap Yuri, “Benar?”

“Ayo pergi.”

***

“Chocomint muffin?”

Selembar kertas jatuh bertuliskan ‘Selamat Hari Ibu’. Myuhee memungutnya.

***

Sebesar apapun kebencian

Sebanyak apapun luapan kemarahan

Itu takkan berarti banyak

Cinta di dalam hatinya lebih besar

Dan energy melepas itu mulai terasa

Yuri tahu,

Selamanya ia akan mencintai wanita itu

Mencintai eomma-nya

***

FIN

***

….

….

….

….

Apa-apaan ini?! O.O

Sumpah gaje banget… hahahahahhahah

Tapi tetep RCL yah~~ hehehe

dan mungkin ada sekuelnya … g janji juga

INSYA ALLAH ENDLESS MOMENT SIDE STORY AKHIR PEKAN INI

DOAIN SAYA SUPAYA BISA MENYELESAIKANNYA🙂

ALWAYS KEEP RCL *caps lock keinjek kyu*

14 responses

  1. Onniee~Ini ff pertama yg kubaca pas menjelajahi rumah yang luas ini..hehehe😀
    Seru kok..bagus..
    Tapi,aku kok gak liat Yuri beli Chocomint muffin,ya? Ada juga Yuri merasa tertarik dengan chocomint muffin..
    Tapi tetep bagus aja..hwaiting cerita onnie yang lain!
    Daebak!!

  2. Onnie..
    Ceritanya bagus kok..hhe😀
    Tapi cuman agak aneh aja,padahal gak tertulis kalau Yuri beli chocomint muffin ._.
    Tapi tetep bagus kok~!
    Dinanti cerita onnie yang lain!!
    Hwaiting~

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s