[Chapter 1] Seoul Accident

Anyyeong..

Author post yang part 1 nih..

dibaca and dikoment ya…..

Title : Seoul Accident

Author : Haiyu Spazzer

Rating : PG

Genre : Adventure/Action, Romance, Friendship

Cast :

Lee Soman

Donghae (SuJu)

Sunny (SNSD)

Taeyeon (SNSD)

Key (SHINee)

Other Cast :

Yunho (TVXQ)

Jessica, Tiffany, Sooyoung (SNSD)

Kyuhyun, Shindong, Leeteuk, Siwon (SuJu)

Victoria, Amber (fx)

Taemin (SHINee)

 

 

 

 

 

===============

 

 

Cekrik!! Cekrik!!

Suara para wartawan di depan gedung bewarna putih mengfoto sesuatu yang sangat menarik.  Gedung warna putih yang dikerubungi banyak agen-agen polis di sekitarnya. Banyak wartawan yang sedang mencari informasi dari suatu kejadian di gedung warna putih itu.

“Gedung bewarna putih yang berada dibelakang saya diketahui gedung itu adalah gedung tempat pembuatan bom nuklir yang di rancang khusus untuk diledakkan pada  saat Korea terancam bahaya. Namun, saat ini gedung putih itu telah di rampok oleh tawanan teroris yang selama ini di incar para agen-agen polisi. Nuklir yang berada di dalam gedung itu pun juga ikut lenyap dibawa teroris itu….,” kata salah satu pembawa berita yang berada di depan gedung putih itu.

Polisi masih sibuk berkeliling kedung itu untuk mengambil bukti dan juga untuk melacak keberadaan teroris itu.

“Komandan Lee, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan di temukan,” ucap salah satu pasukan polisi.

“Cari lagi! Pasti ada suatu bukti! Mereka tidak sepintar kita!,” suruh komandan Lee.

Polisi itu pun langsung pergi dan berusaha mencari bukti keberadaan teroris itu dengan teliti. Komandan Lee juga pergi ikut mencari bukti.

“Mr. Kim, ternyata kau licik juga ya. Lihat saja nanti, kemenangan pasti berada ditangan yang benar,” ucap komandan Lee dalam hati sambil berjalan ke dalam gedung putih itu.

 

@Mr. Kim’s Home

“Para pemirsa,  jika menemui teroris yang nama dan wajahnya mirip dengan gambar di bawah ini tolong hubungi agen kepolisian pemberantasan teroris Seoul……,” ucap pembawa acara berita di tv.

“Eomma, kenapa gambar wajah appa ada di tv?” tanya Taemin yang masih berumur 3 tahun melihat wajah appanya yang bernama Mr.Kim itu.

“Ne eomma, waeyo?” tanya Taeyeon yang juga anak Mr. Kim yang masih berumur 8 tahun.

“Itu pasti orang lain yang mirip dengan appa mu. Tidak mungkin appa mu jadi teroris,” jawab Mrs. Kim.

“Tapi namanya juga sama seperti nama appa,” sangkal Taeyeon.

“Ini kan Korea, nama seperti appa mu sudah banyak yang memakainya. Sudahlah jangan dipikir lagi! Sekarang pergilah tidur!” suruh eommanya.

Taeyeon dan Taemin pun pergi ke kamar masing-masing dan melakukan apa yang disuruh eommanya. Diluar sana juga terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah mereka

“Appa pulang,” suara Mr. Kim setiba dirumahnya.

Mrs. Kim langsung memegang tangan Mr.Kim lalu menyeretnya pergi ke kamar mereka.

“Waeyo?” tanya Mr. Kim.

“Apa kamu seorang teroris?” tanya Mrs. Kim sinis.

“Mwo? Ani,” tolak Mr.Kim.

“Jangan bohong, wajahmu sudah ada di tv dan namamu juga tercatat disana. Jujurlah pada istrimu ini! Apa kamu teroris?” tanya Mr. Kim lagi.

“Ne, waeyo? Tapi sekarang tidak. Aku sudah keluar dari komplotan itu.”

“Wajahmu masih terpampang di tv, dan hanya wajahmu yang diperjelas dari pada teman-temanmu yang lain. Kamu bagian apa di sana samapai wajahmu terpampang jelas?”

“Sebgai otak dari semua ini. Tapi ternyata, aku yang jadi korbannya. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari sana,” jawab Mr. Kim santai.

“Apa yang membuatmu menjadi teroris?” bentak Mrs. Kim yang tidak dapat menerima kenyataann bahwa Mr. Kim adalah teroris.

“Sssttt,” Mr. Kim yang mendiamkan istrinya itu.

“…,” Mrs. Kim terdiam dan mulai menitiskan airmatanya.

“Tenanglah! Kita keluar dari kota ini. Dan hidup layak semestinya. Kita mulai hudup baru di sana,” kata Mr.  Kim.

 

~23:30~

 

“Taeyeon, wake up! Wake up!” suruh Mr. Kim yang membangunkan Taeyeon yang masih tertidur lelap.

“Hmmmm?”  Taeyeon dengan mengucek-ngucek matanya.

“Ayo kita pergi dari rumah ini!” suruh Mr.Kim.

“Waeyo appa?” tanya Taeyeon yang mulai bingung.

Mr.Kim lalu pindah kekamar Taemin dan tidak menjawab Taeyeon. Ia langsung menggendong anaknya Taemin itu tanpa membangunkannya terlebih dahulu. Mereka sekeluarga bergegas naik ke mobil.

“Tidak ada yang tertinggal?” tanya Mr. Kim memastikan.

“Ani,” jawab Mrs. Kim yakin.

Mr. Kim menancap gas mobilnya. Mereka pergi jauh dari kota Soul. Mereka pergi ke tempat perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Mereka merasa tempat itu aman dari polisi. Mereka pun mencoba hidup baru disana.

 

~1 Year Letter~

 

Sudah satu tahun berlalu masalah yang tertimpa Mr. Kim dan ia juga sudah tidak pernah ditemukan oleh polisi lagi. Tempat yang ia tempati memang benar-benar aman dari polisi. Namun, tempat itu tidak terlalu tertinggal informasi. Sehingga banyak warga tau kalau Mr. Kim adalah buronan polisi. Namun tidak semua warga yang tau, hanya orang-orang yang dekat dengan Mr. Kim. Tapi, mereka tidak memberi tau polisi karena mereka yakin kalau Mr. Kim sudah berubah dan bukan teroris lagi.

Mr. Kim dan keluarganya melakukan kegiatan seperti orang-orang yang lakukan biasanya. Mr. Kim juga bekerja di perusahaan yang tidak terlalu besar dan pangkatnya pun cukup tinggi. Ia juga memiliki banyak teman yang baik dan juga memiliki asisten yang setia walaupun asisten itu tau bahwa Mr. Kim mantan teroris.

 

~20:00~

 

@Building

“Mr kau tidak pulang?” tanya aistennya.

“Ani, pekerjaanku masih banyak. Kalau kamu mau pulang, pulang saja. Tugas mu disini sudah selesai,” suruh Mr. Kim.

Asisten Mr. Kim pun pulang meninggalkan Mr. Kim sendirian di gedung itu. Ia melihat didepan gedung itu sangat ramai. Ia pun mendekati perlahan-lahan dengan curiga.

“Omo, itu polisi,” kata asisten itu.

Asisten itu pun berlari secepat mungkin ke tempat Mr. Kim berada sekarang. Ia berusaha secepat mungkin untuk sampai di ruangan Mr. Kim. Tidak lama kemudian asisten itu sampai di ruangan Mr. Kim.

“Mr. Kim, kita harus bergegas pergi dari sini! Polisi sudah menemukan Anda,” usul asisten Mr. Kim. “Mr. Kim! Ayo pergi!” suruh asisten Mr.Kim lagi.

“Maksudmu?” tanya Mr. Kim.

“Polisi sudah menemukan mu. Dan mereka tidak hanya membawa mobil tapi ada helikopter,” kata asisten Mr.Kim.

“Urus dan selamatkan istri dan anakku saja!” suruh Mr. Kim pada Asistennya dan dapat respon anggukan mengerti dan langsung menuju ke tempat istri dan anak Mr. Kim berada.

PYARRR

Suara kaca pecah akibat tembakan yang di luncurkan dari salah satu polisi yang sedang bertugas untuk menangkap Mr. Kim.

Mr. Kim bergegas pergi dari tempat itu dan berlari menuju belakang untuntu keluar melewati pintu belakang. Tapi, ia batalkan niat itu karena menengar suara langkah kaki dari pintu belakang. Lalu ia memutuskan untuk pergi lewat samping. Tapi di pintu samping juga ada para polisi ke arah Mr. Kim.

Tap… Tap… Tap…

Banyak suara langkah kaki dari semua arah di gedung itu. Mr. Kim diam ditempat untuk memikirkan ia akan lewan mana untuk keluar dari gedung iti.

Suara langkahkaki polisi pun semakin mendekati arah Mr. Kim. Akhirnya polisi pun menemukan Mr. Kim dan mengepungnya dan membidiknya dengan senjata.

“Menyerahlah, kau sudah dikepung!” suruh salah satu polisi yang mengepung Mr. Kim.

Tapi, Mr.Kim berhasil lolos dari kepungan itu dan akhirnya Mr. Kim memutuskan untuk pergi berlari mengambil jalan ke atas gedung. Ia melewati tangga untuk sampai di atas gedung.

Dor.. Dor… Dor…

Suara tembakan polisi ke arah Mr. Kim menggema di gedung besar itu. Mr. Kim semakin mempercepat larinya menuju loteng gedung dengan menggunakan jalur tangga. Dan suara tembakan masih terdengar di setiap lorong tangga itu. Mr. Kim tidak menyerah untuk sampai di atas gedung dan berusa tidak terkena tembakan polisi itu.

Cklek

Mr. Kim membuka pintu loteng itu. Ia sangat kaget dengan pemandangan yang ia lihat sekarang. Banyak polisi yang ada dihadapannya. Semua polisi sudah berada di posisi yang tepat. Polisi itu juga membidik Mr. Kim dengan pistolnya. Mr. Kim tidak bisa kembali karena dibelakangnya juga ada polisi. Mr. Kim tidak bisa bergerak, ia hanya bisa pasrah dan menuruti perintah polisi.

WiuWiuWiu….

Suara sirine polisi mengalun-ngalun diudara. Gemuruh suara helikopter yang terbang di udara menyinari Mr. Kim yang sedang terkepung di atas gedung.

Salah satu helikopter yang terbangdiudara itu pun turun. Angin yang dihasikanpun cukup kencang. Dan muncullah namja di balik helikopter itu.

“Menyerahlah Mr. Kim!” suruh komandan agen kepolisian Seoul. “Bertekuku lututlah!” lanjutnya.

“Aku manusia, bukan hewan yang seenaknya kau suruh Mr. Lee,” jawab Mr. Kim dengan nada menantang kepada komandan itu.

“Kau menantangku? Ash.. dasar keras kepala! Kau sudah terkepung dan tidak bisa kabur lagi” kata komandan yang bernama Lee itu.

“Semua teman-temanmu sudah dibasmi dan sekarang hanya tinggal kau seorang. Nenyerahlah!” suruh Mr. Lee.

“Huh, Lee Soman. Aku sudah bukan teroris lagi. Aku sudah berubah, aku tidak seperti yang dulu lagi,” kata Mr. Kim membela dirinya yang diketahui nama komandan itu adalah Lee Soman.

“Sekali teroris tetap teroris. Seret dia! Kita urus di persidangan dan ku yakini kau akan dihukum mati,” suruh komanadan Lee.

Mr. Kim tidak bisa menolak. Ia menuruti perintah Lee Soman itu. Karena, pergi atau tidak ia pasti mati. Ia pun di bawah pergi keluar gedung itu dengan menggunakan mobil yang sudah disediakan untuk membawa Mr. Kim.

Belum sempat masuk ke dalam mobil istri Mr. Kim tiba-tiba datang dan menghentikan polisi untuk membawa pergi Mr. Kim.

“Jangan bawa pergi suamiku, ia sudah berubah!” mohon Mrs. Kim kepada Komandan Lee.

“Aku tidak percaya! Sekali teroris tetap teroris!” amuk Komanadan Lee. “Cepat bawa dia pergi!”perintah Komandan Lee kepada bawahannya.

“HENTIKAN! Aku mohon, hentikan semua ini” teriak Mrs. Kim yang terdengar isak tangisnya dengan menarik Mr. Kim.

DDOOORRR…..

Suara tembakan pas tertuju pada Mrs. Kim yang dibidik oleh komandan Lee Soman.

“EEEOOOOMMMMMAAAAAAA!!!!” teriak Taeyeon dan Taemin yang melihat eomma mereka di tembak.

“Istriku, Istriku, Istriku,” ucap Mr. Kim berkali-kali dan ingin memegangnya. Tapi ia tidak sanggup melakukan itu karna ia dipaksa masuk kedalam mobil.

“Urus mayatnya!” suruh komandan Lee santai.

Semua polisi pergi dari tempat itu dan membawa Mr. Kim pergi ke seoul untuk di tindak pidana. Sedangkan ada beberapa polisi yang masih disana yang mengurus kematian Mrs. Lee.

Taemin terus menyebut nama eomma dengan menangis dan wajahnya sudah basah akibat air matanya. Berbeda dengan Taeyeon eonninya, wajahnya tidak basa sedikit pun, tapi air matanya hanya menggenang dipelupuk matanya saja. Dan wajahnya terlihat dendam yang cukup dalam dihatinya sambil melihat mobil komandan yang pergi membawa appanya.

“Mr. Lee, kebenaran akan menang. Lihat saja nanti. Akan ku balas kau!” janji Taeyeon dalam hatinya dengan matanya yang berkaca-kaca yang memandang eommanya berbaring tak berdaya.

 

~20 Years Latter~

 

@Seoul

~08:00~

Backsound : Seoul Song (SuGen)

Pagi hari yang cerah matahri menyambut kota Seoul dengan sinarnya yang cerah. Banyak orang-orang yang memulai aktivitasnya mulai dari bekerja, sekolah, olahraga, bersepeda dan bermain semua dilakukan oleh orang-orang Seoul.

Setiap jalan selalu ramai kendaraan bermotor yang melewatinya. Anak-anak juga banyak yang menyebrang jalan yang dibantu polisi. Orang-orang pun juga berjalan di jaur yan disediakan. Di tengah sibuknya kota terdapat air macur yang sangat indah menambah keindahan kota Seoul di waktu pagi.

Terlihat namja yang tampan dengan baju kaos yang ditutupi dengan jaket berlari kecil di jembatan sungai Han dan mendengarkan music melalu earphon di telinganya. Ia melihat pemandangn sungai Han di tempat itu. Sugai yang tenag dan terlihat sejuk sangat menghiburnya.

TTIINNN

Suara klakson mobil mendekati namja itu. Namja itu pun menoleh melihat orang yang ada didalam mobil itu. Seorang yeojalah yang mengendarai mobil itu. Yeoja itu memarkirkan mobilnya didepan namja itu.

“Yunho Oppa!” panggil yeoja itu kepada namja yang bernama Yunho setelah turun dari mobilnya.

“Fany-a,” jawab namja itu kepada yeoja yang bernama Tiffany.

“Oppa tidak  menyusul Donghae oppa di Icheon?” tanya Tiffany.

“Ash, aku lupa, boleh pinjam mobilmu?” tanya Yunho balik.

“Sudah terlambat!” bentak Tiffany.

“Terlambat? Donghae sudah sampai Seoul?” tanya Yunho heran.

“Aniyo,” jawab Tiffany.

“Terus, siapa yang menjemputnya?”

“Jessica,” jawab Tiffany singkat.

“Oh,” respon Yunho dengan tampang yang datar.

“Oppa! Ash, selalu begitu,” kesal Tiffany.

Yunho pun langsung pergi meninggalkan Tiffany sendirian di jembatan itu. Ia melajutkan aktifitasnya untuk berlari kecil berkeliling kota Seoul. Ia juga mengeraskan volume earphon nya yang disengaja. Tiffany hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat namja yang ia sukai bersikap seperti itu.

 

@Seoul University

Banyak mahasiswa yang memadati kampus itu. Banyak aktifitas yang mereka lakukan, mengobrol, makan, mengerjakan tugas, ekstra ataupun pacaran. Itu semua yang biasa dilakukan oleh mahasiswa kampus itu.

Mobil sport putih memasuki lingkungan kampus itu. Seperti biasa banyak mahasiswa yang melihatnya. Mobil itu akhirnya berhenti di depan fakultas komputer. Dibalik mobil itu ada dua yeoja yang salah satunya memakai rok pedek bewarna hitam dengan baju warna hijau dan yeoja lain memakai celana putih dan kaos bewarna biru yang memperlihatkan penampilannya yang tomboi.

“Vic, Ber” tiga namja mendekati dua yeoja yang bernama Victoria dan Amber.

“Ne,” jawab Victoria dan Amber dengan senyumannya yang indah.

“Bagaimana, Key? Sudah selesai?” tanya Victoria pada Key.

“Ne, noona sudah selesai.”

“Won, sudah menemukannya?” tanya Victoria pada Siwon.

“Hehehe, ani,” jawab Siwon dengan sedikit tertawa kecil merasa tak bersalah.

“Ash, kerjamu memang lelet!” kata Victoria. “Min?” tanya Victoria.

“Ne, noona tugas ku selesai, yeoja itu di fakultas itu,” jawab Taemin dengan menunjuk fakultas di depannya.

“Kenapa kita difakultas ini jika yeoja itu di fakultas itu?” tanya Amber kesal.

“Pabbo! Tentu saja agar tidak terlalu curiga!” jawab Key pada Amber. Amber hanya bisa mengerucutkan bibirnya.

Mereka disuruh Taeyeon untuk melakukan tugas. Key melakukan tugas untuk mempersiapkan seluruh penyamaran di Universitas itu. Siwon ditugaskan untuk mencari yeoja yang selama ini menjadi incaran Taeyeon. Terakhir, Taemin ditugaskan untuk mencari keberadaan yeoja itu. Sedangkan Victoria dan Amber hanya melakukan penyamaran di sana.

Victoria, Amber, Key, Taemin dan Siwon pergi ke suatu tempat untuk menjadi tempat berkumpulnya mereka. Mereka pergi kebelakang kampus dan berada di dibawah pohon yang sejuk dan sepi dari kerumunan mahasiswa.

“Huh,” Key menghembuskan nafasnya. “Sekarang dingin sekali! Kemarin tidak sedingin ini,” lanjutnya dengan mengusap-usapkan kedua tangan.

“Key! Minggu lalu kamu ingin panas, kemarin ingin dingin sekarang ingin apa lagi?” kesal Amber dengan keluhan Key yang selalu berubah.

“Siapa yang menjemput noonaku dibandara?” tanya Taemin.

“Leeteuk yang menjemputnya,” jawab Siwon santai.

Kryuk…..

“Suara apa itu?” tanya Victoria.

“Sperti suara perut kelaparan,” jawab Siwon dengan tatapan menuju Taemin.

“Noona, lapar!” seru Taemin pada Victoria.

“Hahahahaha,” semuanya ikut tertawa melihat ekspresi muka Taemin yang kelaparan.

 

@Icheon

~09:00

Banyak orang-orang keluar dari bandara itu dengan membawa koper. Ada yang langsung pulang dengan taxi, ada yang menunggu jemputan dan ada juga yang masih mengobrol dengan teman-temannya.

Backsound : Mr. Taxi (SNSD)

Terlihat mobil bewarna hitam dari pinu masuk bandara menuju menuju parkiranan bandara itu. Seorang yeoja berambut coklat berponi dan bergelombang tergerai rapi. Yeoja itu memakai celana jins panjang dengan ditutupi sepatu boot dengan highils yang tidak cukup tinggi dan baju bewarna kaos bewarna putih keluar dari mobil hitam itu.

Yeoja itu menyebrang jalan untuk menuju ke dalam bandara itu. Ia berjalan ke ruang tunggu untuk menjemput namja yang pulang dari Amerika. Ia berjalan tanpa ada yang menghalanginya.

BRUK

“Ya!” amuk yeoja itu karena ada namja yang tiba-tiba menubruknya sampai jatu.

“Minhae noona, aku terburu-buru,” kata namja itu yang langsung pergi begitu saja.

Yeoja itu terus melihat gerak-gerik namja itu dan menatapnya dengan tatapan pembunuh. Ia merintih kesakitan di pergelangan kakinya.

“Ash,,, Mwo?”

kaget yeoja itu yang melihat sesuatu dari namja itu jatuh di hadapannya. Ia melihat namja itu sudah pergi jauh entah kemana. Yeoja itu mengambil benda di hadapannya. Benda itu seperti buku kecil dan didepannya bertuliskan PASSPORT. Yeoja itu membuka buku kecil itu dan ada identitas namja itu. Ia pun langsung pergi ke tempat informasi untuk mengumumkan pemilik buku kecil itu.

“Omo! Aku lupa harus menjemputnya,” kata Yeoja itu.

Yeoja itu pun langsung berlari ke tempat tunggu dengan kakinya yang sakit itu. Ia pun berhenti di tengah jalan. Ia tidak kuat untuk menahan rasa sakit itu.

“Ash, sakit sekali,” rintih yeoja itu sambil jongkok memegangi pergelangan kakinya yang sakit itu.

“Jess! Kamu mau membiarkan ku di sini semalaman! Kenapa lama sekali?” marah namja yang tiba-tiba dihadapa Yeoja itu yang bernama Jessica.

“…,” Jessica tidak menjawab namja itu sedikit pun. Ia masih merintih kesakitan.

“Kamu kanapa? Seperti orang kesakitan?” tanya namja itu.

“Hae! Bisakah kamu diam! Kakiku sakit nih!” marah Jessica pada namja yang bernama Donghae.

“Boleh ku lihat?” tawar Donghae yang langsung memegang pergelangan kaki Jessica.

“Ani,” tolak Jessica yang langsung berdiri. “Ah,” rintih Jessica yang langsung terjatuh lagi.

Tanpa berfikir panjang Donghae menggendong Jessica dan menempatkan di tempat duduk di ruang tunggu. Donghae langsung membuka sepatu boot Jessica dan menaikkan celana jinsnya itu. Donghae memegang kaki Jessica yang sakit itu dan menyembuhkannya.

“Mungkin ini terasa sedikit sakit,” kata Donghae memperingatkan Jessica. Jessica pun menahan rasa sakit itu.

Dilain tempat terihat yeoja memakai dress hitam dengan membawa satu koper berjalan keluar dari pintu bandara yang disambut namjachingunya di depan pintu. Mereka saling bertukar senyuman disana.

“Chagi, bagaimana sekolahnya?” tanya namja itu.

“Menyenangkan bagaimana denganmu?” tanya yeoja itu balik.

“Baik-baik saja.”

“Key?” tanya yeoja itu yang menanyakan adiknya itu.

“Tenang saja Leeteuk namjachingu Taeyeon pasti akan menjaga Key dengan baik,” jawab namja itu yang akhirnya mereka tertawa senang.

“Come on! Kita menyusul mereka!” ajak namja itu yang bernama Leeteuk.

“Ne!” setuju yeoja itu yang bernama Taeyeon. “Tapi kita makan dulu, aku lapar,” lanjutnya dengan memegang perutnya.

“Oke, Chagi!” jawab Leeteuk yang langsung mangelungkan tangannya di leher Taeyeon dan menggandengnya pergi.

Leeteuk dan Taeyeon pun langsung menuju mobil mereka dan pergi ke Seoul University tempat Key berada. Tapi mereka berhenti di salah satu caffe terlebih dulu.

Donghae yang sedang menyembuhkan kagi jessica sekarang mengajak Jessica langsung pergi ke Seoul tepatnya ke kantor Pemberantasan Teroris Seoul.

 

@Pemberantasan Teroris Seoul

Mobil hitam masuk ke sebuah sebuah gedung melewati bawah tanah. Jessica yang berada di dalam mobil itu keluar. Ia berjalan menuju kunci pintu gerbang. Ia mengepaskan matanya ke satu titik. Tidak lama kemudian kode dari mata yeoja itu diterima. Jessica pun kembali ke dalam mobi.

Pintu gerbang tiga lapis terbuka bergantian. Gerbang pertama terbuka slide ke samping. Gerbang ke dua terbuka slide ke atas. Dan gerbang ke tiga merupakan gerbang yang terkunci sangat rapat. Satu per satu kunci di gerbang tersebut terbuka. Ketiga kerbang itu pun terbuka dan mobil hitam itu pun masuk ke gedung itu.

Donghae dan Jessica di dalam mobil hitam itu pun keluar. Mereka masuk ke dalam ruangan yang khusu untuk agen polisi tertentu saja.

“Hae, sudah lama tidak pertemu!” sapa salah satu namja dari dalam ruangan itu bernama Kyuhyun kepada Donghae yang baru sampai ke dalam ruangan itu.

“Ne. Hyung, kamu semakin gendut ya,” jawab Donghae sambil meledek Shindong yang saat itu juga ada disana.

“Diam kau Hae!” marah Shindong.

Semua di ruangan itu ikut tertawa kecuali Jessica yang bingung mencari alasan mereka tertawa. Jessica pun duduk di kursi yang didepannya dan yang lain melanjutkan aktifitasnya sambil tertawa.

“Jess, ikut aku ke Sunny. Mau kan?” tanya Donghae.

“Ani,” tolak Jessica yang langsung membuka laptop di hadapannya.

“Come on! Follow me,” ucap Donghae lagi pada Jessica.

“…,” Jessica tidak menjawab ajakan Donghae dan ia mulai memainkan laptopnya.

Donghae yang mulai risih dengan laptop Jessica, ia menutup laptop Jessica tiba-tiba dan berkata,” Jess, follow me!”

“Ash, kau mengganggu saja!” kesal Jessica yang langsung pindah tempat jauh dari Donghae.

“Dia tidak berubah ya, masih dingin,” kata Donghae yang masih melihat Jessica terus. “Fany, kamu mau mengan…?” tanya Donghae pada Tiffany yang terputus.

“Sepertinya aku harus membuat kopi untuk Yunho Oppa,” selah Tiffany.

“Hyung?” tawar Donghae pada Shindong.

“Aku lupa! Aku ada tugas dari Appa mu,” jawab Shindong yang pergi ke ruangannya.

“Kyu?” tawar Donghae pada Kyuhyun.

“Ara, tapi setelah game over,” jawab Kyuhyun.

“Mwo? Ani, sekarang!” suruh Donghae.

“Ani, aku tidak bisa,” jawab Donghae.

Donghae pun berjalan ke arah Jessica lalu menyeret Jessica pergi untuk ikut dengannya. Jessica yang mengetahui itu langsung menghindar dari Donghae. Tapi, gerakannya mampu dibaca oleh Donghae. Donghae mengenggam kedua tangan Jessica lalu menyilangkannya di depan dada Jessica yang sekarang ia merangkul Jessica.

“Ouh,, kamu ingin melawanku?” tanya Jessica yang masih berada di dekapan Donghae.

Semua orang di sana melihat Donghae dan Jessica termasuk Tiffany, Shhindong atau pun Kyuhyun yang merelakan game over untuk melihat Donghae dan Jessica.

“Baiklah,” tantang Donghae.

Mereka pun memulai aksinya. Jessica yang saat itu didekap oleh Donghae dan berada dekat kaca sebagai pembatas ruangan, ia mengangkat kakinya kekaca dan berputar 3600 di atas Donghae lalu mendaratkan kakinya di atas meja dan saat ini Jessica sudah terlepas dari pelukan Donghae.

Donghae yang tidak mau kalah, ia tetap terus menggenggam tangan Jessica. Ia menarik Jessica agar turun dari meja. Ia memutar tubuh Jessica hingga berada di pelukannya lagi.

Jessica pun merunduk agar tidak terkena pelukan Donghae. Ia memutar satu tangan Donghae hingga ia berada di belakangnya dan menjongkokkan Donghae.

Donghae langsung berdiri lagi lalu berbalik dan menarik tangan Jessica, sehingga posisi mereka berbalik. Jessica yang di depan dan Donghae yang dibelakang.

Dengan sekuat tenaga, Jessica menggenggam tangan Donghae dengan erat lalu membating Donghae hingga terjatuh berbaring di lantai.

BUKK..

“Auh,” rintih sakit Donghae.

Semua yang menontonnya hanya bisa mengangah heran melihat aksi Jessica yang membanting Donghae.

“JE-SI-CA-!!!!” teriak Yunho yang setiba di tempat itu.

“Oppa?” kaget Jessica.

“Kamu itu yeoja, yeoja seharusnya bersikap manis, sopan! Tidak seperti ini!” marah Yunho yang melihat dongsaengnya seperti ini.

“Tapi, Donghae yang mulai duluan!” teriak Jessica yang tidak kalah kerasnya.

“I know that, tapi kamu yeoja,” kata Yunho. “Gwaencanha Hae?” tanya Yunho ke Donghae.

“Punggung ku,” rintih Donghae dengan bengun perlahan-lahan.

“Jess, kamu harus minta maaf pada Hae!” suruh Yunho.

“Ani, dia duluan yang mualai,” tolak Jessica.

“Minta maaf!” suruh Yunho lagi.

“Ani!” teriak Jessica lalu pergi dari tempat itu.

“Jess!” panggil Yunho. “Sudahlah, antar Donghae!” suruh Yunho pada Kyuhyun.

“Ash, Ne,” jawab Kyuhyun dengan terpaksa.

Donghae dan Kyuhyun pun pergi ke Seoul University meuju Sunny. Sebelum pergi Kyuhyun merapikan baju, dasi dan kemejanya terlebih dulu.

“Ash, ingat Sooyoung!” kesal Donghae yang melihat Kyuhyun seperti itu.

“Sebagai namja, harus tetap tampil keren walau sudah punya yeojachingu,” jawab Kyuhyun santai.

Donghae pun pergi meninggalkan Kyuhyun. “Hae! Tunggu aku!” teriak Kyuhyun yang mulai ditinggal oleh Donghae.

 

@Seoul University

TTIINNN

“Ash, lama sekali sepeda itu!” kesal namja yang ada di dalam mobil.

“Ne, siapa sih!” setuju yeoja di sampingnya.

“Sunny-a, cepatlah sedikit! Banyak yang mengantri di belakang!” suruh Sooyoung pada Sunny yang sedang dibonceng Sunny naik sepeda. Sunny pun meminggirkan sepedanya.

“Huh, tidak sabaran! Kan berat mbonceng Sooyoung, hehehe,” kata Sunny yang sedikit tertawa.

“Kamu sendiri yang minta mbonceng aku, biasanya kan aku yang mbonceng dirimu,” kata Sooyoung membela diri.

“Oh iya, aku lupa,”  ucap Sunny sambil memukul pelan dahinya. “Aku lapar! Kita ke kantin!” suruh Sunny.

“Ne, aku juga,” setuju Sooyoung.

Sunny dan Sooyoung pun pergi ke kantin kampus yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada. Sunny memilih tempat di halaman kantin yang biasanya ia tempati bersama Sooyoung.

Di tempat yang sama ada dua yeoja yaitu Victoria, Amber dan tiga namja Siwon, Taemin, Key yang juga duduk di halaman kantin. Meraka memesan makanan seperti mahasiswa lainnya. Di sebrang jalan juga ada Leeteuk dan Taeyeon yang ingin menyanbrang ke tempat teman-temannya itu.

CCIITT

suara sepeda motor yang mengerem dan menabrak Taeyeon menyebrang jalan padahal Taeyeon sudah melihat situasi di jalan itu. Taeyeon pun terjatuh tapi, lukanya tidak terlalu parah. Orang yang menabraknya pun pergi begitu saja tanpa menolong Taeyeon.

Banyak mahasiswa yang mengerubungi Taeyeon termasuk teman-temannya dan juga Sunny dan Sooyoung ikut mengerubungi Taeyeon.

“Gwaencanha Chagi?” tanya Leeteuk khawatir.

“Ne, gwaencanha,” jawab Taeyeon.

Leeteuk pun menggendong Taeyeon dan membawanya pergi ke tempat yang lebih teduh dan aman. Semuanya mengkhawatirkan keadaan Taeyeon yang telah ditabrak.

“Hae, ada apa disana? Kenapa ramai sekali?” tanya Kyuhyun pada Donghae yang setiba di seoul University.

“Mwo? Itu kan Sunny?” tanya Donghae.

“Ne, itu juga Sooyoung,” setuju Kyuhyun yang melihat Sunny dengan Sooyoung ada di tempat itu.

Donghae dan Kyuhyun pun pergi berlari menuju Sunny dan Sooyoung yang ada di kerumunan itu.

“Ada apa ini?” tanya Donghae setiba disana.

“Ada korban tabrak lari,” jawab Sunny. “Oppa?” kaget Sunny yang baru sadar kalau itu oppanya.

“Ne, aku pulang,” jawab Donghae.

“Ah,, aku rindu oppa!” seru Sunny dengan memeluk Donghae erat.

“Ne, aku juga,” setuju Donghae.

“Ash, ada orang sakit kalian malah gembira,” kesal Sooyoung. “Oppa, tampilanmu keren sekali!” lanjutnya yang melihat Kyuhyun tampil rapi yang dapat menarik yeoja lain dan Sooyoung pun langsung mengacak-acak rambut Kyuhyun agar terlihat berantakan.

“Ah, chagi, mianhae,” kata Kyuhyun

“Kamu tau ciri-ciri orang itu?” tanya Sooyoung pada Taeyeon.

“Aniyo, dia terlalu cepat pergi,” jawab Taeyeon.

“Tau nomer kendaraannya?” tanya Kyuyun.

“Ani,” jawab Taeyeon singkat.

“Huh,” hela Kyuhyun dan Sooyoung. “Bagaimana mau menangkapnya jika tidak tau sesuatu tentangnya,” lanjut Sooyoung.

Donghae pun melihat suasana di sekitar kantin. Pandangannya tertuju pada namja yang berjalan melintasi jalan dihadapannya yang sepi. Ia tidak memalingkan pandangannya ke tempat lain.

“Orang itu ketinggalan jaman,” kata Donghae sambil melihat orang yang ia lihat.

“Itu Mr. Choi guru bahasa Inggris di fakutasku. Dia guru baru,” jelas Sunny.

“Lihat saja baju, tasnya semuanya ketinggalan jaman!” ejek Donghae.

“Orang itu menjatuhkan tasnya!” suruh Sooyoung.

“Sepertinya disengaja,” kata Leeteuk yang juga memperhatikan Mr. Cho.

“Tasnya misterius,” celetuk Key.

“Ne, tasnya mencurigakan. Dia juga menjatuhkannya dengan sengaja. Tidak mungkin barang sebesar itu jatuh ia tidak sadar,” setuju Siwon.

Sooyoung yang penasaran mendekati tas itu. Ia perlahan-lahan berjalan mendekati tas itu dengan hati-hati. Firasatnya sungguh tidak enak.

Taemin memikir apa yang ada di balik tas itu. “Itu BOM!!!” teriak Taemin yang yakin bahwa tas itu berisi bom.

Kyuhyun langsung menarik Sooyoung yang sedang mendekati tas itu.

BBBOOOOOOMMMMMM!!!!!!!!!!!

 

~TBC~

 

 

Bagaimana ceritanya?? Mian kalo jelek, author gak bisa bikin action, ini aja masih nyoba. Hehehehe. Tapi tetep koment ya!!!🙂🙂🙂

 

 

 

 

45 responses

  1. omona~ omona~ omona~
    sooni selamat gak? tepat bgt pas taeoppa teriak, bomx lngs meledak-,-
    keren-keren bgt eon…
    ditunggu next partnya eon🙂
    mian br RCL skrg *bow* (krna ak bkn reader tatap di sini)

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s