Love Never Lies Part 1

Main Cast                : Choi Minho, Park Jiyeon, Mario MALE

Support Cast            : Kim Jonghyun, Lee Taemin

Genre                        : Romance, Friendship

Length                      : Chapter

Rating                       : PG-13

“Ya! Choi Minho, kau hebat sekali! Bisa-bisanya kau mengerjakan soal itu. Aku saja tidak mengerti apapun. Bagaimana x bisa digabungkan dengan y lalu kita dapat mengetahui angkanya. Kau memang jenius!” kataku pada seorang namja yang baru saja kembali ke tempat duduknya, disebelahku, seorang namja bernama Choi Minho.

“Bukannya kau sudah sering melihat kejadian seperti ini? Hahaha.” jawabnya dengan nada angkuh tetapi aku tahu, dia hanya bercanda.

“Huh sombong sekali kau. Aku tidak mau tahu, pokoknya hari ini kau harus datang ke rumahku untuk mengajariku. Arasseo?”

“Anniyo! Aku sedang sibuk.” tolaknya. Ku kira dia hanya bercanda menolak permintaanku.

“Ayolah Minho, jebal.” aku memohon padanya.

“Tidak bisa, mianhae Jiyeon-ah. Aku ada les hari ini. Lain kali saja ya, aku janji.”

“Hhh baiklah.”

“Ya, tunggu dulu, seperti biasa harus ada imbalannya ya!” Minho tersenyum licik.

Namja bernama Choi Minho adalah sahabat karibku. Dia baru saja menyelesaikan soal yang dibuat oleh guru matematika kami di papan tulis. Aku melihatnya penuh kagum, tentu saja, dia menyelesaikan 7 soal itu dengan mulus. Dia memang anak yang cerdas, aku kadang iri padanya. Padahal kulihat, ia tak pernah belajar ataupun membaca buku, caranya menyerap pelajaran hanya dengan memperhatikan guru.

Chingu terbaikku ini, memang bukan namja yang tampan, bisa dibilang penampilannya culun dengan kacamata tebal, celana diatas pinggang, baju selalu dimasukkan ke celana, juga kerahnya yang di kancing. Dengan penampilannya yang seperti itu, dia memang tidak memiliki terlalu banyak teman di sekolah ini. Tapi sungguh, penampilannya bertolak belakang dengan kepribadiannya. Meskipun begitu, dia adalah namja yang sangat baik, perhatian dan menyenangkan.

Kami sudah berteman selama kurang lebih 2,5 tahun tapi aku sudah mengenal Minho sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Setengah tahun terkahir, Minho sering tidak masuk sekolah. Aku juga sudah jarang pergi nonton atau sekedar hang out lagi bersamanya. Dia mulai sibuk. Katanya, dia sedang mencoba berlatih meneruskan usaha eommanya. Eommanya adalah pemiliki toko furnitur yang cukup sukses bernama “Triple Joys” yang memiliki tiga cabang di Korea dan satu cabang di Jepang. Menurut cerita Minho, dia harus mulai berlatih meneruskan usah eommanya karena kalau bukan dia, siapa lagi.

Flashback

Minho POV

Saat aku sedang bersantai di taman belakang sekolah, tiba-tiba aku mendengar suara hentakan sepatu mendekatiku. Tak lama kemudian, terdengar suara yeoja, “Annyeong!!! Kemana saja kau seminggu ini. Kenapa kau tidak masuk sekolah Minho-ah?” sapanya kepadaku. Ternyata Jiyeon, sahabat karibku. Aku agak kaget dengan pertanyaannya, sedikit bingung. Aku tidak tahu harus menjawab apa.

“N-Ne.” jawabku singkat, tapi aku tahu aku terlihat agak gugup.

“Kemana saja kau?” tanyanya lagi. “Aku bermasalah lagi dengan fisika. Aigoo mereka sangat sulit dimengerti. Huh kalau tidak ada kau, siapa lagi yang mengajariku.” lanjutnya. Aku terdiam. Memikirkan jawaban apa yang cocok. Akhirnya aku mulai berbicara.

“A-aku pergi ke Jepang.” jawabku.

“Ke Jepang? Waeyo?” tanyanya seperti mengintrogasi.

“Ne. Kau tahu kan, aku harus mulai berlatih untuk meneruskan usaha eommaku. Eomma sudah membuka cabang kedua, jadi aku harus sesekali pergi ke Jepang.” akhirnya aku terpaksa berbohong.

“Ne, arasseo. Jadi kau harus sering-sering pergi ke Jepang untuk membantu eommamu?” tanyanya lagi.

“Umm, ye. Aku sudah mulai membantu eommaku bekerja, melihat bagaimana ia menjalankan usahanya. Bahkan, setiap Sabtu dan Minggu aku harus datang ke toko furnitur kami untuk bekerja. Karena setelah lulus nanti, mungkin aku akan meneruskan usahanya sambil kuliah.” kurasa aksi berbohongku berjalan cukup mulus.

Flashback Ended

Jiyeon POV

Setahuku, Minho memang harapan satu-satunya untuk meneruskan usaha eommanya. Oppanya, Choi Jinki, sudah bersihkeras untuk tidak meneruskan usaha eommanya. Sekarang Jinki oppa bekerja di sebuah stasiun tv terkenal di California sebagai main editornya. Sedangkan noonanya, Choi Sunny, adalah seorang mahasiswi jurusan hukum di Seoul University. Eonninya juga tak ingin meneruskan usaha eommanya, dia lebih memilih menjadi seorang pengacara seperti appanya. Dengan begitu, mau tidak mau, Minho menjadi satu-satunya pilihan.

***

Aku sedang pergi ke mall bersama teman-teman yeojaku. Kami pergi menonton lalu makan dan bersenang-senang. Aku sengaja tidak mengajak Minho atau memberi tahunya, karena kutahu, pasti dia sedang sibuk bekerja di toko eommanya.

Di mall itu memang sedang diadakan acara musik yang mendatangkan beberapa penyanyi terkenal seperti SHINee, Girl’s Generation, 2PM, IU dan lain-lain. Sayangnya, tidak ada Super Junior, aku jadi tidak tertarik untuk menontonnya.

Setelah menikmati cemilan kami di sebuah kafe di mall itu, aku dan teman-temanku memutuskan untuk masuk ke toko buku untuk hunting beberapa novel terbaru. Tidak kusangka, banyak sekali novel-novel baru yang sangat bagus. Akupun tidak ragu untuk mengambil semuanya. Saking asyiknya memilih, aku lupa mengambil kantung berbelanjanya dan menampung buku-buku tersebut dengan kedua tanganku saja.

“Ya! Pabbo sekali kau Jiyeon! Tanganmu sudah penuh dengan buku itu, kenapa kau tidak mengambil kantung belanjaan!” teriak seorang temanku bernama Yoon Jihyun dari jauh karena melihatku kewalahan menampung buku-buku tersebut. Dia memang yeoja yang sangat heboh. Beberapa orang mengarahkan pandangannya pada kami ketika Jiyeon berteriak. Memalukan sekali. Lalu aku mendekatinya, mencoba santai seperti tidak ada yang melihat.

“Ah aku lupa, bisa tolong kau ambilkan kantunya untukku, Jihyun?” pintaku padanya.

“Huh kau ini, baiklah.” Jihyun ternyata mau memenuhi permintaanku lalu pergi mencarikan kantung belanjanya.

“Jiyeon-ya! Ini kantungmu.” lagi-lagi Jihyun berteriak.

“Ne.” Jihyunpun mendekatiku dan begitu juga denganku.

BRUK

Tiba-tiba seorang namja menabrakku. Buku yang sudah kupilih semuanya jatuh. Lalu aku lekas mengambilnya, “Mianhae. Apakah sakit?” kataku kepadanya. Ternyata namja itu sedang membantuku mengambil semua bukuku yang jatuh. “Anni, aku yang seharusnya minta maaf, Mian. Ini bukumu.” jawabnya ramah. Aigoo~ tampan sekali, kulitnya putih, bertubuh sangat tinggi, matanya bulat dengan softlens warna biru tua. “Eh?” aku terpesona dengan wajahnya, tampan sekali. “Gamsahamnida, maaf merepotkan.” lalu namja itu menjawab, “Cheonmaneyo. Aku duluan ya. Annyeonghaseyo.” aku menjawab salamnya, “Annyeong!”.

Setelah melihatnya pergi, aku langsung mencari Jihyun. Ternyata dia berdiri di dekat aku bertemu namja tadi dengan wajah tercengang. “Ya! Kenapa kau?” aku bertanya sambil mengayunkan kelima jariku di depan matanya. “OMONAAAAA PARK JIYEON!” dia tiba-tiba berteriak.

“Wae?” tanyaku bingung.

“Kau tidak tahu siapa namja itu?” lalu iya bertanya seperti tidak percaya.

“Anni. Memangnya siapa?” aku jadi penasaran.

“Dia adalah Mario! Personel boyband baru bernama MALE. Bagaimana kau tidak mengetahuinya? Mereka sedang naik daun.” jawabnya dengan sangat antusius. Akhir-akhir ini, aku memang jarang menonton tv. Jadi jelas saja aku tidak tahu boyband bernama MALE itu.

“Mwo? Benarkah Jihyun-ah? Akhir-akhir ini aku memang malas menonton tv. Tapi, ngomong-ngomong dia tampan sekali.”

“Ne, dia memang yang tertampan diantara Adam, Lionel, dan Elroy.” jelas Jihyun.

“Hmm apakah MALE diambil dari singkatan nama mereka?” tanyaku.

“Ne, MALE adalah Mario, Adam, Lionel, dan Elroy. Nama tersebut adalah nama panggung mereka. Sampai saat ini aku belum tahu siapa nama asli mereka.”

Tiba-tiba temanku yang lain, Joon Misun dan Han Dishi menghampiri kami “Sudah selesai belum? Tadi appaku menelpon, aku disuruh cepat-cepat pulang.” kata Misun.

Setelah itu kami memutuskan untuk lekas membayar buku-buku yang sudah kami pilih. Di perjalanan pulang, Jihyun dengan antusias menceritakan kejadian yang baru kami alami tadi. Ketika Jihyun asyik menceritakannya, aku hanya berkhayal membayangkan wajah tampannya. Aigo! Manis sekali!.

***

Author POV

I know life is a mystery

I’m gonna make history

I’m taking it from the start

Call all emergency

I’m watching the phone ring

I’m feeling this in my heart my heart

B-Bring the boys out

Jam 6 pagi handphone Jiyeon berdering. Jiyeon yang masih sangat mengantuk, enggan mengangkat panggilan tersebut. Tapi telponnya terus berbunyi, mau tak mau ia harus mengangkat telpon tersebut. “Yeoboseyo.” jawab Jiyeon deangan nada agak ketus tanpa melihat nama penelpon.

Jiyeon POV

“Yeoboseyo, Jiyeon-ah. Apa kau masih perlu bantuanku untuk mengajarkanmu matematika? Aku sudah berjanji bukan?” jawab seseorang. Aku tahu siapa pemilik suara ini.

“Tentu saja. Apa kau punya waktu?” tanyaku.

“Ne, aku bisa sampai pukul 10 pagi ini. Apa kau bisa?” jawabnya. Tentu saja aku sangat senang, akhirnya dia bisa mengajariku lagi.

“Mwo? Benarkah? Dimana?” jawabku senang.

“Ne. Bagaimana kalau di rumahmu saja? Aku akan kesana jam 7.”

“Ne, baiklah.”

“Jangan lupa mandi dulu, arasseo?” jawabnya mengejek. Aku memang jarang mandi ketika libur sekolah.

“Ya! Kau mengejekku!”

“Hahaha yasudah. Annyeong!”

Akhirnya dengan keadaan masih sangat mengantuk aku melangkahkan kakiku ke kamar madi.

***

Aku menunggu Minho di ruang tamu dengan beberapa tumpukan buku. Sebelumnya aku sudah menyiapkan beberapa toples cemilan untuk kami. Tidak lama setelah itu, bel rumahku pun berbunyi.

Ting Tong

Aku lekas membukakannya dan melihat sosok Minho, dia agak berbeda. Memang akhir-akhir ini, dia sudah tidak mengkancingkan kerahnya lagi.

“Ya! Kenapa diam saja?” dia menegurku yang sedari tadi hanya diam.

“N-ne, ayo masuk.”

Lalu Minho memarkirkan sepeda yang ia kendarai di dekat taman depan rumahku dan masuk ke rumah. “Annyeong, ahjumma.” Ia menyapa eommaku. Tiba-tiba namdongsaengku datang “Annyeong Minho oppa.” sapa Taemin. “Annyeong, Taemin-ah” jawabnya. Taemin yang sedang bergegas untuk latihan basketpun berpamitan dengan kami, katanya dia sudah terburu-buru.

Lalu kami langsung memulai sesi belajarnya. Seperti biasa, Minho mengajariku dengan serius. Dia mengajarkan dengan tulus sehingga aku selalu mengerti. Entah kenapa, kalau bukan Minho yang mengajarkan, otakku selalu buntu.

Ditengah-tengah sesi belajar kami, sepupuku yang baru berusia 3 tahun menyalakan tv yang ada di ruang tamu. Tentu saja kami terganggu.

…Namja-namja tampan yang tergabung dalam boyband baru bernama MALE. MALE adalah singkatan dari nama-nama mereka, yakni Mario, Adam, Lionel, dan Elroy. Kesuksesan memang sangat cepat mereka raih. Album pertama mereka yang bertajuk Love Never Lies berhasil terjual sebanyak 3 juta keping dalam waktu sebulan. Dengan kesuksesan yang mereka raih saat ini, apakah mereka sudah memiliki pacar? Mari kita cari tahu.

Minho terlihat sedikit kaget melihat berita tersebut. Tapi aku sangat antusias untuk menontonnya. “Omona, ada MALE berarti ada Mario.” Aigoo~ aku ingin melihatnya. “Ayo cepat tampilkan Mario!” teriakku. Akhirnya terlihat Mario yang sedang berbicara. Charming sekali dia, aigooo. “Omoonaa tampannya.”

Minho terlihat risih, “Ya! Kau ini mau belajar atau menonton tv?” tanyanya ketus.

“Mianhae, sebentar, aku ingin melihat beritanya. Kau tahu, minggu kemarin, aku tidak sengaja menabrak salah satu personel mereka, Mario. Dia tampan sekali, Minho!” jawabku.

“Ah iliwa, Jiyeon-ah! Aku tidak punya banyak waktu, aku harus menemui eommaku jam 10, sedangkan sekarang sudah jam 9.” desak Minho.

“Ne, ne baiklah” jawabku menyerah. Akhirnya aku mematikan tv dengan berat hati.

***

Waktu menunjukkan pukul 10 dan Minho bergegas pergi. “Gomawo Minho-ah! Jeongmal gomawo!” aku berterimakasih banyak padanya. Akhirnya aku mengerti fisika yang rumit. “Ne, cheonmaneyo. Aku buru-buru. Annyeong!” Minhopun lekas pergi, sepertinya dia sangat terburu-buru.

***

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Aigoo~ aku lupa, aku harus menjemput Key oppa di bandara. Sebaiknya aku lekas menjemputnya, kalau tidak ia pasti akan mengomeliku sesampainya di rumah.

Aku langsung mengendarai mobil sedan milik Key oppa yang tidak ia bawa selama ia kuliah di Paris. Key oppa adalah mahasiswa semester terakhir jurusan design grafis di sebuah universitas design ternama di Paris yang akan melaksanakan wisuda 3 minggu lagi, tapi sebelum wisuda ia ingin pulang dulu ke Seoul. Kata oppa, dia akan membawa temannya. Temannya akan menginap selama sekitar 5 hari sampai dia dan oppa kembali lagi ke Paris.

Sesampainya aku di bandara, aku langsung mencari sosok yang menyukai warna pink itu. Aku menunggu cukup lama. Tiba-tiba seseorang menggelitikiku dari belakang. Aku tahu ini siapa, pasti oppaku, Key “Ya! Oppa! Hentikan! Sebelum aku mati kegelian.” dia tetap menggelitiku. Ini memang kebiasaannya, bagaimana kalau aku mati kegelian, dia pasti akan merindukanku kkk.

Tiba-tiba sesosok namja datang, tubunya tidak terlalu tinggi, tapi cukup tampan “Key lepaskan dongsaengmu itu, kau keterlaluan juga.” belanya.

“Biarkan saja, dia sudah membuat kita menunggu lama.” jawab Key oppa licik.

“Oppa! Lepaskannn! Mianhae, aku hampir saja lupa kalau aku harus menjemputmu tadi.” aku membela diriku sendiri. Tapi ia tidak menjawab dan terus menggelitiku.

“Hhh capek juga menggelitikimu.” akhirnya Key oppa menyerah dan melepaskan tangannya.

Lalu Key oppa memperkenalkan namja yang tadi membelaku “Perkenalkan ini temanku yang kubilang akan menginap di rumah kita selama kami disini.” Namja itu tersenyum manis “Kim Jonghyun imnida.” aku menjawabnya “Ne, Park Jiyeon imnida.” jawabku dengan senyum.

Setelah itu kami memutuskan untuk pergi ke kafe yang berada di bandara. Disana kami berbincang-bincang. Aku mulai mengenal Jonghyun oppa, dia orang yang sangat asyik untuk diajak ngobrol. Sebentar lagi ia akan menyelesaikan kuliahnya di jurusan design arsitektur. Ia berniat untuk kembali ke Soul dan bekerja di Seoul.

“Hmm berapa umurmu Jiyeon?” tanya Jonghyun oppa dengan ramah.

“Dia? Dia itu 45 tahun. Kelihatan muda bukan? Tentu saja, itu karena dia memakai susuk hahahahha.” celetuk Key oppa. Aku langsung menjitaknya “Awww, sakit tahu!” gerutunya. “Siapa suruh berkata seperti itu.”

“Ya, sudah-sudah! Kalian bertengkar terus.” kata Jonghyun oppa.

“Ne ne, kau sih.” Key oppa membuat masalah lagi.

“Abaikan saja dia oppa, Key oppa memang aneh. Ngomong-ngomong, aku akan menginjak 17 bulan depan oppa hehehe.”

“Wah jinjjayo?  Kau mau kado apa?” tanyanya dengan lembut. Belum apa-apa dia sudah sangat baik.

“Tidak perlu membelikannya kado, makanan yang banyak juga cukup baginya.” celetuk Key oppa lagi.

“Ya! Oppa! Kau ini!” gerutuku padanya.

 

To be continued…

 

Annyeong😀 Aku author baru disini. Semoga suka ya certinya. Jeongmal gomawo buat yang udh baca🙂 Jangan lupa kritik yang membangunnya ya😀 trus RCL.

 

Gamsahamnida

4 responses

  1. kyaaaaaaaaaa cci monKEY ceroboh amat….
    #PLAKK….. *aku panggil key itu monKEY hahahahaha #plakk *ditaplok author

    huaaaaa minho oppa culun? gk level deh sm aku, eh gk lah tentu aja always love minho oppa hihi……………………….

  2. .bagusss…
    .bneran kali y klo minho itu personil.a MALE v klo bner dia yg jdi siapa y..haha*sukanebak2
    .kyaaa minho jdi culun dsni v gpp lah mungkin itu cma buat nyamar ja…wkwk*soktau:D
    .ditggu y part slnjut.a:))

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s