(Oneshoot) Just For One Hour

Author: Chenhye

Title: Jus for One Hour

Length: Ficlet (maybe?)

Genre: Romance

Rating: G

Cast: Choi Hyun Hee, Choi Min Ho SHINee, SHINee Member

Disclaimer: Ini FF asli dan murni bikinan author, plotnya juga atas ide milik author yang ngaco banget. Hehe, dan para pemain di FF ni bukan milik author, tapi milik perusahaan mereka masing-masing kecuali Choi Hyun Hee, itu hanya nama yang tiba-tiba muncul di benak author.

Oh iya, jika readers pernah merasa membaca FF ini, itu punya author jg, (Fanfiction Lovers, School Of Fanfiction, SM Town ) soalnya author gk cuma posting ke satu blog.

Oh iya, sebelumnya author minta maaf, karena FF request nya belum ada yang selesai. Masih dalam proses semuaπŸ˜€ kekeke.. di tunggu aja ya… Ini cuma posting FF mingguan author, kamsa..

Happy reading, chingu J

Maafkan kami, ini satu-satunya jalan yang harus kami lakukan, ini juga demi kebaikannnya. Jika kami tidak segera bertindak, keadaannya akan semakin memburuk. Berdoalah, saya yakin dia adalah namja yang kuat! Dia pasti bisa bertahan saat kami berusaha untuk `menyembuhkannya`.

Β 

Gadis itu terdiam dengan ekspresi datar memandangi namja yang duduk di kursi roda tak jauh darinya. Namja itu sedang tersenyum memandangi langit yang dipenuhi bintang-bintang yang bercahaya. Dimatanya terukuir jelas, seolah tak ada beban yang ia rasakan.

β€œ Kenapa kau memandang ku seperti itu? β€œ kata namja itu tanpa sedikitpun memalingkan wajahnya kea rah gadis itu.

Gadis itu hanya terdiam dan terus memandangi namja itu dengan tatapan sedih. Namja itu kemudian memalingkan kepalanya kea rah gadis itu dengan tatapan hangat sembari tersenyum.

β€œ Kemari! β€œ katanya lembut.

Gadis itu hanya terdiam masih dengan tatapan pilu. Namja itu tersenyum lagi lalu menarik tangan gadis itu dengan lembut.

β€œ Apa yang membuat mu seperti ini my girl? β€œ ucapnya lembut sembari memandangi wajah gadis yang telah berdiri didepannya.

β€œ …… Kau. Ini semua karena kau. β€œ kata gadis itu dengan bibir gemetiran. Namja itu membalasnya dengan senyuman lagi, membuat gadis itu semakin benci dengan kenyataan yang ia lihat.

β€œ Kenapa kau terus tersenyum hah? β€œ gertak gadis itu kesal. Kesal yang begitu menyakitkan baginya. Gadis itu memukul-mukul pundak namja itu kuat-kuat. Namja itu lagi-lagi hanya tersenyum. Air mata mulai melinangi pipi gadis itu, ia mulai memelankan pukulannya.

β€œ Kenapa kau begini Min Ho? Kenapa kau lakukan ini pada ku? β€œ teriak gadis itu keras.

β€œ Kenapa kau tersenyum penuh ketenangan begini? Kau harusnya khawatir dengan keadaan mu! Kau akan dioperasi, apakah kau tidak takut? Kau tidak khawatir seperti ku? Kenapa kau menunjukan wajah yang menyakitkan bagi ku?? β€œ Gadis itu terus berteriak. Air mata semakin deras mengalir di pipinya. Perlahan-lahan tubuhnya mulai melemah hingga ia terduduk ditanah.

β€œ Aku mengkhawatirkan mu, aku takut kehilangan mu.. β€œ desah gadis itu sembari mengelap air matanya dengan kasar. Namun, air matanya terus saja mengalir. Namja yang bernama Min Ho itu lagi-lagi menunjukan senyumannya. Mungkin hanya senyuman yang bisa menguatkan lubuk hatinya yang sebenarnya perih. Perlahan-lahan tangannya menggenggam kedua telapak tangan gadis itu kuat-kuat.

β€œ Kenapa kau menangis? Kau bukan Hyun Hee yang ku kenal. Hyun Hee yang ku kenal adalah gadis yang kuat dan tangguh. Dimana senyuman dan semangat mu yang biasa kau tunjukan pada ku? β€œ kata Min Ho tenang.

Gadis yang bernama Hyun Hee itu hanya terdiam, hanya terdengar suara sesenggukan tangisannya. β€œ Karena kau aku terus tersenyum, karena kau aku bisa tenang, karena kau aku tak khawatir. Itu semua karena semangat yang kau berikan pada ku, karena kau selalu ada di sisi ku. β€œ.

Hyun Hee mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk lalu menatap lekat-lekat mata Min Ho yang begitu hangat.

β€œ Aku takut. β€œ desah Hyun Hee. Min Ho tersenyum melihat yeoja chingunya yang mulai berhenti menangis. Dengan lembut jari-jemarinya mulai menghapus air mata yang masih membekas di pipi Hyun Hee.

β€œ Jangan takut, aku tak akan pergi. Aku akan selalu berada dihati mu, menguatkan mu, melindungi mu, dan menyayangi mu selamanya. Berjanjilah, jangan menangis lagi. Aku sudah katakan, aku benci air mata mu. β€œ.

β€œ Oppa~?? β€œ desah gadis itu tak kuasa menahan rasa perih dan kekhawatiran di hatinya.

β€œ Aku akan baik-baik saja, percayalah! Penyakit ku akan sembuh setelah operasi nanti. Dan kita akan jalan-jalan bersama lagi. β€œ kata Min Ho sembari mendekapkan Hyun Hee dipelukannya dengan hangat. Hyun Hee tak bisa berkata-kata lagi, sedikit senyuman mulai terukir diwajahnya. β€œ Kau mendengar detak jantung ku? β€œ tanya Min Ho. Gadis itu menolehkan sedikit kepalanya ke wajah Min Ho dan mengangguk kecil. β€œ Saat kau sedih dan rindu pada ku, ingatlah detak jantung ku yang berdetak kencang ini. Lalu kau ingatlah wajah ku yang selalu tersenyum pada mu. Setelah itu penjamkan mata mu dan ingatlah kenangan-kenangan indah kita. Jalan berdua, nonton film bersama, berkelahi bersama, bertengkar bersama, dan tawa-tawa kita yang begitu manis. Seakan dunia ini hanya ada kau dan aku. β€œ kata Min Ho sembari tersenyum. Hyun Hee hanya tersenyum tipis.

β€œ Ne.. β€œ.

β€œ Biarkanlah untuk 1 jam saja aku merasakan pelukan mu sebelum aku menjalani operasi ku. β€œ gumam Min Ho di telinga Hyun Hee. β€œ Aku sangat mencintai mu, Choi Hyun Hee. β€œ sambungnya lagi.

β€œ Nado, nado oppa. Aku juga sangat mencintai mu.. β€œ balas Hyun Hee, pelan. Gadis itu mulai menangis lagi sembari membalas pelukan Min Ho dengan erat. Seolah, ini adalah pelukan terakhir yang ia rasakan. Pikirannya kini mulai teringat pada kejadian 3 hari yang lalu, kenyataan yang rasanya tak ingin ada dalam memori hidupnya.

Flashback

β€œ Oppa! Kau kenapa?? β€œ teriak Hyun Hee terkejut ketika melihat Min Ho terjatuh tiba-tiba.

β€œ Apa? Apa kepala mu sakit? β€œ tanya Hyun Hee sembari mendekati Min Ho yang memegangi kepalanya.

β€œ Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit pusing. β€œ kata Min Ho sembari bangkit beranjak. Hyun Hee segera membantunya untuk duduk di kursi dekat mereka.

β€œ Arrgghh.. β€œ Min Ho kembali merintih dan terus memegangi kepalanya.

β€œ Kau sakit? Sudah jangan mengelak lagi. Kajja, kita ke rumah sakit saja sekarang. β€œ Hyun Hee segera menggopoh Min Ho untuk berjalan mencari sebuah taksi.

β€œ Jangan, tidak usah. Aku baik-baik saja. β€œ kata Min Ho sembari menepis pelan tangan Hyun Hee. Hyun Hee hanya bisa terdiam melihat Min Ho yang kembali duduk di kursi. Wajahnya pucat dan terlihat lebih kurus dari biasanya.

Hyun Hee berjalan menelusuri lorong kampusnya dengan langkah cepat. Ia terus memasang mata tajamnya mencari seseorang yang sejak tadi ia cari-cari. Choi Min Ho, namja chingunya. Sudah 1 minggu Min Ho tidak turun di kampusnya. Hyun Hee sudah mencari dan menghubungi seluruh orang terdekat Min Ho, tapi tak ada yang tahu dimana Min Ho selama 1 minggu itu. Drettt.. sebuah panggilan masuk dari Jong Hyun.

β€œ Yoboseyo, ada apa sunbae? β€œ kata Hyun Hee diponselnya.

β€œ Di rumah sakit? Kenapa dia disana? Apa yang terjadi? β€œΒ  Hyun Hee mengeluarkan β€˜seribu’ pertanyaannya dengan cepat ketika mendengar namja chingunya sedang dirawat di rumah sakit.

β€œ Ne, aku segara kesana. β€œ Klik! Hyun Hee segera mematikan ponselnya. Dengan langkah cepat Hyun Hee segera keluar dari kampusnya mencari taksi dan segera menuju rumah sakit.

Dengan langkah tergesa-gesa Hyun Hee segera berlari mencari ruang rawat dimana Min Ho berada. Dari kejauhan ia melihat 4 namja yang berdiri didepan sebuah kamar. Namja itu adalah sahabat-sahabat Min Ho, dia Jong Hyun, Onew, Tae Min, dan Key. Β Hyun Hee segera berlari menghampiri mereka.

β€œ Apa yang terjadi? Ada apa dengan oppa? β€œ kata Hyun Hee dengan nafas masih tersenggal-senggal. 4 namja itu hanya terdiam sembari menatap mata Hyun Hee dengan tatapan iba.

β€œ Ada apa??? Ada apa sunbae?? β€œ kata Hyun Hee tak sabar.

β€œ Mianhae. Sebelumnya kami merahasiakan ini pada mu. Maafkan Min Ho juga, dia yang meminta kami untuk tak mengatakannya pada mu. Dia tak ingin kau khawatir. β€œ kata Onew lembut.

Hyun Hee terkejut, β€œ Apa?? Apa yang kalian maksud itu?? β€œ.

β€œ ….. Hyung.. dia mengidap penyakit kanker otak sejak 6 bulan yang lalu. Setelah mengetahui itu hyung selalu berusaha mencuri-curi waktunya yang padat untuk terapi agar rasa sakit itu bisa berkurang. Dan beberapa minggu ini, hyung sangat merindukan onnie dan ingin lebih banyak menghabiskan waktunya dengan onnie hingga hyung tak sempat ke rumah sakit untuk terapi. Akhirnya, hyung kelelahan dan keadaannya semakin memburuk. β€œ kata Tae Min sembari menahan tangisannya. Hyun Hee tertegun tak percaya. Kedua tangannya menutupi mulutnya. Shock, itu yang ia rasakan. Hatinya perlahan-lahan mulai remuk seperti habis dilindas benda berat, besar, kasar, dan tajam. Kakinya mulai melemah hingga ia tak mampu lagi menahan tubuhnya.

β€œ Oppa.. kenapa ini.. kenapa ini bisa terjadi pada mu?? β€œ Hyun Hee tak kuasa lagi menahan rasa perih di hatinya. Air mata kepedihan mulai melinang deras di pipinya.

Flashback End

TIT..~ TIT..~TIT..~TIT..~ ——

Hyun Hee menggenggam kuat-kuat kedua telapak tangannya. Hati dan pikirannya tak karuan duduk menunggu diluar ruang operasi. Air mata sedikit demi sedikit sudah membasahi pipinya, kekhawatiran dan ketakutan semakin menyelimuti dirinya.

β€œ Tenanglah, Hyun Hee. Min Ho pasti kuat dan dia akan baik-baik saja. β€œ kata Onew sembari menepuk pelan pundak Hyun Hee. Hyun Hee hanya tersenyum tipis sembari memandangi Jong Hyun, Key, dan Tae Min yang mengangguk kepala mengiyakan kata-kata Onew.

β€œ Ne, aku tahu. β€œ kata Hyun Hee sembari tersenyum. Akhirnya keluarlah seorang dokter dari ruang operasi Min Ho. Hyun Hee segera beranjak dari dudukannya dan mendekati dokter itu.

β€œ Bagaimana? Apa yang terjadi, dok? β€œ tanya Hyun Hee khawatir. Dokter itu segera membuka masker yang menutupi mulutnya namun ia tidak bicara sedikitpun, ia hanya terdiam.

β€œ Dokter! Dia baik-baik saja kan?? β€œ kata Hyun Hee tak sabar sembari menarik-narik jas putih dokter itu.

β€œ Jeongmal mianhae. Dia meninggal ketika kami telah berhasil mengeluarkan tumor

di otaknya. β€œ kata doket itu merasa bersalah. Hyun Hee terbelalak tak percaya sembari memegangi dadanya yang tiba-tiba sakit. Kekhawatiran yang ia rasakan sejak tadi benar-benar terjadi. Air mata mulai membasahi pipinya lagi.

β€œ Tidak mungkin! Kau pasti bohong kan dok? Kau bercanda kan? Min Ho pasti baik-baik saja di dalam. Iya kan dok? β€œ Hyun Hee terus menarik-narik jas putih dokter itu.

β€œ Kau harus mengikhlaskannya, agasshi. β€œ kata dokter itu menenangkan. Tapi, sepertinya kalimat itu sia-sia. Hyun Hee tetap teguh pada pendiriannya. Ia terus menggeleng-gelengkan kepalanya, bahwa Min Ho tidak meninggal. Onew, Jong Hyun, Key, dan Tae Min hanya bisa terdiam iba melihat Hyun Hee. Mereka masing-masing juga merasakan sakit hati yang perih seperti Hyun Hee.

β€œ Aku yakin dia pasti telah sadar didalam, aku ingin melihatnya. β€œ kata Hyun Hee sembari berlari masuk ke ruang operasi. Namun, Jong Hyun sudah berhasil menarik tangannya untuk tidak masuk ke ruang operasi itu.

β€œ Lepaskan aku sunabe! Kau tidak percaya pada ku? Min Ho tidak meninggal. Aku akan menunjukannya pada kalian! β€œ. Hyun Hee terus meronta-ronta tak kuasa. Namun, perlahan-lahan tubuhnya mulai melemas hingga ia terduduk tak berdaya di lantai.

β€œ Kenapa kau menangis? Kau bukan Hyun Hee yang ku kenal. Hyun Hee yang ku kenal adalah gadis yang kuat dan tangguh. Dimana senyuman dan semangat mu yang biasa kau tunjukan pada ku? β€œ

Β 

β€œ Karena kau aku terus tersenyum, karena kau aku bisa tenang, karena kau aku tak khawatir. Itu semua karena semangat yang kau berikan pada ku, karena kau selalu ada di sisi ku. β€œ.

Β 

Β β€œ Aku tak akan pergi. Aku akan selalu berada dihati mu, menguatkan mu, melindungi mu, dan menyayangi mu selamanya. Berjanjilah, jangan menangis lagi. Aku sudah katakan, aku benci air mata mu. β€œ.

Β 

β€œ Aku akan baik-baik saja, percayalah! Penyakit ku akan sembuh dan kita akan jalan-jalan bersama lagi. β€œΒ 

Β 

β€œ Saat kau sedih dan rindu pada ku, ingatlah detak jantung ku yang berdetak kencang ini. Lalu kau ingatlah wajah ku yang selalu tersenyum pada mu. Setelah itu penjamkan mata mu dan ingatlah kenangan-kenangan indah kita. Jalan berdua, nonton film bersama, berkelahi bersama, bertengkar bersama, dan tawa-tawa kita yang begitu manis. Seakan dunia ini hanya ada kau dan aku. β€œ

Β 

β€œ Biarkanlah untuk 1 jam saja aku merasakan pelukan mu sebelum aku menjalani operasi ku. β€œ

Β 

β€œ Aku sangat mencintai mu, Choi Hyun Hee.. β€œ

β€œ Tidak! Oppa.. jangan pergi!!! β€œ Hyun Hee berteriak sekuat-kuatnya. Kata-kata yang ternyata kata terakhir Min Ho untuknya tiba-tiba terngiang-ngiang di kepalanya. β€œ Kau telah berjanji pada ku tak akan pergi lagi, kau juga berjanji kita akan jalan bersama lagi kan? β€œ Hyun Hee mulai memelankan suaranya.

β€œ Choi Min Ho.. jangan pergi!! β€œ Hyun Hee terus berteriak memanggil nama Min Ho hingga membuat nafasnya tersenggal-senggal dan tenggorokannya perih. Dari kejauhan, ada seorang namja yang berdiri sembari memandangi Hyun Hee.

β€œ Jangan menangis, aku benci tangisan mu. Jangan berteriak seperti itu, aku benci rintihan mu. Aku pergi dengan hati bahagia, Choi Hyun Hee. Kau jangan membuat ku bersalah. Hapus air mata mu, aku ingin kau selalu tersenyum seperti ku. Tetaplah menjadi yang terindah di hati ku. Tetaplah bahagia walau aku tak terlihat di kehidupan dunia mu. Tapi kau harus percaya, sebenarnya aku selalu ada bersama mu tanpa kau sadari dibalik hati suci mu. Just for one hour, pelukan terakhir ku akan selalu menyelimuti hati mu. Aku mencintai mu, Choi Hyun Hee. β€œ

The End

Note: Β Haaaa!! Author tahu FF ini membingungkan dan aneh. Ha!! Jeongmal mianhae T.T author akan berusaha lebih keras lagi biar ceritanya lebih kerasa feel nya dan jelas maksudnya. Hiks! mian ya! Mohon comment, kritik, dan sarannya, kamsahamnida!

4 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s