You never know how much I love you Part 7

Author : Kin♥ (@Rekindria)

Main cast : Im Yoona, Choi Siwon, Hwang Mi-Young, Kim Jongwoon

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Previous part : You never know how much i love you [Yoona’s Side]

♥Part 1♥

♥Part 2♥

♥Part 3♥

♥Part 4♥

♥Part 5♥

♥Part 6♥

The way I love [Siwon’s Side]

♥Part 1♥

♥Part 2♥

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves. Kyuhyun-Sooyoung couple version in Kyuyoungshipperindo blog🙂

Warning : Don’t be a Plagiator and Siders.

♥ You never know how much i love ♥

 ‘Saat aku terjatuh dan siap bangun, kamu datang dan mencoba membangunkanku? Apa kau tau kau terlambat?’

‘Aku mencintaimu melebihi dirinya. Aku mencintaimu tulus. Namun, kau tak pernah melihatnya,’

‘Haruskah aku katakan yang sebenarnya walau ini menyakitimu? Percayalah padaku sekali saja,’

‘Apa aku terlalu egois memilikinya? Aku hanya ingin bahagia untuk terakhir kalinya..’

~Part 7~

Dia sedikit melirikku dengan rasa bersalah. Menarik tubuhku agar beringsut dan mendekapku erat. “Aku bodoh telah menyakitimu… Maaf,”

Aku tersentuh. Oh tuhan, apakah hatiku terlalu sensitif? Mendengar kata maaf saja sudah meluluhkan semuanya. Kenapa?

Aku terdiam hanya membisu. Mengamati hiruk pikuk yang berlalu lalang dihadapanku. Tidak lagi. Waktu berhenti saat aku merasakan dekapan hangat ini. Aku merindukannya. Sangat.

Mianhae, Jeongmal Mianhae…” ia bersua kecil namun aku mendengarnya. Haruskah aku memaafkannya?

Aku terdiam, tak mampu merespon pertanyaannya. Seketika badanku lemas saat ini. Aishhh.. otteoke?

                Detik berikutnya aku tersadar. Ini salah. Dia telah mengkhianatiku. Dan aku tak semudah itu menerimanya. Apa ia fikir aku dapat menjadi miliknya sesuka hatinya? Bukankah dia sudah mengakhiri dengan sepihak?

“Tidak semudah itu. Aku tidak yakin kepingan ini bisa kembali atau tidak,” desisku dengan memukul pelan dadaku. Aku bisa merasakan air mata menggenang di tepi kelopak mataku. Hanya tinggal sedetik lagi dan jatuh. Aku tak bisa membendung ini walau aku tak mau menangis dihadapannya.

“Beri aku kesempatan dan aku akan memperbaikinya,” pintanya dengan masih mengeratkan pelukannya. “Ada satu hal yang membuatku seperti ini. Maaf jika aku terlihat egois. Tapi, ini demimu…”

Aku berusaha melepaskan pelukannya. Mendorong pelan bahu miliknya. “Apa? Ini semua demi kebaikanku? Kebaikan apa jika kamu menghancurkannya?”

“Maaf hanya itu yang bisa kuucapkan,” tegasnya lagi dengan kata-kata maaf yang sudah kudengar berkali-kali dari bibirnya.

——

Aku menggerakkan tubuhku frustasi. Sudah beberapa gerakan yang aku lakukan mempunyai kesalahan yang berbeda. Padahal, aku tak pernah seperti ini. Ah, kenapa bayangan itu kembali?

“YoonA ah gwencahana?”  ucap Yuri yang langsung menghampiriku saat aku terjatuh melakukan gerakan. Aku hanya memegangi lututku yang sakit. Walau sebenarnya hati ini yang lebih sakit. “Yoon ah kau pucat. Lebih baik latihan sampai disini saja.” Yuri mencoba membantu diriku untuk bangun.

Ne, kansahamida.” Aku tersenyum sambil menerima uluran tangan Yuri.

Aku berjalan dengan sebisa mungkin.  Walau dengan menyeret kaki tentunya.

“YoonA ah Kamu kenapa?” Yesung sunbae berlari kearahku dengan wajah cemasnya. Sering sekali ia menampilkan wajah itu. Saat aku hanya terjatuh kecil dia akan kalang kabut. Entahlah, sepertinya perasaan dia begitu tulus padaku.  Sekali lagi membuat aku risau. Aku harus memilih siapa?

“Yuri ah, biarkan aku merawat YoonA,” pinta Yesung sunbae kearah Yuri. Saat itu aku melihat Yuri menganggukan kepalanya.

“Aku bisa sendiri Sunbae,” tolakku cepat saat ia mulai merangkul tubuhku. Tak bisa kubayangkan apa jadinya jika Siwon melihatnya. Aku sudah berjanji pada Siwon bahwa aku takkan pernah dekat dengan salah satu dari mereka. Aku harus menentukan siapa yang aku pilih. Walau, sebenarnya aku tak bisa menolak kebaikan malaikat di depanku.

Aku memang seperti ini. Jika, orang lain peduli padaku aku akan peduli juga padanya. Sampai pria ini menganggap aku mempunyai perasaan padanya lebih. Walau kuakui iya… Aku mempunyai perasaan lebih pada pria ini.

Kenapa bisa secepat ini? Hatiku tengah kosong dan saat itu ia menarik tanganku untuk bangun. Aku tak bisa menolak jika semburat jingga dihadapanku mencoba menerangi di kelamnya malam. Aku tak bisa menolak jika pelangi itu datang saat hujan menghampiri. Aku tak bisa menolak ketika dia menampilkan senyum indahnya. Aku tak mampu dan apa aku salah?

Tuhan, apakah perasaan ini benar nyata? Kenapa masih terlihat samar? Aku tak boleh mencintainya kan?

“Bukankah aku sudah pernah bilang padamu kalau aku akan selalu menjagamu?” pukas Yesung sunbae dengan melirik mataku melalui ekor matanya. “Untuk itu kau harus menerima semua ini. Mengerti?” rajuknya dengan gelak tawa yang menghiasinya.

Aku hanya tersenyum karena aku tau aku tak bisa menolak dirinya. Menampik perkataannya ribuan kali pun akan berujung ‘aku setuju’.

——

                Aku membolak-balik buku yang aku baca. Entah mata ini menangkap cahaya yang mana. Tapi, setidaknya ini bisa mengusir kebosananku. Atau semakin membuatku bosan? Sekali lagi, perpustakaan mungkin memang tempat yang buruk bagi beberapa orang. Tapi, setidaknya saat ini berguna untukku. Untuk menyendiri adalah saran yang bagus.

“Kau sedang menyendiri Im Yoon Ah?” cela Tifanny dengan menaruh bukunya kasar. Memang tidak keliatan tapi, aku bisa melihat itu dari matanya. Mata yang seakan ingin membunuhku saat ini juga.

“Merenungi bahwa kau tidak pantas bersama Siwon oppa right ?” celanya lagi. Aku meliriknya dengan ekor mataku lalu kembali fokus pada bukuku. Tidak… aku memang tidak membaca buku ini. Tapi, lebih baik membaca buku ini daripada menanggapi setiap lontaran yang akan menyakiti diriku.

Tifanny menghela nafas sebentar lalu mendengus, “Seharusnya kau harus sadar Siwon oppa hanya mencintaiku. Kau hanya pelarian dan satu lagi… kau tidak pantas bersamanya.”

“Kau terlalu percaya diri huh?” celaku dengan menatapnya sebentar. Aku muak bila melihatnya terlalu lama. Suasana yang ia bawa ketika dihadapanku adalah kehancuran.

“Siwon oppa tak mungkin bersamamu. Walau dia sangat mencintaimu kalian takkan bisa bersatu.” Gadis ini tersenyum dihadapanku? Senyum sinis tentunya. Aku muak dengan gadis ini. Kenapa dia muncul dihadapanku? Mengatakan bahwa aku tak mungkin bersama Siwon walau Siwon sangat mencintaiku.

Melihat Tifanny yang mulai bosan berbicara padaku membuat senyum kemenangan terukir di bibirku. Walau ia berkali-kali mengatakannya, aku yakin Siwon tidak seperti itu. Mungkin terdengar aneh jika dibelakangnya aku mempercayainya tapi dihadapannya aku meragukan ketulusannya. Aku salah? Memang.

Tifanny bangkit dari dudukannya dan mengalungkan tasnya.“Jika, benar Siwon oppa kembali padamu. Akan kupastikan kalian tidak akan bahagia. Dia hanya menjadi milikku dan tak ada satu orang yang bisa memilikinya selain diriku,” ancamnya.

Dia mengancamku? Apa gadis bodoh itu bercanda? Aku tak mungkin tunduk dihadapannya seperti Siwon yang bodoh. Aku tidak salah dan aku tidak pernah takut pada kenyataan yang terjadi. Aku tau semua akan berakhir. Hanya menunggu waktu untuk mengetahuinya.

“Jika benar Siwon oppa mencintaimu dia akan meninggalkanku… Tapi, sayangnya sampai sekarang dia terus mengharapkanku.” Ucapku sebelum Tifanny menghentakan kakinya keluar dari tempat ini.

Dia hanya diam membisu? Baguslah setidaknya dia mendengarnya. Menyakitkan? Ini baru awal Tifanny. Aku bisa membuatmu lebih sakit jika kau macam-macam padaku. Kita lihat sampai sejauh mana kau sanggup menghadapi sisi diriku yang lain?

Aku berjalan dan mendahului tangan Tifanny yang mulai menyentuh pintu kaca perpustakaan. “Kau harus berhati hati baby… Ini baru awal. Kita lihat siapa yang akan menangis lebih banyak.” Desisku tepat di wajahnya saat ia melirik wajahku.

——

                Aku kembali menghentakan kaki ragu. Apa yang telah aku lakukan tadi? Apa benar ini adalah sosok Im Yoon Ah yang sesungguhnya? Kenapa aku bisa mengancam Tifanny seperti tadi? Bukankah biasanya aku hanya diam jika gadis itu mencelaku beribu kali? Bukankah aku hanya menundukkan kepalaku saat dia mencemooh diriku? Apa sekarang aku punya keberanian?

Aku tidak salah. Tidak… aku memang mempunyai sisi seperti ini. Aku lelah sangat lelah mengalah dan terus menangis oleh ulah mereka. Aku harus tegar dan tidak membiarkan mereka membuatku semakin tersungkur ke jurang.

Aku menghela nafas sebentar lalu berjalan cepat ke kelasku. “Aishhh.. ooteoke?  Ini bisa membuatku gila.” Gerutuku dengan mengacak rambutku frustasi.

Dan sekarang aku menyeret kakiku untuk keluar dari tempat ini. Kenapa jadi menyebalkan?

Langkahku terhenti saat menyadari sepasang kaki berhenti tepat dihadapanku. Apa manusia ini gila? Dia bisa saja mencari jalan lain untuk berjalan. Tapi, kenapa berhenti tepat dihadapanku?

“YoonA ah..” dia bersua kecil memanggilku. Ah.. siapa lagi ?

Aku mendongakkan wajahku dan menatap sekilas wajah dihadapanku. Lalu detik berikutnya kembali menundukkan kepalaku.

Choi Siwon, aku lelah sangat lelah. Bisakah dia lenyap saat ini juga? Aku menghela nafas sebentar lalu berjalan mendahuluinya. Seperti tak menyadari dia dihadapanku saat ini. Biarkanlah..aku muak.

Tangannya mencengkram tanganku kuat membuatku menghentikan hentakan kakiku. “Tunggu…” detik berikutnya dia mendekapku hangat. Sebuah pelukan dari Siwon yang kurasakan sekarang?

Aku mencoba menggerakkan tubuhku, menolak. Tapi, dia semakin mengeratkannya. “Biarkanlah seperti ini.. sekali saja.” pintanya dengan berbisik tepat di telingaku.

Aku terdiam. Bodoh..hanya diam menurut seperti ini? Membiarkan dirinya untuk menghempaskan diriku begitu saja untuk kedua kalinya? Kenapa kau begitu lemah Im Yoon Ah?

Aku mendorong sedikit tubuhnya. “Mianhae..beri aku waktu untuk merenunginya.” Ucapku yang berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan hangatnya. Jika boleh memilih aku ingin seperti ini tapi, itu terlihat bodoh dan menyakitkan.

Aku sudah dibuang begitu saja dan dengan mudahnya mendapatkan diriku kembali? Apa perasaanku seperti sebuah permainan? Tidak. Aku ingin membuatnya susah karena kesalahan dia yang sama sekali tak ku ketahui.

“Jika kejadian itu tidak terjadi.. kita pasti akan bersama.” Dia membelai wajahku dan berhenti tepat di pipiku. Kulihat matanya menuju satu titik, bibirku. Apa yang dia lakukan? Apa aku boleh mati sekarang?

Bodohnya aku menurut. Menutup mataku saat merasakan hembusan nafasnya semakin dekat. Apa aku sudah gila? Kenapa aku menurut saat ia menyentuh bibirku. Tuhan, kenapa aku tidak bisa berontak? Kenapa aku hanya diam dan menikmatinya? Kenapa?

——

Bulir hujan itu mengalir bebas didaun jendelaku. Bisa kulihat beribu tetes air itu berarak. Seakan tak mengijinkan sedetik saja cahaya itu muncul.

Suasana hujan semakin membuatku terpuruk. Bodoh. Apa yang kau lakukan Im Yoon Ah? Kau bodoh?

Bukannya memperbaiki keadaan seakan hujan semakin memperkeruhnya. Kesedihan seakan bertambah karena hujan ini. Aku menghela nafas sebentar berusaha menghilangkan rasa sakit ini. Tapi, tetap tidak berhasil.

Beep.

Kulirik Ponselku yang bergetar.

From : Yesung Sunbae.

Lihatlah ke luar. Aku menunggumu.

Apa? Ini hujan dan apa dia sudah gila? Baiklah sepertinya aku harus mengikutinya. Aku berjalan menghampiri daun jendelaku dan menyibakkan tirainya.

Tidak ada hujan lagi dan cahaya matahari bertengger tepat diatasku. Aku membuka jendelaku dan melihat sosoknya. Yesung sunbae yang sudah menungguku dengan senyuman yang sempurna. Lengkungan yang indah semakin mempertegas betapa indahnya senyuman miliknya.

Aku menghampirinya dan memeluk singkat tubuhnya saat kulihat dia merentangkan tangannya. Seakan mengijinkan aku memeluk tubuhnya dan aku melakukannya.

Dia menarikku untuk masuk kedalam mobilnya.  “Ada apa?” tanyaku saat kami hanya terdiam.

Dia menghela nafas sebentar. “Kau tidak menyukai hujan?”

Aku menggelengkan kepalaku, tidak setuju. “Ani..Hujan hanya saja membuatku semakin terpuruk.”

Dia melirikku singkat dan mencoba menggengam tanganku. “Semua akan baik-baik saja.”

Aku membulatkan mataku. “Kenapa hujan lagi?”

Dia tak menjawab  malah asik memperhatikan wajahku. “Berhentilah seperti ini. Aku mencintaimu.”

DEG.

Apa telingaku tidak salah dengar? Yesung mengatakan mencintaiku? Apa yang harus aku katakan sekarang?

Dia melirikku dengan heran. Semakin mengeratkan jemarinya yang hangat. “Kenapa hanya diam. Kau tidak suka?”

“Tidak.” sahutku cepat.

“Apa?”

Aku menundukkan wajahku berusaha tegar. “Aku takut akan terjatuh lagi dan kau tidak ada untuk membangunkanku.”

Dia tersenyum kecil. “Tidak mungkin..aku akan selalu menjagamu…” dia mengusap pelan rambutku lalu melanjutkan,“Aku sekarang yakin. Perasaan ingin melindungimu ini nyata. Aku mencintaimu Im Yoon Ah. Dan terimalah aku agar aku bisa selalu menjagamu,”

Aku menggigit bibir bawah, bingung. “Aku takut.”

“Semua akan baik-baik saja.” Ucapnya dengan mengecup singkat puncak kepalaku.

Mataku membulat saat menyadari sedari tadi Siwon memperhatikan kami. Matanya hanya menatap satu titik namun kosong. “Siwon oppa !” pekikku dan berusaha membuka pintu mobil ini.

Yesung menarik tanganku. “Jangan kau sakiti dirimu lagi.”

Aku menghempaskan tangannya pelan. “Tidak. Aku melakukan yang benar. Mian oppa..Jika, hatiku padamu. Aku janji akan kembali padamu.”

——

“Berhenti seperti anak kecil dan jelaskan semua padaku.” Aku memekik keras. Mencoba menghentikan derapan langkah Siwon yang semakin menjauh dariku. “Katakan padaku apa maumu sekarang? Kita berpisah dan kenapa kau ingin merebutku kembali?”

Dia menghentikan langkahnya dan dapat melihat jelas mataku. Mata ini siap mengalirkan cairan bening itu. Aku mohon jangan menangis sekarang Im Yoon Ah. Kau harus tegar.

“Aku tidak pernah ingin berpisah denganmu.” Sahutnya dengan perlahan berjalan kearahku.

“Apa?”

“Jika kau tau yang sebenarnya kau pasti akan mengerti. Aku memang mencintaimu. Tapi, aku tak bisa.”

Mataku menatapnya pilu.“Apa yang kau sembunyikan?” Aku menghela nafas sebentar lalu berkata, “Apa dengan menyakitiku seperti ini? Katakan padaku apa yang terjadi !”

Dia mengusap pipiku pelan. “Maafkan aku menyakitimu.”

“Katakan.” Pintaku.

“Apa kau ingat kejadian beberapa tahun silam? Tentang kecelakaan itu?”

To be continued

 

Akhirnya part ini selesai. Maaf ya kalau typo males baca lagi #plak. Maaf lama, terus feel gak dapet-_- gimana part ini? Hayooo ada yang bisa tebak apa yang terjadi? HAHA

Comment ya^^ yang active akan aku cium eh salah maksudnya dikasih pw deh buat part terakhir hehe. Kalau siders maaf maaf aja HAHA.

(@Rekindria) 95 line ^^

68 responses

  1. Sunbae, siwon sama yoona ya.
    Hehehehhe

    tinggal 1 part lagi ya?

    Btw mav ya klo mz’a ga ku bls, cz g pny pulsa.

    Hahahhah

    ku buka ini dari hp n pake pulsa internet
    hahahha

  2. Ping-balik: You never know how much I love you Part 8 « Kin

  3. Ping-balik: You never know how much i love you Part 9 « Kin

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s