Blind

Tittle : Blind

Author : Sung Dong Hwa

Cast :

Cho Kyuhyun             a.k.a  Cho Kyuhyun

Choi Haneul   a.k.a  Choi Haneul

Cho Jino          a.k.a  Cho Jino

Cho Ahra        a.k.a  Cho Ahra

Rating : T ( Teenager)

Genre : Hurt and Angst

“Author Note ::  Annyeong.. Sung Dong Hwa imnida, im new author.. Mianhae..,, kalau FF-nya kurang menarik atau terlalu gmn gt.. Maklumin yha..,, msih br d dunia per FF’an

~ Happy reading all \(^v^)/ ~

 

 

-Haneul pov-
Aku berjalan sambil mengedarkan pandanganku ke sekeliling kamar itu. Terletak foto dimana disana ada sosok itu dan aku yang sedang bersamanya pada anniversary kita yang pertama. Foto itu tergeletak rapi didepan telepon kamarnya. Aku berjalan menuju jendela besar berwarna putih itu. Aku mulai menyentuh tirai kamar itu. Aku berusaha menyibakkan tirai itu. Sinar matahari langsung menerobos menyentuh wajahku.
“Haneul-ah. Kemari!” kyuhyun menarik tangan haneul lalu haneul mengikutinya kearah jendela besar yang terdapat dikamar itu. “omo!” pekik haneul lalu menyibakkan tirainya dan menatap sunset dengan mata panda-nya itu.
“Matanya benar-benar seperti berlian yang terkena sinar matahari langsung bercahaya” bisik kyuhyun dalam hati. Kyuhyun mulai mendekat dan memeluk pinggang ramping haneul. “Indah bukan ?” haneul hanya menjawabnya dengan senyum yang dapat kyuhyun arti-kan.
“Kyu-ah, kau sangat beruntung bisa melihat sunset disini.” Ucap haneul pelan sambil memegang tangan kyuhyun yang bertengger (?) diperutnya. “Kau juga bisa chagiya. Kapan-pun kau mau. Milikku adalah milikmu juga.” Haneul tersenyum dan dibalas senyum oleh kyuhyun.
Mereka menikmati keindahan sunset dan kehangatan yang mereka rasakan berdua.
Aku berbalik. Aku hanya bisa mengedarkan pandanganku ke semua sudut kamarnya  Mengulang saat-saat kebersamaan kita dulu.
Kehilangan. Aku kehilangan sosok itu. Sosok yang selalu mendampingiku dalam apapun keadaanku. Sosok yang ku rindu itu tidak pernah melihatku. Cho Kyuhyun.
Kyuhyun menarik yeoja-nya kedalam mobil secara kasar. Brak! Kyuhyun membanting pintu mobil dan Haneul hanya bisa terbelalak atas perlakuan kyuhyun. Selama empat tahun mereka menjalani hubungan, baru kali ini kyuhyun marah besar.
“Apa yang kau lakukan bersama Jino, Choi HaNeul ?!” Tanya kyuhyun dengan nada tinggi. “Ia hanya menemaniku mencari barang Kyu-ahh.” Haneul mencoba menjelaskan pada kyuhyun, bahwa ia hanya meminta Jino menemani ia belanja. Karena ia tau, jadwal kyuhyun sangat padat. Ditambah sejak kyuhyun menjadi artis.
“Kau bisa meminta tolong pada temanmu yang wanita Haneul!” kyuhyun masih berbicara dengan nada tinggi, nafasnya terlihat memburu. “Mianhae Kyu-ah. Aku tidak..” kyuhyun menepis tangan haneul yang akan memegang tangannya.
“Omong kosong! Apa yang aku lakukan selama ini tidak membuatmu bahagia, sampai-sampai kau berani bermain dibelakang ku Haneul!” kyuhyun mencengkram erat pergelangan haneul.
“Kyu, lepaskan. Sakit kyu!” pekik haneul sambil berusaha melepaskan cengkraman erat kyuhyun. Kyuhyun menatap tajam Haneul, haneul hanya bisa menunduk. Perlahan kyuhyun melepaskan cengkramannya. Lalu menstater mobilnya. Haneul buru-buru memasang sabuk pengamannya.
Haneul hanya bisa memegang erat sabuk pengaman sesudah ia melihat kyuhyun menjalankan mobilnya melewati batas normal. “Kyu berhenti!” tahan haneul sambil memegang tangan kyuhyun.
Plak!
Tamparan itu mendarat di pipi Haneul. Pipi itu menjadi merah. Perlahan air mata Haneul mengalir begitu deras. Haneul sudah tidak bisa menghentikan Kyuhyun. Ia tau sifat kyuhyun yang satu ini.
“Kau tau haneul ? aku sangat mencintaimu. Bahkan aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri!” ucap kyuhyun sambil melihat haneul. “Aku tidak sanggup kalau aku kehilanganmu. Bahkan kau bermain dibelakangku dengan adikku sendiri!” hati haneul terasa bagai beribu-ribu pisau yang menghujamnya. Air mata-nya semakin deras mengalir.
“Apa kau tidak merasakannya haneul ? Aku sangat mencintaimu.!” Haneul menengok kearah kyuhyun. “Kyuhyun awas!” haneul membelokkan stir-nya lalu memeluk tubuh kyuhyun.
Sret! Duar!
“Kyu-ah. Mianhae. Jeongmal mianhae.” Haneul mengelus pelan pipi kyu. Kyuhyun membuka matanya. Bahu kirinya terkena pecahan kaca dari kaca sebelah kanannya. Ia melihat haneul menggenggam erat telapak tangannya. “Saranghae Cho Kyuhyun.” Perlahan kedua mata haneul mulai menutup, kyuhyun hanya bisa melihatnya. Senyuman itu. Senyuman yang selama empat tahun ini memberikannya kedamaian. Genggaman erat itu mulai melonggar dan kepala haneul menyender tepat di dada kyuhyun.
“Kyuhyun. Aku juga sangat mencintamu. Mianhae kyu-ah. Selama ini aku tidak bisa membahagiakanmu. Aku tidak punya apa-apa. Aku hanya bisa memberikanmu cintaku kyuhyun. Mianhae.” Haneul menghembuskan nafas terakhirnya dengan diiringi senyuman tulusnya.
“Haneul.. Haneul-ahh. Chagi ? Ireona! Chagi ireona!” kyuhyun hanya bisa menggenggam erat telapak tangan haneul. Tubuhnya sudah lemas. Dadanya sesak. “Saranghae Haneul-ahh.” Kedua mata kyuhyun ikut tertutup.
-Blind-
Sinar matahari menerobos masuk dari celah-celah jendela kamar rawat kyuhyun. “enghh.” Sontak Ahra dan Jino menghampiri Kyuhyun yang sudah selama hampir sebulan koma.
“Kyuhyun!” pekik ahra lalu menghampiri kyuhyun lalu memeluk erat adik kesayangannya itu. “Hyung!” jino memegang erat tangan kyuhyun.
“enghh. Noona, Dongsaeng.” Panggil kyuhyun masih dengan suara yang sangat kecil. “ada dimana ?” Tanya kyuhyun yang berusaha mengumpulkan tenaganya.
“kau di rumah sakit kyu. Sudah satu bulan kau disini.” Ucap ahra yang sudah mulai meneteskan air matanya. “memangnya apa yang terjadi denganku ?” ahra dan jino membelalak matanya lalu saling pandang.
“Kau kecelakaan hyung.” Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Kecelakaan ?” ulangnya pelan. “Kau kecelakaan dengan haneul.” Ulang ahra dengan suara pelan tapi masih dapat didengar oleh kyuhyun.
“Haneul ? Siapa haneul ?” jino dan ahra makin terkejut akan perkataan kyuhyun. Ahra member tanda pada Jino untuk tidak memberitahu tentang itu kepada Kyuhyun. “Ah aniyo. Sekarang Jino kau panggilkan dokter dulu!.” Jino langsung keluar.

-Kyuhyun pov-
Selama satu bulan setengah akhirnya aku diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Aku perlahan menaikki tangga dan masuk ke kamarku yang cukup luas.
Tiba-tiba saat sedang mengedarkan pandanganku dikamar itu, perkataan noona-ku melintas dibenakku. “Kau kecelakaan dengan Haneul.” Perkataan itu terus memutar-mutar dipikiranku. Aku memegang kepalaku. “argh! Siapa haneul ?! kenapa nama itu selalu memenuhi pikiranku belakangan ini ?!” aku mengacak-acak rambutku frustasi.

-Haneul pov-
Aku melihat itu hanya bisa tersenyum miris. “Dia tidak mengingatku.” Aku memegang hiasan kecil yang terletak di meja hias kamar kyuhyun. Hiasan ini berbentuk pasangan yang sedang memeluk satu sama lain, dan disebelahnya terdapat hiasan berbentuk pasangan yang sedang menatap satu sama lain. Aku hanya bisa tersenyum.
Sret~
Aku terdorong sedikit ke samping meja itu. Aku terlonjak kaget. Sosok yang selama ini kurindukan berdiri didepanku. Aku melihat lekuk wajahnya itu. Sangat sempurna. Aku rindu saat aku menyentuh wajahnya.
“Kyu-ah.” Aku menatapnya yang sedang mengelus rambutku. “Wae?” tangannya berpindah memeluk bahuku sambil menatapku. “Aniyo.” Aku menyenderkan kepalaku ketangannya yang sedang merangkulku. Dia memegang telapak tanganku sambil mengangkatnya keatas. Aku ingin menghentikan saat itu. Dia memainkan jariku, aku membalasnya.
Aku kembali menyenderkan kepalaku di dadanya. Hangat dan nyaman. Aku selalu suka aroma tubuhnya. Ia mencium ujung kepalaku. Aku hanya tersenyum.

-Kyuhyun pov-
Hiasan yang berbentuk pasangan itu menarik perhatianku sekali. Aku menghampirinya. Aku merasakan aura berbeda saat aku menyentuh hiasan itu. Di meja itu tertulis “Cho Kyuhyun dan Choi Haneul” lagi-lagi nama itu. Siapa dia ?! Pertanyaan itu terus memenuhi pikiranku.
Aku menghela nafas. Aku tidak bisa mengingatnya. Aku mendengar pembicaraan noona dengan dokter bahwa aku hilang ingatan sementara karena aku mengalami shock berat. Setiap aku mencoba mengingatnya kepalaku langsung pusing.

-Haneul pov-
Aku berjalan menjauhi kyuhyun yang masih menatapi hiasan itu. Aku ke pojok ruangan. Aku menyalakan lilin yang terdapat diatas tempat lilin. Satu persatu aku nyalakan. Biasanya, waktu turun salju pertama aku dan kyuhyun selalu menyalakan lilin ini bersama.
“Neul-ah. Ayo kita nyalakan lilin ini!” kyuhyun menyalakan api dari korek api dan ia pindahkan ke salah satu lilin yang ada di situ. Kyuhyun menyerahkan lilin yang sudah menyala kepadaku. Aku mengambilnya. Aku menatap lilin itu dengan mata berbinar-binar.
Tiba-tiba tangan kekar kyuhyun memegang telapak tanganku yang sedang memegang lilin yang tadi ia berikan. “Ayo kita nyalakan bersama!’ kyuhyun menuntun tanganku untuk mengarahkan lilin itu kearah tiga lilin yang belum menyala. Aku dan kyuhyun menyalakan lilin itu satu-satu dengan perlahan dan diiringi senyum manis kami.
“sudah!” pekik kyuhyun lalu tersenyum bangga. “Sekarang, kita tiup lilin ini bersama ya!” aku tertawa geli melihat sikapnya yang kekanak-kanakkan. “hana..dul..set!”
Fuht~
Aku hanya tersenyum miris. Andai saja saat-saat itu bisa diulang.

 

-Kyuhyun pov-
Aku berjalan menjauhi tempat itu. Aku melihat dimeja kecil depan perapian. Aku menghampiri itu. Aku melihat kotak cukup besar. Aku mengambilnya dan menatap kotak itu. Bentuknya sangat indah. Strukturnya unik sekali. Sepertinya buatan Negara roma.
Saat aku membuka kotak itu, aku menemukan sebuah ukiran, dan disana terdapat tulisan “KyuNeul” lagi-lagi aku melihat nama itu. Banyak sekali. Sebenarnya siapa dia ? Dan selain ukiran itu aku melihat kalung berbatu warna shappire blue. Cantik. Tapi, kenapa aku menyimpan benda itu ? Apakah untuk Choi HaNeul itu lagi ? Aku masih memegang kotak itu dan melihat kedepan dengan pandangan penasaran. Dalam hatiku ada perasaan kuat untuk mengingat tentang Choi HaNeul.

-Haneul pov-
Aku berjalan lagi. Kamarnya cukup luas, dan dikamarnya itu banyak kengangan tentang kita. Aku masih ingat perlakuannya yang terakhir. Begitu kasar. Aku tau dia sangat mencintaiku. Tapi waktu itu aku hanya ingin membelikannya hadiah untuk anniversary kita.

-Kyuhyun pov-
Aku kembali menatap kotak itu. Sungguh rasa penasaraan itu semakin membesar. Aku memandang kosong kedepan. Sekelebat –mungkin- memoryku dengan yang namanya HaNeul itu melintas. Aku melihat, ada lelaki berwajah mirip sekali denganku. Lelaki itu mencium kening perempuan itu –yang mungkin HaNeul-. Lelaki itu mirip sekali denganku. Ahh! Tidak tidak. Itu tidak mungkin aku!

-HaNeul pov-
Aku menatap kasur itu dari jauh. Kenangan-kenangan indah itu mulai memenuhi pikiranku lagi. Kakiku tidak kuat lagi menahan ini. Aku langsung duduk dikasur itu, aku mengelus sprai putih nan lembut itu.
Aku menatap keatas. Tuhan kenapa kau mencabut nyawa-ku dengan cara seperti ini ? Aku sangat tersiksa. Air mataku mulai mengalir. Aku menidurkan tubuhku disana. Cho KyuHyun Cho KyuHyun Cho KyuHyun, nama itu mengelilingi pikiranku makin mendukung air mata yang keluar semakin deras.

-Kyuhyun pov-
Aku menarik nafas berat. Aku tidak habis fikir. Tiba-tiba nama itu mengelilingi pikiranku lagi. Choi HaNeul Choi HaNeul Choi HaNeul. Aku menatap isi kotak itu lagi. Tiba-tiba muncul wajah perempuan yang sedang tertawa senang. Apakah itu HaNeul ? Aku mulai menutup kotak itu dan menyimpannya pelan ketempatnya semula.

-HaNeul pov-
Aku mengusap kasar air mataku yang masih mengalir deras. Aku bangkit dan mulai berjalan menyusuri lekukkan indah kasur itu. Tempat ini pertama kali yang membuatku jatuh cinta padanya. Sungguh indah bukan ?
Waktu itu, aku baru pulang dari minimarket. Tapi tiba-tiba hujan deras dan aku mencoba menerobos hujan tapi tidak bisa. Aku berteduh di pohon yang cukup lebat. Dan tidak beberapa lama aku melihat sorotan lampu mobil ter-arah padaku.
Aku ingin berdiri, tapi kakiku lemas. Aku melihat sosoknya memakai hoddie hitam dan membawa paying lalu berlari kearahku. Saat itu aku sangat takut, karena wajahnya tertutup tudungan hoddienya.
Dia mulai memayungiku dan merangkulku ke dalam mobilnya dan membawaku kerumahnya. Saat itu aku sangat lemas dan alhasil aku digendong ala bride style ke dalam rumahnya.
Dan ia menyuruh bibi hwang menggantikkan baju-ku dengan baju noona-nya. Aku langsung tertidur dikasurnya. Saat aku bangun aku melihatnya sedang tertidur di sofa. Dan aku tersenyum lalu meninggalkannya dan menitipkan pesan kepada bibi hwang.
Aku berjalan kearah perapian. Aku masih ingat aku menolak kalung yang ia berikan dengan alas an aku belum pantas untuk memakainya. Aku melihat kotak itu dan mengelusnya. Hangat. Aku merasakan bekas tangannya.

-Kyuhyun pov-
Aku berbalik dan menemukan foto pasangan yang sedang tersenyum bahagia didekat telepon kamarku. Itu aku, tapi siapa sebelahnya ? Apakah Choi HaNeul ? Sungguh nama itu memenuhi pikiranku.
Aku berjalan mendekati foto itu dan mengambilnya. Perempuan ini sungguh cantik. Aku tidak mengenalnya. Tapi, tiba-tiba dalam hatiku ada sebuah kerinduan yang sangat besar sangat mengelus wajah perempuan itu.

-HaNeul pov-
Aku membuka kotak itu dan menatap isi kotak itu. Ia masih menyimpannya. Ia berjanji akan menungguku sampai aku siap memakai kalung itu dan menikah dengannya. Aku mengambil kalung itu lalu aku menggenggamnya erat dan menaruh tepat di dadaku. Aku sungguh merindukannya.

-Kyuhyun pov-
Aku merebahkan badanku disofa sambil masih memegang foto itu. Aku menatapnya dalam. Sungguh dihatiku ada perasaan rindu yang sangat besar. Rasanya aku ingin memeluk perempuan yang ada di foto ini. Tapi, aku tidak sama sekali mengingatnya. Aku yakin perempuan itu adalah HaNeul.
Tiba-tiba sosok perempuan difoto itu memudar dan menghilang. Aku langsung menyingkirkan foto itu tapi masih memegangnya. Aku menerawang kedepan. Ada apa dengan ku ?

-HaNeul pov-
Aku memasukkan kalung itu dan berjalan sambil memegang kotak itu. Aku melihat foto aku dan kyuhyun sedang tersenyum bahagia ditembok kamarnya. Air mataku mengalir lagi, lebih deras daripada yang tadi.
Sungguh aku benar-benar tidak kuat. Aku langsung terduduk dilantai yang dingin seperti hatiku yang sekarang yang sudah menjadi es dingin setelah ia melupakanku. Air mataku tidak mau berhenti, aku membiarkannya keluar. Percuma meskipun aku mengelap airmata itu tetap tidak akan berhenti.
Tiba-tiba saat aku sedang melihat lekat-lekat foto itu sosok yang aku rindukkan itu menghilang, menghilang dari sisiku. Aku ingin dia kembali. Aku ingin bersamanya.

-Kyuhyun pov-
Aku masih menatap kosong kedepan. Tiba-tiba airmataku keluar dengan sendirinya. Ada apa denganku ? Aku juga tidak mengerti. Hati ini sangat sesak sekali. Bagaikan beribu-ribu pedang menancap disini. Aku juga tidak tau mengapa sampai saat ini aku masih memegang foto itu. Aku bingung dengan semua ini, aku bingung dengan diriku sendiri.

-HaNeul pov-
Hatiku hancur berkeping-keping. Sakit. Sakit sekali. Apalagi saat aku mengulang memoryku dengan dia. Memory yang indah. Selama empat tahun ini ktia jalani bersama, meskipun dalam duka dan suka. Aku meremas ujung mini dressku ini. Ini baju pemberian kyuhyun saat aku berulangtahun. Aku tidak tau mengapa aku masih memakai baju ini.
Dari pada begini, aku lebih memilih untuk segera meninggalkan dunia ini dan tidak mengenang memori-memori ini. Aku semakin meremas ujung bajuku. Aku tidak kuat. Aku megang dadaku, sakit sekali. Biarkan aku pergi saat ini juga Tuhan. Aku mohon. Aku sudah tidak kuat.
Memori-memori itu semakin memenuhi pikiranku. Mulai saat pertama kita bertemu, sampai akhir kita bertemu. Aku tau, ia sudah menyakitiku saat terakhir pertemuan kita. Dia menamparku, tapi itu salahku juga karena aku jalan bersama adiknya.
Tapi, tamparan itu tidak sebanding dengan sakit yang sekarang membuncah dihatiku. Aku terus mengeluarkan airmataku sambil memegangi dadaku. Rasa ini tidak menghilang.

-Author pov-
“Haneul-ssi, maukah kau menjadi bagian dihidupku ?”
“Aish! Kyu-ahh! Kau itu sudah mengerjaiku ya rupanya! Akan ku balas.”
“Chagiya, happy anniversary.”
“Kyu-ah, lihat! Sunsetnya sangat indah!”
“Aduh kalian ini sangat mesra sekali kkkk”
“Neul-ahh, saranghae..”
“Nado saranghae, Kyu-ahh..”
Tanpa sadar mereka berdua memegangi dada mereka masing-masing menahan rasa sesak yang tiba-tiba muncul dihati mereka. Airmata sudah memenuhi wajah mereka.
Kyuhyun memutar badan Haneul dengan pelan lalu kyuhyun menyandarkan tubuhnya ke pinggir kasurnya dan memeluk pinggang haneul. Haneul melingkarkan tangannya dileher kyuhyun.
Mereka saling menatap satu sama lain dengan perasaan cinta dari hati mereka masing-masing. Kyuhyun meletekkan kepalanya di bahu haneul sambil memeluknya. Kyuhyun menikmati aroma tubuh haneul begitupun sebaliknya.
Kyuhyun melepaskan pelukkannya dan berbisik, “Choi HaNeul saranghae.” Haneul balas menatap kyuhyun dan berbisik, “Nado saranghae, Cho KyuHyun.” Lalu kyuhyun menempelkan bibirnya diatas bibir haneul. Hanya menempel.
Haneul melepaskan ciumannya dan memeluk erat kyuhyun.
Kenangan itu terus memenuhi pikiran mereka. Rasa rindu itu makin membesar. Meskipun Haneul tau, kalau ia sudah berbeda dunia dengan Kyuhyun. Tapi, ia tetap mencintai kyuhyun.

-Kyuhyun pov-
Kepalaku. Sakit. Sakit sekali. Aku memegangi kepalaku. Canda tawa sosok itu terus memenuhi pikiranku. Terus dan terus, semakin membuat kepalaku sakit. Aku menutup mataku menahan rasa sakit ini, sejak tadi airmataku tidak berhenti malah semakin mengalir deras.

-HaNeul pov-
Aku sudah tidak kuat lagi. Aku semakin memegang dadaku erat. Sakit, rindu, senang, sedih, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Tuhan ku mohon ambil aku sekarang. Aku hanya bisa berdoa pasrah. Aku tidak bisa berharap untuk kyuhyun kembali mengingatku, aku juga sudah tidak ada di dunianya. Aku tidak mau membuatnya sakit.

-Kyuhyun pov-
Tanpa sadar aku menjatuhkan foto itu ke lantai. Kepalaku mulai sedikit menghilang rasa sakitnya. Tapi, airmataku tetap mengalir deras. Aku semakin ingin mengetahui tentang sosok Choi HaNeul itu. Rasa ini juga sudah tidak bisa aku tahan sendiri. Aku ingin mengetahuinya.

-HaNeul pov-
“untuk saat ini, jika Tuhan mengambilnya sekarang kau tidak akan tenang, Choi HaNeul. Tunggulah. Hanya menunggu.” Seseorang berbisik padaku. Aku memeluk foto itu, dan menunggu untuk Kyuhyun.

 

 

# THE END #

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Gimana ceritanya??? Bagus gak?? Ogh yha.,, readersdeul..,, jgl lupa RCL yha.. ^u^

Kalau ad yg kurang jelas dgn FF ini, bs mention k twitter admin @Miss_ChoKyuhyun.. *Promosi Twitter*

Gomawo to KOFALO udh mw share FF ak.. ^o^

 

16 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s