Splendid Marriage (Part 4)

Title: Splendid Marriage (Part 4)

Author: Wulanchynngsh

Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Ok Taecyeon 2PM

• Im YoonA SNSD

Other Cast: Find it in this story😉

Genre: romantic, drama

Length: Series

Rating: PG 15~

Diaclaimer: berhubung aku lagi suka banget Suyoung couple, jadi terciptalah ff ini. Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

 

***

 

(22.53 KST)

@balkon dorm Miss A

 

“Kenapa belum tidur yeppeo-ni?” Suzy menoleh karena mendengar suara seseorang.

“Oppa? Ne, aku belum mengantuk saja” Suzy tak bergeming di tempatnya.

“Seharusnya kau tidak tidur malam malam lagi. Kudengar, saat kami ke Jepang, kau jatuh sakit. Seharusnya sekarang kau sudah tidur” Taecyeon berdiri di sebelah Suzy yg tengah menatap bintang di langit malam.

“Aku belum mengantuk oppa. Lagipula aku sudah tidak apa”

“Tapi kalau kau sakit lagi bagaimana? Seorang yeoja tak baik tidur malam malam”

“Ne oppa, sebentar lagi juga aku akan pergi tidur”

“Kau pernah dengar tidak, kisah tentang bulan dan bintang di suatu malam saat turun hujan?” Taecyeon ikut memandangi bintang seperti Suzy.

“Tidak, bagaimana kisahnya oppa?” Suzy menoleh pada Taecyeon, namja itu tengah menatap bintang sama seperti dirinya tadi.

“Bagaimana kalau kuceritakan ini di kamarmu saja? Agar kau tertidur, anggap saja ini dongeng dariku, otte?”

“Humm.. Ne oppa, aku belum pernah di dongengkan olehmu hahaha” Suzy pun melangkah kedalam dorm diikuti Taecyeon di belakangnya. Ia pun menuju ke kamarnya. Di kamarnya, ia bebaring di tempat tidur lalu Taecyeon menyelimutinya.

“Ayo bercerita oppa” Taecyeon pun menarik sebuah kursi dan duduk di samping tempat tidur Suzy.

“Baiklah. Begini ceritanya. Dahulu kala, ada sepasang sahabat bernama bulan dan bintang. Awalnya mereka tak saling mengenal, tapi karena takdir yang digariskan Tuhan, merekapun bertemu, saling mengenal bahkan bersahabat. Seiring berjalannya waktu, bintang yang imut imut pun ternyata mencintai bulan yang tangguh dan kuat. Bintang pun mengutarakan perasaannya kepada bulan, karena ia pikir perasaannya mungkin akan terbalas. Tapi ternyata ia salah, karena bulan tidak pernah mencintai bintang, dan bulan hanya menganggap bintang sebagai dongsaengnya saja” Taecyeon berhenti, lalu menarik nafas dalam.

 

“Lalu oppa?”

 

“Sejak saat itu, bintang masih mau bersahabat dengan bulan biarpun hatinya sebenarnya sakit. Hingga suatu hari, langit memberitahukan bahwa akan turun hujan besar. Bulan dan bintang takut mendengarnya. Dan ternyata di malam yang sangat gelap, hujan besar tersebut benar benar datang. Bulan dan bintang ketakutan, mereka saling berpelukan satu sama lain agar mereka tak terpisahkan. Tapi ternyata takdir berkata lain. Hujan besar tersebut telah mengambil bintang yg kecil dari sisi bulan. Bulan pun merasa sedih dan kesepian. Ia tak tahu lagi kini dimana bintangnya yg dulu. Dan kini, bulan tersebut baru menyadari kebodohannya bahwa ia benar benar mencintai bintangnya. Bintang yg selalu ada di sisinya. Tapi, bulan tersebut sudah terlambat, karena bintangnya sudah tak akan pernah kembali lagi ke sisinya untuk selamanya”

 

“Begitukah oppa? Mengharukan sekali ceritanya oppa” mata Suzy berkaca kaca, ia sebenarnya tahu apa makna dari cerita Taecyeon tadi.

 

“Ne, sudah sekarang kau tidur yeppeo-ni” Taecyeon menarik selimut Suzy sampai ke leher lalu mengecup keningnya hangat.

 

“Ne oppa, gomawo telah mendongengkanku, selamat malam dan selamat tidur oppa” Suzy pun memejamkan matanya.

Taecyeon memandang miris yeoja di hadapannya. Ternyata karma benar benar ada di dunia ini dan kini karma itu datang ke hidupnya.

 

‘Mianhae, karna aku terlambat menyadarinya, terlambat menyadari bahwa aku sangat mencintaimu’ Taecyeon beranjak dari duduknya dan segera keluar dari kamar Suzy. Yeoja tersebut kembali membuka matanya. Ia menitikkan air mata memandang punggung namja yg pernah dicintainya itu.

 

“Terimakasih karena telah menyadari bahwa kau mencintaiku oppa. Maaf, untuk saat ini aku tak dapat membalas rasamu karena aku telah mencintai namja yang kini menjadi namjaku” ucap Suzy pelan lalu kembali memejamkan matanya dan berharap semoga ia bisa tertidur malam ini.

 

***

 

-08.45 KST-

 

Bip.. Bip.. Bip..

 

Sebuah sms masuk ke ponsel Suzy. Yeoja tersebut menyibakkan selimutnya lalu mengerjapkan matanya mencari cari ponselnya. Saat ia membuka ponselnya, ia tersenyum. Ternyata sms dari Wooyoung.

 

From: Youngi oppa

 

“Pagi chagi-ya. Ayo cepat bangun, aku sudah menunggu di depan dorm sekarang”

 

Suzy menutup ponselanya, ia segera bangun dari tidurnya lalu melesat ke kamar mandi, mencuci muka dan segera membuka pintu.

 

“Ya! Chagi, kau baru bangun? Siang sekali bangunmu chagi-ya” Wooyoung mengacak rambut Suzy. Yeoja tersebut hanya cemberut.

 

“Jangan cemberut chagi, nanti cantiknya hilang hehehe” Wooyoung mengelus pipi Suzy.

 

“Pintar sekali menggombal kau oppa” Suzy mengerucutkan bibir.

 

“Hahaha aku serius, sudahlah cepat mandi, aku menunggumu dibawah, ne? Kita jalan jalan seharian ini. Aku tidak ada jadwal latihan ataupun manggung” Wooyoung membalikkan tubuh Suzy agar ia kembali masuk kedalam dormnya.

 

“Ne oppa, tunggu sebentar ya, aku mau mandi dulu” Suzy pun masuk lalu menutup pintu dorm. Wooyung pun turun ke bawah untuk menunggu Suzy dibawah.

 

***

 

Setelah di izinkan pergi oleh PDnim, mereka pun memulai perjalanan mereka. Dengan menggunakan mobilnya, Wooyoung pun pertama kali membawa Suzy ke Lotte World. Disana mereka menghabiskan waktu dengan menaiki berbagai wahana mulai dari wahana anak hingga wahana yg menantang adrenalin.

 

Hingga kurang lebih pukul dua siang, merekapun berhenti bermain. Selanjutnya, mereka berkeliling Lotte World untuk berbelanja ria disana. Mereka pun menonton pertunjukan tari yg dibawakan oleh anak anak kecil. Setelah puas, kira kira pukul lima sore, merekapun menuju ke namsan tower. Namsan tower memang tempat yg cocok untuk berpacaran (?).

 

Mereka sampai di namsan tower saat hari sudah gelap. Suzy pun mengajak Wooyoung untuk menaiki kereta gantung di namsan. Udara disekitar sini memang dingin karena sedang musim bersalju, untunglah Wooyoung sempat membawakan dua mantel untuk mereka.

 

“Oppa, kenapa membawaku ke namsan?” Mereka berjalan dahulu untuk bisa menaiki kereta gantung.

 

“Tidak apa apa, ingin saja”

 

“Terimakasih untuk hari ini oppa, aku sangat senang bisa menghabiskan waktu seharian ini denganmu” Suzy tersenyum senang.

 

“Terimakasih juga untuk hari ini chagi, karena kau mau menghabiskan waktu bersamaku” Wooyoung membalas senyum Suzy.

 

Mereka terus berjalan hingga akhirnya mereka sampai di loket penjualan tiket, lalu merekapun segera memasuki kereta gantung yang berhenti di depan mereka. Saat akan masuk, Suzy terpana. Di dalam kereta gantung terdapat tiga buah balon gas berbentuk hati. Di balon pertama terdapat tulisan “SARANGHAE”, di balon kedua terdapat tulisan “BAEK” dan di balon ketiga tertulis “SUZY”. Suzy benar benar merasa awesome. Ia melihat kearah namjanya, dan namjanya hanya tersenyum. Merekapun masuk kedalam kereta gantung.

 

Saat Suzy sudah duduk, tiba tiba, Wooyoung melepas mantelnya dan ia pun melepas baju couple mereka. Suzy memperhatikan namjanya dengan heran. Ternyata di dalam baju couple mereka, Wooyoung masih memakai sebuah baju hitam dengan tulisan “MARRY ME?” berwarna merah. Ia tersenyum kepada yeojanya yang terlihat benar benar speechless lalu mengambil sesuatu dari kantung mantelnya. Sebuah kotak kecil berwarna merah dengan cincin di dalamnya. Ia pun berlutut di depan Suzy.

 

“Chagi, maukah kau menjadi yeojaku selamanya?” Wooyoung membiarkan kotak kecil tersebut terbuka dihadapan Suzy.

 

“Omonaa, apa ini sebuah lamaran oppa?” Pabo-ya Suzy-ssi. Tentu saja ini sebuah lamaran.

 

“Tentu saja chagi, maukah kau menikah denganku?” Wooyoung mengulangi pertanyaannya. Suzy tersenyum, wajahnya memerah. Tentu saja ia mau, ia benar benar mencintai namja ini. Ia pun mengangguk mantap lalu memeluk namjanya.

 

“Tentu saja aku mau oppa” ucapnya seraya memeluk Wooyoung hangat.

 

“Jinjja???” Wooyoung melepas pelukan Suzy lalu memegang kedua bahunya. Ekspresi wajahnya tak dapat menyembunyikan bahwa ia benar benar senang.

 

“Ne” Suzy mengangguk mantap. Kali ini Wooyoung benar benar tak dapat menyembunyikan rasa senangnya. Ia memeluk Suzy gembira.

 

“Sebenarnya tadi, aku ingin mengajakmu kerumah appa ku. Aku ingin mengenalkan kau pada mereka” ucap Wooyoung seraya memakai kembali bajunya.

 

“Jinjja? Kenapa tidak jadi?” Suzy memakaikan mantel kepada Wooyoung karena Wooyoung belum memakai mantelnya.

 

“Aku malu, lagipula aku takut kau tidak mau” Wooyoung duduk lalu diikuti Suzy yang kembali duduk di tempatnya.

 

“Mengapa tidak mau? Tentu saja aku mau. Bahkan aku akan sangat senang bila diajak kerumah appamu” Suzy terlihat kecewa.

 

“Jinjja? Mianhae, aku kira kau tak akan mau. Lain kali pasti akan kuajak kerumah appa ku” Wooyoung membelai rambut yeoja tersebut.

 

“Ne oppa, nanti kuajak juga kau kerumah appa ku, otte?”

 

“Tentu saja aku mau” Wooyoung mengacak rambut Suzy. Suzy menggenggam tangan Wooyoung lalu bersandar di bahunya.

 

Tak lama kemudian, karena hari sudah malam, merekapun memutuskan pulang ke dorm karena takut dimarahi oleh PDnim.

 

***

 

@JYPent

 

Wooyoung dan Suzy baru saja ditegur oleh PDnim karena mereka pulang terlalu larut. Sebenarnya bukan larut juga karena jam masih menunjukan pukul setengah sebelas malam. Setelah acara ‘peneguran’ selesai, mereka pun menaiki tangga. Wooyoung akan mengantar Suzy sampai ke depan dormnya.

 

“Terimakasih untuk hari ini chagi, aku sangat sangat bahagia hari ini” ucap Wooyoung begitu mereka sampai di depan pintu dorm Miss A.

 

“Ne oppa, terimakasih juga untuk hari ini. Terimakasih untuk segalanya”

 

“Aku sungguh sungguh mencintaimu chagi” Wooyoung memandang wajah Suzy dalam.

 

“Nado oppa, aku juga saaaangaaat mencintaimu” Suzy tersenyum.

 

“Jangan tinggalkan aku chagi, aku takut kehilanganmu” Wooyoung menggenggam kedua tangan Suzy erat.

 

“Tidak akan, aku akan menikah denganmu dan hanya akan denganmu, tidak dengan namja lainnya” Suzy tersenyum hangat.

 

“Gomawo telah membuatku benar benar melayang seharian ini chagi” Wooyoung melepas genggamannya lalu menatap mata Suzy lekat. Ia mendekatkan wajahnya kewajah Suzy lalu menempelkan bibirnya ke bibir Suzy hangat. Suzy hanya terdiam, ia tak menolak perlakuan dari namja ini. Ia bahkan menyukai semua ini. Namja ini, saat namja ini menciumnya, memeluknya, membuat wajahnya bersemu merah, Suzy benar benar menyukai semuanya, sungguh.

 

***

 

-TBC-

10 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s