This is Love (Part 4)

Author : Rii-ya Kim

Title : This Is LOVE ? [4/6]

Main Cast :

Park Hyu Rii as Hyu Rii (OC)

Kim Hyun Joong ‘ss501’ as Hyun Joong

Park Gyuri ‘Kara’ as Gyuri

Other Cast :

Kim Kyu Joong ‘ss501’ as Kyu Joong

Park Jung Min ‘ss501’ as Jung Min

Kim Hyung Jun ‘ss501’ as Hyung Jun

Heo Young Saeng ‘ss501’ as Young Saeng

Jiyeong ‘Kara’ as Jiyeong

Yoon Shi Yoon as Dokter Yoon

Goo Hara ‘Kara’ as suster Hara

Ratting : PG 15

Genre : Romance/Family/Friendship

Length : Multichaptered

Disclaimer :  All characters belong to God and themselves. but Park HyuRii (OC) and the plot is mine

Summary :  “Jika kau tidak ingin Hyu Rii mengalami sakit hati lagi ikutlah denganku tapi jika kau ingin melihat Hyu Rii menangis dan bersedih lagi diamlah disini” kata Hyun Joong  pada Jun

“DON’T COPY-PASTE WITHOUT MY PERMISSION. TAKE OUT WITH FULL CREDITS”

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

-cerita sebelumnya-

 

Lalu aku tak sengaja melihat kalender yang terletak diatas meja disebelahku. Mungkin raut wajahku terlihat sangat pucat dari sebelumnya karena aku mulai merasakan panas dingin disekujur tubuhku. Namun aku segera beranjak dari tempat tidur dan bergegas pergi keluar. Jun yang melihatku mungkin merasa ada yang aneh karena ia juga terlihat semakin panik sama sepertiku. Tanpa pikir panjang lagi aku bergegas keluar dan berlari.

“Hyung.. kau mau kemana??” teriak Jun ketika aku sudah akan berbelok ke lorong yang menuju pintu keluar.

“Jika kau tidak ingin Hyu Rii mengalami sakit hati lagi ikutlah denganku tapi jika kau ingin melihat Hyu Rii menangis dan bersedih lagi diamlah disini” kataku pada Jun. Setelah berkata begitu aku langsung melanjutkan lariku yang terhenti.  Jun hanya bengong mendengar perkataanku. Tapi akhirnya ia mengikutiku.

 

-cerita sebelumnya end-

 

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Author POV]

 

Ruangan yang dihias putih menjadikan suasana terasa istimewa dan megah. Disudut sebelah kanan tersedia stage untuk keluarga karokean. Sedangkan disudut sebelah kiri untuk penjamuan makanan para tamu undangan. Acara dimulai dengan cara para teman dekat pengantin pria lengkap dengan kostum dan wajah yang dipoles menjadi hitam, beramai-ramai membawakan hadiah pertunangan yang dimasukan kedalam kotak yang diberi nama “hahm”  ke rumah calon pengantin wanita. Para pembawa hadiah ini berhenti di depan rumah sang calon pengantin wanita dan meneriakkan, “Hahm untuk dijual, hahm untuk dijual”. Lalu keluarga sang calon pengantin wanita akan menghampiri mereka sambil menawarkan uang. Kegiatan ini bisa disebut juga negosiasi, tapi tentunya negosiasi yang menyenangkan juga penuh tawa (kalo di kita seperti pernikahan ala betawi yang ada pantun2nya itu lho, hanya beda tradisi). Calon pengantin pria sebelumnya memberikan sebuah hadiah berupa angsa liar yang masih hidup kepada calon mertuanya. Angsa ini menandakan bahwa sang calon pengantin pria akan merawat anak perempuannya seumur hidup (calon istrinya itu).

 

Calon pengantin itu menggunakan pakaian hanbok (pakaian tradisional korea), mereka terlihat sangat bahagia. Kemudian keduanya duduk berdampingan dan saling menatap juga tersenyum saling meyakinkan. Saat akan dilaksanakan sumpah pernikahan tiba-tiba ada seorang namja datang dengan terpogoh-pogoh dan ia memakai pakaian rumah sakit. Sumpah pernikahan pun terhenti.

 

“Oppa, akhirnya kau datang. Kemana saja kau beberapa hari ini? Aku mencarimu oppa.” Kata calon pengantin wanita itu senang setelah melihat namja yang datang dengan berpakaian rumah sakit itu.

“Hyun Joong, kami ….” suara calon pengantin pria terhenti saat seorang teman Hyun Joong (namja yang datang dengan berpakaian rumah sakit) datang dengan wajah yang terkejut *mungkin ia berpikir mengapa mereka ketempat ini*. “Jun, kauuuu…” lanjut calon pengantin pria itu.

“Kyu Jong hyung??” ternyata yang jadi calon pengantin pria itu adalah Kyu Jong. Keduanya sangat terkejut dan tidak menyangka mereka akan bertemu dengan cara seperti ini di tempat ini.

 

Jun sudah bersiap-siap untuk memukul Kyu Jong namun dihalangi oleh Hyun Joong. Jun pun terlihat geram dan marah pada Kyu Jong. Lalu Jun menarik Kyu Jong untuk pergi keluar dan menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi. Hyun Joong mengikuti Jun dan Kyu Jong, lalu disusul oleh si calon pengantin wanita. Semua terdiam dan hanya menyaksikannya tanpa ada tindakan apapun dari pihak calon pengantin pria maupun wanita.

 

“Kyu Jong hyung, sebenarnya ada apa ini? Mengapa kau berkhianat pada Hyu Rii dengan menikahinya?” kata Jun sembari menunjuk si calon pengantin wanita itu, “Lalu bagaimana dengan Hyu Rii jika mengetahui hal ini? Apa kau tega melihat dia merasakan sakit lagi? Apa kejadian di Jepang waktu itu belum cukup untuk menyakiti Hyu Rii? Apa kau belum puas untuk menyakitinya??” lanjut Jun terengah-engah karena emosi ditambah karena tadi berlari. Wajah Jun memerah seperti ingin menangis dan sangat kesal.

“Jeongmal mianhae” hanya kata itu yang keluar dari mulut Kyu Jong.

“Oppa, sebenarnya ada apa ini?? Ada apa dengan pernikahan kita? Lalu siapa Hyu Rii itu? Apa kau mengenalnya?” tanya calon pengantin wanita itu pada Kyu Jong. Tak ada jawaban dari Kyu Jong.

“Jawab pertanyaanku oppa” lanjut si calon pengantin wanita itu sembari mengoyang-goyangkan tubuh Kyu Jong. Dan ia pun mulai terisak.

“Jiyeong, biarkan Kyu menjelaskannya” kata Hyun Joong sembari merangkul Jiyeong untuk menenangkannya.

 

Kyu Jong menarik nafasnya untuk memberikan dirinya keberanian. Ia masih diam dan enggan bicara. Namun sesaat kemudian ia mau berbicara. Ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sewaktu di Jepang. Saat mengingat kejadian itu, Kyu terlihat benar-benar menyesalinya sampai tak sanggup untuk tidak mengeluarkan air mata. Yang lain pun terlihat sedih mendengar penjelasan dari Kyu. Perlahan emosi kemarahan Jun mulai mereda dan  Jun mulai mengerti posisi Kyu saat ini. Lalu ia memeluk Kyu untuk menegarkannya dan meyakinkan Kyu Jong  untuk melajutkan pernikahannya yang tertunda.

“Lalu bagaimana dengan Hyu Rii?” tanya Jiyeong si calon pengantin wanita.

“Biarlah dia menjadi urusanku” kata Jun tersenyum penuh keyakinan. Jun juga meminta maaf kepada keduanya karena telah mengacau dipesta Kyu Jong dan Jiyeong.

 

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyun Joong POV]

 

Saat perjalanan pulang dari pesta pernikahan Kyu Jong dan Jiyeong, Jun hanya diam saja. Mungkin ia memikirkan bagaimana carnya untuk menjelaskan ini pada Hyu Rii. Aku tidak menyangka bahwa Kyu Jong dan Hyu Rii adalah sepasang kekasih. Tapi sekarang Kyu Jong telah menikah dengan Jiyeong adik sepupuku. Dunia ini begitu sempit. Benar-benar sempit. Aku, Gyuri, Jung Min juga Kyu, Hyu Rii, Jiyeong berada dalam lingkar yang sama. Namun pihak yang tak teruntungkan adalah aku dan Hyu Rii. Aku mungkin masih bisa tegar karena belum punya ikatan apapun dengan Gyuri. Namun Hyu Rii?? Hyu Rii dan Kyu adalah sepasang kekasih. Aku tidak tau bagaimana perasaan Hyu Rii saat mengetahui hal ini. Hyu Rii pasti akan merasakan sakit yang teramat setelah mengetahui semuanya. Dan aku takkan sanggup untuk melihatnya terluka,

 

“Hyung” suara jun membuatku terbangun dari lamunanku.

“Ne. Waeyo?”

“Apa kau tidak sadar?” pertanyaan Jun membuatku merasa aneh. Memangnya ada apa denganku? Apa aku sudah gila?

“Apa kau tidak sadar dengan tingkahmu sejak kemarin malam?” tanya Jun lagi tanpa menunggu jawabanku.

“Maksudmu? Aku masih tidak mengerti.” Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Jun.

“Apa kau benar-benar tidak mengerti dan tanpa sadar kau telah MENCINTAI HYU RII?!” Jun menekankan suaranya saat mengatakan MENCINTAI HYU RII. Aku masih tidak mengerti.

“Ahhh.. Hyung, apa kau masih tidak mengerti? Lihatlah pakaian yang kau gunakan” kata Jun kesal sambil menunjuk pakaianku. Dan aku baru tersadar bahwa aku masih mengenakan pakaian rumah sakit.

“Omooo???!!!” *bayangkan saat Hyunpa terkejut. Pasti mukanya lucu banget XD* aku baru teringat saat aku dirumah sakit.

 

-Flashback-

 

“Jika kau tidak ingin Hyu Rii mengalami sakit hati lagi ikutlah denganku tapi jika kau ingin melihat Hyu Rii menangis dan bersedih lagi diamlah disini” kataku pada Jun. Setelah berkata begitu aku langsung melanjutkan lariku yang terhenti.  Jun hanya bengong mendengar perkataanku. Tapi akhirnya ia mengikutiku.

Aku berlari menuju gerbang rumah sakit, padahal ini sudah jam dua pagi. Petugas yang melihatku mencoba menghalangiku.

“Tuan, kau mau kemana pagi buta seperti ini?” tanya si petugas rumah sakit padaku.

“Aku ingin pergi ke suatu tempat. Ini adalah hidup dan matiku. Jangan halangi aku” tanpa sadar aku memukul petugas yang menghalangiku, untung saja petugas itu lagi sendiri. Lalu aku berlari lagi dan menghentikan taksi. Saat aku ingin menutup pintu taksi tiba-tiba Jun berteriak dan ingin ikut.

Perjalana ini sangat memakan waktu yang sangat lama meski memakai kereta api express. Lima jam dari Seoul menuju Busan. Apalagi ini kereta pemberangkatan jam 3 pagi, kemungkinan akan sampai jam 8 pagi. Dalam pikiranku yang ada hanyalah bagaimana caranya agar bisa cepat sampai di Busan.

 

Akhirnya kami sampai di Busan. Lalu kami naik taksi untuk sampai ketempat tujuanku. Dan yang membayar semua biaya transport adalah Jun. Jun tidak banyak berkomentar karena aku menyuruhnya jangan banyak bertanya jika ingin ikut denganku. Aku juga tidak mengerti mengapa ia menurut saja padahal jika dia tidak ikut aku pun tidak akan sampai di Busan karena tidak membawa uang  sepeser pun.

 

Kami sampai sekitar jam sembilan lebih dan sepertinya pesta sudah dimulai.

 

-Flashback End-

 

Aku hanya tersenyum membayangkan semua perbuatanku itu. Apa aku benar-benar sudah gila?!

“Hyung, kau kenapa?” tanya Jun mengagetkanku (lagi). aku hanya membalasnya dengan senyuman.

“Akhirnya kau menyadari bahwa yang kau cintai itu Hyu Rii, bukan Gyuri noona” kata Jun tersenyum bahagia.

“Jun, apa yang akan kau lakukan untuk Hyu Rii setelah kejadian ini?” tanyaku pada Jun.

“Sepertinya kau yang lebih tau, hyung” jawab Jun dengan senyum penuh arti.

 

:::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyu Rii POV]

 

Seperti bangun dari tidur yang panjang. Aku merasa seperti hidup kembali. Tapi.. dimana aku sekarang? Tak ada sipapun dirumah ini. Aku mencoba mencari orang ke setiap ruangan, namun tetap nihil. Lalu aku pergi menuju pintu depan. Saat aku membukanya…

“Kau!? Rupanya kau sudah sadar” kata namja yang ada didepanku, lalu ia masuk melewatiku. Mungkin ia pemilik rumah ini.

“Kau siapa? Dan bagaimana aku bisa ada disini?” tanyaku dengan penuh selidik.

“Aku Heo Young Saeng, panggil saja Saengi. Apa kau masih ingat kejadian dua hari yang lalu?” tanya Saengi oppa membuatku teringat pada kejadian itu. Aku hanya diam mengingatnya.

“Apa kau baik-baik saja?”

“Ahh yaaa.. aku baik-baik saja”

“Apa kau ingin ku antar pulang?” petanyaannya seolah ingin mengusirku, huhh.

“Oppa, bolehkah aku tinggal beberapa hari ini disini? Aku sedang tidak ingin pulang” kataku memohon.

“Apa kau ada masalah?” aku tak bisa menjawabnya.

“Baiklah jika kau tak ingin memberitauku, maka aku takkan menginzinkanmu tinggal disini” ancamnya.

“Aaaahhh oppa, mengapa seperti itu?!” rajukku. Saengi oppa hanya menatapku penuh rasa ingin tau. Aku merasa telah lama mengenalnya, maka kuputuskan untuk membertaunya saja. Mungkin jika aku membertaunya rasa sesak dan beban dihatiku akan sedikit menghilang. Lagipula kami tidak saling mengenal (maksudnya belum kenal lama) pasti tidak akan bertemu lagi dan rahasia ini tidak akan terbongkar.

 

Aku mulai meceritakannya. Kejadia saat aku pertama bertemu dengannya (Hyun Joong)  sewaktu di Bus, ketika kami pergi ke pantai bersama hingga ia jatuh sakit dan aku yang merawatnya. Tapi Hyun Joong oppa selalu ingat pada Gyuri eonni. Saat itu aku mulai merasakan perasaan itu. Perasaan yang tak pernah ku rasakan lagi setelah kepindahanku dari Jepang. Saengi oppa mendengarkan dengan penuh perhatian dan sesekali mengomentari kisahku itu. Aku seangaja tidak mau menyebutkan siapa orang yang ku maksud. Dan akhirnya ku ceritakan pula tentang penyakitku.

 

“Oppa, ku mohon jangan pernah beri tau soal penyakitku pada siapapun” mohonku pada Saengi oppa agar tidak menceritakannya pada siapapun.

“Baiklah aku tidak aka menceritakan penyakitmu ini pada siapapun” janji Saengi oppa padaku. “Aku turut bersedih” katanya lagi.

“Oppa.. aku bercerita padamu bukan untuk membuat kau sedih. Aku hanya ingin kau mengingatku, bahwa kau pernah mangenalku” kataku seraya tersenyum.

 

++++++++++

 

Sudah seminggu ini aku tinggal dirumah Saengi oppa. Aku sudah cukup membuatnya susah dengan kehadiranku. Maka kuputuskan untuk pulang hari ini. Lagipula sudah mulai masuk sekolah. Aku harus pulang dan melupakan semua kejadian yang membuatku menangis. Sudah cukup! Semuanya sudah cukup untukku mengangisi semua ini. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuat orang-orang yang menyayangiku merasa bahagia karena telah mengenalku.

 

Aku memutuskan untuk pergi kedapur dan membuat makanan dengan bahan keju dan susu. Lalu aku  duduk manis dimeja makan. Saengi oppa akhir datang dan duduk berhadapan denganku.

 

“Apa kau yang membuatnya?” tanya Saengi oppa setelah duduk.

“Ne. Mianhae jika tidak enak karena aku tidak terlalu pintar membuat makanan”

Lalu kami memakan makanan yang ku buat, dan aku mengutarakan niatku untuk pulang. Dan Saengi oppa bersedia mengantarku pulang. Setelah selesai sarapan aku bersiap-siap untuk kembali ke rumah.

 

Mobil Saengi oppa sudah sampai didepan rumhaku. Kami berbincang sebentar.

“Oppa, jangan lupakan bahwa kau pernah mengenalku. Dan terimakasih banyak karena kau sudah membantuku. Jeongmal mianhae karena sudah merepotkanmu” kataku sebelum turun dari mobil.

“Ne. Aku tidak akan melupakanmu dan tidak akan lupa bahwa kita pernah saling mengenal. Ingat kau harus mengejar impianmu dan lupakanlah segala sesuatu yang membuatmu bersedih. Arraso?!” nasehat Saengi oppa.

“Ne. Arraso” lalu aku turun dari mobil dan kembali ke rumah.

 

“Eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii” teriakku saat melihat kakakku yang sedang berada didepan televisi namun ia tak fokus menonton acaranya. Eonni terkejut dengan kedatanganku.

“Hyu Rii. Kemana saja kau selama ini?? Apa kau baik-baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa hal buruk terjadi padamu?” tanya eonni bertubu-tubi.

“Eonni, nanti saja ku ceritakan. Aku ingin istirahat” kataku menghindar.

“Baiklah. Aku akan memberatau Hyun Joong dan Jun bahwa kau telah kembali”

“Anio, eonni. Jangan beri  tau Hyun Joong oppa. Beri tau Jun saja”

“Tapiii..”

“Please eonni, jangan beri tau dia” kataku memohon. Aku tak ingin bertemu dengannya. Aku masuk ke kamar dan istirahat.

 

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Author POV]

 

Setelah mengantar Hyu Rii pulang, Saengi kembali ke rumah. Dan ada seorang namja yang sedang menunggunya. Ia terlihat gelisah dan sedih. Lalu Saengi menghampiri namja itu.

 

“Hyun Joong, mengapa wajahmu pucat sekali?” tanya Saengi setelah mengajak Hyun Joong masuk.

“Aku sangat gelisah karena aku tidak melihatnya beberapa hari ini, dia menghilang” kata Hyun Joong terlihat sedih.

“Lalu?”

“Aku bertemu dengannya di bus, bla..bla..bla..” Hyun Joong menceritakankegelisahannya pada Saengi sahabat karibnya. Saengi adalah sahabat Hyun Joong yang ia temui setelah dua tahun kepergian Jung Min ke Jepang. Hanya saja sekarang mereka berbeda universitas. Hyun Joong juga menceritakan bahwa ia pernah menyukai Gyuri namun pada akhirnya ia tersadar setelah ia pergi ke Busan waktu itu (ingat kan, waktu pernikahan Kyu Jong?!) bahwa yang dicintainya adalah dongshaeng-nya Gyuri. Ia juga menceritakan kejadian pahit yang menimpa dongshaengnya Gyuri  ketika di Jepang pada Saengi.

 

“Sepertinya aku pernah mendengar ceritamu” kata Saengi ditengah-tengah cerita Hyun Joong. “Apa yang kau maksud itu Hyu Rii? Park Hyu Rii?” tanya Saengi lagi.

“Bagaimana kau tau?” kata Hyun Joong heran.

“Apa dia bersekolah di SMA Hanyang?” tanya Saengi lagi.

“Ne, kau benar. Katakan padaku darimana kau mengetahuinya?”

“Dia baru saja ku antar pulang. Seminggu yang lalu dia pingsan dijalan, lalu kubawa pulang saja” jalas Saengi.

“Apa dia menceritakan sesuatu padamu?” tanya Hyun Joong penasaran.

“Ne. Sebenarnya dia juga merasakan perasaan yang sama denganmu” lalu Saeng menceritakan dengan detail perasaan Hyu Rii pada Hyun Joong dan tentu saja ia tidak menceritakan penyakit Hyu Rii karena ia sudah berjanji. Hyun Joong tersenyum puas dengan cerita Saengi.

“Tapi….” cerita Saengi terhenti karena ia takut Hyun Joong kecewa.

“Tapi apa? Katakan padaku” kata Hyun Joong ta sabaran.

“Sebenarnya ia ingin melupakanmu karena ia sudah tak punya harapan lagi. ia juga tau bahwa yang kau cintai itu Gyuri bukan dia. Maka dari itu ia memutuskan untuk tidak bertemu denganmu dan berniat untuk melupakanmu” jelas Saengi.

“Tapi dia punya harapan dan aku juga” kata Hyun Joong penuh semangat.

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Saengi.

Hyun Joong hanya tersenyum penuh misteri.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

TBC

 

Mungkin ceritanya akan berakhir 1 atau 2 part lagi.

Atau ceritanya diperpanjang??

Mohon krotik dan sarannya kalian tinggalkan.

Gamsahamnidaaaa^^


2 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s