(Chaptered) I Choose You Because I Love You Part 2

Tittle: I Choose You Because I Love You Part 2

Author: Hyorimindi/Kim Hyo Rim/Indiragenia (Eugenia Sylvi Indira)

Poster Art By ‘Ahn Jun Kyong Art’

Genre: Romance, Comedy, Bestfriend, and Family

Rating: PG13/PG15

Length: Chaptered

Main Cast:

–         Park Jiyeon T-Ara as Park Jiyeon/Park Jihyun

–         Key SHINee as Key

–         Choi Minho SHINee as Choi Minho

–         Lee Taemin SHINee as Lee Taemin

Other Cast:

–         Park Jihyun as Jiyeon twin (Fiction)

–         Park Family

–         Choi Jihyun as Choi Minho yeodeongsaeng (Fiction)

–         ETC

NB: Anyeong ada yang masih ingat sama nih FF hehehe.. Mianhae aku baru nge post sekarang coz lagi sibuk banget sama sekolah. Sekarang pulang sekolah aku ada bimbel di sekolah, pulang bimbel lanjut les lagi di suatu tempat les. Malam nya juga harus belajar, belum latihan drama dan lain-lain *curcol jadi aku hiatus dulu mian cheongmal mianhae baru bilang sekarang. Gomawo buat semua nya…. Semoga suka sama ff aku.. Happy Reading.. Gomawo.. Oh ya maaf kalau ada typo coz buru-buru  :)   DON’T BE SIDERS AND DON’T BE PLAGIATOR

FF TERAKHIR SEBELUM AKU SIBUK SEKOLAH KARENA MAU UJIAN ntar selesai ujian aku comeback gomawo🙂

Read First: Part 1

AuthorPOV

Key memasuki apartement nya dengan wajah yang amat senang, ia sungguh tak sabar dengan momen-momen yang akan ia lewati bersama Jihyun nantinya. Namun rasa senang Key dengan gampang nya hilang saat melihat Jihyun yang tidur terduduk sambil memeluk Minho, kantung belanjaan yang Key bawa pun terjatuh dan menghancurkan semua isi dari kantung tersebut. Karena terkejut mendengar suara jatuhan kantung belanjaan yang Key bawa, Minho dan Jihyun pun terbangun. Reflek Key pergi meninggalkan mereka.

Jihyun pun mengejar Key berusaha untuk menjelaskan semua nya, ia tak ingin melihat Jihyun asli yang berada di surga sana sedih melihat namjachingunya menderita, sedangkan Minho hanya terdiam dan merasa bersalah kepada Key.

***

Jihyun memanggil nama Key berharap Key berhenti berlari, namun Key tetap berlari. Jihyun pun dengan sekuat tenaga mengejar Key, lalu ia memeluk tubuh Key dari belakang.

“Maaf.. Maafkan aku Key. Aku akan menjelaskan semua nya” ucap Jihyun,

Key reflek membalikkan tubuhnya, di tatap nya mata yeoja yang sangat ia cintai, lalu ia pegang kedua bahu Jihyun “Gwaenchana harus nya aku yang minta maaf padamu, aku terlalu labil. Dan maafkan aku yang sulit untuk melakukan perjanjian yang kusepakati di awal kita memulai hubungan ini (baca di part 1) . Aku terlalu mencintaimu Jihyun.”

Key pun memeluk Jihyun dan diciumnya puncak kepala Jihyun. Jihyun pun semakin mengeratkan pelukan nya kepada Key walaupun sebenarnya ia tak mengerti dengan apa yang Key bicarakan. “Perjanjian? Perjanjian apa?” batin Jihyun

“Aku menyayangimu Key”

“Na do Jihyun”

Akhirnya Key dan Jihyun pun berjalan-jalan menikmati romantisnya suasana malam Seoul, tangan Jihyun selalu bergelayut manja di lengan Key. Semua itu ia lakukan demi membuat Key bahagia, setelah puas berjalan-jalan. Key pun mengantarkan Jihyun ke rumahnya dan ia pun kembali ke apartement nya di mana Minho menunggunya di sana.

***

“Key kau sudah kembali?” tanya Minho cemas

“Ne” jawab Key cuek

“Eum tadi aku…”

“Sudah tak perlu di jelaskan aku sudah tau semua nya dari Jihyun. Hah sudah malam aku tidur duluan yah anyeong” ucap Key meninggalkan Minho yang tenggelam dalam kebingungan.

“Aku rasa Key marah padaku, ia tak seperti biasanya. Arrgghh aku tak suka keadaan seperti ini” batin Minho. Akhirnya Minho pun masuk ke kamarnya, ia masih memikirkan apa yang terjadi terhadap Key.

***

Pagi-pagi sekali Jihyun di kagetkan dengan Taemin yang tiba-tiba saja datang ke rumah nya

“Taemin..”

“Jihyun, bagaimana kalau kita berangkat ke kampus bersama?”

“Oh ne, dari mana kau tau alamat rumahku?

“Ah tidak penting ayo berangkat sekarang”

“Oh ne kajja..”

***

Sesampainya di gerbang kampus, Key menatap tajam ke arah Taemin. Taemin pun merasa kurang nyaman dengan tatapan tersebut dan segera pergi menjauh dari Jihyun.

“Jihyun-ah, kau jalan duluan saja. Aku harus ke kantin anyeong” ucap Taemin meningglkan Jihyun

“Ne anyeong..”

“Taemin aneh” batin Jihyun

Jihyun pun melanjutkan perjalanan nya masuk ke area Seoul Art University.

***

Saat Jihyun berjalan memasuki area Seoul Art University tempat ia berkuliah, tiba-tiba saja Key datang menghampirinya..

“Pagi chagi, bagaimana tidurmu semalam?”

“Nyenyak, bagaimana dengan kau?”

“Tentu saja nyenyak, selama kau tidur nyenyak aku juga akan tidur nyenyak hehe”

“Kau bisa saja Key..”

“Sepulang kuliah bagaimana kalau kita jalan-jalan, kita kan sudah lama tidak berkencan”

“Hoh? Eum ne..”

“Oke kutunggu di parkiran saat pulang kuliah nanti. Anyeong chagi..” ucap Key lalu CCUUPPP ia mencium kening Jihyun dan berlalu pergi.

Jihyun merasa aneh dengan perasaan nya, walaupun Key sering kali menunjukkan rasa sayang nya pada Jihyun, tetap saja Jihyun tak merasakan apa-apa terhadap Key. Ia malah memikirkan Minho yangg tak ia liat hari ini keberadaannya “Biasanya Minho bersama Key” batin Jiyeon.

***

MinhoPOV

Pagi ini Key tak seperti biasanya, ia tak mengetuk kamarku, menegurku dan berkata “Hai Choi Minho, jika kau tak segera bangun gadis-gadis akan lebih memilihku di banding kau”, aku pun yang sedari tadi malam tidak dapat tertidur pun segera keluar kamar.

Tidak ada tanda-tanda Key berada, aku pun ke dapur ia juga tak ada. Mataku pun terpaku melihat sebuah catatan kecil di atas meja

Morning..

Makanlah..

Disaat kau membaca catatan ini aku sudah berada di kampus. Maaf aku meninggalkanmu aku ada urusan…

-Key-

Hyaa Key sebenarnya ada apa denganmu? Aku pun mengacak rambutku prustasi, hanya itu yang dapat kulakukan jika ada masalah seperti ini. Argghhh lebih baik aku tak ke kampus hari ini. Aku pun menuliskan pesan singkat ke Key

Key jika kau ada masalah jujurlah padaku. Hari ini aku tak dapat kuliah aku harus menemani Choi Jihyun yeodeongsaengku. Jadi kau tak perlu mencariku, maaf mengganggu…

Lalu ku tekan tombol send dari layar handphoneku. Aku pun bersiap-siap untuk pergi menemui Choi Jihyun yeodeongsaeng yang paling mengerti aku.

***

JiyeonPOV

Lagi-lagi Key mengajakku, pergi ke apartement nya. Apa romantisnya jika berkencan hanya dengan makan siang di sebuah apartement. Aku masih bingung dengan Jihyun, bagaimana bisa dia betah punya pacar seperti Key?

“Aku akan memasakkan makanan yang special untukmu..” ucap Key mengagetkanku

“Ne aku sudah lapar hehe” jawabku

Key pun berjalan ke dapur, tiba-tiba saja mulutku tak dapat membendung untuk mengatakan “Kenapa aku tak lihat Minho hari ini? Kemana dia?” Key pun membalikkan tubuhnya dan menatap mataku tajam, mimik wajahnya berubah, senyum yang tadi menghiasi wajahnya hilang begitu saja, aku pun segera memperbaiki kata-kataku tadi “Anii maksudku…” ucapku gugup

“Minho pergi menemui deongsaengnya Jihyun, aku ke dapur sekarang yah” ucap Key dan berlalu meninggalkanku.

Bodohnya aku? Aku menyakiti perasaan Key lagi? Kupukul-pukul bibirku, aku benar-benar merasa bersalah uugghhh pabbo

***

MinhoPOV

“Oppa? Oppa sedang memikirkan apa?” tanya Choi Jihyun, deongsaeng kecilku saat melihatku melamun.

“Oppa memikirkan Jihyun, tapi bukan Choi Jihyun yang giginya ompong hahaha” jawabku sambil menggodanya.

“Oppa jahat? Apa Jihyun yang oppa lamunkan lebih cantik dariku?” tanya nya lagi

“Tentu saja, dia tidak ompong seperti mu Choi Jihyun”

“Huh oppa, apa Jihyun yang oppa pikirkan itu yeojachingu oppa?”

DEG pertanyaan Choi Jihyun tersebut reflek membuat jantungku berdetak keras “Eum dia bukan pacar oppa, tapi oppa menyayanginya” jawabku dan jawaban ituuuuuuuu…. apa? Bagaimana bisa aku mengatakan bahwa aku menyayangi Park Jihyun, Jihyun kan milik Key. Cukup aku tidak boleh memikirkan PARK JIHYUN lagi..

“Oppa…”

“Oh ne Jihyunnie”

“Oppa lebih sayang Jihyun yang lebih cantik dariku itu yah?”

“Anii, oppa lebih sayang Jihyun yang ompong hehe”

Aku pun menghabiskan waktuku bermain dengan Choi Jihyun yeodeongsaeng yang paling kusayangi, berusaha untuk menghapuskan masalah-masalah yang menimpaku.

***

JiyeonPOV

Key benar-benar berubah semenjak aku dengan beraninya mengucapkan nama ‘Minho’ di depannya wajahnya berubah ia benar-benar cuek. Aku pun akhirnya kembali ke rumahku.

DRRRTTTT DRRTTTT DRRTTT

Handphoneku bergetar, masuk sebuah pesan dari Taemin

‘Jihyunnie kau sedang apa?’

Aku pun membalasnya

‘Sedang tidak enak hati?’ balasku

(Ket: Merah–> Taemin  Biru–>Jihyun)

Tidak enak hati kenapa?

 

Entahlah tiba-tiba moodku hilang. Oh ia apa kau punya nomor Minho?

 

Choi Minho maksudmu? Aku punya 010-9729897

 

Gomawo Taeminiee

 

Buat apa memangnya?

 

Hanya untuk meramaikan kontakku. Sudah dulu yah aku ingin istirahat anyeong..

 

Ne anyeong Jihyunniee…

***

Sedari tadi aku hanya membolak-balikkan handphoneku. Membuka kontakku, mataku hanya tertuju pada satu kontak yang kuberi nama ‘Minho’

‘Sms tidak yah? Atau kutelpon? Argghh’ batinku…

DRRRTTT DRRTTT DRRTTT

Handphone ku berdering ada panggilan masuk dan panggilan masuk tersebut dari

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Taemin *lemes

Entah setan jahat apa yang merasuki tubuhku sehingga menggerakkan jari tanganku memencet tombol reject setiap dia menelpon. Aku sedang tidak ada mood makanya jadi seperti ini holoh..

AuthorPOV

“Jihyun angkat telpon nya ini penting, aku ingin menyatakan perasaanku padamu” batin Taemin sambil menatap layar ponsel nya…

***

DRRTTT DRRRTTT DRRTTT

Ponsel Jihyun masih berbunyi, Jihyun pun mengangkat panggilan masuk dari ponselnya..

“Jihyun-ah..”

“Ne..??”

“Ini aku

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Minho”

“Wae..???”

“Aku ingin bertemu denganmu di taman kampus”

“Sekarang..??”

“Ne..”

“Baiklah aku akan ke sana sekarang”

Aku pun merapikan bajuku, mengambil dan mengenakan jaket tebal kesukaanku dan berjalan menuju taman kampus.

Saat di tengah perjalanan ke kampus, aku baru sadar saking terburu-buru nya aku lupa membawa ponsel ku. Argghhh sudahlah lebih baik aku percepat langkahku..

***

AuthorPOV

Keadaan taman Seoul Art University sangat sepi jauh dari kesan ramai, hujan jatuh menimpa pohon-pohon serta bunga-bunga.

Seorang yeoja duduk di sebuah bangku putih di taman tersebut, walaupun hujan membasahinya ia tetap setia untuk menunggu seseorang yang memiliki janji dengannya. Bibir yeoja itu pucat, tubuhnya menggigil, ia kedinginan. Yeoja itu tetap bertahan hingga ia rasa, tubuhnya sudah tidak kuat, ia pun segera pergi meninggalkan tempat itu.

Saat kaki kecil nya segera melangkah, tubuhnya terasa goyah kaki tersebut tak sanggup menopang tubuhnya BRRRUUKK

.

.

.

.

.

Ia hampir saja terjatuh, tapi untungnya seorang namja datang memeluk tubuhnya serta menahan tubuh lemahnya

“Mianhae…” ucap namja itu sambil mengeratkan pelukannya

-TBC or END-

3 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s