With Kiss From You

Title                                       : With a Kiss From You

Author                                  : Dara Daroen (@dara_daroen)

Cast                                       : Kim Donghyun , Kim Hyo Jung (Hyo Rin)

Genre                                   : Romantic

Rating                                   : PG-17

Leght                                     : Oneshoot

~ Author POV  ~

Hari ini hari pernikahan pasangan setia yang sudah menjalani hubungan pacaran kurang lebih 5 tahun. Mereka yang menjalani kisah cinta penuh keindahan dan kebahagiaan, tak ada sedikitpun pengkhianatan yang dilakukan keduanya. Mereka yang akan berbahagia ini tak lain adalah Kim Donghyun dan Hyo Rin.

Hari ini tepatnya pukul 9 pagi nanti acara pernikahan kedua mempelai akan dilaksanakan. Kini keduanya masing-masing masih di kediaman mereka. Berdandan, bersiap-siap akan semua yang akan dilakukan mereka hari ni.

Donghyun, kini ia tengah gugup didepan kaca kamarnya yang lumayan tampak besar. Walaupun gugup, tapi dia yakin hari ini ia akan sukses menikahi yeoja tercintanya itu. Sambil merias diri dia selalu bergumam,

“Aku tak mungkin melewatkan kesempatan hari ini. Hari ini hari bahagiaku. Yeoja yang paling kucinta akan resmi menjadi pendamping hidupku selamanya. Aku tak sabar hal itu. Haaaah, Saranghaeyo Hyo Rin~ah” serunya dengan senyum mengembang penuh keceriaan.

Sementara itu…

Hyo Rin, kini ia sedang dikerumuni para yeoja-yeoja. Ya, dia sedang dirias. Dengan gaun putih bersih yang ia kenakan begitu anggun. Make Up nya yang tak terlalu berlebihan membuat pancaran indah dari wajahnya, makin mempesona. Dia pun sama halnya seperti Donghyun, dia bergumam sendiri,

“Aku tak mungkin melewatkan kesempatan hari ini. Hari ini hari bahagiaku. Namja yang paling kucinta akan resmi menjadi pendamping hidupku selamanya. Aku tak sabar hal itu. Haaaah, Saranghaeyo Donghyun~ah” serunya degan senyum manisnya.

Bedanya dengan Donghyun, kini Hyo Rin mendapatkan respon dari orang-orang yang tengah meriasinya. Yang mendengar gumaman Hyo Rin tertawa kecil dan ikut senang.

~ ~

Keluarga Donghyun telah berangkat ke gedung tempat pernikahannya. Sementara Hyo Rin dan keluarganya masih dirumah belum siap pergi.

Tapi setelah setengah jam kemudian Hyo Rin berangkat dikawal oleh sanak saudaranya.

Sementara Donghyun telah sampai di gedung pernikahannya, menanti kedatangan yeojanya yang akan bersanding dengannya hari ini.

Tapi disaat ia sedang merenung memikirkan Hyo Rin, tiba-tiba dadanya sesak. Walau hanya sesaat, tapi begitu sakit. Eomma dan appa nya yang sedang duduk disamping sempat panik melihat anaknya seperti itu. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Donghyun mulai lepas dari sesaknya. Entah mengapa dia seperti itu, Donghyun merasa ada hal yang buruk. Tapi ia buyarkan lagi perasaan tak enaknya itu.

~ ~

Ternyata perasaan tak enak yang dialami Donghyun benar.

Di jalan kota Seoul, mobil yang membawa yeoja cantik itu –Hyo Rin- sedang berjalan cepat. Karena takut telat dalam acara maka supir pun mengambil langkah ngebut.

Hingga berpas-pasan dengan perempatan, mobil itu tak terkendali lagi saat mobil pengangkut barang yang begitu besar lewat didepannya. Dan akhirnya…

Hyo Rin beserta siapapun yang ada di mobil itu mengalami kecelakaan. Hyo Rin terpental keluar mobil, ia tak sadarkan diri. Luka-lukanya begitu parah, amat parah. Darah segar mengalir hebat dari bocoran kepala dan luka di kaki tangannya. Itu semua menodai gaun putih nan anggun milik Hyo Rin. Gaun cantik itu kini hampir penuh bercak darah.

Mobil dari rumah sakit pun segera datang..

Sementara itu di gedung resepsi pernikahan Donghyun dan Hyo Rin.

Para hadirin sudah berkumpul banyak, semua sudah hadir dan siap. Tapi mempelai wanita belum sampai. Akhirnya ada seseorang yang terlihat berlari-lari keatas mimbar dan mulai berbicara di kepada semua hadirin.

“Saya sampaikan maaf. Mian semuanya. Acara pernikahan ini kami batalkan!” serunya.

Seluruh hadirin kaget, sangat kaget. Apalagi Donghyun. Dia terbelalak tidak percaya, matanya masih tersorot ke yang bicara di atas mimbar itu.

“Ini semua dikarenakan, sang mempelai wanita tidak bisa hadir, sangat tidak bisa. Jadi kami mohon maaf sebesar-besarnya” lanjut pembicara itu, setelah itu dia segera turun dari mimbar. Donghyun segera menghampirinya.

“Ya! Maksudmu apa? Ada apa memang?” seru Donghyun dengan nada sedikit khawatir, dia bahkan tidak tau hal ini. Dia tidak tau yeojanya akan tidak datang.

“Kau harus cepat kerumah sakit. Cepat! Yeojamu.. Calon pengantinmu itu sedang terbaring disana, kondisinya amat parah Donghyun~ah…”

Tanpa berkutik lagi Donghyun segera berlari keluar gedung dan mengendarai mobilnya cepat menuju rumah sakit. Dadanya sesak, jantungnya serasa berdebar cepat, hatinya hancur lebur.

~ ~

Sesampainya dirumah sakit, ia telusuri koridor rumah sakit dan mencari kamar rawat yeojanya itu.

Dan begitu sampai dikamar rawat Hyo Rin yang masih tertutup pintunya, Donghyun segera membuka pintu namun ditahan oleh orangtua Hyo Rin yang berada diluar saat itu.

“Ya! Mengapa? Mengapa dengannya? Ada apa? Mengapa dia bisa disini??” seru Donghyun pada kesua orangtua Hyo Rin, sepertinya butiran bening telah berkumpul di pelupuk matanya.

“Kau harus sabar nak.. Kondisinya amat parah, dia masih koma” uajr Ibu Hyo Rin.

“Kau bercanda? Kenapa harus seperti itu??!! Ya tuhaaaan” seru Donghyun dan terduduk di kursi. Dia mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Sabar Donghyun~ah.. Semua ini diluar kehendak” ujar Appanya Hyo Rin menenangkan.

“Memangnya mengapa dia bisa begitu?” tanya Donghyun lesu.

“Dia mengalami kecelakaan hebat”

Deg.

Hati Donghyun amat sangat tertekan, nafasnya sangat sesak.

~ Donghyun POV ~

“Dia mengalami kecelakaan hebat” seru appa Hyo Rin.

Deg.

Hatiku sangat sangat sakit. Nafasku sesak. Oh tuhan, mengapa semua ini terjadi?!

Kulihat dokter keluar, aku segera masuk ke ruang rawat Hyo Rin.

Airmataku mengalir deras melihat yeoja tercintaku ini terbaring kaku dengan perban di kaki, tangan bahkan dikepalanya. Aku bahkan sangat berharap saat ini mataku buta supaya tak melihat kondisi Hyo Rin mengenaskan seperti itu.

Kusentuh pelan pipinya yang lembut, matanya, hidungnya dan bibirnya itu. Seluruh bagian kepalanya diperban hanya bagian wajah yang tidak. Aku sangat sesak melihat ini.

“Hyo Rin~ah… Apa kau mendengarku?” seruku lembut padanya seraya menyentuh pelan pipinya.

“Chagi.. Mengapa kau tega melewatkan hari bahagia kita? Apa kau tak lihat aku menangis deras seperti ini, karenamu Hyo Rin~ah”

“Hey.. Mengapa kau hanya diam? Mana senyum manismu itu? Ayooo, tunjukkan padaku.”

Kucium lembut pipi halusnya. Kurasa, dia tidak bangun. Oh tuhaaan, izinkanlah aku untuk melihatnya tersenyum lagi, bukakan matanya, sembuhkan dia.

~ ~

Satu bulan sudah kulalui hari yang sepi. Karena satu bulan pula, Hyo Rin belum juga terbangun dari koma nya. Entah mengapa, begitu lama sekali dirinya tertidur. Aku semakin khawatir dengannya.

Setiap hari aku tak pernah absen untuk menjenguknya kerumah sakit. Begitu banyak waktu kuhabiskan di kamar rawat Hyo Rin. Setiap hari kucoba buat dia terbangun.

Kusentuh lagi pipi lembutnya itu, kini kuberharap timbul seulas senyum dari bibirnya. Tapi, ternyata tetap tidak ada, Hyo Rin tetap diam membisu seperti biasanya.

“hhhhh. Hyo Rin~ah.. Kau tau? Aku sudah cukup khawatir selama ini. Mengapa kau belum juga bangun? Apa kau masih tega membuatku kesepian disini tanpamu?” seruku memecah keheningan diruangan ini. Kulihat wajah indahnya itu dengan dalam, tak ada sedikitpun gerakan respon darinya.

“Baiklah, aku akan menunggumu selalu Hyo Rin~ah..”

Ku belai lembut rambutnya, kudekatkan wajahku kewajah manisnya.

Kusentuh lembut bibir manisnya dengan bibirku. Kucium bibirnya penuh cinta.

“Chagi. Aku ingin pergi sebentar kerumah. Tenang saja. hanya sebentar kok, aku akan segera kesini lagi. Tunggu aku ya.” Ku belai lagi rambutnya.

“Kuharap ketika kukembali kesini lagi, kau sudah membuka matamu” seruku lagi. Kini butiran bening menetes lagi dari pelupuk mataku.

Kucium lagi bibir manis milik yeojaku itu.

Setelah itu, aku bergegas pulang kerumah.

~ ~

Langkahku begitu lemas. Aku mengambil segelas air minum di dapur. Lalu, ku hempaskan tubuhku ringan di sofa.

“hhhhhh”

“Nampaknya dirumah tidak ada siapa-siapa, padahal aku mau izin untuk menginap dirumah sakit malam ini” keluhku.

Dirumahku sepi, seperti kedua orangtuaku sedang pergi.

Suasana sepi ini membuatku mengantuk, perlahan ,mataku terpejam.

~ ~

“Hoaaah!! OMO! Sudah jam berapa ini??” kulirik jam tanganku.

“Aigo.. sudah jam 7 malam! Mengapa aku bisa lalai? Aku harus cepat kembali kerumah sakit. Ah tuhaaaan, Hyo Rin pasti sedang menungguku”

Aku merapikan bajuku, lalu aku segera bergegas kembali kerumah sakit.

Sesampai dirumah sakit, kulihat begitu banyak orang didepan kamar rawat Hyo Rin. Disana ada kedua orang tuaku dan kedua orangtuanya Hyo Rin. Ada apa ini?

“Donghyun!!” seru eommaku.

“Ada apa eomma? Mengapa ini?” tanyaku penuh keraguan.

“Hyo Rin.. Dia sempat terbangun tadi, tapi dia malah semakin parah”

“Mwo?? Benarkah? Dia sempat terbangun tadi? Haaaah babonya aku mengapa tadi aku pulang kerumah! Ah. Lalu? Mengapa? Dia makin parah kenapa eomma?”

“Darah keluar makin banyak dari bekas bocor kepalanya. Setelah itu dia tak sadarkan diri lagi”

Sesak. Aku tambah sesak. Sakit. Hatiku sakit.

Ketika dokter keluar dari kamar Hyo Rin, aku segera masuk walaupun sempat ditahan suster.

Kupeluk erat Hyo Rin yang kini masih terbaring kaku di kasurnya.

“Chagiyaaa.. Mengapa? Mengapa dengan dirimu? Mengapa kau bisa seperti itu? Dan, mengapa kau bangun disaat aku tak sedang disisimu?” airmataku mengalir deras, tak mudah untuk kubendung lagi.

“Baiklah, aku akan menjagamu terus disini Hyo Rin~ah. Aku berjanji tak akan lagi meninggalkanmu. Yaksokhae!!” seruku yakin.

Kusentuh pelan pipi halusnya yang dingin. Tangannya yang juga dingin aku pegang erat. Bibir manisnya kucium lembut. Kucium penuh cinta.

Aku tak melepaskan bibirku dari bibirnya ini, rasanya enggan untuk melepas ciuman ini. Walaupun kini Hyo Rin tidak membalas ciumanku. Setelah beberapa lama, kulepaskan ciumanku. Kuharap dia terbangun. Tapi…

Tidak. Dia tetap membisu.

“Baiklah Hyo Rin~ah.. Aku masih sabar menunggumu. Aku masih setia menunggu sampai kau benar-benar sadar. Aku akan selalu disisimu” ujarku lembut.

Malam ini aku tidur di kamar rawat Hyo Rin, aku menginap disini, menjaga selalu kekasih tercintaku. Mungkin tak hanya malam ini aku menginap dirumah sakit, tapi besok-besok aku akan selalu menemaninya sampai malam.

~ ~

Pagi hari sudah tiba, kubuka perlahan mataku, berat untuk kubuka mataku ini karena cahaya matahari begitu terang masuk kekamar ini melalu celah jendela.

Kubuka jendela kamar ini dan kubiarkan terjadi pertukaran udara pada pagi ini. Kubuka jendela selebar-lebarnya supaya oksigen masuk supaya Hyo Rin pun bisa merasakannya.

“Chagi.. Hari sudah pagi, mengapa kau belum bangun? Aku sudah bangun dari tadi, seharusnya kau bangun duluan. Kau kan calon istriku, kau harus membiasakan diri untuk membangunkanku chagi..”

Entah mengapa aku begitu sesak, hatiku sakit lagi. Airmataku mulai tumpah lagi.

Drrrrrtttt… drrrrtttt..

Handphoneku bergetar dan..

Eomma is calling…

                Kutekan tombol dial up segera dan kudekatkan handphoneku ke telinga.

“Yobosseo? Eomma?”

Donghyun~ah… Bisa kau cepat kerumah?

Mengapa? Ah tapi aku masih ingin menjaga Hyo Rin”

“Kumohon.. Appamu tak pulang-pulang dari semalam, katanya dia kerja lembur. Dan kini, aku sendiri.”

                “Haaaahh eomma, lalu kenapa memang? Kau sudah biasa kan sendiri dirumah?”

“Ne. tapi….. hheuehuueuh”

                “Waeyo? Eomma??”

~tuuuutttt~

“Ma! Eomma!”

Ah! Mengapa dengannya? Sepertinya menangis. Ah tapi mengapa diputuskan sambungan teleponnya. Baiklah, mungkin aku harus melihat keadaan dirumah.

Tapi Hyo Rin…

“Chagi.. Aku harus pulang, nampaknya eommaku sedang dalam masalah. Aku harus cepat kesana” seruku sambil membelai lembut rambutnya.

“Kau tidak marah kan? Aku hanya tinggal sebentar. Aku akan langsung kembali kesini setelah selesai. Aku janji, sangat berjanji..”

Aku tak tega meninggalkannya lagi. Aku takut seperti kemarin lagi. Ah tapi.. Baiklah, aku harus cepat sekarang kerumah supaya aku juga cepat kembali kesini.

“Baiklah, aku pulang dulu yaaa, kuharap kau terbangun saat kukembali. Tapi, jangan buat aku khawatir seperti kemarin yaa”

Kusentuh seluruh permukaan wajahnya yang indah.

Bibir pinknya yang begitu menggemaskan, yang begitu sering kunikmati itu kucium lagi.

Meski kali ini aku tau dia tak akan membalas lagi ciumanku. Ku tak sadar airmatapun terjatuh dari mataku, menetes perlahan hingga akhirnya jatuh di pipi halusnya Hyo Rin.

Begitu lama kucium bibir lembut Hyo Rin ini, aku begitu takut jika dia meninggalkanku.

Saat kusadar airmataku menetes banyak ke permukaan wajah Hyo Rin ini, ku lepaskan perlahan bibirku dari bibirnya. Segera ku hapus airmataku dipipinya.

Aku tersenyum sesaat lalu pergi meninggalkannya.

~ ~

Terdengar jelas suara benda-benda jatuh dibanting dari dalam rumahku. Segera kubuka pintu rumah dan menuju asal suara.

“Eomma? Itu kah kau?” seruku sambil menyapu seisi ruang tamu yang ta knampak siapapun.

Praaannggg!!!

Kututup kedua telingaku mendengar pecahan piring didapur. Aku segera berlari kedapur.

“Omo! Eomma! Sednag apa kau berdiri disana?? Ha! Cepat turun! Bagaimana kalau kau jatuh? Nanti aku yang repot..” seruku saat kulihat eomma tengah berdiri di dekat tempat pencucian piring. Apa dia sudah gila?

“Eomma! Cepat turun! Aigo.. ada apa sih?”

“Itu nak, itu. Hhhhhh tak mau, aku tak mau turun”

“Apa-apaan sih eomma? Mengapa kau menjadi kekanak-kanakkan seperti ini? Kau aneh sekali..”

Kulihat wajah eomma nampak pucat dan panik.

Dan tiba-tiba kurasa sesuatu melintas melewati kakiku.

TIKUS!

“Ha! Itu… itu! Awas Donghyun! Hah! Ituuuuu!” jerit eomma.

Segera kupukul tikus yang berjalan tadi, kuambil buntutnya dan kujejerkan kedekat eomma. Eomma terpingkal-pingkal menghindar.

“Ini? Karena ini kah? Haaaahh eomma ini seperti anak kecil saja.” Seruku.

“Ya! Cepat kau buang! Cepat Donghyun~ah! Bawa itu jauh-jauh dariku!” teriaknya.

Segera kubuang tikus itu ke luar. Aku menahan tawaku. Namun, saat melihat wajah panik eomma lagi, akhirnya aku lepas tawaku sepuasnya.

“hahaha! Eomma ini ada-ada saja. Menelponku hanya untuk membuang tikus? Tikus itu kecil ma, hanya sekecil dua jempol tangan. Hahaha” kini tawaku meledak.

“Haaahh sudahlah sudaaah” ujar eomma, dia segera turun dari atas , aku pun membantunya.

“Hahaha Lain kali aku akan taruh tangga disini untuk eomma naik lagi jika ketakutan ada tikus berkeliaran. Hahahaha”

“Haiiisshh! Sudah sudah! Berhenti menertawakan eomma!” bentak eomma, namun aku masih belum puas dengan tawaku.

“Donghyun~ah! Sudah sana, masalah sudah selesai! Cepat sana jika kau mau kembali kerumah sakit. Hyo Rin pasti masih menunggumu”

Aku berhenti tertawa dan…

“AH NE!! Aku lupa. Ya! Aku harus cepat-cepat kembali lagi! Annyeong eomma!” seruku dengan muka panik. Kini gantian eomma yang menertawakanku -__-

~ ~

Aku berlari menelusuri koridor rumah sakit, aku cepat-cepat menuju kamar rawat Hyo Rin. Kuharap dia baik-baik saja sekarang.

Saat kubuka pintu kamarnya.

Hening.

Sepi.

Airmataku tumpah ruah sekarang. Kau tau?

Hyo Rin tak ada dikasurnya!!

Oh tuhaaaann! Aku mohon beri aku petunjuk, dimana dia? Kenapa dia?

Dadaku sangat sesak. Kekhawatiranku sudah sangat tinggi. Dimana Hyo Rin? Mengapa kini kamarnya sepi? Apa dia dipindah kekamar lain? Atau? Atau dia sedang di ICU karena keadaannya tambah parah? Oh tuhaaan, kumohon tidak.

Aku berlari keseluruh kamar mengecek apakah ada Hyo Rin. Namun, nihil.

Kutanyakan suster-suster bahkan mereka pun tak tau.

Bahkan kutanyakan security di pintu masuk rumah sakit pun jawabannya sama, ‘molla’

Tapi, tunggu..

Saat kupalingkan wajahku ke sebuah pohon. Bukan, bukan pohonnya, tapi kulihat yang duduk di bangku dekat pohonnya itu! Segera aku berlari menuju kesana, sepertinya ini taman, taman rumah sakit.

Kudekati lagi siapa yang duduk dibangku itu.

Airmataku mengalir deras.

Sudah kupastikan, aku tak salah lagi..

Aku menghampirinya dan memeluknya erat. Yeoja bergaun putih itu, yang tengah duduk sendiri di bangku taman. Yang kupeluk ini, yeoja ku. Kekasih tercintaku, Hyo Rin.

“Hyo Rin! Hyo Rin~ah! Ini kah kau?” seruku saatku lepaskan pelukanku.

Dia tersenyum. Senyum yang sudah berlama-lama aku harapkan. Senyum yang sudah berhari-hari aku rindukan.

“Bogoshipoyo…” serunya dan langsung memelukku erat. Kudengar isak tangisnya didadaku.

Kupeluk erat juga yeojaku ini. Kebelai lembut rambutnya. Airmataku masih mengalir, aku tak percaya ini.

Hyo Rin melepas pelukannya dariku, dia tersenyum lagi.

“Chagi.. Na Do Bogoshipoyo..” ujarku lembut. Kulihat airmatanya menetes dipipi lembutnya.

Ku hapus perlahan airmatanya.

“Hyo Rin~ah.. Berhenti menangis. Aku sudah ada disini untukmu..” seruku lembut. Dia tersenyum lagi dan lagi.

“Kau.. Kau juga jangan menangis Donghyun~ah. Aku menangis karena melihatmu menangis” ujarnya lembut sambil menghapus pula airmata dipipiku dengan kedua tangannya.

Ku genggam kedua tangannya yang menyentuh pipiku ini. Kutatap dalam matanya, begitupun dirinya, dia menatap ku pun dengan dalam. Oh tuhan, begitu rindunya diriku dengan tatapannya ini.

Ku dekatkan wajahku kewajah indahnya ini, mataku beralih memandang bibir manisnya ini. Aku mulai mencium lembut bibirnya. Dia pun membalasnya.

Oh tuhan, sudah lama kumenantikan ini. Akhirnya berkali-kali kucium bibirnya, kini dirinya bisa lagi membalas ciumanku. Aku sungguh merindukan ini.

Hyo Rin melingkarkan tangannya keleherku, memudahkanku menikmati kehangatan ini. Kami tetap berciuman bahkan makin memanas, tak peduli tempat kami berada.

Selang beberapa waktu kemudian, sepertinya Hyo Rin mulai sesak karena nafasnya yang tak teratur akibat memanasnya ciuman kami. Ku lepaskan perlahan bibirku darinya. Lalu ku tersenyum melihatnya tersenyum. Dia memelukku lagi.

“Donghyun~ah.. Aku begitu merindukan semua ini” serunya dalam pelukanku.

“Na Do” jawabku. Kueratan lagi pelukannya.

“Kau tau? Selama aku tertidur panjang, setiap hari aku merasa kau selalu rajin mendekapku, menciumku, menjagaku dan dalam mimpi-mimpiku, itu semua nampak nyata” serunya. Aku melepas pelukannya dan menatap mata indah kekasihku ini.

“Wajar saja kau merasakannya Hyo Rin~ah. Karena itu memang benar terjadi” ujarku.

“Maksudmu?”

“Ya, semua mimpimu itu benar. Setiap hari aku rajin menjagamu, tak pernah seharipun aku lewatkan tanpa berada disisimu. Setiap aku pamit padamu, aku selalu mencium bibir indahmu itu. Yaaa, yang kau rasakan dalam mimpi itu nyata chagi” jelasku sambil tersenyum senang padanya.

“Jeongmal? Hehe, akupun merasakan itu sangat nyata. Dan kau tau lagi?”

“Apa?”

“Tadi pagi, kurasakan ciuman hangatmu lagi begitu lama. Tapi, aku merasa kau menangis juga saat itu. Tetesan airmatamu menderas menetes dipipiku. Apa itu juga kenyataan?”

“Sungguh kau merasakan seperti itu??”

“Ne.”

Kupeluk erat tubuh mungilnya lagi. Oh tuhaaaan, semua mimpi-mimpi dalam tidur panjangnya itu ternyata hampir sama dengan nyatanya.

“Kau benar chagi. Tadi pagi akupun menciummu dan, dan menangis. Kau benar sekali” ujarku.

“Sudah kuduga. Hmmmmm, tapi kau tau juga kah?” serunya.

Ku lepaskan lagi pelukanku dan menatapnya bingung.

“Apa lagi?”

“Setelah ciumanmu tadi pagi dan tetesan airmatamu itu, ragaku seperti tergetar dan kurasa seluruh keadaan dalam mimpiku berubah. Aku bisa membuka mata, aku bisa melihat jelas dunia nyata lagi”

Kini aku menangis lagi. Begitukah yang benar ia rasakan? Oh tuhan, aku sangat bahagia.

“Ya! Kau menangis lagi. Mengapa kau jadi cengeng seperti ini Donghyun~ah?” ujarnya sambil menghapus sedikit airmataku yang keluar.

“Aku… Aku bahagia. Kini akhirnya kau bisa bangun lagi, dan aku bahagia kau bisa bangun lagi karena aku” ujarku .

“Ne. Na Do. “ ia mengembangkan senyum manisnya lagi, membuatku gemas.

Kucubit perlahan pipi halusnya itu. Dia tersenyum lagi makin membuatku gemas.

“Donghyun~ah.. Gomawo”

Aku tersenyum dan memegang kedua tangannya.

“Cheonmaneyo chagiya. Saranghaeyo”

“Na Do Saranghaeyo Donghyun”

Tak ada lagi yang lebih bahagia dari ini. Kini kubisa melihat senyum dan tawanya lagi. Kini aku bisa memeluk dan menciumnya lagi tanpa mengharap dia akan membalasnya, karena dia sudah kembali. Dia akan kujaga lagi agar tetap disisiku sampai kapanpun..

 

with a kiss from you, I feel my soul, my heart is resurgent.

with a hug from you, I feel our body and soul together again.

 with your beautiful smile again, all my worries vanished.

I will always look after you, will never again until I took off at any time ..

 

–  THE END  –

                Heeeuh ini cerita gajelas yang pernah aku bikin haha. Kayaknya ini gagal romantis ya? -__- yah gasuskes deh nih FF. tapi ya paling engga aku udah bikin yang terbaik walaupun ujung-ujung ngaco.

Aduh pokoknya maaf banget ya kalo ini FF sangat sangat buruk.

Eh maaf juga banyak adegan kissingnya loh, WARNING bgt! Jangan ampe yg dibawah umur baca FF ini hahaha😀

Okedeh, sekian aja deh.

Makasih banget yang udah mau baca FF (gajelas) ini. oya, sepertinya ini FF terakhirku dulu. aku mau ngadepin ujian nasional dulu, aku kan masih 3 smp -_- nah jadi, beberapa bulan aku ga update FF dulu yaaa😀 tapi tenang, setelah UN aku akan comeback membawa FF-FFku lagi. yaksokhae!😀

Kurang lebihnya mohon di komentarin ya dibawah ini. Aku sangat berharap komentar dari kalian semua😀

Gomawo~ ^^

13 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s