This is Love (Part 5)

Author : Rii-ya Kim

Title : This Is LOVE ? [5/6]

Main Cast :

Park Hyu Rii as Hyu Rii (OC)

Kim Hyun Joong ‘ss501’ as Hyun Joong

Park Gyuri ‘Kara’ as Gyuri

Other Cast :

Kim Kyu Joong ‘ss501’ as Kyu Joong

Park Jung Min ‘ss501’ as Jung Min

Kim Hyung Jun ‘ss501’ as Hyung Jun

Heo Young Saeng ‘ss501’ as Young Saeng

Jiyeong ‘Kara’ as Jiyeong

Yoon Shi Yoon as Dokter Yoon

Goo Hara ‘Kara’ as suster Hara

Ratting : PG 15

Genre : Romance/Family/Friendship

Length : Multichaptered

Disclaimer :  All characters belong to God and themselves. but Park HyuRii (OC) and the plot is mine

Summary :  Mwo?? Suaminya?? Itu berarti Kyu Jong oppa memang benar-benar sudah menikah?? Lalu bayi yang di gendong yeoja itu?? Bayi itu mirip sekali dengan yeoja yang bernama Jiyeong itu. Apa itu berarti itu bayi Kyu jong oppa dan Jiyeong?– Hyu Rii’s mind

“DON’T COPY-PASTE WITHOUT MY PERMISSION. TAKE OUT WITH FULL CREDITS”

 

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

-cerita sebelumnya-

 

“Sebenarnya ia ingin melupakanmu karena ia sudah tak punya harapan lagi. ia juga tau bahwa yang kau cintai itu Gyuri bukan dia. Maka dari itu ia memutuskan untuk tidak bertemu denganmu dan berniat untuk melupakanmu” jelas Saengi.

“Tapi dia punya harapan dan aku juga” kata Hyun Joong penuh semangat.

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Saengi.

Hyun Joong hanya tersenyum penuh misteri.

 

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Author POV]

 

Beberapa minggu setelah Hyu Rii kembali, Hyun Joong tak pernah sekalipun bertemu dengannya. Hyu Rii selalu menghindar setiap ada Hyun Joong. Gyuri juga tidak bisa berbuat apa-apa. Kemauan Hyu Rii itu keras, jika ia sudah bertekad maka ia akan membulatkan tekadnya itu. Hyu Rii juga tidak ingin bertemu dengan Jun. Semenjak Jun bercerita kalau Kyu Jong sudah menikah, Hyu Rii tak mempercayainya. Ia tetap saja menunggu Kyu Jong. Ia hanya ingin mendengar itu dari Kyu Jong sendiri, bukan dari orang lain.

 

Genap sebulan Hyun Joong tak bertemu dengan Hyu Rii. Hyun Joong bertekad untuk menemui Hyu Rii disekolanhnya. Dengan semangat yang menggebu Hyun Joong berangkat menuju SMA Hanyang, sekolah Hyu Rii.

 

Sesampainya diskolah Hyu Rii.

Semua yeoja yang dilewati Hyun Joong, menatap Hyun Joong tak berkedip. Mereka kagum sekali akan ketampanan Hyun Joong. Mereka berbisik-bisik. Tapi Hyun Joong dapat mendengarnya. Ia pun tersipu dan bangga akan ketampanannya. Mungkin Hyu Rii juga takkan menolakku, pikir Hyun Joong.

Karena Hyun Joong tidak tau dimana kelas Hyu Rii maka ia bertanya pada sekumpulan yeoja yang sedang melihatnya.

“Mianhae. Apa kau mengenal Hyu Rii?” tanya Hyun Joong dengan sopan. Namun tak ada jawaban dari mereka. Mereka hanya melihat Hyun Joong tak berkedip.

“Apa kau mengenal Hyu Rii?” tanya Hyun Joong sekali lagi.

“Mwo?? Apa kau bertanya padaku?” tanya salah seorang yeoja.

“Ne” kata Hyun Joong tersenyum.

Namun yeoja itu tak menjawab lagi. Tapi yeoja itu malah bersorak gembira karena Hyun Joong bertanya padanya. Pada saat bersamaan Hyu Rii pergi ke kantin dan melihat kejadian tersebut.

“Dasar kau, playboy” kata Hyu Rii kesal melihat Hyun Joong. Hyu Rii berpikir kalau Hyun Joong telah menggoda yeoja yang bersorak-sorak itu. Karena kebetulan juga Hyun Joong membawa sebuket mawar putih.

 

“Hyu Rii” teriak Hyun Joong saat menyadari Hyu Rii memperhatikannya. Hyu Rii tersentak dan langsung lari untuk bersembunyi. Tapi naas, saat ia membalikkan badannya perutnya kembali mual dan tidak tertahankan lagi. Akhirnya Hyu Rii pingsan karena tidak kuat menahan mual diperutnya.

 

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyun Joong POV]

 

Aku tidak tau mengapa Hyu Rii tiba-tiba pingsan. Karena panik langsung ku bawa saja dia ke rumah sakit. Aku takut terjadi hal yang tak ku inginkan. Aku menyayangi Hyu Rii. Tak lama kemudian Hyu Rii siuman.

 

“Diamana aku?” tanya Hyu Rii setelah melihat ke sekelilingnya.

“Kau berada dirumah sakit” jawabku sembari membelai rambutnya namun aku sedih, Hyu Rii menepis tanganku.

“Apa kau tau apa yang terjadi padaku?” Hyu Rii kelihatan panik saat menanyakannya padaku. Seolah ia tak mau rahasianya diketahui oleh orang lain.

“Kau telat makan dan maag-mu kambuh lagi” jawabku seraya menatapnya.

“Apa kau benar-benar tidak tau apa yang terjadi padaku?” Hyu Rii seperti tidak percaya pada ucapanku.

“Memangnya apa yang tidak ku ketahui? Jelas-jelas dokter berkata begitu padaku”

“Kau bersungguh-sungguh?”

“Ne, aku serius” tanpa bicara apa-apa lagi Hyu Rii melepaskan selang impusan yang ada di tangan sebelah kirinya lalu beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju pintu.

“Kau mau kemana?” tak ada jawaban dari Hyu Rii. Segera saja ku ikuti.

 

Hyu Rii memasuki ruangan seorang dokter. Mengapa Hyu Rii masuk ke ruangan dokter itu? Aku tidak mengerti. Aku pun turut masuk ke dalam ruangan dokter yang dimasuki Hyu Rii.

“Dimana dokter yang waktu itu?” Hyu Rii berteriak seperti kesetanan.

“Apa maksudmu?” tanya dokter itu tidak mengerti.

“Dimana dokter yang dua bulan lalu memeriksaku?” teriak Hyu Rii lagi. Aku mencoba menenangkan Hyu Rii.

“Dokter siapa maksudmu?” dokter itu masih tidak mengerti maksud Hyu Rii.

“Dokter yang momvonisku menderita Kanker Hati stadium akhir!! Dimana dia?” teriak Hyu Rii histeris. Aku sempat terkejut dengan apa yang dikatakan Hyu Rii. Aku tidak percaya Hyu Rii menderita kanker hati stadium akhir. Apa ini sebuah kenyataan bagiku bahwa aku dan Hyu Rii tidak dapat bersama? Tuhan ku mohon jangan ambil Hyu Rii dari sisiku.

 

Dokter yang sedang berada dihadapan kami (yang tadi memeriksa Hyu Rii) terlihat sedang memikirkan sesuatu, kemudian ia mengambil sebuah koran dan memberikannya pada Hyu Rii.

“Apa yang kau maksud itu dia?” tanya dokter terlihat kecewa. Hyu Rii melihat koran itu dan membaca judul dari koran tersebut.

“Seorang Dokter Depresi Berat karena Telah Kehilangan Putrinya?” Hyu Rii membaca koran tersebut dengan penuh tanda tanya. “Apa maksudmu dok?” tanya Hyu Rii lagi.

“Dia adalah appa-ku. Dia menjadi depresi setelah kehilangan dongsaeng-ku. Appa sangat menyayangi dongsaeng-ku karena dia adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga kami” Hyu Rii mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama, ia sudah tidak histeris lagi seperti tadi.

“Dongsaeng-ku divonis menderita kanker hati stadium akhir dan tidak dapat tertolong lagi. Karena kejadian inilah eomma-ku meninggal dan appa-ku menjadi depresi” cerita dokter sambil terisak.

“Mianhae dokter telah membuatmu menangis dengan kejadian ini. Aku tidak tau jika appa-mu ….” kalimat Hyu Rii menggantung, mungkin Hyu Rii tak ingin dokter itu merasa tersinggung karena ucapannya.

“Anio. Seharusnya aku yang minta maaf padamu karena telah membuatmu menderita karena ulah appa-ku”

“Seharusnya aku juga memeriksakan ini di lab. Oh iya dokter, lalu rasa mualku?” tanya Hyu Rii masih penasaran dengan penyakitnya.

“Kau hanya telat makan saja makanya kau merasa mual dan pusing” jelas dokter seraya tersenyum.

“Syukurlah” kataku dan Hyu Rii bersamaan.

 

Untunglah Hyu Rii tidak benar-benar sakit. Kalau Hyu Rii benar-benar menderita kanker hati, aku sudah tidak tau lagi bagaimana caranya aku hidup.

 

::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyu Rii POV]

 

Kini aku berada di taman rumah sakit. Hyun Joong oppa tetap menemaniku meski aku telah mengusirnya. Aku tidak tau mengapa ia tidak juga mau pergi. Jika saja kanker hati itu telah menyerangku, mungkin aku tidak akan semangat lagi seperti ini. Sebenarnya aku semangat seperti ini bukan hanya karna kanker hati itu tak bersarang ditubuhku tapi karena Hyun Joong oppa yang kini berada disisiku. Tanpa terasa air mataku menetes.

 

“Hyu Rii, mengapa kau menangis?” tanya Hyun Joong oppa padaku.

“Gwaenchanaeo oppa” jawabku sambil mengusap air mataku.

“Apa kau teringat pada Kyu Jong?” Hyun Joong oppa bertanya dengan hati-hati karena takut menyinggungku.

“Darimana kau tau tentang Kyu Jong oppa?? Bukankah aku tidak pernah memberi taumu?” kecurigaanku pada Hyun Joong oppa mulai muncul.

Tak ada jawaban apapun dari Hyun Joong oppa.

“Apa kau mengenal Kyu Jong oppa?” masih tak ada jawaban juga.

“Apa kau mengenal Kyu Jong oppa?” tanyaku sekali lagi.

“Ya.. aku mengenalnya” kata Hyun Joong oppa akhirnya. Ahh yaaa aku baru ingat Kyu Jong oppa satu kampus dengan Gyuri eonni dan itu berarti juga satu kampus dengan Hyun Joong oppa. Aigoo~ mengapa aku bisa lupa.

 

+++++++++++++++++

 

Aku tidak tau berada dimana sekarang. Setelah kemarin di rumah sakit aku meminta Hyun Joong oppa mengantarku menemui Kyu Joong oppa. Pada awalnya Hyun Joong oppa menolak dengan alasan tak ingin membuatku kecewa namun  akhirnya Hyun Joong oppa menyetujuinya. Kini aku berada didepan sebuah rumah. Hyun Joong oppa mengajakku masuk. Disana ada seorang yeoja sedang menggendong seorang bayi. Bayi itu lucu sekali mirip dengan yeoja itu, mungkin yeoja itu adalah eomma-nya.

 

“Hyun joong oppa” kata yeoja itu setelah melihat kami.

“Jiyeong, apa kabarmu?” sepertinya mereka sangat akrab. Mengapa hatiku sakit sekali melihat kedekatan mereka?!

“Aku baik oppa. Bagaimana dengan kau?”

“Aku juga baik.. Di.. “ ucapan Hyun Joong oppa terpotong oleh yeoja itu.

“Siapa dia oppa? Apa dia kekasihmu?” yeoja itu berkata dengan ceria itu berarti dia bukan kekasih Hyun Joong oppa.

“Ahhh dia tersenyum malu oppa” kata yeoja itu lagi. padahal aku tersenyum bukan karena dia bilang aku kekasihnya Hyun Joong oppa tapi karena ku pikir bahwa dia bukan seseorang yang spesial dihati Hyun Joong oppa.

“Andweee” ucap Hyun Joong oppa cepat yang membuat senyumku memudar.

“Oya dimana Kyu Jong?” lanjut Hyun Joong oppa.

“Ohh suamiku sedang sidang skripsi di kampusnya, karena sebentar lagi ia akan memimpin perusahaan ayahku jadi ia segera menyelesaikan skripsinya” yeoja itu bersemangat sekali saat membicarakan suaminya.

 

Mwo?? Suaminya?? Itu berarti Kyu Jong oppa memang benar-benar sudah menikah?? Lalu bayi yang di gendong yeoja itu?? Bayi itu mirip sekali dengan yeoja yang bernama Jiyeong itu. Apa itu berarti itu bayi Kyu jong oppa dan Jiyeong? Apa benar Kyu Jong oppa sudah menjadi seorang ayah? Apa semua yang terjadi dihadapanku ini sebuah kenyataan yang harus aku hadapi?? Apakah aku hanya ditakdirkan untuk menderita?? Tuhan.. tolong aku. Jangan biarkan kuhadapi semua ini sendirian. Aku tak sanggup menghadapi ini sendirian. Kirimkan aku seseorang untuk membantuku atau kau kirimkan saja satu malaikatmu untuk menjemputku ke surgamu. Tanpa terasa air mataku sudah membasahi pipiku.

 

“Mengapa kau menangis?” Jiyeong sadar aku menangis dan saat itu datang lah Kyu Jong oppa.

“Sayangg kau dimana? Aku pulang” suara yang kurindukan akhirnya ku dengar juga meski ucapan salam yang dia ucapkan bukan tertuju padaku.

“Saa..” ucapan Kyu Jong oppa terhenti saat ia melihat aku dan Hyun Jong oppa secara bergantian.

“Hyu Rii?!” Kyu Jong oppa seperti terkejut melihatku, bahkan bukan ‘seperti’ tapi dia memang benar-benar terkejut melihatku. Aku terduduk lemas. Hyun Joong oppa membantuku bangkit dan menyuruhku duduk di sofa.

 

Suasana menjadi tegang. Bayi itu seperti mengetahui suasana dingin yang terjadi, ia menangis. Terasa sesak dadaku mendengar bayi itu menangis. Itu seperti  mengingatkanku pada pengkhianatan Kyu Jong oppa. Yeoja itu menenangkan si bayi dan pergi meninggalkan kami bertiga.

 

Kyu Jong oppa sepertinya sedang mengumpulkan keberaniannya untuk menjelaskan semuanya padaku. Akupun mempersiapkan keberanianku untuk mendengarkan apapun yang akan dikatan Kyu Jong oppa padaku. Aku menggenggam erat tangan Hyun Joong oppa untuk memberiku kekuatan. Sepertinya Hyun Joong oppa memperhatikanku.

 

“Hyu Rii” akhirnya Kyu Jong oppa mau membuka mulutnya. “Jeongmal mianhae Hyu Rii karena selama ini aku tidak pernah jujur padamu (dalam kehidupan nyata Kyupa sangat menjunjung tinggi kejujuran, namun disini karakternya dibuat tertolak belakang)”

 

“Aku tidak apa-apa jika kau menikah dengan yeoja lain oppa” kataku menguatkan diriku sendiri, mungkin Hyun Joong oppa tau betapa gemetarnya diriku karena tanganku memegang tangannya erat, mana mungkin ia tidak merasakannya.

 

“Tapi peristiwa di Jepang itu…” aku langsung membelalakan mataku saat Kyu Jong oppa mengatakan peristiwa di Jepang. Bagaimana ia tau? Sedangkan aku tidak pernah sedikitpun menyinggung bahwa aku dulu pernah tinggal di Jepang. Tanganku semakin dingin seperti es, aku benar-benar takut untuk mengingat kembali kejadian di Jepang itu. Rasa bersalah itu kini menghantuiku kembali setelah sekian lama aku tak mempedulikannya.

“STOP!!! Aku tak ingin mendengar peristiwa itu kembali” aku histeris, aku takut. Aku tidak ingin mengingatnya. Eomma.. jeongmal mianhae.. jeongmal mianhae eomma… aku mulai terisak.

 

“Tapi aku harus menceritakan semua rahasia selama belasan tahun ini padamu, Hyu Rii. Aku sudah tidak tahan bila harus menyimpan semua ini” Kyu Jong oppa sepertinya sudah tidak tahan lagi ingin menceritakannya padaku.

 

“Tidakkkkk… aku bukan pembunuhhh. Bukan aku yang melakukannya. Bukann!! Bukan akuu!!!” aku semakin histeris. Tangisku benar-benar pecah. Aku tidak tahan lagi dengan suara-suara yang mengatakan bahwa aku pembunuh.

 

“Dasar pembunuh!! Pembunuhh!! Dasar kau pembunuhh!!” suara itu terus saja terngiang di telingaku.

 

“Tidakkk.. diam kalian!! Aku bukan pembunuh!! Diammmm!!!” Hyun joong oppa dan Kyu Jong oppa berusaha menenangkanku. Aku terus menangis dan meronta seperti kemasukan setan. Setelah itu aku tak sadarkan diri.

 

“Hyu Rii bangunlah!!” ucap Kyu Jong oppa sembari mengusap kepalaku dengan penuh sayang. Hyun Joong oppa yang melihat itu kesal dan menepis tangan Kyu Jong oppa dari kepalaku.

 

“Gara-gara kau Hyu Rii jadi begini. Seharusnya kau lihat dulu keadaan Hyu Rii. Dia shok mendengarmu menikah dan menyaksikan kejadian kau bersama Jiyeong barusan. Seharusnya kau memberikannya waktu dulu untuk bernafas. Kau sengaja ingin membunuhnya?!” Hyun Joong oppa emosi, ia mendorong Kyu Jong oppa sampai terjatuh (sebenernya ga rela bikin karakter Suamiku Kyupa jadi jahat tapi gak seru kalo  ga gini, hehehe hiks..hiksss).

 

“Mianhae” Kyu Jong oppa menyesalinya, terlihat jelas dari raut wajahnya.

 

“Apa kau hanya bisa bilang maaf?? Bantu aku membawa Hyu Rii ke kamar” kata Hyun Joong oppa memerintah Kyu Jong oppa.

 

“Baiklah. Bawa saja ke kamar kami (Kyu Jong & Jiyeong) karena kamar yang satunya ku pakai untuk gudang” setelah bertengkar mereka membawaku yang dalam keadaan pingsan ke kamar Kyu Jong oppa.

 

+++++++++++++++++++

 

Aku  terbangun dan sadar namun tak ada siapapun dikamar ini. Aku melihat ke meja. Disana ada photo pernikahan Kyu Jong oppa, lalu disana ada photo Kyu Jong oppa semasa kecil. Dulu aku juga pernah melihatnya, Kyu Joong oppa yang memperlihatkannya karena aku memaksanya. Aku ingin tau bagaimana wajah Kyu Jong oppa kecil seperti apa^^ saat ku lihat photo selanjutnya, disana terdapat photo Kyu Jong oppa kira-kira photo itu di ambil saat Kyu Jong oppa berusia 12 tahun. Dalam photo itu Kyu Jong  bersama seorang namja, namja itu berusia lebih muda darinya. Sepertinya aku mengenalnya. Dia.. yaa aku ingat dia adalah …..

 

::::::::::::::::::::::::::::::::;

 

Jenggg..jenggg..jeng…

Siapa namja itu???

Tunggu part selanjutnya yaaaa🙂

 

Tinggalkan komentar kalian tentang FF ini ^^

Gomawoooooooo :O


One response

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s