STAR

• Tittle : FF (Oneshoot) Star

• Author : Chakyu19 a.k.a Winda Sahara

• Genre : Romance, Angst

• Rating : 13+

• Cast :

main cast : Cho Kyuhyun dan Park Minra (OC as readers)

support cast : member super junior

• Cuap2 author : FF ini merupakan FF pertama Chakyu yg pake genre angst, moga aja kesampean angstnya.. oke, ga banyak bicara, ayo di RCL^^

Love ya, readers^^ 

 

***

 

Seoul, awal Juli

Seorang lelaki muda tengah duduk di sebuah café yang terletak di pinggirankotaSeoul. Matanya serius menatapi layar laptop, jari-jarinya menari-nari di atas kibor sambil sesekali mengklik tombol mousenya. Beberapa menit berselang telah muncul kata ‘You Win’ di layar lappynya.. Sudut bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman. Ternyata kepiawaiannya dalam bermain game tetap ada. Tangan kanannya menyentuh sepotong cheese cake dan menyuapkannya. Bipp. Laptopnya berbunyi menandakan sebuah e-mail tengah mampir ke dalam akun e-mail-nya. Ditutupnya game Winning Eleven yang sedari tadi dimainkannya, kemudian di bukanya kotak masuk, mengecek e-mail yang baru saja masuk. Diarahkannya panah mouse itu kearah e-mail dan klik, e-mailpun terbuka.

 

From : iamcutegirl@xxx.com

To : gaemgyu@yyy.com

Subject : Haii..

Bagaimana kabarmu kyu? Sehat?

 

Lagi-lagi sudut bibirnya bergerak membentuk sebuah senyuman. Diraihnya cangkir yang berisi cappuccino hangat dan disesapnya sebentar kemudian ditaruhnya kembali. Tangan-tangannya kembali menari-nari di atas kibor.

 

To : iamcutegirl@xxx.com

From : gaemgyu@yyy.com

Subject : Re: Haii..

Kabarku? Sudah bisa digolongkan baik, mungkin. Sehat? Tentu saja, dorm mempunyai koki terbaik, kau tahukan, wookie hyung. Bagaimana denganmu?

 

Setelah yakin dengan jawabannya, di klik tombol send. ‘Sudah bisa digolongkan baik, mungkin’. Sudut bibirnya kembali melengkung membentuk sebuah senyuman, senyuman miris. Mungkin benar, akhir-akhir ini keadaannya bisa digolongkan baik walau tak sepenuhnya baik. Beberapa menit berselang, si kotak berwarna biru ini kembali berbunyi, menandakan e-mail kembali masuk ke akunnya. Dibukanya perlahan dan membacanya.

 

Itu bagus kyu! Aku senang mendengarnya. Aku? Sama, aku baik. Sedang apa?

 

“Ya, benar. Ini bagus, tapi tetap saja aku..”, kata-katanya terhenti. Digelengkan kepalanya.

“ Ah, sudahlah. Aku tak boleh begini”, ucapnya lagi. Diketiknya sebuah balasan.

Ya, ini memang bagus. Akupun senang kau baik. Aku sedang apa? Seperti biasa. Kau bisa menebaknya bukan? Kau sendiri sedang apa?

 

Tentu saja kyu, aku sangat mengenalmu! Apalagi kalau buka game! Benar bukan?

 

Kkk~ exactly! Kau sangat mengenal diriku nuna (kakak)..

 

Tentu saja bodoh! Aku ini kan nuna-mu! Aku bahkan sudah mengenalmu sejak kau bayi. Hmm, kau masih suka mengingatnya?

 

“mengingatnya?”, lirihnya pelan. “tentu saja, bagaimana bisa aku melupakannya nuna”, bisiknya lagi. Diketiknya sebuah balasan dengan cepat.

Tentu, dia wanita yang paling kucintai nuna.. sudah dulu ya, aku harus kembali sebelum si penggila putih itu membuatku muak dengan teleponnya yang berkali-kali itu. Sampaikan salamku untuk appa (ayah) dan eomma (ibu), aku akan mengunjungi kalian secepatnya. Dahh..

 

Setelah meng-klik tombol send dan memastikan bahwa e-mailnya telah terkirim, lelaki itu memangil waitress kemudian membayar makanan dan minumannya. Ditutupnya lappy tanpa matikannya terlebih dahulu kemudian memasukkannya ke dalam sebuah ransel. Disampirkannya ransel itu ke punggung. Tak lupa di rapatkannya kembali hoodie dan masker, kemudian dilangkahkan kakinya pergi dari café itu.Limabelas menit berlalu, kini lelaki itu telah berada di suatu tempat yang dipenuhi hamparan rumput hijau. Tempat ini letakknya tak begitu jauh dari café yang tadi ia singgahi, letaknya tersembunyi diantara beberapa pepohonan. Tak banyak orang yang tahu tentang ini, hanya lelaki ini dan dia.

Dia. Tiga huruf yang bisa membuat pikiranya melayang pada ingatan masa lalunya yang indah namun menyakitkan. Diletakannya ransel dan melepas hoodie plus maskernya. Dibaringkannya tubuh kekarnya di hamparan rumput nan hijau yang telah bermandikan cahaya sang rembulan yang menerangi langitkotaSeoulyang pekat namun indah. Di tutup kedua matanya sambil membentangkan kedua tangannya, menikmati semilir angin yang berhembus ringan membuat kesejukan tersendiri baginya. Setelah puas menikmati semilir angin, perlahan dibukanya kedua mata. Mengerjap-ngerjapkannya sebentar dan memandang tepat ke angkasa. Kedua sudut bibirnya bergerak membentuk sebuah senyuman simpul. Berbagai bintang yang berjajar membentuk suatu bentuk yang indah. Berkerlap-kerlip seolah berloba-lomba memantulkan cahaya sang mentari, membuat sebuah kedamaian bagi hatinya. Nampak sebuah bintang yang paling bersinar di antara bintang lainnya. Diangkat tangan kanannya seolah menggapai bintang tersebut. Samar-samar terdengar suara bisikan halus.

“kelak aku akan menjadi bintang dan terus melihatmu dari atassana, Kyuhyun-ah,” seru bisikan itu. Lelaki itu menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari dari mana asal suara tersebut. Tapi yang didapatnya hanyalah hamparan rumput hijau. Kekecewaan menyergapnya, digigitnya perlahan bibir bawahnya. Setidaknya hal ini bisa meringankan sedikit kepedihan di hatinya. Butiran air mata mengalir di kedua pipinya.

“bukankah kau sudah berjanji tak akan menangis, Kyuhyun-ah?,” bisikan itu kembali terdengar. Dicarinya lagi dari mana asal suara tersebut, tapi tetap saja hanya hamparan rumput yang didapatnya. Dihapusnya cairan bening itu dari pipinya dan kembali memandangi bintang. Kyu menghela nafas panjang lalu tersenyum. ia meraih ranselnya dan mengeluarkan sebuah buku berwarna biru tua berhiaskan bintang pada sampulnya. Kyu memandang buku biru itu dengan tatapan sendu, perlahan dibukanya halaman pertama. Sebuah foto ukuran sedang terpampang disana, foto seorang yeoja (cewek) yang tengah tersenyum manis. Kyu mengelus foto itu perlahan dan berhenti saat melihat kalung yang dikenakan yeoja itu. Sebuah kalung sederhana dengan bandul sebuah bintang. Kyu menyentuh kalung yang dipakainya sebuah kalung yang sama dengan kalung yang yeoja itu kenakan. Kyu tersenyum miris. Dibukanya kembali lembaran kedua. Disana terdapat tulisan rapi, ia sangat mengenali tulisan ini, Minra, yeoja itulah yang menulisnya.

 

Annyeong diaryku..

Ini diary pertamaku, hadiah dari Kyu sahabatku. Hmm, rasanya masih aneh menulis diary untuk pertama kalinya di umurku yang sudah 20 tahun ini. Tapi aku akan berusaha.. Minra-ya, fighting ^-^9

 

19 Oktober 2008

Diaryyyy.. hari ini ulang tahunku. Seneng banget.. eomma dan appa mengucapkan ‘saengil chukae (selamat ulang tahun) padaku dan memberikanku seekor kucing. Kyaa, kamu tahu kan aku sangat menginginkan memelihara anak kucing. Kucing ini kuberi nama Kyura. Kenapa Kyura? Kkk~ itu rahasia. Dan yang lebih mengejutkanku lagi, tepat jam 12 malam Kyu datang ke rumahku dan mengetuk pintu kamarku. Saat aku membuka pintu kamar ‘surprisee’, ia membawakan kue tart ulang tahun dan menyanyikan lagu ulang tahun untukku. Kyaa, kyu benar-benar sahabat yang baik. Aku benar-benar tak menyangka surprise ini. Aku memeluknya dan mengucapkan gomawo (terima kasih) berkali-kali padanya.

Jadi malam ini kami menghabiskan waktu berdua di balkon kamarku sambil duduk di ayunan kayu- menatap lurus ke arah angkasa. Kami membicarakan tentang impian semasa kecil. Aku jadi ingat, saat itu aku ingin menjadi bintang. Kkk~ pikiranku sungguh aneh ya. Ahh, hari ini sangat membahagiakan. Aku cinta kamu kyuhyun, kau sahabat terbaikku..

 

Kyu tersenyum membacanya. Ia teringat saat impian masa kecilnya dan sekarang semua itu telah terwujud. Kyu menatap sendu, kilasan tentang masa kecilnya melintas di benaknya.

 

# Flashback

17 tahun yang lalu..

Sepasang anak kecil tengah duduk berdua di sebuah ayunan kayu yang terdapat di salah satu balkon. Keduanya tersenyum sambil memandangi langit malankotaSeoul. Bermilyaran bintang berjajar mebentuk suatu rasi yang indah, saling berkerlap-kerlip seakan berlomba-lomba memantulkan cahaya sang surya.

“nanti kamu ingin menjadi apa kyu?”, tanya seorang gadis kecil sambil memandangi kyu di sampingnya. Kyu mengerutkan dahinya, pertanda bahwa ia sedang berfikir.

“eumm, aku ingin menjadi penyanyi”, jawabnya kemudian.

“penyanyi? Wae? (Kenapa?)”, tanya gadis kecil kembali. Kyu kembali berfikir, sepuluh detik kemudian ia tersenyum.

“karena aku ingin kamu mendengarkan suaraku”, jawabnya mantap.

“aku? Wae? (mengapa?)”

“karena kamulah membuatku ingin menyanyi, Minra-ah”, gadis kecil mengangguk paham.

“jika begitu, nyanyikan sebuah lagu untukku kyu”, ucap gadis kecil itu.

“jigem? (sekarang?)”, tanya kyu yang di sambut anggukan sang gadis.

“baiklah, kajja.. ,” kyu meraih tangan si gadis dan menariknya ke dalam ruangan musik. Tepat di depan piano ia berhenti dan duduk di atas kursi. Ditariknya si gadis kecil hingga terduduk di sampingnya.

“semoga kau suka”, kyu mengedipkan sebelah matanya. Sepersekian detik kemudian terdengar dentingan suara piano. Nada-nadanya mengalun indah, dentingan piano itu membentuk sebuah kesatuan nada yang indah, ani (tidak) sangat indah tepatnya. Kyu mengikuti alunan lagu sambil menyanyikan sebuah lirik. Gadis kecil tersenyum, kepalanya bergerak mengikuti alunan piano plus suara merdu Kyu. Dipejamkan matanya untuk lebih menghayati lagu. Beberapa menit kemudian dentingan piano berhenti diikuti kyu dengan senyum manisnya. Gadis kecil membuka matanya dan tersenyum.

“bagaimana?”, tanya kyu.

“fantastic kyu, kerennn”, jawab gadis kecil sambil mengacungkan kedua jempolnya. Kyu tersenyum puas.

“tentu saja, akuuu gitu”

“huhh, narsis. Kapan sih narsismu ini sembuh kyu” gadis kecil memajukan bibirnya.

“aku tidak narsis tahu, aku memang hebat” kyu menepuk dadanya bangga.

“hahh, apa kata kamu dee. Ayo kita kembali ke balkon”, ditariknya tangan kyu ke arah balkon, kemudian berdiri di pinggiran pagar. Matanya terarah ke langitkotaSeoul, memandangnya dengan penuh kekaguman.

“aku ingin menjadi bintang kyu. Sebuah bintang yang paling bersinar di antara bintang-bintang lainnya”, seru gadis kecil tiba-tiba. Kyu mengernyitkan dahi.

“bintang?”, tanya kyu tak yakin. Gadis kecil mengangguk mantap.

“wae?”, tanya kyu lagi.

“karena dengan menjadi bintang aku bisa melihatmu dan menjagamu dari atassana”, kata gadis kecil itu sambil tersenyum. Kyu tersenyum mendengar kata-kata yang diucapkan si gadis.

“jika begitu, kau hanya perlu menjadi bintang disini”, kata kyu sambil menunjuk dadanya.

“disini?”, tanya gadis kecil sambil menunjuk dada kyu dengan telunjuknya yang kecil. Kyu tersenyum dan mengangguk.

“wae? Kenapa harus disini?”, tanyanya lagi.

“aku akan menjawabnya nanti, saat kita besar. Kamu harus menunggunya”, jawab kyu sambil tetap tersenyum manis. Si gadis kecil menautkan alisnya, masih bingung dengan perkataan kyu, namun tetap saja di anggukannya kepalanya.

“baiklah, aku akan menunggunya kyu”, gadis kecil sambil tersenyum.

“lihat kyu, ada bintang jatuh”, seru gadis kecil sambil menunjuk-nunjuk sebuah bintang yang tengah meluncur.

“iya benar, ayo kita make a wish”, seru kyu. Sepasang anak kecil itu sibuk menautkan kedua telapak tangannya dan memejamkan mata, sementara bibirnya berkomat-kamit mengucapkan permintaan. Kyu selesai terlebih dahulu, diliriknya si gadis kecil yang masih sibuk dengan permintaannya.

“apa yang kau minta?”, tanya kyu setelah si gadis selesai dengan permintaanya.

“kau lupa dengan syarat sebuah permintaan?”, tanya gadis kecil balik.

“huhh, pelit”, si kyu menggerutu kesal.

“kau akan tahu nanti kyu. Jika kuberi tahu sekarang, nanti gak akan terkabul”, kata gadis kecil itu lembut.

“baiklah, aku mengerti”

“kalau begitu bagus. Sekarang ayo tersenyum”

“shireo (tidak mau)”

“kyu”

“shiro”

“kyuu..” gadis kecil merengek manja.

“arraseo! Aku senyum. Nihh”, kata kyu sambil memamerkan senyum terpaksanya.

“huhh, senyummu palsu”, gadis kecil cemberut.

“arra, nihh”, kata si namja kecil sambil tersenyum manis

“nah, ini baru kyu-ku”, gadis kecil tersenyum senang sambil memeluk namja kecil yang telah melingkarkan tangannya, membalas pelukan gadis kecil.

# Flashback end

 

Kyu tersenyum miris, Dibukanya kembali lembaran berikutnya, tulisan Minra kembali terlihat.

 

2 febuari 2008

Annyeong diaryku sayang.. tebak besok hari apa? Jum’at? Huh, bukan itu. Besok Kyu ulang tahun! Kyaaa sekarang ia mau berusia 21! Ya ampun kyu, kau sudah tua.. kkk~

Psst, aku sudah membelikan Kyu hadiah. Bisakah kau menebaknya ry? Jam? Bukan dong, aku membelikannya kalung. Kalung couple berbandul bintang, satu untukku dan satu untuknya. Kkk~ gimana, bagus bukan? Besok aku akan pagi-pagi sekali datang ke rumahnya dan mengejutkannya. Aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan saengil chukae padanya. Semoga harapanku terwujud.

 

3 febuary 2008

Diaryyyyy.. hari ini Kyu ulang tahun. Aku berangkat pagi-pagi sekali dari rumah. Jam 6 aku sudah berada di rumahnya, semoga dia belum bangun. Aku mengutarakan niatku pada eomma (ibu) Kyu dan ahjumma (bibi) hanya tertawa mendengarnya dan berbicara ‘kalian berdua seperti sepasang kekasih, kenapa tak berpacaran saja!’, sontak wajahku memerah. Ahra eonni

(kakak) mengangguk setuju, tak lama kemudian ia menarikku dan mengantarku ke kamar Kyu. Kyu masih tertidur dan langsung saja aku mengejutkannya dengan meniup terompet tepat di telinganya. Ia terkejut dan langsung terbangun. Haha~ ekspresinya lucu sekali lho, sampai-sampai ahra eonni terkekeh keras dan mengabadikannya. Ahh, hari ini sungguh menyenangkann.. saengil chukae kyu. Omo, aku lupa memberi makan Kyura, udah dulu ya ry.. dahhh..

 

Kyu kembali tersenyum, ia mengingat kembali hari itu, hari ulang tahunnya yang menurutnya paling indah dan takkan terlupakan.

 

# Flashback

Sinar matahari menerobos celah jendela kamar Kyu, kyu mengerang pelan saat sinar itu tapat mengenai matanya. Ditariknya selimut dan kembali ke alam mimpi, saat tengah asik-asiknya bermimpi berjemur di pantaiHawaii, tiba-tiba saja suara terompet berdengung keras tepat di daun telinganya. Sontak Kyu terbangun dan mengerjap-ngerjapkan matanya dan Klik, blitz kamera menyilaukan matanya. Kyu yang masih shock melongo menatap Minra dan nunanya tengah berada di ruangan kamarnya dengan posisi Minra sedang memegang terompet dan ahra tertawa keras sambil memegangin kameranya.

“supriseeee..”, teriak ahra dan minra berbarengan. Kyu mengerjap-ngerjapkan matanya.

“ige mwoya? (apa ini?) ” teriaknya keras begitu nyawanya terkumpul. Ahra dan minra tertawa geli melihat reaksi Kyu.

“saengil chukae captain Kyu” ahra menjitak kepala kyu dan memeluknya sekilas. “sekarang kau sudah dua puluh satu tahun, mulai bersikaplah dewasa, arra!” meskipun masih sedikit kesal, kyu tetap mengangguk.

“Oh, no. Aku terlalu telat datang ke kantor. Minra sekarang giliranmu, aku duluan ya” ahra melihat arlojinya dengan panik dan terburu-buru meninggalkan kamar kyu. Minra bergerak maju mendekati kyu dengan membawa tart kecil yang telah dipasangi lilin di atasnya.

“engg, saengil chukae kyu. Cepat tiup lilinnya dan ucapkan permintaan” kyu mengangguk dan berkomat-kamit mengucapkan permintaan lalu ia meniup lilinnya.

“gomawo minra-ah, aku sunggu terkejut dengan surprisemu” kyu memeluk Minra erat dan tiba-tiba saja minra menjauh darinya.

“eh, eomma salah waktu ya? Jika begitu lanjutkanlah, eomma ke bawah dulu ya.” eomma kyu terkejut menatap minra dan kyu salah tingkah dan beranjak pergi ke dapur.

“hahaha..” kyu tertawa geli. Minra hanya menundukkan kepalanya, ia malu.

“maaf, eommaku emang suka begitu. Minra-ya, kau mau tahu apa yang kuminta tadi?” minra menatap kyu dengan pandangan bertanya.

“apa?” tanya minra

“hahaha kau lupa dengan syarat sebuah permintaan?” kyu meniru ucapan minra di masa kecilnya. Minra memajukan bibirnya kesal.

“hahaha~ kau ini. Tunggu di bawah ya, aku mau mandi dulu. kita jalan-jalan hari ini”

“jalan-jalan? Kau sakit kyu” minra mendaratkan tangannya ke dahi kyu, mengecek apa si evil ini sedang demam.

“yaa! Aku tidak sakit bodoh” kyu menepis tangan Minra.

“lantas?”

“sedang dalam mood yang baik, bergembiralah karena kau ku ajak pergi” kyu tersenyum jahil.

“huhh, tetap saja narsis. Kau sudah dua puluh satu tahu!”

“memangnya kenapa jika dua puluh satu? Sudah tunggu saja di bawah, cerewet banget” kyu mendorong Minra keluar kamarnya dan menutup pintunya membuat minra terkejut.

“aish, dasar bocah setan” minra mengumpat kesal. Ia kembali ke ruang tengah dan duduk di salah satu sofa. Tak lama kemudian kyu datang dengan memakai kemeja biru kotak-kotak plus jeans hitamnya. Minra terperangah, kyu sangat tampan dengan pakaian itu.

“kenapa memandangiku seperti itu?” kyu menatap minra heran.

“eh, a-aniyo, siapa yang memandangmu” minra tergagap.

“aku tahu kau mau bilang jika aku tampan, huh?” kyu menaik-naikkan alisnya.

“hah, dasar narsis”

“yee, ngaku aja dee” minra menggelembungkan pipinya membuat kyu tertawa melihatnya.

“kajja” kyu menarik tangan kiri minra.

“ottiya? (kemana?)” tanya minra sambil menghentikan langkahnya.

“kemana saja” seringai kyu dengan senyum jahilnya. “eomma aku pergi dulu yaaa”

“ahjumma, aku pergi. Annyeonghaseyo” minra membukukan badannya dan tiba-tiba saja kyu menariknya

“ne (ya), hati-hati ya kalian berdua” teriak nyonya cho dari dapur.

Limabelas menit kemudian , mereka telah sampai di sebuah tempat yang dihiasi oleh hamparan rumput hijau. Minra menatap takjub pemandangan di depannya.. Kyu tersenyum melihatnya dan menarik minra agar mengikutinya. Mereka berhenti di sebuah tempat dekat aliran sungai kecil. Airnya jernih dan pepohonan berjajar di dekatnya membuat suasana menjadi sejuk.

“wahh indahnyaa” minra kembali mengungkapkan kekagumannya. Kyu menatap minra.

“minra-ya”

“ne”

“aku ingin mengatakan sesuatu”

“katakanlah. Gitu aja kok susah! Haha..” minra tertawa renyah.

“err, na johae (aku menyukaimu)”

“ne? (apa?)” minra menatap kyu dengan pandangan bertanya.

“kau tak mendengarnya?” minra menggelengkan kepalanya. Kyu terlihat frustasi.

“arggh, kau ini tuli ya”

“yaa! Kenapa kau mengataiku! Kau itu yang bicaranya terlalu pelan, mana bisa aku mendengarnya!” seru minra kesal.

“argghhh, moodku hilang! Kita pulang!” kyu menarik tangan minra.

“shiro, aku mau tetap disini. Kau pulang saja duluan” minra menepis tangan kyu dan kembali mengamati pemandangan indah di depannya.

“terserah kau saja” kyu meninggalkan minra yang masih asik mengamati bebungaan liar yang ada di sekitar aliran sungai. Beberapa menit kemudian Minra baru sadar jika kyu benar-benar meninggalkannya.

“hahh, dasar evil. Ternyata dia benar-benar meninggalkanku. Ckk~ padahal aku mau memberikannya ini” minra mengeluarkan sebuah kalung berbandul sebuah bintang. “sudahlah, kau belum beruntung kyu” minra berjalan keluar dari tempat ini, menyetop sebuah taksi dan kembali ke rumahnya.

# flashback end

 

Kyu tertawa pelan mengingat ketidak beraniannya dalam menyatakan perasaannya. Dibukanya kembali lembar berikutnya.

 

23 april 2008

Diary, akhir-akhir ini kepalaku sering sakit. Ada apa ya denganku? Aku takut ry jika ternyata aku sakit dan pergi meninggalkan orang yang kusayangi.. Semoga aja aku baik-baik saja ya.. wish me stay healthy..

 

4 juni 2008

Sakit kepala ini sungguh menyiksaku. Aku sungguh tak tahan. Eomma pernah sekali memergokiku sedang mengerang kesakitan. Aku sungguh tak mau membuatnya cemas, jadi aku bilang saja jika aku cuma migrain. Kyu juga bertanya padaku kenapa aku akhir-akhir ini sering pucat dan lesu. Ada apa dengan diriku ry? Apa aku harus ke dokter dan memeriksakan keadaanku? Mungkin sebaiknya ia, supaya aku tahu yang sebenarnya. Semoga aku tak apa-apa ya ry..

 

5 juni 2008

Aku memeriksakan diri ke dokter. Kyu heran melihatku terburu-buru keluar kelas dan bertanya aku mau kemana. Aku bilang aku mau membesuk sahabatku, maaf kyu aku membohongimu, tapi aku tak mau membuatmu cemas.

Dokter bilang aku harus di ronsen untuk lebih jelasnya. Aku deg-degan ry.. Apakah aku menderita penyakit serius? Dokter bilang aku hanya perlu menjaga kesehatan, dan tentang penyakitku, itu akan segera diketahui begitu hasil ronsen keluar. Semoga ini bukan pertanda buruk ya ry..

 

18 juni 2008

Hasil labku sudah keluar, aku diminta segera menemui dokter. Dokter menatapku cemas dan membuka hasil laporan. Aku menderita leukemia kronis dan persentase hidupku diperkirakan satu tahun lagi. Diary, apa yang harus kulakukan? Aku bingung..

 

Kyu menatap tulisan itu dengan penuh tatapan sendu. Matanya tampak berkaca-kaca, air matanya kembali mengalir. Perlahan dibukanya kembali lembar selanjutnya.

 

1 juli 2009

Kyu mengajakku ke tempat yang waktu itu dan ia menyatakan perasaannya padaku. Aku tercekat, bingung mau menjawab apa. Aku memang menyanyangi kyu, namun apakah kyu bersedia menerimaku yang umurnya tak lebih dari setahun lagi ini? Aku berjanji pada kyu akan memberitahukan jawabannya esok. Aku akan memberitahukan penyakit ini pada kyu, karena aku ingin dia menerimaku apa adanya. Kau setujukan ry? Doakan aku cukup tegar untuk memberitahukan hal ini, karena kyu orang pertama yang aku beritahu tentang rahasiaku ini.. wish me luck..

 

2 juli 2009

Kyu terkejut mendengar penuturanku namun ia memelukku dan menenangkanku. Ia bilang bahwa ia mencintaiku apa adanya dan akan menerima bagaimanapun keadaanku. Aku terisak begitu mendengar ucapannya. Ia memelukku erat dan membisikkan ‘saranghaeyo Minra-ah’ tepat ditelingaku. Aku balas memeluknya erat.. semoga dengan hadirnya kyu aku bisa lebih semangat menjalani sisa hidupku ini. Minra-ah, fighting ^-^9

 

Kyu menatap kosong diary Minra. Pikirannya melayang kembali ke masa lalunya.

 

# Flashback

Kyu dan Minra tengah berada di tempat favorit mereka, mereka berdua duduk di tepi sungai sambil memandangi aliran sungai kecil. Kyu menatap Minra, ia tersenyum.

“aku ingin permintaanku di hari ulang tahun terkabul” ucap kyu tiba-tiba.

“aku doakan agar permintaanmu segera terkabul, kyu” minra tersenyum.

“jadi kau mau menerimaku?”

“ne?” Minra menatap kyu dengan pandangan bertanya.

“kau mau menjadi yeojachingu-ku? (pacarku?)” tanya kyu lagi. Minra berhenti tersenyum, ia memandang sungai dengan tatapan kosong.

“aku meminta agar kau jadi yeojachingu-ku, itu permintaan di hari ulang tahunku” ucap kyu. “kau maukan?” kyu menatap Minra dengan senyuman manisnya. Minra menggeleng pelan.

“wae? Apa kau sudah menyukai namja (lelaki) lain?” ucapkyu menyelidik. Minra kembali menggeleng pelan.

“aku tak mau mempunyai namjachingu (pacar) yang evil sepertimu, gyahaha~ “ minra tekekeh. Ia berusaha berakting dengan baik saat ini. Kyuhyun menjitak kepala minra.

“aku ini serius tahu! Ckk~” kyu mendecak kesal.

“jinjjayo? (sungguh?) Ohh, aku tersanjung, kyu! Haha~” kyu mendekati wajah minra dan chuu~ ia mengecup singkat bibir Minra. Minra sontak membelalakkan matanya. Kyu melepaskan ciumannya dan menaruh kedua tangannya di bahu Minra.

“kau mau menjadi yeojachinguku?” kyu memandangi minra dengan lekat. Sontak minra menunduk, air matanya hendak mengalir. Ia hapus cepat-cepat dan menatap kyu.

“sebelum aku menjawabnya, aku mau memberitahukan sesuatu padamu. Tunggulah hingga esok, oke?” minra menatap kyu sambil berusaha tersenyum manis dan mengancungkan jari kelingkingnya.

“oke, baiklah aku akan menunggu besok” kyu mengaitkan jari kelingkingnya di di kelingking minra. Mereka berdua tersenyum senang.

 

Keesokan harinya..

Minra tengah harap-harap cemas menunggu kyu di tempat kemarin, pinggir sungai. Ia membaringkan tubuhnya di hamparan rumput hijau dan melihat lurus ke angkasa. Dipejamkan kedua matanya, menikmati semilir angin. Saat membuka mata, kyu telah berada di sampingnya dan menggenggam erat tangannya.

“apakah sentuhan ini masih ada setelah aku mengatakan semuanya?” batin minra. Ia menoleh ke arah kyu dan memandangi kyu. Wajahnya tampan, rambut kecokelatannya membingkai wajahnya dengan sempurna ditambah senyuman manis plus jahilnya. “tuhan, bisakah kau memberikanku waktu lebih lama lagi agar bisa bersamanya? Aku sungguh mencintainya..” minra memandang langit biru dengan tatapan kosong.

“kau mau mengatakan apa?” kyu menatap minra.

‘baiklah minra, kau harus tegar, fighting!’ batinnya menyemangati diri sendiri.

“emm, itu..” minra menelan ludah mencoba tegar. “emm, setelah aku mengakatan hal ini, terserah kau mau menerimaku atau tidak. Aku mengerti” kyu mengerutkan dahi. Melihat reaksi kyu, minra menarik nafas sebelum mulai mengatakan tentang penyakitnya.

“kyu, aku sakit dan itu parah” kyu menatap minra. “leukemia, aku menderita leukemia kyu, sudah kronis dan presentase hidupku hanya setahun. Itu yang mau kukatakan padamu, sekarang terserah padamu” minra menghembuskan nafas lega, akhirnya ia bisa mengatakannya dengan tak menitikkan air mata setetespun. Kyu menatap minra, lama, kemudian direngkuhnya tubuh minra, memeluknya dengan erat.

“aku tak peduli dengan keadaanmu, minra-ah. Aku mencintaimu dan aku menerimamu apa adanya”

“kau yakin kyu, hidupku tak lebih dari satu tahun. Aku penyakitan!” minra terisak dan setengah berteriak. Kyu menaruh kedua tangannya di kedua pipi minra dan menatapnya.

“aku mencintaimu dan itu cukup bagiku”

“kyuu…” minra sudah tak mampu berkata-kata lagi.

“saranghaeyo (aku mencintaimu) Minra-ah” kyu kembali merengkuh minra ke dalam pelukannya dan memeluknya erat.

“na do (aku juga) kyuhyun-ah” minra membalas pelukan kyu.

# Flashback end

 

Kyu tersenyum mengingat hari jadinya. Kenapa ia menerima minra? Karena baginya kenyataan bahwa dia mencintai minra dan minra mencintainya, itu sudah cukup. Kyu kembali membalik halaman berikutnya.

 

3 juli 2009

Aku begitu bahagia. Kyu sungguh mencintaiku dengan sepenuh hatinya dan memperhatikanku. Bahkan ia mengajakku untuk terapi supaya aku bisa sembuh. Aku tahu ia ingin sekali aku sembuh, aku juga sebenarnya begitu. Tapi, aku tak mau membebani kyu dengan penyakitku. Aku tahu terapi untuk penderita leukemia itu sangat mahal, karenanya aku tak mau. Aku telah mengantisipasi kyu agar tak memberitahukan hal ini pada eomma. Aku takut membebani pikirannya, eomma sudah terlalu lelah.

Oh ia, kyura sudah besar dan ia sudah mempunyai dua orang anak. Anak-anaknya sangat lucu dan manis. Melihat kyura yang senang sekali, aku jadi ingin mempunyai anak dan menjadi seorang ibu. Ah, sayang sekali aku tak bisa menjadi ibu. Aku akan ke dunia yang sebenarnya dalam usia dua puluh dua, itupun jika aku mampu. Sebaiknya aku membuang jauh-jauh harapan itu, buatku kyu disampingku dan menemaniku itu sudah cukup. Saranghaeyo kyu..

 

“minra-ya, sayang sekali kau harus pergi secepat ini..” kyu terisak sebentar. Ia kembali membalik lembaran berikutnya.

 

3 oktober 2009

Hari ini aniversaryku dengan kyu yang ke 3 bulan. Kyu membuat surprise party untukku dan memberikanku sebuah cincin bermata bintang. Desainnya sangat simple namun indah. Aku juga memberikan kyu hadiah, kau ingat kalung couple berbandul bintang yang pernah kuceritakan ry? Itulah yang kuberikan padanya. Aku berharap agar bintang itu menggantikan aku menjaganya saat aku tak ada lagi disini..

 

19 oktober 2009

Ulang tahunku. ‘saengil chukae, minra-ya’ ^^ umurku sudah dua puluh satu tahun sekarang, waktuku semakin sempit. Apakah aku masih bisa merasakan umur dua puluh dua, tuhan?

 

26 desember 2009

Kepalaku sungguh sakit, aku sungguh tak kuat, tuhan! Sungguh.. apa aku harus menyerah? Aniyo, aku tak boleh menyerah. Aku harus tetap bersemangat hingga akhir takdirku.. benarkan ry?

 

1 januari 2010

Kyuhyun sudah mulai debut sebagai magnae dari grup super junior. Aku tahu waktunya pasti tersedot habis oleh berbagaimacam kegiatannya. Sebenarnya dia tak mau debut, tapi aku memaksanya. Aku bilang padanya agar ia mewujudkan impiannya tanpa perlu mengkhawatirkan keadaanku. Lagian aku sehat-sehat saja. Dia menyetujuinya dan berjanji akan pulang setiap 2 hari seminggu. Kyuhyun-ah, kau harus berusaha, oke..

 

3 febuari 2010

Kyuhyun ulang tahun hari ini, dan ia telah menginjak usia dua puluh dua. Ahh, aku sedikit iri padanya, karena ia bisa menginjak usia dua puluh dua. Apakah aku juga mampu berumur dua puluh dua? Sudahlah, tak ada gunanya bersedih. Ini hari bahagia.

Kyuhyun mengajakku ke dorm dan bertemu para hyungdeulnya (kakak-kakaknya). Mereka menyambutku dengan hangat. Wahh, mereka semua sangat tampan, siwon oppa sangat baik padaku, ia memperhatikanku layaknya seorang oppa. Ah, aku jadi ingin mempunyai oppa. Eunhyuk , shindong dan donghae oppa mengajari gerakan dance padaku, aku hanya melongo menatap tubuh elastis mereka. Wookie oppa dan sungmin memasakkan ramyeon untukku. Kami merayakan ulang tahun kyu dengan gembira. Cake buatan wookie dibabat habis oleh shindong oppa, ahahaha~ mereka bisa melupakan sejenak kegalauanku. Happy b’day kyu-ku…

 

17 april 2010

Tiba-tiba saja aku pingsan setelah sebelumnya kepala dan perutku nyeri. Kyuhyun yang tengah konser mendadak meninggalkan shownya hanya untuk melihatku dan akhirnya ia dimarahi sooman-ssi, karena tak bersikap professional. Aku membujuk kyu agar kembali ke shownya segera, namun ia menolak. Aku lihat ia tengah menangis dan berkata ‘bodoh, jangan pernah pingsan lagi.. Kau membuatku cemas! Arra?’ aku hanya mengangguk pelan menatapnya dan berkata membujuk agar ia kembali ke show. Akhirnya ia mau dan kembali ke sana, sebelumnya ia terlebih dahulu meminta ahra eonni untuk menemaniku. Ahra eonni sangat kaget melihat keadaanku, seharian ia menjagaku. Miane, eonni. Aku sebenarnya tak mau membuatku khawatir. Eomma tak tahu aku di rawat di rumah sakit, aku membujuk ahra eonni agar tak memberitahukan keadaanku pada eomma dan memintanya berkata pada eomma jika aku menginap bersamanya. Eomma percaya dengan kebohongan yang kubuat. Miane, eomma, aku tak mau membuatku khawatir.

 

18 april 2010

Saat aku terbangun dari istirahatku, ahra eonni menatapku dengan pandangan aneh. Benar-benar tak bisa kuartikan. Dia berkata padaku bahwa ia telah mengetahui tentang penyakitku. Astaga, bagaimana ini? Ahra eonni memelukku erat dan mengatakan jika aku harus tabah menjalani hidup. Aku hanya mengangguk pelan dan balas memeluknya. Ternyata ia tak marah padaku, gomawo eonni-ya..

Aku membujuk eonni supaya tak menyebarkan tentang penyakitku, aku sungguh tak ingin membuat semua orang cemas. Ahra eonni menatapku tak percaya, namun ia akhirnya berjanji takkan mengatakan penyakitku pada eomma dan kedua orangtuanya. Sekali lagi, gomawo eonni-ya. Aku sungguh berhutang banyak padamu..

Aku meminta segera pulang ke dokter, ia menggeleng dan mengatakan kondisiku sudah lumayan parah. Seharusnya aku di rawat disini, tapi aku bersikeras untuk pulang. Akhirnya dokter mengijinkanku dengan syarar aku harus selalu cek up ke sini. Aku hanya mengangguk dan mengemasi barang-barangku. Ah, aku merindukan kyu-ku. Kira-kira ia sedang apa ya?

 

1 juli 2010

Aku mencapai dimana aku berada dalam tahap yang sungguh membuatku ingin menyerah. Tuhan, inikah akhir hidupku? Jika memang begitu, maka aku pasrah padamu.. aku menyerah… kyu, maaf jika aku menyerah.. aku menyayangimu, selamanya..

 

Kyu menatap miris tulisan terakhir minra. Air matanya mengalir dan terus mengalir. Pikirannya melayang ke kejadian yang merupakan akhir dari kehidupan minra di dunia.

 

# Flashback

Seorang lelaki tengah lari dengan tergesa-gesa menuju ruang latihan, matanya mencari-cari seseorang. Pandangannya berhenti pada satu titik, ia melangkah cepat dan berdiri di depan.

“minra-hossh-ada-hosh-di-hossh-dorm”

“ne?” kyu menatap siwon dengan pandangan bertanya. Siwon menarik nafas, menetralkan nafasnya yang tersengal-sengal.

“minra ada di dorm, wajahnya sangat pucat. Cepat temui dia kyu” sontak ucapan siwon membuat kyu segera berlari kencang menuju dorm.

“minra-ya, kau harus kuat” kyu terus berlari. Ia membuka pintu dorm dan berlari ke arah sofa yang telah dikerumuni para hyungdeulnya. Donghae tengah mengompres dahi minra dan menyelimutinya. Kyu menatap minra tak percaya, wajahnya sungguh pucat dan terlihat begitu lemas. ‘tuhan, kumohon selamatkan minra-ku. Jangan kau ambil dia sekarang, tuhan..’ batin kyu dalam hati. Kyu mendekat ke sofa dan berdiri tepat di samping minra.

“minra-ya, gwenchana?” kyu menggenggam erat tangan minra.. Dirasakannya kulit yeoja itu sedikit dingin.

“na gwenchana, kyu. Tak usah khawatir” ucap minra lembut sambil mengelus pipi kyu. Kyu terisak pelan, air matanya jatuh. Minra mengusap air mata kyu dan menatap kyu.

“kau itu namja kyu, jangan menangis. Kau harus kuat, aku saja kuat kok” minra tertawa pelan dan Kyu mengangguk.

“kyu, aku mau ke tempat favorit kita. Kau maukan mengajakku kesana?” minra menatap kyu dengan tatapan memohon.

“kau sedang sakit, minra-ya” minra menggeleng pelan. dilepaskannya kompres di dahinya dan duduk.

“aniyo kyu, aku baik-baik saja, lihat aku sehat bukan?” minra kembali tersenyum.

“turutilah kemauannya, kyu” sungmin menepuk bahu kyu pelan dan tersenyum.

“ne, aku yang akan bicara pada sooman-ssi. Kau pergilah” leeteuk tersenyum mengerti. Yang lain mengangguk setuju dengan pendapat teuki. kyu mengangguk dan tersenyum ke arah mereka.

“gomawo hyung” mereka mengangguk. Kyu menatap minra yang masih saja terlihat pucat.

“aku akan mengambil mantel dan syal, kau harus memakainya agar tak kedinginan, arra?” minra mengangguk paham dan dikenakannya mantel plus syal yang telah diberikan kyu hingga memberikan sedikit kehangatan pada tubuhnya yang dingin.

“aku pergi dulu hyung”

“ne, hati-hati ya kalian” donghae menatap kyu dan minra cemas, langsung saja eunhyuk memeluk donghae.

“kajja” Kyu memapah minra ke Hyundai putihnya.

“sudahlah, semua pasti akan berakhir baik”, ucap siwon.

“ayo kita kembali berlatih..” leeteuk berjalan pertama diikuti heechul, yesung, ryeowook dan yang lainnya.

“kau pasti kuat, Minra-ya. Aku yakin itu…” Donghae menatap ke arah dimana kyu dan minra menghilang. Siwon menepuk pundak donghae pelan dan tersenyum.

“kajja” donghae dan siwon berlajan menuju ruang latihan, menyusul hyungdeulnya yang sudah duluan.

 

***

Sesampainya di tempat tujuan, kyu kembali memapah minra. Mereka berdua duduk di pinggiran sungai seperti biasa. Kyu terus menggenggam erat tangan minra, sekalipun ia tak mau melepaskan genggaman tangannya.

“disini dingin sekali ya” minra merapatkan mantelnya. Kyu memeluk minra erat.

“sudah mendingan?”

“nde. engg kyuu~”

“ya?”

“gomawo, jeongmal gomawo (terima kasih banyak)”

“untuk?”

“untuk cintamu, untuk perhatianmu, untuk pelukanmu dan semuanya”

“kau berkata seperti hendak pergi jauh saja, yeobo”

“bukannya aku memang akan begitu kyu?”

“sssttt..” kyu meletakkan telunjukknya di bibir minra. “jangan pernah bilang seperti itu, kau akan terus ada dan selamanya disisiku” minra tertawa pelan.

“aku tak mau melawan takdir yang telah ditetapkan untukku kyu. Jika memang aku harus begitu, maka aku akan pasrah menerimanya. Tindakanku benarkan, kyu?” minra menatap kyu. Kyu terdiam.

“aku mau kau berjanji padaku kyu, kau maukan menepatinya?” kyu mengangguk, ditahannya air mata yang mau turun.

“kau harus berjanji padaku bahwa kau tak akan menagis saat aku pergi nanti” kyu mengangguk dan mengeratkan pelukannya.

“ne, aku berjanji” suara kyu parau.

“kau harus berjanji akan serius menjalani karirmu dan kau juga harus berjanji takkan terpuruk saat aku pergi, kau harus tetap menjalani hidupmu dengan penuh semangat. Arrachi? (mengerti?)” kyu kembali mengangguk.

“kau juga harus menikah nantinya dan mempunyai anak. Anakmu pasti sangat lucu dan akan maniak game seperti appanya” minra tersenyum.

“kyuu~”

“emm..”

“aku lelah, bolehkan aku istirahat sebentar? Hanyalimamenit”

“ne, aku akan membangunkanmu 5 menit kemudian” minra mengangguk.

“Kyu..”

“ne?”

“saranghaeyo..” minra memejamkan matanya dan memeluk kyu erat. Mereka tetap berada dalam posisi ini selamalimamenit.

“minra-ah, ini sudah lewat darilimamenit. Bangunlah..” kyu menguncang pelan tubuh minra tetapi minra tak bergeming.

“minra-ah.. jawab aku” kyu terisak pelan. Perlahan pelukan minra mengendur dan akhirnya tangannya terlepas sepenuhnya dari pinggang kyu. Air mata kyu mengalir deras.

“minra-ah.. kenapa kau diam saja? Jawab aku minra-ah!” kyu menguncang kembali tubuh minra tetapi minra tak bergeming.

“minra-ah, kau meninggalkanku? Minra-ah..” kyu semakin keras terisak dan memeluk tubuh dingin minra dengan erat.

“saranghaeyo minra-ah..” kyu berbisik pelan di telinga minra. Diciumnya perlahan bibir beku minra dan kembali memeluknya erat.

# Flashback end

 

Kyu tersenyum miris mengingat kejadian itu. Betapa terguncangnya hati dan emosinya begitu minra meninggalkannya. Hampir satu bulan kyu tak mau makan, tidur ataupun berbicara pada siapapun. Ia tampak seperti mayat hidup. Namun, perlahan ia menyadari, semakin ia begini, minra akan sedih melihatnya. Akhirnya ia kembali pada kyu yang semula, seperti saat ini. Kyu menutup diary minra dan memasukkannya ke ransel. Tiba-tiba saja secarik kertas meluncur dari diary itu. Kyu membuka dan membacanya perlahan. Ia tersenyum dan menyimpan kembali diary berserta kertas tadi.

Ia mendekati sebuah nisan yang berada di antara pepohonan pinus plus bebungaan liar. Ditaruhnya setangkai mawar putih kesukaan minra dan mengusap pelan nisannya.

“minra-ah, sekarang kau sendiri telah menggapai impianmu bukan? Aku bahagia mendengarnya. Aku juga telah menepati janjiku bukan, nah sekarang kau harus bahagia disana. Sarangahaeyo minra-ah, yeongwonhi..” kyu tersenyum simpul dan berjalan kembali menuju Hyundai putihnya.

***

 

Kyuhyun-ah..

Saat kau membaca ini, mungkin aku telah bergabung dengan jutaan bintang di angkasa. Jika kau merindukanku, kau hanya perlu mencari bintang yang paling bercahaya, itulah aku.. walaupun terdengar klise, namun itulah impianku. Kau mengingatnya kan? Aku tahu kau akan mengingatnya, karena kau mempunyai ingatan yang baik..

Kyuhyun-ah..

Ingatlah, kau sudah berjanji padaku untuk tak menangisi kepergianku dan terus menjalani kehidupanmu dengan penuh semangat. Ingat kyu, live must go on. Walau aku tak berada di sampingmu lagi, tapi percayalah, aku selalu melihat dan menjagamu dari atas sana. Kau mengertikan? Kau juga harus menjadi penyanyi professional dan membuat kedua orangtuamu bangga. Jangan lupa juga untuk mencoba akur dengan nunamu. Kau tahu, walau dia sering kali mem-bullymu, tapi sejujurnya ia menyanyangimu..

Kyuhyun-ah..

aku mau berterimakasih padamu. Berterima kasih karena kau telah mencintai yeoja penyakitan sepertiku. Berterimakasih untuk pelukanmu yang kerap kali menghangatkan tubuhku dan juga berterimakasih atas kata-katamu yang selalu memotivasiku untuk tetap bertahan dan tak menyerah dengan penyakit. Tapi, maafkan aku kyuhyun-ah. Sekali ini aku sungguh tak sanggup, aku mau menyerah dan pergi ke kehidupan selanjutnya. Kau mengerti keputusanku kan, kyuhyun-ah? Aku tahu, kau akan selalu mendukungku.

Gomawoyo kyuhyun-ah.. nega jeongmal saranghaeyo (aku benar-benar mencintaimu) kyuhyun-ah..

 

With love,

 

Park Minra

 

~ END ~

 

Gimana readers, anehkah? gajekah? abalkah? RCL pleaseee.. ReadCommentLike^^

 

7 responses

  1. Aaaargh anda hrs tanggung jwb krna bkin saya nangis mewek2 gni (?) *todong author pake golok*

    alurnya keren, ga kecepeten, pkoknya kayak airsungai yg mengalir dgn lncar lah (?)

    daebak!! D tnggu karya slanjut ny !!!! ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s