This is Love (Part 6)

Author : Rii-ya Kim

Title : This Is LOVE ? [6/6] END

Main Cast :

Park Hyu Rii as Hyu Rii (OC)

Kim Hyun Joong ‘ss501’ as Hyun Joong

Park Gyuri ‘Kara’ as Gyuri

Other Cast :

Kim Kyu Joong ‘ss501’ as Kyu Joong

Park Jung Min ‘ss501’ as Jung Min

Kim Hyung Jun ‘ss501’ as Hyung Jun

Heo Young Saeng ‘ss501’ as Young Saeng

Jiyeong ‘Kara’ as Jiyeong

Yoon Shi Yoon as Dokter Yoon

Goo Hara ‘Kara’ as suster Hara

Ratting : PG 15

Genre : Romance/Family/Friendship

Length : Multichaptered

Disclaimer :  All characters belong to God and themselves. but Park HyuRii (OC) and the plot is mine

Summary :  “Saat kau bermain dibukit bersama Onew, sebenarnya aku ada disana. Dari pulang sekolah aku memperhatikan kalian. Aku cemburu pada Onew……”- Kyu Jong say

“DON’T COPY-PASTE WITHOUT MY PERMISSION. TAKE OUT WITH FULL CREDITS”

GUEST STAR : Lee Jin Ki ‘SHINee’ as Onew

 

::::::::::::::::::::::

 

[Hyu Rii POV]

 

+++++++++++++++++++

 

Aku  terbangun dan sadar namun tak ada siapapun dikamar ini. Aku melihat ke meja. Disana ada photo pernikahan Kyu Jong oppa, lalu disana ada photo Kyu Jong oppa semasa kecil. Dulu aku juga pernah melihatnya, Kyu Joong oppa yang memperlihatkannya karena aku memaksanya. Aku ingin tau bagaimana wajah Kyu Jong oppa kecil seperti apa^^ saat ku lihat photo selanjutnya, disana terdapat photo Kyu Jong oppa kira-kira photo itu di ambil saat Kyu Jong oppa berusia 12 tahun. Dalam photo itu Kyu Jong  bersama seorang namja, namja itu berusia lebih muda darinya. Sepertinya aku mengenalnya. Dia.. yaa aku ingat dia adalah Onew. Dia adalah cinta pertamaku sewaktu aku di Jepang. Bagaimana bisa Kyu Jong oppa mengenal Onew?! Sekilas aku ingat peristiwa itu.

 

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyu Rii POV]

 

Aku keluar dari kamar dan mencari Kyu Jong oppa. Aku sudah menelusuri ruangan yang ada dirumah ini, namun aku tak dapat menemukan siapapun. Aku melangkah menuju pintu belakang. Ternyata pintu tersebut menuju taman belakang rumah. Disana ada Hyun Joong oppa, Kyu Jong oppa dan juga Jiyeong tentu saja bayi itu masih digendongnya. Mereka mengobrol santai khalayaknya keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Pemandangan tersebut sangat aneh bagiku. Mereka tertawa lepas seperti tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya. Aku teringat niatku menemui Kyu Jong oppa (setelah melihat photo Kyu Jong dengan Onew). Kemudian aku mendekati mereka.

 

“Rupanya kau sudah bangun Hyu Rii” Jiyeong yang melihatku langsung bertanya (basa-basi).

“Putramu sungguh tampan oppa, sama seperti kau. Tapi semoga saja kelak ia tak jadi seorang pembohong “ sindirku karena kesal.

 

“Oh iya oppa. Mengapa ada photomu bersama Onew sewaktu kau kecil?” aku tak ingin menyimpan rasa penasaranku lama-lama.

 

“Onew? Darimana kau tau?” tanya Kyu Jong oppa seperti menyembunyikan sesuatu.

 

“Apa yang kau sembunyikan dariku, oppa? Mengapa ada photomu bersama Onew? Apa kau mengenalnya? Ada hubungan apa antara kau dan Onew? Siapa kau sebenarnya?” aku menodong Kyu Jong oppa dengan banyak  pertanyaan. Kecurigaanku semakin kuat. Aku ingat kembali pada kejadian itu. Kejadian dimana saat aku dan Onew satu sekolah.

 

“Onew adalah dongsaeng-ku” rasa kaget menghampiriku. Aku tak pernah tau jika Kyu Jong oppa adalah hyung-nya Onew.

 

“Mianhae, aku tidak pernah memberitaumu tentang ini” kata Kyu Jong oppa lagi.

 

“Apa maksudmu oppa? Mengapa kau menyembunyikan identitasmu dariku? Apa kau mau membalaskan dendam orang tuamu padaku??” air mataku mulai menetes. Suara-suara itu mulai terdengar kembali. Perasaan takut menyelimutiku. Tubuhku gemetar.

 

“Dasar pembunuh.. kau pembunuh.. pembunuhhhh”

 

Aku mulai limbung. Hyun Joong oppa dengan sigap menangkap tubuhku. Hyun joong oppa memapahku untuk duduk dikursi. Aku bersandar ditubuhnya.

 

“Mianhae Hyu Rii, aku hanya ingin menebus kesalahanku padamu” Kyu Jong oppa mulai terisak, sepertinya ia sangat menyesalinya.

 

“Apa maksudmu oppa? Kesalahan apa?” suaraku mulai melemah.

 

“Tentang kecelakaan Onew” kecelakaan itu?? Aku menangis mengingatnya.

 

“Sebenarnya kecelakaan itu…..”

 

-Flashback [Author POV]-

 

Dua belas tahun yang lalu di Jepang.

Saat teman-teman Hyu Rii dan Onew pulang, Hyu Rii dan Onew sedang bermain di taman sekolah.  Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih meski usia mereka masih anak-anak. Hyu Rii memakai mahkota yang terbuat dari ranting pohon yang dihiasi mawar putih sedangkan Onew memakai mahkota yang terbuat dari daun. Sambil berjongkok didepan Hyu Rii, Onew menggenggam tangan Hyu Rii.

 

“Hyu Rii, maukah kau menjadi pendamping hidupku?” tanya Onew. Meski Onew masih anak-anak namun perkataan Onew seperti orang dewasa. Mimik wajahnya pun serius saat mengucapkannya. Lalu Hyu Rii mengangguk malu-malu. Onew memasukan cincin yang terbuat dari rumput liar ke jari manis Hyu Rii, lalu mengecup tangan Hyu Rii (aku mau donggg #dipelototin Kyuppa XD#).

 

“Onew apa kau serius?” tanya Hyu Rii malu-malu.

 

“Tentu saja aku serius padamu Hyu Rii” ucap Onew mantap.

 

“Kalau begitu ayo kita balapan naik gunung itu” ajak Hyu Rii sambil menunjuk bukit kecil  yang ada di sebrang taman. Mereka menyebut bukit kecil itu sebuah pegunungan. Lalu mereka berlari menyebrangi jalan . Untung saja jalanan disini sepi kendaraan.

 

Mereka berdua berlarian menaiki dan menuruni bukit. Saat itu Onew bersembunyi dibalik pohon. Hyu Rii kebingungan mencari Onew. Lima belas menit waktu berlalu namun Hyu Rii tak juga menemukan Onew. Saat Hyu Rii melihat ke jalan Onew sudah berlumuran darah. Kepalanya terbentur batu besar. Hyu Rii teriak histeris. Ia mencoba membangunkan Onew dengan mengoyangkan tubuh Onew, namun Onew tak sadar juga. Hyu Rii terus saja menangis. Ia tidak tau harus meminta bantuan kepada siapa. Di sekolah sudah sepi. Orang tua mereka pun selalu telat menjemput, buktinya sampai sekarang mereka belum datang menjemput.

 

“Onew.. ayo pulang. Ini sudah sore” teriak seorang ibu-ibu ditaman sambil melambai-lambaikan tangannya. Hyu Rii tidak berani melihat ibu-ibu itu, Hyu Rii ketakutan, terlalu takut.

 

“Onew..” teriak ibu-ibu itu lagi. karena tak ada jawaban maka ibu itu menghampiri Hyu Rii dan Onew yang sedang tergeletak dengan berlumuran darah.

 

Sesampainya ditempat Hyu Rii dan Onew.

“Onewww” ibu itu kaget melihat keadaan Onew yang berlumuran darah.

“Mengapa kau bisa seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Onew bangun, sayang bangun. Ini Eomma, sayang” ibu itu yang ternyata eomma-nya Onew, menangis sesenggukan melihat keadaan anaknya yang seperti ini.

 

“Apa yang kau lakukan pada Onew??” sentak eommanya Onew pada Hyu Rii. Hyu Rii menjadi sangat ketakutan, ia mulai meneteskan air matanya.

 

“Apa yang kau lakukan pada anakku?? Kau mencelakainya? Seharusnya dari dulu tak kubiarkan kau bermain bersama Onew.  Eomma-mu saja meninggal karena melahirkanmu. Itu semua karena kau pembawa sial. Dasar pembawa sial” amarah eomma-nya Onew semakin menjadi.

 

Saat Hyu Rii memegang tangan Onew, eomma-nya Onew melepaskan tangan Hyu Rii dengan paksa. “Jangan pegang anakku!!” ‘plakkk’ tangan eomma-nya Onew mendarat bebas dipipinya Hyu Rii. Hyu Rii menangis dan wajahnya sangat merah. Sudut kiri bibirnya mengeluarkan cairan merah, darah. Hyu Rii hanya bisa memegangi pipinya tanpa berkata apapun.

 

Eomma-nya Onew membawa Onew ke rumah sakit. Hyu Rii ditinggal sendirian di bukit itu. Iya terus saja menangis sambil memanggil nama Onew. Beberapa saat kemudian Gyuri datang untuk menjemput Hyu Rii.

 

“Mengapa bibirmu berdarah?” kata Gyuri sambil memeluk Hyu Rii. Hyu Rii masih tidak mau  bicara. Kemudian Gyuri memapah Hyu Rii ke mobil dan mereka menuju rumah sakit.

 

#Rumah Sakit#

“Ku periksakan lukamu dulu baru kita pulang” Hyu Rii hanya bisa pasrah mengikuti Gyuri. Mereka harus melewati ruang ICU untuk menemui dokter pribadi keluarga mereka. Disana ada keluarganya Onew. Hyu Rii yang melihat itu tidak mau melangkahkan kakinya. Gyuri yang menyadari itu menjadi bingung.

 

“Waeyo?” tanya Gyuri pada Hyu Rii. Namun tetap saja Hyu Rii tak mau bicara. “Ayoo” Gyuri terus memaksa Hyu Rii dan menariknya. Tepat disaat Gyuri dan Hyu Rii melewati ruang ICU, dokter yang memeriksa Onew keluar dan berkata bahwa Onew sudah tidak dapat ditolong lagi. eomma Onew yang melihat Hyu Rii langsung menarik tangan Hyu Rii dan menamparnya (lagi).

 

“Nyonya!! Apa yang kau lakukan pada dongsaeng-ku? Apa kau sudah gila? Dia anak berumur enam tahun” bentak Gyuri pada eomma-nya Onew. Gyuri sangat marah melihat adiknya diperlakukan seperti itu (iyalah siapa yang ga marah?! Anak berusia enam tahun ditampar orang lain, orang tuanya aja gak gitu :@ #author babbo. Bikin cerita sendiri, comment sendiri :D# lanjuttt).

 

“Siapa yang lebih gila?! Anak sial ini atau aku? Dia telah membunuh putraku dan dia juga telah membunuh eomma-nya sendiri!!” eomma-nya Onew sangat keterlaluan. Gyuri menarik tangan Hyu Rii untuk pergi dari sana. Gyuri membawa pulang Hyu Rii. Hyu Rii hanya diam saja, antara sakit dipipi dan dihatinya membuat ia tak bisa berbuat apa-apa selain diam. Bila menangispun semuanya akan percuma, pikir Hyu Rii.

 

*sesampainya dirumah*

Gyuri mengantar Hyu Rii menuju kamarnya. Hyu Rii masih diam dan tidak mau berbicara apapun. Setelah mengantar Hyu Rii, Gyuri menelpon dokter pribadi keluarganya untuk datang ke rumah karena tadi ia tidak sempat membawa Hyu Rii keruangan dokter karena keadaannya tidak memungkinkan.

 

*satu minggu  kemudian*

Jun sedang duduk disamping Hyu Rii. Sudah satu minggu sejak kejadian itu Hyu Rii tidak mau sekolah. Makanpun jika tidak dipaksa, Hyu Rii tidak mau makan. Jun sedang membujuk Hyu Rii agar mau makan.

 

“Apa kau tidak kasihan pada ayah dan eonni-mu?” kata Jun sembari mengusap lembut rambut Hyu Rii. Meski usia mereka masih enam tahun, namun pikiran mereka seperti orang dewasa saja.

 

“Aku telah membunuh eomma karena melahirkanku dan satu minggu yang lalu aku membunuh Onew. Sebaiknya kau pergi saja daripada kau mati disini karena dekat-dekat denganku” untuk pertama kalinya Hyu Rii membuka suara sejak satu minggu yang lalu.

 

“Eomma-mu meninggal bukan karena kau tapi karena kehendak Tuhan. Onew juga meninggal bukan karena kau tapi juga karena kehendak Tuhan” kata Jun bijak.

 

“Tapi eomma-nya Onew bilang bahwa aku yang membunuh mereka” tatapan mata Hyu Rii kosong, ia seperti tak bernyawa. Kasihan Hyu Rii, ia anak kecil berusia enam tahun tapi jalan hidupnya sudah terlalu rumit.

 

“Memangnya kau yang menyebabkan mereka meninggal? Bukan Hyu Rii, itu semua adalah takdir. Jalan hidup yang harus mereka lewati. Bukan karena kau yang menyebabkan mereka meninggal” Jun lagi-lagi memberi nasehat pada Hyu Rii.

 

“Tapi aku yang menyebabkan mereka meninggal. Jika saja aku tidak dilahirkan mungkin eomma masih hidup dan berada disini. Dan jika saja aku tidak mengajak Onew bermain dibukit mungkin Onew masih ada disini bersama eomma-nya”

 

“Sudahlah Hyu Rii. Jangan berbicara seperti itu lagi. kau bukan penyebab mereka meninggal”

 

-Flasback End-

 

[Hyu Rii POV]

 

“Saat kau bermain dibukit bersama Onew, sebenarnya aku ada disana. Dari pulang sekolah aku memperhatikan kalian. Aku cemburu pada Onew. Dia selalu menjadi prioritas utama bagi kedua orangtuaku. Apapun yang Onew inginkan selalu dipenuhinya. Saat Onew bisa tertawa bahagia aku semakin cemburu. Saat itu timbullah amarahku. Saat Onew bersembunyi darimu dibukit, aku mendorong Onew dari  atas. Aku tidak tau dibawah ada batu besar. Dan kejadianlah kecelakaan itu. Aku juga takut dan aku bersembunyi dibalik pohon.” Cerita Kyu Jong oppa. Aku tau dia menyesalinya, tapi kenapa harus aku yang menanggung semua ini?? Mengapa aku yang harus menderita selama belasan tahun??

 

“Kau jahat oppa” ucapku lirih.

 

“Mianhae Hyu Rii. Aku juga tidak mengerti jalan pikiranku saat itu. Aku hanya cemburu” Kyu Jong oppa tertunduk sedih.

 

“Mengapa kau membiarkanku dicaci maki oleh oemma-mu? Disalahkan? Aku sangat terpukul dengan kejadian itu. Aku trauma, sampai-sampai aku tak pernah punya teman dekat selain Jun. Selalu pergi kemana-mana diantar Jun atau Gyuri eonni, aku takut mengenal orang baru. Setelah ku bertemu dengan kau dan Gyuri eonni juga Jun meyakinkanku untuk mengenal orang baru, aku mau mengenalmu sampai akhirnya aku dan kau menjadi sepasang kekasih” ceritaku tanpa jeda. Aku sudah tidak kuat menahan semua ini. Ku keluarkan saja semua kegelisahanku.

 

“Tapi ternyata, kau mendekatiku hanya untuk meminta maaf dariku karena kesalahmu dimasa lalu? Aku tak menyangka kau sekejam itu oppa. Ku pikir kau benar mencintaiku.” Air mataku terus saja membasahi pipiku.

 

“Mungkin memang bukan aku penyebab Onew meninggal, tapi memang benar akulah penyebab eomma-ku meninggal. Karena aku dilahirkan eomma meninggal. Aku tetap pembunuh. Yaa aku pembunuh” kataku malang.

 

“Hyu Rii sudahlah, yang lalu biarkan berlalu. Setiap manusia akan kembali pada-Nya. Kau tak perlu menyalahkan dirimu seperti ini. Eomma-mu meninggal bukan karena kau dilahirkan tapi karena sudah kehendak-Nya” nasehat Hyun Joong oppa. Yaa.. aku tau itu. Tapi cap pembunuh eomma sudah melekat padaku sejak eomma-nya Onew bilang seperti itu.

 

Aku tak kuasa menerima semua kenyataan ini. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Memaafkan Kyu Jong oppa? Melupakan semua kejadian yang terjadi hari ini juga dua belas tahun yang lalu seperti tidak pernah terjadi apa-apa? Apa aku bisa menerimanya? Apa aku mampu memulai semuanya dari nol? Ternyata orang baru memang tak bisa dipercaya, heh. Hidupku benar-benar miris.

 

 

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyu Rii POV]

 

Kemarin benar-benar melelahkan. Tak pernah kusangka bahwa Kyu Jong oppa adalah penyebab kecelakaan itu terjadi dan ternyata dia juga hyung-nya Onew. Tapi aku sedih bukan karena Kyu Jong oppa yang telah menikah dengan Jiyeong tapi karena Kyu Jong oppa membuatku menderita sampai bertahun-tahun menanggung tuduhan eomma-nya Kyu Jong oppa. Tapi sakit hatiku atas pengkhianatan Kyu Jong oppa tak seberapa sakitnya dibanding mengetahui Hyun Joong oppa sangat mencintai Gyuri eonni.

 

Aku harus memulai hidup baruku. Aku akan bahagia untuk eomma dan juga Onew. Aku akan melupakan semua kesedihan dan juga ketakutanku demi eomma, appa, eonni, Jun, juga Onew. Aku harus bahagia untuk mereka. Yaaa.. bahagia untuk mereka.

 

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyun Joong POV]

 

Sudah kusiapkan mawar putih yang sempat tak jadi kuberikan pada Hyu Rii, tentu saja bunganya baru saja kubeli bukan yang waktu itu (si oppa becanda ajaaa, wkwkwk). Sudah rapi. Tubuhku juga sudah wangi. Aku bergegas mengambil kunci motor. Dan langsung melesat menuju rumah Hyu Rii.

 

-sesampainya dirumah Hyu Rii-

“Annyeong Hyun” sapa Gyuri saat membukakan pintu. Saat itu Hyu Rii turun dari tangga dan melihat kami. Tanpa persetujuan dariku Gyuri mengambil bunga ditanganku. Hyu rii seperti terlihat marah ia lalu kembali ke atas. Aku ingin memanggil Hyu Rii namun sudahlah mungkin ia lelah karena kemarin. Aku hanya menitipkan bunga itu pada Gyuri dan sebelumnya ku sampaikan sesuatu pada Gyuri.

 

::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Hyu Rii POV]

 

Hoammmm… pagi ini sepertinya cerah sekali. Tapi jam berapa sekarang?! Omo??? Jam enam lewat?! Aku harus cepat-cepat. Setelah siap aku segera turun untuk  sarapan, eonni sedang menonton acara TV pagi.

 

“Eonni.. mengapa kau tidak membangunkanku?” omelku pada Gyuri eonni karena ia tidak membangunkanku pagi ini.

 

“aku sengaja tidak mebangunkanmu.” Enteng sekali dia mengatakan itu. Awas saja kau eonni. (Hyu Rii sengaja tidak mengingat kejadian apapun yang membuatnya sedih, karena ia sudah bertekad untuk tidak mengingatnya lagi).

 

“Kau ini eonni, jahat sekali pada dongsaengmu yang lucu ini” kataku sambil memasukan sarapan kemulutku dengan buru-buru.

 

“Eonni, mengapa bus jemputanku belum datang juga?” kataku lagi.

 

“Bus jemputanmu sudah datang dari tadi hanya saja kau masih diatas, kusuruh saja mereka berangkat duluan”

 

“Omoo??? Kau ini sayang tidak padaku? Mengapa kau setega itu?” Aku hampir menangis. Segera kulangkahkan kakiku menuju Gyuri eonni.

 

“Eonni, ayo antar aku ke sekolah” kataku sambil menarik Gyuri eonni dari tempat duduknya.

 

“Aigooo.. aku lupa membertahumu. Mobilku dibengkel sedang diservice. Jadi kau berangkat saja naik bus umum”

 

“Mengaa kau tak bilang dari tadi eonni??” aku segera melangkahkan kakiku dan melesat menuju halte bus.

 

Aku terus menunggu, namun bus lama sekali datangnya. Sudah hampir jam tujuh. Aku bisa dihukum kalau begini caranya. Ahhh.. akhirnya bus-nya datang juga.

 

Kursi yang kosong hanya satu. Ketika aku akan duduk tiba-tiba saja ada namja yang duduk disana. Aku tak bisa melihat wajahnya karena ditutupi koran.

 

“Heii.. kau!” kataku sembari menunjuk wajahnya dengan telunjukku (meski wajahnya tertutup koran karena ia sedang membaca koran itu). “Itu tempat duduk milikku” lanjutku.

“Mwo?? Apa kau bilang?! Tempat ini milikmu? Yang benar saja. Memangnya disini tertulis namamu?”

 

Suara itu? Kejadian ini?! Bukankah aku pernah mengalaminya? Sepertinya aku tau siapa dia. Kubuka saja koran yang menutupi wajahnya. Dengan sigap ia menarik tanganku hingga aku jatuh dipangkuannya.

 

“Duduklah dipangkuanku daripada kau pegl berdiri terus” ucap Hyun Joong oppa seraya menatap mataku dengan tatapan genit (aaa~ mau dongg oppa #dilirik Kyuppa# hahah).

 

“Mengapa peristiwa ini terjadi lagi” kataku kesal namun sesungguhnya aku sangat menikmati ini^^.

 

“Apa kau tidak sadar kejadian hari ini aneh sekali?!” sepertinya Hyun Joong oppa berbuat sesuatu padaku.

 

“Apa kau yang membuatku ditinggal oleh bus sekolah?”

 

“Tentu saja aku” ucpanya bangga.

 

“Mwo?? Kau gila ya?! Apa kau ingin membuatku terlambat?” teriakku pada Hyun Joong oppa.

 

“Hey kalian jangan berisik. Anakku sedang tidur” ucap ibu-ibu yang sedang menggendong bayi.

 

“Mianhae” ucapku dan Hyun Joong oppa berbarengan.

 

“Kau sih” tuduhku pada Hyun Joong oppa.

 

“Apa?? Bukannya kau yang berteriak” kata Hyun Joong oppa tak mau kalah.

 

“Aaaahhh sudahlah. Apa maksudmu membuatku terlambat?” tanyaku dengan wajah cemberut.

 

“Kau lebih cantik jika tersenyum” Hyun Joong oppa malah menggodaku, membuatku tersipu saja.

 

“Kau ini. Cepat jawab. Aku tidak akan tergoda oleh rayuanmu oppa” sejujurnya hatiku sudah sangat meleleh, tapi aku tidak boleh tergoda.

 

“Wajahmu itu merah sekali seperti tomat. Mana mungkin kau tidak tergoda oleh rayuanku” ledek Hyun Joong oppa. Benarkah wajahku semerah itu?!

 

“Aigoooo. Sekolahku sudah terlewat. Oppaaa… kau ini” aku hampir menangis dibuatnya.

 

“Kau tidak perlu menangis. Aku akan membawamu ketempat yang indah”

 

“Maksudmu oppa??”

 

::::::::::::::::::::::::::::::::

 

[Author POV]

 

“Oppa.. kau mau menculikku ya?! Mengaa mataku ditutup kain hitam seperti ini? Sudah membuatku terlambat, sekarang menculikku dari bus. Bagaimana kalau absenku dialfakan?!” Hyu Rii terus saja mengomel.

 

“Diamlah. Sebentar lagi juga sampai. Aku sudah meminta izin pada wali kelasmu” kata Hyun Joong sambil menuntun Hyu Rii.

 

“Kapan kau meminta izinnya?”

 

“Gyuri yang meminta izin”

 

“Mwoo?? Jadi kau sekongkol dengan Gyuri eonni?”

 

“Mengapa kau baru sadar sekarang?! Dasar babbo” ucap Hyun Joong sambil mencubit pipi Hyu Rii.

 

“Awas yaaa kalau kain penutup mataku ini sudah lepas, tak akan kuberi ampun kau”

 

“Hahhahha… kau ini lucu sekali Hyu Rii” Hyun Joong malah tertawa dan mencubit pipi Hyu Rii (lagi).

Tidak lama kemudian Hyun Joong membuka kain penutup mata Hyu Rii. Perlahan Hyu Rii membuka matanya.

 

“Oppa.. mengapa disini gelap?” kata Hyu Rii setelah membuka matanya.

 

“Benarkah? Ini masih pukul sembilan pagi Hyu Rii mana mungkin gelap?” kata Hyun Joong panik.

 

“Tapi aku tak bisa melihat apapun oppa” Hyu Rii meneteskan air matanya dan mulai terisak.

 

“Benarkah??” kata Hyun Joong tidak percaya.

 

“Aku tidak bisa melihat oppa. Bagaimana ini?!”

 

“Mianhae Hyu Rii. jika saja aku tidak menutup matamu, mungkin kau takkan seperti ini” sesal Hyun Joong.

 

“Oppa, aku tidak bisa melihat tempat seindah ini tanpamu oppa. Tanpamu disisiku tempat seindah ini hanyalah sebuah lukisan semata” Hyu Rii ingin tertawa melihat Hyun Joong yang tertipu olehnya.

 

“Jadi kau menipuku?! Dasar kau.. awas yaaaa”

 

“Hahhahahha”

 

Mereka berdua kejar-kejaran di bukit salju ini, begitu Hyun Joong memberi nama tempat iu. Sebenarnya disana tidak terdapat salju sama sekali. Hyun Joong memberi nama Bukit Salju karena disana terdapat bunga putih yang berhamburan diterpa angin. Bunga itu berterbangan seperti salju. Indah sekali.

 

“Ampun oppa. Jangan gelitiki aku. Hahahha”

 

“Karena kau sudah menipuku aku tidak akan mengampunimu sampai kau mau menjadi istriku” kata Hyun Joong terus menggelitiki Hyu Rii tanpa ampun.

 

“Mwoo?? Aa kau bilang?” Hyu Rii tidak percaya dengan perkataan Hyun Joong. Kemudian Hyun Joong mengheentikan aksinya. Hyun Joong berjongkok di hadapan Hyu Rii.

 

“Will you marry me?” ucap Hyun Joong sembari menunjukan cincin yang dari tadi dikantunginya.

 

Hyu Rii tak memberikan jawaban apapun, ia hanya mengangguk. Hyun Joong memasukan cincin itu kejari manis Hyu Rii. Lalu menggendong Hyu Rii menuju mobil yang sudah disiapkannya.

 

“Mengapa akhirnya kau memilihku? Apa karena Gyuri eonni sudah bersama Jung Min oppa?” tanya Hyu Rii saat dimobil Hyun Joong menuju rumah Hyu Rii.

“Tidak. Aku memilihmu karena aku mencintaimu. Ada awalnya aku memang menyukai Gyuri namun akhirnya cintaku untukmu lebih besar dibanding cintaku untuk Gyuri. Aku hanya mengagumi eonni-mu saja” Hyu Rii hanya tersenyum mendengar jawaban dari Hyun Joong.

 

“Inilah cinta, sesuatu yang sulut ditebak. Sulit untuk diungkapkan karena banyak rahasia yang terkandung didalamnya. Seperti rahasia soulmate-ku, yaitu kau Hyu Rii” Hyu Rii semakin tersipu dengan kata-kata Hyun Joong.

 

“Aku akan menikahimu setelah kau lulus kuliah nanti. Sekarang kau telah menjadi tunanganku jadi jagalah hati dan matamu untukku” kata Hyun Joong sembari mengedipkan matanya dan mencium kening Hyu Rii.

 

-T H E . E N D-

 

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

Mianhae bila endingnya kurang memuaskan, kurang seru dan tidak mengasyikan.

Jeongmal mianhae :((

 

Tinggalkan jejak kalian.

Gomawo udah mengikuti THL dari part 1 sampe akhir.

Gomawooooo buat semuanya ^^

3 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s