DON’T SAY GOOD BYE, MY PRINCESS – part 2

Main Casts:
Lee Donghae Super Junior
Park Ji Yeon T-ara
Choi Minho SHINee
 
Other Casts:
Lee Jieun
Luna
Lee Family
Park Family
SHINee’s Member, etc
 
Genre:
Friendship, Family, Romance
 
Author:
Leni Nur Anggraeni
 
*****
 
*note: This fanfiction is my imaginations! Not plagiat!!!
 
I hope you like J))))
 
            Lee Donghae’s pov.
 
            Setelah aku mengantarkan pulang Ji Yeon, aku segera melajukan mobilku menuju kantorku. Namun, aku merasakan ada sesuatu yang aneh dan berbeda di hati dan pikiranku ini. Yahh.. harus ku akui, sepertinya aku mulai menyukai Ji Yeon saat pertemuan pertama kali dengan Ji Yeon. Meskipun aku baru mengenalnya tadi malam, namun aku merasakan suatu kenyamanan saat berada disampingnya. Tak henti- hentinya, sebuah lengkungan manis yang berasal dari bibirku menghiasi sepanjang pagi ini.
 
            Setiba di kantor, seperti biasa para pegawai memberikan sapaan padaku.
 
            “Donghae-ahh, sepertinya ada yang berbeda di dirimu pagi ini.” tanya Kyuhyun, sahabatku dan dia adalah kepala bagian keuangan Shining Star Hotel.
            “Aisshhh… kau ini mengagetkanku saja, Kyuhyun-ahh. Kau ini tidak sopan sekali. Disini aku adalah atasanmu, Cho Kyuhyun..” jawabku tegas.
            “Aisshh… Setiap aku mau masuk ke ruanganmu, aku tidak pernah mengetuk pintu ruanganmu dulu. Tapi, kau sama sekali tidak marah..” ucap Kyuhyun kesal.
            “Ahhhahhaa…… Aku hanya bercanda, Kyuhyun-ahh…”
            “Kyaaa……. Kau ingin bercanda denganku? Candaanmu itu sangatlah tidak lucu. Sejak kapan seorang Lee Donghae yang merupakan tipe namja dingin dan acuh, tiba- tiba ingin bercanda?”
            “Ya sudah kalau kau tidak menyukainya. Sebaiknya kau segera kembali ke ruanganmu.”
            “Kyaaa…….. Lee Donghae, kau belum menjawab pertanyaanku..”
            “Pertanyaan yang mana, Cho Kyuhyun-ahh??”
            “Apa yang membuat kau berubah???” tanyanya penuh selidik.
            “Aku sama sekali tidak berubah, Cho Kyuhyun! Kau pikir aku ini Power Rangers??”
            “Sikapmu pagi ini sangat berbeda dari biasanya, Donghae-ahh. Kau terlihat lebih ceria.”
            “Jinjja???”
            “Aisshhh…… berbicara denganmu sungguh sangat melelahkan. Ya sudahlah jika kau tidak ingin bercerita padaku. Aku kembali ke ruanganku dulu. Annyeong..”
            “Lagi pula aku tidak ingin menceritakannya pada, Kyuhyun-ahh.. hhaha..” Kyuhyun hanya melirikku sinis.
 
            Park Ji Yeon’s pov.
 
            “Hari ini sangat membosankan!! Aku hubungi Minho oppa saja. Eh, tapi tidak ahh.. Minho oppa pasti sedang belajar. Ahhh…….benar- benar membosankan..”aku mengacak- acak rambutku sendiri frustasi.
           
            Choi Minho’s pov.
 
            “Minho-ahh, kenapa hari ini aku tidak melihat Ji Yeon? Kemana dia?” tanya Key.
            “Dia hanya tidak enak badan.” Jawabku seadanya.
            “Kemarin ku lihat dia baik- baik saja.” Ucap Key.
            “Key-ahh, kau mau pulang sekarang tidak? Kajja..” ajak Jinki.
            “Ne, tunggu aku Jinki-ahh.”
            “Minho-ahh, aku dan Key pulang duluan. Ne??”
            “Baiklah, JinKey couple.. Hahhhaa..”
 
            Setelah keluar dari Seoul University, aku memutuskan untuk menemui Ji Yeon di rumahnya.
 
            Aku menekan bel yang ada di depan rumah Ji Yeon. Tidak menuggu lama, akhirnya seseorang membukakan pintu untukku.
 
            “Minho oppa…..” teriak Ji Yeon dan langsung memelukku.
            “Kau merindukanku, eohh???” bisikku pada Ji Yeon.
            “Anniya.. Aku rasa kau benar- benar memahamiku. Saat ini aku sangat bosan sendirian di rumah. Untung saja Minho oppa datang. Kajja..” Ji Yeon menarik lembut tanganku untuk masuk ke dalam rumah.
            “Wahhhh……. Kita hanya berdua disini??” tanyaku dan menunjukkan evil smileku.
            “Kau bisa melihatnya sendirikan??”
            Aku pun duduk di sebuah sofa yang ada di ruang tengah rumah Ji Yeon.
            “Minho oppa mau minum apa??”
            “Terserah kau saja, my princess..”
            Ji Yeon pun meninggalkanku sendirian di ruang tengah. Ku ambil remote tv dan menyalakannya.
            Beberapa menit kemudian, Ji Yeon kembali menghampiriku dengan membawa segelas orange jus dan dia letakkan di atas meja. Lalu, dia duduk tepat disampingku.
 
            “Kenapa pesan singkatku yang tadi malam tidak kau balas?” tanyaku memulai pembicaraan dengan Ji Yeon.
            “Mianhae, aku sudah tertidur.” Jawabnya.
            “Kau baik- baik sajakan? Entah kenapa tadi malam aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu Ji Yeon-ahh.”
            “Nan gwanchana, Minho oppa. Tidak usah berlebihan seperti itu.”
            “Acara tv-nya sangat membosankan.” Ucapku.
            “Minho oppa…”
            “Ne??”
            “Aku ingin jalan- jalan denganmu. Jebal!!”
            “Wajahmu terlihat sedikit pucat, Ji Yeon-ahh. Apa kau yakin??” tanyaku khawatir.
            “Ayolah, Minho oppa..” rengek Ji Yeon dan menunjukkan aegyeonya di hadapanku.
 
            Aku dan Ji Yeon pun pergi jalan- jalan dengan menggunakan mobilku.
 
            “Kau mau kita pergi kemana, Ji Yeon-ahh??”
            “Terserah Minho oppa saja.” Jawabnya singkat.
            “Ahh… kau ini. Kau yang mengajakku pergi jalan- jalan. Tapi, kau belum merencanakan tempat yang akan kita tuju.”
            “Hhhehhhhee..” Ji Yeon hanya tersenyum.
 
            “Turunlah.. Kita sudah sampai. Dan aku sangat yakin, kau akan menyukai tempat ini.” ucapku. Aku dan Ji Yeon pun turun dari mobilku.
 
            “Ini bukan sungai Han, tapi tidak kalah indah dengan sungai Han.” Ucap Ji Yeon dengan raut wajahnya terlihat kagum dengan tempat yang sedang kami kunjungi ini.
            “Ini adalah Sungai Cheonggyecheon. Sangat indah bukan??”
            “Aku pernah mendengar tentang Sungai Cheonggyecheon ini. Tapi, ini adalah pertama kalinya aku kemari. Gomawo, Minho oppa.”
            “Kajja.. Kita jalan- jalan melihat pemandangan yang ada di Sungai Cheonggyecheon.” Aku menarik lembut lengan Ji Yeon. Aku berjalan sejajar di samping kiri Ji Yeon. Ku genggam tangan kiri Ji Yeon dengan tangan kananku.
            “Wahhh…… Sungai Cheonggyecheon sangat menakjubkan.” Pujinya.
            “Aku merasa sangat amat teramat beruntung bisa menjadi warga negara Seoul.” ucapnya lagi.
            “Tentu saja kau harus bangga. Apalagi kau bisa bertemu dan akrab dengan namja tampan sepertiku. Hhahha.” Ucapku percaya diri.
            “Kota Seoul sekarang telah menjadi salah sati negara yang modern di dunia.” Ucap Ji Yeon, memandang pemandangan yang ada di sekitar Sungai Cheonggyecheon.
            “Seoul juga sekarang telah menjadi trendsetter di dunia, Seoul menjadi tempat wisata terkemuka dan termahal di dunia setelah Jepang.” Aku menambahkan ucapan Ji Yeon.
            “Kita harus menjaga dan melestarikan Seoul, oppa. Supaya generasi setelah kita masih bisa menikmati keindahan kota Seoul ini. Salah satunya adalah dengan tetap menjaga dan tidak merusak keindahan tempat ini dengan arsitekturnya yang mengagumkan.” Ucap Ji Yeon, menoleh ke arahku dan memberikan senyumannya yang sangat amat teramat manis. Sehingga berhasil membuat detak jantungku tidak beraturan saat melihatnya.
            “Ji Yeon-ahh..”
            “Ne, Minho oppa?”
            “Kau tahu, sekitar lima tahun yang lalu. Sungai Cheonggyecheon ini tidak seindah seperti sekarang. Dulu Sungai Cheonggyecheon sangatlah kumuh. Tapi, berkat usaha para warga Seoul untuk memperbaiki keindahan lingkungan Sungai Cheonggyecheon dan pada akhirnya berbuah manis. Usaha mereka berhasil dan sekarang Sungai Cheonggyecheon menjadi salah satu tempat wisata yang banyak diminati banyak orang.” Jawabku panjang lebar.
            “Aku tidak menyangka ternyata Minho oppa serba tahu.. hhahha.. Sungai Cheonggyecheon sepertinya juga baik untuk melepaskan kepenatan dan kejenuhan. Donghae oppa juga pasti menyukai tempat ini.” ucap Ji Yeon, dan berhasil membuatku mengernyitkan sepasang alisku karena Ji Yeon menyebut nama Donghae oppa.
            “Donghae oppa? Nugu??” tanyaku penasaran.
            “Donghae oppa adalah putera sahabat appa dan eommaku. Dia sama baik denganmu, oppa. Namun, bedanya dia tidak pernah berbuat usil padaku seperti yang sering kau lakukan padaku. Aku baru mengenalnya kemarin dan dia sangat baik padaku. Dia sangat memahami bagaimana memperlakukan seorang yeoja.”
            “Memangnya aku tidak pandai memperlakukan seorang yeoja dengan sebaik- baiknya? Buktinya kau senang bersamaku saat ini.” jawabku, sedikit kesal.
            “Ne, tapi aku menyukai saat berada bersama Minho oppa..” jawabnya dan berhasil membuat degup jantungku berdetak lebih cepat.
            “Terakhir aku kemari adalah dua tahun yang lalu, saat itu sedang musim gugur. Udaranya sangat sejuk meskipun sering turun hujan dan membuat suasana Seoul redup dan indah.”
            “Kyaaa…. Kenapa Minho oppa baru mengajakku ke tempat seindah ini sekarang??”
            “Karena kau tidak mengajakku untuk pergi kemari.” Jawabku enteng.
 
            Park Ji Yeon’s pov.
 
            Sungai Cheonggyecheon memang sangat indah, terletak di jantung kota Seoul. Air Sungai Cheonggyecheon sangat tenang dan tidak terlihat riak- riak air. Di daerah selatan Sungai Cheonggyecheon memiliki kedalaman cukup dalam dan tentunya banyak ikan yang hidup disana. Banyak orang yang menggunakan kesempatan ini untuk memancing ikan disini. Namun, aku sangat salut dengan warga Seoul, mereka tetap menjaga kebersihan air dan lingkungannya.
 
            “Ji Yeon-ahh.. Kita duduk disini. Apa kau tidak lelah sejak tadi kita berjalan- jalan di pinggir sungai ini.” ajak Minho oppa.
 
            Aku dan Minho oppa duduk di sebuah kursi kayu. Suasana disini sangai sunyi dan hening. Terkadang aku dan Minho oppa melihat ikan- ikan yang sering muncul ke atas.
 
            Aku sungguh- sungguh dengan berbagai keindahan yang disuguhkan di Sungai Cheonggyecheon ini.
 
            Sepanjang Sungai Cheonggyecheon bisa diseberangi di tempat- tempat tertentu. Detail dan designnya sangat memperhatikan keselelaran lingkungan. Untuk menyeberang, kita tidak usah menggunakan jembatan beton, tetapi lebih alami dengan membuat batu- batu loncatan.
 
            Aku dan Minho oppa pun meneruskan perjalanan kami ke arah selatan lagi.
 
            Disini sangat ramai dan sibuk.
 
            “Minho oppa, kenapa disini terlihat sangat ramai dan begitu banyak orang yang berlalu lalang?”
            “Biasanya di tempat ini sering diadakan festival, Ji Yeon-ahh.” Jawab Minho oppa.
            “Jinjja??? Kajja, kita kesana..” aku menarik tangan Minho oppa.
 
            Aku dan Minho oppa menghabiskan waktu di tempat ini sampai malam tiba. Kami bermain, bercanda, dan berfoto riang di tempat ini.
 
            Aku kembali dibuat takjub oleh tempat ini. Pemandangan di Sungai Cheonggyecheon pada malam hari juga sangat indah. Tempat ini sangai terang karena Special Lighting. Tata lampu yang artistic membuat Sungai Cheonggyecheon semakin indah dan benar- benar membuat para pengunjung terhipnotis dengan keindahannya.
 
            “Kau kedinginan, eohh???” tanya Minho oppa. Minho oppa melepaskan jaket yang sejak tadi dipakainya dan memakaikannya pada tubuhku yang hanya memakai t-shirt dilengkapi swetter yang tidak terlalu tebal.
            “Gomawo, oppa. Tapi, Minho oppa juga pasti kedinginan.”
            “Nan gwanchana, Ji Yeon-ahh. Kau saja yang memakainya. Aku ini adalah namja. Daya tahan tubuhku lebih kuat dari pada dirimu.”
           
            Setelah aku dan Minho oppa puas menikmati pemandangan Sungai Cheonggyecheon, kami memutuskan untuk pulang.
 
            “Minho oppa, gomawo untuk hari ini.” ucapku lembut dan tersenyum kepadanya. Aku pun turun dari mobil Minho oppa.
            “Cheonmaneyo, my princess. Annyeong..”
            “Annyeong, Minho oppa.” ucapku tersenyum manis padanya dan melambaikan tangan kananku ke arahnya. Setelah itu, akupun masuk ke dalam rumahku.
 
            “Aku pulang….” aku benar- benar kaget, di dalam rumah sudah ada Lee ahjussi dan Donghae oppa.
            “Ji Yeon-ahh, kau dari mana saja? Kenapa baru pulang??” tanya eomma khawatir.
            “Appa juga sudah menghubungi ponselmu, tapi tak kau angkat.”
            “Mianhae jeongmal mianhae appa, eomma. Ponselku tertinggal di kamarku dan dalam keadaan silent. Aku sudah pergi jalan- jalan bersama Minho oppa.” jawabku tulus.
            “Kenapa Lee ahjussi dan Donghae oppa ada disini??” tanyaku heran.
            “Kami sedang membicarakan kerjasama kami, Ji Yeon-ahh.” Jawab Lee ahjussi.
            “Apa kau sudah membaik, Ji Yeon-ahh?” tanya Donghae oppa.
            “Sangat lebih baik, Donghae oppa. Gomawo, telah mengkhawatirkan aku.”
            “Ya sudah, Ji Yeon-ahh. Kau boleh masuk kamarmu, kau terlihat sangat lelah.” perintah appa. Aku pun melangkahkan kakiku menuju kamarku.
 
            Lee Donghae’s pov.
           
            “Aku pulang….” sepertinya itu suara Ji Yeon.
            “Ji Yeon-ahh, kau dari mana saja? Kenapa baru pulang??” tanya park ahjumma khawatir.
            “Appa juga sudah menghubungi ponselmu, tapi tak kau angkat.” Ucap park ahjussi.
            “Mianhae jeongmal mianhae appa, eomma. Ponselku tertinggal di kamarku dan dalam keadaan silent. Aku sudah pergi jalan- jalan bersama Minho oppa.” jawab Ji Yeon  tulus.
            Deg
            Deg
            Deg
            “Ternyata Ji Yeon pergi bersama namja itu.” Batinku.
 
            Entah kenapa tiba- tiba ada sesuatu yang menusuk hatiku.
 
            “Kenapa Lee ahjussi dan Donghae oppa ada disini??” tanya Ji Yeon  heran.
            “Kami sedang membicarakan kerjasama kami, Ji Yeon-ahh.” Jawab appa.
            “Apa kau sudah membaik, Ji Yeon-ahh?” tanyaku.
            “Sangat lebih baik, Donghae oppa. Gomawo, telah mengkhawatirkan aku.” Jawab Ji Yeon dan menyunggingkan sebuah senyuman pada kami.
            “Ya sudah, Ji Yeon-ahh. Kau boleh masuk kamarmu, kau terlihat sangat lelah.” perintah park ahjussi. Ji Yeon  pun melangkahkan kakiku menuju kamarku.
 
            Kamipun melanjutkan pembicaraan kami yang sempat tertunda.
 
            “Baiklah, kita sepakat.” Ucap appa.
 
            Setelah selesai mendiskusikan kerjasama kami. Aku dan appa pun berpamitan pulang pada park ahjussi dan park ahjumma.
 
            Setiba di rumah aku segera masuk ke dalam kamarku.
 
“Sebenarnya apa yang sedang ku rasakan ini?? Oh Tuhan…” aku mengacak- acak rambutku frustasi.
 
“Sebenarnya hubungan Ji Yeon dengan namja bernama Minho itu apa??”
 
“Kenapa saat Ji Yeon menyebutkan nama namja itu, hati ini terasa sakit??”
 
“Tidak mungkin aku menyukai yeoja yang baru dua hari ini aku kenal?”
 
“Tapi, inilah kenyataannya.”
 
“Aku menyukainya, Tuhan……”
 
“Masih adakah tempat di hatimu untukku, Ji Yeon-ahh????”
 
 
To Be Continued
 
 
Oh iya.. Lee Jinki oppa, Onew oppa…… saengil chukae hamnida…………..^^
 
My dubu ultah ^^
 
Wish you all the best, oppa…. J

2 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s