JALGEUM Kuartet: Merry Christmas, Happy New Year and Happy Birthday

Author: Rii-ya Kim

Title: JALGEUM Kuartet: Merry Christmas, Happy New Year and Happy Birthday

Cast:

Kim Hyun Joong

Lee Sungmin

Lee Jinki (Onew)

Kim (Jo) Kwangmin *karena Kwangmin aku jadiin adiknya Hyun Joong maka marganya aku ganti jadi Kim*

And others

Ratting : PG 15

Genre : Family/Friendship

Length : Oneshoot

Disclaimer :  All characters belong to God and themselves. but Original Characters and the plot is mine. Biarpun jelek, ini tetep IDE YG MUNCUL DI OTAK AKU😀. ©Rii-yaKim2012

Summary : ‘Jalgeum Kuartet’ apa kalian pernah mendengarnya? Sungkyunkwan?! Tentu saja. Aku adalah salah satu dari mereka. Seperti K-Drama ‘Sungkyunkwan Scandal’?! memang benar, nama Jalgeum Kuartet diambil dari sana. Bukan kami yang menamai itu tapi mereka. Orang-orang yang menganggap kami seperti Jalgeum Kuartet di K-Drama ‘Sungkyunkwan Scandal’.Tapi bukan berarti aku seorang gadis yang menyamar menjadi laki-laki. Bukan. Dan tidak ada yang seperti itu diantara kami. Kami semua adalah namja. Benar-benar namja. Ingat BUKAN NAMJA JADI-JADIAN.-Kwangmin’s mind.

 

Jalgeum Kuartet adalah nama dari sebuah kelompok namja yang cukup bisa membuat para yeoja melting hanya dengan tatapan matanya atau dengan senyumnya. Cukup popular di  Sunkyunkwan University dan Sunkyunkwan Senior High School karena letaknya yang bersebelahan yang hanya dipisahkan sebuah lapangan luas penuh rumput hijau yang ditanamai beberapa pohon -entah pohon apa namanya- dan sebuah kolam air mancur ditengahnya. Biasanya tempat itu digunakan untuk bersantai atau membaca buku atau hal apa saja yang bisa mereka lakukan ditempat itu.

Jalgeum Kuartet terdiri dari empat orang, tentu saja karena namanya juga kuartet yang berarti 4. Nama Jalgeum sendiri diambil dari novel  yang menggambarkan seseorang yang begitu tampan dan pintar yang membuat hati wanita berhenti bahkan ketika mereka berjalan melewatinya. Terdengar keren atau menjijikan? Tapi itulah yang terjadi pada Kim Hyun Joong si Killer Smile, Lee Sung Min si The King Aegyo, Lee Jinki si Angel of Voice , dan Kim Kwangmin si magnae. Mereka sangat popular dan bahkan fans mereka tak kalah banyak dari selebriti Korea lainnya.

 

Cukup mengherankan kenapa mereka bisa sepopular itu? Jawabannya sangat mudah. Itu karena keempatnya punya kemampuan, ketampanan, kekayaan dan kau akan tau jika kau melihat mereka dengan mata kepalamu sendiri. Tak ada satupun kata yang dapat mendefinisikan kesempurnaan yang Tuhan berikan pada mereka ini.

 

Keempatnya tidak mempunyai kekasih. Ralat maksudku tiga. Lee Jinki, ah maksudku Onew -karena dia sendiri tidak suka orang memanggil nama aslinya- ke’sendiri’annya masih dipertanyakan karena dia sering jalan dengan yeoja berbeda setiap harinya. Memperlakukan mereka seperti kekasih. Dan yang paling  mengherankan adalah yeoja-yeoja itu tidak pernah kapok dan akan mendekati Onew kembali.

 

Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelibihan kan? Mungkin itu kekurangan seorang Onew. Yang lain? Kekurangannya adalah terlalu dingin dan tidak peduli pada orang lain disekitarnya apalagi yeoja, itu Hyun Joong. Jika Kwangmin, dia lebih menyukai yeoja yang lebih tua darinya. Apa yang kusebutkan tadi itu sebuah kekurangan? Molla. Mmm.. untuk Sungmin? Untuk dia, aku tak yakin dia punya kekurangan. Sudah kubilangkan, kau harus melihat dan mengenalnya sendiri jika kau ingin tau bagaimana mereka.

 

23 Desember 2011

Kwangmin ‘s POV

‘Jalgeum Kuartet’ apa kalian pernah mendengarnya? Sungkyunkwan?! Tentu saja. Aku adalah salah satu dari mereka. Seperti K-Drama ‘Sungkyunkwan Scandal’?! memang benar, nama Jalgeum Kuartet diambil dari sana. Bukan kami yang menamai itu tapi mereka. Orang-orang yang menganggap kami seperti Jalgeum Kuartet di K-Drama ‘Sungkyunkwan Scandal’.Tapi bukan berarti aku seorang gadis yang menyamar menjadi laki-laki. Bukan. Dan tidak ada yang seperti itu diantara kami. Kami semua adalah namja. Benar-benar namja. Ingat BUKAN NAMJA JADI-JADIAN.

Aku akan menceritakan sedikit tentang kami, Jalgeum Kuartet.  Kalian pasti penasaran kan bagaiman bisa aku dekat dengan mereka yang usianya jauh diatasku? Sebenarnya tidak jauh, aku dan Hyun Joong hyung juga Sungmin hyung hanya beda tiga tahun sedangkan dengan Onew hyung hanya beda dua tahun. Baiklah mungkin kalian penasarn dengan awal persahabatan kami, maka akan kuceritakan.

Aku dan Hyun Joong hyung itu adalah saudara kandung. Sedangkan Sungmin hyung dan Hyun Joong adalah sahabat sejak kecil. Karena aku tidak punya teman main yang sebaya denganku, aku main dengan mereka. Jika melihat keakraban mereka, aku selalu iri. Kenapa? Tentu saja aku iri, mereka seperti pinang dibelah dua. Si kembar yang tak terpisahkan. Dimana ada Hyun Joong hyung pasti disitu ada Sungmin hyung juga dan sebaliknya.

Terkadang aku juga berpikir, sebenarnya yang saudara kandung itu aku dan Hyun Joong hyung atau Hyun Joong hyung dan Sungmin hyung? Mereka seolah punya ikatan batin yang tau pikiran masing-masing. Jika Hyun Joong hyung sudah marah, hanya Sungmin hyunglah yang mampu membuat amarahnya reda. Dan jika Sungmmin hyung sudah tidak bersemangat lagi dengan keadaannya, hanya Hyun Joong lah yang bisa membuat Sungmin hyun kembali tersenyum. Dan itu benar-benar membuatku iri.

Meski Sungmin hyung lebih tua enam bulan dari Hyun Joong hyung, Hyun Joong tidak pernah memanggilnya hyung (kecuali jika ia memang ingin memanggilnya hyung)  dan Sungmin hyung juga tidak memermasalahkannya. Lain halnya jika Onew hyung memanggilnya tanpa embel-embel hyung. Padahal yang aku tau appa Onew hyung adalah kakaknya appanya Sungmin hyung. Jadi wajarkan jika Onew hyung memanggilnya adik sepupu dan itu berarti Onew hyung bisa memanggilnya tanpa embel-embel hyung. Kau mengerti kan maksudku?

Ada keanehan lagi yang masih mengganjal hatiku. Aku tak berani menanyakannya. Aku takut dihajar oleh Hyun Joong hyung dan Sungmin hyung. Hyun Joong hyung itu meski tidak belajar bela diri karena dasarnya memang bisa berkelahi, apalagi Sungmin hyung kan jago bela diri, aku tidak mau mati konyol karena menyakan hal itu pada mereka. Apa kau mau tau itu apa? Aku tetap tidak akan memberitaumu itu apa. Kkk~

Onew hyung. Dia adalah kakak sepupu Sungmin hyung.  Seperti yang sudah kujelaskan tadi. Appanya Onew hyung dan Sungmin hyung itu adalah kakak beradik, kakaknya adalah appa Onew hyung. Dulu Onew hyung tinggal di Amerika ikut dengan keluarganya. Tapi sejak usianya 15 tahun ia kembali ke Korea dan tinggal bersam Sungmin hyung. Dan otomatis kami berempat sering menghabiskan waktu bersama.

Onew hyung itu sifatnya bertolak belakang sekali dengan Hyun Joong hyung dan Sungmin hyung. Onew hyung lebih terkenal sebagai playboy dn suka sekali ganti-ganti pacar. Tidak pernah bertahan lama. Paling lama yang aku tau hanya satu bulan. Mungkin kehidupan Amerika yang sudah membuatnya seperti itu. Karena sejak pertama pindah kemari ia memang sudah seperti itu, playboy. Dan lebih parahnya masih banyak saja yeoja yang mau menjadi pacarnya. Bahkan teman sekelasku sendiri banyak yang ingin menjadi pacarnya. Apakah aku kurang tampan heh?! Sampai mereka jauh-jauh melirik Onew hyung. Bukannya ku iri terhadap Onew hyung. Walaupun mereka mengejarku, aku tidak akan melirik mereka karena aku menyukai yeoja yang lebih tua dariku. Aku tidak suka yeoja yang hanya memikirkan dirinya saja dan bersikap egois. Aku menginginkan wanita yang lebih dewasa dariku untuk menjadi pacarku.

Kenapa aku bilang Onew hyung itu berkebalikan dengan Hyun Joong hyung dan Sungmin hyung? Karena kedua namja itu – Hyun Joong hyung dan Sungmin hyung- memang sepertinya tidak tertarik dengan yeoja. Mereka seperti pasangan aneh menurutku. Oppss!! o.O bukankah aku tadi tidak akan mengatakannya padamu?! Ah dasar mulut bodohku ini selalu bicara tanpa kendali. Baiklah lupakan saja, aku yakin mereka berdua masih normal meski terkadang aku sedikt  merasa aneh melihatnya. Keduanya memang tidak tertarik pada yeoja, tapi Sungmin hyung lebih ramah pada setiap yeoja, meski sepertinya tak ada satupun yeoja yang menarik perhatiannya. Seperti tidak berminat pacaran. Hyun Joong hyung terkesan dingin dan masa bodoh dengan yeoja yang bersikap baik padanya.

Hoahhh.. aku lupa mengenalkan namaku ya?! Aku Kim Kwangmin. Aku paling muda diantara kami. Satu-satunya yang masih SMA. Ketiga hyungku yang lain, maksudku anggota Jalgeum kuartet yang lain sudah masuk university. Aku juga memiliki sahabat namanya Minwoo. Dia sahabatku di Sungkyunkwan Senior High School. Pacarnya Minwoo adalah tetanggaku, teman pertamaku selain Jalgeum Kuartet. Namanya Han Seo Jin.

Han Seo Jin. Yeoja manja yang hanya bisa membuatku repot saja. Sikap manjanya hanya dia tunjukan padaku tidak pada orang lain apalagi Minwoo. Didepan Minwoo dia terlihat tegar dan so kuat. Untuk menarik perhatiannya heh?! Menjaga imej didepannya?! Dasar yeoja menyebalkan. Ini salah satu alasanku kenapa aku tidak menyukai yeoja yang seusiaku. Terlalu kekanakan.

 

Huaaaa sebentar lagi natal dan juga ulang tahun  Sungmin hyung. Sepertinya enak sekali jadi Sungmin hyung yang ulang tahunnya dirayakan semua orang didunia. Tentu saja karena ulang tahunnya pada tanggal 1 Januari. Aku salut dengan eommanya Sungmin hyung bisa melahirkan tepat tanggal 1 Januari. Hahaha.

Apa yang diinginkan Sungmin hyung ya untuk ulang tahunnya kali ini? Aku ingin memberikan hadiah special diulang tahunnya yang ke 20 ini. Ia sudah seperti saudara kandungku sendiri. Mmm.. apa aku minta bantuan Hyun Joong hyung dan Onew hyung saja ya?! Sepertinya itu bukan ide yang buruk.

Ake melangkahkan kakiku menuju kamar Hyun Joong hyung. Aku masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Buat apa mengetuknya terlebih dahulu toh dia juga tidak pernah memermasalahkannya. Kosong. Hyung Joong hyung tidak ada dikamarnya? Sejak kapan ia pergi padahal tadi sebelum aku masuk kamar, ia masih ada disini. Ini kan sudah jam 8 malam. Tidak biasanya ia pergi tanpa pamit dulu padaku.

Aku kembali ke kamar untuk mengambil handphone-ku untuk menghubunginya. Tidak aktif. Sebenarnya ada apa sih dengannya? Kenapa dia pergi tanpa pamit dan mematikan handphonenya segala?

Aku mencari nomor Sungmin hyung dan menghubunginya.

“yoboseyo” suara disebrang sana, Sungmin hyung.

“Ah hyung. Apa kau sedang bersama Hyun Joong hyung?”

“Ani. Aku sedang dirumah bersama Onew. Wae?”

“Dia pergi tanpa pamit padaku dan handphonenya juga tidak aktif”

“Tunggu saja mungkin dia sebentar lagi akan pulang. Kalau nanti malam dia tidak pulang juga. Besok aku akan mencarinya.”

“Gomawo hyung”

Klik. Telpon terputus. Aku kembali kekamarku untuk tidur.

 

***

24 Desember 2011

Hoammm..

Sudah pagi rupanya. Apa hyung sudah pulang ya?! Kulanghkan kakiku menuju kamar mandi. Gosok gigi dan cuci muka. Mandi? Nanti sajalah. Toh hari ini libur. Hahhah

Laparrrr. Sejak semalam aku belum makan pantas saja dari tadi perutku teriak-teriak terus minta diisi. Dapur. Itu tujuan utamaku.

“Hyung, kau sudah pulang?” kudapati Hyun Joong hyung sudah ada dimeja makan sedang memakan nasi goreng.
“Kau yang membuatnya hyung?” tanyaku lagi.

“Sudah makan saja jika kau lapar.” Ucapnya seraya menyodorkan piring yang sudah berisi nasi goreng itu.

“Hyung semalam kau kemana? Kenapa tidak memberiathuku? Dan kenapa handphonemu mati? Kau membuatku khaw…uhukk..uhukk..” hyungku keburu memasukkan satu sendon nasi goreng ke mulutku. Aku jadi tersedak.

“YA!! Hyung!!”

“Jangan bicara jika kau sedang makan”

“Tapi kan kau yang menyuapiku hyung”

“Kau ini berisik sekali”

“Kau yang membuatku khawatir hingga aku tidak bisa tidur”

“Dasar pembohong”

“Aku serius hyung”

“Semalam aku pulang. Kulihat kau sedang tidur pulas memeluk pikachumu itu”

“Itu kan karena aku sudah lelah menunggumu hyung”

“pembohong! Huh”

“Yaaa hyungggg” kulemparkan sendok ditanganku pada Hyun Joong hyung.

TAP

Sendok itu ditangkap oleh Sungmin hyung. Sungmin hyung melindungi Hyun Joong hyung. Eh sejak kapan dia ada disini?

“Kalian ini berisik sekali. Ini masih pagi, kalian tau?” Onew hyung berkata dan duduk disampingku.

“Sejak kapan kalian berada disini hyung?” aku megambil sendok yang ada ditangan Sungmin hyung yang aku lempar tadi.

“Sejak kau bilang kau mengkhawtirkan hyungmu” jawab Sungmin hyung enteng.

Dan akhirnya kami berempat sarapan bersama.

 

***

Sekarang aku bersama Jalgeum Kuartet lainnya sedang makan direstoran dekat gereja tempat kami  berdoa tadi. Selesai kebaktian kami biasa mengadakan acara disini. Banyak juga yang merayakan disini. Bukan hanya kami, tentu saja. Kami duduk disudut kiri restoran. Tempat ini cukup nyaman untuk melihat keluar dan menurutku tempat ini merupakan tempat strategis.

Kami tidak merayakan bersama keluarga kami masing-masing. Biasanya saat kebaktian saja kami bersama. Setelah acara itu kami akan pergi berempat merayakannya. Untuk keluarga biasanya esok harinya kami merayakan bersama.

Diluar sepertinya sudah turun salju. Natal yang menyenangkan bukan? Nanti malam saat tidur aku akan bertemu dengan santa claus. Bukankah akan menyenangkan bila bertemu dengannya dan aku diberi yeoja cantik.

“Oh itu”

“Kau kenapa?” Hyun Joong hyung menyikut lenganku.

“Aniyo” hey apa yang aku lihat sekarang? Noona cantik berdiri tepat dihadapanku. Maksudku beberapa meter didepanku. Setidaknya masih dalam jarak pandangku kan?

“Kwangmin-ah kau kenapa diam saja?” kali ini Sungmin hyung berbicara.

“Ani hyung. Oh ya dimana Onew hyung?”

“Molla. Mungkin seperti biasa” Sungmin hyung meminum orange jus yang tadi dipesannya tadi.

“Aku keluar dulu hyung”

“YAA!! Mau kemana kau?” aku tak peduli dengan teriakkan Hyun Joong hyung yang memekakkan telinga itu. Aku berlari menuju yeoja cantik tadi.

Kuperhatikan ia sebentar. Sepertinya sedang menunggu seseorang. HUH! Apa dia sudah punya kekasih? Ahh. Bagaimana ini? Belum sempat tau namanya harus patah hati duluan. Ah.. tidak..tidak..tidak.. aku belum tau kan apa yang sedang dilakukannya sekarang?!

“Annyeonghaseyo” sapaku padanya. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk kenal dengannya. Siapa tau kan dia adalah kado natal untukku? Hahha.

“Annyeonghaseyo” senyumnya manisss sekali.

“Boleh aku tau apa yang sedang kau lakukan?” dia terlihat kebingungan namun akhirnya dia menjawab juga.

“Aku sedang menunggu taksi. Wae?”

“Ah ani. Aku hanya..mm.. aku.. aku boleh tau siapa namamu dan dimana kau kuliah? Bolehkah?”

“Mwo? Untuk apa? Dasar playboy” dia memukul dadaku dengan tasnya.

“Tunggu, aku.. aku.. hanya sedang mencari guru les. Iya guru les” bodoh. Mengapa kata itu yang keluar dari mulutku? Tapi ya sudahlah.

“Guru les? Les apa?” sepertinya dia tertarik.

“Mmm..piano. bukankah kau yang memainkan piano digereja tadi saat kebaktian?” great Kwangmin. Hahha.

“Oh. Iya aku yang memainkannya.baiklah aku terima tawaranmu. Nanti kita bicarakan lagi. Aku harus ada urusan. Annyeong” ia naik kedalam taksi yang baru saja berhenti dengan terburu-buru. YESS. Aku berhasil. Kk~

“Bodoh” kutepuk jidatku, “Kenapa aku lupa menanyak nama dan no telponnya?”

“Kau memang bodoh Kwangmiah” seseorang menepuk pundakku.

“Minwoo?!”

“Sedang apa kau Pikachu?” Tanya Seo Jin yang sudah ada dihadapanku.

“Mwo?” aku terdiam. Bingung mau bicara apa. Dasar bodoh—“

“Dimana yang lain? Kau bersam hyung-hyungmu kan?” aku menganguk menjawab pertanyaan Minwoo.

“Boleh kami ikut gabung?”

“Ayo”

 

***

25 Desember 2011

Pagi ini aku dan keluargaku (aku, Hyun joong hyung dan appa) pergi ke rumah harabojhi. Kenapa hanya kami bertiga? Hyun Joong hyung bilang, “eomma sedang jalan-jalan dirumah Tuhan dilangit. Kau tak perlu merindukannya. Ia baik-baik saja”  itu yang aku dengar saat usiaku delapan tahun. Seiring jalannya waktu aku mengerti apa yang dikatakan Hyun Joong itu. Eommaku sudah meninggal. Ya eommaku sudah meninggal.

Tak terasa air mataku jatuh saat mengingat eomma. Aku sangat merindukannya. Sampai sekarangpun aku tak pernah melihat wajahnya. Fotonya juga tak ada.

“Kwangmin-ah, ayo masuk. Kenapa kau menangis? Permenmu habis?” tak kuhiraukan candaan Hyun Joong hyung.

“Aku merindukan eomma. Apa kau tak merindukannya?” Hyun Joong langsung melanjutkan jalannya menyusul appa masuk kerumah harabojhii. Selalu saja seperti itu. Ia tak pernah mau membahas soal eomma. Tak lama, aku pun mengikuti mereka berdua yang sudah masuk duluan.

Rumah ini tidak terlalu besar. Cukuplah untuk ditinggali seorang kakek tua seperti harabojhiku. Aku tidak mengerti kenapa beliau lebih memilih tinggal sendiri daripada bersama kami. Halmoniku juga sudah meninggal. Aku sangat merindukan halmoni. Karena aku tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu maka halmoni akan selalu bersedia memberikanku kasih sayang itu. Tapi saat aku masuk Junior High School  halmoni meninggal dalam kecelakaan. Setelah itu aku benar-benar merasa tak punya ibu. Kadang aku berkunjung ke rumah Sungmin hyung untuk menemui eommanya Sungmin hyung. Karena aku, hyun Joong hyung dan Sungmin hyung sudah dekat dari kecil, orang tua Sungmin hyung seperti orang tua kami bersama, begitu juga dengan appaku. Kami bertiga sudah seperti saudara kembar yang tak terpisahkan.

“Kwangmin-ah, kau tidak rindu padaku?” suara harabojhi  membuatku terbangun dalam kenanganku. Aku tersenyum dan memeluk harabojhi.

“Hahaha.. anak ini belum tumbuh dewasa juga rupanya” harabojhi melepaskan pelukannya dan menepuk-nepuk bahuku pelan.

“Aku sudah besar harabojhi” kataku merajuk.

“Badanmu memang besarr tapi kelakuanmu seperti anak TK” tidak perlu disuruh. Bantal sofa yang ada didekatku langsung kulayangkan pada hyungku itu.

“YAK!!” mata hyungku sudah seperti ingin keluar karena bantal sofa yang kulemparkan itu tepat mengenai wajahnya.

“Hahahha.. itu balasannya hyung karena kau telah mengejekku” cibirku padanya.

 

***

Author‘s POV

Setelah seharian Hyun Joong, Kwangmin dan appanya berkunjung kerumah harabojhinya mereka akhirnya pulang. Mereka tidak menginap karena appanya harus kembali bekerja besok. Appanya duduk didepan disebelah supir. Sedangkan Kwangmin dan Hyun Joong duduk dibelakang.

“Hyunie..mm maksudku Hyun Joong, apa kau ingin berlibur untuk akhir tahun ini?” Tanya appanya sedikit kaku. Mereka jarang sekali bicara makanya ada rasa canggung diantara mereka.

“Tidak. Aku hanya ingin menghabiskan akhir tahunku bersama Sungmin dan Onew.” Dingin. Itulah kesan yang bisa didapat dari nada bicara Hyun Joong.

“YA HYUNG!! Kau tidak mau menghabiskan akhir tahunmu bersamaku?” Kwangmin protes mendengar Hyun Joong hanya menyebutkan nama Sungmin dan Onew saja.

“Tidak. Aku sudah bosan bertemu denganmu terus.” Hyun Joong terkekeh melihat delikan mata Kwangmin. Inilah salah satu dari sekian alas an lainnya yang membuat Hyun Joong masih bisa tersenyum, Kwangmin, namdongsaengnya yang paling ia sayangi. Orang yang menduduki posisi teristimewa dalam hatinya.

“Bukankah kau juga sering bertemu mereka, huh?!” uca Kwangmin pelan, namun masih bisa didengar oleh Hyun Joong.

Kwangmin hanya memerhatikan jalanan Seoul yang mulai ramai dimalam hari. Masih dengan wajah kesalnya karena Hyun Joong. Hyun Joong juga sama, hanya diam namun masih tetap terkekeh mengingat dongsaengnya yang cemberut karena ulahnya. Jari-jari Hyun Joong mulai menari-nari diatas keyped handphonenya. Bermain game.

“Tolong hentikan mobilnya disini” perintah Kwangmin dengan senyum yang masih berkembang didibirnya.

CKITTT. Mobil berhenti tiba-tiba karena suara Kwangmin yang mengagetkan.

“Apa yang kau lakukan bodoh?” Hyun Joong memukul kepala Kwangmin dengan tangan kirinya saat Kwangmin membuka pintu mobilnya.

“Hyung, kali ini ku maafkan kau” lalu Kwangmin turun dari mobil dan segera berlari.

“Kwangmin-ah, Kau mau kemana??” teriak appanya. Kwangmin hanya berbalik dan tersenyum.

Aneh. Pikir Hyun Joong.

Sesampainya dirumah. Hyun Joong langsung masuk ke kamarnya dan mendapati Lee Cousin sedang asik dengan dunianya masing-masing.

“YAK!! Kalian ini tidak punya sopan santun sama sekali” Hyun Joong memukul kepala Sungmin dan Onew bergantian. Lalu menghempaskan tubuhnya disamping Sungmin yang sedang tertidur pulas.

“Kenapa kau baru pulang? Kami sudah menunggu sejak tadi sore” Sungmin membuka matanya dan lanngsung melancarkan protesnya.

“Tadi harabojhiku menahan kami agar tidak pulang terlalu cepat”

“Jinki-ya apa yang sedang kamu lakukan di laptopku?” Hyun Joong memerhatikan Onew yang sedang asik dengan laptop Hyun Joong tanpa memedulikan kehadiran si mpunya.

“Panggil aku Onew hyung” protesnya. “Aku sedang chatting dengan Min Ah.

“Siapa lagi dia? Pacar barumu? Kau ini selalu saja seperti ini” omel Sungmin.

“Sudahlah Ming. Kau seperti tidak tau si ayam bakar ini saja”

“Aku bukan ayam bakar! Aku ini ayam panggang, kau tahu?!” Onew mendelik kearah Hyun Joong, lalu melanjut kembali aktifitasnya yang sempat tertunda tadi, chatting.

“Hyunnie-ah, dimana Kwangmin? Dari tadi aku tak melihatnya” Sungmin mengubah posisinya menjadi duduk.

“Aku tidak tau, tiba-tiba saja dia ingin diturunkan dijalan” Hyun Joong memang tidak suka ada orang lain memanggilnya Hyunnie, kecuali ‘orang itu’ dan Sungmin. Kwangmin saja tidak pernah ia perbolehkan memanggilnya Hyunnie hyung.

 

***

26 Desember 2011

Sungmin ada latihan bela diri hari ini. Ia pergi dari rumah sejak tadi pagi. Hari ini adalah latihan terakhirnya sebelum tahun baru. Biasanya club bela dirinya akan mulai latihan lagisekitar satu minggu setelah tahun baru. Ia bukan lagi jadi junior di club bela diri itu, melainkan senior yang merangkap menjadi pelatihnya. Teman-teman di club bela diri yang paling dekat dengannya adalah Hankyung. Mereka mulai saling mengenal saat pertama masuk club bela diri tersebut dan kemudian menjadi akrab.

Sungmin memakirkan motornya ditempat parkir club bela dirinya itu. Sungmin mendapati seorang yeoja yang kebingungan mencari sesuatu, entah itu apa.

“Chogiyo, apa ada yang bisa aku bantu?” SUngmin mendekati yeoja tersebut.

“Ah ne oppa, apa kau tau dimana aku bisa mendaftar club bela diri ini?” Sungmin memerhatikan yeoja tersebut dengan hati-hati dan teliti dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Oppa, kau meremahkan ku huh?” merasa ditatap seperti itu oleh Sungmin yeoja itu bertanya dengan nada ketus.

“Aniya, aku hanya heran saja. Wajahmu terlalu yeoja, apa kau yakin bisa mau ikut club bela diri?” Tanya Sungmin hati-hati.

“Justru aku sangsi kau bisa bela diri” ujar yeoja it uterus terang.

“Mwo?? Hey, aku ini sudah senior disini. Aku juga jadi pelatih disini” seru Sungmin sedikit kesal.

“Mianhae oppa. Kau duluan yang mulai sih”

“Hahahh gwaenchana. Siapa namamu? aku Lee Sungmin”

“Goo Chan Mi ibnida”

“Kaja. Kau baru pertama kali ikut club bela diri?” Sungmin dan Chan Mi berjalan menuju ruang administrasi.

“Tidak. Kau pasti tidak percaya juga jika aku ini sudah sabuk hitam”

“Jinjja?” Chan Mi hanya tersenyum membenarkan.

 

***

27 Desember 2011

Aku sudah lama tidak bertemu Jaejong, Yoochun dan Seunghyun. Cuaca cerah seperti ini sepertinya bagus untuk mengajak mereka main footsal. Hahhah. Pikir Hyun Joong. Ia mengetikan sebuah pesan pada tiga teman club footsalnya itu.

Segera ia begegas mengambil jaket dan tas olahraganya yang berisikan baju dan sepatu footsal.

“Kwangmin-ah, aku pergi footsal bersama Jae ya. Jangan mencariku” teriak Hyun Joong saat sebelum ia turun tangga.

“YA hyung tunggu sebentar” balas Kwangmin dengan teriakan juga, ia masih dikamar.

“Ada apalagi hah?”

“Aku ikut ke bengkel mengambil motorku ya hyung. Jebal”

“Tidak bisa. Hari ini aku buru-buru, sudah ya” Hyun Joong segera berlari sebelum Kwangmin merengek lagi.

 

***

28 Desember 2011

“Kwangmin-ah, cepat bangun. Kita kumpul di homebus kita.” Hyun Joong menggedor pintu kamar Kwangmin. Homebus adalah sebutan tempat berkumpulnya Jalgeum Kuartet. Dimana mereka akan menghabiskan waktu disana. Seperti rumah sendiri. Letaknya dibelakang gedung Sungkyunkwan. Dipisahkan oleh sungai Sungkyunkwan.

“Aku masih ngantuk hyung”

“Kau tidak mau mempersiapkan acara ulang tahun Sungmin? Bukankah kau ingin memberinya sebuah hadiah yang istimewa? Bergegaslah”

“Arraseo hyung.. arraseo. Aku mandi sekarang.” Teriak didalam kamar. Namu sesaat kemudian sebelum Hyun Joong turun tangga, Kwangmin membuka pintu, “ Hyung aku ikut denganmu ya hyung. Aku malas membawa motor”

“TIDAK!!”

“Ayolah hyung”

“Sudah kubilang tidak ya tidak”

“Kau ini pelit sekali”

“Apa peduliku”

“Hyungggg” Kwangmin menunjukan wajah memelasnya. Ia yakin dengan seperti itu makan Hyun Jooong akan mengikuti permintaannya.

“Baiklah. Cepatlah mandi” dan benar saja Hyun Joong langsung mengiyakan.

 

***

29 Desember 2011

Jalgeum Kuartet hari ini pergi ke bandara. Bukan. Mereka tidak akan pergi berlibur sekarang. Hari ini Onew harus pulang ke Amerika untuk menjenguk orang tuanya. Mendadak. Appa Onew bilang, Eommanya Onew dirawat dirumah sakit.

“Hyung, aku pergi. Tapi aku janji saat ulang tahunmu akan ku usahan berada disisimu” Onew memeluk Sungmin.

“Gwaenchanayo. Kau jaga eommamu baik-baik ya. Sampaikan salamku pada keluarga disana” Sungmin tersenyum dan menepuk bahu Onew. Onew mengangguk.

“Hyun Joong hyung, Sungmin hyung, Kwangmin-ah, aku pergi dulu”

“Kau ini berpamitan seperti akan meninggalkan kami selamanya saja”

“Hahahha.. aku terlalu berlebihan ya hyung?” Hyun Joong tertawa mengejek

“Hyun Joong benar hyung. Kau terlalu berlebihan” Semua kembali tertawa.

Pesawat keberangkatan ke Amerika yang akan ditumpangi Onew segera berangkat. Onew segera masuk ke dalam. Hyun Joong, Sungmin dan Kwangmin kembali ke parkiran. Pulang.

 

***

 

30 Desember 2011

From : Onew –Am-

Hyung, mianhae aku tidak bisa pulang ke Korea dalam waktu yang cepat.

Eomma, menyuruhku untuk menemaninya beberapa hari lagi.

Oh ya, saengil chukka hamnida hyung, jeongmal mianhae hyung aku tak bisa berada disisimu saahari ulang tahunmu. Saengil chukkae hamnida hyung. Saranghae ^^

Itu adalah isi pesan dari onew untuk Sungmin yang baru saja diterimanya. Dengan cepat ia membalas pesan singkat dari Onew itu. Sungmin melangkahkan kakinya menuju garasi rumahnya bersiap untuk pergi makan siang bersama Jalgeum Kuartet –minus Onew-.

Sungmin mengendarai motornya langsung menuju restaurant tempat biasa yang mereka kunjungi. Sungmin mengendarai motornya dengan kecepatan standar hingga ia masih bisa memehartikan tempat sekitar yang ia lewati. Tinggal 2 hari lagi, gumamnya seraya tersenyum.

Ia tiba-tiba saja memberhentikan kendaraannya dan mengerutkan keningnya. Bingung.

“Aku seperti melihat Onew lewat dengan mengendarai motornya.” Ia melihat kearah berlawanan dengan laju motornya.

“Tapi mana mungkin huh? Diakan di Amerika dan baru mengerimiku pesan. Mana mungkin itu bukan dia, sedangkan itu nomor Amerika”

“Ah sudahlah. Mungkin karena aku terlalu memikirkan Onew huh(?)” Sungmin menyalakan kembali mesin motornya dan melanjutkan perjalanannya.

“Hyung, kau darimana saja? Kenapa lama sekali?” Kwangmin langsung menyemprot Sungmin dengan kekesalannya begitu Sungmin tiba. Ia kesal karena Sungmin terlambat.

“Kau jangan berlebihan Kwangmin-ah, dia hanya terlambat 10 menit”

“Kau ini hyung, tidak pernah membelaku”

“Mianhae Kwangmin-ah. Tapi tadi sepertinya tadi aku melihat Onew dijalan”

“Mwo??” Kwangmin menyipitkan matanya

“Ah sudahlah mungkin aku salah lihat”

Hening. Mereka menunggu pesanan makan siang mereka tanpa berceloteh seperti biasa. Canggung. Mungkin. Ini baru pertama kalinya Sungmin merasa aneh sendiri.

Akhirnya pesanan pun datang. Kwangmin memakan makanannya dengan gusar. Ia masih kesal dengan Sungmin. Kali ini ia benar-benar lapar dan Sungmin membuatnya menunggu makan siang. Itu menyebalkan.

“pelan-pelan Kwangmin-ah, kau tidak tersedak, kan?” nasehat Hyun Joong

“Aku lapar hyung dan tadi aku harus menunggu sepuluh menit” Sungmin merasa bersalah mendengar pernyataan Kwangmin. Ia diam.

“Sudahlah kau ini ter…”

“Oppaaaa” seorang yeoja menghampiri mereka dan… memeluk Sungmin?

Hyun Joong yang tadi akan memarahi Kwangmin, mulutnya masih menganga lebar karena ucapannya tadi yang terpotong. Hyung Joong menggenggam sendok yang ada ditangannya penug emosi. Ia hentakkan sendok itu diatas piring dengan kasar.

“Hyung, siapa yeoja itu?” Hyun Joong bangkit dan telunjuknya menunjuk-nujuk yeoja yang memeluk Sungmin tadi.

“Aku tidak tau. Aku tidak mengenalny, Hyun” dengan wajah yang tampak panic Sungmin mencoba menjelaskan.

“Oppa, kenapa kau bilang seperti itu? Bukankah sudah berjanji makan siang bersamaku hari ini huh?” yeoja itu bergelayutan manja ditangan Sungmin yang berdiri disampingnya.

“Aku tidak menyangka kau sepicik itu hyung” amarah Hyun Joong meledak. Sebelumnya ia tak pernah marah pada Sungmin.

“Jadi sebelum kau kesini kau bertemu dengan yeoja ini dan membuatku kelaparan huh?” Kwangmin bertanya dengan nada sinis.

“Aku tidak…”

“Sudahlah Ming! Aku tidak mau berteman denganmu lagi! Kau tidak menghargai kami sama sekali. kau berbohong pada kami bahwa kau tidak punya yeoja tapi nyatanya?” Hyun Joong menghela nafas. Ia terengah-engah karena nafasnya yang memburu, “Lalu apa makna persaudaraan kita ini yang berlangsung bertahun-tahun itu? Apa arti Jalgeum kuartet diamatamu? Bukan masalah kau memiliki yeoja atau tidak, tapi ini tentang sebuah kepercayaan. Kau tidak percaya pada kami?”

Setelah mengucapkan kalimat panjang itu Hyun Joong segera pergi. Sungmin hanya mematung melihatnya. Sungmin tak menyangka bahwa persahabatan dan persaudaraan yang sejak kecil ia jalin bersama hyun Joong dan Kwangmin berakhir seperti ini. Raut wajah Sungmin sangat kentara sekali bahwa ia seperti sedang menghadapi kematian. Wajahnya pucat.

“Ternyata kau sejahat ini hyung pada kami?” Kwangmin juga ikut menyusaul kepergian Hyun Joong.

Diam. Setelah kepergian Kim bersaudara itu, Sungmin masih diam ditempatnya. Yeoja yang tadi merusak persahabatan Jalgeum Kuartet dengan hanya satu kali pelukan saja masih tetap berdiri disamping Sungmin. Wajahnya sama tegangnya dengan Sungmin.

“Aktingmu sungguh tidak diduga Nona. Belajar acting darimana huh?” Sungmin tertawa miris.

 

***

31 Desember 2011

“Bodoh! Untuk apa aku disini? Meski mereka ada disini mereka juga takan mau menganggapku” Sungmin berdiri di depan homebus Jalgeum Kuartet. Saat ia ingin menenangkan pikirannya karena kejadian kemarin siang, tanpa sadar ia mengendarai motornya menuju homebus ini. Perasaan kesal. Sedih. Marah. Ia tidak tau sekarang bagaimana persaannya.

“Kosong. Lampunya juga mati. Jadi mereka tidak ada dini?”

Sungmin melihat wallpaper di handphone-nya. Foto mereka berempat saat liburan di pulau Jeju, saat ulang tahun Jinki kemarin, 14 Desember. Ia tersenyum. Bukan, lebih tepatnya menertawakan nasibnya yang malang.

“20.30 huh?! Tinggal 3 jam 30 menit lagi. Apa harus berakhir seperti ini?” Sungmin duduk dimotornya sambil tetap menghadap ke arah homebus-nya.

“Aku menyesal telah memersiapkan kejutan ulang tahunmu besok. Kau tau seberapa sibuknya kami? Meski Onew sekarang tidak disini, sebelum ia pergi aia juga membantu kami memersiapkannya. Dan sekarang kau mengecawakanku. Dia juga pasti kecewa padamu SUNGMIN!” terngiang kembali ucapan Hyun Joong saat kemarin. Terlalu cepat baginya untuk berpisah dengan Jalgeum Kuartet. Bahkan sekarang ia sendirian harus menghadapi ini.

Kenangan-kenangan bersama Jalgeum Kuartet terputar secara otomatis diotak Sungmin seperti film yang sedang diputar. Mereka tak pernah betengkar. Sebesar apapun masalah itu tak pernah mereka ributkan. Seolah itu hanya bercanda dan dianggapnya angin lalu. Tapi kali ini Kwangmin marah padanya hanya karena ia telat 10 menit dan membuat kwangmin harus menunda laparnya itu. Hanya sekecil itu, pikirnya.

“Ah mungkin karena Kwangmin saat itu sedang lapar” gumamnya.

Tapi Hyun Joong marah padaku hanya kerena pelukan seorang yeoja yang tak aku kenal sama sekali. Ia tak mau mendengar penjelasanku. yeoja itu. Kau! Aku tidak akan memaafkanmu.

“AARRRGHTTTT!!!!!!!! Kenapa ini harus terjadi disaat ulang tahunku? Aku benci iniii!!” Sungmin berteriak kesal. Marah. Ya ia marah pada yeoja itu. Mungkin jika yeoja itu ada dihadapannya ia akan memakannya hidup-hidup.

“Annyeong oppa” seseorang menepuk bahu Sungmin.

“Kau? Tepat sekali kau datang. Aku sudah ingin membunuhmu dengan tanganku” amarah Sungmin semakin menjadi saat tau siapa pemilik suara itu.

“Masih berani kau menampakan wajahmu didepanku?” yeoja itu berdiri tepat dihadapan Sungmin sambil tersenyum. tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Keterlaluan. Pikir Sungmin.

“Aku sudah muak melihatmu. Cepat pergi!” yeoja itu masih tetap diam.

“Pergi sekarang juga kalau kau tidak ingin mati sekarang” Sungmin masih sabar dan tidak meneriaki yeoja dihadapannya.

“Kenapa kau seperti padaku oppa?” yeoja itu mengelus lembut pipi Sungmin.

“Kauuu…” Sungmin menunjuk wajah yeoja itu tepat saat itu handphone Sungmin bergetar satu kali. Tanda sms masuk.

From: Onew

Hyung, kenapa kau lakukan itu padaku?

Kau memberitau Hyuna jika aku sedang dekat dengan Yoona?

Bukankah aku sudah bilang padamu. Jangan ikut campur urusanku.

Kali ini. Jangan harap aku mau memaafkanmu dengan cepat.

Kau tidak tau kan apa yang Hyuna lakukan padaku? Dia menyusulku kesini.

Kau pus huh? Kau itu MENYEBALKAN SUNGMIN!! AKU BENCI PADAMU!!

“AARGHTTT!!! Apalagi ini huh? Hyuna?” sungmin tampak berfikir keras.

“Aku kemarin malam memang bertemu Hyuna. Tapi aku tak bicara apapun padanya”

“Hyuna itu siapa oppa? dia pacarmu?”

“Ah aku lupa, kemarin malam aku dalam keadaan mabuk” Sungmin masih bicara sendiri tanpa memedulikan pertanyaan yeoja itu.

“Apa aku mengatakan itu padanya? Benarkah?”

“Oppaaa..” yeoja itu melambaikan tangannya didepan wajah Sungmin.

Sungmin mendongak, “Kau masih berani tetap disini?”

“Aku tidak mengenalmu. Kenapa kau menggangu hidupku?” yeoja itu masih tetap tersenyum, meski kini kakinya sedikit goyah karena takut melihat mata Sungmin yang berkilat. Marah, tentu saja.

“Sudah kubilang cepat pergi!!! Kau benar-benar ingin ku habisi ya???” Sungmin hampir melayangkan tangannya pada yeoja itu sampai sebuah suara menghentikannya.

“SAENG-IL CHUKHAHAMNIDA LEE SUNGMIN. Prettttttttttttttttttttt *suara terompet*” Hyun Joong membawa kue ulang tahun yang berbentuk sebuah labu. Tapi kue itu tidak berwarna orange melainkan coklat. Blackforest pumpkin. Dikedua sisi Hyun Joong ada Onew dan Kwangmin yang sedang memegang terompet. Ketiganya mendekat kearah Sungmin. Tepat saat kota Seoul mempertunjukan kembang api diudara dengan bertuliskan ‘Happy New Year’.

Sungmin terlalu shock. Sungmin menangis. Kesal bercampur haru. Ia tak dapat berkata apa-apa.

“Hyung, kau menangis huh?” Kwangmin yang pertama kali melihat air mata Sungmin langsung khawatir.

“Hyung, gwaenchanayo?” Onew juga ikutan khawatir.

“Sungmin-ah, gwaenchana?” kini Hyun Joong yang menyakan keadaan Sungmin.

“Kalian tega sekali padaku huh?” air mata Sungmin mengalir semakin banyak.

“Mianhae hyung, ini semua ide Onew hyung” Kwangmin menuduh Onew.

“Ah aniya. Hyun Joong hyung duluan yang memulai ide gila ini” tuduh Onew pada Hyun Joong, ia juga tidak disalahkan.

“Sudahlah ini kan ide kita bertiga” Hyun joong kembali menatap Sungmin.

Sungmin memukul kepala dongsaengnya satu per sat, “KALIAN INGIN MEMBUATKU MATI HUH??”

“APA KALIAN TAU PERASAANKU SAAT INI? HAMPIR SAJA AKU INGIN MEMBUNUH ORANG! DAN MUNGKIN SETELAH ITU AKU JUGA AKAN MENYUSULNYA” emosi Sungmin meluap-luap.

“Mianhae hyung” Jalgeum Kuartet berpelukan. Mereka menangis bersama-sama.

“Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak menyangka kau akan sesakit itu hyung” Onew masih terisak dan merasa bersalah. Bagaimana tidak? Jika dipikir-pikir lagi ini memang keterlaluan.

“Aku juga minta maaf ya hyung. Insiden telat 10 menit itu. Sebenarnya aku tidak marah padamu hyung. Hanya saja itu aku manfaat untuk kejutan ulang tahunmu” Kwangmin membuat pengakuannya. Mereka masih berpelukan.

“Ya kalian memang membuatku terkejut. Sakit terkejutnya jantung sampai ingin berhenti berdetak” Sungmin melepaskan diri dari pelukan mereka bertiga.

“YA!! Kalian melupakan ku? Kalian berhutang padaku” yeoja yang ‘memeluk’ Sungmin kemarin masih berdiri dengan kue yang yang ditipkan Hyun Joong sebelum mereka berpelukan.

“Tenang saja Nuna. Hyun Joong yang akan membayar itu. Iya kan hyung?” Onew tersenyum dengan smirknya.

“Kenapa harus aku?”

“Karena kau sudah berjanji hyung” Kwangmin merangkulkan tangannya dibahun Hyun Joong.

“Ini kan idemu, Onew. Kenapa harus aku?” Hyun Joong menurunkan tangan Kwangmin dibahunya.

“Kau kan yang sudah membuat perjanjian dengannya hyung. Jadi itu tenggung jawabmu” Onew dan Kwangmin tertawa puas.

“Hey, apa yang kalian bicarakan? Aku seperti orang bodoh yang tidak tau apa-apa” Sungmin memang tidak tau apa-apa tentang perjanjian itu. Tentu saja. Ini kan untuk kejutan ulang tahunnya.

“Itu tentang….ini.. hhahahha” Hyun Joong mencolekkan krim kue ke pipi Sungmin. Sungmin membalasnya. Onew juga ikut-kutan mengotori wajah Sungmin dengan krim.

“Jia nuna, ini.. hahaha” Kwangmin malah mencolekan krim itu diwajah Jia, yeoja yang memeluk Sungmin itu.

“Kwangmin-ah, kauu….” Jia mengejar Kwangmin. Tapi karena Kwangmin bersembunyi dibalik Hyun Joong, maka Hyun Joong-lah yang erkena krim dari tangan Jia itu.

“Hahhahahaha”

“Kwangmin kau…” Hyun Joong berbalik dan memukul kepala Kwangmin yang berada dibelakangnya. Yang lain masih saja terus tertawa.

“Onew-ah, bukankah eommamu sedang sakit?” Sungmin bertanya ditengah-tengah tawa mereka.

“Hyung, kau masih tidak mengerti juga. Itu juga rekayasa, hyung. Hahha” Onew menghampiri Sungmin, Onew menepuk pelan bahu Sungmin.

“Seberapa banyak kalian membohongiku, huh?” Sungmin mulai curiga dengan kejadian akhir-akhir ini.

“Banyakk” seru ketiganya kompak.

“Kupikir hanya yeoja ini” tunjuk Sungmin pada Jia dengan dagunya. Jia hanya nyengir seolah ia tidak bersalah apapun.

“Baiklah akan kami ceritakan hyung daripada kau mati penasaran” mereka semua mulai masuk kedalam homebus karena salju diluar mulai terasa dingin sampai menusuk-nusuk kulit. Semuanya duduk membentuk lingkaran kecil.

-FLASHBACK-

28 Desember 2011

…………………………

“Kau ini pelit sekali”

“Apa peduliku”

“Hyungggg” Kwangmin menunjukan wajah memelasnya. Ia yakin dengan seperti itu makan Hyun Jooong akan mengikuti permintaannya.

“Baiklah. Cepatlah mandi” dan benar saja Hyun Joong langsung mengiyakan.

***

Mereka sudah sampai dihomebus mereka. Disana sudah ada Onew.

“Kau tidak membawanya?” Hyun Joong dengan cepat menyadari bahwa Onew tidak membawa apapun yang disuruhnya.

“Kau gila hyung? Bukankah kertas bukti pembayarannya ada padamu?”

“Ah, iya aku lupa. Baiklah aku akan kembali ke rumah, seingatku aku menaruhnya dimeja dan akan langsung mengambil barangnya. Kwangmin, kau dan Onew segera pesan kuenya dan ingat itu haus sesuai dengan yang tadi kujelaskan dirumah. Onew jangan lupa kau ambil kunci homebus Ming. Aku takut dia kemari tanpa sepengetahuan kita.”

“KAMI TAHU HYUNG. KAU INI CEREWET SEKALI” kata Kwangmin dan Onew kompak.

Mereka pergi dari homebus. Kwangmin dan Onew membeli hiasan dan yang lainnya untuk menghias homebus mereka. Sedangkan Hyun Joong kembali ke rumah.

“Sedang apa kau didepan rumahku? Seperti pencuri saja” Hyun Joong menemukan seorang yeoja yang sedang celingukan didepan rumahnya. Yeoja itu berbalik, “KAU..” seru keduanya bersamaan.

“Darimana kau mengetahui rumahku?”

“Rumahmu? Bukankah ini rumah Kwangmin?”

“Kwangmin itu dongsaengku. Ada apa kau mencari Kwangmin?”

“Aku ingin mengembalikan dompetnya yang tertinggal kemarin”

“Kau mencurinya?”

“Sudah kubilang aku ingin mengembalikannya, bodoh! Jika aku mencurinya untuk apa aku mengembalikannya?”

“Baiklah tunggu sebentar” Hyun Joong masuk kedalam rumah dan segera kembali lagi keluar.

“Ayo ikut”

“Kemana?”

“Bukankah kau ingin mengembalikannya pada Kwangmin?” akhirnya yeoja itu ikut dengan Hyun Joong.

***

Kwangmin dan Onew baru sampai dihomebus mereka. Mereka berdua membeli apa saja yang harus mereka siapkan untuk menyabut tahun baru dan ulang tahun Sungmin. Ini lebih merepotkan dari natal kemarin. Karena natal mereka rayakan bersama keluarga masing-masing.

“Kau memasukkannya dilubang yang salah bodoh”

“Aku tidak pernah melakukannya, makanya aku tidak tau”

“Hyung, apa Hyun Joong hyung lakukan didalam?”

“Kau benar apa ia melakukan…”

BRAKKK

“YA!! Apa-apaan kalian ini? Kau mau membuat pintunya rusak?”

“Nunaaaa… sedang apa kau disini?”

“Aku ingin mengembailkan dompetmu yang tertinggal kemarin”

“Aku pikir, aku lua membawanya tadi. Ternyata memang sejak kemarin tertinggal direstauran. hahha”

“Itu apa hyung?” Tanya Onew memegang gulungan-gulang benang wol.

“Itu Sarung tangan yang yeoja ini buat untuk Ming. Aku yang menyuruhnya karena aku tidak bisa merajut”

“Annyeong. Aku Onew” Onew dan yeoja itu bersalaman.

“Aku Song Ji Ah. Kau bisa memanggilku Jia”

“Aku punya ide hyung. Bagaimana jika Jia Nuna ini menjadi retaknya hubunganmu dengan Sungmin hyung? Bukankah kalian tidak pernah bertengkar?”

“Onew hyung benar hyung”

“Aku akan pura-pura pulang ke Amerika untuk mengawasinya”

“Apa??? Mmm.. tapi ini menarik, bolehkan aku meminta imbalan karena kalian telah mengajakku kedalam rencana kalian??”

***

30 Desember 2011

………………………….

“Ternyata kau sejahat ini hyung pada kami?” Kwangmin juga ikut menyusaul kepergian Hyun Joong.

Diam. Setelah kepergian Kim bersaudara itu, Sungmin masih diam ditempatnya. Yeoja yang tadi merusak persahabatan Jalgeum Kuartet dengan hanya satu kali pelukan saja masih tetap berdiri disamping Sungmin. Wajahnya sama tegangnya dengan Sungmin.

“Aktingmu sungguh tidak diduga Nona. Belajar acting darimana huh?” Sungmin tertawa miris.

Setelah kejadian siang itu malamnya Sungmin langsung ke bar, ia mabuk. Diluar ia bertemu dengan Hyuna teman Onew. Tapi ia kehilangan kesadarannya. Ia pingsan. Onew memanfaatkan itu untuk membuat masalah dengan Sungmin.

 

***

-FLASHBACK END-

“Ini untukmu hyung” mereka meberikan kadonya untuk Sungmin.

“Sarung tangan pink, syal pink dan I-Pad Pink?? Gomawoooo” Sungmin memeluk mereka satu per satu.

“Bukankah kita melupakan sesuatu?” Tanya Sungmin. Berpikir.

“kau benar hyung” Onew membenarkan.

“hana.. dul.. set..”

“HAPPY NEW YEAR 2012…..”

Prettttttttttttttt…prreeeetttttt… *suara terompet*

“meski sudah telat dari pada tidak”

Hahahhaha

————-FIN———————

Akhirnya selesai juga. Fiuhh.

Rame ga?? Comment pls. heheh

Kenapa CASTnya mereka berempat?? Karena mereka semua bias aku😀

Sebenernya ini mau aku bikin series. Tapi takutnya pada ga suka. Yaudah aku bikin jadi oneshoot aja. Sama aja kan?? Hahahah. Klo banyak yang suka, mungkin nanti  ada lagi edisi JALGEUM KUARTET versi aku ini, dengan judul yang beda. Kan ini judulnya ‘Marry Christmas, Happy New Year and Happy Birthday’ nanti pasti lain lagi. Oke maksih. Buat yang ga bisa comment disini boleh comment di *numpang proma ya ^^V* FACEBOOK-ku atau TWITTER-ku, follow dan mention ya kalo mau di followback. Kunjungin juga bloga ku yg masih belum banyak pengunjung, DISINI. Yang udah BACA dan COMMENT, makasih banyak. Yang udah BACA tapi GA COMMENT juga makasih banyak.

Satu lagi, KALO ADA YANG MEMPLAGIAT FF AKU INI (ya biarpun jelek begini kan ttp KARYAKU, HASILKU SENDIRI) AKU DOAIN BIAR GA PUNYA TEMEN DAN GA KETEMU SAMA BIASNYA SEUMUR HIDUP :p

4 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s