Need Little of Your Time

Tittle: Need Little Of Your Time

Author: Nana Cho

Cast:

  • Nam Woohyun [Infinite’s Woohyun]
  • Lee Sungri / You

Genre: Romance, Sad

Rate: T

Disc: The cast belongs to themselves, and the plot belong to me

[…]

Just a little,

Can you stay here just a little bit?

[…]

Just Need Little of Your Time

 

Yeoboseyo, hari ini kita bisa bertemu?”

“Oh! Begitu, ne. Gwaenchana.

Ne… kau lanjutkan saja. Hwaiting.”

“Nado saranghae.”

TUT TUT TUT.

Hubungan dua arah kami terputus. Kuhempaskan tubuhku ke kursi malas di belakangku, kemudian kulempar begitu saja ponselku ke atas tempat tidur. Kesal? Ne. Aku memang agak kesal. Mood-ku tidak begitu baik hari ini.

Aku baru saja pulang dari tour-ku di Jepang tadi pagi, dan aku memutuskan untuk me-cancel semua acaraku hari ini. Demi seorang yeoja bernama Lee Sungri. Yeoja yang sudah menemaniku dua tahun terakhir ini. Tapi, apa yang kudapat?

Sungri, yeoja itu tengah sibuk dengan senat, kuliah, atau apalah itu yang dia sebut dengan kegiatan sosial. Dia terus berusaha membahagiakan orang lain, sedangkan namja-nya tersiksa karena merindukannya. Hhh…

Sudah hampir satu tahun terakhir ini kami sibuk dengan urusan kami masing-masing. Tidak ada waktu untuk bertemu, tidak ada waktu untuk berbicara, bahkan aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Buruk? Tidak. Ini parah.

DDRRT… DDRRTT…

Ponselku bergetar ketika baru saja salah seorang team kreatif menyuruhku bersiap-siap, karena sebentar lagi aku harus tampil di atas pentas.

Kulihat flap ponselku, Sungri menelpon.

Yeoboseyo?” Sapaku seraya berjalan keluar ruang ganti.

Mianhae chagiya, aku harus show sekarang. Jeongmal mianhae.” Kalian tentu tahu apa yang dimintanya melalui jawabanku.

Jeongmal mianhae. Besok aku kosong eotte?” Ya. Dia memintaku bertemu dengannya.

Mwo? Besok kau harus berangkat ke Incheon? Berapa lama?”

“Satu Minggu?” Aku harus menahan keinginanku untuk bertemu dengannya satu minggu lagi? Padahal mulai Besok jadwalku kosong, dan minggu depan adalah hari dimana gunungan jadwal show dan syuting akan menumpuk di depanku. Paling tidak, sampai bulan depan.

“Hari ini aku benar-benar tidak bisa chagiya. Show-ku sampai malam.”

“NAM WOOHYUN, TIMES.” Giliranku tiba!

“Aku harus tampil dulu, nanti kutelfon lagi. Annyeong, jeongmal saranghae.” Kututup flap ponselku, kemudian berjalan menaiki panggung dengan agak terburu.

Shigani tto meomchun geolkkayo/ Ireohke tto jami deunayo/ Meonghani bakkeul barabodaga/ Dunun gameun che geudae saenggagi naseo” Kumulai lagu balada itu dengan lembut. Shigani tto meomchu geolkkayo? Aku ingin menghentikan waktu, keluar dari panggung ini, dan berlari menemuinya. Lee Sungri.

“Woohyun, seorang yeoja mencarimu.” Ujar manajer hyung ketika baru saja kuletakkan koperku di lantai, dan menghempaskan tubuhku di tempat tidur.

Nugu?” Aku tidak serta merta bangun dari posisiku. Kulirik manajer hyung dengan malas. Aku benar-benar lelah.

“Kau lihat saja sendiri.” Ujarnya dengan senyum penuh arti, kemudian keluar dari kamarku.

Kulangkahakan kakiku keluar kamar agak bermalas-malasan aku benar-benar lelah. Sudah sekitar satu bulan lebih sejak terakhir kali Sungri menelfonku ketika itu, sebelum dia berangkat ke Incheon. Sejak itu pula, kami tidak pernah saling berhubungan lagi. Aku memilih menyibukkan diriku dengan semua show dan latihan. Sedangkan, aku tidak tahu apa yang dilakukannya. Ini membuatku sangat lelah, ketika aku menyadari bahwa aku sudah merindukannya sampai hampir mati.

Kumasuki ruang tamu, dan yang kudapati adalah seorang yeoja yang masih berdiri membelakangiku, menatap sebuah foto besar yang tergantung di ruang tamu. Foto debute-ku. Punggung itu, aku mengenalnya dengan baik. Dia…

Chagiya…” Langsung kupeluk tubuh mungil itu dari belakang. Erat. Sangat erat.

“Eh, Woohyun oppa?” Dia kaget. Itu wajar. Di genggamnya tanganku yang melingkar di pinggangnya.

“Kenapa datang tak memberi kabar?” Kubalik tubuhnya, kemudian menatapnya dalam. Aku benar-benar merindukannya. Merindukan matanya, senyumnya, suaranya, semuanya. Aku merindukan semua yang ada di dirinya.

“Aku ingin memberimu kejutan. Apa berhasil?”

Ne. Kau benar-benar berhasil.” Kupeluk erat lagi yeoja di depanku itu. Kemudian, kudengar dia tertawa kecil dan membalas pelukanku. Pastinya, dia juga merindukanku.

Ng…” Tiba-tiba Sungri melepas pelukannya.

Mworago?”

“Kau belum mandi?” Wajahnya berubah masam. Eh? Apa aku bau?

“Hehehe…” Kubentuk tanda ‘V’ dengan jari telunjuk dan jari tengahku sambil tersenyum tanpa dosa untuknya.

Aigoo Woowoo… cepat mandi sana.” Sungri mendorongku gemas. Hahaha… aku suka ekspresinya yang seperti ini.

Ne chagiyaaa…” Kukecup pipinya sekilas, kemudian terburu-buru belari menuju kamar mandi. Karena, aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Woowoo…” Benar saja. Sungri meneriakkan namaku, kemudian berlari-lari mengejarku dengan pipi memerah. Kami seperti anak kecil? Tapi, inilah kami.

“Malam ini, boleh aku menginap disini?” Tanya Sungri tiba-tiba.

Mwo? Uhuk… uhuk… tentu boleh.” Dia membuatku tersedak masakannya. Mengagetkan.

“Ini…” Dielungkannya segelas air putih kedepanku, yang langsung kutegak habis. Aku butuh air.

“Hhh… gomawo.”

Cheonmaneyo.” Ditunjukannya senyum manis itu untukku. Senyum yang paling kusukai selama hidupku.

“Bagaimana, kalau kita menonton film dulu sebelum tidur?” Tawarku padanya yang masih duduk di depanku, menikmati makan malam kami.

“Apa kau tak lelah?  Bukankah kau baru pulang dari tour-mu di China?”

“Aniya. Aku tak lelah. Kita nonton dulu. Ne?”

Ne.” Akhirnya dia mengangguk seraya menunjukkan senyumnya lagi. Membuatku, mau tidak mau juga tersenyum bersamanya.

Pagi ini, aku terbangun karena sebuah cahaya yang kurasa menembus kelopak mataku. Pasti Sungri yang sudah membuka tirai jendelanya.

“Ngg…” Kuliuk-liukkan tubuhku seraya mengusap-usap mataku untuk memperjelas penglihatanku. Benar saja, tirai jendela sudah terbuka, dan Sungri tidak ada di sampingku. Padahal, semalam dia tertidur disini, gara-gara kami menonton film sampai malam. Pasti dia yang membuka tirainya, kemudian sekarang dia sedang memasak untukku. Dia memang calon istri yang baik. Tak salah aku memilihnya. Hehehe…

Chagiya…” Kulangkahkan kakiku keluar kamar seraya menggaruk bagian belakang kepalaku yang tidak gatal. Tidak ada jawaban.

Chagiyaaa?” Kutambah volume suaraku. Tapi, tetap saja tidak ada jawaban.

Mungkin dia sedang serius memasak di dapur. Kukageti saja dia.

Chagiya!!!” Kuteriakkan panggilanku, seraya menghentakkan kakiku ketika memasuki dapur. Tapi, apa yang kudapati? Dia tidak ada disini. Dapur kosong. Sebenarnya, kemana dia?

Chagiya…” Perasaanku mulai tak enak. Kutelusuri setiap jengkal rumah ini.

“Lee Sungriii…” Tidak ada jawaban.

“Sungriii Chagiyaaa?” Bahkan dia seolah tak mendengar panggilanku ketika kuteriakkan namanya. Dia tak kutemukan dimanapun. Sampai akhirnya,

DDRRTT… DDDRRRTTT….

Ponselku bergetar, Umma Sungri menelfonku.

“Yeoboseyo Ajjuma.”

“Nde? Mworago?”

“…”

“Andwae. Sungri bersamaku sejak kemarin Ajjuma.”

“Tidak mungkin. Jangan bercanda Ajjuma.”

“Andwae! Andwaee!!!”

Lututku lemas. Aku terduduk begitu saja di lantai. Ajjuma, Umma Sungri, baru saja menelfonku, dan mengatakan padaku bahwa Sungri, anaknya, sudah meninggal karena kecelakaan ketika perjalanannya dari Incheon, dan hari ini adalah hari ke-50 setelah kematiannya. Mereka, keluarga Sungri tidak bisa menghubungiku karena kesibukanku, dan mereka baru saja bisa menghubungiku sekarang. Ketika semuanya sudah terlambat. Ketika Sungri sudah pergi.

Tuhan… kenapa Kau tak membiarkanku membahagiakannya barang sebentar saja? Hanya untuk memberikan sebuah kenangan untuknya sebelum dia pergi. Tuhan. Aku masih membutuhkannya disini Tuhan. Kenapa Kau ambil dia secepat ini?!

PLUK.

Setangkai bunga lily putih jatuh diatas kepalaku, bersama secarik kertas yang diikatkan di tangkainya. Lily putih? Ini bunga faforit Sungri. Naui yeoja.

Kubuka kertas itu, dan kubaca isinya. Membuat aliran yang terbentuk di pipiku semakin deras.

Woowoo, mianhae aku tidak bisa lebih lama lagi menemanimu. Waktuku sudah habis. Aku hanya diberi waktu 49 hari untuk mencarimu dan bertemu denganmu. Aku bersyukur akhirnya bisa bertemu denganmu, dan menghabiskan waktu denganmu walau hanya satu hari. Sekarang, waktuku sudah habis. Aku harus benar-benar meninggalkanmu.

Kau, jagalah dirimu baik-baik. Jangan terlalu sibuk, tetap makan teratur. Juga, carilah yeoja yang lebih baik dariku. Carilah yeoja yang bisa menemanimu setiap hari. Bukan yeoja yang tidak bisa menemanimu, sampai akhirnya meninggalkanmu seperti aku ini.

Berbahagialah Woowoo, aku akan mengawasimu dari surga. Saranghae naui Woowoo^^’

29 responses

  1. *mewek*
    Huwaaaaa.. Eon,bagus loh ceritanya..
    Terus ada 49 Hari kayak film 49 Days aja..terinspirasi,ya? Ahaha.
    Pas awal-awalnya aku gak kepikiran kalau Seungrinya bakal meninggal,lho ==;a
    Soalnya aku gak liat genre..ahaha!
    Akhir-akhirnya aku nangis juga😥
    Huwaa.. Yang sabar,ya,woohyun oppa.. ._.
    Pokoknya nice story author ! Daebak !!
    Tapi yang awal-awalnya,yang percakapan ditelepon aku kurang ngerti,cuman inti keseluruhan ceritanya ngerti kok😀
    Dinanti cerita author yang lain ^^V

    • *kasi tissue*
      ehehehe… gomawo :**
      sebenernya ini ff lama seh, inspirasinya juga dari legenda orang Korea yang kalo sebelum 49 hari setelah meninggal, arwahnya belum pergi dari lingkungannya, saya malah ga nonton 49 days, kekeke…
      eh, ada yang nangis juga ternyata gara-gara ff abal ini, emejing~ *tepok tangan*
      gomapta gomapta *deep bow*
      hehe mian ya yang awal2 itu ntar saya kasi keterangan deh, ^^v
      ditunggu juga komen di ff yang lain :*

  2. Daebakk thor!!!!!
    Aku ska banget nie ama cerita’a🙂
    Dari awal aku udah bsa tebak klw pasti Seungri meninggal,,,,
    Nie FF nguras air mata😦
    Eh, ada 49 hari kyk DraKor yg jdl’a 49 days,,,,,
    Nice FF thor🙂
    Aku tunggu FF karyamu yg laen’a yah tor😀
    HWAITING!!!!!😀
    *mian klw koment’a gak membangun

    • hehehe.. gomawo chingu :*
      iyakah? ah, pasti gegara genre-nya ‘sad’ ya…
      eh, sungri ya ching, bukan seungri, kalo seungri tu kan panda saya *dijitak myungsoo*
      alhamdulillah deh kalo bisa menguras air mata, padahal saya pikir ini ga begitu sedih, tenyata ada yang nangis juga ._.
      iya agak mirip emang soalnya ide saya emang dari legenda korea yang dipake di drama itu, ^^
      iya, saya tunggu juga komen chingu di ff saya yang lain, hehehe….
      ne, HWAITING~

      komennya ga ngebangun gapapa, daripada sider? xixixi… sekali lagi gomapta~ :*

    • haha… asal jangan bosen aja yakk baca ff ginian, kekeke…
      jangan salahkan author mengandung, salahkan yang punya nama, kenapa namanya mirip panda?😄 *kabur bareng Myungsoo*

  3. waaaaaaaaah daebaaaaaaaak! awalnya ga nyangka, tapi pas woowoo bangun terus gaada siapa siapa bahkan di seluruh rumahnya juga ga ada sungrinya, aku udah mulai berpikir kalau sungri sebenernya udah meninggal. nice ff =D di tunggu ff lainnya ya thor =))

  4. 49days melanda author sodarah sodarahh.. -_-v
    Woo???? Nae gak ngeh dari awal kalo Sungri-nya udah meninggal. Ya amplop..
    *getokin kepala*
    Jung Ilwoo tajir banget ye, semua arwah dikasih hape.
    Nana Cho umma. Dashihanbeondo!!! YOU’RE DAEBAKKK!!! =)

    • kagaa… ini inspirasinya bukan dari drama itu beh, ini ff lama ko, sebelum drama itu malah :p
      eh, lemot kamu kambuh ya? udah minum obat?
      kok hape? O.o

      Ne, gomapta chagiya :* Neoddo daebak ^^

  5. sempet nebak ending na klo sungri uda meninggal pas ketemu namstar oppa tp dkira meninggalnya pas mw ke tempat namstar oppa, tnyata uda 50 hari. ckckck..kasihan bgt oppa dtinggal mati sungri, boleh saya gantikan dy?? hhahhay..
    #gaje bgt.

    intinya ney ceritanya seru, sayang ga hepi ending tp tetep seru ko.

    • kesingkatan ya? mianhae m(_ _’)m
      yang cast-nya myungsoo? banyak ko ff saya yang cast-nya myungsoo, check aja di archive saya, ntar komen ya #wink #promo

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s