Heart for 2 [Chapter 1]

            

Author : Kin♥ (@Rekindria)

Title : Heart for 2

Main cast : Choi Sooyoung, Choi Siwon, Hwang Mi-Young

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Length : Prologue  ׀ Chapter 1 ׀Chapter__

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves.

Warning : Don’t be a Plagiator and Siders.

♥ Heart for 2♥

~Chapter 1~

Sooyoung terus mengamati keindahan musim semi yang terpampang jelas dihadapannya. Bunga begitu berseri saat muncul dari tidurnya. Matahari terlihat tersenyum saat menyinarinya. Sooyoung tersenyum saat menyadari musim semi datang saat ini dan di detik ini.

Sooyoung terus berjalan menyesuaikan langkah kaki yang membawanya. Dia terus menyelusuri sebuah taman yang terletak di daerah Cheongdam-dong. Setidaknya menikmati musim semi di sekitar dorm-nya bisa menghilangkan penat yang selama ini dia rasa.

Setelah merasa cukup menelusuri jalan, ia memilih untuk mengistirahatkan diri pada sebuah bangku taman. Ia melirik sekilas sosok pria yang diam termenung di sampingnya.  Pria tersebut memakai kacamata hitam dan membuatnya tidak bisa melihat rupa pria disebelahnya. Yang ia tahu mungkin pria tersebut beberapa tahun lebih tua darinya.

Sooyoung pun kembali menekuni pekerjaannya yang tertunda yaitu menikmati musim yang indah ini. Matanya terus menatap dengan berbinar dan ia tak henti-hentinya berdecak kagum.

Sooyoung menyipitkan matanya saat melihat sosok bayangan yeoja yang ia kenal. Ia sedikit menyingkirkan kacamatanya dan melihat gadis itu tepat berlari kearahnya. Jika dilihat dari postur tubuhnya itu terlihat seperti… Tifanny. Apa benar Tifanny? Apa ada hal penting yang ingin ia ucapkan sampai menjemputnya segala? Tapi, tidak ada seorang pun yang tau Sooyoung sedang menenangkan diri disini. Jadi untuk siapa dia kesini?

Tifanny berlari kecil dan berhenti tepat dihadapan pria yang sedari tadi duduk disebelah Sooyoung. “Siwon oppa.” Gumam Tifanny kecil memanggil namjachingu-nya.

Sooyoung membelalakan matanya. Jadi, yang sedari tadi yang disamping  dirinya itu Siwon? Kenapa Siwon tidak mengenalnya?

“Tifanny.” Sooyoung menyapa Tifanny dengan melambaikan tangannya.

Tifanny menoleh dan terdiam lalu membalas sapaan itu saat ia mengenal sosok yang duduk disebelah namjachingu-nya. “Sooyoung ah?  Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku hanya menikmati hari liburku.” Sahut Sooyoung.

Siwon menolehkan wajahnya. Dia sama sekali tidak menyadari jika Sooyoung disampingnya. “Kapan kau disini?”

Sooyoung mengerutkan kening, sebal. “Jadi kau tidak menyadari kehadiranku?”

Siwon menggeleng cepat. “Tidak. Hanya saja penyamaranmu sulit ditebak.”

Tifanny tersenyum menampilkan eye smile­-nya. “Jadi kita akan jalan bertiga? Ini pasti menyenangkan. Aku sudah lama tidak menghabiskan waktu seperti ini.” Tifanny mencoba melerai Sooyoung dan Siwon.

Ne?” Sooyoung dan Siwon sama-sama memekik keras.

“Ada yang salah?” rengut Tifanny.

Sooyoung dan Siwon terdiam. “Itu berarti jawaban iya. Kajja oppa!” Tifanny menarik tangan Siwon dan menyusupkan tangannya disela lengan dan tubuh Siwon. Tak lupa Tifanny memberikan senyuman khasnya pada Siwon.

Sooyoung ikut tersenyum namun terlihat miris. Ia pun mengikuti Tifanny dan Siwon yang berjalan didepan mereka. Langkahnya ia pelankan agar tak menganggu waktu mereka.

“Jadi kau mau apa?” Siwon bertanya dengan senyum yang tak henti terukir di sudut bibirnya.

Tifanny memutar bola matanya, berfikir. “Aku tidak mau apa-apa. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu.” Balas Tifanny yang membuat Siwon kembali tersenyum lebih indah. “Hari yang indah bukan oppa? Ah…aku menyukai musim semi.” Tifanny bergumam pelan dengan mata berbinar.

“Aku tidak menyukai musim semi.” Jawab Siwon yang membuat Tifanny melihatnya dengan bingung. “Karena menurutku Tifanny Hwang lebih indah dari musim semi.” Lanjut Siwon lagi.

Tifanny terkekeh kecil mendengar lontaran Siwon. Siwon pun mengacak rambut Tifanny pelan membuat gadis itu mengembungkan pipinya, kesal.

Sooyoung semakin merasa sesak. Entah sejak kapan ia merasa hatinya sakit saat melihat Siwon dan Tifanny yang terlihat begitu mesra. Baiklah semua tau.. Sooyoung SNSD tidak pernah menjalin suatu hubungan. Jadi, apakah ini wajar baginya cemburu karena ingin memiliki kekasih juga?

Tapi, ini terasa beda. Dadanya sesak dan menyakitkan. Melihat Siwon yang begitu hangat menatap Tifanny dan sesekali melontarkan lelucon untuk gadis itu.

Sooyoung mencoba menghela nafas untuk kesekian kalinya. Dia kembali menatap Siwon dan Tifanny yang terlihat bahagia menikmati hari mereka. Tangan Siwon begitu kuat menaut jemari Tifanny. Sooyoung seakan menyadari Siwon tidak akan melepaskan Tifanny begitu saja.

Tifanny  menolehkan wajahnya dan tersenyum kearah Sooyoung. “Sooyoung ah… ayo sini. Lihatlah hari ini indah bukan?” Tifanny memekik kecil dan menarik tangan Sooyoung.

“Hati-hati.” Siwon berhasil menopang tubuh Sooyoung yang hampir terjatuh saat Tifanny menariknya. “Kau baik-baik saja kan?” tanya Siwon saat melihat raut wajah Sooyoung yang memucat.

Sooyoung terhenyak saat menyadari wajah Siwon begitu dekat. Ia merasakan jantungnya berdegup begitu cepat. “Aku baik-baik saja.” Sahut Sooyoung cepat lalu berusaha membenarkan posisinya.

Tifanny tersenyum tipis. “Mianhaeyo Sooyoung ah..

Sooyoung tersenyum. “Ne.. gwenchana.

“Baiklah ayo kita ke taman.” Ajak Siwon yang langsung menarik Tifanny masuk kedalam pelukannya.

Sekali lagi Sooyoung menatap moments itu dengan nanar. Dia mencoba tegar dan memukul-mukul dadanya agar tidak sakit. Namun itu tidak berhasil. “Ini akan baik-baik saja,” desisnya pelan mencoba menghibur dirinya.

Tifanny berlari kecil saat menemukan sebuah ayunan. Dia menarik tangan Sooyoung untuk bermain bersamanya.

Siwon tersenyum lalu mendorong kecil ayunan yang Tifanny tempati. Sesekali memperlihatkan senyumannya saat Tifanny mendongakkan wajahnya menatap Siwon.

Sooyoung menatap kedua insan tersebut dengan iri. Entah kenapa melihat cara Siwon menatap Tifanny sangat berbeda saat menatapnya. Dan senyuman itu terlihat lebih indah saat bersama Tifanny. Apa ada yang salah dengannya hingga membuat Siwon tidak memperlakukannya seperti dia mengistimewakan Tifanny?

◊◊◊◊◊◊◊◊

Sooyoung kembali berkutat pada pensil dan kertasnya. Ia berusaha untuk melakukan tugasnya dengan baik tapi, kenapa tidak berhasil?

Sooyoung saat ini sedang merampungkan tugasnya untuk menulis sebuah lyric lagu untuk album SNSD yang akan datang. Tentu saja dia mengambil penawaran ini. Sayangnya sampai saat ini ide itu tidak muncul.

Sooyoung kembali mencoba mengingat hal-hal yang membuatnya tersentuh. Tapi, dia mencoba menghiraukannya. Sayangnya, bayangan itu yang selalu muncul.

Semua bayangan kebersamaan dia dengan seorang Siwon yang mungkin tanpa ia sadari telah mengisi hatinya yang kosong. Ini salah, kan?

Kejadian di taman dengan menikmati indahnya musim semi membuatnya sedikit mendapatkan inspirasi. Saat Siwon tersenyum hangat menjabat tangan wanita yang diimajinasikan bahwa sosok itu dia bukan Tifanny.

Sooyoung seperti mendapat secercah harapan saat membayangkan hal itu. Membayangkan bahwa dirinya yang bersama Siwon. Dirinya yang merasakan kehangatan Siwon. Dirinya yang merasakan betapa besarnya cinta Siwon untuk dirinya..bukan Tifanny.

Lalu ia pun tersenyum saat mendapatkan inspirasi itu. “Walau bukan aku yang mengalami. Aku bisa membayangkannya kan?” desis Sooyoung pelan yang mencoba menghibur dirinya. Membayangkan Siwon menjadi miliknya tidak apa-apa kan?

Sooyoung akhirnya menggoreskan pensilnya dan menulis beberapa bait lagu disana. Teringat akan semua bayangan yang berputar layaknya sebuah film. Seperti sebuah senyuman yang diberikan Siwon pada Tifanny terlihat begitu hangat, menikmati musim semi bersama dengan jari yang saling berpanggut mesra, pelukan hangat dan kecupan mesra itu. Dia bisa merasakannya… merasakan Siwon begitu besar mencintai sosok yeoja itu. Sayangnya yeoja itu adalah Tifanny Hwang bukan Choi Sooyoung.

Sooyoung menjatuhkan pensilnya. Dia merasa cukup. Setidaknya menulis lyric ini mampu membuatnya merasakan perasaan itu. Perasaan cinta terbalas dan merasakan cinta yang begitu besar dari sosok yang ia impikan.

◊◊◊◊◊◊◊◊

“Kau harus tau oppa. Aku menulis sebuah lagu untuk seseorang yang aku cintai.” Pukas Sooyoung dengan menyerahkan berkas kertas yang terdapat beberapa goresan disana.

Siwon tersenyum simpul lalu mengambil secarik kertas itu. Dia membaca tiap bait kata yang tergores disana. Lagu yang indah dan penuh kehangatan cinta. “Kau sedang jatuh cinta?” pukas Siwon dengan senyum meledek. “Siapa pria itu Sooyoungie? Aigo..adik kecilku sudah dewasa rupanya.”

Sooyoung terdiam. Adik? Jadi, hanya sebagai adik?

“Kenapa hanya diam?” rengut Siwon.

Sooyoung menggeleng. “Tidak.”

Sooyoung melirik singat Siwon dengan ekor matanya. “Oppa..aku lihat oppa dan Tifanny eonni sangat serius.”

Siwon terkekeh kecil lalu mengeluarkan sebuah kotak. “Benar. Lihatlah ini.”

Sooyoung terpaku saat menyadari kotak tersebut adalah sebuah kotak cincin. Ia tidak tau bahwa Siwon akan meresmikan hubungan mereka secepat ini. Walau mereka menjalani hubungan tertutup pada publik tetap saja Sooyoung tidak mengerti. Apakah ini semua akhir baginya?

Siwon dapat melihat Sooyoung begitu berbinar melihat cincin tersebut. “Kau menyukainya? Aku ingin sekali melamar Hwang Mi Young.”

Sooyoung mengangguk pelan. “Sangat indah. Pasti Tifanny eonni menyukainya.”

Siwon menyungingkan senyum tipis. “Baguslah. Jika kau menyukainya aku yakin Tifanny Hwang juga akan menyukainya.”

Sooyoung mengangguk, setuju. “Benar.”

“Oh ya.. masalah lagumu..aku menyukainya. Aku bisa merasakan bahwa sosok yang kau ceritakan disini sangat mencintaimu. Siapa dia Sooyoung ah?”

Sooyoung terdiam. Dia tau memang sosok yang ia gambarkan adalah pria yang dihadapannya. Pria yang begitu mencintai gadisnya. “Aku hanya menggambarkan orang tersebut adalah orang-orang yang mencintaiku….seperti Tuhan,keluarga dan teman.” Jelas Sooyoung yang disertai senyuman tulus disana.

“Aku harap kau bahagia seperti di lagu ini. Kamu ingin memberikan judul apa?”

Sooyoung menghela nafas pelan. Ia juga menginginkan bahagia seperti yang ia inginkan. “How great is your love.” Jawab Sooyoung mantap dengan melihat kedua mata Siwon.

◊◊◊◊◊◊◊◊

Siwon terus mengumbar senyum saat menyelusuri lorong kantor SM. Hari ini dia berniat menyampaikan semua perasaannya pada gadis yang telah mengisi hati dan hidupnya. Dia percepat langkahnya menuju lobi atas kantor SM.

Matanya ia edarkan mencari sosok Tifanny, namun ia sama sekali tak menemukannya.

Tifanny terkekeh kecil melihat Siwon yang sibuk mencarinya. Dia mengedap-endap dan menutup mata Siwon dari belakang. Tentu saja membuat Siwon kaget namun dia tahu siapa yang melakukan ini. “Tifanny Hwang, stop doing that.”

Tifanny terkikik pelan lalu tersenyum. “Mencari ku oppa?”

“Tentu saja.” Balas Siwon seraya membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Tifanny.

“Ada apa?”

“Salah kalau aku ingin menghabiskan waktu dengan kekasihku?” pukas Siwon dengan menaikkan alisnya, meledek.

“Tidak. Aku ingin latihan habis ini oppa.” Balas Tifanny yang membuat Siwon menghela nafas panjangnya.

“Baiklah kalau begitu cepatlah keruang latihan. Aku tidak mau temanmu menunggu.” Ucap Siwon dengan mengacak rambut Tifanny.

Ne..” Tifanny berbalik dan berjalan perlahan. Langkahnya ia hentikan sebentar. Ia berbalik dan berlari kearah Siwon. Tersenyum malu lalu dengan cepat mencium pipi Siwon sekilas.

Siwon terdiam saat Tifanny pertama kali menciumnya. Tifanny berbalik namun ditahan oleh tangan Siwon. Siwon menarik Tifanny dalam dekapannya. Ia putar tubuh Tifanny dan berbisik pelan, “Kalau ingin menciumku jangan seperti ini.”

Siwon meraih dagu Tifanny dan mencium bibir gadis itu lembut.

◊◊◊◊◊◊◊◊

                “Kemana Hwang Mi-young?” sunggut Jessica kesal karena merasa lelah menunggu Tifanny.

Anggota SNSD lainnya mengedikkan bahunya, tidak tahu. Mereka saling pandang menanyakan dimana keberadaan Tifanny. Namun yang lainnya hanya saling menggelengkan kepalanya.

Sooyoung mengedarkan pandangannya keluar jendela. Malam ini dia seakan teringat sesuatu. Siwon akan melamar Tifanny. Apakah itu berarti Tifanny sedang bersama Siwon?

“Biarkan aku yang mencarinya.” Usul Sooyoung yang segera beranjak dari ruangan latihan.

Dia terlihat bodoh atau menyakitkan? Sudah mengetahui bahwa dia tidak mampu melihat moments Siwon dan Tifanny. Tapi, kenapa berniat ingin menemui Tifanny?

Sooyoung terus melangkahkan kakinya gusar. Sooyoung sudah tau dimana mereka.

Dia tahu.. tidak seharusnya ia melakukan ini. Ini akan menyakitkannya bukan? Sooyoung kini hanya bisa menatap bayangan dua insan itu. Kedua insan yang berciuman dibawah sinar rembulan. Memang indah tapi baginya menyakitkan.

“Kenapa dada ini terasa sesak?” desisnya pelan dengan menyeka air mata yang entah sejak kapan sudah menganak sungai. Dia menatap langit-langit dan mengatakan semua ini akan baik-baik saja. Ya.. dia yakin ia akan bisa menahan perasaannya lebih lama lagi.

◊◊◊◊◊◊◊◊

Sooyoung menggeliatkan tubuhnya saat merasakan sinar sang surya tembus pada jendela kamarnya. Dia sedikit melenguh panjang saat merasakan sekujur tubuhnya sakit. Sooyoung melirik jam weker lalu memekik pelan saat menyadari bahwa hari sudah siang.

Sooyoung mengusap pelan bola matanya lalu berlari menuju dapur untuk mencari sarapan. Dan benar semua temannya sudah siap hanya tinggal dirinya.

“Kau baru bangun Sooyoungie?” tanya Hyoyeon seraya menaruh sepiring nasi goreng untuk Sooyoung.  Sooyoung menjawabnya dengan mengangguk lalu menyambar makanannya.

Beberapa saat kemudian Tifanny keluar dengan wajah yang berseri. Membuat semua anggota SNSD melihatnya dengan heran. “Ada apa denganmu Hwang Mi Young?” Jessica memekik pelan.

“Jangan ditanya eooni.. Pasti dia-hei itu cincin apa?” YoonA menjerit saat melihat benda yang berkilau di jari manis Tifanny.

Aigo… jangan bilang kau mau mendahuluiku menikah.” Pukas Taeyeon dengan mengerucutkan bibirnya, kesal.

Tifanny hanya diam dan terus mengumbar senyum manisnya.

“Memangnya kau ingin menikah Taeng?” tanya Sunny.

“Tentu. Tapi, sayangnya si bodoh itu lagi sibuk dengan pernikahan palsunya.” Ucap Taeyeon dengan geram. Ia menghela nafas sejenak lalu melanjutkan, “Kapan dia melamarmu Tifanny?”

“Kemarin malam.”

Sooyoung menghentikan kegiatannya lalu menatap Tifanny. “Benarkah?”

Ne.. dia juga akan mengatakan akan mengumumkan hubungan kita.”

Sooyoung mendesah frustasi. “Sepertinya aku harus segera pergi.” Pukasnya dengan mengalungkan tas jinjingnya.

“Kemana?” tanya Taeyeon heran dengan menautkan kedua alisnya.

“Memberikan materi lagu untuk album kita.”

◊◊◊◊◊◊◊◊

Siwon terduduk manis di balkon rumahnya. Menatap satu persatu wajah keluarganya yang menampilkan mimik serius. “Ada apa?” tanya Siwon.

“Aku merasa kau sudah dewasa dan saatnya kau tau bahwa aku akan menjodohkanmu dengan anak rekan kerjaku.” Pukas Ayah Siwon.

“Apa?” Siwon memekik tinggi. Perjodohan? Bagaimana bisa ayahnya berfikir ingin menjodohkannya? Apa dia fikir dia tidak bisa mencari pasangan sendiri? Memang dia belum mengenalkan Tifanny. Dan padahal diwaktu dekat ia ingin mengenalkan kekasihnya itu. Tapi… perjodohan? Ahhh.. apa ingin membuatnya gila?

Siwon mendesah pelan lalu berkata, “Aku akan menikahi Hwang Mi young. Aku tidak mau kalian menjodohkan aku dengan gadis yang sama sekali tidak ku kenal.”

To be continued

Bagaimana Chapter ini? Feel kerasa gak? Maaf kalau gak kerasa. Comment ya ^^ Saran dan masukan sangat berguna untuk memperbaiki ku kedepannya hehe.

15 responses

  1. good good good , ,

    kyk baca sinopsis drama korea . .

    jangan” yg mw d’jodohin ma siwon oppa itu sooyoung unni , , ckckck kasihan tiffani unni . .

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s