[MARRIED BY ACCIDENT’S SEQUEL] YOU MUST MARRY ME CHAPTER 8

[Married By Accident’s Sequel] You Must Marry Me Chapter 8

Author      : @1004putrik

Length      : Series

Genre       : AU, R-O-M-A-N-C-E, Friendship

Rating      : PG

Cast          : Lee Sungmin (SUJU), Park Richan (OC), Kwon Yoora (OC), Cho Kyuhyun (SUJU), Park Jiho (Ulzzang) and other cast you can find it by yourself😉

Disclaimer: Castnya punya Tuhan, FF ini juga punya Tuhan tapi disalurkan melalui saya😀

Previous Story : MBA Chapter 1 I MBA Chapter 2 I MBA Chapter 3 I MBA Kyuhyun’s Side I UM3 Before Story 1/2 I UM3 Before Story 2/2 I UM3 Chapter 1 IUM3 Chapter 2 I UM3 Chapter 3 I UM3 Chapter 4 I UM3 Chapter 5 I UM3 Chapter 6 I UM3 Chapter 7

Riri dan Yoora memasuki gedung Olympic Gymnastic Arena yang sudah dipadati oleh ribuan ELF. Hari ini adalah pembukaan SS5. Awalnya Riri menolak untuk datang, namun Sungmin dan Yoora memaksanya.

Mereka duduk di tempat VIP dimana mereka bisa duduk dan menonton dengan tenang.

Satu jam konser telah berjalan, dan Riri hanya tahu beberapa lagu mereka, seperti Sorry Sorry, Bonamana, dan Mr. Simple.

Sekarang tiba performance solo tiap member.

Diawali oleh Leeteuk dengan lagu A Short Journey milik Super Junior sendiri. Setelah Leeteuk, Yesung tampil dengan lagu I Dreamed A Dream milik Susan Boyle, Zhoumi dengan lagu Fuckin’ Perfect milik P!nk, Eunhyuk dengan lagu hits Bruno Mars – Just The Way You Are, Kangin membawakan lagu Waiting Outside the Lines milik Greyson Chance dan kini tiba giliran Sungmin untuk tampil.

Entah mengapa, jantung Riri mulai berdebar ketika musik mulai terdengar dan Sungmin berjalan menuju ke stage di dekat tempat ia dan Yoora duduk.

Di dengar dari musiknya, lagu yang Sungmin bawakan merupakan lagu pop ballad.

Sorak sorai ELF mulai tak terdengar ketika Sungmin mulai bernyanyi. Hampir semua terdiam dan mencerna tiap lirik yang Sungmin nyanyikan.

Riri sendiri terdiam dan hanya mendengar lagu yang Sungmin nyanyikan sambil menebak – nebak judul dan penyanyi aslinya. Namun, hingga Sungmin menyanyikan bagian reff, Riri tak juga menemukan judul lagunya.

Ia bahkan mengingat – ingat lirik awal lagu tersebut dan menggunakan lirik tersebut sebagai kata kunci untuk menemukan lagunya di internet. Tapi, ia tidak menemukannya juga.

 

“Don’t you remember?

Acacia, Aster, and Tulip?

Wedding dress?

A plain white gold ring?”

Riri tertegun ketika mendengar lirik tersebut. Tiba – tiba ia teringat saat – saat sebelum ia menikah dengan Sungmin.

Akasia, Aster, dan Tulip yang Sungmin berikan padanya. Gaun pengantin yang seharusnya dikenakan oleh Yoora. Dan cincin yang kini melingkar dijarinya.

Ia menoleh ke Yoora dan Yoora hanya tersenyum menatapnya lalu kembali fokus pada Sungmin.

“Love is simple. I love you. You love me.

This love is hidden, pure, sincerity, and eternal.

Don’t you feel it? We’re soul mate and this is fate.

This is the reason why we are together.

The reason why I must marry you.

And of course, you must marry me.”

Riri memalingkan wajahnya ketika Sungmin menatapnya dan tersenyum. Ia sendiri ingin membalas senyum Sungmin. Namun sebagian gengsinya menahan dirinya untuk tersenyum.

Riri tahu, mungkin ia terlalu percaya diri jika lagu yang dinyanyikan Sungmin itu untuknya. Tapi ia merasa lagu itu memang untuknya jika didengar dari liriknya.

“Love is something simple.

Don’t need reason to love someone.

You yourself must be confused.

And don’t know why you love that person.”

Lagi dan lagi, Riri dibuat teringat saat – saat ia memilih cincin untuk pernikahan Sungmin dan Yoora.

Ia ingat betul apa yang ia katakan pada Sungmin saat ia memilih cincin yang polos untuk pernikahan Sungmin.

“Ya, benar. Cincin itu memang terlihat simpel. Tapi itulah keistimewaan cincin itu. Sama seperti cinta. Cinta juga sesuatu yang simpel. Kau tidak perlu alas an untuk mencintai seseorang. Karena kau sendiri pasti bingung dan tidak tahu kenapa kau mencintai orang itu. Sakit hati karena cinta juga hal yang simpel. Hanya rasa untuk meyakinkan kita akan adanya cinta itu yang rumit. Kau akan bingung, cinta itu benar adanya atau tidak.”

“Like love that you told me,

Marry you is something simple.

Something that doesn’t need a reason.

Cause I myself was puzzled why I must and want to marry you.”

“Don’t you remember?

Acacia, Aster, and Tulip?

Wedding dress?

A plain white gold ring?”

Senyum simpul terulas di bibirnya. Meski ia menundukkan kepala, ia tahu Sungmin masih melihatnya dengan senyum manis yang mungkin mampu membuat orang terserang diabetes.

‘Benar kan?! Cinta itu simpel.’ batin Riri.

“Ya! Jangan tersenyum seperti orang gila!!! Angkat kepalamu dan lihat dia!” teriak Yoora di telinga Riri. Suasana di dalam sudah ramai kembali. Beberapa fans ikut bernyanyi bersama Sungmin meskipun tidak begitu tahu liriknya.

“…You must marry me…”

Tepuk tangan riuh mengisi Olympic Gymnastic Arena ketika Sungmin menyelesaikan penampilannya. Sungmin tersenyum kepada ribuan ELF yang menontonnya lalu membungkukkan badannya. Sebelum ia berbalik dan kembali ke backstage, ia mengedipkan matanya ke Riri. ELF yang duduk di belakang dan sekitar Riri sontak berteriak ketika Sungmin mengedipkan matanya.

Tak lama setelah Sungmin kembali ke backstage, ponsel Riri bergetar, menandakan ada sms atau telepon.

1 message

 

From     : Min

Bagaimana penampilanku tadi?

Kau suka?

Bagaimana lagunya?

Kalau kau lelah menonton, datang saja ke backstage.

Kau bisa istirahat di sini🙂

Love ya :*

Bibir Riri mengulum senyum ketika membaca sms dari Sungmin.

‘Dasar pria aneh! Akhir-akhir ini suka sekali membuatku tersenyum-senyum seperti orang gila! Dan… apa itu tadi? Love ya? Tumben sekali menulis seperti itu… mana ada titik dua bintang pula -_-’ batin Riri.

>O<

Setelah penampilan Sungmin, kini tiba giliran Shindong untuk tampil membawakan lagu hits tahun 2011 milik LMFAO, Party Rock Anthem. Teriakan ELF menggema di dalam Olympic Gymnastic Arena ketika Shindong melakukan break dance.

Penampilan Shindong telah berakhir, Sungmin muncul lagi ke tengah stage dengan gitar ditangannya. Dari petikan gitar Sungmin, Riri tahu lagu ini adalah lagu Maybe milik Secondhand Serenade.

“Didn’t you want to hear…”  ELF berteriak kencang begitu mendengar suara Kyuhyun. Berbeda dengan ELF, Yoora malah tertegun. Ia menundukkan kepalanya, takut melihat Kyuhyun yag kini berjalan mendekati Sungmin.

“Maybe it’s just me. Couldn’t you believe.

That everything I said and did wasn’t just deceiving.

And the tear in your eye and your calm hard face.

Makes me wish that I was never brought into this place.”

Riri menatap Kyuhyun dengan tatapan iba. Ia dapat melihat jika Kyuhyun bernyanyi dengan perasaan. Sesekali ia menangkap basah Kyuhyun menatap ke arahnya. Tentu saja bukan ia yang Kyuhyun lihat, tapi Yoora yang masih enggan melihat Kyuhyun bernyanyi.

Beberapa ELF di sekitar Riri mulai menyadari ada Yoora di dekat mereka ketika menyadari Kyuhyun sering kali melihat ke tempat Riri dan Yoora duduk. Ada yang mulai berbisik – bisik, update di Twitter atau Tumblr, dan ada juga yang tak peduli.

“There goes my ring.

It might as well have been shattered.

And I’m here to sing.

About the things that mattered.

About the things that made us feel alive for oh, so long.

About the things that kept you on my side when I was wrong.”

Mata Kyuhyun mulai berkaca – kaca ketika menyanyikan bagian lagu tersebut. Ditambah Yoora yang sedari tadi tak mau melihatnya, membuat dadanya semakin sesak. Sungmin yang bermain gitar disampingnya, memberi tanda padanya untuk menahan tangisnya.

Ia ingat saat ia dan Yoora masih berumah tangga, sebarapa pun seringnya ia berteriak pada Yoora dan menyakiti Yoora, Yoora tetap disana, disisinya. Sesakit apapun hati Yoora karena dirinya, Yoora tetap setia dan berbuat baik padanya. Dan ia tahu alasan Yoora tetap berada disisinya, Yoora mencintainya.

‘Dengar aku Yoora-ya! Jebal… Dengarkan aku dengan seksama. Inilah perasaanku… Aku menyesal! Sungguh aku menyesal dengan semua yang sudah terjadi!’ batin Kyuhyun.

“And someday,

I promise I’ll be gone.

And someday,

I might even sing this song to you.

I might even sing this song to you, to you.”

Yoora bingung dengan dirinya sendiri. Bukankah ia sudah bertekad untuk membenci Kyuhyun? Melupakan perasaannya yang dulu pada Kyuhyun? Tapi kenapa ia merasa sedih mendengar nyanyian Kyuhyun. Matanya pun sudah berkaca – kaca.

Hati kecilnya menginginkan dirinya untuk melihat Kyuhyun. Ya, dia sendiri ingin melihat wajah Kyuhyun yang sudah beberapa bulan ini tidak ia lihat secara langsung.

Dengan mata berkaca – kaca ia mengangkat kepalanya dan melihat Kyuhyun yang juga menatapnya.

“And I was crying alone tonight.

And I was wasting all of my life just thinking of you.

So just come back we’ll make it better.

So just come back,

I’ll make it better than it ever was.

I’ll make it better than it ever was.”

Riri hanya bisa menghela nafas berat melihat Yoora dan Kyuhyun yang sekarang saling tatap dengan mata yang sama – sama berkaca – kaca.

Satu kata. Ironis.

Baginya, Kyuhyun dan Yoora adalah sepasang orang bodoh yang sudah tahu saling mencintai tapi gengsi untuk mengakuinya dan berakhir dengan menyakiti hati mereka masing – masing.

Poor couple. Sebutan yang cocok untuk mereka berdua.

“Ya! Yoora! Dengar, dia memintamu…” Riri menggantung ucapannya begitu mengingat kini Yoora sedang menjalin hubungan dengan Jiho. Padahal baru saja ia ingin bilang ‘Dia memintamu kembali padanya.’ pada Yoora.

‘Oh iya! Aku belum tanya pada Yoora tentang hubungannya dengan Jiho!’ ucap Riri dalam hati.

“Makes me wish that I was never brought into this place.” Kyuhyun mengakhiri nyanyiannya lalu membungkukkan badannya bersama penonton.

Lampu kembali redup seiring kembalinya Kyuhyun dan Sungmin ke backstage. Namun beberapa ELF masih dapat menangkap sosok mereka berdua, dimana Sungmin merangkul pundak Kyuhyun dan terlihat mengatakan sesuatu pada Kyuhyun.

Satu menit kemudian, Donghae muncul membawakan lagu Justin Bieber featuring Chris Brown berjudul Next To You bersama Henry. Setelah itu, Super Junior dan Super Junior M kembali tampil mengisi stage dan menghibur ELF dengan lagu – lagu mereka hingga SS5 hari ini berakhir.

>O<

“Kenapa tidak membalas smsku huh?!” Riri membalik badannya dan tersenyum pada Sungmin yang berjalan menuju balkon, tempat ia berdiri sekarang.

“Apa masih perlu kubalas?? Kau tahu sendiri jawabannya!” ucap Riri lalu kembali berbalik dan menikmati pemandangan Seoul dari balkon dorm SuJu di lantai 12.

“Eh? Ya! Aku kan tanya padamu agar aku tahu bagaimana lagu dan penampilanku dari sudut pandang penonton!” balas Sungmin.

“Kalau dari sudut pandangku sih… Laguku bagus. Karena… aku membuat lagu itu dengan perasaan. Penampilanku juga bagus! Karena aku tampil untuk diriku sendiri, ELF, dan… kau juga.” sambung Sungmin membuat Riri terkekeh geli.

“Ya ya ya! Penampilanmu tadi keren! Lagumu… juga bagus!” ucap Riri tulus.

“Kau tahu?” Sungmin maju selangkah, membuat dirinya kini berdiri sejajar dengan Riri.

“Apa?” tanya Riri sembari menolehkan kepalanya ke kanan dan melihat Sungmin yang melipat kedua tangannya di depan dada dengan pandangan lurus ke depan.

“Lagu itu. Yang aku tampilkan tadi… aku buat untukmu.” ucap Sungmin.

“Benarkah???”

“Iya. Saat aku sedang membuat lagu, aku teringat olehmu… pernikahan kita, dan semua yang sudah kita lewati berdua.”

“Hey! Kau pernah berpikir tidak? Kalau kita bersama seperti sekarang ini karena takdir yang sudah di rencanakan oleh Tuhan!” ucap Sungmin lagi.

“Maksudmu?” tanya Riri.

“Kau ingat tidak saat aku mengajak Yoora pergi dan memberimu bunga?”

Riri berpikir sebentar untuk mengingat – ingat lalu menganggukkan kepalanya.

“Sebelum aku datang ke rumahmu, aku pergi ke toko bunga. Niatnya sih mencarikan bunga untuk Yoora. Disana, ada banyak jenis bunga yang membuatku bingung. Tapi… entah mengapa aku jadi menginginkan bunga Aster, Akasia, dan Tulip yang notabenenya bunga kesukaanmu!”

Riri mengembungkan pipinya kesal,”Jadi aku terima bunga buangan?? Setelah Yoora tidak mau, kau berikan bunga itu padaku?! Aish… kau benar – benar menyebalkan!!”

“Ya! Aku memberikannya tulus tahu!!” balas Sungmin.

“Seharusnya aku kecewa saat memberikan bunga itu padamu karena Yoora tidak menyukainya…” ucap Sungmin membuat Riri semakin cemberut.

“Tapi… Aku malah senang saat aku melihatmu tersenyum! Aaahh… aku rasa saat itulah aku mulai gila dan bingung dengan perasaanku sendiri!” lanjut Sungmin.

“Bahagia dan ada rasa puas tersendiri saat aku melihat senyummu!” ucap Sungmin lagi membuat pipi Riri bersemu.

“Ah! Dan kau tahu ketiga bunga tersebut melambangkan apa?” Riri menggelengkan kepalanya dan menatap Sungmin penasaran.

“Aster itu merupakan simbol cinta dan ketulusan. Akasia melambangkan cinta yang terpendam dan suci. Sedangkan Tulip melambangkan cinta yang abadi. Aish… kenapa pas sekali dengan kita?!”

Riri tersenyum lalu bertanya,”Pas apanya??”

“Seperti Aster, cinta kita itu tulus untuk satu sama lain! Aku tulus dan tidak merasa terpaksa sama sekali untuk mencintaimu! Dan aku yakin kau juga begitu!” ucap Sungmin.

“Benarkah?? Bagaimana kalau aku tidak mencintaimu? Bagaimana kalau selama ini aku hanya memanfaatkanmu saja??” tanya Riri.

“Ya! Tentu saja kau mencintaiku! Kau itu seperti Akasia tahu!!”

“Akasia bagaimana maksudmu?”

“Memendam cinta padaku! Hahahaha…” Sungmin tertawa melihat mata Riri membulat.

“Si… siapa bilang aa… aku… memendam cinta padamu?!!” ucap Riri gugup.

“Tidak perlu mengelak! Yoora sudah membuka kartu ASmu! Kau menyukaiku sejak lama kan?”

“APA?!” kaget Riri. Meskipun Riri tidak pernah cerita pada Yoora tentang perasaannya pada Sungmin, Riri yakin, sahabat sejak TKnya itu pasti tahu. Dan sekarang, ia terkejut sekali mendengar Yoora membeberkan perasaannya pada Sungmin. Dalam hati ia mengumpat, menyumpah serapahi Yoora, dan berjanji akan memukul kepala Yoora jika ia bertemu dengannya.

“Haaaahhh…” Sungmin menghela nafas, membuat Riri tersadar dari keterkejutannya.

“Aku tidak bisa bayangkan kalau saat itu aku dan Yoora jadi menikah… Pasti sekarang aku tidak bisa melihatmu lagi…”

“Kenapa begitu?” tanya Riri bingung.

“Kalau aku menikah dengan Yoora atau wanita lain, kau pasti frustasi lalu bunuh diri dan… mati.” jawab Sungmin membuat Riri memutar matanya kesal.

“Kau pikir ini drama?? Tentu saja aku akan move on dan mencari laki – laki lain! Kau pikir laki – laki di dunia ini hanya dirimu?! Cih! Kalau kau menikah dengan Yoora pun, aku bisa menikah dengan Jiho yang mencintaiku dan menghabiskan hidupku bersamanya!” balas Riri.

“Memang kau bisa hidup dengan laki – laki lain selain aku??? Wajahmu saja langsung aneh dan senyummu terlalu memaksa saat kuajak kau mencoba gaun dan mencari cincin! Bukankah itu cukup membuktikan kau itu tidak rela aku menikah dengan Yoora! Kau. Membutuhkan. Aku.” Ucap Sungmin dengan menekankan kalimat terakhir pada tiap katanya, membuat Riri tertegun.

“Untung saja saat itu aku belum tahu kau mencintaiku! Jadi kukira itu hanya perasaanku saja kalau kau merasa sedih dengan pernikahan itu!” gumam Sungmin.

Riri hanya terdiam memaku, tak mampu membalas ucapan Sungmin. Semua yang Sungmin katakan memang benar. Ia membutuhkan Sungmin dan tak bisa hidup tanpa Sungmin. Ah! Mungkin untuk hidup ia masih bisa, tapi ia pasti akan seperti mayat hidup sepanjang umurnya tanpa Sungmin.

‘Kwon Yoora sialan! Awas kau ya!!’ umpat Riri dalam hati.

“Riri-ya!” panggil Sungmin, memecah keheningan diantara mereka.

“Ya??”

“Aku harap cinta kita seperti Tulip… abadi.” ucap Sungmin yang diamini oleh Riri.

“Aku harap juga begitu…”

Hening lagi. Hanya suara angin malam yang berhembus lembut yang terdengar di telinga mereka.

“Oppa…” panggil Riri. “Boleh aku tanya sesuatu??” tanyanya.

“Tanya apa?” tanya Sungmin lembut.

“Kenapa kau mengiyakan kata – kataku saat itu?? Padahal aku hanya iseng – iseng saja mengajakmu menikah!”

“Tidak tahu! Sepertinya saat itu adalah puncak kegilaanku! Aku rasa otakku rusak dan hatiku mengendalikan semuanya!” jawab Sungmin membuat Riri bingung.

Sungmin menatap Riri. “Ketika kau bilang ‘nikahi saja aku’, aku seperti tidak bisa berpikir. Otakku rasanya rusak. Kalau seandainya saat itu otakku bekerja, aku pasti tertawa dan menganggapmu bercanda. Tapi hati mengambil alih semuanya. Seperti mendapat sebuah keyakinan yang begitu besar, aku ingin menikahimu dan ingin kau jadi pendamping hidupku. Cinta itu masalah hati bukan??”

Riri menganggukkan kepalanya.

“Aku sudah menyadari semuanya! Dulu otakku berpikir aku mencintai Yoora… Tapi hatiku kecilku sepertinya memihak padamu. Karena hati yang mengendalikanku saat itu… jadilah aku mengiyakan ucapanmu dan menyeretmu untuk menikah denganku!”

“Hampir setahun bersamamu, membuatku perlahan – lahan menyadari perasaanku! Sepertinya aku tidak benar – benar mencintai Yoora. Mungkin aku terlalu menyukainya dan terobsesi untuk memiliki apa yang sangat aku sukai. Tapi… sekarang otakku yang bodoh dan lambat ini sepertinya sudah benar dan menyadari kalau aku mencintaimu…”

Sungmin meraih tangan Riri dan meletakkan tangan Riri di dadanya.

“Kurasa hati dan otakku kini telah tersinkronasi! Mereka bilang aku mencintaimu dan hanya kau!” Riri tergelak mendengar ucapan Sungmin.

“Kau dapat rasakan debarannya??” tanya Sungmin dan Riri menganggukkan kepalanya.

“Lambat. Inilah yang aku rasakan tiap bersamamu! Rasanya berbeda saat aku bersama wanita lain! Jantungku berdebar kencang tiap berada di dekat wanita yang kusukai. Tapi saat berada di dekatmu, debarannya tidak normal! Lambat. Aku merasa seperti orang yang hampir mati!” ucap Sungmin berlebihan.

“Mungkin aku terlalu mencintaimu!” goda Sungmin membuat Riri tersenyum malu.

“Dari sini aku jadi tahu! Kita ini memang sudah ditakdirkan bersama! Kita ini jodoh! Kau memang sudah seharusnya jadi milikku! Itulah alasan kenapa kau harus mau menikah denganku!”

Lagi dan lagi Riri dibuat tersenyum oleh Sungmin malam itu.

Sungmin melepas tangan Riri yang ia tahan di dadanya. Tangannya menjulur, menyentuh pipi tembam Riri dan mengusapnya lembut.

“Jangan pernah berpikir aku mencintai Yoora atau wanita lain lagi!” pinta Sungmin.

“Karena disini dan disini…” ucapnya sembari menunjuk kepala dan dadanya.

“Hanya ada kau!” ucapnya lagi sembari menunjuk hidung Riri.

Riri tersenyum lagi. Ia bahkan sudah merasa seperti orang gila karena sedari tadi tersenyum terus karena Sungmin. Sungmin juga tersenyum membalas senyum Riri. Mata mereka saling bertatap, seolah – olah saling mengatakan ‘Aku cinta kamu’ satu sama lain.

Sepertinya suasana yang begitu mendukung membuat Sungmin berani mendekatkan wajahnya pada wajah Riri. Dalam hitungan detik, ia telah berhasil menautkan bibirnya di bibir Riri. Ciuman lembut yang manis setelah mengungkapkan perasaannya selama ini sepertinya akan menjadi ciuman paling berkesan untuknya.

‘Ah! Tidak! Sepertinya semua ciuman yang aku lakukan dengan Riri berkesan! Karena aku melakukan dengan cinta… bukan terpaksa atau karena tuntutan pekerjaan!’ batin Sungmin.

>O<

Riri turun dari mobil bersama Sungmin dan Yoora. Hari ini adalah perayaan kesuksesan SS5 yang sudah digelar beberapa hari yang lalu di Olympic Gymnastic Arena selama 2 hari. Selain itu, pesta perayaan ini juga sebagai simbol pelepasan Leeteuk, leader Super Junior, untuk sementara waktu karena harus menunaikan kewajibannya sebagai warga Korea.

Mereka bertiga memasuki gedung SME. Beberapa diantara staff dan artis SM mungkin tidak asing dengan Yoora, mengingat Yoora –dulunya-adalah pacar dan istri Kyuhyun., tapi mereka sedikit bertanya – tanya melihat Sungmin menggandeng seorang wanita dengan perut membuncit disampingnya.

“Sungmin-hyung!” panggil Changmin.

Sungmin menuntun Riri –dan Yoora juga tentunya- berjalan ke arah Changmin yang sedang berkumpul bersama beberapa artis SM lainnya.

“Siapa?” tanya Changmin sembari melirik Riri.

“Ah! Kenalkan ini Riri… istriku!” ucap Sungmin memperkenalkan Riri.

“Annyeong haseyo. Lee Richan imnida.” Ucap Riri sedikit membungkukkan badannya.

“Ya! Oppa! Kapan kau menikah?!” tanya Sunny.

“Beberapa bulan yang lalu! Hehe…” jawab Sungmin.

“Kenapa tidak mengundang kami?! Aish… oppa ini!” protes Sulli.

“Maaf… Pernikahannya dadakan. Member Super Junior saja tidak ada yang kuundang!” ucap Sungmin merasa tak enak begitu melihat adik-adiknya cemberut.

“Nanti Anniversary pertamaku kalian pasti kuundang!” janji Sungmin membuat member TVXQ, SNSD, SHINee, F(x), dan EXO yang ada di sana tersenyum lebar.

“Aku mencari Teuki hyung dulu ya!” pamit Sungmin.

“Riri-ya, Yoora, kalian disini saja dengan mereka!” Riri dan Yoora menganggukkan kepala mereka.

“Changmin-ah! Aku titip mereka ya!” ucap Sungmin lalu meninggalkan kerumunan Changmin dan mencari Leeteuk.

Riri dan Yoora orang yang supel. Jadi mudah untuk mereka berbaur dengan artis-artis SM tersebut. Tidak ada kecanggungan sedikitpun diantara mereka. Dalam waktu beberapa menit saja sudah banyak hal yang mereka bicarakan. Bahkan mereka saling menggoda satu sama lain. Seperti Taemin yang terus mengatakan pada Riri tentang kedekatan Sungmin dengan Sunny dan berakhir dengan jitakan yang Taemin dapat dari Jessica.

“Riri-ya, aku mau mengambil minum! Kau mau?” tawar Yoora.

“Tidak. Aku belum haus.” Tolak Riri dan Yoora hanya menganggukkan kepalanya.

Yoora berjalan agak pelan karena takut menabrak orang lain. Tapi sepertinya ia menabrak bahu seseorang. Buru-buru ia meminta maaf dan sedikit membungkukkan badannya.

“Maaf, saya tidak sengaja!” ucapnya.

“Hm…” gumam orang tersebut yang ternyata adalah Kyuhyun. Yoora agak kaget begitu tahu orang yang ia tabrak adalah Kyuhyun. Dan ia makin kaget melihat respon Kyuhyun yang dingin terhadapnya.

Dari kejauhan, Riri melihat Yoora yang sedang meminta maaf pada Kyuhyun. Dia mendengus kesal melihat Kyuhyun yang begitu kaku dan dingin menghadapi Yoora. Padahal di konser kemarin ia menangis karena Yoora.

“Changmin oppa, aku ke sana sebentar ya!” ucap Riri sembari menunjuk tempat Kyuhyun berdiri dan Changmin hanya menganggukkan kepalanya.

Riri menepuk pundak Kyuhyun, membuat Kyuhyun berbalik dan mengalihkan perhatiannya dari Yoora yang kini asyik ngobrol dengan Yuri, Seohyun, dan Krystal.

“Eh? Hai!” sapa Kyuhyun yang dibalas dengan senyuman oleh Riri.

“Tadi itu kenapa?” tanya Riri.

“Kenapa apanya?” tanya Kyuhyun bingung.

“Itu… kau dengan Yoora tadi kenapa?” jelas Riri.

“Tidak ada apa-apa! Yoora menabrakku dan meminta maaf padaku. Itu saja.” jawab Kyuhyun.

“Oh… Tapi… kenapa masih dingin begitu pada Yoora?”

“Tidak tahu. Aku terlalu shock tadi melihat Yoora dan bingung mau melakukan apa di hadapan Yoora. Cara tersenyum saja aku sampai lupa saking nervousnya tadi!” curhat Kyuhyun.

“Masih ingat apa yang pernah aku ucapkan padamu di Supermarket saat ulang tahun Yoora??” tanya Riri.

Kyuhyun terlihat berpikir, mengingat – ingat apa yang Riri katakan saat itu.

“Apa ya??” gumam Kyuhyun sembari mengingat – ingat.

“Ah! Jadilah api untuk mencairkan lilin sepertinya! Itu kan??” tebak Kyuhyun dan Riri menganggukkan kepalanya.

“Itu maksudnya apa Riri-ya?? Aku sebenarnya tidak mengerti… Hehe…” aku Kyuhyun.

“Yoora itu seperti lilin. Dari luar terlihat kokoh tapi jika terhantam keras akan hancur dan terbagi menjadi beberapa bagian. Keguguran dan perceraiannya denganmu merupakan hantaman terkeras baginya. Perlu waktu lama untuk membuatnya bangkit dan berdiri tegak kembali.”

Riri menarik nafas sebentar lalu kembali bicara,”Sekarang ia sudah bisa berdiri sendiri dan berusaha keras untuk membencimu. Makanya, kalau kau tidak mau ia benar – benar membencimu dan ingin membuatnya kembali, dekati dia! Jadikan ia milikmu lagi dan jaga dirinya. Jangan biarkan ia jatuh dan hancur lagi seperti lilin ini!” Riri mengambil satu lilin di dekatnya lalu menjatuhkan lilin itu ke lantai hingga patah dan menjadi dua bagian.

“Buat ia meleleh lagi seperti dulu! Jangan dingin seperti tadi!” pesan Riri.

“Aku belum pernah dengar ada es yang bisa membuat lilin meleleh!” ucap Riri lagi.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mulai sekarang ia berjanji tidak akan kaku, canggung, atau dingin lagi jika berhadapan dengan Yoora. Ia sudah bertekad akan menjadi api yang hangat untuk membuat lilin seperti Yoora meleleh lagi seperti saat – saat mereka masih pacaran dulu.

>O<

Hari sudah larut namun pesta tak kunjung berakhir. Kyuhyun berjalan keluar gedung, berniat mencari udara segar.

“Yoora??” gumamnya begitu melihat sosok Yoora yang sedang mendongakkan kepalanya menatap jutaan bintang yang hampir tak terlihat.

Kyuhyun tersenyum kecil melihat Yoora yang ternyata sedang menghitung bintang, kebiasaan Yoora jika ia sedang bosan di malam hari.

Flashback

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun pada Yoora yang sedang bertengger di jendela kamar Kyuhyun.

“Menghitung bintang!” jawab Yoora singkat.

“Tch! Tidak ada gunanya! Kau hitung sampai tahun depan juga tidak akan selesai!” ucap Kyuhyun.

“Biar saja! Lebih baik aku menghitung bintang sampai sepuluh tahun kedepan dari pada aku bosan melihatmu bercumbu dengan PSPmu!” sahut Yoora, kesal.

Kyuhyun mematikan PSPnya lalu menghampiri Yoora dan duduk di belakang Yoora menggunakan kursi yang ada di dekat meja.

“Yoora-ya! Kau tahu? Aku bisa melihat masa depan!” ucap Kyuhyun.

“Bohong!” ucap Yoora tidak percaya.

“Serius! Kalau kau mau, aku bisa melihat masa depanmu!”

“Haha… Masak? Coba buktikan!” tantang Yoora.

“Baiklah! Sekarang, kau berbalik dulu!” suruh Kyuhyun dan Yoora membalik badannya hingga kini mereka saling berhadapan.

“Dengarkan instruksiku okay?!” ucap Kyuhyun dan Yoora menganggukkan kepalanya.

“Pertama, ganggam tanganku seperti ini…” ucap Kyuhyun sembari menggenggam kedua tangan Yoora.

“Kedua, pandangan harus lurus kedepan!” Yoora mengikuti instruksi Kyuhyun.

“Ketiga, pejamkan matamu dan pada detik ketujuh, buka matamu!” Yoora memejamkan matanya dan menghitung sampai tujuh lalu membuka kedua matanya.

“Apa yang kau lihat?” tanya Kyuhyun.

“Kau!”

“Itulah masa depanmu!”

“Ya! Masa depan macam apa ini?! Cih! Kau pembohong! Mana mungkin masa depanku itu kau! Aish… aku tidak ingin masa depanku suram!!!”

Flashback End

Kyuhyun tersenyum saat memori itu melintas di kepalanya.

‘Kyuhyun-ah, ini kesempatanmu! Ayo dekati dia!’ ujar Kyuhyun dalam hati.

Pelan – pelan Kyuhyun mendekati Yoora dan berdiri di samping Yoora yang masih mendongakkan kepalanya dengan mulut komat kamit, menghitung bintang.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun. Dalam hati ia merasa lega karena akhirnya ia bisa mengeluarkan suaranya di tengah rasa nervous yang melanda.

Yoora tidak terkejut begitu mendengar suara Kyuhyun karena saat Kyuhyun bediri di sampingnya, aroma tubuh Kyuhyun yang khas tercium di hidungnya.

“Melakukan hal yang tidak berguna!” jawab Yoora ketus. Ia masih kesal mengingat respon Kyuhyun saat ia meminta maaf tadi.

“Kau bosan?” tanya Kyuhyun lagi.

“Menurutmu?”

“Mianhae…” Yoora berhenti menghitung bintang – bintang di atas begitu mendengar kata maaf dari Kyuhyun. Ia menoleh dan menatap Kyuhyun yang melihat lurus ke depan.

“Aku tahu, mungkin ini sudah sangat terlambat. Tapi aku merasa begitu bersalah kalau aku tidak mengatakannya.” ucap Kyuhyun dan Yoora tetap bungkam.

“Aku sadar… Seharusnya aku tidak kasar padamu dan membentak – bentakmu karena memang sudah tanggung jawabku untuk menikahimu meskipun karirku terganggu karena itu. Aku seharusnya senang dan bahagia menikahi orang yang aku cintai. Tapi tekanan diluar begitu besar dan membuatku stress hingga kau menjadi pelampiasan akan amarahku.”

“Aku menyesal waktu itu mengatakan ingin cerai denganmu dan menyebabkan kita kehilangan… anak kita. Aku ingin memperbaiki semuanya saat itu tapi kau…”

“Cukup!” potong Yoora.

“Jangan bahas itu lagi…” ucap Yoora pelan.

“Masa lalu tetaplah masa lalu. Penyesalanmu sekarang tidak akan mengubah apapun yang sudah lewat.” ucap Yoora lagi, membuat Kyuhyun merasa tertohok.

“Kita sudah punya jalan masing – masing sekarang. Cukup jalani hidup seperti biasanya dan lupakan kita pernah punya kenangan pahit.” Yoora berbalik dan akan meninggalkan Kyuhyun setelah mengucapkan kalimat – kalimat tersebut. Tapi Kyuhyun menahan tangannya.

“Tidak bisakah kita perbaiki hubungan kita?” tanya Kyuhyun penuh harap.

Yoora hanya diam. Ia bingung harus menjawab bagaimana.

“Aku tidak nyaman dengan kecanggungan yang ada tiap kita bertemu. Aku… ingin kita seperti dulu lagi. Akrab dan tidak kaku seperti ini.” keluh Kyuhyun.

“Aku tahu tidak sepantasnya aku bicara seperti ini mengingat kau sudah merasakan terlalu banyak sakit karena aku. Tapi aku ingin menebus semuanya… aku ingin kita berhubungan baik seperti dulu. Aku tidak mau dihantui rasa bersalah lagi. Tolong katakan apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku dan bisa memperbaiki hubungan kita! Aku akan berusaha semampuku untuk memenuhinya!” ucap Kyuhyun sungguh – sungguh.

Yoora bingung dengan perasaannya sendiri. Ada rasa senang di tengah – tengah kegalauannya.

“Kalau kau belum bisa menerimaku sepenuhnya, bisakah kita berteman dulu?” pinta Kyuhyun.

Yoora menganggukkan kepalanya pelan. Kyuhyun tersenyum senang dan tanpa sadar memeluk Yoora.

Dag dig dug dag dig dug.

‘Masih sama.’ Batin mereka bersamaan.

Tidak ada yang berbeda. Perasaan mereka masih sama seperti dulu. Bahkan debaran jantung mereka pun masih sama jika mereka melakukan kontak fisik.

“Ah! Mianhae Yoora-ya! Aku terlalu senang!” ucap Kyuhyun sembari melepas pelukannya.

“Ne. Tidak apa!” balas Yoora.

“Aku… masuk ke dalam ya! Riri pasti mencariku!” pamit Yoora dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Yoora!” panggil Kyuhyun lagi.

Yoora menghentikan langkahnya,”Ne?” tanyanya tanpa melihat Kyuhyun.

“Gomawo…” ucap Kyuhyun tulus.

Senyum tipis terulas di bibir Yoora. Ia menganggukkan kepalanya pelan lalu kembali melangkah dan masuk ke dalam gedung.

“Berhasil!!!!” seru Kyuhyun senang. Saking senangnya ia melompat – lompat seperti orang gila. Untung saja tidak ada orang lain selain dirinya di sana.

‘Tunggu saja Kwon Yoora… Aku akan membuatmu menjadi milikku lagi!’ batin Kyuhyun.

>O<

30 Desember 2012

Riri menutup pintu lalu duduk di mejanya sambil menunggu murid – murid lesnya datang. Ia membuka laptopnya dan mencari materi – materi tambahan untuk murid – muridnya yang beberapa bulan lagi akan menghadapi ujian.

BRAAKKKK!!

“Seonsaengnim!!!” teriak Eunhee, salah satu murid Riri.

“Ya!! Bisa buka pelan-pelan kan?! Dan aku tidak tuli! Jadi jangan berteriak seperti itu!” seru Riri kesal.

Eunhee berlari ke meja Riri dan duduk di hadapannya.

“Seonsaengnim.” Panggil Eunhee.

“Apa?!” tanya Riri, masih kesal.

“Kau… benar kau istri Sungmin oppa??”

“Uhuk!!” Riri tersedak ludahnya sendiri begitu mendengar pertanyaan Eunhee.

“Si… siapa yang… bi… bilang?” tanya Riri gugup.

Eunhee dengan tidak sopannya meraih laptop Riri dan membuka tab baru di browser laptop Riri. Ia mengetik alamat web tempat ia membaca berita tentang Sungmin dan Riri tadi pagi.

“Seonsaengnim! Coba baca ini!” ucap Eunhee sembari menyerahkan kembali laptop Riri.

Riri membaca artikel yang tertulis dengan hati – hati sambil sesekali menelan ludahnya sendiri.

Super Junior’s Sungmin sudah MENIKAH?!?

‘Beberapa hari yang lalu, beberapa netizen memergoki salah satu member Super Junior ini bersama seorang wanita hamil yang menyebabkan mereka penasaran dan akhirnya mengikuti Sungmin. Menurut pengakuan mereka, wanita hamil tersebut adalah wanita dalam lagu yang dinyanyikan Sungmin saat SS5 di Olympic Gymnastic Arena minggu lalu.

Beberapa saat setelah rumor ini beredar, pihak SM langsung mengambil tindakan dan melakukan klarifikasi. Pihak SM sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut sehingga berita ini bukanlah rumor lagi. Sungmin yang saat itu ada langsung membungkukkan badannya dan meminta maaf kepada fans karena telah menyembunyikan pernikahannya. Ia juga mengaku telah menikah 9 bulan yang lalu dan kini istrinya tengah hamil 7 bulan. Ia memohon pada fans untuk tetap mendukungnya dan juga Super Junior. Dan terakhir, ia juga meminta pada fans untuk menerima istrinya dan tidak mengganggu istrinya.

Tak perlu waktu lama, identitas istri Lee Sungmin tersebut terungkap.Wanita bernama lengkap Park (Lee) Richan (24 tahun) yang sering dipanggil Riri tersebut merupakan seorang mahasiswi Kyunghee University. Selain itu, ia juga sahabat dari Kwon Yoora, mantan istri Kyuhyun, teman satu grup Sungmin.

Mungkinkah pernikahan King of Aegyo ini bertahan lama?? Atau kandas di tengah jalan seperti Kyuhyun, dongsaengnya, pasca keguguran yang menimpa Kwon Yoora??’

Glek.

Ini sudah yang kesekian kalinya Riri menelan ludahnya sendiri.

“Hiks… hiks…” Riri mengangkat kepalanya dan melihat Eunhee.

“Ya! Kenapa kau menangis?!” tanya Riri.

“Huwa… onnie dan Sungmin oppa menghancurkan hatikuuuuuu!!” tangis Eunhee.

“Ya! Ya! Ya! Jangan menangis! Hush…” Riri menepuk – nepuk pundak Eunhee mencoba menenangkan Eunhee.

“Huweeee… kenapa onnie tidak bilang kalau onnie istrinya Sungmin oppa?! Onnie kan tahu aku ini pumpkiners!” protes Eunhee.

“Karena kau pumpkiners makanya tidak kuberitahu bodoh!! Aku kan takut kau akan mencakarku kalau tahu aku ini istri idolamu!” ucap Riri.

“Ya! Onnie ini suka berprasangka buruk ya?! Aku ini tidak seperti fans yang lain tahu! Aku malah senang kalau Sungmin oppa ternyata menikah dengan seorang wanita! Apalagi kalau wanita itu ternyata dekat denganku!! Kan aku punya kesempatan untuk bertemu secara live dengan Sungmin oppa! Ah! Aku juga bisa minta foto sekaligus tanda tangan padanya! Kalau beruntung, aku juga bisa mencium dan mencubit pipinya! Aaaaaa!! Sungmin oppa!!” Riri menggelengkan kepalanya, heran. Baru beberapa saat yang lalu muridnya ini menangis. Dan sekarang ia dibuat takjub dengan ocehan serta khayalan muridnya tersebut.

“Onnie! Bisakah kau wujudkan cita – citaku sebagai fangirl?? Jebaaaaal!” pinta Eunhee.

“Eh? Cita – cita apa??” tanya Riri, agak was – was.

“Bertemu Sungmin oppa!” jawab Eunhee.

“Ayolah onnie… Aku kan sudah jadi fans yang baik! Aku tidak mengganggu ataupun menyakitimu seperti yang diminta Sungmin oppa! Ya? Ya? Ya? Ajak aku bertemu Sungmin oppa! Jebaaaalll…” rengek Eunhee.

“Aish… IYA!” ucap Riri pada akhirnya.

“YEY!!! Onnie gomawo!!!” seru Eunhee senang.

“Tapi aku tidak janji…” gumam Riri pelan namun masih bisa didengar oleh Eunhee.

“Onnie!!” rengek Eunhee lagi.

“ANNYEONG HASEYO!!!” seru sekumpulan anak lelaki dan beberapa anak perempuan.

“Annyeong!” balas Riri.

“Onnie…” rengek Eunhee.

“Ehem! Ayo duduk di tempat masing – masing! Pelajaran akan di mulai sekarang! Buka buku catatan kalian karena aku akan member materi tambahan yang belum ada di buku pelajaran kalian!” ucap Riri tak menghiraukan rengekan Eunhee.

“Eunhee-ya, kembali ke tempat dudukmu!” perintah Riri.

Eunhee mendengus kesal,”Ne seonsaengnim!” ucapnya malas.

Hari itu kegiatan belajar mengajar di tempat les Riri berjalan seperti biasa. Tidak terusik sedikit pun oleh berita pernikahannya dengan Lee Sungmin.

Les yang berlangsung selama dua jam itu, berakhir pada pukul 17.30. Riri memang membuka les dari jam 3 siang dan tutup jam 6 pada hari biasa. Selain itu muridnya juga sedikit, hanya 15 orang. Mengingat kondisinya yang sedang hamil, ia belum bisa menghandle banyak murid dan menambah kelas baru untuk lesnya. Kecuali ada orang yang mau membantunya mengajar.

Meskipun muridnya sedikit, uang yang ia dapat cukup besar. Ia sendiri berhasil membuktikan pada orang tua murid yang menitipkan anak mereka di tempat lesnya kalau ia bisa membuat nilai anak – anak mereka meningkat. Contohnya Eunhee. Eunhee dulunya anak yang bodoh. Sulit untuknya meraih nilai 7. Tapi, setelah beberapa bulan les di tempat Riri, jangankan 7, nilai 9 pun mampu ia raih.

“Ingat! Ujian sudah dekat! Sisakan sedikit waktu kalian untuk belajar! Istirahat yang cukup! Jangan biasakan belajar saat besok ada ulangan atau Sistem Kebut Semalam! Dan jangan belajar sampai larut malam!” pesan Riri.

“Ne seonsaengnim!” sahut murid – muridnya.

“Okay! Pelajaran selesai dan kalian boleh pulang!” ucap Riri.

Murid – muridnya langsung menghambur dan meninggalkan tempat duduk mereka. Tidak semuanya benar – benar pulang karena masih ada beberapa yang tinggal di kelas, termasuk Eunhee.

“Seonsaengnim! Chukhaeyo!!” seru mereka yang masih tinggal di kelas.

“Aih noona! Pantas saja menolakku terus! Ternyata suami noona itu member Super Junior.” goda Taejun, salah satu murid Riri sekaligus fans Riri -_-

Jika diluar jam les, murid – murid Riri memanggilnya noona atau onnie, karena ia merasa tua jika terlalu sering dipanggil seonsaengnim.

“Onnie… kenapa tidak bilang kalau suamimu itu superstar??” tanya Younghyun, muridnya yang lain.

“Haish… kalian ini! Sudah! Pulang sana!” usir Riri. Ia agak malu saat murid – murid menggodanya.

“Kekekeke…” murid – murid terkekeh melihat wajah malu gurunya.

“Ne! Kami pulang ya seonsaengnim cantik!” pamit Taejun sembari mengedipkan sebelah matanya pada Riri.

“Hati – hati di jalan onnie! Identitasmu sudah terungkap! Fans fanatik diluar sana bisa saja menghajarmu jika mereka melihatmu!” ucap Yumee mengingatkan Riri.

“Salam untuk Sungmin oppa ya!” seru Younghyun sebelum keluar dari kelas bersama teman – temannya yang lain.

“Kenapa kau tidak pulang bersama mereka??” tanya Riri begitu menyadari Eunhee masih di dalam kelas bersamanya.

“Aku akan pulang bersamamu!” jawab Eunhee lalu tersenyum lebar.

“Aku bisa pulang sendiri! Sana pulang!” ucap Riri menolak.

“Onnie tidak dengar apa yang dikatakan Yumee tadi?? Bahaya kalau kau pulang sendiri!”

“Haish… anak ini! Terserahmu sajalah!” ucap Riri, menyerah. Akhirnya ia membiarkan Eunhee mengantarnya pulang.

Hanya butuh 20 menit untuk Riri dari tempat lesnya untuk sampai di rumahnya dengan bus.

“Ini rumahmu onnie?? Bagus sekali!” ucap Eunhee kagum.

“Ayo masuk!” ajak Riri.

“Hah?! Masuk?? Kau… mengajakku masuk ke dalam rumahmu dan… Sungmin oppa?? SERIUS?!”

“Kau mau masuk atau tidak??” tanya Riri malas.

“MAUUUU!!!” seru Eunhee semangat dan dengan tidak sopannya masuk lebih dulu daripada Riri.

Riri menggeleng – gelengkan kepalanya melihat Eunhee.

“Aku pulang!!” seru Riri sembari mengganti high heelsnya dengan sandal rumah biasa.

Tak lama kemudian, Sungmin muncul dengan wajah baru bangunnya.

“Akhirnya kau pulang!! Aku lapar sekali Riri-yaaaa…” rengek Sungmin manja.

“Omo!! Tampan sekali!” ucap Eunhee yang kini berdiri di sebelah Riri.

Sungmin mengusap – usap matanya dan menyadari ada orang lain selain Riri dan dirinya.

“Dia siapa??” tanya Sungmin pada Riri, bingung.

“Oh.. ini Ka…”

“Annyeong oppa!! Kang Eunhee imnida! Murid les Riri onnie! Aku ELF loh! Pumpkiners juga!!” sela Eunhee sambil membungkukkan badannya lalu mengulurkan tangannya. Riri menatap sebal pada muridnya.

“Tidak sopan!”

Sungmin terkekeh melihat istrinya.

“Annyeong haseyo! Super Junior’s Sungmin imnida! Terima kasih sudah menjadi fans kami terutama aku! Kekeke…” balas Sungmin sembari menyambut uluran tangan Eunhee.

“Ya! Riri-ya! Kenapa bengong?? Ayo cepat masak! Aku lapar sekaliiii….” rengek Sungmin lagi.

“Tch!” decak Riri kesal lalu berjalan ke dapur setelah meletakkan tasnya begitu saja di atas sofa.

“Masak yang banyak dan enak ya!! Kita harus menjamu tamu kita yang cantik ini!!” seru Sungmin membuat Riri mengembungkan pipinya dan Eunhee tertawa.

>O<

Riri keluar dari gedung SME. Ia baru saja mengantar bekal untuk Sungmin dan member SuJu yang lain sepulang mengajar les.

Jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 18.47. Rencananya sekarang adalah pergi ke mall dengan Yoora. Ia ingin mengajak Yoora mencari kue untuk merayakan ulang tahun Sungmin karena ia tak ada waktu untuk membuatnya sendiri. Selain itu, ia juga ingin membeli sedikit perlengkapan bayi di mall.

“Hey!! Maaf aku terlambat!” ucap Yoora dengan nafas terengah – engah.

“Tidak pa-pa. Aku baru menunggu 7 menit kok!” ucap Riri sembari menyerahkan sebotol air mineral pada Yoora.

“Berangkat sekarang??”

Riri menganggukkan kepalanya.

Mereka berjalan berpegangan tangan di trotoar. Ini kebiasaan mereka yang sangat sulit dihilangkan jika jalan berdua.

“Aku rindu sekali saat – saat kita jalan berdua dan berpegangan tangan seperti ini…” ucap Yoora sembari mengayunkan tangan mereka ke depan dan ke belakang.

Riri tersenyum. Kenangan – kenangan mereka mulai berputar seperti film di otaknya.

“Aku juga. Kau ingat? Dulu, saat kita SMA, orang – orang mengira kita lesbi karena kita terlalu dekat! Hahaha…” Riri tertawa mengingat dulu orang – orang mengira lesbi karena kemanapun mereka pergi, mereka akan berjalan berpegangan tangan seperti orang pacaran.

“Hahaha… Iya!! Aku juga ingat! Saat kita jalan – jalan di Lotte World bersama Kyuhyun, orang – orang menatap kita aneh dan mengira kau adalah pacarku karena aku terus menggenggam tanganmu dan berjalan agak jauh dari Kyuhyun!!” ucap Yoora.

Terlalu banyak hal – hal yang tidak bisa mereka lupakan di masa – masa SMP dan SMA mereka. Entah itu kenangan buruk, manis, ataupun konyol. Tapi, tentu saja yang konyol paling membekas.

“Kau ingat saat pelajaran seni aku menyanyikan lagu My Love milik Westlife??”

Yoora mengangguk semangat. “Itu sehari setelah aku jadian dengan Kyuhyun kan?? Hahahaha!!! Bagaimana aku bisa lupa?! Kau di olok – olok oleh teman – teman karena mereka mengiramu patah hati gara – gara aku jadian dengan Kyuhyun!” papar Yoora.

“Tch! Aku sedang sial saat itu! Padahal aku menyanyi lagu itu karena aku suka lagunya!” keluh Riri.

“Ya! Yeobo… Jangan sedih… Kalaupun lagu itu memang benar untukku, aku akan merasa sangat senang…” goda Yoora.

“Tutup mulutmu Kwon Yoora!!! Orang – orang melihat kita!!! Aish…” kesal Riri lalu melepas genggaman tangannya dan berjalan lebih cepat dari Yoora.

“Yeobo~~~ Perhatikan jalanmu! Kau bisa jatuh nanti! Kalau kau jatuh dan terjadi sesuatu dengan anak kita bagaimana???” seru Yoora membuat semakin banyak orang memperhatikan mereka.

Riri menggeram kesal lalu menutup telinganya dengan kedua tangannya. “Ya!!! Berhenti bicara atau kubunuh kau!!!” seru Riri, kesal.

Yoora tertawa terbahak – bahak melihat wajah sahabatnya yang memerah, entah itu karena marah atau karena malu melihat tatapan orang – orang di sekitar mereka.

>O<

“Riri – ya… Belanjaanmu banyak sekali!” keluh Yoora yang kedua tangannya penuh dengan belanjaan Riri.

Riri tak menggubris keluhan Yoora, ia melihat jam tangannya,”Aigo!!! Sudah jam setengah sebelas!! Yoora-ya, ayo cepat jalan! Sungmin oppa pulang sebentar lagi!” panik Riri.

“Tch! Salah siapa kelamaan belanja??” dumel Yoora.

“Ya! Aku lelah membawa belanjaanmu! Cepat temukan taxi-nya!” keluh Yoora.

“Aish… Kau ini banyak mengeluh sekali!! Tak ada satupun taxi kosong yang lewat dari tadi!!” ucap Riri, jengkel.

“Ayo ke halte! Lebih baik naik bus saja!” ajak Riri.

Mereka turun dari trotoar dan berdiri di atas zebra cross.

“Riri onnie!!!” Riri menolehkan kepalanya ke sebrang jalan. Dilihatnya seorang gadis di depan halte melambai – lambaikan tangan.

“Eunhee??” gumam Riri.

Riri membalas lambaian tangan muridnya dan tersenyum.

“Siapa??” tanya Yoora.

“Salah satu murid lesku.” Jawab Riri.

“ONNIE!!! AWAAASSSS!!!!” jeritan Eunhee sontak membuat Yoora dan Riri menoleh dan… CRASSHHH!!

>O<

“Tch! Tak jauh beda dengan sahabatnya! Sama – sama sundal! Cih!”

“Kau tidak pantas untuk Sungmin oppa!!”

“Kau dan temanmu itu lebih baik mati saja agar tak mengganggu kehidupan Sungmin dan Kyuhyun kami!!”

Gadis itu menggertakkan giginya. Tangannya mencengkram kuat stir mobil dan matanya menatap Riri dan Yoora lekat – lekat.

Ia menghidupkan mesin mobilnya.

“Matilah kalian!!” serunya lalu menginjak pedal gas dalam – dalam.

Mobil berjalan lurus dengan kecepatan tinggi ke arah Riri dan Yoora.

“ONNIE!!! AWAAASSSS!!!!” seseorang menjerit tepat ketika mobilnya berada beberapa meter di dekat Yoora dan Riri.

Tanpa berteriak ataupun menutup mata dan terpaku di tempat seperti tokoh di dalam drama – drama yang di tonton Yoora, Yoora melepas belanjaan di tangannya dan buru – buru menarik tangan Riri ke belakang untuk menghindari mobil tersebut.

Tapi sedikit terlambat. Mobil itu melaju terlalu cepat dan berhasil mengenai tubuh mereka hingga mereka terpental keras ke belakang.

(Bayangkan adegan ini slow motion *Drama mode: ON*)

Riri shock dan Yoora, di tengah kesadarannya, ia menarik lengan Yoora agar tubuh Riri mendekat sehingga saat mendarat di tanah nanti kepala Riri tidak membentur trotoar melainkan malah membentur bahunya.

‘Ya Tuhan… Apapun yang terjadi setelah ini, kumohon… selamatkan Riri dan anaknya. Jangan biarkan ia merasakan hal yang sama sepertiku. Kehilangan anak adalah hal paling menyakitkan bagi seorang ibu.’ do’a Yoora sebelum tubuhnya jatuh menghantam aspal.

BRUUUKKKKK

Sakit. Itulah yang mereka rasakan.

Yoora langsung tak sadarkan diri ketika tubuh mereka mendarat di tanah karena kepalanya membentur trotoar terlalu keras. Sedangkan Riri masih setengah sadar karena hanya tubuhnya yang menghantam aspal.

Riri memegangi perutnya yang terasa sakit. Darah mengalir dari selangkangannya.

Beberapa orang yang ada di TKP langsung mengerubungi mereka berdua.

“Onniedeul!! Kumohon bertahanlah!!! Sebentar lagi ambulans akan datang!” ucap Eunhee panik dengan air mata yang mengalir di pipinya. Ia memegangi tangan Riri erat, berharap Riri membuka matanya kembali.

~UM3’s Status: TBC~

Eaaaa… akhirnya udah sampe disini *nari2*

Fiuh~~~ Lagi dan lagi, trik minta maaf untuk update yang terlalu lama *bow*

Udah panjang kan?? 25 halaman loh :O

Awalnya ini chapter ending… Tapi berhubung Trik baik, endingnya di chapter 9😀

Cuma…. Sorry sorry aja kalo chapter 9 isinya gak panjang ^^V Ntar tak kasi bonus deh di chapter 9. Entah itu epilog UM3 ato prolog story selanjutnya B)

Biar gak banyak tanya, story selanjutnya itu Kyuhyun – Yoora – Jiho. Sebenernya pengen batalin bikin seri ketiga MBA berhubung Yoora udah ama Jiho dan nantinya di ending Kyuhyun ama Putri #slap# males ngetiknya coy ._.

Tapi banyak yg nagihin U,u jadi aku bikinin deh *TRIk, baik kan?? :P* Dan jangan berharap banyak di story terakhir ini. Mungkin oneshot/twoshot/threeshot -_-v

Segitu aja deh bacotnya… Maaf ya udah bikin kalian lama nunggu dan Makasih untuk tetep baca, koment, & like ^^

Gak nyangka ini FF masih banyak yg baca *diliat dari stat* :”) (Gak mungkin kan tiap orang yg baca ini FF buka ampe 10kali ato lebih biar statnya gede?? -_-)

Pokoknya makasih banyak deh buat semua temen2 yg tetep baca *hug one by one* & Sampai jumpa di chapter selanjutnya *kecup basah di pipi* :*

  Oh ya, SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN & KUNINGAN buat yg merayakan ^^ Dan selamat liburan *lagi* buat yg di Bali *trmasuk saya* B)

27 responses

  1. wahh udah da lanjutannya, saya baru tahu. hhe…
    sebelum baca, meninggalkan jejak dahulu.
    jd ini uda mw ending toch?? pdhal masih seru..
    yoora jd na ma sapa eahh?? jiho oppa pa kyu oppa??
    ea udahh marry saya baca ff na ^^
    buat lanjutannya jgn lama2 ea author

  2. Yuhuuuuuu aq reader baru d sini thorr sebenernya udah lama sihh.mian y aq baru komen d sni cozz aq sring bca ff nie d hp jd gg bsa komen dechh.aq sdih bgt lok author blng aq silent reader tp gpp dechh terserah authorr aj aq mahh pasrh doang qiqiqi( readerr saraf)nie ff keren torr bgss fell ny dpt .aq penasaran nichh abang kyu ame yorra kah?? Ato gg? tpi lok gg ma yorra am ak ajahh ya wkwkwk(d geplak sparkyu) .aq harap nie ff berakhir happy ending ya coz aq gg ska yg sed end mian yah maksa :Dhehehe
    ( reader br jg telat baca lg ckckckkckc gg tw malu) mumpung saya agama hindu tq bwt ucapannya …
    Udah dulu y thorr komen ku k pnjngn kyak jmbtan sura madu wikwikik dan mian jg aq sksd d sini
    d tunggu lanjutannya fighting!
    ..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s