Please, Be My Baby 2

Title: Please, Be My Baby 2 [Twoshoot]

Author: Wulanchynngsh.

Cast:

• Park Jiyeon T-ARA

• Yoo Seunghoo

Other Cast: Find it in this story =))

Rating: PG-15

Genre: Romance, Drama

Length: Twoshoot

 

***

 

-Jiyeon POV-

 

 

“Jiyeon-ah, Please, be my baby..” Aku seketika membelalakan mataku tak percaya

“M.. Mwo??” Aku merasa, jantungku benar benar akan copot. Apa aku tak salah dengar?? Dia memintaku menjadi pacarnya??

 

“Please, be my baby” ulangnya sekali lagi. Aku tahu sekarang. Aku memang tak salah dengar. Ini GILA!!

 

“Tapi…..” Aku menggigit bibir bawahku gugup. God, isn’t dream or real? Yeah I think it’s just my dream! Anybody else please wake up me!!! Wait! No no no! I also think it’s real! Aku mencoba mencubit pahaku dan ternyata SAKIT! Aaarrgghh mollayo!

 

“Wae? Kau tak menyukaiku?” Ia memandangku dengan wajah teduhnya. Omona! Aku harus bagaimana sekarang? Aku tidak mungkin tidak menyukainya. Tapi ku pikir, ini semua tidaklah serius.

 

“Aniyo aniyo!! Bukan begitu! Tapi, apa kaaauu… serius?”

 

“Bbwahahahahahahahahahaha…!!!! Jiyeon-ya tentu saja tidak!! Aku hanya bercanda ahaha. Mana mungkin aku ingin kau menjadi pacarku?? Ahahaha ada ada saja! Apa kau menganggap semua ini serius??? Wajahmu sampai memerah seperti itu!!” MWO??? Hanya bercanda??

 

“Mwo?? Jadi kau hanya bercanda? Ah.. Hahaha pabbo yeoja! Mengapa aku harus menganggap ini serius? Ini semua hanya lelucon kan? Lagipula kalau pun kau serius, aku tak akan pernah mau menjadi yeojamu!” Aku berbalik dengan kesal lalu meninggalkannya menuruni bukit. Air mataku mengalir begitu saja. Benar dugaanku! Ia tak mungkin serius mengatakan itu semua. Ia kan tak punya perasaan apapun terhadapku. Ia hanya menganggapku sebagai sahabatnya. Nde! Hanya SAHABAT! Mengapa rasanya begitu sakit seperti ini, Tuhan?

 

“Chakkaman Jiyeon-ya! Hey, kenapa marah seperti itu? Tidak asik sekali kau ini. Jangan marah Jiyeon-ah! Ya! Kenapa sampai menangis? Apa bercandaku keterlaluan??” ia menahan lenganku tapi kali ini aku tak berhenti. Ia benar benar mempermainkan perasaanku!

 

“Jiyeon-ah tolong jangan marah seperti itu. Kau ini kenapa?” Aku menepis tangannya kasar.

 

“KENAPA?? KAU BERTANYA KENAPA??”

 

“Oke oke, aku mengerti aku salah. Aku minta maaf jika membuatmu kesal hingga menangis seperti ini. Aku tak sepenuhnya bercanda tadi” aku terdiam mendengar ucapannya.

 

“Dengar! Kali ini aku akan serius! Aku memang ingin kau menjadi yeojaku Jiyeon. Aku tidak bohong. Tapi, bukan yeoja dalam artian yang sebenarnya. Kau mengerti maksudku kan? Aku ingin, kau menjadi yeoja ‘palsuku’. Tolong bantu aku, kau mau kan? Kau tahu kan, Sohee noona belakangan ini benar benar mengejarku, dan aku sangat risih akan hal itu. Bantulah aku Jiyeon. Kau kan sahabat terbaikku. Jika kau berpura pura menjadi yeojaku, Sohee noona tak akan lagi mengejarku, arra?”

 

PLAK// Refleks aku menampar wajahnya. Mataku kembali memanas. Namja ini benar benar keterlaluan. Menjadi yeoja ‘palsu’ nya dia bilang? Hahaha! Memangnya dia pikir aku ini apa???

 

“SIRHEO!!! Kau benar benar keterlaluan!!!! Selama ini kau hanya mempermainkan perasaanku saja!!!!” Aku berlari menuruni bukit. Aku tak perduli lagi dimana aku berada sekarang. Biar saja aku tersasar. Yang penting aku tak melihat wajah namja brengsek ini.

 

“Jiyeon-ah!! Jiyeon-ah!! Kau mau kemana?? Ya! Park Jiyeon!!!”

 

***

 

-Seungho POV-

 

“Jiyeon-ah!! Jiyeon-ah!! Kau mau kemana?? Ya! Park Jiyeon!!!” Aku berlari mengejarnya. Ia terus berlari menuruni bukit dengan cepat. Dia menangis! Nde! Omona apa aku benar benar keterlaluan?

 

Nde! Aku tahu aku keterlaluan. Aku menyakiti perasaanmu! Maafkan aku Jiyeon jika harus berkata seperti itu. Aku tidak punya cukup keberanian untuk menyatakan perasaanku yang sebenarnya padamu. Aku takut menghadapi kenyataan yang nantinya akan aku terima darimu, jika kau sebenarnya masih sangat mencintai Choi Minho.

 

Maaf jika kau menganggap aku telah mempermainkan perasaanmu. Aku tak bermaksud begitu. Aku benar benar mencintaimu, sudah sejak dulu. Tapi aku tak mau merusak persahabatan kita. Setidaknya sekarang, aku tahu pasti, kau tadi menangis karenaku dan kau memiliki perasaan yang sama denganku. Terimakasih Jiyeon-ah.

 

***

 

Sudah seminggu berlalu sejak kejadian di bukit itu, Jiyeon terus menerus menghindariku. Aku berusaha mencarinya ke kelas, ke perpustakaan, bahkan ke apartemennya. Tapi ia tak pernah mau menemuiku. Sebegitu marahnya kah ia padaku?

 

Kalau tahu bakal begini jadinya, lebih baik waktu itu aku benar benar mengatan “Ne” saat ia bertanya apakah aku serius menembaknya. Bagaimana caranya agar kau memaafkanku Jiyeon-ah? Jangan seperti ini. Aku tak bisa jika tak bersamamu selama ini! Kau benar benar telah menyiksaku!

 

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Aku masih menimang nimang ponselku dengan bimbang. Apa sebaiknya ku coba lagi untuk meneleponnya? Selama ini, aku mencoba menelponnya, tapi ia selalu me-reject panggilan dariku. Ya, lebih baik aku coba untuk meneleponnya lagi saja. Sudah dua hari aku tak mencoba meneleponnya lagi. Semoga belum terlalu malam untuk meneleponnya dan semoga kali ini dia mau mengangkat telponku.

 

***

 

-Jiyeon POV-

 

Drrrrrrtt… Drrrrrrrtt… Drrrrrrrttt… Drrrrrrrrttt..

 

Aku menghirup udara malam hari dari balkon kamarku. Sudah dua kali ponselku bergetar di saku celanaku, tapi aku masih enggan untuk menjawabnya. Aku takut kalau yang meneleponnya adalah Seungho. Aku belum siap! Nde, aku belum siap berbicara dengannya lagi setelah kejadian seminggu yang lalu itu.

 

Drrrrrrtt.. Drrrrrrrtt.. Drrrrrrrttt..

 

Oke aku menyerah! Ini benar benar menggangguku! Aku akan melihat siapa yang menelepon malam malam begini. Aku merogoh saku celanaku lalu mengambil ponsel dan melihat nama penelepon yang tertera di layarnya. Seungho! Deg! Sudah dua hari ini dia tak lagi mencoba meneleponku. Sekarang ia meneleponku lagi? Haruskah aku mengangkatnya? Apakah dia mau minta maaf? Ah ani!! Dia pasti hanya akan mempermainkan ku lagi. Aku pun memutuskan untuk tidak mengangkat teleponnya. Ponselku terus bergetar berkali kali. Hingga akhirnya panggilan itu berhenti lalu masuklah sebuah pesan. Ku buka pesan masuk tersebut dengan cepat! Nde, Seungho juga pengirim dari pesan tersebut.

 

From: Seungho

 

“Jiyeon-ya, aku mau minta maaf. Nan jeongmal mianhae. Aku tak pernah bermaksud seperti itu, mempermainkan perasaanmu. Kumohon, biarkan aku berbicara padamu sekali ini saja. Aku yakin, ini kali terakhir aku akan berbicara denganmu. Setelah itu aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi. Percayalah!

Ku jemput besok jam lima sore, otte? Jangan lupakan jaketmu. Kalau bisa, pakailah mantel.

Sampai jumpa besok”

 

Aku menghela nafas. Rasa rinduku terbayar sudah. Biarpun hanya melalui sms, setidaknya aku tahu dia masih memperdulikanku Ya, aku benar benar merindukan namja itu. Terutama perhatiannya padaku. Besok? Jam lima? membawa mantel? Apa dia mau mengajakku ke bukit bintang lagi? Haruskah? Tapi ia bilang, setelah itu ia tak akan pernah menggangguku lagi? Baiklah aku akan pergi!

 

***

 

“Sudah siap?” Tanyanya saat aku membuka pintu apartemenku, lalu memberikan sebuah helm padaku.

 

“Ne” jawabku datar.

 

“Kau masih marah padaku? Mianhae. Jeongmal mianhae Jiyeon-ah” wajahnya benar benar membuatku tak tahan. Aku tidak pernah bisa marah berlama lama pada namja ini.

 

“Ne ne ne, sudah ku maafkan!”

 

“Jinjja? Ah gomawo” aku refleks membelalakan mataku. Ia mememelukku begitu saja. Tapi rasanya aku tak mau menolak karena aku benar benar merasa nyaman dalam posisi seperti.

 

“Kajja, kita pergi” ucapnya lalu menggandeng tanganku.

 

Kami pun menaiki motornya. Saat sampai disana, hari sudah gelap. Bintang bintang disana juga mulai banyak. Aku teringat kembali kejadian minggu lalu. Ketika Seungho benar benar telah mempermainkan perasaanku.

 

“Aku memikirkan kejadian minggu lalu. Aku tahu aku salah” ucapnya menatap langit.

 

“Sudahlah lupakan” ucapku datar.

 

“Jiyeon-ah, apa kaaau… Menyukaiku?” DEG! Apa yg harus ku katakan? Aku sendiri masih tidak yakin dengan perasaanku. Ku pikir aku masih belum bisa melupakan Minho oppa. Tapi entahlah, hatiku benar benar bimbang. Di satu sisi, ku pikir aku memang menyukainya, tidak! Bahkan lebih! Ku pikir aku mulai mencintai namja ini. Tapi disisi lain, aku masih mengharapkan Minho oppa kembali. Aku benar benar bingung dengan perasaanku saat ini!

 

“Me.. Menyukaimu? Haha tentu saja tidak! Mana mungkin aku menyukaimu” DEG!! Jatungku benar benar berdetak tak karuan. Ia menarikku begitu saja ke dalam pelukannya erat.

 

“Jangan berbohong” ucapnya. Aku melepaskan pelukannya.

 

“Aku tidak akan terbuai lagi dengan perkataanmu Yoo Seungho! Aku tahu kau hanya sedang mempermainkanku!”

 

“Aku tak sedang mempermainkanmu! Aku benar benar serius!”

 

“Sudahlah! Aku benci padamu!!” Aku hendak berbalik tapi tiba tiba ia menahanku lalu memegang kedua bahuku. Ia menatap mataku lekat lekat.

 

“Aku tahu kau menyukaiku!! Maafkan aku!! Aku hanyalah nappeun namja!! Aku tak punya banyak keberanian untuk menyatakan perasaanku padamu!! Aku takut pada reaksi yang akan kau berikan nantinya! Aku takut kau akan menjauhiku! Aku takut kalau nantinya semua ini hanyalah akan merusak persahabatan kita!! Aku takut menerima kenyataan kalau sebenarnya kau masih sangat mencintai Choi Minho!! Aku takut! Aku memang pengecut Jiyeon-ah!!” Aku refleks memeluknya. Entah kenapa. Aku hanya merasa, aku ingin memeluknya.

 

“Please, Be My Baby! Apakah itu bisa menjadi sebuah pertanyaan asli yang kau tanyakan padaku? Bukan hanya untuk status ‘yeoja palsu’?”

 

“Tentu Jiyeon-ah!! Tentu tentu!!!” Ia melepas pelukanku dengan senyumnya yang teduh dan hangat. Ia menggenggam tanganku erat lalu mengecupnya hangat.

 

“Please, Be My Baby! Park Jiyeon!!” Aku terdiam memandangnya. Wajahnya benar benar berharap. Neomu kyeopta!!

 

“Sirrheo!! Aku tau kau hanya bercanda” ucapku menggodanya. Padahal aku tahu, ia serius kali ini! Matanya tak dapat berbohong.

 

“Wae?? Aku serius!! Omona!! Inilah kesalahan terbesarku!! Menunda nunda untuk menyatakan cinta padamu. Apa kau masih tak percaya padaku? Jeongmal saranghae Jiyeon-ah!! Be my baby, please…..!!!!” Kyeopta-ya!

 

“Ahaha aku tak serius! Aku percaya padamu! Of course!! I Wanna Be Your Baby, Yoo Seungho” aku tersenyum lalu kembali memeluknya. Matanya terlihat berbinar. Tak lama ia pun melepaskan pelukanku.

 

Ia menatap wajahku lekat lalu membelai pipiku lembut. Kurasa wajahku benar benar merah saat ini. Tiba tiba ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku tak dapat melakukan apapun saat ini, dan sesungguhnya aku memang tak ingin melakukan apapun. Wajahnya semakin mendekat bahkan aku bisa merasakan hangat nafasnya di wajahku. Aku menutup mataku menunggu apa yg akan terjadi. Satu detik.. Dua detik.. Tak terjadi apapun. Aku kembali membuka mataku lalu mendapati wajahnya masih di posisi yang sama, hanya berjarak tiga senti dari wajahku. Ia tertawa kecil lalu tiba tiba mengecup bibirku. Aku kembali memejamkan mataku merasakan hangat bibirnya di bibirku.

 

Bintang bintang di langit terus memancarkan sinarnya, menjadi saksi bagaimana akhirnya ternyata sahabatku bisa menjadi orang yang benar benar aku cintai. Dan bagaimana akhirnya persahabatan yang sudah kujalin bersamanya selama lima tahun berakhir pada sebuah hubungan cinta. Aku pun tak pernah menyangka jika akhirnya akan seperti ini.

 

Terimakasih Tuhan, telah membiarkan ia menjadi sahabat sekaligus namjaku.

 

***

 

-END-

 

 

20 responses

  1. Aaach so sweet bnget sich..!q ska bnget..!
    Ay thor bwt ff jiyeon lg!!law blh request bwt ff kyuji doNk ata law g haeji couple (kyuhyunjiyeon/donghaejiyeon)ya ya q tUngGu loch!!
    Faigthing.. ;>

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s