KISS THE GIRL PART 4 – END

PART 4: It Ends Tonight
Author: Nadia
Genre: Romance/Comedy (pastinya garing, saya kan pemula XD)
Cast:
–          Choi Siwon
–          Kwon Yuri
–          Lee Hyukjae
–          Stephanie Hwang
–          Kim Kibum
–          Lee Donghae
–          Jessica Jung
–          Kim Hyoyeon
–          Kim Taeyeon (Cuma muncul sedikit doang)
–          Park Jungsoo (Nyempil2 juga)
Note: Saya pemula, kalo banyak kesalahan mian ya ^^v *piss*
“Aduh, melas nian dikau wahai adikku Siwon,” hibur (?) Minho pada Siwon yang sedang duduk-duduk di pinggiran kolam renang.
“…”
“Besok prom ya? Jam 7 malam ‘kan? Sekarang udah jam 6 sore, jadi kesempatanmu PDKT sama Yuri cuma…”
BYURRR!
Minho langsung dilempar Siwon ke dalam kolam renang dan dia langsung pergi ke dalam kamarnya. Pundung.
Di dalam kamar, lebih tepatnya di atas kasur, Siwon tengah duduk sembari memandangi BB-nya yang lowbatt.
“Kok tidak ada SMS?’ batinnya. Benar-benar nista.
Akhirnya, karena stress, dia langsung menyetel lagu dari radio. Dan (lagi-lagi)…
Shalalalala
My oh my
Looks like the boy’s too shy
Ain’t gonna kiss the girl
Shalalalala
Ain’t that sad
It’s such a shame
Too bad, you’re gonna miss the girl
‘Sabar Won, sabar…’ batin Siwon sambil mengelus-elus dadanya.
Shalalalala
Don’t be scared
You better be prepared
Go on and kiss the girl
Shalalalala
Don’t stop now
Don’t try to hide it how
You wanna kiss the girl
Go on and kiss the girl
(kiss the girl)
(oh, ohnoo..)
(kiss the girl, kiss the girl)
Lalalala, Lalalala
Go on and kiss the girl
Lalalala, Lalalala
Go on and kiss the girl
Siwon langsung mengambil radionya dan memasukkannya ke tempat sampah. Menemani iPod dan iPhonenya. Shock banget.
“Hei, ada apa sih?” tanya Minho yang tiba-tiba sudah ada di samping Siwon.
“Hyung masuk lewat mana?”
“Udah deh, nggak penting. Wae? Dari dua minggu yang lalu kok berlagak kayak anak autis?”
Siwon terdiam. “Gini lho Hyung… Besok itu udah prom.”
“Terus?”
“Aku belum bisa rebut ciuman Yuri!”
“Hah?” Minho melongo.
“Nanti dia keburu sama Kibum!”
Minho menyipitkan matanya heran. Maklumlah, dia ‘kan nggak tahu apa-apa.
“Aku juga gak bisa ikutan prom kalau nggak ada pasangan.”
Minho cuma manggut-manggut, padahal masih nggak tahu apa-apa.
“Terus gimana nih Hyung? Aku udah cinta mati sama si Yuri nih!”
“Apa sih? Hyung nggak nyambung. Yuri siapa? Wae? Kamu nggak cerita sama Hyung.”
Siwon menghela nafas panjang dan langsung menceritakan semua masalah tentang prom, Yuri, Kibum, dan sebagainya.
Beberapa saat kemudian…
“Oh, gitu ya… Terus gimana?” ujar Minho. “Kamu mau gimana? Semuanya terserah kamu, Won.”
Siwon terdiam. “Besok hari terakhir aku PDKT sama dia.”
“Memangnya sempat?”
Siwon menanggukkan kepalanya loyo. “Kuusahakan.”
“Berjuang deh!” seru Minho.
‘Meskipun menyebalkan ternyata dia baik juga…’ batin Siwon sambil tersenyum.
Keesokan harinya di sekolah.
“Siwon-ah!” panggil Yuri pada Siwon yang sedang duduk-duduk di kursi lapangan olahraga SIHS.
‘Kesempatan emas!’ pekik Siwon dalam hati.
Yuri langsung duduk di sebelah Siwon. “Lagi apa nih?”
“Mikirin sapa yang jadi pasanganku buat prom besok.”
“Kamu belum dapet pasangan?”
“Menurutmu?”
“Won, kamu bener-bener mau ke prom sama aku? Masih ada gadis yang lebih baik dari aku kayak Tiffany, Sunye…”
“Tapi nggak ada yeoja yang punya senyum kayak kamu!” potong Siwon.
Mereka terdiam berberapa saat sampai akhirnya Yuri membuka mulut. “Kamu tahu, aku selalu ingin jadi prom queen lho. Tapi rasanya nggak mungkin ‘kan? Kalau kamu pasti bakal jadi prom king.”
“Bisa aja. Nggak ada hal yang nggak mungkin ‘kan? Orang kamu… cantik kok.”
Yuri tersenyum pahit lalu memandang wajah Siwon. “Besok aku pergi sama Kibum-oppa.”
Siwon langsung memandang Yuri kaget. Kemudian dia cuma nyengir yang lebih mending cengiran kuda lalu pergi meninggalkan Yuri tanpa pamit. Jalannya lesu dan loyo sekali. Benar-benar orang hidup segan mati tak mau.
Yuri cuma memandang Siwon dan lagi-lagi tersenyum pahit.
“Kamu tahu Won, aku nggak suka Kibum. Aku bareng dia soalnya aku nggak ada transport…” gumam Yuri pelan. Telat, mbak…
Siwon sudah siap di ruang tamu dengan jasnya yang mewah dan bermerek. Mari kita lihat merek jas dan celananya, Dolce & Gabbana. Sepatunya, Louis Vuitton . Jam tangannya, Guess. Parfumnya, Chanel. Dia juga membawa kacamata hitam merek GUCCI. Benar-benar pria paling beruntung sedunia dan paling sial dalam masalah cinta. Tuhan memang tidak pernah menciptakan manusia sempurna…
Ya. Sekarang sudah pukul setengah 7 malam. Tepat jam 7, prom dimulai.
“Siwon, mobilmu sudah Hyung panasi!” seru Minho. Dan dengan gaya setrilliun langit, Siwon menuju ke halaman dan memasuki Ferrari merah miliknya. Pribadi! Kurang kaya apa coba?
“Dah Hyung,” kata Siwon sambil memakai kacamata hitamnya dan mulai menstarter mobilnya.
“Siwon! Kamu belom pake sepatu!” teriak Minho keras sekali.
Siwon memandang ke bawah atau lebih tepatnya ke kakinya. Shit, ternyata dia memang belum memakai sepatu saking stressnya menghadapi Yuri dan Kibum nanti. Dia langsung keluar dari mobil dan menuju ke arah ruang tamu, tempat sepatunya berada.
“Hmph.” Minho menahan tawa saat memandang Siwon yang memakai sepatu dengan kasarnya, tapi mukanya memerah. Dia pasti malu.
“Aku berangkat Hyung!” ujar Siwon kasar sambil berjalan menuju ke mobilnya.
“Hei, tunggu!”
Siwon menoleh dengan pandangan cepat-aku-tidak-punya-banyak-waktu-untuk-mendengar-celotehanmu.
“Bagaimana dengan Yuri?” tanya Minho. Seperti yang sudah diduga Siwon.
“Nggak tahu.”
“Kamu bener-bener cinta sama si Yuri?”
Siwon mengangguk (sok) jantan.
“Yah kamu harus tunjukkin kalau kamu bener-bener cinta sama dia. Dia juga pasti ngerasa lha…”
“Ah, Yuri itu anaknya membingungkan. Misterius banget.”
“Berjuang deh, adikku sayang!” Minho tersenyum dan kemudian masuk ke dalam rumah.
Siwon cuma menghela nafas panjang lalu masuk ke dalam mobilnya dan segera mejalankannya.
Sunye dan tiga orang temannya sedang berada di pintu masuk aula SIHS, tempat prom dilaksanakan. Maklum, mereka OSIS dan mendapat jatah mendata anak-anak yang ikut prom. Juga mengusir anak-anak yang datang dengan tidak membawa undangan dan tentunya, pasangan.
Ferrari Siwon memasuki tempat parkir dan membuat beberapa siswa-siswi kagum. Ferrari pribadi bok! Tidak mungkin punya kalau tidak benar-benar kaya.
“Sunye, Siwon tuh!” bisik salah satu teman Sunye.
Sunye yang saat itu memakai gaun ketat berwarna hitam dengan belahan dada yang sangat rendah langsung memasang pose seksi dan menggairahkan.
Siwon berjalan ke arahnya dan menunjukkan kartu undangan.
“Mana pasanganmu, Won?” tanya Sunye dengan nada seksi-seksi menyebalkan.
“Nggak ada.”
“Uh, sayang banget… Peraturannya ‘kan harus punya pasangan. Gimana nih guys?” tanya Sunye pada ketiga temannya dan hanya dijawab oleh cekikikan usil.
“Biarin aku masuk.”
“Aduh, gimana ya…?”
Siwon memutar bola matanya, langsung menyentuh dagu Sunye, dan mencium dahinya. Badan Sunye lemas seketika saat merasa bibir Siwon menyetuh dahinya. Gangguan selesai. Siwon cuma tersenyum dan langsung masuk ke dalam aula. Benar-benar pria penuh daya tarik.
Di dalam aula, Siwon langsung mencari Yuri. Tidak ada. Kibum juga tidak ada. Berarti mereka berdua belum datang.
Dia langsung mengehempaskan tubuhnya di salah satu sofa yang tersedia dan hanya memandang ke arah pintu. Menunggu Kibum dan Yuri datang.
Tidak berapa lama setelah itu, Yuri pun muncul. Rambut hitamnya di gelombang sehingga menambah kecantikan wajahnya. Make-upnya tidak terlalu menor seperti kebanyakan gadis di prom kali ini. Dan gaunnya. Ungu cerah. Cocok sekali dengan kulit putihnya. Hanya saja Siwon lebih suka kalau dia memakai gaun biru langit. Tapi tak apa, Yuri terlihat sangat cantik malam itu. Sepatunya berwarna perak. Cocok untuk kaki Yuri yang berotot karena terlalu banyak bermain voli. Benar-benar perfect!
Ah, Yuri juga memakai pita berwarna ungu yang senada dengan gaunnya. Dan dia memakai gelang perak dengan motif dua ekor flamingo. Lalu di belakang Yuri ada Kibum. Ukh, menganggu Siwon yang sedang asyik cuci mata saja
Kibum menggandeng tangan Yuri, tapi Yuri menolaknya. Siwon senang sekali dengan adegan itu. Andai saja kalau dia sempat merekamnya…
“Siwon!” panggil seseorang. Ternyata Eunhyuk yang sedang asyik menggandeng Hyoyeon. Ah, mesra sekali. Siwon berkhayal, andai dia yang menggandeng tangan Yuri.
“Hei, lihat tuh.” Siwon menunjuk ke arah Kibum yang sedang berjalan bersama Yuri ke arah taman sekolah yang tepat berada di belakang aula.
“Kenapa? Masih bentuk manusia gitu. Ada yang salah?”
“Dia udah hampir dapetin Yuri.”
“Masa?”
“…”
“Aku bantu kamu!” Eunhyuk langsung menarik tangan Hyoyeon dan Siwon lalu berjalan menuju ke arah taman sekolah yang kebetulan sepi. Cuma ada beberapa pasang siswa-siswi yang berlalu-lalang atau lebih tepatnya bermesraan di sana.
Mereka bertiga melihat Yuri dan Siwon yang sedang duduk-duduk di salah satu kursi di taman itu dan langsung bersembunyi di balik pohon besar yang tak jauh atau malah dekat dari sana. Sungguh menyedihkan.
“Kamu mau apa?” tanya Siwon kasar tapi dengan suara pelan.
“Ssst!” Eunhyuk meletakkan jari telunjuk sebelah kiri di bibirnya.
“Nanti ketahuan…” kata Hyoyeon lembut.
“Nggak mungkin! Orang gelap banget gini kok!” bantah Eunhyuk yang kemudian mengambil sebuah kerikil dan melemparnya ke arah Kibum. Tepat mengenai kepala.
“Awh!” pekik Kibum spontan.
“Wae?” tanya Yuri heran.
Kibum cuma memegang bagian belakang kepalanya yang terasa perih. “Ada yang lempar aku!”
Yuri langsung menaikkan sebelah alisnya. Pertanda kalau dia sangat heran. Sementara Kibum langsung menuju ke arah belakang pohon dan…
BRUK!
BRAK!
“Aduh!”
GEDEBUK!
“Hmph! Hmph!”
“Diam!” Eunhyuk membungkam mulut Kibum dengan sapu tangan. Sadis amat… Dan Siwon langsung muncul dari balik pohon dan menuju ke Yuri. Kesempatan dalam kesempitan.
“Siwon-ah!” seru Yuri kaget.
“Boleh aku duduk?” tanya Siwon.
Yuri tersenyum lalu menangguk. Siwon juga tersenyum dan langsung duduk di sebelah Yuri. Mereka cuma terdiam, menikmati angin malam tapi sekali-sekali curi-curi pandang.
“Anu…” kata Yuri dan Siwon bersamaan. Mereka langsung berpandangan dan tertawa. Benar-benar adegan film.
“Itu…” sela Siwon. “Kamu sudah jadian sama Kibum? Tadi aku lihat kamu datang sama dia.” Ah. Iya. Kibum. Hampir terlupakan. Sekarang dia dalam tahap hidup-atau-mati di balik pohon sana.
Yuri tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. “Aku ini nggak sekaya kamu. Aku nggak punya Ferrari kayak kamu. Jadi aku nebeng mobil Kibum-ah buat sampai di prom ini. Sekalian nebeng pasangan ‘kan? Katanya nggak boleh ikut prom kalau nggak punya pasangan.”
Siwon memandang mata Yuri dalam-dalam dan langsung mengelus pipinya. Benar-benar suasana yang sangat romantis. Yuri sudah mulai memejamkan matanya dan Siwon juga. Beberapa senti lagi mereka akan berciuman.
“PROM NIGHT DIMULAI! SEMUA KUMPUL!” teriak beberapa anak dari dalam aula. Pake mikrofon lagi.
Sayang, kenyataan berkata lain dan membuat Siwon sampai mau menangis.
Taeyeon selaku kepala sekolah SIHS menaiki panggung. Dia ditemani oleh teman masa kecilnya, Leeteuk yang juga adalah wakil kepala sekolah.
“Ehem,” kata Taeyeon sambil membenahi mikrofonnya. “Selamat malam SIHS!”
“Malam!” sahut semua siswa yang ada di SIHS semangat.
“Saat ini saya akan membacakan prom queen dan prom king!”
Murid-murid mulai ramai dan histeris. Mereka pastilah deg-degan. Terutama Yuri yang sangat ingin menjadi prom queen. Kalau di pihak cowok sih pasti Siwon yang jadi.
“Prom king jatuh pada…” Taeyeon tersenyum. “Choi Siwon!”
Semua murid langsung bertepuk tangan dan bersorak. Siwon langsung menaiki panggung sambil menatap Yuri yang juga sedang menatapnya bangga.
“Lalu prom queen…” Taeyeon tersenyum penuh rahasia. “Hwang Miyoung!”
Tiffany menjerit centil lalu dia naik ke atas panggung. “Gomawo semuanya! Aku tahu kalau aku pasti jadi prom queen! Gaun merah mudaku saja berlapis permata! Hahahaha! Terus ini langsung pesan di desainer yang juga jadi desainernya Paris Hilton!”
Taeyeon cuma tersenyum terpaksa saar melihat tingkah Tiffany yang ‘lebay’ itu. “Baiklah, waltz-nya bisa dimulai.”
Siwon tersenyum dan segera menuju ke arah Yuri.
“Siwon!” panggil Tiffany. “Bukannya prom queen harus berdansa dengan prom king?”
Siwon tersenyum nakal. “Maaf, prom king kali ini sudah memiliki ratunya sendiri.”
Tiffany cuma melongo. Terlebih lagi saat dia melihat Siwon menggandeng tangan Yuri dengan mesra.
“Kwon Yuri, shall we dance?” ajak Siwon. Banyak yang melihat adegan itu dan tersenyum. Romantis sekali.
“Penampilanku nggak pantas untuk didampingkan denganmu,” kata Yuri malu-malu kucing.
“Romeo tidak main-main dalam memilih Julietnya.”
Yuri tertawa dan kemudian medekatkan bibirnya pada bibir Siwon dan mereka berciuman. Banyak murid yang kaget dan malu sendiri saat melihat hal itu. Look, Yuri-lah yang mencium Siwon, bukan Siwon yang (semestinya) mencium Yuri. Kemudian mereka mulai menari waltz dengan alunan lagu Can I Have This Dance milik High School Musical 3. Kompak sekali. Benar-benar pasangan serasi.
‘Perjuanganku nggak sia-sia,’ batin Siwon senang.
Kibum yang dari tadi melihat kejadian itu langsung pundung di salah satu sofa.
“Hei, kamu patah hati ya?” tanya Tiffany yang kebetulan berada di dekat Kibum.
“Kamu juga ‘kan?”
Tiffany mengangguk. “Iya. Dan kita patah hati oleh pasangan yang sama.”
Kibum langsung menarik tangan Tiffany dengan gaya malu dan canggung. “Ayo menari. Siapa tahu prom kingmu itu aku?”
Tiffany cuma tersenyum nakal. “Coba saja.”
Mereka langsung membaur dengan para pasangan yang berdansa waltz. Membaur dengan Romeo yang telah menemukan Julietnya. Cleopatra yang telah menemukan Julius Caesarnya. Dan raja yang telah memiliki ratunya. Karena selama ini mereka percaya kalau jodoh nggak mungkin kemana-mana!
KISS THE GIRL
.
FIN

10 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s