Because Of You (ending part)

Title                                       : Because Of You (second part)

Author                                 : Dara Daroen (@dara_daroen)

Main Cast                            : Kim Donghyun , Ji Hyo Ri

Support Cast                      : All member Boyfriend, Lee Jeongmin

Genre                                    : Romance

Rating                                   : PG-13

Leght                                     : Twoshoot


~ Author POV ~

Donghyun malam ini sedang risau. Tapi, dia memutuskan untuk tidak kepantai. Entah mengapa, dan entah apa yang ada dibenaknya saat ini.

Jadi, kini ia hanya terbaring dikasurnya dan selalu mencoba terlelap tapi tak bisa. Pikirannya selalu melayang kemanapun. Apalagi dengan apa yang tadi siang dia lihat.

‘Ji Hyo Ri.. Lee Jeongmin.. Ada apa dengan mereka? Apa ada hubungan khusus?’ desah Donghyun pelan. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi.

Sedangkan itu…

Hyo Ri malam ini kesepian. Dia ada di pantai, pantai dimana dia selalu bersama namja tercintanya, Donghyun. Tapi, kini dia bagaikan patung yang tak berarti disini. Ia kesepian, Donghyun tak datang ke pantai ini.

Malam hari itu mereka berdua lewati dengan kesendirian masing-masing.

~ ~

Esok hari sudah tiba, Donghyun bergegas untuk siap-siap pergi ke Starship Entertaiment, semua member Boyfriend pasti tengah menunggunya disana.

Hari ini Boyfriend perform di Inkigayo, sekaligus mereka akan mempromosikan album ketiganya. Donghyun sebagai leader yang seharusnya aktif dan cekatan dalam hal ini, tapi kini ia malah bermalas-malasan.

Beberapa panggilan masuk ke handphonenya dari manager Boyfriend. Berkali-kali seluruh member menghubunginya dan berkali-kali pula Donghyun mengacuhkannya.

‘Hah berisik sekali, nanti juga aku akan kesana. Hhhhh merepotkan saja’ keluh Donghyun sambil melempar handphonenya kekasur dan ia segera mandi.

Seusai mandi ia tengok lagi handphonenya yang bergetar, ternyata sudah banyak yang menguhubunginya dari tadi. Akhirnya Donghyun membalas hanya mengirim satu pesan kepada managernya.

Mianhae aku agak terlambat. Kalian tunggu saja sebentar lagi aku kesana’

                Sent!

Setelah mengirim pesan kepada managernya itu, Donghyun segera menaiki mobilnya dan menggas mobil menuju gedung Starship.

~ ~

“Ya! Kau baru datang? Hhhhhh, seharusnya kemarin aku tak membiarkanmu pulang kerumah” seru manager Boyfriend ketika Donghyun baru memunculkan batang hidungnya di depannya.

“hhhhhh,`ne” ujar Donghyun pelan.

“Kau ini, lama sekali hyung! Ngapain saja kau dirumah? Sudah kubilang menginap saja di dorm” seru Jeongmin. Donghyun segera menatap sinis.

“Hey kau! Mengerti apa kau? Ini masalahku, urusanku, terserah diriku, mengapa kau jadi ikut-ikut mengomeliku??!” bentak Donghyun pada Jeongmin. Semua member Boyfriend terbelalak mendengar seruan Donghyun yang jarang-jarang marah seperti itu. Bahkan Minwoo yang sedang asyik dengan ipadnya kini memusatkan pandangannya pada Donghyun.

“Hyung?? Mengapa hyung marah-marah seperti itu? jarang-jarang sekali” ujar Minwoo heran.

Donghyun hanya mendesah pelan. Jeongmin pun diam saja, namun sebenarnya Jeongmin bingung ada apa dengan hyungnya itu terhadapnya. Donghyun jadi lebih dingin dan galak denga n Jeongmin.

“Ah sudah lah, kajja! Kita ke Inkigayo, kalian perform pukul 11.00. sekarang sudah pukul 09.00, kita tak boleh telat” ujar manager Boyfriend. Seluruh memberpun segera mengikutinya. Tapi Donghyun belum beranjak, nampaknya dia berbicara sesuatu dengan Jeongmin.

“Kau… Sekali-kali jangan buat aku marah. Jangan sampai aku lihat kau bersamanya lagi!” bentak Donghyun pada Jeongmin dan langsung berlalu mengikuti member Boyfriend yang lain. Sedangkan Jeongmin masih bingung dan benar-benar tak menyangka hyungnya itu membentaknya, hanya kepadanya.

‘Hyung aneh sekali. Maksud dia apa? Hhmmm Jangan sampai dia melihat aku bersamanya lagi? Bersama siapa? Apa maksudnya??! Ah’ desah Jeongmin.

~ ~

Pukul 11.00 tepat!

Boyfriend tengah perform di stage, menyanyikan lagu baru album ketiganya ‘I’ll be  there’. Sejauh itu masih lancar hingga akhir perform, tapi akhirnya setelah mereka turun stage dan menuju dorm, mereka tak bersama leadernya lagi.

Donghyun pergi. Setelah perform, dia langsung pulang. Sebelumnya dia sudah pamit dengan managernya kalau dia tidak ikut fansmeeting nanti, walaupun belum mendapat persetujuan dari managernya itu, tapi Donghyun tetap pergi.

Seluruh member Boyfriend terkejut mendengar pernyataan manager mereka yang menceritakan Donghyun pergi itu. Semuanya nampak tak percaya leader mereka menjadi seperti itu.

“Ya! Apa-apaan itu??! bagaimana bisa kita ke fansmeeting itu tanpa leader? Ahh aigo..” keluh Minwoo yang sedari tadi mengoceh saja.

“Hahhhh aku pun tak tau. Apa kalian masih akan tetap menghadiri fanmeet itu? walau tanpa Donghyun?” tanya manager Boyfriend

“Mengapa kau tanya kami? Haha kau kan manager kami hyung!” ujar Minwoo lagi menjawab pertanyaan managernya.

“Ya, tapi kali ini kuserahkan pada kalian lah” ujar managernya lagi

“hmmmm aku sih maunya tidak. Aku ingin tidur lagi di dorm, waktu tidurku kurang tadi malam” seru Youngmin.

“Hahhh kau ini tidur saja kerjaannya” celoteh Kwangmin selaku kembarannya itu

“Hey! Lagipula sangat asing kalau menghadiri fansmeet tanpa leader. Kita kan belum pernah menghadiri acara dengan kekurangan personil” seru Youngmin lagi.

“Ne. Youngmin benar sekali, kita memang  tidak enak kalau tidak bersama Donghyun” seru manager Boyfriend.

“Nah hehe” Youngmin tampak bangga sekaligus senang pernyataan asal nya itu didukung.

“Baiklah, hari ini fansmeet itu akan ku cancel. Sudahlah, kalian bisa istirahat di dorm sekarang” seru manager Boyfriend dan segera berlalu. Seluruh member Boyfriend mendesah lega dan bergegas pula ke dorm mereka.

~ ~

Donghyun nampak berlari-lari. Ia pergi ke pantai. Siang hari seperti ini pantai malah ramai tapi Donghyun tetap menyapukan pandangannya keseluruh penjuru pantai. Namun, nampaknya ia tak menemukan orang yang ia maksud.

‘hhhhhh, mungkin karena masih siang dan ramai seperti ini dia belum datang’ desah Donghyun.

Hyo Ri, yeoja itu yang kini ia cari di pantai itu. Mungkin dia belum datang kesini karena hari masih siang dan pantai nampak ramai.

Donghyun duduk di batu besar dibawah pohon tepi pantai. Ia sedang menunggu, hingga hari mulai senja dan orang-orang di pantai sudah berkeliaran pulang meninggalkan pantai.

Pantai sudah sepi dan kini matahari nampak terbenam berhenti menyinari bumi. Donghyun melipat kedua tangannya menutup dadanya. Dingin menusuk perlahan tubuhnya itu.

Sudah lam Donghyun menunggu hingga malam sudah benar-benar larut. Ia masih menunggu yeojanya itu. tapi, mengapa ia tak kunjung tiba. Donghyun sudah mulai gelisah, ia tak tau lagi harus berbuat apa. Dan sebenarnya ia ingin kerumah Hyo Ri, namun selama ini ia belum pernah tau dimana Hyo Ri tinggal.

‘Oh tuhan… Kemana kah dia? Mengapa ia belum datang kesini? Bukankah tiap malam dia selalu kesini? Oh tuhan..’ keluh Donghyun di penghujung malam ini.

Dengan lesu, Donghyun beranjak pergi dan meninggalkan pantai. Sesekali dia menengok lagi kearah pantai. Namun, tetap Hyo Ri tidak datang.

~ ~

Dirumah, Donghyun hanya terdiam di tempat duduk disamping jendela besar kamarnya yang terbuka lebar. Ia duduk dengan bertopang dagu menghadap keluar kamarnya.

Pikirannya mulai melayang lagi kemana-mana. Kini ia benar-benar bingung.

‘Hyo Ri. Kemana dirimu? Apa benar dugaanku itu… Kau.. Kau bersama Jeongmin, Lee Jeongmin? Haaahhh’ seru Donghyun .

‘Dan, Lee Jeongmin. Aku tak percaya dia bisa bersama Hyo Ri. Sebenarnya siapa dia? Haaaahh’ seru Donghyun lagi. Pikirannya sudah mulai tak jelas, dia sudah memikirkan yang tidak-tidak tentang keduanya itu.

~ ~

Drrrrrtttt… Drrtttt…

Getaran handphone membangunkan Donghyun yang tertidur dikursi. Sebelumnya, Donghyun melihat keluar jendela dulu dan dilihatnya cahaya yang benderang. Sudah pagi rupanya.

Donghyun mengambil handphonenya dan dilihatnya layar handphone touchnya itu

Jeongmin is Calling..

                ‘hhhhhh ada apa namja ini menelpon? Mengganggu saja’ desah Donghyun seraya memutar kedua bola matanya.

“Ne Yobosseo?”

Yobosseo Hyung! Cepatlah kedorm, kita hari ini harus menghadiri fansmeet yang dicancel kemarin”

                “Hahhhh apa itu fansmeet kemarin? Mengapa di cancel dan dijadikan hari ini? Mengapa kalian tak hadir saja”

“Aissshhh kita tak mungkin hadir tanpa leader”

                “Sudahlah, kalian pergi saja. Aku sedang tak ingin kemana-mana hari ini. Jangan ganggu aku!”

“Ya! Mengapa kau hah??! Mengapa kau jadi cuek seperti ini? Kau tau? Semua acara-acara itu sangat penting hyung! Kau tak boleh mengacuhkannya, kau ini leader kami!”

                “Hey! Mengapa kau mengomeliku? Berani sekali, haaahh kau menjadi lebih cerewet, aku benci orang sepertimu”

Haahh sudahlah terserah kau. Tapi kumohon, cepat kesini!’

                “Ani. Sudah ku bilang, cepat kalian pergi saja tanpa aku”

~ tuuutttt ~

Sambungan segera diputuskan oleh Donghyun. Dia sedang tak ingin berdebat lagi, apalagi dengan Jeongmin.

Tapi setelah ia berpikir beberapa lama, ia segera menyambungkan telefon lagi kepada Jeongmin.

Ha! Yobosseo hyung! Apa kau berubah pikiran?”

                “Ani! Ya! Aku hanya ingin memperingatkan kau Lee Jeongmin~ah..”

Mwo?”

                “Jangan sesekali kau dekati lagi yeojaku itu! Jangan sekalipun!”

“Ma..Ma.Maksudmu? maksudmu apa hyung?”

                “Ji Hyo Ri. Sudahlah, kau jangan berpura-pura. Aku sudah cukup muak! Kumohon jangan lagi dekati dirinya, dia milikku”

~ tuuuttttt~

Belum sempat Jeongmin menjawab, telefon sudah diputuskan lagi oleh Donghyun. Jeongmin sempat kebingungan dan sebenarnya dia ingin mengungkapkan yang sebenanya.

~ ~

Suasana di dorm Boyfriend kacau, amat kacau. Apalagi disaat Jeongmin menceritakan obrolannya tadi bersama Donghyun kepada para member dan managernya. Sang manager mengacak-acak rambutnya frustasi. Member lain pun ikut frustasi.

“Huaaahh ada apa dengan si leader gila itu??!” teriak Minwoo yang rupanya nampak stress.

“Molla. Mungkin semua karna aku” ujar Jeongmin. Wajahnya kini serius, para member bingung melihat mimik muka Jeongmin yang jarang-jarang serius seperti itu.

“hhhhh aku harus bicara sejujurnya dengan Donghyun, mungkin dia salah paham” seru Jeongmin lagi. Para member hanya celingukan kebingungan, sesekali ada Minwoo yang tampak menggeleng-gelengkan kepalanya.

~ ~

Donghyun pergi kepantai. Meski hari masih pagi, pantai begitu sepi. Untunglah, Donghyun jadi bisa lebih tenang jika keadaan sepi disini. Ia duduk lesu dibangku dibawah pohon tepi pantai. Tatapannya fokus ke air laut yang menggenang tenang menyapu pantai.

Namun, pikirannya kemana-mana. Ia memikirkan Hyo Ri pastinya, ditambah lagi dengan Jeongmin, boybandnya dan segalanya yg membuat masalah baginya.

Ditengah renungannya ia mendengar sayup-sayup suara dari kejauhan yang memanggil namanya. Sebelumnya ia berharap itu Hyo Ri, tapi ternyata bukan , karena suara itu suara seorang namja. Namja yang memanggilnya itu segera menghampiri dan duduk disebelah Donghyun.

“Ha! Mau apa kau kesini, Jeongmin~ah?” seru Donghyun sinis.

“Aisshh bisakah kau sedikit hangat padaku? Mengapa kau begitu dingin padaku hyung?” ujar Jeongmin. Donghyun hanya diam dan masih menatap lautan.

“Hyung, aku hanya ingin menjelaskan maksudmu itu” seru Jeongmin lagi.

“Aku, Hyo Ri, itu tidak ada apa-apa. Kemarin aku berjalan bersamanya hanya mengatarnya disekitar Seoul” lanjut Jeongmin

“Lalu?”

“Hyo Ri itu hanya sepupuku”

Donghyun kini menoleh kearah Jeongmin dengan tatapan ragu dan penasaran.

“Se..Se..Sepupu?” ujar Donghyun ragu

“Ne. hmmm, aku juga tau kalau dia itu yeojamu, dia sering bercerita itu padaku” ujar Jeongmin

Donghyun terdiam lagi.

“Kau tau? Kemarin aku bersamanya karena aku mengatarnya kerumah sakit” lanjut Jeongmin.

“Mwo? Rumah sakit? Untuk apa?”

“Dia terkena penyakit… Sebelumnya ia dirawat di rumah sakit sekitar pantai ini, tapi itu sama sekali tidak membantu. Maka, aku membawanya ke rumah sakit di Seoul”

Donghyun terbelalak. Selama ini dia tidak tau kalau Hyo Ri punya penyakit bahkan ternyata dia dirawat disekitar pantai sini. Donghyun benar-benar tidak tau, bahkan ia saja tidak tau dimana Hyo Ri tinggal.

“Apa kau serius? Lalu? Dimana dia sekarang?” seru Donghyun

“Dia di Hospital Seoul Center. Aku belum menengoknya lagi tapi”

“Ah baiklah, aku yang akan menengoknya sekarang” ujar Donghyun dan bergegas pergi namun Jeongmin menahan.

“Hyung, maafkan aku membuatmu begini” ujar Jeongmin.

“Ani, bukan kau yang salah, tapi aku. Jeongmal Mianhae Jeongmin~ah” seru Donghyun lembut seraya menepuk pundak Jeongmin. Jeongmin tersenyum.

“Maafkan aku, kesalah pahamanku membuat semuanya hancur. Aku merasa bersalah sekarang” lanjut Donghyun.

“Gwaenchana hyung. Kami semua mengerti, aku pun mengerti. Baiklah, lebih baik hyung segera temui Hyo Ri” ujar Jeongmin. Donghyun tersenyum mengangguk dan segera pergi.

~ ~

Donghyun berlari menelusuri koridor rumah sakit. Dia mencari kamar rawat Hyo Ri setelah mendapatkan informasi dari resepcionist.

Ia membuka pintu kamar 240 yang dikatakan adalah kamar rawat Hyo Ri. Tampak jelas seorang gadis terbujur kaku dikasur, gadis itu terdiam dan kedua matanya tertutup. Donghyun menitikkan airmata. Ia segera menghampiri yeoja itu yang tak lain adalah yeoja nya, Hyo Ri.

Donghyun memeluk erat tubuh Hyo Ri meski Hyo Ri terdiam dan tak membalas pelukan Donghyun. Setelah itu, Donghyun melepaskan lagi pelukannya.

“Hyo Ri~ah.. Ada apa denganmu? Mengapa kau seperti ini?” ujar Donghyun pelan dengan airmata masih menggenang dipipinya.

“Kau, mengapa kau begitu jahat padaku? Kau tak pernah memberitahuku kalau kau sedang sakit, kau tak beritahu aku kalau kau dirawat di rumah sakit” lanjutnya

“Bahkan, karenamu aku hampir menghancurkan teman-temanku yang tak lain boyband Boyfriend ku itu. Aku sampai membuat semuanya berantakan demimu Hyo Ri~ah…” seru Donghyun, airmatanya kian menderas. Tapi Hyo Ri, dia tetap membisu.

Dikecup perlahan kening Hyo Ri oleh Donghyun. Hingga akhirnya Donghyun mencium lembut bibir Hyo Ri.

Setelah itu, Langkah kaki Donghyun mulai meninggalkan Hyo Ri, ia hendak pergi ke dorm Boyfriend yang pastinya mereka sudah menunggu kehadirannya. Walau berat Donghyun pergi meninggalkan Hyo Ri, tapi akhirnya dia lepaskan langkahnya menuju Starship Entertaiment.

~ ~

Donghyun datang dengan kepala tertunduk dan langkah gontai. Semua member terkaget akan kedatangannya tapi kaget juga melihat keadaan Donghyun yang lebih pantas seperti pasien rumah sakit yang kabur.

“Oh Hyung! Akhirnya kau datang. Aigooo… Kau tak tau berapa lama kami menunggu?” seru Minwoo dengan bawelnya. Donghyun hanya diam dan duduk disamping para teman-temannya itu.

“Ya! Akhirnya Donghyun datang. Baiklah, kajja! Cepat kita keacara fansmeet itu, mereka sudah menunggu kita” ujar sang manager tiba-tiba saat masuk dorm Boyfriend. Semua member pun segera berangkat.

Acara fansmeet berjalan lancar. Donghyun bisa menyembunyikan rasa khawatir, bingung, galau dan sedihnya di acara itu. Di acara itu Donghyun masih tampak senyum-senyum dan tertawa walau hatinya menangis.

Sesusai acara, Donghyun segera meminta izin pada managernya bertemu Hyo Ri. Setelah kali ini mendapat persetujuan, Donghyun segera pergi ke Rumah Sakit.

Donghyun tampak berlari menelusuri koridor rumah sakit. Dan ia lihat didepan pintu kamar Hyo Ri begitu ramai orang-orang. Donghyun segera menghampiri mereka.

“Ya! Ada apa ini? Siapa… Siapa kalian?” ujar Donghyun

“Ah, kau Donghyun kah? Namjachingunya Hyo Ri, putriku?” ujar seorang ibu.

“Ne. ah, jadi kau? Ibunya?” ujar Donghyun. Dan ibu tadi mengangguk.

Disamping ibunya Hyo Ri ada juga appa nya dan saudara-saudaranya, termasuk Jeongmin. Ya, Jeongmin ada disana ternyata lebih dulu dari Donghyun datang.

“Tadi Hyo Ri sempat sadar, tapi dia malah mengucurkan darah begitu banyak dari kepala dan mulutnya. Menurut dokter itu makin parah. Kami khawatir apa yang terjadi selanjutnya, aku tau kau juga pasti begitu.” Ujar eomma Hyo Ri.

Jantung Donghyun terhenti sejenak, hatinya kian tersobek. Ia sangat sesak mendengar penjelasan eommanya Hyo Ri tadi. Airmata yang tertahan dipelupuk matanya kini menetes satu demi satu.

Pintu kamar Hyo Ri dibuka, keluarlah seorang dokter, tapi dia terlihat lesu.

“Mianhae semuanya, mian. Itu yang hanya saya bisa lakukan” ujar dokter itu. Tanpa basa-basi Donghyun segera masuk kekamar Hyo Ri. Ia lihat yeojanya terbaring kaku dan pucat. Airmata Donghyun sangat menderas sekarang.

Ia segera memeluk yeojanya itu, mendekapnya erat meskipun yang ia dekap hanyalah orang yang tak bernyawa.

“Hyo Ri~ah!!! Mengapa kau pergi duluan? Mengapa kau tak menungguku? Apa kau tak mencintaiku?” teriak Donghyun. Tangannya menggenggam erat tangan Hyo Ri.

“Apa kau tak mau bermesraan lagi di pantai bersamaku? Ayolah, cepat bangun, cepat kita kepantai lagi Hyo Ri~ah..” seru Donghyun lagi.

“Hyo Ri~ah.. Apa kau tak tau? Semua ini karenamu.. Karenamu aku bisa hidup, bersemangat lagi, karenamu aku juga bisa menggalau, karenamu aku, aku menjadi manusia yang tak berdaya karena cintamu, cintamu begitu larut dalam diriku Hyo Ri~ah. Semua karenamu…”

Namun, apa daya, Hyo Ri tak berkutik membalas ungkapan-ungkapan Donghyun. Kini Donghyun hanya menangis deras dan begitu lemas. Cintanya pergi begitu saja meninggalkannya.

–  THE END  –

Yeahhhh, Twoshot ku kelaaaarrr. Hehehe syukur bgt nih hehe. Mian bagi yang menunggu begitu lama.

Gimana nih lanjutannya? Endingnya gimana hayyooo? Hehe ga sedih ya? -__-

Makasih banget buat yg ngehargain FF ini. Walaupun jelek tapi seengganya ini yg bisa aku tulis dan kupublishkan ehhee, mohon terima aja ya  ;D

Oke, sekarang ayo berikan komentarmu dari FF ini. Ya ya ya?😀

DON’T BE SILENT READERS!!!

Gomawo~ ^^

2 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s