JungSoo Lost in Japan [Sequel You’re The One] – [Part 2]

Tittle                     :  JungSoo Lost in Japan [Sequel You’re The One]

                                                [Part 2]

Author                 : Icha / Lee Hyeo Rin

Genre                   : Romantic,Sad (agak nggak jelas juga kadang – kadang)

Rating                   : G

Cast                       : Kim Yoo Jin [Uee] Leeteuk super junior

Super Junior Members

okelah kalau begitu, ternyata rencana yang tadinya mau bikin 2 part di batalkan, entah akan sampai berapa part untuk FF ini😄 seperti biasa, author butuh comment dari readers semua ^^.

jangan lupa, cerita ini di ambil dari Jung Soo side.

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendiri http://elfplaygirlz.wordpress.com dan di beberapa blog lainnya. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

Part 1

~             ~             ~

Aku mengusap kedua mata ku dan merasakan kesakitan luar biasa di punggung ku. Astaga, rupanya aku tertidur di sofa, pantas saja badan ku sakit semua. Ku lirik jam yang melingkar di pergelangan tangan ku, sudah jam 1 siang, namun aku masih mendengar suara angin dan hujan yang turun.

Sudah hari ke dua, namun badai belum juga selesai. Aku menghela nafas panjang. Ya tuhan nasib ku buruk sekali.  Aku kelaparan di tambah pula dengan kekesalan yang memuncak.

Mau delivery order pun aku sangsi, apakah mereka bisa mengantarkan makanan di saat cuaca seperti ini?

Oh iya, lebih baik aku memesan tiket terlebih dahulu. Aku lupa kalau aku belum pesan tiket. Aku mengambil hp ku dari dalam tas dan mulai menghubungi maskapai penerbangan.

‘baik tuan, terima kasih anda telah menghubungi maskapai penerbangan kami, kami akan mencatat semua data – data tuan. Namun sebelumnya, kami informasikan, sehubungan dengan kondisi cuaca yang sangat buruk. Maka kami tidak dapat melakukan penerbangan ke manapun pada hari ini. Di sebabkan pula karena landasan yang licin dan beberapa pohon yang tumbang di sekitaran landasan, maka semua maskapai penerbangan dengan tujuan kemana saja, baru bisa di berangkat kan esok hari, namun, kami jelaskan kembali. Kami tidak bisa menjanjikannya, keberangkatan esok hari apabila cuaca sudah membaik. Bagaimana tuan?’

Suara merdu sang telephone operator menjelaskan dengan rinci dan panjang lebar tentang apa yang di alami di luar sana. Lagi – lagi aku hanya dapat menghela nafas panjang.

‘baiklah, sebaiknya saya pesan lebih dulu. Jadi kalau besok cuaca membaik saya bisa langsung berangkat.’ Kata ku tegas. Dan akhirnya aku memesan sebuah tiket menuju ke jepang pada jadwal penerbangan ke dua.

Setelah semua data yang mereka perlukan ku informasikan, aku merasakan kelaparan yang luar biasa. Dengan wajah yang memelas aku mengusap – usap perut ku.

‘aku tau kau lapar, bersabarlah..’

Aku menuju dapur dan meminum air dingin yang terdapat di kulkas, setidaknya bisa untuk mengganjal rasa lapar ku. Sedih sekali nasib ku, gimana bisa seorang leader Super Junior kelaparan seperti ini? Di saat seperti ini, ingin rasanya aku memakan masakan buatan Wookie.

“annyeong hyung?” suara polos Wookie menyambut ku saat aku menelfonnya.

“Wookie-ah….” Rengek ku.

“ya! Hyung? Waeyo? Gwenchanayo?” kali ini terdengar nada kepanikan dari eternal magnae ku.

“aku kelaparan Wookie, di rumah ku tidak ada makanan sama sekali. Dan tidak ada bahan makanan yang bisa ku masak. Eotteokhae?” aku memelaskan suara ku.

“kasihan kau hyung, ya sudah, aku akan memasak untuk mu.”

“tapi kan badai masih terjadi Wookie-ah?”

“ya nanti, kalau badai sudah reda baru aku antar.”

“aigoo..ya sudah. Annyeong.” Aku menutup telfon. Aku mengusap wajah ku dengan tangan kanan ku kemudian aku bergegas untuk mandi, walaupun aku tidak berkeringat sama sekali tapi rasanya perlu juga untuk menyegarkan tubuh ku.

Aku mengeluarkan handuk mandi dari dalam tas lalu menuju kamar mandi, menyalakan keran air hangat di bath tub dan mulai berendam. Sesaat tubuh ku terasa relax, namun tetap saja perut ku terasa sangat lapar. Entah sudah keberapa kalinya perut ku berbunyi.

‘blep’

Mati lampu mendadak dan keadaan menjadi gelap gulita, aku tertegun dan kesunyian mulai merayapi diriku. Sambil meraba – raba aku keluar dari bath tub dan mencari handuk. Lambat laun mata ku mulai terbiasa dengan keadaan gelap di dalam kamar mandi. Aku melilitkan handuk di sekitaran pinggang dan mulai mencari keberadaan kenop pintu.

Mati lampu, badai, kelaparan. Apa lagi? Aku menggerutu kesal sambil berjalan dengan langkah yang pelan menuju dapur mencari lilin di dalam laci dapur. Untung lah aku menemukan beberapa batang lilin dan aku segera menyalakan lilin itu sebagai penerangan.

Namun tepat ketika lilin tersulut, lampu kembali menyala. Mungkin pihak apartment menggunakan tenaga listrik cadangan atau memang listrik benar – benar telah menyala. Entahlah. Aku buru – buru memakai pakaian ku dan kembali meratapi nasib ku yang kelaparan ini. Perut ku sudah mulai melilit.

Selang beberapa waktu, bel pintu kamar apartment ku berbunyi, dengan langkah yang terseok – seok, aku menuju pintu dan membuka nya.

“WOOKIE-AH!!!” jerit ku kegirangan setelah mendapati siapa yang datang. Badannya yang kecil tenggelam di dalam jas hujan basah yang ia kenakan. Ia sedikit menggigil.

“annyeong hyung, i-ini ku bawakan makanan..” suaranya terdengar bergetar.

“ya! Masuklah dulu, astaga, kau baik sekali dongsaeng!!” aku langsung mengajaknya masuk dan memberikan handuk kering untuk mengeringkan rambutnya dan wajahnya, setelah itu aku menggantungkan jas hujannya di dalam kamar mandi.

“untungnya pakaian ku tidak basah hyung, gomawo.” Ucapnya seraya meletakkan tempat makan di meja dan menyampirkan handuk yang sedikit basah di sandaran kursi, tanpa basa – basi aku langsung menyerbu makanan yang ia bawa dan melahapnya dengan rakus. “pelan – pelan hyung, kau bisa tersedak.”

“ya! Kau tidak tau, aku sangat kelaparan.” Jawab ku sambil tetap mengunyah bibimbap yang di bawakan oleh Wookie, tidak hanya itu, ia juga membawa nasi goreng kimchi dan beberapa buah apel. Eternal magnae ku ini memang paling baik sedunia, badai masih terjadi namun ia tetap mengantarkan makanan untukku, tanpa di bayar pula. Aku sedikit terharu akan kebaikannya, tanpa terasa air mata mengalir di pipi ku.

“ya! Hyung, waeyo? Apa terlalu pedas? Atau tidak enak?” tanya Wookie khawatir. Aku hanya menatapnya dengan berurai air mata, ia rela datang ke sini di saat badai walaupun ia mengendarai mobil, tapi amat berbahaya untuk mengemudi dalam cuaca seperti ini hanya untuk mengantarkan makanan padaku?

Aku langsung memeluknya dengan erat, masih dengan memegang tempat bekal di tangan ku. Ku rasakan tangan mungil Wookie menepuk – nepuk pundak ku.

“ada apa hyung?”

“gomawo..” ucap ku dengan suara yang serak.

“habiskan dulu makanan mu hyung.”

Aku melepaskan pelukan ku dan mengusap air mata ku, sambil makan, kami bertukar cerita. “aku mau pergi ke jepang besok.”

“jinjjayo? Untuk mengejar Uie?”

“tentu saja, aku akan memanfaatkan waktu libur ini dengan sebaik mungkin. Kau tau kan? Aku sangat merindukannya.”

Wookie hanya mengangguk tanda ia paham dengan maksud ku. “yang lain tidak mengetahui rencana mu kan hyung?”

“jangan bilang – bilang, aku tidak mau mereka menggoda ku.”

“hmm..arraseo hyung..kapan kau akan berangkat?”

“besok pagi kalau badai reda.”

“baiklah, kau harus berhati – hati hyung, hubungi aku kalau terjadi sesuatu.” Katanya sambil melihat jam. “aku harus pulang hyung, beristirahatlah setelah ini, kau akan mengalami perjalanan yang panjang.”

Aku mengantarkan kepulangan Wookie hingga pintu keluar, “kau hati – hati ya di jalan, dan gomawo untuk makanan mu yang sangat enak.” Puji ku sambil tersenyum.

“senang melihat kau cerah kembali hyung, kau tau tidak? Wajah mu tadi sangat buruk. Hahahaha…aku pulang hyung, annyeong!!” Wookie melambaikan tangannya padaku, aku baru menutup pintu setelah ia benar – benar tidak Nampak lagi di pandangan ku.

Setelah selesai makan, aku mencuci semua tempat bekal milik Wookie, kemudian aku kembali mengemasi pakaian yang hendak aku bawa ke jepang, hari sudah menjelang malam ketika aku selesai mengemasi pakaian.

Aku merebahkan tubuh ku di ranjang berukuran king size ini, menatap langit – langit ruangan dengan tatapan bosan. Kalau di pikir – pikir, setelah pernikahan kami, kami hanya tidur bersama 1 kali. Itu pun kami langsung tertidur karena kelelahan. Oke, aku memang tidak mau melakukan hal yang macam – macam, karna aku juga masih menyadari siapa kami sebenarnya.

Ini hari ke dua liburan ku dan hari ke dua ini ku lalui tanpa hasil. Berarti liburan ku tinggal 5 hari lagi, 5 hari bukanlah waktu yang cukup panjang mengingat apa tujuan ku ke sana. Untuk berbulan madu, untuk menikmati kebersamaan ku bersama istri ku  tercinta, 5 hari adalah waktu yang sangat singkat.

Aku mencoba memejamkan kedua mata ku, dan sayup – sayup ku dengar suara hujan mulai reda, aku tersenyum bahagia. Sepertinya aku memang harus tidur cepat, besok pagi aku bisa berangkat! Jepang, I’m coming!!!

~             ~             ~

Aku mengemudikan mobil ku cukup ugal – ugalan karena aku terlambat, mungkin aku terlalu kenyang hingga akhirnya aku kesiangan dan terpaksa mengganti jadwal keberangkatan ku dengan penerbangan jam ke tiga.

Waktu menunjukan pukul 1 siang ketika aku menepikan mobil ku di pelataran parkir area bandara, setangah panic aku mengeluarkan tas ku dari kursi belakang dan aku langsung berlari menuju bandara. Dan aku tepat waktu, ketika aku mengambil tiket di mesin tiket, pengumuman bahwa pesawat yang akan ku naiki menuju jepang segera berangkat.

Aku mulai menelusuri kursi penumpang untuk menemukan nomer bangku ku. Tidak lupa aku langsung menggunakan penyamaran lengkap. Sambil terengah – engah aku memesan sekaleng cola pada pramugari dan duduk dengan santai di kursi ku seraya mengatur nafas ku, aku rasa aku memang sudah tua hingga hanya berlari seperti ini aku sudah merasa capek yang berkelebihan.

Alu tersenyum tipis sambil memandang gumpalan awan, membayangkan sebentar lagi aku akan bertemu dengan Yoo Jin, istri ku tercinta, istri ku yang ku dapati dengan penuh perjuangan. Dan untuk bertemu dengannya pun, aku telah melalui beberapa perjuangan . hidup ini memang tidak pernah terlepas dari perjuangan.

Aku menguap lebar, rasanya hari ini begitu melelahkan, aku memesan bantal kepada pramugari yang kebetulan melintas di samping ku, dan setelah mendapatkan apa yang ku inginkan, aku pun tertidur dengan pulas.

~             ~             ~

Aku mengusap kedua mata ku ketika seseorang membangunkan ku, rupanya pramugari datang dan mengingatkan ku untuk memasang sabuk pengaman karena pesawat sebentar lagi akan mendarat. Aku memandang keluar jendela, matahari mulai terbenam dan aku akan tiba di negeri sakura itu. Tempat di mana aku akan menemui istriku tercinta. Dengan wajah sumringah aku mulai memasang sabuk pengaman dan pramugari membantu ku untuk memastikan apakah sabuk pengaman yang ku pasang sudah cukup kencang.

Tak lama, pesawat pun mendarat di bandara internasional Jepang, sambil menjinjing tas, aku keluar dari pesawat dan menuju keluar bandara untuk mencari taxi. Sebuah taxi datang menghampiri ku tanpa basa – basi lagi aku langsung masuk.

“doko ni ikitaidesu ka? [mau pergi ke mana?]” tanya si pengemudi taxi dengan bahasa Jepang, aku tercengang mendengarnya. Walaupun Super Junior telah banyak mengeluarkan lagu dalam versi Jepang, namun ku akui bahasa Jepang ku sangat buruk. Dan aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ia ucapkan saat ini. Aku hanya memandangi si pengemudi dengan tatapan ku yang menurut ku sangat tidak enak untuk di pandang.

Si supir taxi tersenyum, sepertinya ia memahami kalau aku tidak mengerti dengan apa yang ia ucapkan.

“where do you want to go, sir?” kali ini si supir bertanya dalam bahasa Inggris, demi apapun juga. Aku sama sekali tidak mengerti. Ya Tuhan, aku rasa aku harus mulai les bahasa Inggris dengan Siwon atau Kyuhyun.

Aku mulai kehilangan akal, namun aku ingat kalau aku bawa i-pad. Dan segera aku mengeluarkan i-pad ku dari dalam tas dan aku mencari sesuatu. Google translate, aku benar – benra membutuhkannya saat ini.

Aku menyerahkan i-pad ku pada si supir taxi, untungnya dia mengerti dengan maksud ku. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, mungkin ia akan menganggap aku orang paling bodoh  sedunia. Terlihat oleh ku, ia memainkan jari nya dengan lincah di atas i-pad ku, mengetikkan sebaris kalimat yang langsung tertulis ke dalam bahasa korea, kemudian ia memberikan i-pad kembali kepada ku.

Oooh, ternyata ia bertanya aku mau pergi ke mana?

Aku tersenyum senang, secercah harapan timbul dalam hati ku, dengan bersemangat aku mengetikkan sebaris kalimat yang langsung masuk ke dalam bahasa inggris.

‘aku mau pergi ke….’ Aku berhenti mengetik. Jamkkaman, aku kembali tertegun dan menatap keluar jendela dengan gelisah, hari sudah malam dan langit telah berwarna kelam dan kami masih berada di pelataran bandara. Aku tidak tau di mana Yoo Jin berada saat ini.

Aku menepuk dahi ku frustasi dan menggaruk kepala ku yang sama sekali tidak gatal. Rencana yang ku buat ini sangat mendadak dan memang liburan ini juga mendadak, dan aku sama sekali tidak tau di mana ia menginap, di mana ia konser, dan lain – lain sebagainya. Aku mengerang.

Si supir taxi ikut memandang ku dengan tatapan bingung, ia memberikan kode pada ku untuk menyerahkan i-pad ku lagi padanya, dengan pasrah aku memberikan i-pad ku. Ia kembali mengetik sebaris kalimat dan memberikan kembali pada ku. Kalau saja orang di luar sana dapat melihat ke dalam taxi, mungkin mereka akan tertawa dan menatap kami dengan aneh karna supir taxi dan tamu nya tidak berbicara sama sekali dan saling bertukar i-pad untuk berkomunikasi.

“sebaiknya tuan mencari penginapan karena hari sudah mulai malam.”

Aku hanya mengangguk setuju dan menulis lagi di i-pad ku. “bawa aku ke penginapan yang sederhana, aku tidak mau menginap di hotel. Namun aku tidak tau di mana tempat bisa aku menginap.”

Si supir taxi tersenyum setelah membaca apa yang ku tulis, ia mambalas “baiklah, saya dapat membantu anda mnemukan tempat yang anda inginkan.”

Tak lama, akhirnya si supir taxi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang yang membawa ku menuju tempat penginapan, aku sangat beruntung dapat bertemu dengan orang sebaik dia di saat aku kesusahan seperti ini. Dalam perjalanan, ia menyalakan music player dan terdengarlah alunan music yang sangat ku kenal.

‘because im naughty naughty, hey! Im mr simple’

Seketika itu juga tawa ku langsung meledak. Ternyata Super Junior memang sudah sangat terkenal sampai supir taxi pun menyukai lagu kami.

Kecepatan mobil mulai melambat, dan ia memberhentikan mobil di sebuah penginapan yang menurut ku sangat nyaman, aku suka dengan interior klasik yang menyambut kami pada saat taxi memasuki pelataran parkir penginapan tersebut. Aku membuka pintu dan keluar dari mobil, sesaat aku menarik nafas dalam – dalam dan menghirup segarnya udara Jepang pada malam hari, wangi bunga sakura memenuhi indra penciuman ku.

Supir taxi itu ikut turun dan meminta i-pad ku kembali. “saya akan membantu anda untuk reservasi tuan.” Katanya setelah aku membaca apa yang ia tulis.

Orang ini memang benar  benar baik, kami pun berjalan beriringan menuju front office dan membiarkan Ia yang mengurus semua keperluan ku.

“saya telah mengurus semuanya, anda hanya tinggal perlu membayar.”

Aku merogoh saku belakang celana ku dan mengeluarkan dompet ku, astaga!! Jung Soo pabo, kau lupa menukar uang mu dengan mata uang Jepang.

“saya lupa menukar mata uang Negara ku dengan uang di Jepang, bisakah anda mengantar saya ke tempat penukaran uang?”

Ia mengangguk lalu mengatakan sesuatu pada karyawan front office penginapan tersebut, akhirnya kami kembali menuju taxi dan ia melajukan mobilnya menuju ke tempat penukaran uang. Di sana, lagi – lagi ia membantu ku untuk menukarkan sejumlah uang yang ku miliki, aku banyak berhutang budi pada supir taxi ini. Ia menyerahkan lembaran mata uang Jepang pada ku dan kami kembali menuju penginapan, setalah kami sampai, ia membantu ku membayar penginapan.

“tugas saya telah selesai tuan, anda hanya tinggal mengikuti petugas untuk melihat kamar anda, saya memilihkan kamar yang bagus untuk tuan.” Tulisnya di i-pad ku.

Aku memberikan sejumlah uang sebagai pembayaran taxi yang telah ku naiki, “apakah uang yang ku berikan kurang?” aku bertanya dengan wajah was – was karena aku memang tidak tau berapa jumlah uang yang ku berikan padanya.

“terima kasih tuan, itu lebih dari cukup.”

“anggaplah itu sebagai tanda terima kasih saya karna anda telah banyak membantu saya.”

“terima kasih tuan, saya harap anda menikmati Negara kami, selamat beristirahat.” Setelah menyerahkan i-pad ku kembali, ia membungkukkan badannya pada ku, aku pun membalas nya. Kemudian ia pergi keluar sedangkan aku mengikuti petugas penginapan menuju kamar ku. Dan tepat seperti yang ia katakan, kamar yang ia pesan memang sangat bagus dengan pemandangan keluar  yang indah, taman bunga sakura  beserta sebuah kolam ikan kecil tepat di hadapan ku ketika aku membuka jendela.

Hal yang pertama kali kau lakukan adalah aku harus mandi, badan ku sangat lengket setelah seharian berada di luar.

Aku menyalakan keran untuk mengisi bath tub dan mulai berendam dengan air hangat, aku menghela nafas panjang.

Aku memang tidak memiliki persiapan sedikit pun, bahkan aku buta mengenai keberadaan istriku sendiri. Bagaimana cara ku menghubungi nya? Handphone nya tidak aktif, dan aku lupa aku tidak bertanya nomer handphone anggota After School yang lainnya sehubungan dengan handphone baru ku yang ku miliki bersama Yoo Jin, aku hanya memiliki nomer Super Junior members, manager, dan istri ku sendiri tentunya.

Ini sudah hari ke tiga dan berarti liburan ku akan habis dalam waktu empat hari lagi. Aku menggerutu kesal dan menyentakkan kaki ku yang berada dalam air dengan kesal hingga membuat air di dalam bath tub tumpah ruah.

Aku terlampau senang saat mendapat kabar bahwa kami di beri waktu liburan seminggu hingga aku gegabah dan hasilnya seperti ini. Aku seperti terdampar di tempat yang asing bagi ku. Namun aku tidak boleh menyerah, aku harus dapat menemui Yoo Jin biar bagaimanapun caranya, kondisinya, walau aku harus mengemis sekali pun untuk dapat bertemu dengannya.

TBC

16 responses

  1. aigoo..
    Teuki oppa ngeness bgt.. Hahahaha.. Ga tau alamat, ga bsa bhs. Jepang.. bhs. Inggris apa lg.. Hahaha..
    Oppa ga bsa kluar dri korea.. Hehe..
    Wokkie baiiiikk bgt..
    Next.. Ditunggu..

    • gomawo udah baca dan comment chingu ^^
      iya tuh teukie oppa idupnya di korea doang kali xD
      gimana klo di suru ke indo? kkkkkk~
      wookie oppa memang slalu baik ><

  2. Aigoo……oppa, poor you…! makanya kalo sesuatu itu persiapkan dgn baik, jgn grasah grusuh kaya gitu. setelah ini apa? pasti penderitaanmu belum berakhir. he he…. *pinjem evil smirk_nya kyu*
    hmm…….wookie emang dongsaeng_mu yg paling baik, oppa… *hug wookie*
    daebak, thor, aku suka ff_nya……. 🙂

  3. Hahahaha sumpah kasian banget si leader ini. Tragis nasibnya.. Untung ada malaikat2 berwujud manusia yg baik ma dy ( wookie & supir taksi) lucu part ini, kasian kau teuk. Hihi

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s