(FF Request Minstal Couple) The Days When I Miss You

The Days When Miss You

Β 

Title: The Days When I Miss You

Rating: G

Casts: Krystal Jung F(x), Choi Min Ho SHINee

Other Casts: Sulli Choi F(x), Lee Tae Min SHINee, Kim Key Bum SHINee, Lee Jin Ki (Onew) SHINee, Kim Jong Hyun SHINee, Eunhyuk Super Junior, Yunho TVXQ

Genre: Romance, Friendship

*ngendap2keluardarikantorSM*

Annyeong… author Chenhye kembali lagi membawa FF Request yang ke-2 #nyengir

Jeongmal jeongmal jinjja jinjja mianhae karena author baru muncul setalah sekian lama hiatus karena kesibukan sekolah author hiks TT. Sebenarnya FF ini udah lama selesainya, sekitar pertengahan bulan Januari. Nah.. tapi karena tiba-tiba author melihat ada lomba FF yang kebetulan mepet banget harinya, dengan sangat sangat terpaksa author meminjam (?) FF ini untuk author jadikan FF buat lomba, hiks.. mianhae buat Rori yang merequest FF ini. Jeosonghamnida, Rori sshi *bow*

Buat readers lain yang merequest FF nya sama author, author minta maaf banget karena belum sempat menyelesaikannya. Author lagi masa2 sibuknya TT. Author usahakan menyelesaikan semua FF nya secepatnya.

Baiklah, author kebanyakan ngomong ya *nyadar*

Oh iya, FF ini terinspirasi dari someone yang lagi author rindukan dan tweet dari @galauanSMP whehe

Author minta maaf ya kalau FF nya gaje, aneh, dan membinginungkan karena hayalan author ini agak sedikir merada-rada dan kadang terlalu tinggiπŸ˜€

Happy reading ^^ Jangan lupa commentnya

Β 

Orang kalau lagi kangen itu rasanya campur aduk,

antara geregetan sendiri, senyam senyum senidri, dan sedih sendiri.

Β @galauanSMP

Β 

Krystal POV

Aku memandang layar televise dengan wajah cemberut. Ku lihat sosok yang sangat membuat ku frustasi sedang berbicara dengan wajah yang amat berbinar didalam layar. Sosok yang telah mengajari ku merasakan kasih sayang, ketulusan, kebahagian, dan merasakan arti cinta.

β€œ Shhh.. β€œ aku medesah pelan sembari meletakan remote yang sejak tadi tergenggam di tangan ku keatas meja. β€œ Kenapa wajah mu bisa tampak sesenang itu? β€œ gumam ku kesal.

Aku lalu memandang layar ponsel ku yang tergeletak tepat disamping sofa yang ku duduki.

β€œ Huh.. bahkan saat aku tadi mengirim pesan pada mu kau tak membalasnya. Tidak kah kau merasa bersalah? β€œ gumam ku lagi sembari memandangi wajah seorang lelaki dari 5 lelaki yang sedang berbicara di dalam televise. β€œ Kau tak merindukan ku? β€œ tanya ku lagi masih menatap wajahnya dengan tatapan kesal.

β€œ Ah.. oppa. Sesibuk itukah kau sampai tak bisa membalas sms ku? β€œ gumam ku lagi. Aku lalu menghempaskan tubuh ku ke sandaran sofa dibelakang ku. β€œ Aigo! Aku bisa benar-benar gila kalau terus begini. β€œ ucap ku frustasi sembari menutup wajah ku dengan kedua tangan ku. Minho. Dialah lelaki yang sejak tadi aku bicara kan. Lelaki yang ada dalam layar televise itu. Lelaki yang menurutku sangat tampan dari lelaki manapun. Lelaki yang amat sangat ku cintai. Choi Min Ho, kekasih ku. Lelaki yang sudah beberapa minggu ini membuat ku hampir gila karena merindukannya.

Lelaki yang selalu disibukan dengan jadwal-jadwal padatnya hingga tak sempat sedikit pun menanyakan kabar kekasihnya sendiri. Ya, itulah kenyataan yang kini ku rasakan menjadi seorang kekasih idola yang terkenal di dunia ini.

Aku kembali memandang layar televsie, ku lihat lagi wajahnya yang sedang menjawab pertanyaan MC dengan lancar. Dibalik senyuman dan wajahnya yang berbinar dapat ku lihat sekelubut kelelahan yang menyelimuti tubuhnya. β€œ Oppa.. aku sangat merindukan mu. β€œ desah ku sembari memandangi wajah Minho di televise.

Beginilah menjadi seorang kekasih idola yang selalu disibukan dengan jadwal padatnya. Harus siap menerima penderitaan kerinduan saat dia sibuk yang amat membuat orang frustasi. Disisi lain, aku memang sangat bahagia bahkan masih merasakan seperti mimpi bagi ku bisa menjadi seorang kekasih idola yang sangat dikagumi di dunia ini. Tampan, keren, bersuara bagus, dan memiliki tubuh atletis. Semua orang pasti sangat menginginkan ada di posisi ku.

Drett.. tiba-tiba ponsel di sofa bergetar. Aku segera meraih ponsel ku dan melihat 1 pesan masuk.

From: My Namjachingu :*

Mian yeppo, aku baru membalas sms mu. Aku baru saja mengaktifkan ponsel ku.

Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat di tv. Aku sedang break show MBC. Besok aku harus pergi ke Taiwan untuk promosi dalam waktu satu minggu.

Bagaimana dengan kabar mu? ku harap kau selalu sehat dan terus tersenyum chagi.

I miss U. Saranghae :*

Aku hanya bergumam kesal ketika membaca smsnya. Huh.. aku sudah 3 jam yang lalu mengirim pesan padanya, bagaimana bisa dia tidak mengaktifkan ponselnya sejak tadi. Apa selama itu wawancara?

Aku semakin kesal saat membaca jadwal padatnya yang tak henti-hentinya menghampiri boybandnya. Kalau begini terus kapan aku bisa bertemu dengan Minho? Aish! Benar-benar menyebalkan. Aku lalu menekan layar ponsel ku untuk membalas sms Minho.

To: My Namjachingu :*

Ne.. aku mengerti jadwal padat mu. Aku senang mendengar kau baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkan ku. Aku baik-baik saja.

Take care..

Aku segera menekan tombol send di layar dengan wajah yang masih kesal. Lalu melemparkan ponsel ku hingga ke ujung sofa. Memang aku terkesan egois dan tidak pengertian dengannya. Tapi, aku benar-benar sudah dibuat kesal dengan jadwal padatnya dan kesibukanya.

A-yo, himi deul ddaen Doong tah dak rhythmae gidae.eo, oh Neol hyanghan oori.ae noraero, oh
Modu a-yo, modu a-yo

Aku memandang ponsel ku yang berdering kembali. Aku dapat mengenali suara kali ini bukan suara pesan, tetapi suara panggilan. Aku kembali meraih ponsel ku. Sulli calling.

β€œ Yoboseyo? β€œ tanya ku di telpon.

β€œ YA! Krystal ah, kau dimana? Kau tidak masuk kerja apa? β€œ ucap suara keras disebrang sana. β€œ Ne, aku tahu. Sebentar lagi aku akan berangkat. β€œ ucap ku malas.

β€œ Baiklah. Ppali! β€œ Klik. Aku kembali meletakan ponsel ku di sofa lalu berjalan menuju kamar ku untuk segera berganti pakaian. Ya, sore ini aku ada kerja paruh waktu.

~~~~~

Aku mendorong pintu kaca didepan ku lalu segera berjalan masuk menghampiri meja didekat ku. Disana dapat ku lihat Sulli sahabat ku sedang sibuk menyusun beberapa album kaset. Disinilah tempat aku bekerja paruh waktu. Toko kaset yang cukup terkenal di Seoul. Aku sudah cukup lama bekerja paruh waktu disini hitung-hitung mengisi waktu senggang ku. β€œ Annyeong.. β€œ sapa ku sembari mendekati Sulli.

β€œ Annyeong, kenapa suara mu tampak lesu sekali? β€œ tanya Sulli. Aku hanya diam sembari mengambil beberapa album kaset yang tersusun rapi didalam kardus. Dapat ku lihat album di dalam kardus ini adalah album SHINee, The First. Ya, album terbaru boyband kekasih ku.

β€œ Biar ku tebak, pasti Minho lagi? β€œ tebaknya sembari berjalan menyusuri lemari tempat kaset. β€œ Ne.. Tebakan mu memang selalu tepat β€œ jawab ku malas.

β€œ Kali ini apa? Tidak membalas sms, tidak mengangkat telpon, tidak punya waktu untuk bertemu, atau apa? β€œ tanya Sulli.

β€œ Semuanya. β€œ jawab ku cepat sembari menyusun album-album kaset yang ada ditangan ku ke lemari kaset sebelah Sulli.

β€œ Humm.. kau memang harus sabar, wajar dia sibuk. Albumnya baru saja rilis, Krys. β€œ jawab Sulli.

β€œ Ne.. aku tahu. Aku selalu memperkokoh dinding kesabaran ku. β€œ ucap ku tanggap. Setelah semua album-album kaset itu tersusun rapi di lemari kaset. Aku lalu berjalan kembali menuju meja dan menjatuhkan diri ku diatas kursi. β€œ Ah.. aku benar-benar frustasi. Aku tidak tahan lagi. Aku lelah, Sulli ah.. β€œ rengek ku pada Sulli.

β€œ Itulah resikonya menjadi kekasih idola terkenal, kau harus siap disaat mereka sibuk dengan jadwalnya. β€œ nasehat Sulli. β€œ Hiks, aku tahu. Tapi, tidak bisakah dia sebentar saja menemui ku. Apa sebegitu susahnya dia meminta izin untuk menengok kekasihnya yang hampir gila ini? β€œ tanya ku kesal.

β€œ Hey, kau lupa? Bukankah hubungan kalian dirahasiakan? β€œ tanya Sulli. Aku hanya menghela nafas panjang ketika Sulli mengucapkan itu.

Ya, hubungan ku dengan Minho memang dirahasiakan. Yang tahu hanya member SHINee dan Sulli. Aku tidak pernah lupa dengan hal itu. β€œ Ya.. ya.. ya.. aku tahu. β€œ ucap ku lagi.

Aku lalu menjatuhkan kepala ku diatas meja mencoba untuk menenangkan pikiran ku dan melepas sedikit penat ku yang selalu membuat ku tenggelam dalam emosi.

β€œ Sudahlah, kau harus bersabar. Aku yakin Minho juga pasti merindukan mu. Kau harus mengerti keadaannya. Dia juga pasti sama gilanya dengan mu. β€œ ucap Sulli sembari menepuk-nepuk pundak ku.

β€œ Setelah dia menyelesaikan semua promosi albumnya, pasti dia segera menemui mu. Percayalah.. β€œ sambung Sulli lagi.

Aku lalu memandang Sulli yang telah berdiri disebelah ku. β€œ Gomawo, Sulli ah. Kau selalu berhasil menenangkan ku. β€œ kata ku sembari tersenyum.

β€œ Itu gunanya sahabat bukan? β€œ tanya Sulli. β€œSulli Choi, kau dipanggil sajangnim. β€œ teriak Eunhyuk, salah satu karyawan disini juga. β€œ Hem? Ne, Krys aku pergi sebentar ya. Sudah.. jangan bersedih lagi. β€œ ucap Sulli lalu pergi menuju ruangan sajangnim. Aku hanya mengangguk lalu mengetuk-ngetuk jari ku di meja. β€œ Everyday just lonely. β€œ gumam ku lesu. Aku lalu iseng memandang keadaan diluar melalui kaca toko yang tembus pandang. Mencoba mengusir kegalauan.

Tak sengaja ku lihat sepasang kekasih yang sedang minum di cafe sebrang toko. Mereka sedang meminum segelas juice secara bersamaan menggunakan sedotan couple, saling memandang dan tersenyum. Benar-benar kelihatan sangat romatis. β€œ Huh.. mesra sekali mereka. β€œ gumam ku iri setangah kesal. Aku jadi ingat saat aku dengan Minho melakukan hal yang seperti itu juga.

Lalu tak lama muncul lagi sepasang kekasih yang lewat tepat didepan kaca toko. Mereka saling berlindung dari sinar matahari dengan payung yang dipegang lelaki disebelahnya. Mereka benar-benar tampak serasi sekali. β€œ Ah! Kenapa sih disekitar sini banyak pasangan yang lewat! Β β€œ aku berdecak kesal lalu segera menelungkupkan wajah ku diatas meja. Melihat keadaan diluar malah membuat ku semakin galau. Hhh.. musim semi yang menyebalkan -__-

~~~~~

MinHo POV

Aku memandang jam yang terletak didinding didepan ku. Jam telah menunjukan pukul 23.30. Jelas saja, sejak tadi mata ku amat terasa berat karena mengantuk. Hah.. sampai kapan wawancara ini berhenti. Rasanya tubuh ku benar-benar pegal, sejak tadi pagi pemotretan dibeberapa majalah, siangnya tampil di MBC, sorenya tampil di Music Bank, setelah itu bernyanyi di radio Sukira, dan ini aku sedang wawancara lagi untuk majalah apalah itu. Aku lupa namanya. Arghh.. seluruh tubuh ku rasanya remuk.

Aku juga teringat dengan pesan yang tadi ku baca sekilas dari Krystal, kekasih ku. Aku tahu, dia pasti marah pada ku karena (lagi-lagi) lambat membalas smsnya. Dan (lagi-lagi) tidak punya waktu untuk menemuinya. Ah.. Krystal ah, mianhae. Aku benar-benar sulit mencuri waktu untuk bertemu denganmu. Aku juga sangat sangat merindukan mu.

β€œ Bagaimana dengan Minho sshi? β€œ aku terkejut ketika seorang wanita tiba-tiba menyodorkan mic kea rah ku. β€œ Eum? β€œ ucap ku terkejut. Aku terdiam mencoba berpikir apa yang harus aku katakan. Ah.. Minho.. fast thinking!

β€œ Soal promosi album baru kita, Min. β€œ tiba-tiba Jonghyun yang duduk disebelah ku membisiki ku.

β€œ Eumm.. sampai saat ini lancar-lancar saja. Saya dan member yang lain jelas merasa sangat senang atas sambutan fans yang begitu meriah saat kami tampil di Music Bank. Benar-benar membuat saya merasa sangat senang. β€œ jawab ku dengan cepat dan tanggap. Hah.. untung saja Jonghyun membisiki ku. Kalau tidak aku bisa terlihat memalukan dan bodoh karena tidak bisa menjawab pertanyaan wawancara.

β€œ Ah, gereo. Kamsahamnida sudah meluangkan waktu kalian untuk menerima wawancara kami. β€œ kata wanita itu. β€œ Ne.. β€œ ucap aku dan member SHINee yang lainnya bersamaan.

Ah.. akhirnya selesai juga sesi wawancara yang melelahkan ini.

β€œ Baiklah, semoga kalian selalu sukses di dunia entertainment. Annyeong~ β€œ wanita itu segera beranjak dari kursi yang didudukinya lalu membungkukan badannya. Kami –aku dan member SHINee- segera membalas membungkukan badannya.

Setelah wanita dan beberapa staff yang dibawanya keluar dari ruangan, aku segera berjalan menuju sofa lalu meraih ransel biru yang sejak tadi terletak diatas meja samping sofa. Aku berniat menghubungi Krystal, sekalian meminta maaf padanya. Semoga saja dia belum tidur.

β€œ Yes! Akhirnya jadwal hari ini berakhir juga.. β€œ kata Taemin sembari menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa. β€œ Omo.. tubuh ku rasanya benar-benar seperti remuk. β€œ kata Onew menambahi.

β€œ Minho, tadi kau melamun ya? β€œ tanya Jonghyun yang duduk disebelah ku. Aku yang sejak tadi mencari-cari ponsel di ransel biru ku mencoba mengalihkan pandangan ku sedikit kea rah Jonghyun.

β€œ Tidak juga, aku hanya sedikit lelah hyung β€œ jawab ku, berbohong. β€œ Gomawo atas bantuan mu tadi, hyung. β€œ tambah ku lagi.Β  Gwaenchana.. β€œ ucap Jonghyun.

β€œ Kau sedang mencari apa hyung? β€œ tanya Taemin.

β€œ Ponsel ku. Perasaan tadi aku masukannya ke ransel ini. β€œ jawab ku sembari mengeluarkan semua isi ransel ku ke atas meja.

β€œ Oh, ponsel. Kalau tidak salah aku tadi melihatnya di meja rias. β€œ kata Onew.

Aigo.. benar. Tadi aku mengeluarkannya dari ransel ku saat membaca pesan Krystal saat dirias, mungkin aku lupa memasukannya ke ransel lagi.

β€œ Ku kira kau sudah mengambilnya. β€œ tambah Onew lagi. β€œ Gwaenchana, hyung. Aku ke ruang rias dulu. Kalian beres-beres saja duluan, nanti tunggu didepan saja. β€œ kata ku lalu segera meraih ransel biru ku dan menggantungkannya di pundak kanan ku lalu keluar dan berjalan menuju ruang rias.

Tidak sampai beberapa menit aku telah sampai didepan ruang rias yang memang tidak terlalu jauh dari ruangan tadi. Aku segera menekan knob pintu, namun pintunya tidak mau terbuka.

β€œ Sepertinya sudah dikunci. β€œ batin ku. Aku lalu memandang ke sekeliling ku, kedaan memang sudah sepi. Wajar kru dan teknisinya sudah pulang karena ini memang sudah melewati jam kerja. β€œ Huh.. bagaimana aku bisa menelpon Krystal? β€œ gumam ku lirih sembari menyandarkan tubuh ku ke pintu.

Hari ini aku merasa benar-benar sangat lelah, apalagi ketika aku memikirkan Krystal. Kerinduan, kekhawatiran berkelubut sesak di otak ku. Aku sangat merindukannya. Semua tentangnya, senyumannya, omelannya, rengekannya, ahh.. seandainya saja dia bisa ada disisi ku saat ini, aku pasti bisa merasa lebih baik. Berapa minggu sudah aku tidak melihat wajahnya? 2 minggu? Tidak, lebih. Mungkin sekitar 1 bulan. Ahh.. sulit sekali rasanya menjalani ini semua.

Krystal ah, jeongmal mianhae. Aku tidak bisa selalu ada disisi mu. Bahkan aku jarang sekali membalas sms nya atau mengangkat telponnya. Ini semua karena waktu ku yang terlalu padat untuk promosi dan latihan. Hhh~ kepala ku semakin terasa pening.

β€œ Hyung, kenapa tidak masuk? β€œ tiba-tiba Taemin berdiri didepan ku.

β€œ Pintunya sudah dikunci. β€œ jawab ku lemas.

β€œ Hmm, pakai ponsel ku saja. Kau pasti ingin menelpon Krystal kan? β€œ kata Taemin sembari mengeluarkan ponselnya dan menunjukannya kearah ku. β€œ Bagaimana kau tahu? β€œ tanya ku polos.

β€œ Aigo hyung, kau kira aku ini bodoh apa? Tentu saja kau gelisah sejak tadi dan tampak bodoh seperti ini karena dia. β€œ kata Taemin dengan santainya. β€œ Hhe.. β€œ aku hanya menyengir kemudian meraih ponselnya lalu memasukan nomor Krystal yang jelas sudah ku ingat diluar kepala. Aku segera mendekatkan ponsel Taemin ke telinga ku. β€œ Yoboseyo? β€œ ucap ku ketika suara tut… tut… yang sejak beberapa menit yang lalu berhenti.

Tut Tut Tut Tut Tut. Aku menyerengitkan kening ku ketika suara telpon tiba-tiba terputus.

β€œ Yoboseyo? Krystal ah? β€œ kata ku diponsel dengan nada khawatir.

β€œ Kenapa hyung? β€œ tanya Taemin heran.

β€œ Sepertinya dimatikan. Dia pasti sedang tidur dan segera mereject suara ponsel yang menggangu tidurnya. β€œ jawab ku lirih.

β€œ Gwaenchana, kau bisa menelponnya besok pagi hyung. β€œ kata Taemin menenangkan. β€œ Ne, dia pasti lelah juga. β€œ kata ku sembari menyerahkan ponsel Taemin.

β€œ Ya sudah, lebih baik kita segera pulang, kita harus istirahat cukup. Besok kita berangkat ke Taiwan bukan? Nanti sebelum ke airport kita bisa mengambil ponsel hyung dulu disini. β€œ kata Taemin. Aku hanya menganggukkan kepala lemas lalu berjalan bersama Taemin menuju pintu keluar.

~~~~~

Krystal POV

Aku menyerengitkan kening ku ketika sinar matahari yang menyilaukan memasuki celah mata ku yang tertutup. Perlahan-lahan aku mulai membuka sedikit mata ku, samar-samar ku lihat langit-langit kamar ku yang berwarna biru. β€œ Hoammm.. β€œ aku mengucek-ucek mata ku untuk lebih memperjelas pandangan ku lalu mulai memandang ke sekeliling kamar.

β€œ Ahh.. sudah jam berapa ini? β€œ kata ku sembari mencari dimana jam beruang milik ku. β€œ Masih jam 8. Hari libur begini seharusnya aku bisa bangun lebih siang. β€œ kata ku setelah menemukan jam beruang ku diatas meja belajar.

Aku kembali menarik selimut ku yang hanya tertutup sampai pinggang sampai ke dagu ku, berniat untuk melanjutkan tidur lagi. Namun saat mata ku tak sengaja menatap poster coklat dengan 5 orang lelaki didalamnya, mata ku berhenti sejenak pada poster yang tepat tertempel didinding depan tempat tidur ku. Ya, poster itu poster SHINee.

Ada rasa kerinduan yang luar biasa ketika mata ku tertuju pada wajah Minho dengan kemeja biru diposter itu. Walaupun aku kemaren kesal padanya, tetapi sesungguhnya aku benar-benar sangat menghawatirkannya. Aku merindukan matanya yangΒ  selalu teduh menatap ku. Sandaran bahunya yang begitu nyaman dan senyumannya yang selalu membuat jantung ku berlompat tanpa mampu berhenti.

β€œ Good morning oppa, i hope you have a nice day today. I miss you, saranghae. Keep health! β€œ ucap ku pelan sembari memandang fokus pada wajah Minho.

Aku lalu merebahkan kembali tubuh ku ke tempat tidur. Aku menghela nafas panjang sembari memandang langit-langit kamar ku yang berwarna kesukaan ku.

β€œ Apa dia sudah berangkat ke Taiwan ya? β€œ tanya ku pada diri sendiri. Aku lalu meraih ponsel yang memang ku letakan disamping bantal. Saat ku lihat dilayar ponsel, ada 5 panggilan tidak terjawab dan 2 pesan masuk. Aku segera mengecek terlebih dahulu 5 panggilan tidak terjawab.

β€œ Minho? β€œ gumam ku terkejut. β€œ Jam 5 pagi, ahh.. kenapa dia menghubungi ku jam segitu? Dia tidak tahu apa aku ini suka bangun siang. β€œ gumam ku kesal. Shh~ hilang kesempatan emas ku mendengar suaranya yang sudah sejak lama tak ku dengar.

Aku lalu membuka 2 pesan masuk yang ku perkirakan dari Minho juga. Dan dugaan ku tidak meleset.

From: My Namjachingu :*

Good moring chagi.. :*

Kau pasti baru bangun dan menemukan 5 missed call dari ku. Mian, aku menelpon mu terlalu pagi, karena setelah tiba di Taiwan nanti aku tidak punya waktu lagi untuk membuka ponsel ku.

Krystal ah, aku tahu kau pasti masih marah pada ku. Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa selalu membalas sms mu dan mengangkat telpon dari mu. Aku benar-benar sibuk.

Aku berjanji setelah semua jadwal padat ini berakhir aku akan segera menemui mu. Jujur saja, aku sangat sangat sangat merindukan mu. Neomuno jinjja jinjja jinjja bogosiposeo! Rasanya semua ini menjadi semakin berat tanpa kau ada disisi ku );

Krystal ah, jebal.. jangan marah lagi ya. Bogosipo, neomuna jeongmal saranghae. Selalu jaga kesehatan mu, jangan sampai kau sakit karena frustasi merindukan ku, arra?

Aku hanya tersenyum saat membaca kata demi kata sms dari Minho. Ada rasa senang dan bahagia saat aku membaca pesan darinya. Walaupun aku tidak secara langsung medengarnya dan tidak melihat wajahnya, aku bisa merasakan ketulusan yang dipancarkannya melalui pesan ini.

β€œ Oppa, nado bogosipo. Nado jeongmal saranghae. β€œ gumam ku senang. Entah kenapa aku merasa terukir senyum yang begitu lebar dibibir ku.

Aku lalu membuka pesan yang ke-2. Mungkinkah ini dari Minho lagi? Aku mulai menghayal dengan penuh rasa semangat. Menebak-nebak apa yang kira-kira akan dikatakan Minho dipesan ke-2 ini. Mungkin saja dia menulis β€˜ Krystal ah ada sesuatu yang aku ingin katakan lagi. Krystal ah~ Neomuna yepoooo.. jeongmal jinjja jinjja saranghae.. tersenyumlah untuk ku. Arra? β€˜.

β€œ Arra oppa! Arra! .. β€œ aku berteriak dengan nada tertahan untuk mengandalikan suara teriakan ku yang mungkin akan menggemparkan seluruh orang dirumah ku. β€œ Huh.. hah.. huh.. hah.. sabar Krystal ah, sabar.. hufttt, kau tidak perlu terlalu excitedΒ  begini. β€œ aku mencoba mengatur nafas ku yang terlalu memburu karena terlalu senang. Aigo.. aku kenapa jadi seperti orang gila begini.

Setelah mengatur nafas dan mengenghentikan khayalan-khayalan bodoh itu, aku perlahan membuka pesan masuk yang ke-2.

From: +080315061998

Kau ingin ku pecat apa? Cepat ke toko sekarang juga. Ini sudah jam kerja mu!

Aku menyerengitkan kening ku ketika mata ku membaca pesan itu dan memperhatikan nomor yang tak ku kenal itu. β€œ Nomor siapa ini? β€œ gumam ku heran. Aku terdiam mencoba menyerap apa yang baru saja aku lihat dan aku baca. β€œ Ke toko? Jam kerja. Orang nyasar kali nih. Pagi-pagi udah ngerjain orang aja. Hari ini hari libur, kerja kemana? β€œ gumam ku lagi, berbicara pada ponsel ku.

Aku lalu meletakan kembali ponsel ku ke samping bantal. Ku pikir pesan itu hanya dari orang-orang nyasar yang tidak ada kerjaan. β€œ Huh.. dasar orang kurang kerjaan. Aku mengharapkan sms dari Minho lagi, malah sms ini yang ku dapat. β€œ aku mendengus kesal sembari memalingkan tubuh ku ke sebelah kanan, menghadap ke dinding.

A-yo, himi deul ddaen Doong tah dak rhythmae gidae.eo, oh Neol hyanghan oori.ae noraero, oh
Modu a-yo, modu a-yo

Aku segera memalingkan tubuh ku lagi saat mendengar ringtone ponsel ku tanda ada panggilan. Dengan sedikit enggan aku meraih ponsel ku lalu mendekatkan ponsel ke telinga tanpa melihat siapa yang memanggil. β€œ Yobo.. β€œ.

β€œ Ya! Krystal ah! Ini sudah jam kerja mu. Kenapa belum ke toko juga. Kau ingin ku pecat apa? β€œ aku segera menjauhkan ponsel ku dari telinga ku, ketika suara berat seorang lelaki begitu keras terdengar dari ponsel ku. β€œ Ya! Kau ini siapa sih? Main teriak-teriak aja, aku punya telinga dan masih berfungsi dengan baik. Jadi tidak perlu berteriak, babo! β€œ kata ku kesal.

β€œ Mwo? Apa tadi kau bilang? Babo? Kau bilang babo pada sajangnim mu yang tampan ini? β€œ tanya suara lelaki itu dengan suara tajam. β€œ Uh? Sajangnim? β€œ aku sontak bergumam reflek. Aku terdiam sesaat, mencoba mengumpulkan sel-sel diotak ku untuk berpikir. Sajangnim? Aku menjauhkan ponsel ku sesaat dari ponsel ku untuk memandang nomor yang tertera di layar ponsel ku. Nomor yang sama dengan pesan yang tadi terakhir ku baca.

β€œ OMO! Yunho sajangnim? β€œ aku seketika terkejut ketika ku sadari nomor itu nomor Yunho sajangnim, pemilik sekaligus bos di toko tempat ku bekerja paruh waktu. Sontak aku terbangun dari tempat tidur ku.

β€œ Hya! Dasar babo! Sejak tadi aku mengirim pesan bahkan bicara pada mu kau tidak sadar aku siapa?! β€œ tanya Yunho sajangnim meninggi. β€œ Joesonghamnida, sajangnim. Joesonghamnida.. Jeongmal joesongmanida. β€œ aku menggigit bibir bawah ku lalu beranjak berdiri dan reflek meminta maaf secara formal dengan Yunho sajangnim melalui ponsel sembari membungkukan badan ku sampai 90˚.

β€œ Shh.. sudah berhenti minta maaf. Sekarang cepat ke toko!! β€œ ucap Yunho sajangnim dengan nada tinggi. β€œ Hah? Ke toko? Bukan kah ini hari libur? β€œ ucap ku bingung.

β€œ Dasar babo! Kau tidak mendengar ucapan ku minggu lalu, mulai minggu depan hari Minggu toko kita akan tetap buka. Kau ini mau bikin emosi ku tambah naik lagi apa?! β€œ kata Yunho sajangnim keras.

β€œ Ohhh.. begitu. Baiklah, sajangnim. Aku akan kesana. β€œ ucap ku sembari mengangguk-anggukan kepala.

β€œ Pokonya dalam waktu 15 menit kau harus sudah tiba di toko! Eh tidak jadi. Karena kau tadi menyebut ku `babo` ku kurangi jadi 10 menit. Aku tidak mau tahu, ppali! Kalau tidak, kau ku pecat. β€œ.

β€œ Mwo? Ya, sajangnim.. tapi.. yoboseyo? Sajangnim? β€œ belum selesai aku berbicara, sudah terdengar suara tut.. tut.. tut dari ponsel disebrang sana. β€œ Aish! Kenapa diputus? β€œ gumam ku kesal sembari duduk disisi tempat tidur ku.

β€œ Ck, dasar sajangnim menyebalkan. Kenapa dia membuat keputusan hari Minggu toko tetap buka? Aku kan ingin istirahat!β€œ ucap ku pada diri sendiri. Dengan enggan aku lalu beranjak lagi dari tempat tidur ku dan segera masuk ke kamar mandi.

β€œ Eumm.. sepertinya aku tidak pernah mendengar sajangnim bicara mulai minggu depan hari Minggu toko akan tetap buka. Dia yang lupa atau aku yang lupa ya? β€œ aku bertanya-tanya pada diri ku sendiri karena merasa sedikit bingung, lalu menekan knob pintu kamar mandi dan masuk ke dalam. β€œ Hhh.. sudahlah. β€œ

~~~~~

β€œ Kenapa kau tampak senang sekali hari ini? Bahkan saat Yunho sajangnim memarahi mu tadi karena telat, kau tetap ceria. β€œ tanya Sulli yang duduk disebalah ku. Aku hanya tersenyum sembari menjilat ice cream yang tadi aku dan Sulli beli setelah pulang dari kerja paruh waktu. β€œ Mm.. I know. Pasti Minho menelpon mu tadi malam? β€œ tebak Sulli. Aku hanya mengulum senyum ku sembari memandangi beberapa mobil yang lewat didepan ku. Ya, dia memang selalu bisa menangkap apa yang ku rasakan.

β€œ Iya kan? Ahh.. aku sudah dapat menangkap jawabannya dari senyum mu yang kau simpan itu. Aigo.. bahkan wajah mu tampak sangat merah. β€œ Sulli hanya tertawa lepas memandang ku. β€œ Ya! Tidak ada yang lucu. β€œ ucap ku kesal untuk menahan malu.

β€œ Muehehe.. itu lucu babo! Soalnya aku sudah lama tidak melihat wajah mu yang seperti itu. β€œ kata Sulli lagi. Aku hanya memandang Sulli sembari tersenyum. β€œ Begini lebih baik daripada melihat bibir mu manyun kaya bebek. β€œ kata Sulli lagi diringin dengan evil laugh.

β€œ Shh.. β€œ aku hanya mendesah ketika mendengar ucapan Sulli. Sudah ku duga, anak ini ujung-ujung pasti akan mengejek ku.

β€œ Dia sekarang di Taiwan kan? β€œ tanya Sulli setelah beberapa saat berhenti dari tawanya. β€œ Ne, katanya setelah jadwal padatnya berakhir dia akan menemui ku!!! β€œ ucap ku dengan wajah exicted hingga tubuh ku bergerak bebas sangking senangnya. β€œ Ya! jangan keluarkan aegyo begitu. Tidak pantas. β€œ ucap Sulli kesal.

Aku hanya mencibir sembari mengeluarkan lidah ku kearah Sulli. Sulli hanya memandangku dengan wajah kesal. β€œ Hahaha.. kau iri ya? β€œ goda ku dengan mata menggoda. β€œ Siapa yang iri? β€œ elak Sulli segera dengan mata melotot kearah ku.

β€œ Aigoo.. lihatlah wajah mu, jelas sekali kalau kau itu iri.. Iya kan? β€œ aku semakin menggoda Sulli hingga wajahnya menjadi merah padam karena malu. β€œ Kekeke, makanya cari pacar dumps. β€œ sambungku lagi sembari terkekeh geli.

β€œ Kau mengejek ku ya? Ya! asal kau tahu, diluar sana banyak yang mengantri ingin menjadi namjachingu ku, hanya saja aku enggan meladeni mereka. β€œ kata Sulli membela diri. β€œ Eum? Jinjja? β€œ tanya ku sembari berusaha menahan tawa karena tak tahan melihat wajah Sulli yang menurut ku tampak sangat lucu.

β€œ Ya! berhenti tertawa! β€œ kata Sulli dengan kekesalan yang hampir memuncak. β€œ Ne.. ne.. arraseo. Aku tidak bermaksud mengejek mu, hanya saja wajah mu itu nampak sangat lucu. β€œ kata ku sembari memegangi perut ku mencoba menahan tawa. β€œ Ck.. menyebalkan. Baik akan ku buktikan, lihat saja minggu depan aku akan membawa seorang namja dihadapan mu! β€œ ucap Sulli tegas.

β€œ Wew.. jinjja? β€œ aku sedikit terkejut ketika Sulli mengucapkan kata-kata itu. Selama ini dia memang selalu menghindar dari lelaki. Lebih tepatnya dia tidak pernah pacaran dan tidak pernah berminat sekalipun untuk merasakan yang namanya cinta. Karena dia memang tidak pernah tertarik dengan itu.Ya, itu setahu ku. β€œ Ne! Yakso! β€œ kata Sulli lagi dengan percaya diri.

β€œ Eum? Waw.. β€œ aku reflek kagum setengah surpised menanggapinya. β€œ Ahhh.. akhirnya best friend ku akan merasakan yang namanya cinta.. β€œ sambung ku dengan senang.

β€œ Ah, aku jadi tidak sabar untuk kencan gandaaaa.. β€œ ucap ku sembari beranjak berdiri dari dudukan ku lalu tersenyum senang. Sulli hanya terdiam menanggapi ku, aku tahu pasti dia masih memikirkan kata-katanya yang tadi. Aku yakin dia pasti tak mudah untuk memulai itu semua.

Aku lalu mendekati Sulli sembari merangkul lengannya. β€œ Kajja, kita pulang. β€œ ucap ku manis. β€œ Shh.. senang kau? β€œ ucap Sulli galak. β€œ Fighting, Sulli sshi! β€œ balas ku sembari mengepalkan satu tangan ku memberi semangat sembari tersenyum, Sulli hanya memandang ku dengan tatapan malas lalu membuang muka. Tiba-tiba kakinya berjalan lebih dahulu untuk melangkah pergi dari halte yang tempat kami dari tadi berbicara.

β€œ Ya! tunggu aku. β€œ ucap ku sembari setengah berlari menyusul Sulli yang berjalan cepat meninggalkan ku.

~~~~~~

Minho POV

Hari-hari terus berlalu, jadwal-jadwal penuh ku selama di Taiwan sedikit demi sedikit mulai terlaksana. Hari-hari yang menurut ku terasa amat panjang dan melelahkan kini akan segera berakhir. Promosi akan segera berakhir. Akhirnya setelah ini aku bisa bernafas lega, walau hanya untuk sementara dan dikedepannya aku akan mengalami ini lagi. Ya, itu memang sudah jalan ku sebagai idola terkenal.

Rasanya aku benar-benar sangat senang, bukan hanya karena promosi ini berakhir dengan kesukeksesan yang boyband ku bawa. Tetapi karena aku akhirnya bisa segera melepaskan kerinduan ku selama beberapa bulan ini untuk bertemu dengan Krystal, kekasih ku yang amat sangat ku rindukan.

Aku lalu memandang puluhan Shawol dan beberapa orang lainnya yang ada dihadapan aku dan member

SHINee lainnya sembari tersenyum lalu menyeruakan teriakan kebahagian sebagai tanda terima kasih lalu menundukan tubuh kami mengucapkan salam perpisahan sebagai tanda pengakhir dari promosi ini.

Setelah selesai berpose untuk berfoto, aku lalu berjalan diikuti member lainnya turun dari panggung dan segera pergi ke ruang belakang. Wajah kebahagiaan bercampur lelah terpancar diwajah ku dan aku yakin member yang lainnya juga menunjukan wajah itu.

β€œ Ahh~ akhirnya promosi kita berakhir.. senang dan lega sekali rasanya!!! β€œ teriak Key sembari merebahkan tubuhnya ke kursi. β€œ Ya.. aku juga sangat senang hyung. Album kita sangat disukai oleh para Shawol. Benar-benar sangat menyenangkan. β€œ ucap Taemin menambahi.

β€œ Ne, ini semua karena kerja keras kita dibantu yang lainnya, tidak sia-sia kita mengeluarkan peluh keringat kita selama ini. β€œ kata ku ikut menambahi sembari tersenyum senang.

β€œ Setelah ini kita akan diberi istirahat selama 1 bulan kan sebelum tur konser kita? β€œ kata Onew sembari meraih botol minum di atas meja.

β€œ Ne, ahh.. aku bisa bersantai-santai untuk sesaat. β€œ ucap Taemin senang. β€œ Tetapi tetap kita harus latihan disela-sela istirahat itu untuk mempersiapkan tur kita. β€œ timpal Key sembari meneguk botol minumnya.

β€œ Tidak akan terlalu sibuk hyung, hanya pemanasan seperti biasa. β€œ ucap ku. Key, Taemin, Jonghyun, dan Onew hanya menganggukan kepala sembari menyantaikan tubuh mereka melepas lelah. Aku lalu meraih ransel biru ku yang ada dibawah kursi yang ku duduki, lalu meraih ponsel ku yang ku letakan disaku depan ransel. Aku berniat ingin menelpon Krystal untuk mengabarinya karena promosi ku sudah berakhir dengan kesuksesan dan mengatakan bahwa aku akan segera menemuinya. Ah.. aku yakin dia pasti sangat senang. β€œ Hyung, kau ingin menelpon Krystal? β€œ tanya Taemin tiba-tiba. β€œ Eum? Ne.. β€œ ucap ku bangga.

β€œβ€¦β€¦β€¦β€

~~~~~

Krystal POV

β€œ Ini kembaliannya. Kamsahamnida telah membeli kaset disini. Jangan lupa mampir lagi ya.. β€œ kata ku dengan wajah ramah sembari memberikan beberapa lembar uang kembalian. β€œ Ne, cheonmaneyo. Annyeong.. β€œ jawab gadis yang kira-kira masih berusia 16 tahun ini sembari tersenyum lalu meraih uang yang ku berikan dan membungkukan tubuhnya.

Aku segera membalas bungkukan tubuhnya.

Setelah gadis itu pergi aku lalu memandang keadaan diluar dari kaca toko yang tembus pandang. Matahari bersinar cerah, awan tampak putih dengan dihiasi sedikit warna biru langit. Ya, hari ini hari terakhir musim semi. Aku benar-benar berharap hari ini adalah hari yang paling indah yang akan ku rasakan. Sebenarnya hari ini memang hari yang amat special untuk ku. Hari yang paling ku nanti selama ini.

Hari ini.. adalah hari dimana Minho akan pulang dari Taiwan. Ah.. aku sangat merasa senang. Minho oppa, nan kyeopta namjachingu is back! Aku benar-benar tak sabar ingin bertemu dengannya. Nan jeongmal bogosipo.

Dan masih ada 1 lagi yang juga tak kalah pentingnya dari kepulangan Minho, hari ini Sulli akan mengumumkan pada ku namjachingunya. Ah.. aku juga tak sabar menunggu ini. Tadi Sulli sudah mengabari ku melalui sms dia akan datang ke toko membawa namjachingunya jam 5 sore, sekarang sudah jam 5 kurang 15 menit. Sebentar lagi.. Ahh.. hari ini akan ada 2 kejutan yang siap menanti ku.

Cittt..

Tiba-tiba terdengar suara decitan pintu yang amat keras. Sontak aku segera memandang kearah pintu toko. Ku lihat Sulli sedang membungkukan badannya dengan ke dua tangannya bersimpuh di kedua lututnya. Dapat ku dengar suara nafasnya yang begitu memburu. β€œ Krystal ah.. β€œ ku dengar suara lirih dari mulut Sulli tepat saat aku ingin bicara menanyakan sesuatu yang sepertinya kejadian buruk telah tejadi.

Aku segera berjalan dengan langkah cepat menghampiri Sulli. β€œ Gwaenchanayo? Apa yang terjadi? β€œ tanya ku khawatir sembari membantu Sulli menegakan tubuhnya. Ku lihat wajahnya yang kini pucat pasi dan peluh yang membasahi sisi wajahnya. β€œ Hhh.. Krystal ah.. hhh.. β€œ Sulli mulai berbicara namun dengan nafas yang masih memburu.

β€œ Atur nafas mu dulu, baru bicara. β€œ ucap ku sembari mengipasi Sulli dengan telapak tanganku.

β€œ Minho.. Minho.. kecelakaan.. β€œ

DEG!

Sebuah hantaman keras mendarat tepat diulu hati ku. Seketika tubuh ku membeku, darah yang mengalir disetiap pemuluh darah ku dapat ku rasakan tersumbat seketika. Semua anggota tubuh ku dapat ku rasakan mati fungsi. Astaga, informasi apa ini yang aku dengar. Telinga ku pasti salah menangkap suara.

β€œ Minho kecelakaan saat menaiki taksi dari.. airport Busan.. menuju Seoul. β€œ

Seketika aku menatap kedua manik mata Sulli. Kali ini aku mendengar untukΒ  kedua kalinya kalimat itu dengan kalimat yang lebih panjang. Antara tidak percaya dan tidak, antara sadar dan tidak. Sontak aku menggelengkan kuat kepala ku.β€œ..Mwo? β€œ hanya itu kalimat yang keluar dari mulut ku.

β€œ Ulijima, Krystal ah.. β€œ lirih Sulli dengan nada gemetar.

Perlahan-lahan tubuh ku mulai amat terasa berat, kepala ku tiba-tiba pening. Mata ku mulai terasa panas. Dan ku rasakan cairan bening mulai membasahi pelupuk mata ku. Perlahan-lahan dapat ku rasakan sepasang tangan hangat menyentuh lengan ku lalu membawa ku pada sebuah kehangatan. Kehangatan yang sebenarnya tak mampu mengatasi keperihan ku saat ini. Sulli mendekapkan ku dideplukannya.

β€œ Mianhae, aku mengatakan ini semua. Mian.. mianhae. β€œ ucap Sulli lirih.

Aku hanya dapat menyandarkan tubuh ku dipelukan Sulli. Mencurahkan semua keperihan ku dengan air mata di pelukan Sulli. β€œ Mianhae.. Dan tadi Taemin menelpon ku.. Β katanya.. Minho baru saja meninggal. β€œ

Belum sempat aku mencerna kata-kata yang tadi diucapkan Sulli dengan benar, hantaman itu kedua kalinya menghantam ulu hati ku lagi. β€œ Nyawanya terlambat diselamatkan oleh tim medis. β€œ

Aku mulai merasa telinga ku sepertinya benar-benar mengalami masalah. Telinga ku pasti salah mendengar kata-kata yang diucapkan Sulli dan otak ku mungkin juga mangalami masalah karena pasti salah menangkap kata-kata yang diucapkan Sulli barusan. Sontak aku segera melepaskan pelukan Sulli.

β€œ BOHONG! β€œ aku segera mengelak dengan cepat. Sulli hanya menatap ku dengan tatapan nanar. Kali ini aku benar-benar merasa hati ku benar-benar tercabik.

β€œ Katakan ini bohong Sulli! Katakan!!! β€œ aku beteriak kencang sembari memandangi Sulli dengan tatapan tajam. Mencoba mencari kebohongan dari matanya. Namun hanya ku dapati air mata yang juga membasahi pipinya.

β€œ Bohong! Ini semua pasti bohong! Minho tidak mungkin meninggal! Hari ini dia berjanji menemui ku babo! β€œ aku terus mengelak kalimat yang terus membayangi otak ku itu. Kedua tangan ku reflek menutupi mulut ku, ini terlalu tiba-tiba. Membuat otak ku tak bisa mencernanya dengan sempurna.

β€œ Mianhae, Krystal. Aku benar-benar berkata yang sejujurnya. β€œ ucap Sulli dengan suara lirih.

Tanpa berpikir lagi, aku segera berlari keluar dari toko meninggalkan Sulli, aku berlari sekencang mungkin tanpa mempedulikan teriakan Sulli yang terus memanggil nama ku. Aku terus berlari sembari berusaha melenyapkan kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Sulli. Ini semua pasti bohong. Minho tidak mungkin meninggal! Ini semua mustahil. Aku berlari tak tentu arah, membawa tubuh ku yang mulai melemah, membawa air mata yang tak henti-hentinya membasahi pipi ku.

Hingga akhirnya aku mulai merasakan nafas ku sudah mulai tercekat dan tidak ada lagi tenaga untuk berlari, aku menghentikan langkah ku. Berjalan menelusuri jalan yang aku tidak tahu dimana aku sekarang. Aku hanya berjalan menurut kaki ku ingin melangkah. Hingga kaki ku berhenti didepan sebuah taman.

Aku menghentikan langkah ku sesaat. Entah kenapa hati ku semakin sakit saat berhenti tepat didepan taman ini. Aku mencoba mengedarkan pandangan ku pada taman yang sunyi ini. Pepohonan rindang, beberapa tananam bunga, rerumputan hijau yang luas, bebatuan yang tertata indah, dan beberapa bangku taman yang entah kenapa tidak terasa asing bagi ku.

Hati ku tiba-tiba berdecit dengan kuat saat ku sadari taman ini adalah tempat pertama kalinya aku bertemu dengan Minho.

Taman ini, tempat dimana aku juga merajut cinta ku yang indah bersama Minho. Lagi-lagi mata ini mulai ingin mengeluarkan cairan bening. Perlahan-lahan kaki ku mulai berjalan memasuki taman ini, mati-matian aku coba menahan rasa sakit yang semakin sakit ini.

Aku lalu berjalan menuju bangku panjang yang amat sangat ku kenal.

Di bangku panjang itu, di bawah pohon yang rindang itu, Minho mengikrarkan isi hatinya didepan ku. Berlutut dengan wajah yang merah padam, mengeluarkan setangkai mawar putih dengan tangan gemetiran, mengecup kening ku, mengelus puncak kepala ku dengan kelembutan. Semua itu.. amat terasa sangat jelas dimemori ku tersimpan dengan sangat utuh. Aku menggigit bibir ku, menahan rasa sakit yang terus teroreh dihati ku.

β€œ Minho oppa.. β€œ lirih ku sembari mencoba menyentuh bangku yang ada didepan ku dengan amat hati-hati. Seolah barang itu akan segera lenyap dari pandangan ku. Β β€œ Secepat itukah kau meninggalkan ku? Katakan ini semua bohong oppa! β€œ aku mencoba berteriak dengan suara tertahan.Β  Suara ku benar-benar hampir habis karena terus berteriak.

Seketika tubuh ku luruh ke tanah dengan tangan ku yang menggenggam kuat kaki bangku panjang itu. Aku menangis sederas-derasnya, mengeluarkan semua perih yang ku rasakan. β€œ Aku benar-benar mencintai mu oppa, merindukan mu, nan jeongmal saranghae, bogosiposeo. β€œ desah ku tertahan. Aku kembali teringat dengan ucapan terakhir Minho, dia berkata akan menemui ku setelah pulang dari Taiwan. Tetapi kenyataannya…

β€œ Selama ini aku selalu bersabar menunggu mu. Menanti diri mu yang selalu sibuk dengan jadwal padat mu. Tetapi kenapa kau membalas semua kesabaran ku selama ini dengan tangisan oppa? Wae?! β€œ aku kembali berteriak tertahan.

β€œ Krystal ah.. β€œ aku mendengar suara sayup-sayup seorang lelaki. Suara yang sangat familiar ditelinga ku, suara yang entah kenapa mirip sekali dengan suara orang yang membuat hati ku berantakan seperti ini. Namun aku tidak mepedulikannya, mungkin itu hanya perasaan alam bawah sadar ku.

Setelah tangisan ku mulai mereda dan nafas ku mulai teratur aku perlahan mengangkat kepala ku yang sejak tadi tertumpu di atasΒ  bangku taman dengan beralaskan kedua tangan ku. Aku mencoba mengatur emosi ku dan menerima kenyataan pahit dengan rasa sesak yang sebenarnya masih tertancap utuh dihati ku. Aku menghapus perlahan sisa-sisa air mata dipipi ku.

β€œ Merasa lebih baik? β€œ aku sontak terhuyung ke belakang saat ku lihat sebuah wajah yang sungguh tak asing dimata ku. Aku menatapi lekat-lekat orang yang berdiri didepan ku. Tubuh besar yang menjulang tinggi dengan kemeja putih dan trouser senada.

β€œ Minho oppa? β€œ panggil ku dengan wajah tercengang. Ku lihat lelaki didepan ku menunjukan senyumannya. Senyuman yang benar-benar sangat mirip denga senyuman Minho.

Aku sontak beranjak dari dudukan ku antara mimpi, sadar dan tidak. Kenapa orang ini tampak sangat mirip dengan Minho. Mungkin kah dia arwahnya Minho yang menemuiku.

Tanpa pikir lagi, aku segera berjalan menghampiri tubuh lelaki itu. Memeluknya dengan kuat, melepaskan semua kerinduan ku selama ini. Aku tak peduli kalaupun orang yang ku peluk ini adalah seorang arwah Minho. Aku hanya ingin memeluknya, melepaskan semua beban kerinduan yang selama ini ku pendam.

Air mata ku kini kembali mengalir membasahi kemeja putih yang dikenakannya. β€œ Oppa.. aku hanya ingin mengatakan kata yang selama ini selalu ku pendam, nan bogosiposeo. Saranghae. β€œ ucap ku dengan suara tertahan. β€œ Semoga kau tenang disana, kau akan selalu ada dihati ku, oppa. Selamanya. β€œ aku terisak sembari terus mengeratkan pelukan ku. Rasanya benar-benar tak rela kehilangan pemilik tubuh kekar ini. Hening sesaat, aku terbawa dalam arus kerinduan dan kesedihan.

β€œ Mwo? Apa tadi kau bilang? β€œ aku sontak memiringkan sedikit kepala ku keatas ketika tiba-tiba mendengar suara khas Minho saat sedang memarahi ku. β€œ Arwah bisa bicara? Kenapa suaranya seperti manusia begini? β€œ gumam ku heran.

β€œ YA! kau kira aku ini arwah atau hantu huh? β€œ aku tercengang ketika melihat arwah Minho membentak ku sembari memukul lengan ku yang melingkar di pinggangnya. β€œ Aw! Appo! β€œ ucap ku sembari reflek melepaskan tangan ku dari pelukannya. Aku seketika tersadar, ketika mengelus tangan ku yang sakit karena di pukul arwah Minho.

Ada keganjilan yang baru saja ku sadarai, arwah kok bisa bicara? Aku juga kok bisa meluk arwah? Bukannya arwah tidak bisa disentuh? Arwah juga kok bisa mukul manusia, mana sakit lagi? Aku terdiam sesaat sembari memandangi wajah lelaki didepan ku ini.

β€œ Minho? Choi Min Ho? Kau.. β€œ aku menutupi mulut ku dengan telapak tangan ku, tidak percaya pada hipotesa yang kini sedang terlintas diotak ku.

β€œ Ya! kau kira aku benar-benar mati apa? Aigo.. kau ini masih saja babo dan percaya saja pada omongan orang lain. Ya! seharusnya kau itu jangan percaya begitu saja pada orang lain. Jangan tertipu dengan air mata buayanya Sulli, huh! Aku kan sudah ajarkan ja.. β€œ

Tanpa pikir panjang lagi, aku kembali memeluk orang yang mengomel didepan ku. Setelah aku memandang lekat-lekat secara detail dan seutuhnya, aku sadar lelaki didepan ku ini bukan arwah, tetapi benar-benar Minho kekasih ku. Manusia seutuhnya bukan arwah atau hantu.

Aku kembali memeluk Minho dengan erat, lagi-lagi air mata membasahi pipi ku. Kali ini aku menangis bukan karena kesedihan, tetapi karena senang dan bahagia karena kekasih ku benar-benar masih hidup.

β€œ Oppa, jangan pergi.. jangan tinggalkan aku, hiks.Β  β€œ kata ku terisak, seolah Minho akan benar-benar lenyap dari hidup ku. β€œ Aku tidak akan pergi meninggalkanmu sendirian chagi.. β€œ ucap Minho lembut sembari mencium rambut ku. Hening sesaat, aku terus membiarkan tubuh ku memeluk Minho dan tubuh Minho yang memeluk ku untuk membalas semua kerinduan ku selama ini. Membiarkan diri kami hanyut dalam kerinduan.

β€œ Mianhae.. β€œ tiba-tiba Minho membisiki telinga ku. β€œ Mianhae, karena aku membuat mu bersedih. Membiarkan mu khawatir. Mianhae, karena aku tidak bisa selalu ada disisimu disaat kau membutuhkan ku. β€œ tambah Minho lagi. Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Minho, dapat ku rasakan jantungnya yang berdegup kencang sama seperti detak jantung ku yang tak karuan. β€œ Nan jeongmal bogosipo, jeongmal saranghae. β€œ ucap Minho lagi sembari mengeratkan pelukannya.

β€œ Nado.. nado bogosipo, nado saranghae. β€œ ucap ku senang.

β€œ Mianhae, membuatmu menangis dan khawatir seperti ini. Ini kejutan dari ku. β€œ kata Minho lagi.

β€œ Kejutan mu berhasil oppa, membuat ku gila untuk beberapa saat. β€œ ucap ku berpura-pura dingin. Kali ini tidak ada rasa sedikitpun untuk marah atas rencana atau lebih tepatnya kejutan gila yang baru saja dibuatnya. Aku terlalu senang dan bahagia karena bisa memeluknya lagi. Yang penting sekarang, aku bisa melihatnya lagi dan dia masih hidup.

β€œ Aku juga ingin minta maaf karena membuat mu terlalu tertekan karena ku. Karena sikap egois ku. β€œ kata ku lirih. β€œ Gwaenchana, chagi. β€œ balas Minho lembut. Aku terus mengeratkan pelukan ku, rasanya tak ingin melepaskan tubuh kekar ini.

β€œ Ini semua sebenarnya bukan ide ku, tapi idenya Taemin dan Sulli sebagai peran

pembantu. β€œ kata Minho dengan nada membela. β€œ Couple itu memang sangat cocok kalau urusan ngerjain orang. β€œ tambah Minho lagi.

β€œ Eum? β€œ aku terkejut ketika mendengar Minho berkata Couple pada subjek Taemin dan Sulli.

β€œ Ne, mereka pacaran. Kau tidak tahu? β€œ tanya Minho sembari memandang ku dengan tatapan lembut. Aku mengangguk dengan tampang polos.

β€œ Ugh.. kasian, yeojachingu ku ketinggalan berita. β€œ kata Minho sembari mengacak-acak rambut ku.

β€œ Tuh mereka, mereka pacaran tidak lama setelah kita pacaran. β€œ tambah Minho lagi. Perlahan aku pun reflek melepaskan pelukan Minho lalu mencari sosok yang dikatakan Minho tadi. β€œ Sulli sama Taemin pacaran? Tak lama setelah kita? Sudah 1 tahun lebih dong. β€œ kata ku tercengang. Minho hanya mengangguk.

β€œ Huh.. dasar Sulli! Beraninya dia membohongi ku. β€œ ucap ku kesal. β€œ Ya! Sulli sshi! β€œ aku berteriak keras ketika menemukan sosok yang ku cari sedang bermain ayunan bersama Taemin tak jauh dari tempat ku dan Minho. β€œ Dasar anak satu itu, cari rusuh dia! Awas saja kau, akan ku balas semuanya! β€œ kata ku dengan kesal. Huh, pantas saja Sulli selama ini begitu mengerti perasaan ku, ternyata dia juga merasakan hal yang sama dengan ku. Dasar anak satu itu, pintar berbohong, mahir berakting pula! Bagaimana bisa dia menangis tersedu-sedu seperti tadi?

Aku berniat ingin berlari menghampiri Sulli dan Taemin untuk menghukum pasangan itu, namun tangan Minho berhasil menahan lengan tangan ku.

β€œ Ya! kau mau kesana hanya untuk menghukum Sulli? β€œ tanya Minho dengan wajah kesal. β€œ Ugh! Sia-sia aku datang menemui mu. Seharusnya tadi aku tidak usah cerita saja! β€œ ucap Minho dengan wajah kecewa yang dibuat-buat.

Aku reflek menghentikan kaki ku lalu berbalik memandang Minho yang menunjukan wajah merajuk. β€œ Ah.. bukan begitu.. β€œ elak ku cepat. β€œ Emm, kau ingin kita melakukan apa? Mmm, main sembunyi- sembunyian seperti dulu? β€œ tambah ku lagi berusaha membuatnya berhenti merajuk.

Minho hanya terdiam dengan wajah yang masih merajuk dan matanya fokus pada objek yang lain.

β€œ Ya! Oppa.. β€œ rengek ku sembari menarik kemeja Minho. Namun Minho tetap diam dengan wajah arrogant. Aku lalu berdecak kesal dan berniat untuk pergi, namun tiba-tiba..

Gyut! Tiba-tiba Minho mengangkat tubuh ku lalu memutar tubuhnya hingga membuat tubuh ku yang menompang dikedua tangannya terasa melayang diudara. Aku pun segera memeluk lehernya, takut jatuh. β€œ Kau tak perlu melakukan apa-apa. Cukup selalu ada disisi ku, aku sudah bahagia, Krystal ah. Saranghae.. β€œ ucap Minho sembari menunjukan wink nya pada ku. β€œ Aigoo.. kau tampak sangat imut Minho oppa.. neomuna kyeopta! β€œ batin ku geregetan. Seketika dapat ku rasakan wajah ku mulai memanas. Ah.. dia selalu saja membuat ku seperti ini. β€œ Nado.. saranghae, β€œ jawab ku tak berani menatap matanya. Minho pun kembali memutar tubuhnya hingga membuat ku semakin mengeratkan pelukan ku dilehernya. β€œ Ya! Oppa, hentikan..! β€œ

Flasback (Author POV)

Β 

β€œ Hyung, kau ingin menelpon Krystal? β€œ tanya Taemin pada Minho yang sedang sibuk mengotak-atik layar ponselnya. β€œ Eum? Ne.. β€œ ucap Minho dengan wajah berbinar. β€œ Chamkanam, hyung! Sebaiknya tidak usah! β€œ ucap Taemin dengan cepat.

β€œ Wae? β€œ sontak Minho mengangkat kepalanya dan memandang Taemin. β€œ Aku punya ide, bagaimana kalau kau buat kejutan untuknya. β€œ usul Taemin. β€œ Kejutan? Maksudmu? β€œ.

β€œ Kejutan.. aku sering melakukan itu dengan Sulli. β€œ ucap Taemin bangga. Minho mengerutkan keningnya. β€œ Kejutan, kejutan seperti apa? β€œ.

Taemin tampak mengeluarkan evil smrik nya. Onew, Jonghyun, dan Key tampak ikut memperhatikan pembicaraan Minho dan Taemin. β€œ Membuat Krystal menangis dengan hyung pura-pura kecelakaan dan meninggal saat ingin pergi ke Seoul. Β β€œ kata Taemin dengan wajah yakin. β€œ MWO? Apa tadi kau bilang? β€œ sontak Minho tercengang ketika mendengar ide Taemin.β€œ Gila! β€œ tambah Minho.

β€œ Ya! Ku jamin ini akan berhasil. Tidak apa-apa, sekali-sekali hyung! Aku akan menyusun strateginya.β€œ Dijamin, ini kejutan yang paling romantis! β€œ kata Taemin dengan wajah meyakinkan. β€œ Kejutan yang membuat Krystal mati ditempat sih iya! β€œ ucap Minho dengan wajah mengelak. β€œ Ck, hyung tidak perlu khawatir. Aku jamin ini aman, aku akan mengaturnya dengan sangat sempurna! β€œ ucap Taemin, yakin.

Minho hanya diam sembari memadangi Taemin dengan wajah bimbang. Antara tertarik dan ragu untuk menyetujui idenya Taemin. β€œ Kalau sampai terjadi apa-apa pada Krystal, awas saja kau! β€œ ucap Minho akhirnya.

Β β€œ Yes! Hyung, setuju dengan ide ku? Arra.. Krystal dijamin akan baik-baik saja.β€œ Minho hanya memandang Taemin dengan tatapan nelangsa, masih ada rasa tak yakin atas keputusannya mempercayai idenya Taemin.

Β 

The End

Jangan lupa comment yaa ^^

24 responses

    • Ne, cheonmaπŸ™‚
      Seneng denger kamunya senang ^^

      Hee, karena digenre yang kamu minta gak ada Sad nya, jadi author bkin Happy (sesuai sama genre: Romance, Friendship)

      Tidak merepotkan kok ^^

  1. omo….!!!
    hampir aja aku percaya kalo Minho beneran meninggal..
    ternyata cma akal2an TaeLi couple…huft dasar.

    tapi bagus ceritanya thor..
    bikin ff minstal lg ya^^

  2. So Sweet baca terakhirnya
    Tadinya juga ikutan syok waktu baca minho meninggal
    berasa apaaaa gitu
    Dan ternyataaaa
    Taelli!!!! Bikin aku serangan jantung aja
    Aku kira ni ff tadi sad ending untungnya nggak
    Nggak rela MinStal sad ending
    Apalagi Minho nya meniggal
    Ntar Krystal sama siapa?
    Chingu buat MinStal lagi ya…
    SeoKyu juga kalo bisa
    hehehehe

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s