Why Are You Being Like This Part 1 ( Who Should I Choose )

Title            : Why Are You Being Like This Part 1

Author         : Park Young Hee (@annisasiwon)

Main Cast    : Sooyoung-Siwon-Tiffany

Casting        : SM Town

Type            : Chapter

Genre          : Romance, friendship

Rating         : PG-16

***

ini sequel dari My Bestfriend And My Love

https://adhiyaputriff.wordpress.com/2011/12/21/my-best-friends-and-my-love/

Happy reading!!!!!

2 tahun kemudian

-Sooyoung pov-

Hri ini bertepatan dengan 1 tahunnya aku dan Siwon pacaran. Aku sangat bahagia dan selama itu juga, teman-temanku tidak ada yang mengetahuinya satu orangpun. Sebenarnya aku merasa sangat bersalah kepada mereka semua, tapi kalau aku menceritakan ini mereka pasti tidak akan mengijinkannya, padahal aku sangat mencintai dan menyayangi Siwon. Semua itu alasannya adalah karena Tiffany.

Hari ini bertepatan dengan 1 tahunnya aku dan Siwon pacaran. Aku sangat bahagia dan selama itu juga, teman-temanku tidak ada yang mengetahuinya satu orangpun. Sebenarnya aku merasa sangat bersalah kepada mereka semua, tapi kalau aku menceritakan ini mereka pasti tidak akan mengijinkannya, padahal aku sangat mencintai dan menyayangi Siwon. Semua itu alasannya adalah karena Tiffany.

Ya Tiffany, aku juga merasa sangat bersalah pada Tiffany. Dia memintaku untuk menjaga Siwon, dan seperti inilah caraku menjaganya. Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku pada Siwon, ketika dia memintaku meminta untuk menjadi kekasihnya, meskipun hal itu tidak diketahui oleh teman-temanku.

“Sooyoung-ah, hari ini 1 tahun kita pacaran, apa perasaanmu?” Tanya Siwon kepadaku.

“Apa ya?” Jawabku berpura-pura bingung, “Aku sangat senang. Gomawoyo Siwon, kamu begitu banyak memberiku kebahagiaan selama ini.” Jawabku sambil bersndar dipunggungnya.

“Aku punya hadiah untukmu.”

“Apa itu?” Tanyaku penasaran. Kemudian Siwon mengeluarkan sebuah kotak, dan ternyata sisinya adalah sebuah kalung yang sangat indah. Kemudian dia membantuku untuk memakai kalung itu.

“Apa kamu suka?” Tanyanya.

“Geureom.” Jawabku sambil tersenyum, diapun membelai pipiku.

“Sooyoung-ah, bagaimana kalau kita akui saja hubungan kita ke yang lain? Aku sudah lelah dengan semua ini.” Tanya Siwon yang langsung membuatku terkejut. “Mwo?”

“Selama ini kita  selalu kencan diam-diam dari mereka. Mungkin mereka akan marah pada kita, tapi mereka akan lebih marah lagi bahkan benci kepada kita berdua, kalau hai ini lebih lama kita lakukan.” Kata Siwon sambil menatapku dan menggenggam erat tanganku, berusaha untuk meyakinkanku.

Dengan keteguhannya, Siwon mengantarku ketempat biasanya aku dan teman-temanku berkumpul, yaitu cafe milik Yuri yang terletak tidak jauh dari kampus kami. Sepanjang perjalanan aku sangat gugup, aku sangat takut dengan reaksi mereka nanti ketika mereka tahu tentang hubunganku dengan Siwon.

Akhirnya kamipun sampai, Siwon menghela napasnya terlebih dahulu, kemudian dia keluar dari mobilnya, dan membukakan pintu untukku, dia menarikku dan membawaku masuk kedalam cafe. Aku sangat gugup dan Siwon tidak melepaskan genggaman tangannya. Kamipun masuk, dan teman-temanku ternyata sudah cukup lama menunggu kami. Dengan santainya Siwon berjalan menuju mereka, sambil masih menggenggam erat tanganku. Mereka semua terkejut melihat kami bergandengan tangan, dan aku hanya bisa berjalan sambil menundukkan kepalaku.

“Mian, kami datang terlambat.” Kata Siwon yang akhirnya melepaskan tangannya dan menyiapkan kursi untuk kududuki, dan dia duduk disampingku, dan lagi-lagi dia menggeggam tanganku.

“Pemandangan apa yang kami lihat ini?” Tanya Kyuhyun heran. Siwon lagi-lagi menghela napasnya sebelum akhirnya dia berbicara, jantungku berdegup semakin kencang.

“Kami telah berpacaran.” Kata Siwon dengan lancarnya.

“Mwo?” Tanya mereka semua terkejut, bahkan beberapa diantara mereka ada yang tersedak dengan minuman mereka.

“Hey, kalian pasti sedang bercanda, ya kan? Kami tahu itu.” Kata Eunhyuk sambil tertawa seolah tidak percaya dengan ucapan Siwon.

Kemudian Siwon mengangkat tanganku, “Aniyo, kami serius.” Ucapnya dengan rawut wajah yang serius, kini aku benar-benar tidak mempunyai muka lagi dihadapan mereka semua.

“YA! Choi Sooyoung! Ayo bisara! Jangan hanya menundukkan kepalamu.” Kata Taeyeon kesal dengan perkataan Siwon. Namun aku benar-benar tak bisa menegakkan kepala ini, rasanya sangat berat. Aku melihat kearah Siwon, Siwon memberiku kekuatan untuk bicara. Aku benar-benar takut menghadapi mereka, “Ne, Siwon benar.” Jawabku singkat, namun aku hanya bisa menundukkan kepalaku.

“YA! Choi Sooyoung! Ayo tatap mataku, jangan hanya melihat kebawah.” Bentak Taeyeon.

“Taeyeon, sudahlah, jangan bentak Sooyoung lagi, kasihan dia, lihat mukanya sangat pucat, aku rasa dia juga serba salah dengan semua ini. Kau tenanglah sedikit. Kita dengarkan dia bicara dulu. Aku rasa dia punya alasan mengapa melakukan hal ini.” Kata Sunny mencoba memadamkan amarah Taeyeon.

“Baiklah, sudah berapa lama kalian pacaran?” Tanya Hyoyeon.

“Kam….” Kata Siwon.

“Sshh, Siwon, aku sedang bicara dengan Sooyoung, kau sebaiknya diam dulu.” Kata Hyoyeon memotong pembicaraan Siwon, dan Siwonpun menurut. Akhirnya aku teguhkan hatiku, aku pikir ini juga bukanlah salahku kalau aku dan Siwon saling mencintai dan menyayangi satu sama lain.

“Kami sudah pacaran selama 1 tahun, mianhae karena selama ini telah menyembunyikannya dari kalian semua.” Jawabku dengan penuh keyakinan sambil akhirnya memandang wajah mereka semua, aku melihat kearah Siwon dan dia tersenyum padaku, hatiku kini sangatlah lega.

“Lalu, bagaimana dengan Tiffany? Apa kalian tidak memikirkannya?’ Tanya Taeyeon yang sudah mengontrol emosinya.

“Ne, aku sudah memikirkannya sejak awal. Sebelum berangkat tiffany berpesan padaku agar bisa menjaga Siwon dengan baik. Dan seperti inilah aku menjaganya.” Jawabku dengan penuh keyakinan, dan Siwonpun tersenyum mendengar jawabanku.

“Bagaimana jika dia telah kembali, apa yang akan kamu katakan padanya?”

“Aku akan menceritakan semua padanya.”

“Apa kamu yakin dia tidak akan sakit hati, jika dia mengetahuinya?”

“Mungkin dia akan sedih, tapi aku rasa pada akhirnya dia akan mengerti itu semua. Dan lagipula bukan salahku juga, jika aku dan Siwon saling mencintai dan menyayangi.” Jawabku. Siwon menepuk-nepuk punggungku, “Kamu telah melakukan hal yang benar.” Bisiknya padaku.

“Aku rasa semua sudah sangat jelas, jadi siapa yang masih tidak setuju?” Tanya Siwon dengan penuh semangat.

“Baiklah, kami akan menyetujui hubungan kailan, tapi jika hal ini telah membuat Tiffany lebih sedih, kalian tidak akan kami maafkan. Araso?” Kata Taeyeon.

“Joa, bagaimana kalau sekarang kita makan. Aku yang traktir, karena ini bertepatan dengan 1 tahun kami pacaran.” Kata Siwon dengan santainya, mencoba mencairkan suasana yang sejak tadi sangat tegang.

“Santai sekali Siwon seakan tak ada sesuatu yang terjadi.” Kata Kyuhyun dengan sedikit ketus dengan Siwon.

“Wae? Aku hanya sudah lapar.” Jawab Siwon.

“YA! Cho Kyuhyun! Kenapa kau begitu ketus dengan Siwon?” Tanyaku kesal kepada Kyuhyun. Aku heran padanya, ekspresi wajahnya saat ini berbeda dari saat aku datang tadi.

“YA! Cho Kyuhyun! Choi Sooyoung! Sampai kapan kalian berdebat seperti ini? Seperti perdebatan tiada akhir.” Tanya Eunhyuk heran dengan sikapku dan Kyuhyun.

“Sampai dia juga berhenti untuk menggangguku.” Jawabku ketus. Siwon hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat semua ini.

Entah kenapa sikap Kyuhyun begitu berbeda, benar-benar berbeda. Sikapnya lebih dingin dari biasanya. Memang terkadang aku sebal dengan sikapnya terhadapku, tapi ini sangat membuatku bingung. Namun akhirnya aku tidak ambil pusing dengan sikap Kyuhyun, mau sikapnya dengin atau tidak kepadaku, aku tidak akan peduli padanya. Karena dimataku, Kyuhyun adalah orang yang sangat menyebalkan. Tapi setidaknya aku sangat bahagia, aku mendapat hadiah yang sangat spesial di 1 tahun aku dan Siwon pacaran, yaitu mendapat restu dari semua temanku, kecuali Kyuhyun, sianeh itu.

Akhirnya aku dan Siwon tidak perlu kencan diam-diam lagi, itu lebih penting dari apapun bagiku untuk saat ini, “Tiffany, mianhaeyo kalau mungkin aku membuatmu sedih, tapi aku janji akan membuat Siwon bahagia bersamaku.” Batinku dalam hati.

***

-Tiffany pov-

“Ah, Seoul, akhirnya aku kembali. Setelah 3 tahun, akhirnya aku bisa kembali.” Teriakku dibandara karena aku sangat senang bisa kembali ke Seoul lagi. Orang yang melihatku, mungkin aku orang gila. Namun aku sama sekali tidak ingin memperdulikan mereka semua. 2 tahun aku pergi, mengorbankan teman dan orang yang sangat aku cintai demi kedua orangtuaku.

“YA! Tiffany! Jangan membuatku malu. Ingat kamu masih dihukum 1 bulan untuk tidak keluar rumah, dan hanya boleh tinggal didalam apartement.”

“Waeyo eonni? Aku sudah sangat merindukan teman-temanku.”

“Makanya, jangan buat masalah. Siapa suruh kamu membuat keributan dipesta waktu itu. Ini adalah akibatnya jika kamu tidak mendengar perkataanku.” Jawab kakakku yang sedikit kesal padaku karena aku telah membuat kekacauan waktu di Amerika beberapa hari sebelum aku kembali kesini. Aku telah melakukan hal yang sangat bodoh, yaitu aku memukuli anak dari rekan bisnis appa  karena aku pikir dia adalah seorang pencuri.

*Flashback*

“Kemana ya eomma dan appa?” Tanyaku dalam hati mencari kedua orangtuaku. Hari ini adalah hari ulang tahun anak dari rekan bisnis appa, sebenarnya aku sangan malas datang kesini, tapi karena eomma memaksaku, akhirnya akupun mau.

Entah kenapa eomma dan appa memintaku untuk hadir juga. Aku harap orangtuaku tidak menjodohkan aku dengan anak yang sama sekali tidak aku kenal itu, seperti yang dilakukan pebisnis lain kepada anak-anaknya.

Aku mencari mereka, tapi sangat sulit karena tempat ini terlau luas. Ketika aku sedang mencari orangtuaku, tiba-tiba aku melihat orang yang aneh, gerak-geriknya sangat mencurigakan, bersembunyi diantara meja-meja yang ada disitu, “Ah! Dia pasti pencuri, itu tidak salah lagi, dia adalah seorang pencuri.” Pikirku saat ini.

“Dasar pencuri! Ada pencuri disini!” Teriakku, sambil terus memukulinya agar tidak kabur. Semua orang termasuk kedua orangtuaku langsung melihat kearahku.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Aku bukan pencuri.” Teriak pencuri itu mencoba mengelak.

“Tiffany! Hentikan!” Teriak appaku.

“Gwaenchana?” Tanya seorang wanita pada pencuri itu.”

“Ne eomma, gwaenchana.” Jawabnya, dan ternyata wanita itu adalah eomma dari pencuri itu.

“Jeosonghamnida.” Kata appaku meminta maaf pada ibu pencuri itu.

“Appa, kenapa kau meminta maaf kepada pencuri ini? Seharusnya dia yang meminta maaf.” Tanyaku kesal.

“Ya! Aku bukan pencuri! Aish kenapa dihari ualng tahunku ini aku bertemu dengan orang gila. Sungguh sial. Seharusnya aku berhasil kabur dari pesta yang sangat membosankan ini, tapi karena kau semua rencanaku berantakan.” Keluhnya sambil pergi meninggalkan pesta.

“Donghae!” Panggil ibu anak itu.

“Mwo? Orang gila?” Tanyaku lebih keras.

“Tiffany cukup! Kamu tidak tahu siapa dia, tapi kamu sudah menuduhnya pencuri dan menghakiminya sendiri.” Kata appa dengan sedikit kesal.

“Memang dia siapa appa?” Tanyaku bingung.

“Dia adalah Lee Donghae, anak rekan bisnis appa yang hari ini berulang tahun, tapi kamu justru menghancurkan pestanya.” Jawab appa masih sedikit kesal.

“Mwo?” Aku sangat terkejut mendegar jawaban appa. Akupun segera meminta maaf padanya. Asu berusaha menjelaskan semua padanya, tapi sepertinya dia sudah sangan kesal dengan sikapku tadi. Aku tahu aku salah, tapi aku berharap tidak pernah bertemu dengannya lagi.

*Flashback end*

“Ah jinjja, aku bisa gila kalau terus memikirkan hal ini.”

“Tapi eonni lebih gila lagi menghadapi kamu. Sudahlah jangan bicara lagi. Ayo kita pulang! Eonni sudah lelah.”

“Ne eonni, araso.”

***

-Siwon pov-

Setelah selesai makan, aku mengajak pergi Sooyoung, karena sepertinya mereka  masih belum bisa menerima ini semua. Aku sebenarnya lebih merasa bersalah pada Tiffany, karena waktu itu aku telah berjanji untuk menunggunya pulang, tapi entah kenapa saat Tiffany pergi, Sooyoung begitu perhatian padaku, yang membuat perasaan ini muncul.

Tapi aku juga tak bisa membohongi diriku sendiri, bahwa aku masih mengharapkan Tiffany, tapi kupikir untuk apa aku menunggu Tiffany yang tak juga pulang, sementara disini ada yang sangat tulus padaku. Aku mengajak Sooyoung ke tepi sungai Han, wajahnya tampak sangat bahagia, aku tak tega membiarkannya mengetahuinya, jika dilubuk hatiku, masih ada Tiffany didalamnya.

“Sooyoung-ah, bagaimana perasaanmu sekarang?”

“Hmm, sangat lega. Akhirnya aku bisa mengatakan pada mereka, semua itu berkatmu, gomawoyo Siwon.”

“Ne, tapi saat Tiffany kembali, apa kamu juga mengatakan hal yang sama?”

“Mollaso, aku pikir itu akan lenih sulit. Wae?”

“Aniya.” Aku hanya bisa tersenyum sambil memeluk Sooyoung. Ternyat dia benar-benar bahagia. Entah kenapa saat ini, aku merasa sangat menyesal telah melakukan hal ini, “Tiffany, mianhaeyo, aku telah melanggar janjiku padamu.” Batinku dalam hati.

“Tapi Siwon, mengenai Tiffany, sudah 2 tahun dia pergi, tidakkah kau merindukannya?’ Pertanyaan Sooyoung membuatku tak bisa mengatakan apa-apa, “YA! Ayo jawab! Jangan diam saja! Aku tidak akan marah.” Katanya begitu tidak sabaran.

“Ne, aku merindukannya, bagaimana denganmu?”

“Na do bogoshippo. Kapan yah dia pulang? Sebenarnya perasaanku belum sepenuhnya lega, jika Tiffany belum mengetahui hubungan kita.”

“Ne, joe do.” Kataku sambil mencium kening Sooyoung.

“Siwon, benarkan kau mencintaiku?’

“Geureom, saranghamnida. Tapi kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal ini?” Tanyaku bingung dengan pertanyaan Sooyoung.

“Aniya. Aku pikir, kamu menjadi namjachinguku hanya karena kau kasihan padaku.”

“Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?”

“Karena aku tahu, kalau sebenarnya kamu masih menyukai Tiffany, ya kan?”

“Aniyo.’

“Jangan bohong, aku tahu itu. Karena saat kamu menyusul Tiffany ke bandara, aku bisa melihat kalau kamu sebenarnya tak ingin dia pergi, ya kan?”

“Awalnya aku memang sangat sedih saat dia pergi ke Amerika. Tapi` saat Tiffany pergi, kamulah yang ada disisiku sehingga perasaan ini muncul. Ini semua benar-benar dari hatiku.” Jawabku berusaha meyakinkan Sooyoung, “Mianhae Sooyoung, aku telah membohongimu, karena jujur aku sendiri bingung dengan perasaanku padamu.”

“Jeongmalyo?”

“Geureom.”

-Sooyoung pov-

Xentah kenapa, aku berpikir bahwa Siwon sedang berbohong padaku. Tapi kenapa aku baru menyadari hal ini sekarang, disaat aku benar-benar sangat mencintainya. Haruskah aku hentikan sekarang? “YA! Choi Sooyoung! Sudah terlambat untuk mengakui hal itu sekarang, susah payah kamu mendapat izin dari teman-temanmu, jalani saja semua ini.” Pikirku saat ini sambil memukul-mukul kepalaku.

“YA! Jangan lakukan itu! Kamu kenapa?” Kata Siwon dengan lembutnya, sambil memegang tanganku, agar aku menghentikan tindakan bodohku ini.

“Aniyo. Aku begitu bodoh berpikir kalau kamu sedang membohongiku, agar aku senang.” Siwon hanya tertawa mendengar jawabanku.

“Wae?” Tanyaku bingung mengapa dia tertawa.

“Dasar babo. Kenapa tiba-tiba kamu berpikir seperti itu?” Kata Siwon sambil menunjuk-nunjuk keningku. Aku sangat senagn mendengar jawabannya, berarti dia memang tulus mencintaiku. Siwon mengantarku pulang, dan tak henti-hentinya dia memberiku senyuman. Senyuman yang selalu membuat aku nyaman berada disampingnya. Hari ini dia begitu banyak memberiku kebahagiaan. “Gomawoyo Siwon.” Batinku dalam hati.

“Siwon, gomawo untuk hari ini, naneun jeongmal haengbokhaeyo.’

“Ne. Ya sudah, kamu masuklah, disini dingin. Sampai bertemu besok. Annyeong!” Katanya sambil memelukku.

“Ne, jalgayo.’’ Akupun masuk kerumah, namun aku masih bisa melihat senyumannya, sebelum akhirnya dia masuk kedalam mobilnya, dan meninggalkan rumahku. Tapi entah kenapa, aku masih merasa kalau dia telah berbohong padaku mengenai perasaannya pada Tiffany.

-Siwon pov-

Setelah aku mengantar Sooyoung pulang, aku tidak ingin langsung pulang kerumah. Aku ingin jalan-jalan dulu untuk menenangkan pikiranku, karena hari ini cukup membuatku stress. Memang perasaanku sungguh lega, karena sekarang aku dan Sooyoung tak perlu kencan secara diam-diam lagi. Tapi kenapa yang sekarang aku pikirkan adalah Tiffany, bukan yeojachinguku. Kepana perasaan ini muncul lagi, setelah aku sudah berusaha untuk melupakannya. “Tiffany, benarkah kau menyukaiku? Kenapa kamu harus pergi meninggalkan aku? Aku benar-benar sangat merindukanmu saat ini.” Keluhku dalam hati.

Aku benar-benar sangat stress saat ini. Haruskah aku minum alkohol? Tapi aku sudah janji pada Sooyoung untuk tidak sering minum alkohol. Sungguh hatiku sangat bimbang saat ini. Kenapa harus ada 2 wanita didalam hatiku? Siapakah yang harus aku pilih? Sooyoung, yeojachinguku, ataukah Tiffayny, cinta pertamaku? Sungguh hatiku sangat bimbang.

Aku terus menjalankan mobilku, entah kemana mobil ini membawaku pergi. Akhirnya aku sampai ditempat hiburan. Aku sangan bingung, mengapa hatiku memintaku untuk kesini, tempat yang kurang aku sukai. Dan lagi-lagi, pikiranku berisi tentang Tiffany dan tiba-tiba aku teringat saat bersamanya dulu, ketika teman-temanku meninggalkanku dengannya disini.

*Flashback*

Teman-temanku meninggalkanku dengan Tiffany. Ah! Jinjja, mereka semua benar-benar sangat iseng. Aku melihat spertinya Tiffany sangat bahagia bisa berada disini. Aku sangat senang melihat dia tersenyum seperti ini. Aku sangat menyukainya. Sudah sejak lama aku menyukainya, sejak pertama kali aku bertemu dengannya. “Tiffany, apakah kau juga menyukaimu? Seperti aku menyukaimu?” Tanyaku dalam hati. Kami saling terdiam, aku sangat bingung harus bicara apa. Tiffany terlihat sangat kagum dengan tempat ini.

“Sepertinya kamu sangat bahagia berada ditempat ini?” Tanyaku untuk memulai pembicaran, karena sejak tadi,  aku an Tiffany tak ada satupun yang bicara. Benar-benar suasana yang sangat canggung.

“Kurang begitu.”

“Tapi aku sangat menyukainya.”

“Waeyo?”

“Saat aku kecil appaku sering mengajak aku kesini. Tapi sejak aku beranjak dewasa appa tidak pernah mengajakku kesini lagi, karena dia semakin sibuk dengan pekerjaannya. Dan sejak saat itu aku belum pernah kesini lagi, dan baru sekarang aku kesini lagi.”

“Oh! Memang sudah berapa lama kamu tidak kesini?”

“Sejak umurku 7 tahun dan sekarang umurku 16 tahun, yah kira-kira sudah 9 tahun aku tidak kesini. Ah! Aku sangat merindukan tempat ini. Banyak sekali kenangan indah saat appa masih sering mengajakku kesini.”

“Jeongmalyo?”

“Hm.”

“Mengapa tidak mengajak kakakmu saja, atau pergi bersama temanmu kesini? Aku rasa kamu punya banyak teman untuk diajak kesini.” Tanyaku penasaran, namun dia hanya tertawa mendegar pertanyaanku.

“Kenapa tertawa?”

“Aniyo. Hanya saja, pertanyaanmu itu sedikit lucu bagiku.” Jawabnya masih sambil tertawa, tapi entah kenapa aku sangat bahagia bersama dengannya seperti ini, dan suasana tidak canggung lagi.

“Maksudmu?”

“Kau pikir aku tidak punya teman?”

“Oh! Aniyo, aku tidak berpikir seperti itu.”

“Ara. Kakakku tidak suka tempat seperti ini, dia lebih suka tempat-tempat seperti mall dan cafe, yah pokoknya tempat anak-anak muda suka berkumpul. Sedangkan teman-temanku, menganggap in tempat anak-anak kecil berkumpul, makanya mereka tidak mau.”

“Bukankah memang seperti itu?”

“Memang sih, tapi bagiku tidak. Aku sangat nyaman berada disini. Anak-anak kecil bisa bermain dengan bahagia dan aku senang melihatnya, seperti aku dulu.” Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya.

“Mengapa kamu tersenyum? Apakah ada yang lucu?”

“Ani.” Kamipun terdiam satu sama lain lagi.

“Aku ingin sekali suatu hari nanti, bisa pergi kesini dengan kekasihku. Jadi aku tidak perlu sendirian kesini lagi. Dan memainkan semua permainan yang ada disini.”

“Jeongmalyo?”

“Hm. Lihat, banyak namja atau yeoja yang mengajak pasangannya kesini. Pasti itu akan sangat menyenangkan, ya kan?”

“Ne.” Jawabku sambil tersenyum.

“Tiffany, apakah benar kalau kamu menyukaiku?” Tanyaku tiba-tiba karena aku penasaran, teman-temanku sering bilang kalau Tiffany menyukaiku. Jika hal itu benar, aku sangat bahagia karena berarti cintaku tidak bertepuk sebelah tangan.

“Aniyo. Jangan pedulikan perkataan mereka. Merekakan sangat suka bercanda.”

“Oh!” Kataku dengan sedikit kurang bersemangat, tapi aku juga tidak boleh memaksanya untuk menyukaiku juga. Tapi bisa bersama dengannya seperti ini, itu sudah cukup untukku. Dan tak lama kemudian, akhirnya teman-temanku  kembali, dan meninggalkanku dengan Tiffany. Aku sangat berterima kasih pada mereka, karena sudah membuatku sedikit mengerti apa yang Tiffany suka.

*Flashback end*

Aku sangat bahagia saat itu, andai waktu dapat diulang, aku ingin kembali kesaat Tiffany akan pergi dan menghentikan kepergiannya. Dan sekarang aku seperti melihat Tiffany ada disini. Mungkin itu hanya khayalanku karena aku sangat merindukannya.

-Tiffany pov_

“Wah eonni, ini sangat indah sekali. Tapi eonni bukankah kalau aku sedang dihukum untuk tidak pergi keluar rumah? Tapi kenapa eonni malah mengajakku kesini?”

“Oh itu! Soalnya kamu sudah lama tidak kesini, kamu psti sangat merindukan tempat ini.”

“Jeongmal gomawo eonni.’

“Ne, tapi jangan bilang sama eomma dan appa, kalau tidak eonni akan dimarahi nanti. Dan ini hanya sekali saja, tapu untuk seterusnya, kamu harus menjalani hukumanmu dulu. Araso?” Kata Victorya eonni sambil menutup mulutku dengan jari telunjuknya.

“Ne eonni, araso. Gomawo.” Jawabku sambil tersenyum, karena aku sangat bahagia bisa berada disini. Aku jadi ingat saat terakhir kali aku kesini dengan Siwon. Ah! Aku sangat merindukannya.”

“Tuhamn, seandainya Siwon memang ada disini, aku mohon pertemukanlah aku dengannya saat ini juga, karena aku  benar-benar sangat merindukannya.” Batinku dalam hati.

-TBC-

mianhae,  kalau summarynya waktu itu pada ga ngerti

tapi semoga kalian bisa mengerti jalan ceritanya

semoga kalian bisa dapet feel cerita ini

Gomawo

Annyeonghi gyeseyo

24 responses

  1. Kyuhyun knapa tuh,kok tiba-” berubah? ? Cemburukah? ?

    Hahahaha
    Siwon oppa jngan brani” nyakitin Soo onni ok?*ngancem
    next part nya kngan lama” ya,penasaran. . .

  2. Kyuhyun suka ama Sooyoung ? Cie haha. Udah kyu kamu sabar ya hehe

    Siwon maruk haha #plak
    terus masa entar aku nebak kalau donghae sama tiff ada apa apa haha.

    kemajuanmu pesat mel. Hehe. Terus perbaiki ya.

    • kita liat ja nanti kelanjutannya, saat ini saya sedang memikirkan cerita lanjutan “what should i do” dulu, SooWon couple yg True Love part 2, 2 FF yg sedang kurencanakan, baru FF ni, mian klo nanti agak kelamaan. ok

  3. annyeong~
    seru ceritanya…
    cepetan ya part selanjutnya🙂
    uda gk sabar nie nunggunya..
    oya semoga endingnya sooyoung eonni sama siwon oppa bersatu ya❤
    terus tiffani eonni sama donghae oppa aja😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s