Last Letter

Title            : Last Letter

Type            : Oneshoot

Rating         : PG-16

Main Cast   : Cho Kyuhyun – Choi Sooyoung

Other Cast : Find by Yourself

Genre          : Sad, Romance

Author        : Park Young Hee (@annisasiwon)

 

Annyeonghaseo readers

author lagi rajin bikin FF nih

*ga penting

kali ini author kembali dengan pairing yang baru pertama kali author bikin, yaitu KyuYoung couple. hehehehe. semoga kalian suka.

Happy reading!!!!!

***

-Sooyoung pov-

Disuatu siang di SM Town School, aku sedang bercengkrama denagn temanku, Tiffany. Siang ini cuaca begitu terik, panasnya yang menyengat, hingga membuat keringatku tak henti-hentinya mengeluarkan keringat. Hal ini adalah hal yang wajar, karena sekarang adalah musim panas. Sangat aneh jika ada orang yang kedinginan saat musim panas kecuali dia sedang sakit.

“Eh, bosan ya. Cuaca panas, sehingga hari ini guru tidak ada yang mengajar dikelas kita, tapi dikelas lain justru belajar. Memangnya kemana ya Joong seonsangnim?” Tanya Tiffany begitu herannya.

“Aku juga tidak tahu kemana joong seonsangnim. Mungkin dia sedang sakit, makanya dia tidak mengajar. Tapi menurutku enakan tidak belajar. Jadi disini kita bisa main-main saja sepuasnya. Kan kejadian seperti ini jarang sekali terjadi, alias langka.” Jawabku sambil tersenyum. Sebenarnya aku juga heran dari pagi sampai sekarang tak ada satu gurupun yang masuk kekelas, benar-benar suatu kejadian yang cukup langka selama aku sekolah disini.

“Iya. Enak sih enak, tapikan kalau sampai seharian seperti ini tidak enak juga. Kesekolah hanya main-main saja. Lebih baik kalau seperti ini, kita diliburkan saja. Daripada kita masuk, tapi tidak belajar percuma juga kan. Sama saja kita membaung waktu kita. Nah, kalau dirumahkan enak, kalau tidak ada kerjaan paling, kalau tidak nonton tv, baca novel, nulis cerita, tidur deh.” Jawab Tiffany denagn memasang wajah yang sedikit cemberut. Maklum saja, dia itu bukan tipe orang yang suka membuang-buang waktu, bilapun ia membuang-buang waktunya dengan tidur, itu karena beberapa hari sebelumnya ia tidak bisa tidur karena ia harus menulis cerita disebuah majalah sekolah, sehingga tidurnya kadang larut malam.

“Iya sih benar juga, tapi kalau tidur mulu dirumah sih, sama saja seperti kudanil.” Kataku sambil meledeki perkataan Tiffany sambil tertawa.

“Maksudmu?” Tanya Tiffany bingung.

“Iya seperti kudanil. Kan kalau kita libur hanya dirumah, berartikan kerjaanya hanya makan sama tidur. Yah itukan sama saja seperti kudanil, habis makan tidur deh.” kataku masih sambil tertawa.

“Ih! Maksud kamu aku kudanil?” Tanya Tiffany sedikit kesal.

“Mungkin kali.” Kataku. Aku sangat senang sekali menggoda Tiffany, terkadang ekspresi wajahnya saat aku menggodanya karena rawut wajahnya saat aku menggodanya selalu membuat aku tertawa dan ingin terus menggodanya. Dia benar-benar seorang teman yang sangat menyenangkan, dan aku sangat beruntung sekali bisa memiliki teman seperti dia.

“Ih! Kamu nyebelin, dasar kerjaannya menggoda aku terus. Tapi kyuhyun kemana? Kok dari tadi aku tidak melihat batang hidungnya. Dia masuk sekolah kan?” Tanya Tiffany sambil melihat-lihat kesekitar lingkungan sekolah.

“Pastinya, dia masuk terus kok. Dia lagi sibuk di OSIS, dan lagipula dia tidak usah dicari nanti juga ada sendiri.” Jawabku sambil tersenyum. Tapi didalam hati aku sedikit cemas, sama seperti Tiffany, aku juga bingung karena daritadi tidak melihatnya. Akhir-akhir ini dia juga tidak menghubungiku. Apakah benar dia sedang sibuk atau ada hal buruk yang terjadi padanya? Aku sungguh bingung, aku bertanya-tanya didalam hati apa yang terjadi sebenarnya. Tapi, tak lama kemudian Kyuhyun muncul, hatiku sangat lega karena ternyata Kyuhyun baik-baik saja. Aku benar-benar sangat bahagia.

“Nah, itu dia Kyuhyun.” Kataku sambil melihat kearah Kyuhyun.

“Oh iya benar. Ya sudah aku pergi dulu ya. Karena aku tak mau jadi orang bodoh karena aku pasti akan didiamkan oleh kalian berdua.” Kata Tiffany sambil pergi meninggalkan aku.

-Kyuhyun pov-

“Sooyung-a!” Sapaku sambil mengusap-usap rambut Sooyoung.

“Ih, mulai deh isengnya. Daritadi kemana saja, kok baru kelihatan? Terus dari kemarin kemana saja, tidak menghubungiku sama sekali? Akukan jadi khawatir.” Tanya Sooyoung sambil sedikit cemberut.

“Yah, maklum sajalah, akukan ketua OSIS. Jadi sibuk, apalagi sekarang ini. Tadi saja aku habis rapat untuk acara pensi.” Kataku sambil tersenyum dengan gayaku yang khas, samnil mencubit pipinya. Aku sangat suka mencubit pipi Sooyoung ketika ia sedang marah, untuk meredakan amarahnya karena setelah mencubit pipinya, dia langsung tersenyum lagi.

“Oh iya, rencananya aku mau kasih kamu sebuah kejutan spesial diacara pensi nanti.” Tambahku lagi.

“Mau kasih apa? kasih tahu!” Tanya Sooyoung penasaran. Melihat wajahnya seperti itu, aku sangat tidak tega melihatnya. Namun aku harus tetap tutup mulut, supaya aku bisa memberikannya kejutan spesial.

“Mau tahu saja. Kan namanya kejutan. Kalau aku kasih tahu sekarang bukan kejutan lagi namanya.” Kataku sambil membelai pipi Sooyoung.

“Oh!” Jawab Sooyoung sambil tersenyum manis.

“Sooyoung-a, maaf ya nanti aku tidak bisa mengantar kamu pulang.” Kataku.

“Waeyo?” Tanya Sooyoug heran.

“Karena nanti aku mau rapat lagi mengenai masalah pensi. Dan sepertinya aku pulangnya sore, kan kasihan kamu, kalau menunggu aku terlalu lama. Maaf ya, aku juga sebenarnya tidak mau, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai ketua OSIS.” Jawabku sambil menggenggam tangan Sooyoung sambil menatap matanya.

“Oh! ya sudah kalau memang begitu. Tidak apa-apa kok, aku tidak akan marah kalau alasannya memang seperti itu. Kalau aku jadi kamu, aku pasti akan melakukan hal yang sama. Kalau begitu aku pulang bareng Tiffany saja. Tapi kamu juga jangan hanya karena ini kmu kelelahan,terus jadi sakit.” Jawab Sooyoung dengan lembut, dia benar-benar kekasihku yang sangat pengertian.

“Iya, makasih ya.” Jawabku sambil tersenyum.

Sesungguhnya aku telah berbohong kepada Sooyoung, sebenarnya setelah pulang sekolah nanti aku akan pergi menemui dokter Siwon untuk menanyakan masalah penyakit yang aku derita. Selama ini aku telah terkena kanker otak stadium 4, dan donter mengatakan hanya tinggal menunggu waktu kapan hidupku akan berakhir. Aku sengaja tidak memberi tahu Sooyoung karena aku tidak ingin membuatnya khawatir.

Bel sekolah berbunyi, namun sebelum aku pergi menemui dokter Siwon aku pergi rapat OSIS terlebih dahulu. Sesampainya dirumah sakit, aku langsung pergi menemui dokter Siwon diruangannya, karena sebelumnya aku telah membuat janji dengannya. Diapun mempersilahkan masuk dan duduk, tanpa baa basi lagi aku menanyakan tentang penyakitku.

“Dokter bagaimana dengan keadaan penyakit saya?” Tanyaku dengan penuh harap jika penyakitku semakin membaik. Namun dokter Siwon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat hasil dari laporan kesehatanku.

“Penyakit kamu ini semakin parah, obat-obatan yang selama ini saya berikan, ternyata hanya bisa memperlambat penyebaran virusnya. Dan seperti yang sebelumnya saya katakan, hidup kamu hanya tinggal menunggu hari.” Jawab dokter Siwon dengan ekspresi wajah dan nada suaranya yang serius.

“Memangnya berapa sisa umur saya dokter?” Tanyaku penasaran.

“Saya tidak tahu pasti, tapi yang jelas sudah bisa dihitung mulai dari sekarang.” Jawab dokter Siwon sambil menghela napas.

“Dokter, saya ingin menanyakan satu pertanyaan lagi.” Kataku.

“Ya boleh, silahkan. Jawab dokter Siwon.

“Minggu depan saya ada acara pensi disekolah. Apakah saya bisa menghadiri acara itu? Diacara itu saya ingin memberikan kekasih saya sebuah kejutan spesial diacara itu karena saya sudah berjanji padanya.” Tanyaku kepada dokter Siwon.

“Saya tahu acara itu sangat penting bagimu, tapi saya terpaksa mengecewakanmu dan kekasihmu, dengan erat hati saya mengatakan kalau kamu tidak bisa, atau bahkan tidak akan menghadiri acara itu. Saya harap kamu bisa memaklumi penyakitmu ini.” Jawab dokter Siwon.

“Benarkah dokter? Benarkah saya tidak bisa menghadiri acara pensi itu untuk memberikan kekasih saya kejutan spesial? Lalu saya harus bagaimana memberikannnya kebahagiaan disisa hidup saya ini??” Tanyaku dengan begitu kecewanya. Ku benar-benar sangat kecewa mendengar perkataan dari dokter Siwon.

“Mungkin saya tidak bisa membantumu banyak, tapi saya mempunyai saran untukmu.” Kata dokter Siwon yang membuatku langsung bereaksi.

“Apa itu dokter?” Tanyaku dengan penuh semangat.

“Pilih salah satu dari harimu untuknya. Jadikan hari itu hari spesial untuknya. Buat dia bahagia selama satu hari itu. Dengan itu mungkin bisa mengurangi rasa bersalahmu padanya. Terserah mau bagaimana kamu melakukannya.” Kata dokter Siwon mencoba untuk memecahkan masalahku ini.

“Terima kasih dokter, saya akan pikirkan saran dokter.” Kataku sambil meninggalkan ruangan dokter siwon.

Aku pergi keluar, aku tidak ingin langsung pulang kerumah. Aku pergi kesebuah mall, sambil memikirkan saran dari dokter Siwon. Aku ingin membeli sebuah boneka teddy bear kesukaan Sooyoung. Setelah sempat lama berkeliling, akhirnya aku bisa mendapatkan sebuah boneka teddy bear yang besar untuknya, kemudian akupun pulang kerumah.

Sesampainya dirumah, aku merasakan hal yang aneh terhadap tubuhku, kepalaku terasa sangat sakit. Tuhan komohon berikan aku kekuatan, batinku berkata seperti itu. Aku langsung menuju kekamarku, sesegera mungkin aku menulis surat terakhirku untuk Sooyoung, mungkin ini hari terakhirku melihat wajah manisnya, wajah kekasihku yang sangat kucintai dan kusayangi.

Dengan tanganku yang bergetar, kutetap mencoba untuk menulis surat, meskipun tulisanku sudah tidak benar, tetapi tetap bisa terbaca. Akhirnya surat inipun selesai aku buat. aku mencoba untuk bangun, tetapi akhirnya aku terjatuh. Kangin, sepupuku masuk kekamarku setelah mendengar suara aneh dari kamarku.

“Kyuhyun, kamu kenapa?” Tanya Kangin panik, ketika melihatku berada dilantai.

“Kangin aku rasa ini adalah terakhir kalinya kta berbicara seperti ini.” Kataku dengan suara yang terbata-bata.

“Kamu ini bicara apa? Jangan bicara seperti itu lagi.” Tanya Kangin sambil mulai menitikkan air mata.

“Ayo kita kerumah sakit!” Kata Kangin sambil membentakku karena aku berkata seperti itu.

“Kangin, aku sudah tidak sanggup lagi, aku ingin istirahat, aku sudah sangat lelah menahan semua penyakitku ini.” Kataku sambil menitikkan air mata.

“Kangin, maafkan aku. Maafkan semua kesalahanku.Biarkan aku pergi.” Kataku.

“Iya tentu, aku tak pernah marah denganmu.” Jawab Kangin sambil mengeluarkan air matanya yang sejak tadi dia tahan.

“Kangin, bolehkah aku meminta satu permintaan terakhir padamu?” Tanyaku kepada Kangin.

“Geurom, apa itu?” Jawab Kangin.

“Tolong berikan surat ini pada Sooyoung dan juga tolong berikan boneka teddy bear ini padanya.” Kataku dengan suaraku yang mulai tak bisa bicara sambil memberikan boneka dan surat yang kutulis untuk Sooyoung. Sambil menangis Kangin memberikannya.

“Akhir-akhir ini aku sengaja untuk tidak terlalu memperdulikannya supaya dia tidak terlalu sedih ketika aku pergi nanti. Selama ini aku sengaja tidak memberi tahunya jika aku sakit karena aku tak ingin membuatnya khawatir dan merasa kasihan padaku. Aku tak ingin dikasihani oleh orang hanya karena aku sakit.” Jawabku dengan terbata-bata.

“Kangin, bolehkah aku meminta satu permintaan lagi?” Tanyaku.

“Ne, apakah itu?” Jawab Kangin sambil terisak-isak.

“Bilang kesemua keluarga kita, kalau aku sangat menyayangi mereka. Aku berharap kalian semua bisa hidup bahagia. Maaf kalauselama ini sikap dan perkataanku sering menyakiti kalian. Sekali lagi aku mengatakan kalau aku sangat sayang pada kalian semua.” Kataku mulai lelah bicara dan ingin segera istirahat.

-Kangin pov-

“Ya Kyuhyun, aku juga sangat menyayangimu sepupuku, meskipun terkadang kamu membuatku kesal, tapi aku tak pernah dendam padamu. Baiklah kyuhyun, jika kamu sudah lelah, kamu boleh tidur sekarang. Istirahatlah dengan tenang, jangan pikirkan kami. Aku akan sampaikan pesanmu pada Sooyoung. Akan aku jaga dia untukmu, sampai dia bisa melepaskan kepergianmu dan mendapatkan penggantimu.” Kataku sambil memegang erat tangan Kyuhyun, karena mungkin ini pertama kalinya aku bisa menggenggam erat tangan sepupuku yang sangat dekat denganku ini.

“Kangin, selamat tinggal.” Kata Kyuhyun, kemudian dia menutup matanya.

Aku tak kuasa menahan tangisku. Seluruh keluarga yang mendengar suaraku langsung masuk kekamar Kyuhyun. Mereka juga menangis sepertiku, terutama kedua orangtuanya dan adiknya, Seohyun. Mau tidak mau, merekapun juga harus merelakan kepergian Kyuhyun. Kyuhyun, selamat tinggal. Istirahatlah dengan tenang. Kamu tetap sepupuku sampai kapanpun. Aku juga janji, akan menjaga Sooyoung untukmu, kata batinku dalam hati sambil melihat tubuh Kyuhyun yang sudah dingin dan terbujur kaku itu.

2 hari kemudian

-Sooyoung pov-

Sehari sebelum pensi, kyuhyun tidak masuk sekolah, dan juga tidak ada kabar darinya. Aku sangat mengkhawatirkannya. Tidak biasanya dia seperti ini, dia pasti bilang padaku jika ia tidak masuksekolah. Saat ini aku benar-benar mengkhawatirkannya. Tapi aku masih kesal dengan sikap Kyuhyun akhir-akhir ini padaku.

Keesokan harinya disekolah

Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu telah tiba, yaitu acara pensi sekolah. Aku sangat penasaran, kejutan apa yang akan Kyuhyun berikan kepadaku. Aku benar-benar merasa sangat deg-degan menunggu hari ini tiba. Kyuhyun benar-benar selalu membuatku penasaran. Namun tiba-tiba kalungku yang dihadiahkan Kyuhyun saat ulang tahunku yang ke-17 tahun jatuh, dan saat itu juga aku memiliki perasaan yang tidak enak tentang Kyuhyun, seakan-akan sesuatu yang buruk telah terjadi padanya.

Akupun berlari  mencari Kyuhyun, semua tempat disekolah yang biasa yang dikunjungi oleh Kyuhyun sudah kucari, namun tetap saja Kyuhyun tidak bisa aku temukan. Aku semakin khawatir khawatir, perasaanku bertambah tidak enak. Acara pensi pun dimulai. Aku masih saja mencari-cari Kyuhyun. Disetiap sudut sekolah dan lorong-lorong kelas aku mencari, dan mencari Kyuhyun, namun tetap saja tidak bisa aku temukan. Hingga acara pensi berakhir, Kyuhyun tetap saja tidak muncul. Akupun mulai kesal padanya, janjinya padaku untuk memberikanku kejutan spesial, ternyata itu semua adalah kebohongan yang dibuatnya untuk menyenangkanku. Tapi hatiku tak bisa dibohongi, kalau aku sangat mengkhawatirkannya. Akupun akhirnya pergi menemui anak-anak OSIS dan menanyakan keberadaan Kyuhyun.

“Kalian tahu Kyuhyun dimana?” Tanyaku dengan bingungnya.

“Tidak tahu. Tapi hari ini dia tidak masuk, keluarganya juga tidak bisa dihubungi.” Jawab Eunhyuk.

“Tapi Kyuhyun pernah bicara sesuatu tidak sama kamu atau sama anak-anak OSIS lain sebelumnya?” Tanyaku bertambah bingung.

“Aniyo. Tapi sepupunya bilang, kalau Kyuhyun minta acara pensi ini harus tetap berjalan lancar meskipun tanpa adanya dia.” Jawab Eunhyuk.

Jawaban Eunhyuk membuatku bertambah kesal pada Kyuhyun. Seperti dugaanku sebelumnya, kyuhyun hanya ingin mempermainkaku saja. Sejak saat itu aku tidak pernah menghubungi Kyuhyun lagi, aku benar-benar sangat marah besar padanya. Namun akhirnya aku mulai mengkhawatirkan Kyuhyun, walaupun begitu Kyuhyun masih kekasihku. Kurang lebih sudah seminggu jika dihitung dari 1 hari sebelum pensi, hingga 5 hari sesudah pensi, Kyuhyun tidak masuk sekolah tanpa adanya keterangan yang jelas. Akhirnya akupun pergi mencari Kyuhyun dirumahnya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.

Sesampainya dirumah Kyuhyun, aku terkejut dengan keadaan rumah Kyuhyun yang hanya ada pembantu dan supir keluarga Kyuhyun. Mereka hanya menyuruhku untuk pergi kekamar Kyuhyun. Akupun bertambah bingung. kemudian aku masuk kekamar Kyuhyun, aku bertambah bingung, aku tak bisa menemukan Kyuhyun, tetapi yang justru aku temukan adalah sebuah buku, dan ternyata itu adalah buku diary Kyuhyun. Akupun membacanya dan akupun terkejut ketika aku membaca salah satu isi tulisannya yang isinya, “Ya Tuhan, kenapa engkau mengirimkan aku penyakit seperti ini. Kenapa penyakit kanker ini harus tidak ada obatnya.Tuhan engkau tahu jika aku memiliki banyak sekali impian yang salah satunya adalah aku ingin menikah dengan Sooyoung, wanita yang telah menjadi kekasihku kurang lebih selama 2 tahun. Wanita yang aku cintai dan juga aku sayangi. Ya Tuhan, berikanlah aku kekuatan untuk dapat terus hidup untuk membahagiakannya hingga hari itu tiba.

Tiba-tiba muncul seseorang dari belakangku. Aku pikir itu adalah Kyuhyun, tetapi ketika aku menoleh ternyata dia bukanlah Kyuhyun yang kucari. Akupun bertambah bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun? Mengapa yang muncul bukanlah Kyuhyun, tetapi justru orang lain? Orang yang tidak kukenal dan kujumpai sebelumnya. Perasaan yang tidak enak itu muncul lagi.

“Apa kamu yang bernama Sooyoung?” Tanya orang itu.

“Iya, kamu siapa?” Jawabku dengan nada yang sedikit gemetar.

“Aku Kangin, aku sepupunya Kyuhyun.” Jawab orang itu yang ternyata namanya Kangin.

“Oh, sepupunya Kyuhyun.” Jawabku yang masih gemetar dan sekarang aku bertambah bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun? Mengapa hanya ada pembantu Kyuhyun dan sepupunya? Kemana kyuhyun sebenarnya? Mengapa ekspresi wajah Kangin begitu serius? Pertanyaan ini tak bisa hilang dari pikiranku. Sekarang aku benar-benar takut sesuatu yang buruk telah terjadi kepada Kyuhyun.

“Dimana Kyuhyun sekarang? kenapa yang muncul kamu, bukan Kyuhyun? Karena inikan kamarnya Kyuhyun, bukan kamar kamu?” Tanyaku begitu penasaran.

“Ternyata benar dugaanku, kamu kesini untuk mencari Kyuhyun.” Jawab Kangin sambil tersenyum, mungkin untuk membuatku merasa tenang karena mungkin Kangin menyadari rawut wajahku yang penuh dengan rasa bingung dan rasa cemas terhadap Kyuhyun.

“Tentu saja, siapa lagi yang aku cari selain Kyuhyun. Sudahlah jangan banyak bicara lagi, cepat katakan sekarang Kyuhyun dimana?” Tanyaku dengan begitu tidak sabaran sambil memasang wajah yang sedikit cemberut karena kesal dengan Kangin yang tidak langsung memberi tahuku dimana Kyuhyun sekarang.

“Mungkin kalau aku cerita, kamu tidak akan percaya sama aku. Kamu tentu sudah membaca buku diary milik Kyuhyun halaman demi halaman, dan disalah satu halaman itu tertulis jika Kyuhyun mengidap penyakit kanker, ya kan?” Tanya Kangin padaku sambil menunjuk kearah buku diary  Kyuhyun yang sedang aku pegang.

“Ne. Tapi apa maksud buku ini? Aku tiiidak mengerti.” Tanyaku bertambah bingung dengan perkataan Kangin itu.

“Kyuhyun sudah meninggal seminggu  yang lalu karena kanker otak yang sudah dideritanya selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini. Selama ini Kyuhyun memang sengaja tidak memberi tahumu tentang penyakitnya karena dia tidak mau membuatmu khawatir padanya. Dia sangat mencintai dan menyayangi mu hingga akhir hidupnya. Sementara rumah ini sepi karena seluruh keluarganya pindah ke New  York setelah 3 hari meninggalnya Kyuhyun, karena ayah Kyuhyun harus bekerja disana.” Jawab Kangin. Aku hanya tertawa mendengar jawaban Kangin karena aku yakin dia sedang membohongiku.

“Sudahlah jangan bercanda, itu tidak mungkin. Kyuhyun itu tidak pernah mengidap sebuah penyakit parah, apalagi kanker. Kalaupun dia sakit paling itu hanya demam ataupun flu. Itu sangat mustahil, sangat-sangat tidak mungkin. Ok, sekarang jangan bercanda lagi, cepat katakan dimana Kyuhyun sekarang?” Tanyaku kepada Kangin sambil menghentikan tawaku.

“Tapi yang kukatakan itu memang benar.” Jawab Kangin berusaha meyakinkan aku karena aku masih tak percaya dengan kata-katanya.

“Kamu bohong, kamu pasti bohong. Aku sudah bilang tadi, Kyuhyun tidak pernah mengeluh sakit kanker otak. Aku mohon janganlah berkata seperti itu lagi.” Kataku sambil mengeluarkan air mata yang sudah tak bisa kutahan lagi.

“Kyuhyun dimana kamu? Cepat keluar! Jangan berbohong! Aku tahu kamu masih hidup, kamu tidak meninggal Kyuhyun!” Teriakku mencoba memanggil Kyuhyun, tapi tak sama sekali kudengar Kyuhyun. Air mataku turun semakin deras.

“Hey Sooyoung tenanglah! Aku tahu bagaimana perasaanmu, jadi kumohon tenanglah!” kata Kangin membujukku untuk bisa tenang, air mataku tetap mengalir dengan derasnya. Aku benar-benar tak bisa menerima semua ini.

“Awalnya aku juga sama sepertimu, tidak percaya dengan ini semua, tapi mungkin ini semua bisa menjelaskan semua jalan yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk Kyuhyun. Tapi kalau kamu masih tidak percaya dengan semua perkataanku tadi, mungkin surat ini bisa menjelaskan semua yang telah terjadi.” Kata Kangin untuk menenangkanku yang sekarang sedang terduduk lemas dilantai sambil memberikan aku sebuah surat.

“Surat ini dia tulis di detik-detik kepergiannya. Oh ya satu lagi, boneka ininuntuk kamu dari Kyuhyun. Boneka dan surat ini ia titipkan kepadaku sebelum dia benae-benar pergi. Isi surat itu aku tidak tahu, jadi kamu bisa baca sendiri.” Tambah Kangin.

“Gomawo. Aku ingin baca surat ini disini, bisa kan kalau kamu tinggalkan aku sendiri disini!” Pintaku sambil menenangkan diri dan menghapus air mataku.

“Ok. Oh iya, kalau kamu butuh sesuatu panggil aku saja.” Kata Kangin sambil meninggalkan aku sendiri dikamar Kyuhyun.

Perlahan-lahan aku membuka surat dari Kyuhyun sambil memeluk erat boneka yang diberikan Kyuhyun untukku. Sambil sedikit menangis dan memeluk boneka, aku membuka surat dari Kyuhyun kemudian membacanya, ternyata isi dari surat itu adalah:

“Sooyoung-ah, annyeong! Kamu pasti baik-baik sajakan ketika sedang membaca surat ini. Aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu. Mungkin ketika kamu kamu membaca surat dariku ini, aku sudah tidak ada didunia ini lagi. Sebenarnya selama ini aku telah mengidap kanker otak kurang lebih selama 2 tahun. Dokter spesialisku mengatakan jika sisa hidupku mungkin bisa dihitung dengan jari. Selama ini aku tidak pernah berani mengatakan hal ini padamu, karena aku tidak mau kamu mengkhawatirkan aku. Kamu boleh menganggap aku ini pengecut. Tapi ini lebih baik daripada aku harus mengatakannya padamu. Mian, jika aku tidak menepati janjiku padamu. Saat itu aku berjanji akan memberikanmu sebuah kejutan spesial untukmu, tapi aku justru tidak datang karena mungkin aku sudah tidak ada didunia ini lagi. Boneka yang mungkin sedang kamu pegang saat ini adalah salah satunya. Awalnya ketika acara pensi, aku ingin bilang kekamu dihadapan semua teman-teman, guru-guru, bahkan adik-adik kelas yang hadir saat itu, sambil menyerahkan boneka, kalau aku sangat mencintai dan menyayangi kamu. Selain itu lewat surat ini aku ingin mengucapkan terima kasih kekamu karena telah membuat sisa hidupku ini sangat berwarna, penuh dengan senyuman dan kasih sayang kamu yang kamu berikan kepadaku. Sooyoung-ah, walaupun sekarang aku sudah meninggalkan kamu didunia ini untuk selama-lamanya. Tapi kamu harus tahu satu hal, yaitu aku akan tetap hidup dihati kamu, melihat kamu dari surga, mencintai, dan menyayangi kamu untuk selama-lamanya, karena bagiku kamulah cinta pertama, sekaligus cinta terakhirku. Sooyoung-ah, relakanlah kepergianku, hiduplah dengan bahagia, jangan lupa makan yang banyak, tetapkah menjadi dirimu sendiri, jangan cemaskan aku, aku akan hidup bahagia ditempatku yang baru. Mungkin dikehidupan ini kita tidak bisa bersama, tapi aku berharap kita akan hidup bersama dikehidupan berikutnya. Sooyoung-ah, sebenarnya masih banyak yang ingin aku ungkapkan kekamu, tapi aku sudah tidak sanggup lagi untuk menulisnya. Tapi aku ingin mengungkapkan kata terakhirku sebelum aku mengakhiri surat ini, “SOOYOUNG-AH, ANNYEONGHI GASEYO, BUT I LOVE YOU FOREVER MY PRINCESS.”

Aku benar-benar tak sanggup menahan air mataku, air mata ini kembali mengalir deras lagi, setelah membaca surat dari Kyuhyun.

“Kamu bodoh Kyuhyun, kalau kamu menganggap aku akan marah dan ingin mengatakan oengecut padamu. Aku justru ingin tetap berada disisimu didetik-detik terakhir hidupmu. Harusnya kamu mengatakan hal ini dari awal, aku jadi tak menganggapmu sebagai pembohong besar karena kamu tak bisa menepati janjimu padaku saat acara pensi. BUT, I LOVE YOU FOREVER TOO MY PRINCE.” Kataku sambil menangis.

Tak lama kemudian Kangin masuk kekamar Kyuhyun datang menghampiriku sambil berkata, “Mungkin kamu juga mencintai Kyuhyun selamanya, seperti cintanya padamu. Tapi aku yakin Kyuhyun tidak ingin melihatmu tetap sendiri didunia ini. Aku yakin Kyuhyun ingin kamu mencari penggantinya, walaupun itu mungkin sangat sulit untukmu. Dan melihat kamu bahagia dengan orang lain dari surga. Kyuhyun tidak akan pernah mati bagi kita semua yang mencintainya, tapi dia akan tetap hidup dihati kita semua yang mencintainya untuk selama-lamanya.”

“Ne, arayo. Kamu benar. Aku akan hidup bahagia mulai dari sekarang untuknya. Dan tak akan sedih berlarut-larut, aku akan bangkit menjadi diriku sendiri. Menjadi Choi Sooyoung yang periang.” Kataku menjawab perkataan Kangin sambil menghapus air mataku dan kembali tersenyum lagi pada Kangin, dan Kanginpun membalas senyumanku dengan senyumannya.

-THE END-

Selesai. hehehe

bagaimana ceritanya? semoga ceritanya tidak mengecewakan para readers. hehehehe.

Jangan lupa komennya ya, don’t be silent readers.

Annyeonghi gyeseyo.

17 responses

    • hahhaa, biasa ja ya sunbae. hehehe
      padahal baru ja dibilang kemajuanku pesat, eh FF selanjutnya malah aneh, mian.

      pengemasannya emang kayak gitu sunbae.

      tapi gomawo, klo FFku bsa menyentuh, walaupun FF ini aneh. eheheh

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s