Please Stay Here

Author: @Athiyaalmas atau @Shfllyy3424

Title: {Oneshoot}Please Stay Here

Cast:

  • Sandara Park 2ne1
  • Gdragon Bigbang

Other cast:

  • 2NE1 member
  • Bigbang member
  • YG member
  • Mike
  • Shin Soonmi
  • Temukan sendiri

Genre: romantic, friendship, general etc.

Rating: 13+

Ps: This is my 1st FF with YG member as the casts. Because i like this couple > < ^^

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA ALMAS!

Contact me on:

  1. fb: athiya almas
  2. twitter: @shfllyy3424
  3. wp: athiya064.wordpress.com

 

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya, DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T bash me… this is just my imagination.

Happy reading ♥

 

            ‘Watashi wa annata o ushinatta…’ (I lost you)

Tess!

Setetes embun mengalir dari sebuah daun dan jatuh ke sebuah kolam. Kemudian lenyap dan bergabung bersama air lain di kolam itu. Sebuah kincir kecil berputar dan mengeluarkan suara indah percikan air dari mesin yang menggerakkannya.

‘This summer is warm, and it reminds me of you..’

Sesekali ikan-ikan di kolam kecil itu menyeruak dari air yang bening. Seakan bisa merasakan musim panas yang tak sepanas biasanya. Menelusuri bibir kolam yang pernah merekam sebuah memori indah meskipun hanya sebentar.

‘Kajima! Jebal kajimara~’

Tidak bisa ini bukan sebuah perjalanan waktu bahkan perjalanan jiwa yang bisa diatur. Ini bukan lorong waktu ini kenyataan, bahagia tapi juga menyakitkan. Seakan tiap perasaan itu membentuk sisi yang saling berhimpitan.

***

            “Ireona~” dengkur halus yang tercipta itu terhenti, seseorang menggeliatkan badannya kemudian mengucek matanya. “See, untung saja kau belum terlilit ilalang.” Orang tadi hanya mendengus mendengar candaan yang tidak lucu itu.

“Bersihkan bajumu, terlalu banyak rumput!” kembali orang itu terdiam dan dengan cepat menggosok punggungnya. “Sudahlah, aku tau disini kau bisa merasa tenang tetapi kau juga harus tau hidup harus tetap move on! Atau kau suatu saat nanti tidak bisa merasa..”

“Kebahagiaan yang harus aku dapatkan? Taeyang shut up! Aku sudah mendengarnya ribuan kali darimu dan aku tau apa yang harus aku lakukan. Kau bisa diam dan meninggalkanku sekarang, aku harus pergi ke..”

“Aku tau kemana kau akan pergi, karena selama 3 bulan ini baik free atau tidak kau selalu kesana. Ya baiklah silahkan, asal kau jangan tinggal di sampingnya saja. Bigbang masih butuh Kwon Leader, setidaknya jika kau tidak ingin aku menggantikanmu.”

namja bermarga Kwon itu menaikkan satu alisnya kesal. “Okay just kidding.” Jawab Taeyang kemudian Taeyang melihat namja sahabatnya itu berlari meninggalkannya.

Gdragon pov

“Hai.. bagaimana kabarmu? Aku rasa kau baik-baik saja. Sebelum aku kesini yang datang di mimpiku adalah wajahmu yang dipenuhi kegembiraan.” Ucapku sambil menata ke dedaunan yang tertiup angin. “Atau mungkin itu hanya anggapanku saja, apa kau tidak bahagia? Katakan padaku aku akan menyusulmu kemari setiap waktu.”

NAN JEONGMAL BOGOSHIPPOYO!!! DO YOU HEAR ME?? I MISS YOU! I miss you Sandara Park..” setelah berteriak aku memelankan suaraku.

“Iya aku tidak mampu lagi menahannya, aku tidak mampu melihat tidak ada kau dimanapun aku mencari selain disini. Aku benci kenyataan nyatanya ada yeoja yang menggantikanmu! Aku tidak bisa menerima semuanya, jangan hanya diam! Jawab kau harus menjawabku!” seperti orang gila akuberteriak kemudian berlutut. “Jebal..

“Jiyong-ah berhenti~” aku menatapnya, mendapat kelegaan yang tidak seharusnya kudapatkan. “Come here..” aku berjalan mendekat dan mendekap tubuhnya, hangat. Sehangat dulu, tubuh mungilnya terasa begitu pas berada dalam dekapan lenganku.

“Diamlah, akan kutunjukkan kau sesuatu. Dan maafkan aku tentang kejadian sebelum aku pergi.” Aku hanya mengangguk. “Melihatmu kembali seperti dulu aku sudah merasa sangat bahagia.” Jawabku sambil tersenyum, senyum pertama setelah 3 bulan ini.

“Dara-ya, mianhae aku sudah mengambil 2 hal yang berharga darimu.” Sesalku sambil menyandarkan kepalaku di bahunya dan membelai rambut pirang kecoklatannya. “Ssst, sudahlah aku tidak ingin kau mengungkit itu, aku bahagia memberikannya padamu.” Ucapnya sambil menarik kepalaku menjauh dan menempelkan telunjuknya ke bibirku.

“Baik, ayo kita lihat apa yang akan kau tunjukkan.” Kataku, kemudian mengajaknya duduk dan membiarkan ia menyandar padaku. “Tutup matamu dulu.” Aku menurutinya dan saat aku membuka mata..

 

***

            “Yak Jiyong-ah, wae geurae? Oiya walau bagaimanapun panggil aku noona aku lebih tua 4 tahun jangan seenaknya panggil Sandara!”

Aku hanya terpaku, aku kembali! Aku kembali, aku tidak lagi tersesat dengan berbagai hal itu. Aku menemukannya. “Jiyong..”

“Ya Dara?” Sandara Park sekarang berada di hadapanku. Ia begitu cantik kemudian mengerucutkan bibirnya membentuk huruf ‘o’. “Aku lebih tua darimu.”

“Anggap saja American style hahaha. Aku bahagia melihatmu lagi, benar-benar bahagia. Dara, maukah kau menemuiku di taman setelah ini?” ia mengangguk cepat dan aku bahagia sekali mendengarnya.

 

Sebuket bunga mawar putih berada dalam genggaman tanganku. Aku berada di sebuah taman yang ku desain sendiri, dan bisa dibilang ini adalah grand opening dimana Dara adalah orang pertama yang melihat taman ini. Kulihat ia berlari dari YG building dan menatap kearahku.

 

‘Kwon Jiyong, katakan saja sesuai hatimu. Dara aku mencintaimu, maukah kau bersamaku? Itu saja tidak susah kan? Fighting man..’ ucapku dalam hati.

“Hey..” sapanya dari seberang, aku masih menggenggam bunga itu. Sampai semuanya terjadi begitu cepat, bahkan terlalu cepat.

“Sandara..” gumamku. Tidak, aku akan melihatnya seperti yang lalu itu. Sampai aku tersadar sebuah mobil box berwarna merah melaju cepat dan menghempaskan tubuhnya sampai beberapa meter. “DARA AWAS!!”

Terlambat, aku melihat bunyi yang sangat keras. Aku juga mendengar pecahan kaca mobil itu dengan sangat nyaring. Tidak, tidak tidak itu bukan dia.

Tapi aku berlari dengan cepat mendatangi Dara yang sudah bersimbah penuh darah. Karena ini di belakang YG build hanya ada sedikit orang. Kutarik tubuhnya perlahan dari kolong mobil, kusanggah wajahnya dengan lenganku.

“AAA!” erangnya kesakitan. Hampir semua bagian di tubuhnya mengucurkan darah. Saat kulihat mobil box itu ternyata kosong. Damn! Umpatku. “Dara are you okay? Seungri panggilkan ambulance sekarang aku mohon! Kau tau kan taman yg kukatakan itu, ya aku disini. Cepat!” aku menelpon nomor terakhir yang kuhubungi dan itu Seungri.

Appo.. aku tidak bisa menahannya.. appo appo.” Gumamnya pelan lalu tak sadarkan diri. “Dara!!!” teriakku. 3 menit kemudian ambulance datang dan menggotong Dara.

@hospital

“Tenanglah.” Suara barithon bass itu menyadarkanku. “Tidak bisa Seunghyun hyung sepertinya ini karena aku.” Ucapku menyesal. “Sudahlah hyung, kita doakan saja noona selamat.” Aku hanya menatap Daesung lelah. Aku sudah berdoa dari tadi.

Cklek!

Aku dan yang lain serentak berdiri menatap seorang dokter tua dengan jas putih beserta stetoskop nya itu. “Bagaimana keadaannya dok?”

“Secara umum dia baik-baik saja dan mulai pulih tapi dia akan kehilangan kemampuan untuk memandang seperti kita.” Ucap dokter itu tenang. “Maksud anda.. buta?” tanyaku tercekat.

“Terlalu banyak kaca mobil yang menusuk retina kedua matanya. Sehingga tadi kami membersihkannya dengan susah. Kurasa matanya juga mengalami kerusakan pada syaraf. Hanya ada satu jalan, transpaltasi mata. Kami sudah membuka perban di matanya. Baiklah, kita berdoa semoga ia baik-baik saja. Saya duluan.”

Aku tertunduk di depan pintu. Meremas rambutku sendiri meskipun rasanya ngilu kubiarkan saja. Kenapa semua ini harus terjadi?

‘oh my girl i cry cry, you’re my all say goodbye bye. Oh my love don’t lie lie, you’re my heart say goodbye.’

“Ini belum akhir, ayo kita masuk. Aku barusan melihat ia tersadar.” Ucap Taeyang. Aku mengangguk dan menahan air mataku kemudian masuk.

“GD? Apa itu kau?” tanyanya sambil menengadah keatas. Tatapannya kosong. “Hmm, ini aku. Bagaimana kabarmu?” jawabku mencoba ceria. “Kurang baik, rasanya begitu perih dan satu lagi gelap. Ini belum malam kan?”

“I~ya..” jawabku ragu dan seadanya. “Nyalakan lampunya dong.” Pintanya sambil tersenyum. “Ini sudah nyala noona.” Ceplos Seungri aku menatapnya tajam. Ia buru-buru menutup mulutnya. “Belum nyala, dokter ingin kau beristirahat dulu Dara.” Ucapku bohong. Tapi Dara langsung bangkit dari ranjangnya, aku menahannya berdiri.

Jebal katakan! Apa aku tidak bisa melihat? Katakan! Katakan semuanya! Apa aku buta? Apa aku BUTA SEKARANG?” teriaknya seakan bisa menyadari semuanya. “Ne.” Jawabku lirih berharap ia tak mendengarnya. “Ini tidak mungkin, aku tidak mungkin buta.. tidak!!”

Aku merengkuh tubuhnya, ia meronta tapi aku tetap memeluknya erat. “Jeongmal mianhae, mianhae, mianhae i’m sorry. Aku tidak bermaksud melakukan semua ini.” Ucapku berulang-ulang. “Ini salahku.” Putusku pada diri sendiri.

‘I’m so sorry but i love you..’

“Ini bukan salahmu GD, aku akan baik-baik saja. Ya.. aku akan baik-baik saja.” Ucapnya lirih seakan berkata pada dirinya sendiri. Aku hanya menghela nafas. “Mianhae, aku akan terus berada disini selama aku punya waktu.”

Gumawo Jiyong-ah, kemarin aku melihat kau membawa mawar putih. Dimana mawar itu? Sejujurnya kau dan mawar itu adalah hal yang terakhir kali kulihat.” Hampir saja aku meneteskan air mata lagi. “Mawar itu kutinggalkan disana karena berlumuran darah, maaf.” Ia hanya tersenyum. “Tidak apa-apa.”

***

            “YG appa, neol michyeosso?? Andwaeyo aku menolak siapa yang sependapat denganku?” aku mengangkat tangan, perlahan kulihat Bom noona CL dan Minzy juga mengangkat tangannya. Kemudian diikuti member Bigbang lain dan se7en hyung.

“Aku tidak meminta vote, aku hanya mengabarkan jadi kurasa mau atau tidak ia tetap akan menggantikan posisi Dara di 2ne1, dia cukup cantik juga.” Terang YG appa, baiklah aku memang mengidolakannya. Tapi untuk urusan ini aku tidak bisa menerimanya.

Brakk!

“Jiyong-ah!!” teriak Seunghyun hyung tapi aku mengabaikannya. Aku berlari keluar dan memacu mobilku dengan kecepata tinggi. Kemana lagi kalau bukan kerumah sakit.

Gdragon pov end

Dara pov

Kudengar suara seseorang masuk. Aku bangkit rasanya begitu nyeri dan satu lagi aku harus membiasakan diri hidup tanpa cahaya. “Hey.” Aku mengenal suara itu, suaranya halus dan terdengar imut sekali untuk pria. “Jiyong?” kudengar langkahnya mendekat. “Yeah ini aku Dara, aku merindukanmu.” Katanya hatiku memanas mendengarnya.

“Merindukanku? Kau seperti tidak bertemu denganku beberapa waktu saja. Kemarin kau habis dari sini kan?”kataku, GD hanya bergumam tidak jelas. “Jiyong-ah wae geurae? Bagaimana fans? Menanyakanku? Kenapa member 2ne1 lain belum kemari? Aku ingin bertemu mereka.” Ucapku lagi.

“Mereka akan kemari nanti sore, mereka sedang berbicara dengan YG appa.” Ucapnya aku hanya mengangguk biasa. Tiba-tiba aku merasa ia mendekapku. “Ji..Jiyong?” tanyaku kaget.

“Aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu. Tak akan kubiarkan apapun menyakitimu dan mengambilmu dariku. Aku mencintaimu selamanya, maukah kau menerimaku?” Mendengar ketulusannya aku menitikkan air mataku. “Jeongmalyo?” tanyaku memastikan.

“Tentu saja, aku tidak pernah ragu pada perasaan ini. Aku menerimamu dari semua sisi, baik baik ataupun buruk. Kumohon Dara? Aku mencintaimu dan membutuhkanmu.” aku hanya mengangguk mengiyakan, aku tidak bisa melihat wajah GD tapi aku merasakan debaran jantungnya yang kencang ketika ia memelukku.

‘I love you, i need you girl..’

“Aku juga mencintaimu.” Jawabku. “Terima kasih telah mencintaiku.” Kemudian ia duduk di ranjangku membelai-belai halus rambutku. Sesekali memberikan candaan yang membuatku tersenyum. Tuhan terima kasih telah memberikanku waktu yang seperti ini, waktu ini sangat indah. Pikirku senang.

Dara pov end

***

            2 hari setelah hari dimana YG memutuskan untuk mengganti Dara, semua member YG menatap heran. “Annyeonghasseyo sunbaenim, bangapseumnida.” Yang lain hanya menatap agak sinis, mereka yakin yang di hadapan mereka adalah orang dengan style yang meniru Dara alias copycated.

“Emm, kudengar aku berada disini untuk menggantikan Dara unnie? Aku bisa dance dan menyanyi walau aku tidak lebih cantik darinya tapi mungkin kemampuanku bisa lebih baik. Oleh karena itu mohon bantu saya sunbaenim.” Ucap yeoja YG artist yang baru itu. Banyak dari mereka yang mendecakkan lidahnya.

“Euh terlalu percaya diri.” Ejek Minzy pelan. “Cish, gadis bodoh dia kira mudah menerimanya?” umpat CL.

“Shin Soonmi imnida.” Ucapnya dengan suara yang menurut mereka sengaja dibuat imut. “I don’t care e e e e e.” Nyanyi CL dan Minzy Kompak kemudian menuju ruangan dance practice. Sementara Park Bom masih terdiam di tempatnya.

‘Memang aku kurang bisa menyukainya dan menerimanya secepat ini.’ Batin Park Bom. “Lolli lolli lollipop dalkomhagae dagawa. Yak! Seungri ayo kita mencari udara segar.” Teriak Daesung.

Cklek!

Seseorang masuk kedalam gedung YG. Park Bom, Taeyang dan TOP menatap orang itu. Termasuk Soonmi sebenarnya tapi mereka tidak seberapa perduli apa yang dilakukan Soonmi. “Jiyong oppa annyeong, aku adalah member baru 2ne1 salam kenal semoga kita dapat bekerja sama.” GD menatap yeoja itu tajam.

“Dia menggali kuburnya sendiri, hyung kita lihat apa yang akan terjadi.” Bisik Taeyang ke TOP yang hanya dibalas dehaman seperti ahjussi ahjussi.

“Jangan harap, 2ne1 hanya terdiri atas Bom noona CL Minzy dan yang paling penting adalah Dara! Mereka tdak dapat digantikan oleh siapapun!” kata GD tepat di depan wajah Soonmi. “Jiyong, apa yang kau lakukan?” teriak YG appa yang menyaksikan. GD hanya mendesis dan melangkah ke Toilet.

Got you.. gadis manis.” Gumam Taeyang pelan membuat TOP tersenyum mengejek. Park Bom hanya melihat kedua hoobae nya itu. “Bom unnie mereka kenapa?” tanyanya mendekati Park Bom. “Mollayo, kau harus tau apa masalahnya sendiri.” Jawab Park Bom kemudian menyusul CL dan Minzy di ruang dance practice.

***

            “Mabuk lagi? Hyung ayolah jangan terpuruk!” kata Seungri sambil membopong GD masuk dorm. “Hahaha Seungri-ah buat apa aku bertahan? Hmm.. buat apa? Tidak ada lagi yang special disini hahaha..” racau GD.

Seungri hanya terdiam dan menyadari perbuatan hyung yang paling diidolakannya itu. GD makin frustasi semenjak Shin Soonmi sudah mulai diaktifkan sebagai member 2NE1. Meskipun mereka tidak menerima kehadirannya, dan sekarang mereka hampir melupakan keadaan Dara. Padahal Blackjack tidak bisa secepat itu juga menerima Soonmi, karena Soonmi jelas sangat copycated Dara’s style. Tapi ia tetap saja didebutkan.

 

2 hari kemudian Seungri mengantar GD ke rumah sakit Dara, sudah hampir 2 minggu mereka tidak kesana. Tapi mereka tidak menemukan Dara di kamarnya. Kebetulan ada seorang suster yang lewat.

“Suster, dimana pasien bernama Sandara?” tanya GD. “Ah.. Dara 2ne1? Mungkin dia sedang bersama Mike di taman.”

“Mike nuguya?” tanya Seungri. “Mike adalah salah seorang pasien disini, dan ia sering menemani Dara selama beberapa hari ini. Aku rasa mereka adalah sepasang kekasih, sangat dekat.” Jawab suster itu. GD mengepalkan tangannya kesal. “Ah iya, aku tau kalau kalian adalah anggota boyband. Baiklah aku duluan.” Suster itu tersenyum kemudian berlalu.

“Bukankah dia kekasihku?” gumam GD pada dirinya sendiri. “Hyung..” panggil Seungri. “Aku kemari membawa kabar baik untuknya yang sudah kufikirkan berhari-hari.” Ucap GD ke Seungri, kemudian memberi isyarat pada Seungri untuk mengikutinya ke taman.

 

“Dara-ya, kau tahu.. kau punya harapan hidup yang lebih banyak daripada aku. Kau hanya tidak bisa melihat dunia ini, sedangkan aku~ aku tidak bisa memaksakan jantungku lagi. Jika aku terus bertahan dan terus berlari maka jantungku tidak akan pernah bisa memompa darah lagi, dan karena kebocoran jantungku tidak lama lagi jantungku tidak akan berdetak lagi. Jadi kumohon dengarkan aku, jika aku meninggal aku mau kau menerima transpaltasi mata dariku dan aku tidak mendengar penolakan.” Ucap seseorang yang diyakini GD dan Seungri bernama Mike itu. GD dan Seungri mendengarkan perkataan itu dengan serius, dan lagi-lagi GD mengepalkan tangannya.

“Mike? Jangan berbicara seperti itu. Kau tidak mungkin meninggal, sudahlah aku bahagia jika harus hidup begini. Dan kau tau~ ternyata posisiku sudah digantikan. Sudah tidak ada lagi Dara 2NE1 yang ada hanya Sandara Park. Seorang Sandara yang tidak bisa melihat dan menghabiskan waktu di rumah sakit bersama seseorang yang baik bernama Mike. Jadi aku mohon jangan berbicara tentang kematian.”

“Aku belum tentu akan meninggal, dan berjanjilah padaku apapun yang terjadi saat aku meninggal kau harus menerima mataku ini. Kau mau kan berjanji padaku?”

“Baiklah Mike.” Jawab Dara pada akhirnya. Tubuh tegap dan bidang Mike merengkuh Dara, memeluknya hangat. “Aku sayang padamu, tapi aku tau kau tidak akan menerimaku.”

“Aku juga sayang padamu, tapi aku tidak bisa mencintaimu Mike maaf.” Jawab Dara tapi ia membalas pelukan Mike.

Gdragon pov

Hyung?” aku menahan air mata dan rasa cemburuku menatap Seungri. “Gwenchanayo?” aku hanya mengangguk. “Kau tau aku cemburu sekarang, sangat cemburu. Tapi aku menahannya, apapun yang terjadi asalkan ia bahagia. Karena aku tidak bisa memberikannya kebahagiaan yang seperti itu. Padahal aku sudah ingin mendonorkan mataku lebih dahulu.” Jujurku.

Mwoya? Lalu bagaimana dengan Bigbang? Seseorang tidak mungkin bisa hidup tanpa mata hyung! Neol michyeosso      !” aku hanya menarik senyum kecil di bibirku.

“Kau tahu hidupku sekarang dipenuhi kegilaan. Jadi kau maklum saja, dan aku baru menyadari akibat kegilaanku pada obat-obatan, rokok dan minuman keras. Sekarang Tuhan menghukumku dengan memberikanku kanker paru-paru. Kini aku jijik pada diriku sendiri Seungri. Untung saja bukan AIDS yang bisa menulari orang-orang.” Aku mengakui apa lagi yang terjadi pada diriku. Seungri kemudian memelukku erat, tubuhnya yang lebih tinggi dariku itu entah kenapa mampu membuatku nyaman untuk menumpahkan perasaanku.

“Aku kehilangan semuanya Seungri~ kehilangan! Karena aku bodoh dan gila, aku bahkan tak punya banyak waktu lagi untuk bersamanya, bersama Dara satu-satunya yeoja yang aku cintai!” teriakku. “Aku berharap bisa meringankan perasaanmu hyung, menangislah. Setiap orang pernah menangis termasuk aku, menangislah hyung. Aku sudah menganggapmu kakak kandungku.”

 

“Dara-ya maaf aku belum menemuimu akhir-akhir ini, maafkan aku ya. Aku tidak menyukai penggantimu dia meniru semua tentangmu. Aku ingin mengajakmu keluar maukah kau?” esok hari setelah aku tenang aku menemui Dara.

“Kemana?” tanyanya. “Ke sebuah tempat yang sudah lama ingin aku tunjukkan padamu, ayo. Aku sudah mengizinkanmu pada dokter. Aku akan membawamu kesana naik mobil.”

***

            “Dimana ini? Udaranya sejuk sekali Jiyong-ah. Dingin sekali membuatku nyaman, aku sudah bosan mencium aroma obat hahaha.” Akhirnya ia bisa tertawa lepas, aku mendekati kursi rodanya meyentuh kedua pipinya.

“Ini adalah Jiyong’s wonderland. Aku yang mendesain taman ini, kau bisa mendengar gemericik air?” Dara mengangguk. “sebenarnya tempat ini yang ingin kutunjukkan padamu dulu sewaktu kejadian itu.” Lanjutku lirih. “Apa ada kolam ikan? Aku mendengar suara air yang berisik tapi menyenangkan.”

“Aku akan mengajakmu bermain di kolam ikan ini.” Aku menggendong Dara dari kursi rodanya kemudian mendudukkannya di tepi kolam. Kubiarkan ia memasukkan kakinya kedalam air. “Airnya sejuk, terima kasih Jiyong telah membawaku kemari.”

Cheonma, Dara-ya kau benar kan menerimaku jadi kekasihmu sewaktu itu?” tanyaku hati-hati. “Tentu saja, aku sangat mencintaimu Jiyong.” Aku sedikit merasa lega mendengarnya.

“Uhukk.. uhukk.. uhukk.. hukk…” au terbatuk hebat dan dadaku rasanya sakit sekali. Tiba-tiba aku merasa mulutku getir dan setetes cairan berwarna merah menetes. Darah? Kurasa sakitku semakin bertambah parah.

“Jiyong gwaenchana? Aku mencium bau darah.” Kata Dara, ya mungkin kemampuan indera nya yang lain meningkat. “Iya.. aku baik-baik saja.” Jawabku. Aku segera mencuci wajahku dengan air di sebuah sumber di kolam itu.

“Seandainya aku bisa melihat, aku ingin tau wajahmu lagi Jiyong. Aku mencoba mencari wajahmu yang terekam dalam memoriku tapi itu semua tidak cukup. Aku rindu melihatmu dalam pandanganku.”

“Kau sedang melihatku saat ini, kau tau aku ada dalam manik matamu. Jadi aku selalu ada dalam dirimu.” Jawabku. “I love you.” Ucap Dara, aku tersenyum. “I love you too, more and more. Forever sampai aku bisa menemukan sebuah batasan dimana aku sudah tidak mampu mencintaimu lagi.”

Aku mendekatkan wajahku, meraih bibirnya. Dengan sebuah ciuman di bibir mungilnya. Melumatnya membuktikan ia milikku. Memang agak sedikit frontal jika ada seseorang yang mengetahui keberadaan kami. Tapi aku tidak perduli kurasa ini akan wajar jika aku melakukan French kiss pada kekasihku.

***

           Pagi ini aku mengantar Dara kembali kerumah sakit, setelah bermalam dirumahku. Aku memilikinya, semuanya. Sentuhannya, pelukannya, ciumannya. Dan yang paling penting aku telah menanamkan benihku di dirinya. Kuharap ia akan segera menjadi ibu dari anakku. Aku memilikinya dengan sepenuh cinta.

“Dara-ssi anda harus segera melakukan transpaltasi mata.” Begitu kami masuk kamar Dara seorang suster mengagetkan kami. “Transpaltasi? Ja-jangan bilang kalau.. Mike! Mike! Jiyong! Aku mohon dorong kursi rodaku ke tempat Mike!”

Aku pun menurutinya, dan kulihat memang tidak ada Mike. “Dara, Mike telah dipindahkan ke ruang UGD, ia sudah benar-benar lemah dan umurnya tidak lama lagi. Kami sudah tidak mamapu menyelamatkannya lebih lama.” Ucap suster itu.

“Bagaimana bisa??” tanya Dara frustasi. “Ia kemarin mencari anda tapi tidak menemukannya, kemudian ia berlari ke taman dan mengelilingi rumah sakit, setelah bertanya pada dokter dia tau bahwa anda menemui teman anda. Lalu dia tidak sadarkan diri karena kelelahan berlari.”

Sekilas Dara menatapku, apakah dia kecewa? Atau marah? Aku tidak tau.. Mike sekarat sementara aku membawanya bersamaku. “Baiklah aku akan menjalani operasi itu, suster izinkan aku menemui Mike.”

“MIKE!!” teriak Dara, aku cemburu melihat betapa besar rasa sayangnya pada Mike, dan tidak rela kehilangan Mike. Meskipun ia belum pernah tau bagaimana wajah seorang Mike itu. “Mike bangunlah.. Mike..” Dara hanya mampu menggenggam tangan lelaki blasteran itu. Kurasa kali ini seluruh tubuhku menahan sakit melebihi sakitnya paru-paruku. Hatiku sakit meskipun aku rela demi kebaikan gadis yang paling kucintai ini.

TIIITT!

Sebuah garis lurus terlihat, meskipun Dara tidak bisa melihatnya tapi ia mengerti. Ia yang sudah siap pun langsung dibantu dokter menuju ranjang operasi. Dan ini saatnya aku keluar.

Mianhae Mike, aku sayang padamu~” ucap Dara lirih. Aku hanya melangkah keluar tanpa suara. 7 jam kemudian aku tersadar karena suara dehaman seseorang.

“Kekasih anda sudah dipindahkan ke kamar rawat.” Aku hanya senang dan mengangguk. “Kamsahamnida.” Jawabku lirih.

“Dara?” kulihat wajahnya yang sedikit pucat itu, matanya ditutup oleh perban membuatku tak dapat melihat indah mata cokelatnya itu. “Aku harap bisa menggunakan mata ini sebaik mungkin.” Kata Dara. “Iya aku harap begitu, Mike sudah di makamkan ngomong-ngomong.”

“Hmm.. aku tahu Jiyong-ah.” Ia mengangguk. “Mianhaeyo lagi-lagi aku menyebabkanmu kehilangan hal yang paling kau sukai.”

Gwanchanayo, semua memang ada waktunya Jiyong.” Jawabnya, aku hanya duduk di depannya. “Kapan perban ini akan dibuka?” tanya Dara. “Sebentar lagi, ah itu dia susternya datang.” Kataku membuatnya tersenyum senang.

“Siap untuk melihat dunia Dara-ssi?” tanya seorang suster, Dara lagi-lagi tersenyum. Suster itu membuka perban yang berlapis-lapis sampai yang paling akhir.

“Dara-ssi, bisakah anda melihat saya?” tanya suster itu, Dara hanya mengerjapkan matanya. “Ti-tidak..” jawab Dara.

IMPOSSIBBLE!!” jeritku, Dara hanya menunduk kemudian air matanya meleleh. Aku langsung mendekapnya. “Sudah kuduga.. ah maaf Dara-ssi kami telah mengusahakan sebaik mungkin.” Sudah di duga? Maksudnya?

Dara shock berat dan hanya mampu terdiam, aku harus mencari penjelasan dari semua ini. Mengapa ia masih belum mampu melihat juga. Aku berlari menuju ruangan dokter.

“Dia telah kehilangan fungsi karena seluruh syaraf matanya rusak. Mungkin bisa kalau dicoba beberapa kali lagi, tapi kemungkinannya terlalu kecil.” Jelas dokter itu.

“Ya Tuhan~” desisku pelan.

***

            “Kau harus menjalani operasi lagi Dara.” Ucapku ia hanya mendongak. “Untuk apa? Untuk apa? Lalu mata siapa lagi yang kuambil?”

“Mataku, aku tidak usah hidup lagi, aku juga butuh transpaltasi paru-paru karena aku menderita kanker paru-paru. Tapi tidak usah kau lebih butuh daripada aku. Ambil mataku dan aku akan bahagia untukmu.”

“Jiyong?” cicitnya kaget. “Ya ambil saja.. biarkan aku mati. Ini hukuman yang setimpal untukku. Hancurkan aku Dara hancurkan.. Aku tetap akan bahagia.”

Anniya, kau yang harus hidup. Aku yang percuma, aku yakin mataku tetap tidak akan pernah bisa melihat. Akan sia-sia bila aku bertahan dan tetap buta dan aku akan merugi bila aku melihat tapi tak kan sanggup melihatmu. Jiyong ku donorkan paru-paruku untukmu.”

ANDWAE!” bentakku. “BUAT APA AKU HIDUP JIYONG! AKU TIDAK DIBUTUHKAN DI MANAPUN LAGI! KAU BISA TEMUKAN YANG LEBIH BAIK DARIKU! BUAT APA AKU HIDUP???”

“Dara..” isakku, aku menangis. Pertahananku jebol atas semua ini aku tidak mampu lagi. “Sekali ini biarkan aku membantumu..”

ANDWAAAEEE!!!” teriakku.

Brukkk!!

Gdragon pov end

Dara pov

“Jiyong-ah? Jiyong? JIYONGGG?????? Suster suster!!!!” aku berteriak karena tidak mendengarnya lagi.

Ternyata ia telah menderita kanker stadium 4! Stadium akhir, kurasa memang saatnya aku berkorban untuknya. Selamat tinggal dunia~

“Paru-paru anda cocok dan diterima sebagai donor, tapi Dara-ssi apa anda yakin benar-benar akan mendonor?” dokter yang mendengar perkataanku menyangsikanku. “100% yakin.”

Esoknya aku dan Jiyong sama-sama menjalani operasi, Jiyong masih koma saat itu. Aku memeluknya untuk terakhir kali, biarlah keluargaku tidak ada yang tau. Aku hanya menghubungi Thunder adikku dan berkata agar ia menjaga keluarga kami yang tersisa. Tanpaku semua akan tetap baik-baik saja.

Noona saranghae.. aku akan membahagiakanmu dari sini. Cintamu begitu tulus untuknya, padahal kau bisa meninggalkannya. Tapi aku menghormati keputusanmu.” Satu ucapan Thunder yang kuingat dengan jelas, aku tahu ia menangis.

“Semoga operasi ini lancar.”

***

Normal pov

“Akhirnya kau sadar..” seseorang membuka matanya. “Apa yang terjadi?” tanya orang itu. “Ini titipan dari Dara.” Sebuah rekaman diputar.

“Jiyong-ah aku cinta padamu, semua ini untukmu. Aku dimakamkan tak jauh dari taman itu, datanglah kesana dan rawat kuburanku ya^^ juga pergunakan paru-paru itu baik-baik. Sampaikan salam terakhirku buat keluargaku. Bimbinglah Thunder anggap dia adikmu sendiri. Saranghaeyo yongwonhi.

“Da.. Dara??” GD menarik paksa infus ditubuhnya dan ia segera berlari menerobos member Bigbang dan 2ne1 yang menunggu kesadarannya setelah menghadiri upacara pemakaman Dara. Meskipun nyeri sehabis operasi GD segera menaiki taksi menuju ke salah satu pemakaman.

“DARAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” teriak GD memecah keheningan. GD menyentuh dadanya dibalik baju yang dikenakannya. Masih baju pasien, ia meraba bekas jahitan operasi.

“Kalau memang kau bahagia dan meminta ini, gumawoyo nae sarang yeoja. Terima kasih atas semua yang kau beri padaku meskipun aku tidak dapat memilikimu sepenuhna lagi. Aku cinta padamu JEONGMALYO!!”

***

            “Sudah melihatnya?” aku menarik nafas panjang. Ya ini bukan Dara entah halusinasi atau sosoknya yang datang dari surga. “Kemarilah dan selalu mengenang kenangan itu bersamaku.”

“Aku cinta padamu.” Aku mengecup dahinya tapi hampa. Dia menghilang. “Hyungg.” Aku tersadar Seungri menghampiriku.

“Ayo latihan, oh hai noona apa kau bahagia? Kuharap iya, kupinjam dulu ya hyungku hehe.” Ucapnya kearah nisan Dara.

Aku akan bangkit demi dia, bangkit!! “Ayo seungri!” ajakku sambil tersenyum dan meninggalkan tempat ini. Semua kenanganku akan Dara terus tersimpan rapi dalam hati. Move on adalah salah satu pilihan yang baik, Tuhan masih menyayangiku meskipun aku harus kehilangannya.

Lembaran yang baru, aku akan datang dan mengukir hari-hariku di dalammu. Aku akan belajar menerima Shin Soonmi dan membimbingnya agar ia bisa menempatkan diri, aku akan meminta maaf pada YG appa. BigBang + G-Dragon IS ALIVE!!!

HUAAAAAAAAAA!! GA JELAS KAN? MIAN YA KALO BANYAK TYPO PLEASE RCL FOR DARAGON SHIPPER^^ dan chukkahamnida anda telah membaca 4127 huruf^^ hahaha J

12 responses

  1. Seneng banget bisa melihat cerita mereka berdua,,,
    karena sebenarnya aku itu fans gd ma seungry di big bang
    klo di 2 ne 1 cl sama sandara…
    waktu ultah cl aja aku dikasih hadiah ma anak yg lain kelas sama aku…
    karena katanya dia fans aku ms cl…katanya mirip..
    trus banyak yg bilang kepribadiaan aku ma sandar hampir sama*duh jadi geer*

  2. Sedih banget, aku sampai nangis… Aku gak rela GD kehilangan Dara… Tangisan ku makin kencang tapi gak bersuara (ya iya lah, kalau di kamar sendirian nangis sekencang kencangnya di kira orang gila + malau ntar jadinya) di bagian Dara pengen donoron paru parunya buat GD, si GD pengen donorin matanya buat Dara… Pengerbonan cinta sejati

  3. aku baru baca ff ini. Yaampun sedihnya. Jujur ini ff pas banget, berhasil buat aku hampir nangis, feel nya dapet. *hehe
    Daragon, Daragon. Ah suka banget deh🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s