My Promise (Chapter 1)

Author : Kim Terra ( @swastiliciouss )

Tittle : My Promise (Part 1)

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung
  • Cho Duk Ki (OC)
  • Kim Ha Neul (OC)

Genre : Romance

Rating : G

Disclaimer : Semua cast nya milik Tuhan, tapi alur dan plotnya milik saya^^

Cat: Tulisan bertanda miring itu artinya flashback yaa😀

 

No matter what happens…

I Will Always remember my promise…

Take care of you…

Protect you…

And be the best for you…

 

_Author POV_

 

Choi Sooyoung terus memandangi Eomma-nya, Choi Min Ri, yang kini terbaring kaku di peti putih, yang juga dipenuhi dengan mawar putih. Harum yang lembut dari mawar putih jelas tercium dari peti tersebut. Sang Eomma pun tetap terlihat cantik dan anggun dalam gaun putihnya, walau nafas telah habis, walau jantung dan seluruh anggota tubuhnya tak dapat berfungsi lagi.

 

Gadis yang kira-kira masih berumur 9 tahun itu, berkali-kali menyeka air matanya. Namun, tak berpengaruh. Air matanya tetap jatuh. Gadis semuda Sooyoung, tak bisa menahan rasa sedih dan kehilangan yang kini melanda dirinya.

 

Ditinggal oleh orang yang kita cintai dan kita butuhkan, bukanlah hal yang mudah. Sama seperti yang dirasakan Sooyoung, sedih, kehilangan, trauma dan shock bercampur menjadi satu. Terlebih ketika ia menyadari, bahwa Eomma adalah satu-satunya keluarga yang ia punya.

 

Eonnie, Oppa ataupun Dongsaeng? Ia tak punya. Appa? Namja pecundang itu telah meninggalkan mereka 7 tahun lalu, karena menemukan yeoja lain, yang menurutnya lebih baik dari Eomma. Dan sejak ditinggal Appa, mereka hanya hidup seadanya, yang mungkin lebih bisa dibilang ‘kurang mampu’.

 

Efek sampingnya sekarang, Eomma meninggal karena sakit parah. Jantung, ginjal dan diabetes, lebih tepatnya ia mengalami komplikasi. Kata dokter, Eomma terlalu banyak bekerja, makan tak teratur dan hampir tak pernah berolahraga. Tentu saja, selama 7 tahun ini, Eomma bekerja keras untuk menghidupi anaknya, Sooyoung.

 

Lalu siapa yang membiayai pemakaman ini? Tentu saja orang yang baik hati, lebih tepatnya keluarga Cho. Mendiang Choi Min Ri adalah sahabat baik dari keluarga Cho, Cho Duk Ki dan Kim Ha Neul. Sama seperti Sooyoung yang bersahabat dengan anak dari keluarga Cho, Cho Kyuhyun. Mereka bersahabat sejak kecil.

 

“Sooyoung-ah, aku turut berduka cita…”ucap Kyuhyun pelan pada Sooyoung sambil merangkul sahabatnya itu.

 

“Ne, oppa…”balas Sooyoung pelan agak sesunggukkan.

 

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan iba sambil beberapa kali menepuk pundak sahabat baiknya itu. Baru kali ini ia melihat yeoja itu menangis. Karena sebelumnya, Sooyoung adalah gadis kecil yang tegar. Terbukti saat beberapa tahun lalu. Ketika Kyuhyun dijahili oleh temannya saat TK, Sooyoung tak takut untuk membela. Padahal orang itu jauh lebih besar dari Sooyoung.

 

Berbeda dengan keadaan Sooyoung yang sekarang. Rapuh, sedih, dan shock. Bagaimana pun caranya, Kyuhyun bertekad untuk menjaga Sooyoung, seperti amanat yang telah disampaikan oleh mendiang Choi Min Ri, beberapa hari sebelum ajal menjemputnya…

 

“Kyuhyun…”panggil Eomma Sooyoung, Choi Min Ri.

 

“Ne, ajhumma? Mworago?”Tanya Kyuhyun ketika mereka sedang duduk berdua di taman rumah sakit. Hanya berdua.

 

“Jika suatu saat ajhumma pergi, kau harus menjaga Sooyoung ya…”pinta Min Ri ajhumma.

 

“Naega wae..? (kenapa aku)”Tanya Kyuhyun, sedikit bingung.

 

“Ajhumma tak akan hidup lebih lama lagi. Jika itu benar-benar terjadi, ajhumma menitipkan Sooyoung padamu. Karena ajhumma tau, kaulah yang paling tepat untuknya,”jawab Min Ri ajhumma. Sungguh, ucapan itu sangat mengena untuk anak berumur 9 tahun.

 

“Ajhumma, jangan bicara seperti itu. Aku yakin kau akan lekas sembuh dan Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untukmu. Kumohon jangan katakan hal seperti itu lagi. Aku akan benar-benar sedih jika itu terjadi, karena aku pun menganggapmu sebagai Eomma-ku…”jelas Kyuhyun panjang lebar dengan mata berkaca-kaca. Choi Min Ri merasa tersentuh medengarnya.

 

“Baiklah, aku tak akan mengatakan itu lagi. Tapi, berjanjilah pada ajhumma untuk selalu menjaga Sooyoung dan tak akan menyakitinya. Ya?”pinta Choi Min Ri.

 

“Ne, ajhumma!”balas Kyuhyun setuju yang kemudian jatuh dalam dekapan hangat Choi Min Ri.

 

“Aku sangat menyayangi Eomma, tapi Tuhan mengambilnya…”kata Sooyoung tiba-tiba. Masih dalam rangkulan Kyuhyun. Kyuhyun mendengarnya, tapi tak menanggapinya.

 

“Kau tahu? Kini aku tak punya siapa-siapa lagi. Appa tak tahu kemana. Dan Eomma, ia telah pergi. Entah mengapa, bagiku hidup itu kejam dan tak adil… Tuhan mengambil Eomma, padahal selama ini aku selalu bersikap baik pada semua orang, termasuk pada Oppa, pada Eomma…”kata Sooyoung sambil mulai menangis lagi.

 

“Jangan berkata begitu. Percayalah, Sooyoung. Semua ini ada maksudnya… Suatu saat, Tuhan akan memberikan sesuatu yang indah untukmu,”hibur Kyuhyun sambil menghapus air mata di pipi Sooyoung.

 

“Tapi kini aku tak punya siapa-siapa lagi, Oppa. Kini aku sendiri. Aku pun tak yakin kalau aku akan tetap hidup besok,”ucap Sooyoung sambil menunduk. Suaranya terdengar putus asa.

 

Mendengar itu, Kyuhyun langsung mendekap erat Sooyoung. Berharap, Sooyoung dapat tenang di dalam pelukannya, karena ia tahu, Sooyoung pasti merindukan pelukan hangat dari Eomma nya.

 

“Sooyoung-ah. Jebal, jangan berkata seperti itu lagi. Kau tak sendiri, ada aku disini, ada Eomma-ku, ada Appa-ku. Dan kau akan tetap hidup besok. Jadi, jangan berkata seperti itu lagi. Aku yakin, Eomma-mu sedih mendengarnya. Kau tak boleh putus asa,”Kyuhyun member nasihat. Walaupun masih berumur 9 tahun, tapi perkataannya mengandung banyak makna.

 

“Tapi aku sangat sedih dan… takut,”kata Sooyoung.

 

“Jika kau merasa sedih dan takut, keluarkanlah semuanya melalui tangisanmu. Pelukanku selalu terbuka lebar untukmu. Aku yakin kau akan merasa lebih baik,”ujar Kyuhyun.

 

Kyuhyun mempererat pelukannya. “Oppa berjanji akan selalu menjagamu, kapanpun dan dimanapun, Choi Sooyoung…”bisik namja itu pelan, tepat di teliga Sooyoung.

 

 

 

 

7 years later…

 

Dengan agak takut dan malu-malu, Choi Sooyoung berjalan ke ruang keluarga untuk berbicara kepada Kim Ha Neul Eomma yang sedang membaca majalah wanita. Ia adalah ibu dari Cho Kyuhyun. Gadis kecil yang sekarang sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik itu, hendak menyampaikan permintaan pada ibu angkatnya.

 

“Eomma…”sapa Sooyoung. Kim Ha Neul menolak untuk dipanggil ajhumma. Ia lebih suka dipanggil Eomma, karena ia telah menganggap Sooyoung seperti anaknya sendiri. Sama seperti Sooyoung yang menganggap Ha Neul sebagai Eommanya.

 

“Ah, Sooyoung…”balas Kim Ha Neul.

 

Sooyoung menempatkan dirinya di sofa, sebelah Ha Neul. “Eomma, boleh aku berbicara… sesuatu?”Tanya Sooyoung dengan hati-hati seraya menggaet tangan Eomma angkatnya. Entah apa yang akan ia bicarakan.

 

“Tentu, sayang. Ada apa?”Ha Neul bertanya balik.

 

“Eomma, kau tahu kan kalau aku kini sudah remaja dan tumbuh besar. Masa aku harus terus-menerus sekamar dengan Kyu oppa…”jawab Sooyoung agak takut. Ia merasa lancang untuk meminta pada ibu angkatnya. Karena ia hanyalah anak yang dititipkan, pikir Sooyoung.

 

“Kau bosan sekamar dengan Kyu?”Tanya Ha Neul sambil terus membolak-balikkan lembaran majalah.

 

“Ahniyo… Tapi aku hanya takut… Karena ketika aku bangun tidur, aku pasti selalu menemukan Kyu oppa yang sedang memelukku,”jawab Sooyoung agak malu-malu.

 

Yup, itu benar. Setiap bangun pagi, Sooyoung selalu menemukan namja yang ia sebut sebagai ‘Evil Kyu’ itu, dalam keadaan sedang memeluk tubuhnya. Wajar saja, selain satu kamar, mereka juga satu ranjang. Hal itu memang sangat mengganggu dan sulit untuk dihindari.

 

Sudah lama Sooyoung merasakannya. Tapi baru kali ini ia berani utarakan. Selama 6 tahun tinggal bersama keluarga Cho, Sooyoung tak pernah banyak menuntut atapun meminta. Ia sadar bahwa ia hanya orang biasa yang dititipkan pada keluarga terpandang seperti keluarga Cho.

 

“Mwo? Jinja? Sampai dipeluk begitu? Kalau begitu, Eomma akan menyuruh Kyu untuk tidur di kamar kosong yang ada di sebelah kalian. Kau tak usah khawatir ya…”kata Eomma yang kini sudah selesai membaca majalahnya. Ia meletakkan majalahnya di meja.

 

“Ehmm…”belum Sooyoung selesai bicara…

 

“SHIREO! Aku tak mau pindah. Itu kan kamarku. Kalau mau, Sooyoung saja yang pindah!”bantah Kyuhyun, yang tahu-tahu sudah berdiri di dekat mereka. Ia merasa tak terima kalau ia harus pindah kamar. “Yeoja itu hanya menumpang sudah minta yang macam-macam,” pikir Kyuhyun.

 

“Kyu oppa benar, Eomma. Kyu oppa adalah pemilik kamar, jadi seharusnya aku yang pindah,”kata Sooyoung, sedikit setuju dengan Kyuhyun.

 

“Ahni! Kyu, kau saja yang pindah. Biarkan Sooyoung tetap di kamarmu. Untuk kali ini, tolong mengalah padanya. Lagipula, di kamar itu kan sudah ada lemari dan tempat tidurnya. Ada TV nya pula. Kau hanya tinggal memindahkan beberapa barangmu,”pinta Eomma.

 

“Aisshi… Baiklah,”kata Kyuhyun dengan sedikit umpatan. Sesungguhnya ia terpaksa, tapi mau tak mau ia harus menyetujuinya, mengingat umurnya yang memang lebih tua dari Sooyoung.

 

Kyuhyun berjalan ke kamar, ia hendak membereskan kamarnya sedikit demi sedikit. Di belakangnya, Sooyoung mengikuti. Gadis itu sedikit tak enak hati. Seharusnya ia yang pindah, bukan Kyuhyun. Karena ia menganggap bahwa dirinya bukan siapa-siapa di rumah itu.

 

Kyuhyun membanting pintu dengan keras, sedikit kesal kalau ia harus pindah kamar. Walaupun jarak kamar hanya beberapa meter dari situ. Saat itu juga suasana menjadi dingin. Terlihat mata amarah Kyuhyun. Melihat sikap Kyuhyun yang seperti itu, Sooyoung agak enggan untuk masuk kamar. Ia hanya berdiri di depan pintu, melihat Kyuhyun yang mulai memindahkan seperangkat video gamesnya. Terlihat, ia beberapa kali bolak-balik ke kamar barunya.

 

“Oppa, sini biar kubantu,”ujar Sooyoung menawarkan diri, mencoba mencairkan suasana. Ia mengambil buku-buku yang sedang dibawa Kyuhyun

 

“Ahni. Aku bisa sendiri,”tolak Kyuhyun singkat. Ia menarik kembali buku-bukunya

 

“Kau marah padaku?”Tanya Sooyoung ragu-ragu.

 

“Menurutmu?”Kyuhyun bertanya balik.

 

“Mianhae, oppa. Seharusnya aku yang pindah. Tapi Eomma…”ucap Sooyoung yang kemudian dipotong oleh Kyuhyun.

 

“Sudahlah, tak usah bicara lagi. Aku tau, kau adalah anak kesayangan Eomma sekarang,”kata Kyuhyun seakan tak peduli. Kemudian, lelaki itu langsung berlalu meninggalkan Sooyoung.

 

Karena Sooyoung tetap merasa bersalah dan tak enak hati, ia mulai membantu Kyuhyun. Walaupun ia tahu bahwa kehadirannya tak diinginkan oleh teman masa kecilnya, sekaligus kakak angkatnya itu. Ia memulainya dengan membawa buku-buku pelajaran Kyuhyun ke kamar sebelah.

 

Sekitar dua jam kemudian, pekerjaan mereka selesai. Barang-barang Kyuhyun telah tertata rapi di habitat barunya. Beberapa kali Sooyoung menghela napas dan menyeka keringat di dahinya. Tentu ia sangat kelelahan, sama seperti Kyuhyun. Lelaki itu langsung membaringkan tubuhnya di kasur.

 

“Semua sudah selesai. Sekarang, silahkan kau kembali ke habitatmu yang asli,”kata Kyuhyun sambil menyalakan PSP-nya. Mungkin perkataannya tadi mempunyai makna yang sama dengan ‘mengusir’.

 

Sooyoung yang mendengarnya, langsung mengernyitkan dahi dan berkacak pinggang. “Hey, Evil Kyu! Kau tidak berterima kasih padaku? Kau tak ingat kalau aku membantumu tadi?”Tanya Sooyoung sedikit murka. Ia tak suka kalau bantuannya tadi tak dihargai.

 

“Mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah merebut kamarku? Untuk apa? Lagipula aku tak memintamu untuk membantuku,”balas Kyuhyun sinis. Ia masih tetap berkonsentrasi pada PSP-nya.

 

Perkataan Kyuhyun barusan, membuat hati gadis itu menjadi panas. Karena merasa jasanya tak dihargai, Sooyoung mengambil buku tulis ringan di meja belajar di dekat tempatnya berdiri. Tanpa aba-aba dilemparnya buku itu ke arah Kyuhyun. Sang PSP, belahan jiwa Kyuhyun, hampir terlepas dari tangannya.

 

“Mwohaneungeoyaaaa?! (Apa-apaan sih)”pekik Kyuhyun karena kaget.

 

“Kau harus belajar untuk menghargai usaha orang lain! Camkan itu!”kata Sooyoung dengan keras.

 

Kyuhyun meletakkan PSP-nya, lantas ia beranjak dari kasurnya dan berdiri dihadapan Sooyoung.

 

“Untuk apa aku menghargaimu? Kau telah merebut perhatian Eomma dariku! Harusnya kau sadar diri. Kau itu hanya menumpang disini!”bentak Kyuhyun tak mau kalah.

 

Sooyoung diam terpaku. Badannya terasa gemetaran. Rasa sakit yang mendalam menusuk ke dalam hatinya. Ia tak percaya Kyuhyun bisa berkata seperti itu. Terlebih saat Kyuhyun memberikan penekanan pada kata ‘menumpang’. Ingin ia menangis, tapi ia tahan. Gadis itu tak ingin terlihat lemah di hadapan Kyuhyun.

 

Karena tak kuat lagi, ia langsung keluar dari kamar Kyuhyun tanpa mengatakan apa-apa. Ia langsung membanting pintu kamarnya. Merebahkan tubuh di kasur dan menyembunyikan wajahnya dengan bantalnya.

 

Air mata bening mulai mengalir dari matanya. Ia menangis, tapi tanpa suara. Ia mulai meremas seprainya, menandakan bahwa ia geram dengan kelakuan Kyuhyun. Berkali-kali ia pukulkan tangannya di kasur, mencoba melepaskan emosinya. Seperti yang biasa ia lakukan jika bertengkar dengan Kyuhyun.

 

Ya, ini bukan yang pertama kalinya. Selama ia tinggal di rumah ini, mungkin sudah ratusan kali mereka bertengkar. Dari hanya karena masalah sepele, sampai masalah serius. Dan akhirnya selalu begini, Sooyoung yang menangis. Mungkin karena masa lalu, Sooyoung tak bisa tegar seperti dulu.

 

Sooyoung bangkit dari tempat tidur. Ia melangkah menuju meja belajarnya. Berhenti sebentar, lalu mengambil sebuah foto yang sudah disimpan rapi di dalam pigura. Foto mendiang Eomma-nya. Setelah itu, Sooyoung menempatkan dirinya di lantai, duduk dengan posisi dagu yang ditopang lutut. Ia memegang erat foto mendiang Eommanya.

 

“Eomma, kau tahu? Aku sangat merindukanmu…”ucap Sooyoung pelan ke arah foto tersebut, seakan itu adalah Eommanya sungguhan.

 

“Andai Eomma masih disisiku… Andai Eomma masih hidup… Eomma, biarkan aku cerita padamu. Kini Kyu oppa berubah. Tak ramah seperti dulu lagi. Bahkan mungkin ia sekarang telah membenciku. Padahal aku sangat menyayangiya. Mungkin ia telah melupakan janjinya…”kata Sooyoung, lantas menghela napas.

 

“Nan jeongmal bogoshipeo, Eomma…”Sooyoung mengatakannya lagi.

 

 

Kim Ha Neul menambahkan garam pada Seolleongtang buatannya. Seolleongtang adalah sup yang berisi potongan daging sapi dan lobak yang dicampurkan di dalamnya. Sangat cocok untuk dimakan pada malam hari. Kemudian, ia menuangkan Seolleongtang tersebut ke dalam mangkuk besar dan meletakkannya pada meja makan.

 

Dilihatnya putra tercinta dan suaminya telah duduk dengan manis hendak menyantap makan malam bersama. Namun, sepertinya ada yang kurang. Apa ya? Oh iya, tak ada Sooyoung disini! Kemana gadis itu? Mengapa belum turun ke ruang makan?

 

“Kyu, Sooyoung eodiga?”Tanya Ha Neul.

 

“Molla, mungkin masih di kamar,”jawab Kyuhyun asal.

 

“Kalau begitu, tolong panggilkan dia, Kyu…”pinta Ha Neul.

 

Tanpa menjawab, Kyuhyun langsung menuruti perintah Eommanya. Dengan langkah malas, ia berjalan menuju kamar Sooyoung dengan melewati tangga. Saat sampai di depan pintu, ia langsung mengetuknya. TOK! TOK! TOK! Pintu belum terbuka. Ia mencobanya sekali lagi. TOK! TOK! TOK! Sooyoung tak menjawab juga.

 

“Sooyoung, ayo makan malam!”teriak Kyuhyun yang akhirnya mau buka suara. Tapi tak ada jawaban.

 

“Sooyoung! Hey, kau dengar aku tidak?! Ayo makan malam!”Kyuhyun berteriak lagi.

 

Tapi nihil, tak ada jawaban. Karena itu, Kyuhyun langsung membuka pintu. Ternyata pintu tidak dikunci. Namun, ketika ia melihat ke dalam kamar, ia tak melihat sesosok manusia pun. Hanya ada perabotan kamar yang tertata rapi. Kemana dia?

 

“Sooyoung? Kau dimana? Keluarlah!”seru Kyuhyun, perasaannya mulai tak enak.

 

Kyuhyun melongok-longok ke bawah meja belajar, ke bawah tempat tidur juga ke dalam lemari. Namja itu menggaruk kepalanya, bingung. Kemana Sooyoung pergi? Lagipula ini sudah malam. Mana berani yeoja itu pergi sendirian.

 

Tak berapa lama, mata Kyuhyun tertuju pada secarik kertas putih, yang lebih tepatnya disebut surat, di atas meja belajar Sooyoung. Dibukanya surat itu. Betapa terkejutnya ia ketika membaca surat tersebut.

 

“Eomma! Appa! Sooyoung tak ada!”pekik Kyuhyun tepat setelah ia selesai membaca surat dari Sooyoung.

 

Mendengar panggilan dari Kyuhyun, Cho Duk Ki dan Kim Ha Neul langsung menuju ke kamar Sooyoung. Mereka menaiki tangga dengan setengah berlari. Firasat buruk mulai memenuhi dada Kim Ha Neul. Merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres.

 

“Mworago, Kyu?”Tanya Cho Duk Ki, Appa Kyuhyun.

 

“Tadi kau bilang apa, nak? Sooyoung tak ada?!”Kim Ha Neul memastikan, ia sedikit panik.

 

“Ne, eomma. Sooyoung tak ada di kamarnya… Dia…. Meninggalkan sebuah surat di atas meja belajarnya,”jawab Kyuhyun dengan tatapan sedih. Ia menyodorkan surat tersebut kepada kedua orang tuanya. Lalu sepasang suami-istri itu langsung membaca surat dari Sooyoung.

 

‘Untuk 3 malaikat yang telah merawat dan menjagaku sejak kecil,

Appa, Eomma, Oppa…

Sebelumnya aku minta maaf karena aku selalu merepotkan kalian dari aku kecil hingga sekarang. Terutama padamu, Kyuhyun oppa, maaf jika aku telah merebut perhatian Appa dan Eomma darimu. Tapi oppa, aku tetap berterima kasih padamu. Karena kau tetap mau menerimaku sebagai adikmu, walaupun sikapku selalu menyusahkanmu. Terima kasih.

Appa, Eomma, aku minta maaf. Dengan lancang, aku pergi dari rumah tanpa izin dari kalian. Maaf, jika selama 7 tahun ini, aku selalu merepotkan Appa dan Eomma. Tapi, terima kasih untuk kalian. Walaupun aku bukan siapa-siapa kalian, kalian tetap mau merawat dan mendidikku. Terima kasih.

Tak perlu mengkhawatirkan keadaanku. Aku baik-baik saja. Aku pergi bukan karena aku tidak suka dengan kalian, tapi semua karena aku tidak ingin merepotkan kalian lebih lama.

 

Mianhae dan Kamsahamnida,

 

Choi Sooyoung’

 

Ha Neul terdiam sebentar sambil terus memandangi surat dari Sooyoung. Ia menghapus air matanya yang tiba-tiba keluar. Duk Ki, suaminya, menepuk pundak Ha Neul dengan pelan, yang artinya, “Sabarlah, istriku…”

 

“Sooyoung… Kenapa kau pergi, nak? Padahal kau tak pernah merepotkan kami sama sekali…”ucap Ha Neul pelan, yang kemudian dipeluk oleh suaminya.

 

“Chagi, jangan sedih. Aku akan coba untuk mencari Sooyoung dan membawanya kembali kesini,”hibur Duk Ki.

 

Kyuhyun hanya menatap aneh Appa dan Eomma-nya. Menurutnya, orang tuanya itu berlebihan. Kyu yakin, tak berapa lama, adik angkatnya itu pasti akan kembali. Pasti…. Karena bagi Kyuhyun, Sooyoung adalah sosok remaja yang belum mampu untuk hidup sendirian.

 

“Kyuhyun. Appa mau kau carikan Sooyoung. Appa tak mau tahu, yang pasti kau harus membawanya kembali ke rumah. Appa takut, nanti Eomma-mu sakit,”ujar Appa seraya turun ke lantai bawah.

 

“Ha? Mencari Sooyoung? Dia pikir aku siapa? Kenapa harus aku yang mencari yeoja konyol itu? Aiish…”batin Kyuhyun, sedikit mengumpat.

 

Kyuhyun langsung membuka pintu kamarnya, dan membanting pintu tersebut. Merebahkan dirinya di kasur, kemudian meraih PSP-nya yang berada di sebelah bantal. Jari-jarinya mulai menekan tombol-tombol di alat tersebut. Seperti biasanya, hanya ‘games’ ynag dapat membuatnya relax.

 

 

 

Apakah Kyuhyun akan mencari Sooyoung? Atau orang lain? Lalu bagaimana dengan Sooyoung sendiri? Kemana ia pergi? Apakah ia baik-baik saja? Nantikan lanjutannya di part 2! *eaa

 

Gimana readers??? Jelek, bagus, aneh, gaje, atau yang lainnya? Maaf kalau ini tidak sesuai dengan apa yang readers inginkan. Maklumlah, saya lagi gila.___.v

Pokoknya harus COMMENT + LIKE ya! Yang coment sama like, saya doain biar cepet ketemu sama biasnya!😀

 

 

36 responses

  1. Annyeong~
    ak bru baca part 1nya, ak baca part 2 duluan😀
    heehee..
    Kyuppa teganyaaaa~
    Ayo soo eonnie kmna perginya??😮

    fanficnya seru, sampai mau nangis bacanya~

  2. Huuuaaa…ff nya bkin aq nangis neh…sumpah mnyentuh bgt critanya.Ga kbyng deh gmna rsnya kalo udah ga pnya siapa2 lg,apalg hdupnya cm numpang dtmpat shabat eommanya,dtmbah lg pnya kakak angkat yg slalu sinis,aduuhhh bs stres tingkat dewa deh…Btw,ne ff keren bgt,salut buat authornya…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s