Love Light [Black & White]

Title: Love Light [Black & White]

Author: Rekindria (@Rekindria)

Casts:

  • Lee Eunhyuk (Super Junior)
  • Kim Hyoyeon (SNSD)

Rate: G

Genre: Friendship, Romance

Languange : Indonesia

Category : Oneshoot yang berchapter (?)

Note :

Oh ya, fanfic ini bakal ada terus sequelnya. Jadi makannya oneshoot berchapter #plak. Kenapa gak dijadiin chapter? Soalnya entar utang aku nambah lagi-_- cukup YNKHMILU aja ya. Oh ya lupa yang Heart for 2 juga ya? *djeeg Mana sequel Be With You dan WGM juga belum  errrr..

Terus, aku bikin fanfic Hyohyuk karena jarang nemu fanfic cast Hyoyeon~ Makannya aku mau meramaikan (?) Oke enjoy ya~ Aku harap kalian suka. Aku juga udah siapin ide untuk lima fanfic ini keke~

 NO PLAGIARISM, NO BASHING, AND NO SILENT READER

Seorang gadis mengerutkan keningnya saat menemukan sekotak coklat di mejanya. Siapa yang memberinya coklat? Kenapa ada orang yang rajin mengiriminya coklat? Hei, ini masih pagi dan jam masuk pun belum dimulai.

“Dari penggemar rahasia huh?” delik seorang namja yang kini sudah berdiri didepan gadis berambut pirang tersebut. Ia mendongakkan wajahnya dan kedua bola matanya menangkap bayangan pria dihadapannya. Wajahnya reflek membentuk rautan wajah kesal. Ya, dia memang tidak menyukai atau mungkin membenci pria dihadapannya, Lee Hyukjae atau biasa dipanggil Eunhyuk. “Siapa yang menaruh hati padamu Kim Hyoyeon? Apa ada yang menarik darimu?” ejekan kecil keluar dari bibir Eunhyuk. Setiap detik Hyoyeon dan Eunhyuk memang selalu bertengkar dan melontarkan kata ejekan. Jadi  bisa dikatakan ucapan Eunhyuk barusan bukanlah hal baru bagi Hyoyeon.

“Kau peduli tentang urusanku ?” Hyoyeon menautkan alisnya, menantang. Ia tersenyum saat namja dihadapannya hanya diam dan tak berbicara apa-apa. “YA!” Hyoyeon memekik keras saat tangan Eunhyuk mencoba mengerayangi coklat miliknya. “Itu milikku!” sunggut Hyoyeon dengan menampilkan wajah kesalnya.

Eunhyuk tersenyum penuh kemenangan saat melihat raut wajah Hyoyeon. Menjahili Hyoyeon merupakan kegiatan rutin bagi seorang Lee Eunhyuk. “Aku hanya minta sedikit. Apa tidak boleh?” komentar Eunhyuk yang lagi-lagi memasang wajah meledeknya.

Hyoyeon bangkit dan merebut sekotak coklat miliknya dari tangan Eunhyuk. “Aku takkan membiarkan semua barangku disentuh olehmu.” Sunggut Hyoyeon yang berlari menghindari Eunhyuk.

Eunhyuk menyeringai lalu dengan cepat menarik tangan Hyoyeon. Sekarang gadis itu hanya bisa bersemu merah saat tangan Eunhyuk melingkar dengan sempurna dipinggangnya. Ya, seakan menegaskan bahwa Hyoyeon takkan bisa pergi darinya dengan begitu saja. “Le-Lepaskan aku.” pinta Hyoyeon dengan bersua pelan. Sedangkan orang yang diajak bicara hanya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum meledek. “Ya lepaskan! Apa kata orang jika mereka melihat kita? Mereka akan menyangka kita- ”

Eunhyuk melepaskan rengkuhannya pada Hyoyeon. “Pacaran? Ayolah kau bukan selaraku,” ucap Eunhyuk sakartis.

“Kau kira kau tipe ku tuan Lee? Bermimpi huh?” ejek Hyoyeon yang menanggapi ejekan pria dihadapannya itu. Apa maksudnya berkata seperti itu? Apa bermaksud menjeleki dirinya?Aish jinnja!

“YAH! Aku tau kau menyukaiku. Buktinya, pipimu bersemu merah saat aku merengkuh pinggangmu. Aku benar kan?” tanya Eunhyuk dengan senyum yang lagi-lagi membuat Hyoyeon ingin melempar sesuatu ke wajahnya itu.

Hyoyeon mendesah frustasi. Yang benar saja? Pria ini benar-benar menjengkelkan. “Aku tidak seperti itu. Justru kau juga akan malu saat dekat dengan lawan jenis.” Jelas Hyoyeon dengan memutar bola matanya, alasan yang tiba-tiba saja terlontar dari kedua bibirnya. Setidaknya, itu tidak terdengar aneh.

“Benarkah? Ayo buktikan sekarang!” tantang Eunhyuk dengan seringainya.

Hyoyeon hanya terdiam dan tak berkutik. Apakah pria ini benar-benar ingin bermain dengannya?

“Apa yang harus aku lakukan denganmu, Lee Eunhyuk sshi?

“Menciumku.”

MWOYA?

Eunhyuk menarik ujung bibirnya hingga terlihat senyum yang penuh intrik. “Kenapa? Kau tak berani Kim Hyoyeon?”

“Bibirku ini takkan kuberikan untukmu!” jelas Hyoyeon dengan tekanan di setiap penggalan katanya. Ia pun mendorong pelan Eunhyuk agar menjauh dari wajahnya lalu berjalan meninggalkan Eunhyuk.

“KAU TIDAK BERANI KIM HYOYEON?” pekik Eunhyuk dan sukses membuat gadis dengan rambut panjangnya yang menjuntai itu menghentikan langkahnya. Ia menoleh sebentar kearah Eunhyuk lalu kembali berjalan tanpa mempedulikan Eunhyuk.

“Aish Jeongmal!” dengus Hyoyeon. Ia tiba-tiba berbalik dan berlari kearah Eunhyuk. Ya, dia tidak akan membiarkan Eunhyuk menang dengan mudah. Lagipula, dia bukan seorang pengecut. “Ahhh.. apakah aku harus melakukannya?” gumam Hyoyeon frustasi.

Eunhyuk yang melihatnya hanya tersenyum penuh makna. ‘Aku tau kau tidak akan melakukannya’ batin Eunhyuk. Namun, senyum Eunhyuk semakin memudar saat menyadari bahwa Hyoyeon benar akan melakukannya. YA? Apa ini benar?

Hyoyeon menarik kerah baju Eunhyuk. Ia condongkan tubuhnya agar mampu menggapai bibir Eunhyuk. “Aku tau kau akan seperti ini Lee Eunhyuk.” Bisik Hyoyeon pelan pada telinga Eunhyuk.

Eunhyuk bergedik saat merasakan desiran halus itu. Suara Hyoyeon yang terdengar halus ditelinganya membuat sekujur tubunya merasa aneh. Seperti ada sengatan listrik yang perlahan mencoba menyakitinya.

Kini giliran Hyoyeon yang memperlihatkan senyum meremehkan. “Kau bodoh. Bahkan baru seperti ini saja kau menutup matamu.” Ucap Hyoyeon pelan dan akhirnya ia berhenti. Hanya tinggal melangkah sedikit lagi Hyoyeon akan melakukannya, mencium Eunhyuk. Namun, ia menggagalkan rencananya karena melihat Eunhyuk yang terlihat bodoh. “Hentikan degupan jantungmu yang berisik itu! Sepertinya kau harus periksakan kenapa jantungmu berdetak terlalu cepat saat ini tuan Lee,” cibir Hyoyeon yang disertai senyum kemenangannya.

——-

Mata Hyoyeon begitu berbinar saat melihat sebuah iklan pada dinding berita di sekolahnya. Bagaimana tidak, mengikuti acara ‘dance’ adalah mimpinya. Jadi, bisa dipastikan bahwa dirinya akan mengikuti acara tersebut. Jangan remehkan kemampuan Hyoyeon. Dia sangat pintar dalam menari jadi, dia sangat optimis dalam mengikuti acara tersebut.

“Jangan bilang kau ingin mengikuti acara tersebut Kim Hyoyeon?” sebuah suara terdengar dari arah belakang Hyoyeon. Suara itu adalah suara yang sangat ia kenal dan mungkin ia benci. “Aish! Jangan katakan kau akan mengikutinya,” ucap orang tersebut lagi yang kini sudah berdiri tepat disamping Hyoyeon.

Hyoyeon melirik singkat pemilik suara tersebut. Lihatlah pria tersebut! Aish, senyum itu benar-benar menjengkelkan! Apa senyum jeleknya itu selalu menampang diwajah tampannya? ‘Ya! Hyo-ah apa kau baru berfikir bahwa Eunhyuk tampan? Kalau dia tampan yang jelek bagaimana Hyo?’ batin Hyoyeon saat ia menyadari beberapa detik yang lalu menggagumi pria tersebut. Menggagumi? Apakah otaknya sekarang tak berfungsi? Apa yang harus ia kagumi pada Eunhyuk? Baiklah, sekarang anggap saja bahwa Hyoyeon khilaf dan dia dalam keadaan tak sadar saat memuji seorang Lee Eunhyuk.

“Kenapa hanya diam Hyoyeon sshi? Apakah kau takut sekarang?” ejek Eunhyuk seraya melipat kedua tangannya.

Hyoyeon menggeleng. “Tidak. Tidak akan pernah.” Jawab Hyoyeon mantap.

“Walaupun kau tau kau akan berpasangan denganku jika kau berhasil?” tanya Eunhyuk memastikan.

“Tentu saja,” sahut Hyoyeon. “Tidak masalah kalau aku harus bersama- Mwoya? Mworago?” pekik Hyoyeon dengan membulatkan matanya. Apa telinganya tidak salah dengar? Dia akan menari bersama Eunhyuk? Aish, apa tidak ada siksaan yang lebih berat dari ini?

“Kau tidak mendengarku? Kau akan menjadi partner ku jika kau lolos.” Balas Eunhyuk dengan penekanan pada kata ‘partner’. “Lupakan saja. Lagipula aku tau apa akhir dari cerita ini.”

Alis Hyoyeon bertaut. “Apa maksudmu?”

“Kau tidak akan bisa ikut acara tersebut. Apa kau punya skill?” cibir Eunhyuk seraya perlahan meninggalkan Hyoyeon.

“YA! AKAN KUBUKTIKAN AKU BISA LOLOS !” pekik Hyoyeon keras berusaha agar Eunhyuk mendengar janjinya tersebut.

——-

“Meremehkan kemampuanku huh? Lihat saja akibatnya Lee Eunhyuk kekeke.” Hyoyeon tertawa penuh intrik seperti merencanakan sesuatu. Ya, sekarang dia tengah berlutut di depan mobil mewah seorang Lee Eunhyuk. “Kita liat apa jadinya kau tanpa mobil mewah ini anak manja. Kau hanya bisa memanfaatkan kekayaan keluargamu huh? Namja bodoh.” Hyoyeon memaki mobil tersebut seakan mobil tersebut adalah pemiliknya, Lee Eunhyuk.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Hyoyeon terdiam. Aish, matilah dia jika Eunhyuk mengetahuinya.

“Hyoyeon ah!

Wae? Ah- An-nnyeong Annyeonghaseo Junho oppa.” Hyoyeon segera bangkit lalu membungkuk pada pria yang tersenyum manis dihadapannya.  Ia kini bisa bernafas lega karena dihadapannya bukan Eunhyuk tetapi Junho. “Apa yang oppa lakukan ?” tanya Hyoyeon dengan sedikit merapikan dirinya.

“Aku yang seharusnya bertanya apa yang kau lakukan?”

“A-ku-Aku hanya le-wat ya hanya lewat saja.”

Pria tersebut tersenyum manis. “Oh.”

“Apa yang kalian lakukan didepan mobilku?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba sudah berdiri dihadapan Hyoyeon dan Junho. Dia sedikit heran saat melihat kedua orang tersebut didepannya. ‘Apa tidak ada tempat yang lebih bagus untuk kencan selain didepan mobil mewahku huh?’, batin Eunhyuk seraya menatap Junho. Tatapan mata Eunhyuk begitu menyeramkan. Terlihat ia ingin mengajak Junho bertarung. Apa yang dia pikirkan?

“Aku hanya kebetulan lewat. Apa kau pikir semua tempat adalah milikmu?” sunggut Hyoyeon kesal.

“Apa kau pikir semua tempat adalah milikmu sehingga kau bisa kencan dihadapan mobilku huh?” sahut Eunhyuk kesal.

“Aish, aku tak ingin berdebat denganmu. Ayo oppa kita pergi dari hadapan mobil mewah Lee Eunhyuk.” Ucap Hyoyeon seraya menggandeng tangan Junho mesra.

‘Ya! Wanita itu benar-benar. Apa dia selalu melakukannya? Membuat orang cemburu?’ , batin Eunhyuk. Apa? Eunhyuk cemburu pada Junho? Tapi, untuk apa? Eunhyuk lebih unggul darinya atau karena Hyoyeon? Ya! Jangan buat lelucon.

Setelah Hyoyeon dan Junho terlihat menghilang Eunhyuk masuk kedalam mobilnya. Ia jatuhkan tasnya dan mulai menstarter mesin mobilnya. Tunggu! Kenapa rasanya aneh?

Eunhyuk keluar dan memeriksa bannya. “Gadis itu! Pasti dia yang melakukan semua ini.” Desis Eunhyuk pelan meratapi ban mobilnya. “KIM HYOYEON!” pekiknya yang mungkin sukses memekakkan telinga jika ada orang yang berdiri disampingnya.

“Hahaha lihatlah kau lucu sekali Lee Eunhyuk. Sekarang, kau tidak bisa pulang dengan mobil mewahmu kan? Hahaha.” Hyoyeon tertawa dengan puas. Gadis itu tidak pulang bersama Junho. Tapi, dia bersembunyi! Apa dia sengaja ingin melihat dirinya seperti ini? Apa Hyoyeon puas melihatnya menderita?

“Setelah ini kau pulang dengan bus kan? Hahaha.” Ejek Hyoyeon sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Eunhyuk

——-

Eunhyuk tersenyum kecil. Ia terus mengikuti langkah gadis yang berjalan dihadapannya. Tidak akan ia membiarkan gadis itu pergi tanpa bertanggung jawab. Menyuruhnya menggunakan bus? Yang benar saja!

“Berhentilah mengikuti aku, Lee Eunhyuk!” desah Hyoyeon frustasi.

Eunhyuk terdiam. Bagaimana bisa gadis itu mengetahui keberadaannya? Dia mengikuti Hyoyeon dengan sangat hati-hati. Tapi, kenapa gadis itu bisa menebak?

“Ayolah, aku bahkan bisa mengetahui musuhku dalam radius lebih dari satu meter.” Ucap Hyoyeon lagi. “Apa yang kau inginkan dariku?”

Eunhyuk berjalan menyamakan kedudukannya dengan Hyoyeon. “Kau pikir aku mengikutimu?”

“Apa namanya kalau kau terus menguntit ku seperti itu? Kau mau berbuat jahat denganku kan!” terka Hyoyeon dengan tatapan tajamnya.

“Apa yang kau punya? Apa yang harus aku rebut darimu?” tanya Eunhyuk dengan nada datarnya.

Hyoyeon memutar bolamata, kesal. “Kalau begitu pergilah jangan ikuti aku.”

“Aku mengikutimu?” Eunhyuk mendesah frustasi. “Kau lupa rumahku searah denganmu.”

“Aku tidak tau dan tidak peduli.”

“Baiklah.” Sahut Eunhyuk, mengalah. “Aku juga ingin memberikan ini untukmu.” Eunhyuk meraih tasnya dan memberikan Hyoyeon sebuah kaset. “Aku ingin kau berlatih dan pasti menyenangkan jika partnerku adalah musuhku sendiri. Bukankah itu artinya aku mempunyai waktu lebih banyak melihat wajah jelekmu itu kan?”

“Apa maksudmu huh?” Hyoyeon menatap Eunhyuk tepat pada kedua bolamatanya. Terlihat banyak api yang berkobar pada dirinya. Dia marah?

“Sudahlah. Lebih baik kau tunjukkan skill-mu. Jangan pernah memalukan seorang Kim Hyoyeon!” jelas Eunhyuk yang kemudian berlari menjauhi Hyoyeon.

Apa pria tadi sedang mabuk? Kenapa mempedulikan dirinya?

——-

“Apakah kau benar-benar lolos Kim Hyoyeon? Aish jeongmal!” Eunhyuk mendesis kesal seraya melirik Hyoyeon yang tengah duduk manis disampingnya. Gadis itu hanya tersenyum sekilas lalu kembali mengikat tali sepatunya. Hyoyeon terlihat serius mempersiapkan semuanya karena hari ini merupakan hari pertamanya untuk mengikut latihan. Hyoyeon berhasil lolos dan sekarang masalahnya dia harus selalu bersama Eunhyuk-tidak-lebih tepatnya menjadi pasangan.

“Selesai.” Ucap Hyoyeon riang lalu ia mengambil tasnya dan duduk di bangku yang terletak di sudut ruangan latihan. “Bisakah kau berhenti mengikuti? Apakah tidak cukup melihatmu setiap saat? Ayolah, aku tidak ingin mataku selalu melihatmu, Lee Eunhyuk!” cibir Hyoyeon dengan mendesah kesal kearah Eunhyuk. Pria tersebut hanya tersenyum dan kembali mengambil posisi disamping Hyoyeon. “Sudahlah sekarang aku mau latihan.” ucap Hyoyeon yang bangkit lalu mulai mengambil posisi.

Eunhyuk tersenyum kecil lalu ia bangkit dan mengambil posisi dibelakang Hyoyeon.

——-

“YA! Apa yang kau lakukan disini huh?” Eunhyuk membelalakan matanya saat melihat Hyoyeon tengah duduk santai didalam mobilnya. Apa gadis itu berfikir dia dalah superi pribadinya?

“Hentikanlah pekikan mu itu! Aku lelah seperti ini terus. Bisakah kita berdamai sampai latihan kita selesai? Jujur, ini membuatku tidak konsen.” Jelas Hyoyeon.

“Tidak konsen? Kau memiliki perasaan padaku?” ledek Eunhyuk.

“Kau bercanda? Ayolah..” rengek Hyoyeon.

Eunhyuk tersenyum sekilas lalu mengangguk. “Berarti kau juga akan mensetujui skinship kita di panggung nanti?”

Mata Hyoyeon membulat. “Apa? Menurut pelatih itu tidak ada!”

Eunhyuk menggelengkan kepalanya. “Memang, tapi aku akan mengusulkannya kepada pelatih.”

The end

36 responses

  1. hellloooo aku readers baru disini,dan oh my aku langsung ketemu couple lovers ku ,hyoyuk,cerita enak dibaca,ngalir gitu,aku seneng dehh,cerita kayak gini ,ayooookkkkkk terus lanjutkan,kalo boleh tau,twitter mu apa ?

  2. Lanjut thor .
    Ku suka banget mha nih couple ,
    heum ,, bener , jarang banget orang yg buat FF Hyoyeon , eonni ku . Huaa T0T
    lanjut ya thor . Jebal ><

  3. author, aku reader baru disini..
    Iseng” cari di google, ketemu blog ini..
    Cari” judul yg menarik, ketemu dgn ff ini..
    Aku suka dgn couple ini..
    Kapan lanjutannya thor? Penansaran dgn lanjutannya..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s