Best Worse Birthday [Special L Kim Birthday]

Tittle: Best Worst Birthday [Special L Kim Day]

Author: Nana Cho

Cast:

  • Kim Myungsoo [Infinite’s L]
  • Jeon Jirae [Abernathy’s I / OC]
  • Infinite’s Manager
  • Infinite All Member
  • Abernathy’s All Member

Genre: Friendship, *errr, Nna gatau genre buat ff ini -_-*

Rate: PG 15

Disc: This plot is originally Mine!

A/n: ANNYEONG YEOREOBEUN…

nyahahaha… Nna akhirnya balik lagi bawa ff special Myungsoo birthday! sstt… ini ff pertama Nna yang full author pov lho! jadi, maklum ya kalo agak aneh dan sedikit curhat -_-

Oiya, ‘Abernathy’ itu cuma GB virtual bentukan Nna sama temen-temen, itung-itung promo gitu buat ff project kekeke… Jadi, mereka bukanlah trainee di Woolim Ent sekarang (semoga aja suatu hari nanti XD)

Happy reading ^^

[…]

Saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida, saranghaneun uri Myungsoo, saengil chukha hamnidaaa…” Lagu khas itu membahana, bersamaan dengan sekelompok orang yang memasuki ruangan dengan sebuah kue penuh lilin yang dibawa seseorang terdepan.

Lelaki tampan itu, Kim Myungsoo. Hanya bisa berdiri tertegun, tanpa tahu apa yang harus dilakukannya kecuali memandangi teman-temannya yang sekarang tengah menuju kearahnya. Setelah apa yang mereka lakukan satu hari tadi, kini mereka menghadiahinya dengan sebuah ‘surprise party’. They really piss him off.

Yaa! Jinjja…” Serunya frustasi. Lihat, bahkan matanya masih basah; akibat perlakuan teman-temannya tadi.

SAENGIL CHUKHAHAE URI ICE PRINCE!” Sepertinya, gedung Woolim Entertainment akan runtuh karena teriakan para trainee-nya.

Hei, apa yang dilakukan sang pangeran tampan? Dia menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya, seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tuhan, apakah dia akan menunjukkan airmata yang sama ketika filming ‘Birth of A Family’ tahun baru kemarin? Atau, airmata bahagia seperti apa yang ditunjukkannya di akhir ‘Second Invasion’?

Mianhae, kami agak keterlaluan padamu hari ini.” Ujar Sang Leader, Sunggyu seraya merangkul hangat adiknya itu.

Yaa! Jangan menangis, tak ada eomma-mu disini.” Sebuah suara tenor menyahut asal. Siapa lagi yang paling suka menggoda lelaki tampan ini selain Lee Sungyeol? Kenyataannya, godaan-godaan itu membuat mereka dekat.

Myungsoo masih sibuk menyeka air matanya, sementara seluruh anggota Infinite, manajer, dan beberapa gadis trainee Woolim Entertainment juga ada disana. Meriah.

Jinjja! Kupikir kalian akan membunuhku hari ini.” Mata elang itu masih basah. Tapi, senyumnya sudah mengembang. Bukan senyum getir. Itu senyum bahagia. Senyum yang sangat bahagia.

“Hahaha… Mianhae!” Seru seluruh member bersamaan.

Tiba-tiba, matanya terhenti pada satu titik; gadis yang kini tengah membawa kue di tangannya. Yang ditatap hanya bisa tersenyum tanpa dosa menanggapinya. Tanpa dia sadari, semburat merah mulai terbentuk di pipi tembamnya.

“Jirae, kau juga ikut terlibat dalam kejahatan ini!”

“Hehehe… Mianhae oppa…

“Kejahatan kau bilang? Kau tahu, ini semua ide Jirae. Lihat, dia pintar sekali berbohong.” Ujar Woohyun seraya melayangkan tangannya menepuk-nepuk pelan kepala Jirae. Sementara Myungsoo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah hyung dan hoobae-nya itu.

Yaa, jangan tepuk kepalaku. Aku bisa bodoh oppa.

“Hahaha… sekarang, ayo tiup lilinnya Myungsoo!” Komando Jungryul; manajer Infinite.

Jirae mengelungkan kuenya ke depan Myungsoo, bersamaan dengan suasana yang mulai menghening. Myungsoo memejamkan matanya, merapal beberapa harapan di dalam hatinya, dan…

“Fuuh…” Api yang tadi bersinar diatas lilinpun padam. Mengirimkan sekotak harapan Myungsoo kepada Tuhan. Semoga Tuhan segera mengabulkannya, dan memberikan yang terbaik untuknya. Untuk pangeran tampan kami.

“Pegangi dia!” Komando Dongwoo tiba-tiba.

Howon dan Jungryul, yang sedari tadi memang sudah berjaga di belakang Myungsoo langsung memegang lengannya dengan sigap. Tak ingin kalah, Woohyun dan Hyowan juga ikut menahan Myungsoo disana.

Yaaa! Mwohaneun goya?! Lepaskan aku! Yaaa!!!” Percuma, tak ada gunanya suara anime itu berteriak. Tubuhnya juga terus memberontak, mencoba melepaskan diri. Tapi, semua yang dilakukannya hanyalah percuma. Empat orang yang menahannya jelas lebih kuat dari si ‘Jiu’.

Sementara beberapa orang masih sibuk menahan Myungsoo. Yang lain mulai mengambil ‘alat perang’ mereka. Sungyeol, Sungjong, bersama Jirae mencabuti beberapa lilin-lilin yang semula tertancap di atas kue. Sedangkan, Dongwoo, Sunggyu, dan beberapa trainee lain mengambil telur dan krim kocok yang sudah mereka siapkan sebelumnya.

“SIAP?” Sunggyu mulai memberikan aba-aba, membuat semua dongsaeng-nya langsung bersiap di posisi masing-masing. Sementara Myungsoo masih terus memberontak di dalam tawanan empat hyung-nya.

“HA… DUL… SET!”

PLOK!!!

Kue, telur, dan krim kocok yang mereka bawa langsung mendarat dengan sempurna ke tubuh Myungsoo. Mengotorinya dengan sukses. Lihat saja pan kue yang masih bersarang di kepalanya. Membuat sang pangeran tampan tampak seperti zombie pencuri kue ulang tahun. Tapi, apakah Myungsoo marah? Tidak. Dia hanya tertawa, tertawa bahagia dan bersyukur. Akhirnya, hari ini – yang dia pikir akan menjadi ulang tahun terburuknya – berakhir menjadi ulang tahun terindahnya. Bagaimana tidak? Bukankah dia sudah berkata bahwa dia pikir dia akan dibunuh oleh teman-temannya hari ini?

– Best Worse Birhtday –

13 Maret. Hari ini, berawal dari pagi yang cerah. Tak ada yang aneh, semuanya berjalan seperti biasa. Seolah tak ada peristiwa apapun. Eh, tunggu. Tak ada yang aneh? Coba kita lihat ke kamar Sunggyu dan Woohyun. Kemana penghuninya? Woohyun pasti sedang menyiapkan sarapan di dapur. Sunggyu? Tampaknya sang leader sedang ada dalam mood yang bagus hari ini. Lihat, dia membantu roomate-nya menyiapkan makanan.

Tak berbeda jauh dengan kamar Howon dan Sungjong yang juga tak berpenghuni. Howon sedang sibuk dengan bebek-bebek karet di kamar mandi. Sedangkan Sungjong sibuk membantu hyung-nya – dengan sedikit paksaan – mengurus dorm mereka yang tak lebih rapi dari Titanic pasca kecelakaan. Jadi, bagaimana dengan dua pangeran tidur yang tersisa? Dongwoo, dia masih sibuk berjalan-jalan di alam mimpinya. Entah apa yang akan membangungkannya nanti. Lalu, bagaimana dengan Myungsoo? O-oh apa yang sedang dilakukannya? Memandangi calendar, dengan wajah gundah gulana. Kenapa? Apakah ada sesuatu yang penting hari ini?

Oh! Sang pangeran pasti tengah menerka-nerka apa yang akan terjadi di hari ulang tahunnya kali ini. Semoga ini akan menjadi hari ulang tahun terbaik untuknya.

Oppadeul…” Terdengar seruan riang memasuki dorm mereka. Oh! Myungsoo mengenal suara itu. Itu suara hoobae-nya. Jirae, rapper yang di training di bawah manajemen yang sama dengan Infinite. Ada angin apa yang membawanya kemari?

Yaa! Jangan injak sebelah situ, itu masih basah Jii!” Kali ini sang magnae Sungjong yang berseru.

Ah, mianhae.”

Agaknya, Myungsoo sedikit terganggu dengan keributan diluar kamarnya. Dilangkahkannya kaki jenjang itu menuju pintu kamarnya, kemudian melongokkan kepalanya keluar kamar. Menilik sang hoobae yang tengah sibuk dengan Sung Brother.

Mworago? Tumben pagi-pagi begini kau sudah ribut di dorm kami.” Kini Howon ikut bergabung bersama mereka di ruang tamu, dengan rambut basah dan handuk yang melingkar di lehernya. He looks sexy.

Gwaenchana, aku hanya ingin main.”

Eonnie, tunggu aku!” Derap langkah seseorang memasuki dorm Infinite. Joyeon, kali ini dia yang ikut bergabung disana.

“Joyeon, kau ini sudah seperti bayang-bayang Jii saja. Dimana ada dia, disitu ada dirimu.” Sahut Myungsoo yang mulai aneh dengan kebiasaan dua hoobae-nya yang tak bisa berpisah ini.

“Hehehe…”

“Myungsoo oppa, sebaiknya kau mandi saja dulu. Lihat, kau berantakan sekali. Neon kyeoptaji anha.” Hei, apakah Jirae baru saja mengatakan bahwa Myungsoo tidaklah tampan? Ini pasti pertama kali dalam hidupnya, sejak dia bisa berbicara, dia mengatakan bahwa seorang Kim Myungsoo tak tampan, dan sepertinya Myungsoo tak menyukai kalimatnya itu.

Ne, araseo.” Kakinya melangkah pasti menuju kamar mandi, seraya menyahut sehelai handuk yang tergantung di dekat pintu, dan blam! Pintupun tertutup, sesaat sebelum gemericik air yang terdengar dari dalam kamar mandi.

Eonnie, bagaimana rencanamu?” Rencana? Apa yang tengah dibicarakan Joyeon?

Oh! Ne, oppadeul yang lain dimana?” Tanya Jirae seraya melayangkan mata kucingnya kearah tiga orang lelaki di depannya.

Woohyun hyung dan Sunggyu hyung ada di dapur. Mworago?” Ujar Sungyeol dengan ekspresi bingung.

Dongwoo oppa?” Giliran Joyeon yang bertanya kali ini, dan hanya dengan tangan Howon yang menunjuk kamar Dongwoo, sudah menjawab pertanyaannya.

“Pasti akan lama jika menunggunya bangun. Kita bicara di dapur saja, kkaja kkaja.” Komando Jirae seraya berjalan kearah dapur.

Yaa! Baru kali ini aku bertemu dengan dongsaeng yang tak sopan seperti dia.” Sungjong tampak agak sebal dengan tingkah Jirae.

“Sudahlah, kkaja.” Ajak Sungyeol, yang akhirnya bisa membawa magnae Infinite itu memasuki dapur.

Di dapur, tampak Jirae sedang membicarakan sesuatu dengan lima oppadeul, dan satu dongsaeng-nya. Sesekali candaan atau jitakan kecil menghiasi perundingan yang terlihat cukup serius itu. Sebenarnya, apa yang tengah direncanakan Jirae dan teman-temannya? Bahkan, mereka sampai melibatkan Infinite. Sepertinya ini akan menjadi sesuatu yang menghebohkan.

Sebuah mobil hitam melaju di jalanan kota Seoul, membawa tujuh orang pria tampan, dengan seorang manajer sebagai supir, menuju tempat mereka akan berlatih selama satu hari ini. Tak ada terlalu banyak pembicaraan yang terdengar disana. Hanya dendangan kecil sang Namstar, dan beberapa member lain yang tengah menghapal lirik lagu Jepang mereka.

Myungsoo, bagaimana dia yang tengah berulang tahun hari ini. Meskipun dia sadar belum ada seorangpun selain eomma-nya yang mengucapkan ‘Saengil Chukhae’ padanya, dia tak begitu khawatir.

‘Mungkin mereka akan memberiku sebuah kejutan.’ Begitu pikirnya. Ya, lumayan untuk menghibur dirinya yang barumendapatkan satu ucapan hari ini – meskipun tumpukan hadiah dan ucapan dari eLement sudah menggunung untuknya. Bahkan, namanya terpampang di trending topic worldwide semalam.

Electric beat lagu ‘Be Mine’ mulai mengalun dari sound system di sudut ruangan. Memberikan aba-aba secara otomatis pada tujuh pria tampan yang telah bersiap untuk melatih gerakan mereka.

“Jikyeobwa wat janha ni sarangeul gin ibyeoreul.” Suara tenor itu mengawali lagu mereka.

Membawa si VisuaL ketengah formasi, melangkahkan kakinya dengan memesona. Angkuh? Oh! Ya, dia memang terlihat angkuh. Tapi, tidakkah kau lihat pesona yang meluap-luap dari dalam dirinya? Bahkan ini hanya sekedar latihan rutin. Tapi, lihatlah ketika kepala berpahat wajah tampan itu berpaling kearah kiri dengan kemiringan 45o dan mata elang yang menatap tajam kearah kamera. Ya Tuhan, bukankah lelaki ini benar-benar terlihat ‘mematikan’ walaupun untuk sekedar latihan rutin?

Lagu ‘Be Mine’ berakhir, berganti dengan serangkaian beat yang sama sekali berbeda. Beat lagu yang belum pernah didengar Inspirit di luar sana. Lagu mereka yang akan dirilis bulan Mei tahun ini.

Beat yang menghentak penuh semangat, sebuah lagu dance yang benar-benar enerjik meskipun liriknya menggambarkan perasaan seseorang yang tengah patah hati. Tapi, bukankah hidup seperti bermain rugby? Sebanyak apapun lawan yang menghadang di depanmu, kau harus menerjangnya, kau harus terus berlari. Bagaimanapun caranya sampai kau mencapai garis finish.

Ini benar-benar lagu baru dengan gerakan dance yang baru saja mereka pelajari satu bulan terakhir ini. Jadi, sepertinya sebuah kemakluman bisa dikeluarkan jika mereka tidak begitu terlihat kompak. Tapi, sepertinya tidak begitu dengan hari ini.

Yaa Myungsoo-ya!” Suara Sunggyu mengudara, menghentikan gerakan mereka dengan otomatis.

Nde?”

“Seharusnya kau buka tanganmu selebar ini, seperti ini.”

Sunggyu mulai menggerakkan tubuhnya sesuai dengan gerakan yang seharusnya dilakukan Myungsoo dengan benar.

“Coba kau ulangi.” Titahnya kemudian. Myungsoo mulai menggerakkan tubuhnya, mengikuti gerakan yang baru saja dicontohkan oleh hyung-nya. Sementara, member lain mengamatinya dengan teliti. Seolah Myungsoo adalah member baru yang benar-benar butuh pelatihan dan pengawasan ekstra.

“Tanganmu kurang lebar Myungsoo. Ikuti aku.” Kali ini sang dancing machine turun tangan, mengambil posisi di depan Myungsoo, mencotohkan gerakan yang benar.

Ne.” Wajah tampan itu mengangguk, seraya membenarkan beberapa helai poni yang ada di keningnya. Wajahnya sudah terlihat cukup lelah dan agak tertekan sepertinya.

‘Bahkan mereka memarahiku di hari ulang tahunku.’ Mungkin begitu batinnya menjerit di dalam sana.

Ha dul set…” Howon mulai memberi aba-aba, kompak dengan tubuhnya yang mulai melakukan gerakan dance dengan Myungsoo yang mengikutinya.

Aigoo, lakukan dengan benar Myungsoo! Mwolbwa huh?!” Sunggyu terlihat tak sabar, bahkan Myungsoo tetap melakukan kesalahan – menurutnya – setelah Howon mengulanginya hingga tiga kali.

“Cermin.” Jawabnya singkat seraya menundukkan kepalanya. Salah satu tangannya terulur menyeka sudut matanya.

“Sudah hyung, kita istirahat saja dulu.” Woohyun tahu apa yang harus dilakukannya. Jangan sampai Sunggyu benar-benar ‘meledak’ disini. Pasangannya itu harus ditenangkan.

Ne.

Ketujuh pasang kaki itu kini melangkah menuju bagian belakang ruang latihan. Mencari tempat ternyaman untuk mereka beristirahat.

Eodiseo?” Tanya Hyowan ketika mendapati Myungsoo keluar ruang latihan.

“Toilet.” Jawab suara anime itu singkat, seraya melangkahkan kakinya menuju toilet.

Yaa! Jangan coba melarikan diri!”

“Ini bukan ‘Sesame Player’ hyung.” Elakan bernada lemas itu masih bisa di tangkap oleh telinga sang manager dengan baik. Sepertinya Myungsoo benar-benar lelah.

Ditatapnya wajah tampan yang kini sedang terpantul pada cermin di depannya. Manik yang biasanya menatap setajam pisau bedah itu, kini terlihat sangat frustasi dan, mana charisma yang biasa terpancar disana?

“Apa mereka benar-benar melupakannya? Aasshh…” Diacaknya rambut coklat itu frustasi, kemudian membasuh wajahnya dengan air yang sudah dialirkannya sejak tadi. Sepertinya, uri Myungsoo butuh seember air es untuk mendinginkan kepalanya sekarang.

Ditatapnya lagi wajah basah yang terpantul di cermin. Kini, matanya tak terlihat se-putus-asa sebelumnya. Sinarnya sudah mulai pulih perlahan.

“Mereka pasti akan memberiku kejutan. Jadi, mereka membuatku marah hari ini. Ya, pasti begitu.” Senyumnya mengembang, tangannya mengambil sehelai handuk yang tadi di bawanya, kemudian mengusapkannya ke seluruh wajahnya, mengeringkannya. Kini, Myungsoo siap kembali ke ruang latihan.

Hey, siapa itu? Siapa gadis yang baru saja melangkahkan kakinya keluar dari ruang latihan Infinite? Dia cukup tinggi untuk gadis seumurannya, dengan pipi tembam dan cara menguncir rambut yang aneh – mengikatnya keatas, membuatnya seperti mempunyai ‘antena’. Myungsoo mengenalinya walau dari jarak 20M, itu Jirae.

Untuk apa dia ke ruang latihan Infinite? Apa ruang latihan ‘Project A’ – nama project untuk Jirae dan teman-temannya – bermasalah? Atau mungkin dia mencari Myungsoo disana? Sepertinya pilihan terakhir yang paling bisa diterima otak Myungsoo, mengingat Jirae adalah seorang eLement.

Dengan Myungsoo yang akan menuju ruang latihannya, di sebelah kiri toilet, dan Jirae yang berjalan menuju ruang latihannya sendiri, di sebelah kanan toilet. Mereka pasti akan saling berpapasan di tengah jalan. Jarak di antara mereka sudah mulai lebih dekat sekarang. Hanya tinggal beberapa langkah lagi, Myungsoo sudah siap mengangkat salah satu tangannya, dan tersenyum kearah Jirae.

Tapi, hey! Apa yang terjadi dengan Jirae? Dia hanya melewatkan Myungsoo tanpa menyapanya! Jangankan menyapanya, bahkan Menatap senior tampannya saja tidak. Dia hanya sibuk dengan ponsel di tangannya. Aigoo… Sinar Myungsoo mulai meredup lagi, dia benar-benar kehilangan kehebohan hoobae-nya yang dia kira akan menjadi sedikit suntikan tenaga untuknya.

Jujur saja, Myungsoo berharap Jirae akan menyapanya dengan sedikit berteriak, memamerkan sederetan gigi putihnya, kemudian memberinya beberapa kalimat penyemangat, seperti; ‘Aku tak sabar menunggu comeback kalian!’, ‘Hwaiting!’, atau bahkan ‘Kau bahkan terlihat sangat tampan ketika kelelahan sunbae.’ Untuk kalimat terakhir, Jirae tak pernah absen mengatakannya setiap hari.

Dia selalu mempertegas ketampanan Myungsoo dengan kalimatnya. Tak pernah absen? Hey, Myungsoo belum mendengar Jirae mengatakannya hari ini. Bukankah tadi pagi Jirae bilang Myungsoo tak tampan? Malang sekali nasibnya hingga siang ini.

Seolah lupa dengan beberapa keanehan di hari ulang tahunnya kali ini, Myungsoo kini telah kembali tenggelam dalam latihan dance mereka. Entahlah, mungkin saja dia memokuskan pikiran dan tubuhnya ke dalam latihan ini, tenggelam bersama beat demi beat yang membawa tubuhnya bersama keenam member lain, in sync, demi melupakan kejadian-kejadian tadi.  Atau sebaliknya, dia memang telah lupa karena tenggelam dalam latihannya. Mollaseo, hanya Myungsoo yang tahu.

“Aku lapaarr…” Rengek Sang Magnae tepat setelah mereka menyelesaikan ‘guitar dance’ di lagu ‘Dashi Dorawa’.

Hyung, belikan kami makanan…” Kini giliran Woohyun yang merengek kearah Jungryul yang baru saja memasuki ruang latihan Infinite.

Hey, apa-apaan ini? Aku baru saja datang dan langsung kalian tagih dengan makanan.” Sang manajer hanya bisa menggelengkan kepala bundarnya menanggapi kelakuan ketujuh dongsaeng-nya ini.

“Kau ‘kan manajer kami. Sudah seharusnya kau memberi kami makan Hyung…” O-oh Lee Sungyeol, sepertinya kau tak perlu menarik lengan Jungryul demi meminta makan darinya.

Yaa yaa yaa! Hentikan Lee Sungyeol.”

Annyeong…” Suara seorang gadis menghentikan perdebatan tentang perut mereka.

Ah, annyeong saeng…” Sungyeol melepas tangannya pada lengan Jungryul, sebentar kemudian, wajahnya yang tadi terlihat nelangsa menjadi tampak lebih cerah.

Bagaimana tidak? Hyunri, salah satu member ‘Project A’ sekarang tengah menyembulkan kepalanya di balik pintu ruang latihan Infinite. Menyapa mereka semua, lengkap dengan senyuman manisnya. Kenapa Sungyeol bisa sangat bersemangat ketika melihatnya? Well, siapa yang terus memuji gadis cantik itu di depan Kim Myungsoo?

“Apa kalian semua sudah makan?” Kini Suara lembut Yeori yang mengudara, bersamaan dengan kakinya yang melangkah memasuki ruang latihan. Lihat, tangannya membawa beberapa kotak makanan!

“Belum!” Infinite synchronize bahkan ketika mereka lapar.

Kkaja, mogoh.” Yeori mengembangkan senyumnya, memamerkan pipinya yang naik keatas.

Aigoo… Baik sekali dongsaeng kami ini. Ayo kubantu.” Sunggyu, kemana dia yang tadi hampir ‘meledak’? Kini tingkahnya sudah menjadi lebih manis, membantu Yeori membawa beberapa kotak makanan.

“Kemana yang lain? Kalian hanya berdua?” Tanya Howon seraya mengusap beberapa butir keringat di dahinya.

Nan yeogihae!” Seruan seorang gadis lain membuat sepuluh orang di ruangan itu langsung mengalihkan pandangan mereka kearah pintu ruangan. Heechan disana, dengan beberapa  kaleng minuman di tangannya, dan senyum yang mengembang lebar.

Yaa, kau mengagetkanku Heechan. Bagaimana jika aku jantungan?” Sungyeol, selalu berlebihan.

“Hehehe… Mianhae oppa.”

“Lalu, mana Juyeon?” Kali ini Dongwoo mencari teman berdebatnya itu. Ya, mungkin karena mereka berdua sama-sama pintar dan memiliki imajinasi yang diluar nalar manusia, terkadang tak ada yang bisa mengerti pembicaraan mereka ketika kedua orang yang bertolak belakang itu sudah bertemu.

Nan?”

Woo?! Sejak kapan kau berdiri disini Jo Juyeon?!” Mata Howon membola, mendapati sesosok rambut panjang berkulit pucat sudah berdiri di sampingnya. Ya, itu Juyeon yang Dongwoo cari. Selalu misterius.

“Sejak tadi.” Jawabnya singkat, lalu meletakkan beberapa kaleng softdrink di tangannya ke meja.

“Jirae, kemana dia?” Myungsoo menanyakan Jirae? Sepertinya dia benar-benar tengah membutuhkan suntikan energi dari fans-nya yang satu itu.

“Dia, Joyeon, dan Lily eonnie sedang membuat – aaww! Apaseo, Heechan-ah!” Tampaknya Hyunri baru saja hampir membocorkan sesuatu yang tidak boleh diketahui orang lain.

Mwo?” Myungsoo semakin bingung dengan tingkah kedua hoobae-nya itu.

“Sudahlah, ayo makan. Kudengar tadi kalian kelaparan? Kkaja.

Yeori membagikan kotak makanan itu kepada satu persatu orang yang ada di ruangan. Tak ada yang mengajukan protes lagi, semuanya memakan masakan Yeori dengan tenang. Seperti biasa, masakannya selalu aman untuk lidah dan perut.

“Myungsoo-ssi, tadi  Joyeon bilang padaku untuk meminjam naskah drama padamu. Dia bilang, dia sudah meminta ijinmu?” Juyeon meletakkan sendoknya, seraya menatap kearah Myungsoo.

Oh! Ne, dia sudah bilang akan meminjamnya. Ambil saja di tasku.”

Okay.”

Sebentar kemudian, kaki jenjang Juyeon sudah melangkah ke sudut ruangan, tempat tas Myungsoo tergeletak.

“Akhir-akhir ini Joyeon rajin sekali berlatih acting. Bahkan, kemarin kulihat dia menangis di kamar karena latihannya.” Ujar Heechan sesaat setelah menghabiskan minumnya.

Uh? Kukira dia menangis karena Jirae.”

Iissh… Kau tak lihat naskah drama di tangannya Eonnie?” Giliran Yeori yang memutar bola matanya menanggapi Hyunri.

“Kurasa, tak mungkin Jirae membuat Joyeon menangis.” Sahut Sungjong mantap.

Yup! Meskipun mereka berdua terlihat sering heboh dengan masalah mereka sendiri. Tapi, sebenarnya mereka saling menyayangi. Seperti kita, iya ‘kan Myungsoo-ya.”

Kita?” Hey, sepertinya Myungsoo tak begitu setuju dengan kalimat Sungyeol.

“Myungsoo-ssi, ige mwoya?” Suara Juyeon menghancurkan Myungyeol moment yang baru saja dimulai. Membuat semua mata memandang kearahnya. Menatapnya yang tengah berdiri dengan sebuah kotak kecil berwarna putih di tangannya.

Mollaseo, dimana kau menemukannya?” Ujar Myungsoo enteng.

“Di dalam tasmu. Kau merokok?” Terang saja, kalimat Juyeon langsung membuat ke-sebelas pasang mata yang tengah menatapnya membulat dengan sempurna. Kim Myungsoo merokok? Ini terdengar sulit dipercaya. Tapi, apa yang Juyeon temukan di dalam tas Myungsoo adalah sebungkus rokok.

Aniya. Jeongmal aniya. Itu bukan milikku.” Sorot matanya menajam. Menyangkal hal itu dengan tegas.

“Myungsoo-ya! Lalu milik siapa benda itu kalau bukan milikmu, huh?!” Sunggyu… Akankah dia ‘meledak’ lagi? Bahkan wajahnya sudah merah padam kini.

Jeongmal hyung, itu bukan milikku. Bahkan menyentuhnya saja tak pernah.”

“Ayo ikut, aku perlu berbicara denganmu.” Kini Suara tegas Jungryul yang mengudara. Marah? Pasti. Itu yang paling terdengar dari nada bicaranya.

Kkaja!” Ujar Sunggyu seraya membawa Dongsaeng-nya itu berdiri, kemudian keluar ruang latihan, mengikuti manajernya.

Yaa, kurasa ini sedikit keterlaluan.” Ujar Howon tiba-tiba ketika tiga orang tadi sudah agak jauh dari ruang latihan mereka.

Ne, L hyung bisa dibunuh Jungryul hyung, Hyonam hyung, dan Hyowan hyung. Bukankah mereka tak tahu rencana ini?” Sungjong mulai terlihat khawatir dengan hyung-nya itu.

“Tenang saja oppa, Jirae sudah berbicara pada mereka bertiga tentang rencana ini.” Ujar Yeori menenangkan oppa-nya.

Jinjja? Dia benar-benar gila. CraJii.”

“Ya, begitulah kami memanggilnya.”

Jirae? Jadi, dia adalah orang dibalik rencana ini? Sungguh! Dia benar-benar seorang gadis yang berbahaya.

“Sungguh Hyung! Itu bukan milikku!” Kini, disinilah Myungsoo bersama tiga manajer dan seorang leader yang tengah meng-interupsinya di sebuah ruangan.

“Lalu milik siapa?! Sudah jelas Juyeon menemukannya di dalam tasmu, Myungsoo!” Hyonam mulai kehabisan kesabarannya, bentakannya menggelegar, menggambarkan betapa rasa marahnya sudah memuncak.

“Tapi, aku benar-benar tak tahu tentang benda itu. Bisa saja seseorang memasukkannya kedalam tasku.”

“Jadi, kau ingin melimpahkan kesalahanmu pada orang lain? Ne?!”

Ani Hyung …”

Geuraeso? Lagipula, tak ada yang memunyai motif untuk memasukkan sekotak rokok kedalam tasmu!” Giliran Hyowan ambil suara. Ditatapnya sang VisuaL dengan tatapan kecewa. Benar-benar kecewa.

Myungsoo? Tak ada yang bisa dikatakannya lagi untuk membela posisinya yang kini sudah benar-benar terdesak. Yang bisa dilakukannya kini hanyalah menundukkan kepalanya dalam-dalam seraya mengacak rambutnya frustasi.

“Kau tak tahu apa efeknya? Bahkan kau masih terus melakukan latihan vocal. Tak seharusnya kau merokok Myungsoo! Apa kau pikir suaramu tak akan rusak karena itu, HUH?!” Sunggyu benar-benar sudah kehabisan kesabarannya kini. Lihat, Myungsoo mulai menangis karenanya.

Michigetda!” Desis Sunggyu pelan, mencoba meredamkan emosinya sendiri.

“Sebaiknya kau koreksi dirimu, kami tahu kau sudah mendapat kepopuleran yang luar biasa sekarang. Tapi, itu bukan berarti kau bisa bertindak semaumu. Pikirkan itu baik-baik, Kim Myungsoo!”

Tak ada jawaban yang keluar dari bibir sang lelaki tampan itu, hanya isakan yang samar-samar terdengar. Bagaimana mungkin dia mendapat masalah karena sesuatu yang bahkan tak pernah dilakukannya?

BRAK!

Tiba-tiba pintu ruangan itu menjeblak keras karena seseorang yang mendobraknya.

‘Matilah kau Kim Myungsoo, itu pasti CEO yang akan membunuhmu sekarang!’ Begitulah yang ada di pikiran Myungsoo kini. Tapi, apa yang di dengarnya kemudian?

Saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida, saranghaneun uri Myungsoo, saengil chukha hamnidaaa…” Lagu khas itu membahana, bersamaan dengan sekelompok orang yang memasuki ruangan dengan sebuah kue penuh lilin yang dibawa seseorang terdepan.

“Kau benar-benar CraJii.” Suara anime itu membuyarkan lamunan seorang gadi yang tengah fokus dengan jalanan yang ada dibawahnya. Entah apa yang tengah dilamunkannya di atap gedung Woolim Entertainment kini. Malam sudah hampir melewati tengahnya, dan Jirae masih disini, menyendiri sibuk dengan pikirannya.

Ah, oppa.” Senyum khasnya terpampang menyambut Myungsoo, dengan mata kucingnya yang menatap lelaki tampan itu hangat.

“Kau ingin membunuhku huh?” Tanya Myungsoo dingin seraya mengambil posisi berdiri di samping Jirae.

Aniya. Mana mungkin aku membunuh orang yang kusuka.” Jawabnya enteng seraya melayangkan lagi tatapannya kearah jalanan di bawah sana.

“Lalu, apa yang kau sebut dengan ‘tak ingin membunuhku’ setelah merancang serangkaian skenario yang kau buat tadi?”

“Hehehe… Aku hanya ingin membuatmu tak melupakan ulang tahunmu kali ini. Ini tahun pertamaku merayakan ulang tahunmu langsung di depanmu. I want it to be special. Kau tak menyukainya oppa?” Sepasang mata kecil itu menatap Myungsoo ragu-ragu. Bisa dilihat semburat merah mulai terbentuk di pipinya. Well, atap gedung Woollim Entertainment memunyai penerangan yang baik.

“Ya, awalnya. Tapi, aku menyukainya di bagian akhir rencanamu. Gomawo.” Hey, apakah Jirae tengah bermimpi? Apakah benar yang dirasakannya bahwa seorang Kim Myungsoo baru saja mengusap kepalanya lembut? Kalaupun itu benar terjadi, kakinya sudah tak menginjak tanah seharusnya. Dia terbang karena terlalu senang.

N… ne, cheonmaneyeo oppa.” Kepala itu masih menunduk, menyembunyikan pipi merahnya.

“Kau tak punya sesuatu yang ingin kau berikan untukku?”

Um?” Akhirnya Jirae mengangkat kepalanya, menatap Myungsoo dengan tatapan bingungnya.

“Jadi, kau tak punya? Sungguhkah? Mengecewakan…”

“Aku punya!” Seru Jirae bersemangat. Tampaknya, dia mulai mengerti apa yang dimaksud Sunbae-nya.

Mworago?”

“Tutup matamu oppa.” Titahnya, yang langsung dituruti oleh Myungsoo sebentar kemudian.

Ha, dul, set,”

CUP.

Sebuah kecupan mendarat di pipi Myungsoo lembut. Kemudian, berlanjut dengan suara derap kaki yang menjauh darinya.

Myungsoo membuka matanya, terkejut akan kado ‘istimewa’ dari sang hoobae. Dikitarkan pandangannya ke segala arah. Tapi, dimana Jirae? Sepertinya dia sudah melarikan diri karena terlalu malu. Hey, pipi Myungsoo memerah! Apakah si tampan ini juga mulai merasakan apa yang dirasakan hoobae-nya? Mollaseo.

Happy Birthday uri Myungsoo! ^^

Tetaplah menjadi Myungsoo yang ‘stoic’,

Tetaplah menjadi Myungsoo yang terlihat malu-malu (meskipun kadang kau memalukan),

Tetaplah menjadi pangeran yang selalu ada di dalam ‘dongeng’-ku. Hanya milikku.

Tetaplah tersenyum untuk kami, buatlah kami selalu terpesona padamu.

Jagalah senyum itu untuk kami,

Karena, ketika kau tersenyum, kami akan tersenyum lebih lebar dari apa yang teah kau lakukan,

Dan jika kau bersedih, sakit itu terasa dua kali lipat lebih menusuk kami.

 

Aku disini, menulis ini, bukan sebagai seorang ‘author’ yang menulis kisah untuk idolanya,

Aku hanya seorang gadis biasa yang menulis sebuah kisah sederhana untuk lelaki yang sudah banyak mengisi otaknya.

Anggaplah ini sekotak doa yang kukirimkan pada Tuhan, agar kau bisa mendapat ulang tahun yang luar biasa kali ini.

HAPPY L KIM DAY! SARANGHAE! ^^

9 responses

  1. Hai, Nana Cho. Salam kenal..😀
    Aq uda baca beberapa FF mu. Suka bgt Sama gaya bahasa mu yg ringan n enak d’baca.
    Yg plg q suka tu 4 Seasons dan First Snow.. Tp koq First Snow ga ada lanjutannya lg?😦
    kalo ga slh q cma sampe part. 4.. Lanjut lah…

    • Hai juga cappuccino, salam kenal ^^
      oh! iyakah? wah, kok aku baru liat komen kamu disini? O.o
      ho? uda baca 4Season juga? hehe gamshahamnida :* bagus deh kalo kamu suka hehehe…
      yang first snow, mianhae itu get stuck di chapt 4 (_ _’)
      ini masih dalam masa remake ko doain aja semoga ga ‘stuck’ lagi ya ^^
      sekali lagi, gamshahamnida, mampir ke ff yang lain juga gapapa kekeke… /wink

      • Namaku Susi🙂

        sblm2ny aq ga ada coment, soalny susah pake hp lemot, skrg uda ganti yg agak canggih dikit, jd bisa coment, haha..
        Mianhae slama ini cuma jd sider doank, tp lg dalam proses tobat koq
        #halah

        Yah, pdhl udah penasaran bgt sama First Snow.. Smga dpt ide2 cemerlang buat lanjutin FS nya ya.. L(^O^)/

        • oh! susi? goodbye baby goodbye~ #plakk
          bangapta susi, ^^

          oo gitu, gapapa ko, yang penting sekarang udah tobat to? kekeke… komen di ff yang lain juga yakk ^o<

          kalo FS mian deh, miaaannn banget, aku juga pengen nerusin, tapi uda ga ada 'nyawa'-nya, jadi repackage-nya aja ya, cerita baru, cast baru, semua baru hehehe….

          • Itumah member Miss A.. Kalo saya pemaen bulu tangkis.
            #abaikan

            iya, ntr tggu aq ada nyinggah bc FFnya ya, skrg ge sbuk n agak jrg buka2 page,

            hah? Cast baru? Jgn ganti Kyu-nya.. =_=
            No No No No! Na Na Na Na!
            #ala I’m the best 2NE1

            • oh! susi similikiti? #digaplak
              iya, aku juga ge (sok) sibuk ni mau ujian -_-
              jadi sante aja hehehe….
              iya cast baru, ya pasti dganti semua dong, mian (_ _’)

  2. annyeong,salam kenal..
    ceritanya seru,bagus.
    maaf nih baru komen sekarang,soalnya otakku rada lemot,.

    apa personil infinite yg lain ada ff nya juga ?

    • annyeong, salam kenal juga ^^
      oh gamshahae, bagus deh kalo suka🙂
      personil infinite yg lain? ada ko beberapa yang saya buat ff-nya, coba di cek ke archive saya ^^//

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s