(Freelance) [Sequel] Paris Desperate Love Part 2

Title: Paris Desperate Love Part 2

 Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Lee Joon MBLAQ

• Lee Jieun (IU)

 Other Cast: Find it in this story😉

 Genre: romantic, drama

 Length: Series

 Rating: PG 15+ Straight

Diaclaimer: ini adalah part kedua dari sequel ff Splendid Marriage. Terimakasih yg sudah membaca ff Splendid Marriage dari awal sampai akhir. Oh iya, maaf yaa kawan kawan, di part ini Joon sama Suzy nya banyak adegan NC bin Yadong nya ahaha ♉. Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

 

***

-Normal POV-

-Flashback-

Saat Suzy hampir terlelap, ia pun tersadar lalu segera bangkit dari duduknya untuk pindah ke kamar saja. Saat sampai di kamar Suzy pun tak membuang waktu lagi. Suzy segera menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Ia memandang langit langit kamarnya dengan nanar. Pandangannya kabur. Tiba tiba seseorang membuka pintu dan masuk. Suzy memicingkan mata karena pandangannya sudah kabur. Joon.

Joon berjalan mendekati Suzy lalu menghempaskan tubuhnya dengan posisi tengkurap. Yeoja tersebut tak menggubrisnya. Tiba tiba tangan Joon terangkat dan ia menjatuhkan tangannya di atas leher Suzy dengan maksud memeluk (kebayangkan maksudnya?).

“Jeongmal saranghae.. Soyeon-ah”

“Nado… Joon”

Suzy membiarkan Joon memeluknya sesaat hingga akhirnya tangannya mulai turun sampai ke dada Suzy. Ia memegang lembut dada yeoja di hadapannya. Suzy tersontak lalu mendorongnya untuk menjauh.

Joon tak menyerah, ia semakin agresif. Kali ini dia duduk di atas tubuh Suzy. Suzy mulai was-was. Apa yg akan di lakukan namja ini? Ia sudah amat penat dan ia sudah kehilangan setengah kesadarannya. Akan sulit baginya untuk menghindar dari Joon.

Joon pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy. Semakin dekat dan semakin dekat. Suzy memalingkan wajahnya. Joon pun langsung memegang dagu Suzy paksa dan mulai melumat lumat bibir Suzy perlahan. Suzy berusaha mendorong tubuh Joon dari atas tubuhnya tapi sia-sia saja karena namja itu menahan tubuhnya dengan kuat. Alhasil Suzy pun hanya bisa pasrah dan mulai menikmatinya juga.

Joon semakin bernafsu. Semakin lama ia terus melumat bibir Suzy dengan kasar. Ia menjelajahi setiap inci bibir yeoja tersebut. Tak sampai disitu. Joon pun mulai menciumi leher Suzy dan membuat beberapa kissmark di leher yeoja tersebut. Suzy mendesah pelan dan membuat Joon semakin hilang kendali karena ia dalam keadaan mabuk.

Setelah aksinya membuat beberapa kissmark di leher Suzy, ia pun membuka kancing baju yeoja tersebut satu persatu. Ia terus menikmati tubuh Suzy hingga yeoja di hadapannya sudah tak berbenang sehelai pun. Joon pun mulai melucuti bajunya dan…

SKIP!!!

***

-Wooyoung POV-

Aku mengayuh kursi roda ku perlahan. Entahlah, aku pun tak tahu harus kemana lagi sekarang. Aku tak lagi mempunyai petunjuk. Aku sudah kehabisan akal untuk mencari anaeku. Aku kehilangan arah dan tujuan, tak tahu lagi harus mencari anaeku dimana.

Sudah lebih dari seminggu sejak kecelakaan pesawat itu, aku tak juga menemukan jejak Suzy. Aku frustasi, galau. Ya! Bagaimana tidak, anaenya hilang entah kemana dan sampai detik ini aku tak juga berhasil menemukannya.

Aku hanya ingin tahu keadaannya. Kalaupun Tuhan tak mentakdirkan dia kembali, setidaknya ia dalam keadaan baik baik saja di luar sana. Kalaupun Tuhan menghendaki dia untuk dimiliki orang lain dan tak akan kembali selamanya, mungkin aku ikhlas asalkan aku bisa pastikan bahwa dia baik baik saja dan masih hidup.

Tapi sekarang ini? Apa yang ku ketahui tentang anaeku? Apakah aku tahu dimana dia? Apakah aku tahu bagaimana keadaannya? Apakah aku tahu dia baik baik saja atau tidak? TIDAK! Aku tak mengetahui semua itu! Jangankan untuk hal itu, untuk memastikan apakah dia masih hidup atau tidak pun, aku sangat ragu!

Aku mengacak rambutku frustasi. Sekali lagi di hari ini, aku kembali mengunjungi tempat kami kecelakaan waktu itu. Hanya inilah satu satunya petunjuk yg aku miliki tentang keberadaan Suzy. Sangat minim memang, tapi aku tak pernah berhenti berharap dan aku tak pernah menyerah untuk itu.

Setiap hari, aku ditemani IU selalu mengunjungi tempat ini. Setiap hari juga aku selalu berharap, saat aku pergi kesini, ada seorang yeoja yg sedang kebingungan mencari nampyeon nya dan yeoja tersebut adalah Suzy. Tapi itu hanyalah khayalan semata karena sampai detik ini pun, tak pernah lagi ku lihat yeoja yang sangat aku cintai yang selama ini ku cari dan ku rindukan itu.

Ini adalah hari ke sebelas sejak kecelakaan pesawat itu. Dan sejak saat itu pula aku tak pernah lagi melihat anaeku. Aku merindukannya, sangat sangat merindukannya. Entahlah, bulan madu yang ku harapkan akan menjadi bulan madu terindah, malah harus berakhir seperti ini. Kalau tau akan seperti ini jadinya, lebih baik aku dan Suzy berbulan madu di Korea saja.

Perlahan mengalir bulir bulir bening dari pelupuk mataku. Apakah aku menangis? Ya! Aku memang menangis. Aku putus asa atas apa yang telah Tuhan takdirkan kepadaku. Aku putus asa atas pencarianku selama ini yang sia sia dan tak ada hasilnya. Bahkan aku putus asa akan hidupku.

‘Yeobo, kau dimana yeobo? Aku disini merindukanmu. Dimana kau sekarang? Aku sudah putus asa mencarimu, tapi semua itu tak ada hasilnya. Tak sedikitpun ku dapatkan petunjuk dimana kau berada. Kembalilah yeobo.. Kembalilaah. Aku tak perduli kalaupun kau kembali kepadaku dengan keadaan tak utuh lagi, ataupun kau kembali kepadaku dalam keadaan tak bernyawa lagi sekalipun, aku tetap menantimu kembali yeobo. Kembalilah padaku Baek Suzy’

Aku menyeka air mataku perlahan. Ku genggam foto Suzy yang tengah tersenyum riang. Wajahnya begitu terlihat tanpa beban. Aku membelai pipi yeoja di foto itu. Aku tahu, ini semua memang sia sia. Tak ada gunanya aku menangis. Suzy tak akan pernah kembali padaku hanya dengan aku menangis.

‘Yeobo, jika memang kau takdirku dan kita di takdirkan untuk bersama, suatu saat nanti, Tuhan pasti akan mempertemukan kita kembali. Aku percaya, mukjizat Tuhan akan datang pada hambanya yang bersungguh-sungguh. Sekarang, aku sudah merelakanmu yeobo. Aku merelakanmu pergi, kalaupun kau selamanya tak akan pernah kembali lagi, aku rela. Aku rela melepasmu sekarang. Aku hanya bisa berharap pada Tuhan, semoga kau adalah takdirku. Semoga Tuhan telah menggariskan garis hidup kita dan mempertemukan kita pada titik bahagianya. Mungkin dibalik semua ini, Tuhan telah menyiapkan sebuah rencana besar untuk kita berdua sayang. Aku bisa bersabar untuk itu. Aku bisa bersabar untuk rencana Tuhan yang ditujukan untuk kita berdua yeobo’

***

-Suzy POV-

Aku segera turun dari tempat tidur lalu memakai bajuku tergesa. Aku takut, benar benar takut. Bagaimana kalau aku… Omo… Aku ingin menangis saat ini. Aku benar benar tak dapat lagi membendung air mataku. Aku pun duduk di sudut kamar memeluk lututku frustasi. Haruskah aku kehilangan keperawananku saat ini?

Tiba tiba Joon membuka matanya perlahan. Mungkin ia mendengar isak tangisku. Ia menepuk nepuk kasur disampingnya perlahan untuk memastikan apakah aku ada di sampingnya atau tidak. Lalu ia mulai terduduk di kasur dan menyipitkan matanya memandang ke arahku.

“Chagi..” Ia beranjak dari kasur lalu memakai celananya.

“Hey, kau kenapa? Jangan menangis chagi-ya” nappeun namja! Masih saja ia bertanya ada apa denganku!

“Kenapa kau masih bertanya seperti itu?? Kau jahat Joon!!! Apa yg telah kau lakukan padaku huh???” Aku masih terisak.

“Chagi.. Kenapa berkata seperti itu? Jangan takut. Bukankah sebentar lagi kita akan menikah?” Ia memutar posisi dudukku agar menghadapnya lalu menyeka air mataku lembut.

“Jangan sentuh aku!!” Aku menepis tangannya di bahuku kasar.

“Okeoke, mian. Apa yg kau takutkan? Kau takut… hamil?” Tanyanya hati hati. Ia menyingkirkan tangannya dan tersenyum lembut ke arahku. Tolong jangan tatap aku seperti itu Joon! Aku pun hanya dapat mengangguk lemah.

“Ahaha, tenang chagi. Kau tidak akan hamil, kalaupun kau hamil, aku pasti akan bertanggung jawab. Percayalah”

“Tidak akan hamil? Lalu itu apa huh?” Aku menunjuk bercak darah di kasur.

“Mianhae. Kita menikah secepatnya. Ara? Aku akan persiapkan semuanya secepat mungkin agar kita dapat segera menikah. Jangan menangis lagi chagi-ya. Maafkan aku” Joon memasang puppy eyesnya. Aku tak tahan melihat wajahnya. Aku pun tersenyum lemah menatapnya.

“Kau mau memaafkanku?” Aku pun mengangguk lalu memukul abs nya perlahan.

“Ahahaha, terimakasih chagi” ia menghambur memelukku. Aku tak menolaknya sedikitpun. Ya! Aku rasa aku mencintai namja ini. Bahkan aku tak dapat marah padanya ketika ia mengambil keperawananku.

***

-Suzy POV-

TING.. NONG..

Bel apartemen Joon berbunyi. Aku yang sedang menonton film hanya melirik sekilas kearah pintu dengan ekor mataku lalu kembali menatap lekat film di hadapanku. Entah kenapa, aku tak juga bosan melihat film ini. Film yang entah sudah yang ke berapa kalinya ku tonton dan kini ku tonton lagi.

TING.. NONG..

Bel tersebut berbunyi lagi. Tapi aku masih tak bergeming di tempatku bahkan mataku pun tak berkedip sedikitpun dari posisinya semula. Aku meneguk perlahan soda di tanganku lalu kembali menekuni film yang sedari tadi ku tonton.

TING.. NONG.. TING.. NONG..

Ya! Aku menyerah! Suara bel ini sangat mengganggu. Siapa pula yang sudah berhasil merusak acara menontonku dengan memainkan bel seperti itu? Haish! Aku pun meletakan sodaku keatas meja dengan sebal lalu melemparkan bantal yang sedari tadi ku pangku asal ke sofa.

Tidak mungkin kan kalau yang memencet bel itu Joon? Baru saja setengah jam yang lalu ia pergi untuk pemotretan. Tidak mungkin sekarang sudah kembali lagi. Aku pun mengintip lewat celah pintu untuk memastikan siapa yang bertamu. Seorang namja yang begitu ku kenal dengan dua orang temannya tengah menunggu gusar di balik pintu.

CKLEK.. CKLEK

Aku memutar lubang kunci lalu membuka pintu perlahan. Saat ku lihat wajah Joon yang sudah berancang ancang untuk marah, aku pun tersenyum dan memasang wajah yang amat manis.

“Anyyeong🙂 mian lama membuka pintunya hehe. Ayo masuk” Joon pun hanya menatapku dengan ekor matanya lalu masuk kedalam diikuti kedua temannya itu.

“Dari mana saja? Mengapa lama membuka pintu?” Tanyanya saat kami sudah berada di ruang tamu.

“Aku.. Em.. Habis dari toilet” bohongku.

“Oh, ah Soyeon, kenalkan mereka ini sahabatku selama di Perancis. Ini Thunder dan ini Mir. Ah, Thunder, Mir, le voici ma fiancee (ini dia tunangan saya)” ucap Joon memperkenalkan kedua namja asing di hadapanku ini lalu juga memperkenalkanku kepada mereka.

“Ahh.. Allo (halo)” ucapku lalu membungkuk. Entahlah, ku pikir mereka bukanlah orang korea karena nama mereka tak seperti nama kebanyakan orang korea lainnya. Joon pun berbicara pada mereka dalam bahasa Prancis right? Aku pun tak tahu, apakah tindakan ku berkata ‘allo’ itu benar atau tidak.

“Allo, Etes vous medemoiselle Soyeon? Parlez vous francais? Jem apelle Mir. Comment allez vous? (Halo! Apakah anda nona Soyeon? Apakah anda berbicara dalam bahasa prancis? Nama saya Mir. Apa kabarnya?)” ucap namja bernama Mir itu dalaaam… Ya! bahasa perancis. Aku sebenarnya sedikit sedikit sih mengerti apa yang mereka katakan jika sebatas percakapan ringan saja. Hanya saja aku agak bingung untuk menjawabnya.

“Oui, je suis Soyeon. Je suis francais mais tres petite. Tres bien, merci. Et vous? (ya saya Soyeon. Saya berbicara bahasa perancis tetapi sedikit sedikit. Kabar baik, terimakasih. Bagaimana denganmu?)” Jawabku agak terbata.

“Ca va, merci” (baik baik, terimakasih)

CUP! Aku membelalakan mataku seketika ketika mereka mencium bibirku singkat bergantian. Apa apaan ini maksudnya? Aku memandang mereka tajam, tetapi mereka terlihat biasa biasa saja dengan wajah innocent mereka. Nappeun namja!

“Joon, aku mau bicara” aku pun menarik tangan Joon untuk mengikutiku menuju dapur.

“Attendez mou ici! (Tunggu saya disini)” ucap Joon pada kedua namja tersebut.

“Quy a til? (Ada apa?)” Tanya Thunder pada Mir.

“Je ne sais pas (aku tidak tahu)” ucap Mir mengangkat bahu.

“Ah Joon, Nous vais a la maison. Nous suis presse. Il va pleuvoir (Joon, kami mau pulang ke rumah saja. Kami buru buru. Hari sepertinya akan hujan)” ucap Thunder sedikit berteriak. Tak lama Joon pun kembali lagi sebentar dari dapur.

“Puis je vous accompagner? (Boleh saya antarkan?)” Tanya Joon.

“Non, Merci. Nous vous demande pardon (tidak usah, terimakasih. Kami minta maaf)” ucap Mir menepuk bahu Joon.

“Oui, a toute a l’ heure (iya, sampai jumpa lagi)”

“A bientot, bonne nuit (sampai jumpa, selamat malam)” mereka berdua pun keluar dari apartemen Joon. Sementara Joon kembali ke dapur karena Suzy masih menunggu disana.

“Joon, mereka itu siapa? Mengapa mereka menciumku begitu saja?? Apa kau tidak marah mereka telah mencium yeojamu sembarangan?? Seharusnya kau marah pada mereka!!!” Aku memburunya dengan berbagai pertanyaan.

“Chagi, mengapa wajahmu memerah seperti itu ha? Kau gugup? Hahaha santai saja chagiya, bukankah kau sudah biasa melakukannya denganku? Lagipula yaa kau tahulah, tradisi orang orang Perancis kan memang seperti itu” aku jijik melihat wajah innocentnya. Dan apa tadi dia bilang? Aku sudah sering melakukannya dengannya? Tentu saja karna dia namjaku aku mau melakukannya dengannya. Tapi mereka? Bertemu saja baru sekali, sudah menciumku begitu saja! Cih!

“YA!! Enak sekali kau berbicara seperi itu!! Kau ini namjaku, tentu saja aku tak keberatan berciuman denganmu!! Tapi dengan mereka? Bertemu saja baru sekali, lalu mereka sudah mendapatkan bibirku?? Kau pikir aku yeoja murahan??? Yang rela memberikan bibirnya untuk namja manapun?? Tidak Joon!! Lagipula aku ini bukan orang Perancis!!!” Tanganku sudah gatal ingin menampar wajahnya.

“Soyeon, sudahlah. Yaa aku tahu kau memang bukan orang Perancis, tapi kan mereka orang Perancis dan kita saat ini sedang berada di Perancis. Seharusnya kita menghargai tradisi mereka”

“Enak sekali ya namja namja Perancis! Mereka bisa dengan mudah mendapatkan bibir yeoja manapun hanya dengan berkenalan saja haha!! Murahan sekali sih yeoja yeoja Perancis itu, aku kasihan pada mereka. Ooh oh, pantas saja kau pindah ke Perancis. Kau pasti ingin merasakan bibir yeoja yeoja Perancis kan??” Aku memandangnya sinis.

PLAKK// aku membelalakkan mataku ketika sebuah tamparan dengan mulus mendarat di pipiku. Apa maksudnya semua ini? Dia? Namja ini? Menamparku? Tch! Namja ini sudah benar benar keterlaluan. Aku benci padanya.

Aku memegang pipiku yang terasa perih. Mataku panas, ingin aku menangis rasanya. Tapi aku tak boleh terlihat lemah di hadapan namja brengsek ini.

“Kau? Menamparku? APA AKU SALAH BERKATA SEPERTI ITU HAH??? APA AKU SALAH??? JAWAAB JOON!!” Aku berusaha menahan air mataku. ‘Tolong aku Tuhan, aku tak ingin terlihat lemah di hadapannya’.

“Chagi, maafkan aku chagi, maaf. Aku benar benar tidak sengaja” Joon memegang kedua pipiku. Aku menepisnya kasar.

“Sudah berapa kali kau seperti ini Joon? Berapa kali?? Aku lelah akan semua ini. Aku lelah jika kau seperti ini terus!!” Suaraku melemah. Entahlah, aku tak perduli kalaupun aku harus menangis sekarang. Aku memang bukan yeoja yang tegar!

“Maafkan aku chagi, aku benar benar tidak sengaja. Aku khilaf chagi”

Namja ini sepertinya sudah gila. Kau tahu, terkadang ia menjadi namja yang sangaaat baik. Ia begitu perhatian, lembut. Tapi terkadang pula, ia bisa berubah menjadi namja kasar dan tak berperasaan yang dapat seenaknya memukul seorang yeoja, lalu saat itu juga ia akan meminta minta maaf kepada yeoja yang telah di pukulnya itu tanpa perasaan bersalah ataupun menyesal.

“Aku lelah Joon! Lelah! Tidak hanya sekali kau memukulku seperti ini. Aku lelah jika terus menerus kau pukuli seperti ini” air mataku berhasil keluar dengan mulus tanpa bisa kutahan lagi. Aku terduduk lemas di hadapannya.

“Aku benar benar minta maaf chagi. Tolong, maafkan aku. Aku berjanji tak akan pernah memukulmu lagi. Aku berjanji chagi” ia berlutut untuk menyetarakan tinggi kami lalu memegang kedua bahuku untuk meyakinkanku. Aku menepisnya lemah.

“Sudahlah, aku lelah jika terus menerus seperti ini. Daripada kau pukuli aku terus, labih baik bunuh saja aku Joon. Bunuh! Aku lelah menjadi yeojamu seperti ini”

“Hey.. Hey hey.. Tatap mataku Soyeon” dia memegang daguku lembut lalu menghadapkannya agar menghadap ke wajahnya.

“Aku mencintaimu, aku tak mungkin membunuhmu. Aku mencintaimu chagi, sungguh sungguh mencintaimu. Tolong maafkan aku. Kau boleh pukul aku, siksa aku sepuas hatimu. Tapi tolong, jangan pernah lagi berkata kau lelah menjadi yeojaku. Aku bisa mati jika kau berhenti menjadi yeojaku” tatapan matanya begitu teduh. Ya! Rasanya imanku mulai goyah. Strong Soyeon! Strong!

“Aku benar benar lelah Joon. Kau pukul aku terus sementara aku tak pernah tahu apakah aku pernah melakukan kesalahan yang berarti untukmu. Tapi kau terus pukul aku, lalu setelah itu kau dengan mudahnya meminta maaf padaku atas perlakuanmu. Aku lelah Joon. Aku sudah tak sanggup lagi menjadi yeo..”

“Suut.. jangan berkata seperti itu lagi chagi. Aku sungguh sungguh mencintaimu” ia menempelkan telunjuknya di bibirku lembut. Perlahan ia mengangkat daguku lalu melumat bibirku perlahan. Aku melepaskan ciuman itu.

“Jangan seperti ini terus Joon. Aku sudah lelah” tiba tiba ia menarikku lalu merengkuhku kedalam pelukannya yang begitu hangat.

“Jangan pernah berkata bahwa kau lelah menjadi yeojaku dan aku mohon jangan pernah melepaskan ciuman ini” Ia pun memegang kedua pipiku lalu memandang mataku lekat dan sekali lagi, ia kembali merengkuh bibirku dengan bibirnya dan melumatnya perlahan. Aku tak dapat berbuat apa apa lagi.

‘Mengapa aku tak dapat benar benar membencimu? Rasanya aku begitu bodoh dapat menikmati ciuman ini padahal kau baru saja menamparku. Ada apa denganmu Soyeon? Apa kau benar benar mencintainya? Bahkan kau pun tak menolak ketika dia menciummu. Ya! Mungkin karena aku benar benar mencintainya dan takut kehilangannya. Aku takut kehilanganmu. Tepatnya aku lebih takut karena kau adalah ayah dari bayi di dalam kandunganku ini!

***

-TBC-

9 responses

  1. aaaaaa…aq benciii joon…
    Kasian baget ma wooyoung…
    Haduh berharap banget suzy sembuh n ingat lagi ma wooyoung…..
    lanjut ya thor next part na… Penasaran banget ne..heheheeheheheh

  2. jujur joon.,, kau makin membuatku kesal!!!

    Joon,, aku kesal akan sikapmu di FF ini pada suzy. aku kesal kenapa wooyoung tak bisa menemukanmu di part ini. aku kesal kenapa hrus ada IU(?) huah.. aku terbawa alur..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s