(Freelance) No Title

Author: CIEt a.k.a Ditha Runita
Cast: Lee Hyuk Jae, Ahn Min Ra
Genre: Sad Romance [may be?]
Rating: PG 15
Disclaime: semua cerita punya aku, tapi lok makhluk2nya sih asli punya Tuhan…

Min Ra POV
Aku menghela nafasku pelan, melipat kedua tangan di depan dadaku dan lagi-lagi menoleh ke arah gerbang. Huph, kenapa dia tidak juga datang? Aku mempermaikan kerikil-kerikil kecil dengan ujung sepatuku, setidaknya kegiatan ini bisa mengurangi kebosanan tingkat akut yang ku derita dari beberapa jam yang lalu karena namja menyebalkan itu. Kalau aku tidak mengingat bahwa dia adalah namjachinguku, sudah dari tadi aku meninggalkan tempat ini. Aish, namja satu ini benar-benar ingin menguji kesabaranku rupanya!
Ku tolehkan kepalaku ke samping ketika mendengar seseorang memanggil namaku, dan benar saja aku mendapati namja menyebalkan itu sedang memamerkan senyum gusinya dari dalam mobil silver yang ia tumpangi. Huhh, membuat emosiku makin meningkat saja. Aku hanya menatapnya sekilas dan kembali melanjutakan kegiatanku mempermainkan kerikil-kerikil tak berdosa itu.
“Yha! Apa aku membuatmu menunggu?”
Aish, pertanyaan bodoh macam apa itu? apa dia benar-benar bodoh sehingga dia tidak bisa mengartikan ekspresiku saat ini. Aku mendelik kearahnya, menggembungkan pipiku kesal.
“Ani,” jawabku ketus.

“Oo, Keure, kajja! Jangan terlalu lama menendang-nendang kerikil seperti itu, kerikilnya pasti kesakitan”
Kali ini aku benar-benar marah mendengar ucapannya. Kenapa malah kerikil-kerikil sialan ini yang ia kasihani, apa dia tidak menyadari bahwa aku jauh lebih patut dikasihani dari pada kerikil itu. Aku sudah menunggunya berjam-jam di tempat ini.
“OPPA! Kau brengsek!” teriakku tepat di hadapannya. Aku berbalik, menghentakkan kakiku kesal dan meninggalkannya yang masih mematung dengan wajah tololnya.
“JAGI~YA! Wae geure?? Apa salahku?”
Aku terus mempercepat langkah kakiku, tidak ingin memperdulikan teriakannya yang benar-benar mirip dengan saudara kemabarnya (baca: monyet).
Aku menghentikan langkahku ketika kurasakan sebuah tangan melingkar di pergelanganku.
“Mianhae.” Ucap Hyuk oppa setelah ku balikkan badanku tepat menghadapnya
Ia lagi-lagi mengeluarkan senyum gusi yang membuat matanya hampir tidak terlihat.
“Untuk apa?” ku angkat sebelah alisku pura-pura tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan.
“Untuk semua kesalahanku.” Ia melelpas tangannya dari pergelangan tanganku, menjulurkannya dan mengacak rambutku pelan. “Mian telah membuatmu menunggu” lanjutnya.
Aku menarik bibirku membentuk sebuah senyuman. Hah, namja satu ini selalu bisa mengontrol emosiku yang kusadari memang terlalu berlebihan.
“Oppa, sebanarnya kau akan membawa ku kemana?” aku mengerutkan keningku sambil menatapnya yang sedang serius menyetir.
“Sudah lah, sebentar lagi kau juga akan tau.” Jawabnya tanpa melihat ke arahku.
Aku menggembungkan pipiku kesal, memutar kepalaku ke samping dan berusaha mengacuhkannya.
End of Min Ra POV
***
Hyuk Jae POV
Huffh, akhirnya sampai juga. Aku menoleh ke samping memperhatiakan wajah cantik nya yang sedang tertidur. Ku julurkan tangan ku, menyingkap rambut yang menutupi wajah itu. Wajah yang beberapa tahun ini menjadi energiku, pusat tatasuryaku. Ku turunkan tanganku membelai pipi mulusnya.

Ia menggerakkan matanya pelan, sepertinya terganggu dengan ulahku.
“Yha! Ireona, kita sudah sampai” ku goyangkan sedikit bahunya, berusaha membuatnya terbangun.
“Kita sudah sampai?” Min Ra mengucek matanya pelan. Sedangkan aku kini sudah berdiri tepat di samping pintu penumpang.
“Ne, turunlah!” ku julurkan sebelah tanganku membantunya keluar dari mobil. Ia menatap ku aneh, tapi tetap menyambut uluran tanganku.
Aku memintanya menutup matanya ketika ia telah berada tepat di sampingku. Ia tampak bingung dengan permintaanku.
“Tutuplah!” sekali lagi aku mencoba memintanya. Dengan enggan Min Ra menutup matanya.
Ku genggam sebelah tangannya dengan tangan kananku dan aku meletakkan tangan kiriku di pundak kirinya. Aku membawanya melangkah mengikuti langkahku. Mana mungkin aku membiarkannya melangkah sendiri dengan mata yang sudah ku tutup menggunakan sapu tangan seperti itu. Kali ini aku akan memberikan kejutan yang tidak akan bisa ia lupakan (author: wah .. PD bgt lo Hyuk…)
“Jagi~a tetap seperti ini, jangan bergerak!” ku hentikan langakahku dan menahannya tetap dalam posisinya.
“Jangan buka mata sampai aku menyuruhmu” lanjutku. Aku membuka sapu tangan yang ku gunakan untuk menutup matanya. Berjalan beberapa langkah menjauhinya dan berdiri tepat menghadapnya.
“Buka matamu” aku merentangkan tanganku lebar dan tersenyum ke arahnya. Min Ra menutup mulut dengan kedua tangannya, matanya terbuka lebar menatap focus di hadapannya.
End of Hyuk Jae POV
***

Min Ra POV
Omo~ omo apa ini? Aku terpesona menatap focus di hadapanku. Lilin-lilin kecil yang menyala tersusun membentuk deretan huruf namanya dan namaku.
“Oppa, ige mwoya?” sekarang aku beralih menatanya yang sudah berdiri tepat di sampingku dengan senyuman khasnya.
“Joa?” bukannya menjawab ia malah mengajukan pertanyaan lain tanpa menghentikan senyumannya.
“Ne, Jeongmal joa. Hajiman…” aku tidak mampu melanjutkan kata-kataku lagi. Entah kenapa aku senang, sangat senang tapi seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatiku.
“Kajja!” Hyuk oppa menarik tanganku menuju tempat kosong yang memisahkan namanya dan namaku.
“Lihat itu!” ia mengarahkan telunjuknya ke satu titik di langit sana. Aku mengikuti arah telunjuknya namun tidak menemukan apapun di sana.
“Wae?” aku berlih menatapnya dengan tatapan bingung.
“Lihat saja” tanpa mengalihkan pandangannya ia menjawabku. Aku mengangkat sebelah alisku masih bingung dengan maksud namja ini.
Dorrrrr….
Aku terpaku menatap pemandangan di atasku, kembang api yang menyala indah di langit yang gelap.
“Waaa, daebak!” aku masih terpana menatap langit. Hyuk oppa menggenggam bahuku, memutarnya agar aku menghadapnya. Ia menunduk menatap tepat di manik mataku. Ia tersenyum lembut tanpa mengalihkan pegangannya dari bahuku.

Tatapannya yang lembut memaku mataku agar tidak beralih ke arah lain. Aku benar-benar merasa tidak pantas mendapatkan tatapan selembut itu dari namja ini. Aku mengalihkan pandanganku menatap tempatku berpijak. Tapi lagi-lagi aku tidak mampu berkata apa-apa, Saat ini, detik ini aku berdiri diantara lampu-lampu kecil berwarna merah yang membentuk love sign.

Entah kapan lampu-lampu kecil ini menyala aku sendiri tidak tau. Sontak aku mengangkat kepalaku menatap Hyuk oppa yang masih memandang ke arahku.
“Saengil chukka, saranghae” Hyuk oppa membelai wajahku pelan, sangat pelan seolah aku adalah benda rapuh yang mudah pecah oleh sentuhannya.
“….” Aku terdiam tak mampu membalas ucapannya. Seperti ada sesuatu yang menghalangiku untuk mengucapkan balasan kalimat itu, walaupun hanya ‘Nado’.
End of Min Ra POV
***
Hyuk Jae POV
Aku mengalihkan genggamanku dari bahunya, meletakkan tanganku di wajah Min Ra. Menarikknya makin mendekat hingga aku merasakan hembusan nafasnya yang tak beraturan menerpa wajahku. Apakah ia gugup? Ah, molla. Aku makin mendekatkan jarak wajah kami hingga ku sadari ia sudah menutup matanya saat ini.

Apakah ini berarti ia siap menerima perlakuanku? Ku kecup bibir mungil itu singkat, tapi aku tidak mendapat respon apapun darinya. Kembali ku daratkan bibirku di tempat yang sama menahannya lama dan mencoba mempermainkannya. Ia sama sekali tidak membalas perlakuanku, hanya diam tanpa reaksi. Aku bingung ia tidak menolak ciuman ini, tapi dia juga tidak membalasnya.

Apakah mungkin karena ini ciuman pertama kami. Walaupun sudah 2 tahun pacaran tapi kami memang tidak pernah melakukannya.
Aku menarik wajahku menjauh dari wajahnya saat ku rasakan sesuatu yang asin mengenai ujung bibirku. Aku menatapnya lekat, ternyata gadis-ku sedang menangis. Ia tetap menutup matanya tidak merubah posisinya sama sekali.
“Wae? Apa aku menyakitimu?” aku mengusap air mata itu dengan ujung ibu jariku. Menundukkan badanku, menyejajarkan wajah kami.
Ia hanya menggelengkan kepalanya pelan. Aku menarik kepalanya ke dalam dekapanku, membenamkannya di dadaku. Aku mengelus belakang kepalanya agar ia bisa sedikit tenang.
“Mian”
Aku menghentikan gerakan tanganku yang mengusap kepalanya ketika mendengar ia bersuara. Aku diam tidak mengerti apa maksud yeoja ini. Bukankah aku yang seharusnya mengucapkan kata itu?
“Mian” ucapnya lagi masih dengan suara serak. Aku hanya mendiamkannya, kembali mengelus belakang kepalanya.
Kami terdiam dengan posisi ini cukup lama, sesekali aku mendengar isakan kecil dari mulutnya. Entah sudah berapa kali aku mendengarnya lirih mengucapakan kata ‘Mian’.
“Oppa, mianhae, jeongmal mianhae…hiks” aku makin mendekapnya dalam pelukanku.
“Untuk apa jagi~, kau tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepadaku. Bukankah aku yang sering membuatmu menunggu?” aku menarik tubuhnya menjauh dari tubuhku, memegang erat bahunya dan memberinya senyum agar ia bisa lebih tenang.
Min Ra hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap mataku. Entah apa yang disembunyikan yeoja ini sebenarnya. Cepat ku taruh telunjukku di bibirnya ketika ia hendak mengucapkan kata itu lagi.
“Sudahlah, Uljima!” aku kembali menariknya ke pelukanku.
End of Hyuk Jae POV
***
Min Ra POV
Hanya kata itu yang bisa keluar dari bibirku saat ini. Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Aku benar-benar tidak pantas mendapat semua ini. Kelembutannya, perhatiannya dan segala hal darinya.

Aku memang yeoja bodoh yang dengan mudahnya terpikat pada namja lain selain pada namja di hadapanku saat ini. Dan lebih bodoh lagi ketika perasaan yang seharusnya ku berikan untuk namja super baik ini malah ku berikan pada seseorang yang tidak mungkin untuk ku raih.

Namja yang merupakan pacar sahabatku dan sekaligus sahabat pacarku. Lee Donghae. Oppa, maaf karena hatiku sudah bukan milikmu lagi. Maaf karena rasaku untuk mu sudah memudar tanpa ku sadari. Maaf karena kau bukan lagi satu-satunya orang yang mengisi hatiku. Oppa mianhae!.
Aku makin membenamkan wajahku pada dada yang selama ini menjadi tempat ku bersandar. Menghirup aroma yang 2 tahun ini menjadi aroma yang tidak pernah asing bagiku. Memeluk tubuh yang selama ini selalu ada untukku. Aku makin terisak dalam pelukannya.

Menumpahkan semua penyesalan ku selama ini. Tapi aku benar-benar tidak bisa menghapus rasaku untuk namja yang sudah mencuri hatiku dari namja di pelukanku ini. Aku mencintaimu oppa. Sangat mencintaimu tapi perasaanku benar-benar bukan milikmu lagi. Mianhae.

end
Gimana? Gimana? Dapet ga feel nya..
wah aku ampe bersemedi semaleman lho buat ngerjain ff ini (author curcol nee)
aku harep reader nerima ff ini dengan senang hati yee…
kalok jelek harep di maklumi… ini ff pertama aku..
mohon dukungannya yaaaa*deep bow*

3 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s