(Freelance) [Sequel] Paris Desperate Love Part 3

 

Title: Paris Desperate Love Part 3

 Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Lee Joon MBLAQ

• Lee Jieun (IU)

 Other Cast: Find it in this story😉

Genre: romantic, drama

 Length: Series

 Rating: PG 15+

 Disclaimer: ini adalah part ketiga dari sequel ff Splendid Marriage. Terimakasih yg sudah membaca ff Splendid Marriage dari awal sampai akhir. Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

 ***

-Wooyoung POV-

Aku memandang semburat jingga yang terbentang luas di langit Seoul saat ini. Aku menarik nafas dalam, menghirup udara senja melalui jendela yang sedikit terbuka di sampingku lalu menghembuskannya perlahan.

Aku merindukan semuanya. Seoul, langit senjanya, juga udaranya yang begitu berbeda dengan tempatku menetap selama sebulan ini. Kini aku dapat merasakan semua ini lagi.

Ya, setelah melewati masa pencarian yang cukup panjang, akhirnya kami (Wooyoung dan JYP) memutuskan untuk menghentikan segala bentuk aktifitas pencarian kami untuk mencari keberadaan Suzy dengan melakukan penebaran bunga terakhir di tempat kami kecelakaan tepat sebulan yang lalu, oleh seluruh keluarga besar JYP, dan memilih untuk kembali ke Korea saja.

Aku sudah mengorbankan seluruh raga dan jiwa ku untuk mencari anaeku bahkan dalam keadaan lumpuh seperti ini Tapi apa yang dapat ku perbuat? Tuhan mungkin belum menghendaki aku bertemu dengan Suzy lagi.

Ya, kini aku sudah benar benar merelakan anaeku. Anae yang baru sebentar sekali ku nikahi itu, kini sudah harus ku relakan untuk pergi. Malang sekali nasibku. Bahkan aku pun belum sempat menanamkan benih di rahimnya untuk mendapatkan Wooyoung kecil ataupun Suzy kecil.

Ya, aku harus merelakan dia pergi untuk selamanya. Mungkin kami bukanlah jodoh. Aku dapat berela hati untuk itu. Biarpun begitu, dia akan tetap hidup di sini, di dalam hatiku sampai kapanpun.

Mobil JYP sudah semakin jauh meninggalkan Incheon. Sudah sekitar sejam sejak pesawat yang membawaku terbang dari Perancis ini mendarat. Aku memandang kedalam mobil, kebanyakan mereka sudah tertidur. Mungkin mereka benar benar lelah setelah berminggu minggu tak berhenti mencari Suzy.

Aku memandang jalanan di sekitarku. Tak sedikitpun aku berniat untuk tertidur. Entahlah, jiwa dan ragaku memang lelah, tapi ada sebuah perasaan mengganjal yang membuatku tak juga dapat terlelap.

Mobil JYP terus melaju perlahan. Dari kejauhan, aku melihat kokohnya gunung namsan dan juga tak kalah kokohnya tower yang menancap di atasnya, namsan tower. Aku menarik nafas dalam lalu memejamkan mata. Lagi lagi hatiku rapuh. Aku kembali mengingat saat saat dimana aku hendak melamar Suzy di dalam kereta gantung namsan tower. Ya, sekarang itu semua hanyalah khayalan masa lalu belaka.

Aku memejamkan mata dan mencoba untuk tidur, tapi hasilnya nihil. Aku tak juga terlelap. Aku pun mencoba merubah posisi dudukku agar lebih rileks, tapi tetap saja semua itu sia sia.

“Young-ah, kenapa kau tidak tidur? Bukankah kau lelah?” Nickhun hyung terbangun lalu memukul pundakku pelan.

“Ah, tidak hyung. Aku tidak bisa tidur” ucapku singkat. Entah apa jawaban yang dapat ku berikan selain itu.

“Mengapa? Apakah karena… Suzy?” Tanyanya hati hati. Mungkin takut menyinggung perasaanku.

“Ah ne hyung. Aku mengingat dia lagi haha” aku mencoba kuat di hadapannya.

“Sudahlah, kau harus merelakan dia pergi young-ah. Dia juga pasti tidak ingin melihat seobangnya terus bersedih. Sekarang lebih baik kau tidur. Perjalanan masih jauh, dan aku tau, sebenarnya kau sangat sangat lelah, ne?” Ia menepuk pundakku lalu kembali menyandarkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur lagi.

‘Nickhun hyung benar. Bukankah tadi aku sendiri yang mengatakannya, bahwa aku telah merelakannya, aku dapat melepasnya pergi? Aku harus bangkit dari keterpurukan ini dan aku tak boleh lagi larut dalam kesedihan dan terus mengingat ingat Suzy.

***

-Suzy POV-

Pagi ini aku dan Joon berencana pergi ke dokter untuk mengetahui perkembangan bayi kami. Ini adalah kali kedua kami pergi ke dokter kandungan setelah kali pertamanya yaitu hampir sebulan yang lalu setelah ‘accident’ malam itu.

Ya, setelah accident malam itu, aku selalu merasa mual dan selalu lapar. Aku pun tak juga datang bulan. Karena takut kenapa napa, aku pun pergi ke rumah sakit diantar Joon. Dan ternyata benar saja, dokter mengatakan jika aku sedang mengandung dan usia kandunganku baru tiga minggu.

Entahlah, aku pun tak tahu apakah aku harus senang atau sebaliknya?

Seraya menunggu suster memanggil nomor urutku, kami pun duduk di ruang tunggu rumah sakit. Joon mengusap usap perutku dengan lembut.

“Hey cantik hey jagoan.. Hey… kau dengar aku tidak? Ayo.. Coba katakan appa. Aku appa mu. Ayo katakan appa.. Kau nanti akan cantik seperti eomma, atau akan tampan seperti appa?” Ucap Joon seraya menempelkan telinganya ke perutku. Aku hanya tersenyum melihat kelakuannya.

“Jika sudah besar nanti, jadilah anak penurut ya, eomma mu pasti lelah mengandungmu apalagi melahirkanmu. Maka dari itu jadilah anak penurut” ucapnya lalu mengecup perutku singkat lalu mengecup keningku hangat.

“Aku mencintaimu chagi. Jagalah anak kita baik baik. Aku ingin anak kita terlahir kedunia ini sebagai tanda cinta kita” Joon menggenggam tanganku erat.

“Ne Joon, aku pasti akan menjaga anak ini dengan baik” Cup~ Joon mengecup keningku hangat lalu mengecup perutku sekali lagi.

“Medemoiselle Soyeon” panggil suster yang sedari tadi berdiri di pintu ruang pemeriksaan. Aku dan Joon pun bangkit dari dudukku dan segera memasuki ruangan periksa.

***

-Author POV-

Hari pernikahan Suzy dan Joon rencananya akan di percepat menjadi minggu depan. Itu semua di karenakan Suzy telah mengandung lebih dahulu. Maka dari itu Joon dan Suzy tengah mempersiapkan pernikahan mereka sebaik mungkin.

Hari ini rencananya mereka akan mengecek gedung pernikahan mereka lalu akan memfitting baju pernikahan. Sejak pagi hari pun mereka telah keluar dari apartemen mereka.

Setelah mereka mengecek gedung pernikahan, mereka pun pergi ke tempat salah satu desainer terkenal Perancis. Mereka pun telah memilih desain pakaian mereka yang rencananya akan di dominasi warna putih.

“Awww..” Suzy terduduk lalu memegang kepalanya.

“Chagi, ada apa? Apa kau baik baik saja?” Joon menghampiri Suzy lalu memegang keningnya.

“Kepalaku.. Sakit.. Aargh!” Suzy merintih lalu meremas kepalanya.

“Chagi, hey.. kau kenapa? Kau sakit? Kita ke dokter ya?” Joon memegang kedua bahu Suzy. Ia benar benar khawatir.

“Ti.. Tidak usah Joon. Aku.. Tidak apa apa” wajah Suzy sudah memperlihatkan jika ia sudah jauh lebih baik.

“Kau yakin? Kita ke dokter saja” Joon memegang kedua pipi Suzy lembut.

“Tidak. Aku baik baik saja Joon. Hanya saja aku sedikit merasa pusing. Aku seperti melihat bayangan bayangan masa laluku” DEG! Wajah Joon memucat.

“Ba.. Bayangan masa lalu? Seperti apa?” Tanya Joon hati hati.

“Aku.. Seperti pernah mengalami hal seperti ini. Mengecek gedung, fitting baju pernikahan, mendekor ruangan. Aku melihat itu semua di pikiranku. Argh!” Suzy kembali meremas kepalanya.

“Jangan terlalu di paksakan chagi” Joon masih memancarkan ketakutan.

“Joon, aku ingin bertanya. Apa.. Kita dulu sudah hampir menikah?” Tanya Suzy masih memegang kepalanya.

“Ehm.. Tentu saja. Waktu itu kau dan aku sudah hampir menikah. Hanya saja ada sedikit masalah sehingga pernikahan kita gagal” Joon mengulas sebuah senyuman.

“Begitukah? Pantas saja aku melihat semua bayangan itu di pikiranku”

“Ah.. Nde, sudahlah lebih baik kau istirahat saja sekarang chagiya” ucapnya lalu membantuku berjalan menuju mobil.

“Ne chagi”

‘Benarkah bayangan bayangan pernikahan itu, adalah saat aku akan menikah dengan Joon? Tapi siapa namja yg ada di sampingku saat di altar? Siapa namja yg menciumku saat di altar? Aku tak dapat mengingat jelas wajahnya. Tapi aku tahu pasti, namja itu bukan Joon. Dan yg ku lihat di benakku, pernikahan kami tidaklah gagal. Namja tersebut sudah sempat menciumku kan? Berarti aku memang… sudah menikah? Tapi.. Dengan siapa? Ada apa ini sebenarnya?’ Suzy kembali meremas kepalanya frustasi saat mencoba mengingat semuanya.

***

-Suzy POV-

“Chagi, apakah kau masih sanggup jika kita melakukan satu perjalanan lagi?” Tanya Joon padaku. Aku meliriknya dengan ekor mataku. Tampak sekali bahwa sebenarnya Joon sudah sangat lelah. Ia memandang jalanan di depannya tak berkedip.

“Memangnya mau kemana lagi chagi?” Aku mengusap peluh di keningnya dan membelai rambutnya lembut.

“Terimakasih sudah perhatian padaku chagi. Uhm, rencananya aku mau mengajakmu mengunjungi makam orangtuaku. Sekalian meminta izin kepada mereka karena sebentar lagi kita akan menikah. Maukah? Tapi kalau kau tak mau, tak apa. Kita bisa kesana lain waktu saja” Joon tetap tak mengalihkan pandangannya dari jalan. Ia pun memutar stir agar berbelok ke kiri.

“Makam? Tentu saja aku mau. Tapi apakah makam orangtuamu di Perancis?”

“Ne, aku kan sudah pernah bilang. Aku lahir di Korea, orangtuaku juga memang orang Korea. Tapi aku dibesarkan di Perancis dan hingga kedua orangtuaku meninggal pun, aku tetap menetap di Perancis”

“Jadi… Apakah kau tak akan pernah kembali lagi ke Korea sampai kapanpun? Memangnya… kau tidak punya dongsaeng? atau noona dan hyung mungkin?” Wajah Joon berubah seketika. Ekspresinya memancarkan sedikit kesedihan. Apa aku salah telah menanyakan hal seperti itu?

“Ehm.. jika kau merasa terganggu dengan pertanyaanku, kau tak perlu menjawabnya Joon” tambahku cepat.

“Tidak apa chagi. Aku.. sebenarnya mempunyai seorang yeo dongsaeng. Tapi.. hingga saat ini, aku tak tahu dia berada dimana!” Joon menarik nafas lalu menghembuskannya berat.

“Lalu? Apa.. kau sudah berusaha untuk mencarinya? Mengapa kau bisa tidak tahu dimana adikmu berada?”

“Sewaktu kami kecelakaan, aku terpisah dengan adikku. Aku sudah berusaha mencarinya kemanapun, tapi aku tak dapat menemukannya” Joon kembali menarik nafas.

“Sudahlah, mungkin memang sudah seharusnya seperti ini karena Tuhan mungkin  menggariskan takdirmu seperti ini. Kau harus ikhlas menghadapinya. Mungkin saat ini adikmu juga bahagia di tempat yg tak kau ketahui itu” aku mengusap bahunya mencoba memberikan rasa nyaman untuknya.

“Terimakasih banyak chagi atas semangatmu” ia mengambil lenganku dari bahunya lalu menciumnya hangat.

***

-Joon POV-

Apa aku salah melakukan semua ini? Terhadap Soyeon dan terhadap IU? Ya! Kurasa memang aku salah dan aku juga sudah begitu keterlaluan sebagai seorang namja.

Pertama. Aku meninggalkan adikku sendirian saat kami kecelakaan. Ya! Meninggalkan! Aku bukan terpisah dengannya, tapi aku yang sengaja meninggalkannya dan pergi darinya. Padahal aku tahu, IU pasti sangat membutuhkan sosok oppanya. Orangtua kami sudah meninggal, dan hanya dia yang aku punya. Sama seperti dirinya juga, hanya aku yang ia punya.

Tapi apa yang ku lakukan? Aku malah meninggalkannya sendirian saat ia sedang sakit. Aku malah menghindari semuanya dan menghilang entah kemana agar semua orang menganggap diriku sudah meninggal. Bodohkah diriku melakukan itu semua? Ya! Aku memang sangat bodoh!

Kedua. Aku telah merenggut kebahagiaan Soyeon. Padahal ku tahu, ia telah memiliki seorang namja di luar sana karena saat aku menemukannya di tempat kecelakaan pesawat waktu itu, ia tengah menggenggam erat tangan seorang namja padahal ia dalam keadaan tak sadarkan diri.

Aku telah memisahkan cinta mereka. Aku merasa memiliki Soyeon seutuhnya. Aku sampai sampai membohonginya tentang identitas aslinya. Aku mengganti namanya, mengatakan padanya kalau dia tunanganku, dan satu kesalahan terbesarku yang sebenarnya ku sesali sampai detik ini adalah, aku telah merenggut paksa keperawanan gadis yang sebenarnya sangat amat kucintai.

Ya! Aku sebenarnya sangat mencintainya. Entahlah, aku pun tak tahu mengapa aku bisa sampai segila ini mencintainya. Aku tak mau kehilangannya. Aku ingin hanya aku yang dapat memilikinya seutuhnya. Kedengarannya egois memang, tapi ku pikir, tak ada cara lain agar aku dapat memilikinya selamanya, selain membuatnya mengandung anakku lalu menikahinya.

Maafkan aku IU! Suatu saat aku pasti akan kembali kerumah, setidaknya hanya untuk melepas rindu padamu dan memastikan kalau kau baik baik saja. Tapi aku belum menemukan waktu yang tepat. Tapi percayalah, aku tidak pernah dengan sengaja melakukan semua ini. Aku juga tidak melupakanmu dan membencimu. Aku sayang padamu saengi.

Maafkan aku Soyeon! Aku telah membohongimu. Memisahkanmu dengan namja yang benar benar kau cintai. Aku telah merubah identitasmu dan merasa memilikimu seorang diri. Maafkan aku. Tapi aku melakukan semua ini karna aku mencintaimu. Karna aku tak mau kau meninggalkanku dan aku akan kehilanganmu selamanya. Aku tak mau itu terjadi, karena aku sungguh sungguh mencintaimu!

***

-Normal POV-

Mobil yang membawa Joon dan Suzy berbelok ke areal sebuah pemakaman umum di kota Paris. Joon memarkirkan mobilnya di bawah sebuah pohon rindang. Tak lama, mereka berdua pun keluar dari mobil.

“Chagi, maukah menungguku sebentaaar saja? Aku mau membeli bunga dulu” Joon memegang kedua bahu Suzy.

“Tentu saja Joon, aku akan menunggu disini”

“Tak masalah kan ku tinggal sebentar?”

“Ne, tapi jangan lama lama ya, aku takut” ucap Suzy manja. Joon tersenyum lalu mengacak rambut yeoja di depannya lembut.

“Hahaha, kau ini manja. Tentu saja aku tidak akan lama lama. Tunggu disini ya chagi” Joon pun meninggalkan Suzy dan pergi ke toko bunga di seberang pemakaman.

***

IU berjalan santai seraya menggenggam sebuket lily putih segar di tangannya. Ia menyusuri trotoar pinggir jalan dengan wajah riang. Rencananya sekarang, setelah ia pulang kerja, ia akan mengunjungi makam appa dan eommanya.

Setelah membeli bunga di toko bunga langganannya, ia pun menyusuri jalan untuk menuju ke pemakaman.

IU memasuki gerbang pemakaman. Hari sudah sore saat ia sampai di makam. Itu semua di karenakan ia pergi ke makamnya sepulang bekerja. Jadinya saat sore hari ia baru sampai di makam.

Saat ia melewati pohon pohon rindang, ia menangkap sesosok yeoja dalam penglihatannya. IU memicingkan matanya untuk memastikan penglihatannya.

‘Yeo.. Yeoja ini? Tunggu! Nde nde!! Aku ingat yeoja ini. Dia kan.. Tapi, benarkah dia yeoja yang Young oppa cari? Dia memang sangat mirip dengan yeoja yang ada di foto waktu itu. Tapi mungkinkah?’ Pikir IU dalam hati.

IU melangkah perlahan mendekati Suzy lalu tersenyum ramah di hadapan yeoja tersebut.

“Suzy-ssi??” Ucap IU hati hati. Suzy menoleh lalu sedikit mengerutkan kening.

‘Ya! Dia benar benar Suzy!! Suzy, yeoja yang selama ini Young oppa cari!! Oppa!! Aku menemukan anaemu!! Ah andai saja kau masih berada di Perancis oppa’ IU mengembangkan senyum. Terpancar aura bahagia dari wajahnya.

“Anyyeong! Joneun IU imnida” IU mengulurkan tangan. Suzy masih mengerutkan kening tapi ia menyambut hati hati uluran tangan IU.

“Mianhae, neo nuguya? Saya rasa saya tidak mengenal anda?” Ucap Suzy masih bingung.

“Ah akhirnya aku menemukanmu Suzy-ssi.. Mungkin kau tak mengenalku dan awalnya aku pun tak mengenalmu, tapi seobangmulah yang membuatku mengenalmu. Ia sudah mencarimu kemana mana hingga frustasi Suzy-ssi”

“Aku tak mengerti maksud anda? Ah, chakamman. Suzy?? Mian mian, sepertinya anda telah salah orang ahjumma”

“Ahjumma? Ahaha aku belum setua itu. Aku dan kau hanya berbeda satu tahun saja. Mwo? Ani Ani! Aku tidak mungkin salah orang. Kau benar benar Suzy kan?”

“Chagi, sedang apa? Siapa yeoja ini? Ayo kita ke makam, hari sudah sore” seseorang menarik tangan Suzy dan memotong pembicaraan IU.

IU menoleh sebal karena merasa pembicaraannya di potong.

“O.. Opp… Oppaaa…” IU menjatuhkan bunga di tangannya. Joon menghentikan langkahnya. Ia menoleh lalu mendapati sosok dongsaengnya. Dongsaeng yang sebenarnya sangat ia rindukan dan sebenarnya benar benar ingin ia peluk itu.

“I.. IU?” Joon terperangah tak menyangka dapat bertemu dongsaengnya disini.

“Oppa.. Kau benar benar Joon oppa???” IU tak kuasa menahan airmatanya. Airmata kebahagiaan karena dapat bertemu oppanya kembali.

“Ehm.. Maaf noona, sepertinya.. A.. Anda sudah salah orang. Ayo Soyeon kita pergi” Joon segera berbalik dengan cepat meninggalkan IU menuju ke mobil.

“Oppa, tapi oppa, aku IU. Kau tak ingat padaku?? Oppa….!!! Joon oppa!!” IU berusaha mengejar mereka tetapi mereka segera masuk ke dalam mobil dan melesat pergi meninggalkan pemakaman.

“OPPAAAAAAAAAAAAA….!!!!! Jangan tinggalkan aku lagi oppa!!” IU berlari lalu tak sengaja ia pun terjatuh.

“Oppa..”

***

-Joon POV-

‘Maafkan aku saengi. Maafkan aku. Aku tahu tadi tindakanku benar benar jahat! Aku tahu aku telah melukai perasaanmu. Sebenarnya aku sangat merindukanmu. Aku sangat ingin memelukmu saeng, membuatmu merasa nyaman dan membuatmu merasa tak sendirian lagi. Biarpun aku tak dapat memelukmu, setidaknya aku tahu, kau baik baik saja saat ini. Aku rindu padamu. Tapi ini bukan waktu yang tepat. Belum saatnya aku kembali menemuimu. Bahkan belum saatnya kau mengetahui kalau sebenarnya aku masih hidup. Belum saatnya. Bersabarlah saengi. Tak lama lagi, tak lama lagi kita akan kembali berkumpul seperti dulu.

It’s Just Time Problem Saengi!’

***

-TBC-

8 responses

  1. kereN thor,,,!!!! klu suzy hmil gmNa dNgn wooyoung,,,!!!
    aku mhu suzy sma wooyoung,,,!!! suzy sma wooyoung ea… please…!!!
    di tNgu part slNjut.na…

  2. cerita nya gregetin banget…
    apa alesan oon ninggalin adiknya….
    truuuzzzz gmn kalo suzy inget semuanya…..
    tp
    diakan lagi hamil……………………..anak JOON.

    ooowwwwwwwwhhhhhhhhh….
    ga sabar neehhh mw baca lanjutannya………….

    Jangan buat JOON sedih, Chingu…………….

  3. wahhh, ternyat IU adikny lee joon. kasian wooyoung T.T
    Suzy ayo segera ingatttt, tpi suzy skrang hamil. lee joon jahat EGOIS
    GAg sabar lnjut thor!!!!!!!!!!!

  4. gomawo gomawo yang udah mampir lalu berbaik hati meninggalkan jejak =)) mian aku baru on lagi jadi baru sempet balesin komen hihi:) mian kalau disini joon nya dibikin rada RAWR yaa hihihi =D ayo ditunggu part selanjutnyaaaa =D

  5. JOON!!!! AKU BENCI KAU!!! *caps lock jebol

    aahh,, Joon membencikan… aku benci kau…

    wooyoung oppa kau harus bersama suzy unnie… aku nggak mau ada couple lain yg memisahkan kalian..TT

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s