(Freelance) Unending Dream

Unending dream

Author: Nadia
Main Cast:
– Kwon Yuri SNSD
– Cho Kyuhyun Super Junior
Other Cast:
– Cho Ahra
– Kwon Risae (as Yuri’s sister)
– Kwon Jiyong (as Yuri’s brother)
Genre: Romance, Angst
Type: Oneshoot
Rated: BO (Bimbingan Orang Tua) *plakk* maksud saya PG 13??
Backsound: Oppa Nappa, SNSD (saya sarankan pas sampai bagian klimaks, dengerin lagu ini biar kerasa XD)
Note: Ya! Akhirnya saya kembali lagi!😄 Apa ada yang kangen sama saya? *PD mode:on* (Reader: Naujubileh, ini author pd nya udah overheat -.-,, kangen? Ccuih!! xD)
Kali ini angst romance, entah kenapa kalo angst saya pilihnya musti KyuRi, kenapa ya?? Soalnya kyu itu senyum evilnya ya tuchh, oh mai gad,, kalo Yuri kan senyumnya suci banget😀 . Tapi lama-lama kasian juga sih, coz Yuri udah sering jadi subjek penderita,, *dikeroyok biasnya Yuri XD*
Ya udah, daripada nungguin saya ngoceh, langsung aja, cekidot!

Unending dream

Yuri POV
“Mwo? Dijodohkan?”tanyaku. Kalau aku tidak berpegangan pada tembok, mungkin aku akan jatuh begitu saja ke lantai.
“Tapi appa,”rengekku pada appa. Tapi sepertinya itu sia-sia, karena jika appa sudah bilang iya, tidak ada yang bisa menentangnya.

Termasuk eommaku sendiri”Kalau appa bilang harus ya harus! Lagipula calon mertuamu itu sahabat appa, kami sudah seperti keluarga. Kau tahu kan, jika appa punya anak perempuan, appa akan menjdodohkannya dengan putranya. Kami sudah berkomitmen. Mengertilah Yul.”Rasanya aku ingin kabur saat itu juga, tapi appa tetaplah appaku. Mana mungkin aku menentang appaku sendiri?

****

Semalaman aku terus menangis. Risae adikku menenangkanku”Sabarlah onnie. Aku tau kau pasti menderita. Jika aku jadi dirimu, pasti aku juga akan sangat depresi.”Aku masih menangis di bahu Risae”Haruskah aku bilang pada appa?”tanyanya.

Aku menggeleng”Tidak usah, onnie akan melakukannya demi appa. Onnie rela melakukannya,”Ujarku. Risae menangis bersamaku”Onnie-ku yang malang,”kata Risae di sela-sela tangisnya.
Pagi ini, aku bangun dengan mata sembab. Kebanyakan menangis tentunya.

“Tok tok tok.”terdengar suara pintu kamarku diketuk.
“Nuguseyo?”tanyaku.

Risae masuk dengan membawa gaun berwarna putih. Aneh, rasanya aku tidak punya gaun seperti itu”Itu, untukku? Dari siapa?”tanyaku. Risae menaruh gaun itu di tempat tidurku”Gaun itu dari calon mertua onnie.”Aku terkejut”Mwo? Mereka sudah datang? Sepagi ini?”tanyaku tanpa jeda”Nae, aku saja baru tau kalau mereka datang.

Ahjumma Cho memberiku gaun ini, beliau bilang onnie harus memakainya.”kata Risae panjang lebar.Aku mengangguk pasrah dan segera ke kamar mandi.

Risae dan aku berjalan menuju ruang tamu. Jantungku berdebar keras. Ya Tuhan, inikah masa depanku? Dijodohkan dengan orang yang sama sekali tidak kukenal?

Risae tau kalau aku tegang. Dia menggenggam erat tanganku”Onnie, tegarlah. Aku selalu mendukung onnie.”bisiknya saat kami sampai di ruang tamu. Sebenarnya aku agak malu memakai gaun ini, karena pinggangnya terlalu ketat, dan terlalu mini, sehingga mengekspos bagian pahaku.

“Nah, itu dia putriku. Kwon Yuri.”kata appa. Kulihat dua orang namja dan dua orang yeoja. Hei, tunggu. Bukankah itu Ahra-onnie?

Dulu, memang kami pernah bertemu. Saat itu appa sedang mengadakan pesta ulang tahun perusahaan. Aku dikenalkan dengan teman appa, dan juga putrinya Ahra-onnie.

Kami main boneka bersama, makan bersama, dia sudah kuanggap kakak kandungku sendiri. Sayang, Ahra-onnie sekeluarga pindah ke Jepang karena suatu urusan.

Yang kuingat, dulu Ahra-onnie pernah bercerita padaku kalau dia punya adik laki-laki bernama Kyuhyun.
Kulihat sekali lagi namja di samping Ahra-onnie, wajahnya memang mirip dengan Ahra-onnie.

“Yul!”panggil Ahra-onnie”Onnie?”Kami langsung berpelukan karena sekian lama tak bertemu.
“Yul, kau sudah besar ya? Kau tambah cantik. Onnie saja sampai pangling melihatmu.”pujinya”Ah, onnie, gomawo. Onnie juga sangat cantik.”pujiku. Ahra-onnie tertawa.

“Yul, duduklah.”kata appa. Aku lalu duduk disamping appa.
“Perkenalkan, ini putraku, Cho Kyuhyun.”kata Ahjumma itu. Aku menoleh pada namja disamping Ahra-onnie.

Omo~ Dia benar-benar tampan. Kulitnya putih, wajahnya babyface dengan rambut yang agak curly.

“Kyuhyun-ah, ini putriku. Kwon Yuri.”kata eomma”Cho Kyuhyun imnida.”ujarnya cuek”Kwon Yuri imnida.”balasku sambil tersenyum dipaksakan. Namja ini, tidak tahu sopan santun ya? Masa dia cuek sendiri?

Kami pun mengobrol selama kira-kira 2 jam. Sedangkan Kyuhyun? Jangan ditanya, dia cuek sendiri dengan PSP-nya. Mungkin hanya Jiyong yang dekat dengannya, karena Jiyong kebetulan suka main PSP. Kulihat dari tadi Jiyong sering mengobrol dengan Kyuhyun. Pasti mereka ngobrol tentang PSP.

“Jadi, keputusannya, kalian akan menikah bulan depan.”kata Ahjussi Cho.
Kulihat mata Kyuhyun melebar, sepertinya dia shock.
“Mwo? Appa, aku baru 24 tahun!”ujarnya”Ne, saya juga baru 23 tahun ahjussi. Bukankah masih terlalu muda?”tambahku. Jujur, aku tak terima. Bukankah itu berarti kuliahku harus berhenti? Andwe! Setidaknya aku harus sarjana dulu!

“Tapi kalian sudah cukup umur untuk punya anak.”kata Ahjussi Cho. Mwo? Anak? Melahirkan di usia 24 tahun? Itu gila!
“Tapi, appa,”rengekku“Tidak ada tapi-tapian. Kalau appa bilang iya, ya iya.”kata appa”Aish, appa.”keluhku.

****

Aku menatap tanggal di kalenderku. Tanggal 21. Besok tepat satu tahun pernikahan kami. Apakah, apakah Kyu-oppa mengingat tanggal itu? Andwe! Itu kan hari terburuknya. Hari saat dia menikah denganku, yeoja yang paling dia benci.

Kyu-oppa memang sangat membenciku. Dia tidak pernah mencintaiku selayaknya istri. Saat kami menikah saja, dia sangat dingin padaku, jangankan untuk memeluk atau menciumku, menatapku saja dia tak sudi.

“Oppa, orangtua kita ingin anak secepatnya.”
“Mwo? Anak? Aish, mereka memang sudah gila. Baiklah, tapi sekali saja. Jika tak berhasil aku akan menceraikanmu.”
Saat itu, aku benar-benar terluka. Oppa, apa kau tidak menyadarinya?

“Oppa, aku hamil oppa!”
“Lalu apa gunanya? Aish, lebih baik kau tidak usah hamil supaya aku bisa menceraikanmu.”
“Dengar, setelah anak itu lahir aku akan menceraikanmu secepatnya.”

“Sudah kubilang! Aku tidak mau mengakui anak itu! Ambil dan rawat dia setelah kita bercerai. Karena aku tak mau ada darahmu di keturunanku! Dasar yeoja menjijikkan!”

“Ya! Dasar kau merepotkan saja! Jika aku melihat kau muntah saat aku makan, aku tidak akan segan untuk menampar wajahmu yang jelek itu.”

Hatiku sakit mengingat kenangan buruk itu, tapi kenapa aku tetap mencintainya? Wae oppa? Kenapa aku tetap mencintaimu oppa?
“Oppa, siapa itu Victoria? Mengapa banyak kata-kata ‘chagi’ dalam sms-mu? A-apa kau…”

“Dia bukan siapa-siapa! Dia memang mantan pacarku dulu. Tapi aku sudah melupakannya! Dan jangan pernah mengecek hpku atau kau tau akibatnya!”

“Oppa, kau bilang kau bilang kau sudah melupakannya. Tapi sampai saat ini kau terus memanggil Victoria dengan kata-kata chagi!”
“Memang kenapa, huh? Apa urusanmu?”

Kau tau? Sangat menyakitkan saat suami yang kau cintai selingkuh. Suatu ketika, saat itu Kyu-oppa tidak pulang sama sekali. Aku bertanya pada teman kerja Kyu-oppa, ternyata dia pergi dengan seorang yeoja ke sebuah hotel.

Untuk apa ke hotel? Jika Kyu-oppa melupakan yeoja itu, tapi kenapa dia tetap menemuinya?
Aku mendatangi hotel yang didatangi Kyu-oppa dengan selingkuhannya Victoria. Dan kau tau, apa yang kulihat? Kyu-oppa memeluk dan mencium Victoria dengan mesra. Tak terasa bulir-bulir air mataku membasahi pipiku. Tubuhku merosot ke lantai.

Hatiku rasanya perih sekali, bahkan rasanya aku tidak bisa bernafas. Ya Tuhan, apa kesalahanku? Apa dosaku di kehidupanku sebelumnya?

“Oppa! Siapa yeoja sialan ini? Kenapa kau menciumnya oppa! Apa aku tidak cukup untukmu?”Aku menampar yeoja itu dan menarik rambutnya. Yeoja itu berteriak kesakitan. Kyu-oppa terlihat sangat marah. Dia menarik tanganku.

Setelah sampai diluar, yang kudapat adalah, Kyu-oppa menamparku sekuat tenaga. Aku terjatuh karena tamparannya. Kenapa dia begitu tega menampar istrinya yang sedang mengandung? Wae?
“Jangan pernah campuri urusanku, atau kau akan mendapat akibatnya!”

Aku menangis karena kenangan pahit itu. Ya Tuhan, berikan aku kekuatan.
Terkadang aku bermimpi saat tidur, saat itu aku berada di sebuah taman yang sangat indah,
Bunga Sakura berjatuhan dimana-mana, benar-benar indah.
“Chagi!”

Aku menoleh dan mengetahui kalau itu adalah Kyu-oppa yang memanggilku”Oppa!”balasku. Dia berlari dan memelukku. Sungguh, aku tidak ingin bangun.

****

Aku terbangun dengan mata sembab. Sial, aku bermimpi tentang hal itu lagi. Ini membuatku gila.
Kulihat jam weker di samping tempat tidur. Sudah pukul 07.00 pagi, tapi Kyu-oppa belum pulang juga. Kemana dia? Aku sangat khawatir padanya.

“Krieett”Kudengar suara pintu dibuka. Tanpa pikir panjang, aku segera berlari kedepan. Tetapi agak sulit, karena perutku yang besar membuatku sulit bergerak.
“Oppa, kemana saja kau? I-ini kan sudah pagi.”tanyaku hati-hati. Aku takut dia marah.

“Ini bukan urusanmu! Aku ini suamimu, terserah aku mau pergi kemana, yang jelas aku ingin tidur!”bentaknya padaku. Aku hanya menunduk. Kyu-oppa membentakku, berteriak padaku, bahkan menamparku, itu semua sudah biasa.

Aku mengelus perutku”Sayang, kasihan dirimu. Appamu galak dan dia membencimu sayang,”gumamku sambil menitikkan air mataku. Usia kandunganku kini sudah mencapai 9 bulan. Mertuaku, orangtuaku, Ahra-onnie, dan adik-adikku senang mendengarnya, kecuali Kyu-oppa. Sebegitu bencinyakah dia padaku? Istrinya sendiri?
Tuhan, kuatkanlah aku.

****

Ah, hari ini hari Sabtu. Bukankah biasanya Kyu-oppa pulang lebih awal? Kuputuskan untuk memasakkan makanan favorit suamiku tercinta. Seperti yang kubayangkan, Kyuhyun-oppa pulang lebih awal

”Oppa! Makanlah dulu. Ada makanan favoritmu disini.”kataku semangat. Aku berjalan ke arahnya”Aku makan diluar.”ujarnya tanpa menatapku sama sekali

”Tapi oppa, aku harus berjuang untuk memasakkan ini. Kau tau kan, kandunganku sudah 9 bulan, sangat berat untuk melakukan aktivitas seperti memasak. Bahkan untuk berjalan saja sulit.”rengekku.
“Dengar ya, sampai kapanpun, aku tak mau makan masakanmu! Meski kau membuatnya dengan susah payah atau apalah, aku tidak sudi tau!”bentaknya.

Air mataku mengalir”Oppa! Sebegitu bencikah kau padaku? Apa salahku oppa?”Kyuhyun-oppa menatapku sinis”Ya! Aku memang sangat membencimu. Aku benar-benar membencimu. Aku bahkan tak sudi melihatmu. Kau bukan siapa-siapa Yul! Kau tidak ada artinya untukku! Kau tau apa yang kurasakan selama ini huh? AKU MENYESAL MENIKAH DENGANMU KWON YURI!”

Deg! Rasanya aku disambar petir saat itu. Hatiku rasanya seperti diiris tipis dengan pisau beracun. Benar-benar sakit dan perih, rasanya sulit untuk bernapas atau bicara. Ya Tuhan, aku tidak kuat lagi…

Mungkin Tuhan memberiku kekuatan saat ini juga. Aku menatap Kyu-oppa dengan tatapan penuh amarah“Wae? Kenapa kau tidak bisa mencintaiku? Apakah selama ini kau hanya menganggapku seperti bayi yang tidak berguna? Apakah begitu sulit untuk makan malam bersamaku? Bagimu aku ini apa oppa?

Wae aku tidak bisa menjadi milikmu seutuhnya? Apa kau tidak tau seperti apa aku mencintaimu? Kau tidak tau perasaanku Oppa! Kau orang jahat oppa! Kau jahat!”teriakku dengan mata yang masih basah. Bibirku bergetar.

Tiba-tiba perutku rasanya sakit sekali”AAAAH!!”teriakku. Terlihat darah mengalir dari pahaku. Andwe! Apa aku keguguran? Tidak boleh! Bayiku harus tetap hidup!

Kyu-oppa berlari kearahku. Tubuhku merosot ke lantai”Yul? Gwechana? Bertahanlah!”kudengar nada khawatir darinya. Namun akhirnya yang kulihat adalah kegelapan.

****

“Chukkae, istri anda melahirkan bayi kembar yang sempurna, yang satu namja, satunya lagi yeoja.”kata seorang dokter. Aku tersenyum melihat kedua anak kembarku lahir dengan selamat, keringat masih membasahi seluruh tubuhku.
Kyu-oppa tampak sangat bahagia. Dia tersenyum padaku. Akhirnya, dia bisa tersenyum padaku untuk yang pertama dan terakhir kalinya.
Sebelumnya, dokter bilang kalau aku sebentar lagi akan meninggal. Karena saat melahirkan, kondisiku sedang kelelahan dan juga stres. Kemungkinan aku akan meninggal karena pendarahan hebat. Aku sangat depresi, karena itulah saat terakhirku melihatnya, dan kedua anakku. Tapi, paling tidak aku masih punya waktu untuk melihat bayiku dan suamiku untuk terakhir kalinya.
Kyu menghampiriku sambil tersenyum pahit”Mianhae,”aku mencoba tersenyum”Kenapa harus minta maaf?”
“Jangan pura-pura. Selama pernikahan kita, aku selalu menyakitimu.”
Aku menggeleng pelan”Aniyo oppa, setidaknya kau selalu membuatku bahagia.”
“Baha-gia?”kulihat mata Kyu-oppa berkaca-kaca. Apa dia, menangis?
Aku mengangguk lemah”Cukup melihatmu saja, aku sudah bahagia oppa. Aku tau kau tidak pernah mencintaiku, paling tidak aku sudah berusaha mencintaimu selama ini.”
Kyu-oppa menangis”Mianhaeyo Yul, aku sangat pabo selama ini.”
Aku mengusap air matanya, menatap wajahnya sepuasnya”Gwechana, yang penting jaga anak kita baik-baik.”
“Nae Yul.”ucapnya lirih, setetes air mata mengalir dipipinya. Susah payah aku mengusap pipinya”Oppa, jangan menangis. Nanti aku juga sedih.”Kyu-oppa menghapus air matanya dengan kasar”A-aniyo. Aku tidak menangis.”

“Oppa, saranghae.’ucapku lirih, bahkan mungkin hampir tidak terdengar”Nado saranghae.”Kyu-oppa kini tidak bisa menahan isakannya.
Benarkah? Dia mengatakan saranghae untukku? Betapa bahagianya aku.

Rasanya aku mulai mengantuk, aku ingin tidur. Aku memejamkan mataku perlahan. Yang kudengar adalah suara Kyu-oppa yang menangisiku. Tapi aku tak bisa kembali. Rasanya seperti melayang.

****

Author POV
“YUL! JANGAN TINGGALKAN AKU YUL!! KUMOHON, SARANGHAE YUL! NEOMU NEOMU SARANGHAE!”Kyuhyun langsung menangis saat itu juga. Menangis karena kebodohannya. Menangis karena telah menyia-nyiakan yeoja itu.

Menangis karena terlalu terlambat menyadari, kalau ia mencintainya. Tapi semua sudah terlambat. Yeoja itu telah tertidur untuk selamanya. Menjemput mimpi abadinya. Mimpinya untuk bersama namja yang ia cintai. Kini dia tidak perlu takut lagi untuk bangun atau kehilangan namja yang ia cintai.

5 tahun kemudian…
Kyuhyun menaruh sebuket lili putih ke sebuah nisan bertuliskan Kwon Yuri. Dia tersenyum sebentar sambil menatap foto mendiang istrinya

”Annyeong chagi. Apa kabar? Semoga kau baik-baik saja.”ucapnya”Yang kuingat, dulu kau pernah bilang pada Risae kalau kau benci lili putih, karena itu untuk orang mati, maka dari itu aku membawakan bunga ini untukmu.”Kyuhyun terkekeh dengan humornya sendiri.

“Kau tau tidak, chagiya? Anak kita sudah besar. Yuri dan Yugeun. Ah, aku memang sengaja memberi nama anak perempuan kita dengan namamu, karena dia memang mirip sekali denganmu.”Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca.

Kyuhyun menarik napasnya dalam-dalam”Gomawo, sudah memberiku kedua malaikat itu untukku. Cho Yuri dan Cho Yugeun.”Kyuhyun tersenyum pahit”Dan, sekali lagi, mianhae. Atas kesalahanku yang sudah menyia-nyiakanmu.”Kyuhyun mengulangi kalimat yang sudah beribu kali dia ucapkan itu.

“Appa!”
Kyuhyun menoleh pada sumber suara itu. Ternyata ada Ahra, Risae, Jiyong dan kedua anaknya.

“Appa ternyata disini? Ya! Appa lupa dengan ulang tahun kami berdua?”tanya Yugeun kesal. Kyuhyun tersenyum dan membelai rambut Yuri dan Yugeun”Tentu tidak. Saengil chukkaehamnida untuk kedua anak appa, Yuri dan Yugeun.”Yuri menatap miris pada nisan ibunya

”Juga, tepat lima tahun kematian eomma.”Kyuhyun memeluk Yuri”Yuri, eomma selalu bersama kita. Percayalah.”Yuri mengangguk”Nae, appa.”

“Kau tau tidak, wae appa memberimu nama yang mirip dengan eommamu?”Yuri menatap Kyuhyun dengan tatapan ingin tahu”Wae appa?”Kyuhyun menatap wajah putrinya dan matanya mulai mengalirkan air matanya”Karena kau sangat mirip eomamu.”

“Appa, jangan menangis. Nanti aku juga sedih.”Yuri mengusap air mata Kyuhyun dengan lembut.
“Oppa, jangan menangis. Nanti aku juga sedih.”
“Oppa, saranghae.”

Terngiang kata-kata terakhir mendiang istrinya“Yul,”gumam Kyuhyun. Ia lalu mengusap air matanya.
“Kkaja, kita berdoa untuk eomma dulu sebelum pulang!”kata Kyuhyun.

****

Di sebuah taman yang indah, bunga Sakura berjatuhan dengan indahnya. Seorang yeoja cantik ada disana.
“Yul!”

Yeoja bernama Yuri itu tersenyum dan berlari menuju namja yang paling ia cintai”Oppa!” Mereka berlari dan saling berpelukan. Yuri menangis di pelukan Kyuhyun”Oppa, aku merindukanmu!”kata Yuri. Kyuhyun mengeratkan pelukannya

”Nado chagi. Aku sangat merindukanmu.”Yuri tersenyum simpul dan melepas pelukannya”Kau tau oppa? Saranghae. Neomu neomu saranghae.”Kyuhyun tersenyum”Nado saranghae. Ayo kita kesana, melihat bunga Sakura itu.”

Yuri dan Kyuhyun saling bergandengan dan melangkah menuju sebuah pohon Sakura yang sedang mekar.

****

I know everything…
I’m not the one…
But still, i don’t wanna lose you…
Just once, listen to me…
In front of Oppa, i’m a woman…
Is it so hard, to have dinner with me once?
You said you forgot her
You said you were alone
But why are you meet that Unnie?
Am I still not the one?
Am I not good enough?
For once, try to believe in me
I can be good to you…
Why do you smile constantly?
Do I seem like such a baby?
Just once, listen to me sincerity
In front of Oppa, I’m a woman…
Is it so hard, to have dinner with me once?
You said you forgot her
You said you were alone
But why are you meet that Unnie?
Am I still not the one?
Am I not good enough?
For once, try to believe in me
I can be good to you…
A million times a day…
You come to mind…
Althought tears come, I thus hold back tears…
Is there a reason, why I shouldn’t love you?
You said you forgot her
You said you were alone
But why are you meet that Unnie?
Oppa!
You are a really bad person
You really don’t know my feeling
Please, believe in me
I can be good too…
SNSD – Oppa Nappa (Bad Oppa)
-Unending Dream-
THE END

****

Ya! Akhirnya finish juga!😄. Bener-bener nguras air mata loh bikin fic ini. Yuri juga kesian, udah dihianatin, disakitin, bahkan ditampar, eh akhirnya mati *author kejam*
Gimana? Gajekah? Mungkin awal-awalnya agak gak nyambung, coz saya ini gak bisa bikin intro fic yang angst, tapi begitu akhirnya saya bener gak bisa nahan air mata saya, T_T *nangis darah* Mianhe kalau awal-awalnya ngegantung, dan soundtracknya yang samasekali gak nyambung *bow*
Yaudah, daripada nungguin saya ngebacot mendingan langsung comment yah!! Gomawo Don’t be sider!!
SIDER? YOU DIE!! *maksa*

42 responses

  1. Wahh ,, lewat setaun yaa ??😄
    Baca’x baru skrg , mian thor🙂
    bt , ff ini beneran nyesek bin nyakitin😦 hikz ..
    KyuRi’x gak happy end , bt lumayanlahh ..
    se-enggak’x Kyu-ppa sempat mengucapkan “saranghae” dgn tulus sama Yul-eonn . Keep spirit ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s