[Ficlet] Written Book 1

Sub-tittle: The Memory Case

Author: Nana Cho

Length: Ficlet

Type: Series

Rate: T

Genre: Romance, Sad

Cast:

  • Kim Myungsoo
  • You

Disc: The Plot is originally mine, and Myungsoo is belongs to eLeMine #eh eLement

Written Book [The Memory Case]

Kusentuh buku bersampul coklat itu perlahan. Buku usang yang sudah sangat rapuh. Buku yang penuh coretan ini, buku yang sudah dipercaya untuk menjadi brankas kenanganku. Semua kenangan yang terjadi di kehidupan masa laluku.

CKLEK.

Pintu kayu di sudut ruangan itu terbuka tiba-tiba. Menunjukkan sosok seorang laki-laki yang berjalan gontai memasuki kamar ini. Kamarnya.

Kulit pucatnya, manik hitam yang biasa menatapku hangat, senyumnya yang terkesan dingin, tawa renyahnya yang sarat kebahagiaan, atau bahkan suaranya yang terdengar seperti tokoh anime. Aku tak bisa memberikan satupun alasan untuk melupakannya. Aku tak punya alasan untuk meninggalkannya, atau benar-benar pergi dari hidupnya. Karena, dialah alasan dan jawaban bagi semua pertanyaan yang ditujukan padaku.

PIIP PIIP PIIP…

Ditekannya beberapa nomor di ponselnya, seraya mengambil duduk di tempat tidurnya. Kemudian, menempelkannya ponsel hitam itu ke dekat telinga. Apakah nomor yang ditelfonnya masih sama? Sama. Sebuah ponsel yang tak jauh dari tumpukan buku-buku di meja belajarnya bergetar. Dia masih menyimpan ponselku. Aku masih ingat apa yang dikatakannya beberapa minggu lalu.

“Aku akan menyimpan ponsel dan bukunya. Dengan begitu, aku bisa mengenangnya. Aku juga bisa mendengar suaranya meskipun hanya dari mesin penjawab. Tapi, setidaknya itulah yang membuatku akan terus hidup.” Kata-kata itu meluncur dengan lancar melalui bibirnya. Seiringan dengan aliran yang belum kering di pipinya. Tak kusangka, wanita jahat ini begitu berarti untuk hidupnya. Aku tak bisa terus berada di sampingnya. Waktuku bahkan tak cukup untuk menepati semua janjiku padanya.

Kaki jenjangnya bangkit, membawa tubuh itu berjalan gontai menuju meja belajar. Ponselnya hanya di lemparnya ke arah tempat tidurnya, kemudian terduduk kursi belajarnya. Masih bisa kulihat sebuah aliran kecil yang belum sepenuhnya kering di pipinya.

Tuhan, hentikan tangisnya. Aku tak bisa terus melihatnya menangis. Ini terlalu menyiksaku Tuhan…

SREK.

Diraihnya buku coklat brankas kenanganku. Buku itu, sudah sangat penuh dengan coretan tanganku. Mulai dari gambar tak penting, hingga tulisan-tulisan bermakna yang sarat kenangan. Semua perasaanku kutorehkan disana. Semua perasaanku, kenangan kami.

Tangan besar yang biasa menggenggam tanganku itu, membuka sampul bukuku perlahan. Membaca sebaris kata yang tertulis di bagian depan buku.

‘Myungsoo Oppa, aku cinta punggungmu!’ Bisa kulihat sebuah senyum terulas di bibirnya. Sayangnya, aliran kecil itu terbentuk lagi di pipinya.

Ditangkupkannya kedua tangannya menutupi wajahnya. Kepalanya menunduk. Perlahan, bisa kulihat pundak itu bergetar. Dia, yang biasanya terlihat sedingin dan sekokoh gunung es itu, sekarang terlihat bagaikan selapis tipis lapisan es yang akan hancur dengan sekali sentuhan pelan. Tuhan, bagaimana aku bisa menghentikan tangisnya?

6 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s