[Songfic] What is love

Author :  Kin♥ (@Rekindria)

Main cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Rating : PG-15

Genre : Romance

Type : Songfic (EXO K- What is love)

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves.

Warning : Don’t be Plagiator and Siders.

♥ What is love ♥

Note : Sebelum baca sebaiknya dengerin lagu Boyband baru SM ya🙂 Artinya, gombalan semua wkwk. Makannya aku selama 2 hari bikin songfic ini. Dan hargai ya usahaku ^^ Ini songfic kedua setelah How great is your love kkk~ Maaf, kalau masih amatir

NO PLAGIARISM, NO BASHING, AND NO SILENT READER

Girl, I can’t explain what I feel

“YA!” lagi dan lagi aku mendengar pekikan yang menggelegar itu. Apakah gadis itu selalu memekik? “Oppa, kau sendirian?” tanyanya saat mendapatiku duduk dengan menopang dagu seraya memandang kearah luar jendela. “Sepertinya jawabannya adalah iya…oppa, kenapa kau hanya sendirian? Kau tidak punya teman makan? Baiklah, aku akan menemanimu– tapi, kau harus meneraktirku. Bagaimana?” tanyanya panjang lebar. Aku rasa tadi bukanlah pertanyaan tapi serentetan argumen tak jelasnya. Bahkan, aku belum mengucapkan satu kalimat pun untuk menjawab. Hei, aku baru menyadari dia mengatakan aku harus meneraktirnya–yang benar saja! Gadis itu seorang shikshin dan semua pasti mengenal kebiasaan buruknya–sebenarnya tidak buruk juga sih tapi, tetap bagiku itu merugikan. Sepertinya, aku juga tidak memintanya untuk menemaniku.

“Aku tidak memintamu untuk menemaniku,” ucapku dengan meliriknya singkat–dapat kulihat dia sudah menjatuhkan tubuhnya tepat didepanku. Matanya itu. Arrggghhh.. kenapa? Ada apa dengan matanya?

Bukannya menghentikan tatapan innocentnya saat menatap menu makanan tersebut, dia malah menatapku dengan kedua bola matanya yang errrrgg i–in–indah. Sepertinya, ada sesuatu yang terjadi pada diriku saat ini. Apa ? Kenapa aku tidak bisa menjelaskannya? Apakah aku salah minum obat? –atau aku kekurangan tidur karena terlalu banyak bermain game? Tapi, apakah semua itu berpengaruh pada jantungku?

haruga machi ilbunchorom neukkyojige mandeulji
nomanisseumyon yonghwasoge juin-gong
nol borodallyoganeun eksyonsinirado jjigeulgot chorom nan machi yongungi dwen gotchorom

(Making a day feel like a minute
With you, I’m the main character of a movie
As if I’m about to film an action scene to come see you, as if I’ve become a hero)

Choi Sooyoung, gadis itu! Aku benar-benar tidak mengerti akan perasaanku akhir-akhir ini. Kenapa setiap bersama dirinya aku merasakan waktu berlalu begitu cepat? –seperti satu hari terasa hanya satu menit.

Aku menghindarinya dengan menyendiri seperti ini. Tapi, lagi dan lagi aku selalu bisa merasakan dia selalu menguntitku–atau mungkin memang dia bisa merasakan keberadaanku?

“Ayo, kita pulang,” dia bangkit dari dudukannya dan dengan sesuka hatinya ia menarik tanganku. Bisakah kau bilang dulu jika ingin menyentuhku? Hei, kau tau aku benar-benar tak bisa mengontrol degupan jantungku sekarang!

Senyuman itu harusnya yang terukir diwajahku! YA! Sejak kapan Choi Sooyoung bisa menirukan evil smile ku? Ah, ada apa denganku sekarang? Bahkan untuk menampilkan evil smile dan sejenisnya aku tak mampu. Malah, senyum ini yang terus mengukir disudut pipiku. Aku benci senyuman ini terus mengukir wajahku! Aku tidak mau terlihat bodoh dihadapannya!

Aku menarik lengannya saat melihat dia goyah dan hampir terjatuh. “YA!” pekikku seraya dengan cepat mendekapnya pada tubuhku.

Sunyi. Kenapa hanya diam? Ayolah, sangat memalukan saat ini jika degupan jantungku lebih bergema dari suara apapun. “Apa kau ingin terus memelukku?” delikku dengan meliriknya. Dia tersipu malu lalu berusaha menjauhkan tubuhnya. Apa yang aku lakukan? Kenapa aku selalu bersikap seperti tadi? Apakah aku tidak bisa lebih lembut? –atau memang aku tidak punya sisi romantis?

Dia merintih dan memegang kakinya yang terkilir. Aku menuju kearahnya dan berlutut tepat dihadapannya.”Apa yang kau lakukan?” tanyanya tercengang dengan apa yang aku lakukan saat ini.

“Kau bodoh atau apa? Apa kau tidak menyadari kalau high heels-mu itu patah.” jelasku padanya seraya membantunya. Kaki yang indah dan sayang saat ini terkilir. Hentikan pikiran anehmu, Cho Kyuhyun!

“Jika kau membuka sepatuku aku harus telanjang kaki? Ini sangat dingin, Cho Kyuhyun!” ia merengek kecil dengan mengerucutkan bibirnya, kesal. Apa kau terlalu cinta pada sepatumu? –atau kaki indahmu?

Aku berjongkok dan menawarkan punggungku. “Kalau begitu aku akan menggendongmu.”

Matanya membulat.“Mwoya?”

“Sudahlah, cepat atau kau akan kutinggalkan disini seorang diri,” balasku dengan senyum evil-ku. Akhirnya, senyumanku kembali!

Dia sepertinya melunak dan mulai naik kepunggungku. Aku pun mengangkatnya dan berjalan. Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika ada yang mengenali kami. Saat ini aku mohon jangan ada satupun yang menggangu kami.

“Kau mau berusaha menjadi pahlawan, Cho Kyuhyun?” tanyanya.

“Aku tidak perlu menjadi pahlawan untukmu –karena kurasa aku lebih dari seorang pahlawan bagimu, Choi Sooyoung!” jawabku dengan kekehan kecil di bibirku.

“Kau berusaha merayuku?” desisnya dengan memukul bahuku pelan.

non nege wanbyok sangsanghebwasso
hamkkeramyon ottolkka yeah
nan noman gwenchantago malhejumyon modu wanbyokhe oh baby

(You’re perfect to me, I imagined
How would it be if we were together?
If only you say okay, everything is perfect, oh baby)

“Kyuhyun oppa, kau menyukaiku?” dia bertanya dengan kekehan kecil dibibirnya. Bahkan tawa kecilnya yang kudengar itu seperti meledekku. Aku menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas, kesal–yang benar saja. “Oppa, suara jantungmu itu terlalu keras. Aku bisa tuli jika terus mendengarnya.”

Mwoya? Apa yang dibicarakan gadis ini? Tunggu, kenapa sepertinya dia mengerti perasaanku? Apa aku harus mengatakannya?

Dia terdiam. Ah.. kenapa sangat kaku! “Sooyoung ah, kau mengetahuinya?” ucapku akhirnya. Aish, jeongmal! Aku membutuhkan keberanian untuk mengatakannya saat ini. “Apakah aku harus mengatakannya?” aku mendesah lemah. “…kurasa kau juga tau perasaanku padamu. Bagaimana aku mengatakanya… Kau sempurna bagiku, aku membayangkan­–bagaimana jadinya jika kita bersama?” aku menunduk malu saat mengucapkan serentetan kata-kata itu. Demi wajahku yang tampan ini, itu adalah kalimat yang pertama kali keluar dari bibirku selamaku hidup–apa terdengar romantis? “Sooyoung ah, what do you think? If only you say okay, everything is perfect–tunggu, itu terdengar memaksa. Ah.. mianhae, aku memang tidak pandai untuk mengutarakan perasaanku.”

Lagi-lagi kami terdiam. Aku menunggu jawaban darinya. Tapi, kenapa dia diam? Apa dia terharu dengan kata-kataku? Wah, berarti aku pria romantis bukan? Apa dia terkejut karena aku seperti memaksanya menjadi yeojachingu-ku? Ada apa denganmu, Choi Sooyoung?

“Sooyoung ah!” aku mengguncangkan tubuhku. Aish, jinnja! Aku sudah panas dingin mengucapkan perasaanku tapi dia malah tertidur–yang benar saja.

I lost my mind noreul choeummannasseultte
no hanappego modeun-goseun get in slow motion
nege mar-hejwo ige sarangiramyon

(I lost my mind, the moment I saw you
Except you, everything get in slow motion
Tell me, if this is love)

Gadis ini benar-benar membuat akalku hilang. Aku ini pintar tapi kenapa dia membuatku bodoh?

Sekarang, dia tengah damai dalam alam mimpinya. Aku membawanya masuk kedalam mobilku yang memang kuparkirkan lumayan jauh dari restoran tadi.

Aku menjatuhkan tubuhnya pelan-pelan pada mobilku. Dia melenguh pelan dan membuatnya membuka matanya. Matanya yang indah itu menatapku! Ah, ini membuatku hampir gila. Tangannya melingkar pada leherku dan wajahnya sangat dekat. Ya, sepertinya dia memang belum menyadari posisi kami. Tapi, aku bisa melihat semburat merah merona dipipinya.

Kenapa saat ini apapun yang ada didunia ini seakan bergerak lambat kecuali dirimu? Bisakah kau katakan padaku, jika yang aku rasakan ini adalah cinta? Apakah aku memang mencintaimu, Choi Sooyoung?

sesangnamjadeul modu nalburowohe
noreul gajin nega jiltuna jukgennabwa

(All the guys in the world are jealous of me
They must be jealous to death of me, for having you)

Dia terlihat mencuri pandang padaku. Aku tahu aku tampan tapi, kenapa dia seperti malu-malu? “Oppa, bisakah kau mengulangnya lagi? Tapi, yang lebih berkesan.”

Alisku bertaut seolah tak mengerti ucapannya. Aku masih berkonsentrasi pada mobil yang kubawa jadi aku tidak langsung menatap kedua matanya itu. “Maksudmu?”

“Itu yang tadi–ehm–kau menyukaiku kan oppa?” terkanya secara tiba-tiba. Bagaimana dia bisa mengetahuinya? Bukannya dia tadi sudah terlelap? “Aku mendengar semua yang Kyuhyun oppa katakan. Apakah kau bisa mengulanginya dari awal? Aku ingin memastikan bahwa aku tidak bermimpi saat itu.” Jelasnya dengan wajah yang dipenuhi semburat merah.

“Aku tidak menyukaimu.” Balasku cepat. Kulihat dia terdiam dan menundukkan kepalanya, dengan cepat aku melanjutkan kata-kataku. “Aku memang tidak menyukaimu–tapi–aku mencintaimu.”

“Sepertinya semua pria akan cemburu oppa.”

“Maksudmu?”

“Ya, mereka akan cemburu karena Cho Kyuhyun memiliki Choi Sooyoung.” Ucapnya dengan nada membanggakan.

“Kenapa kau terlalu percaya diri?” komentarku padanya. Dia kini kembali menatapku dengan kedua bola matanya tapi, tatapannya itu seakan ingin mengajakku bertaruh. “Hahaha.. kau marah? Mianhae, aku memang tidak bisa romantis.”

“Ya, kau memang payah.” Ejeknya dengan menyilangkan kedua lengannya.

Aku meliriknya singkat lalu segera memberhentikan mobilku. “Kau bilang aku payah?” aku meliriknya dengan tatapan yang intens pada kedua maniknya itu. Aku mendekat kearahnya dan dapat kulihat ia menutup matanya. Lihatlah, gadisku ini sangat manis. “Kau benar… semua pria akan cemburu padaku karena memilikimu, Choi Sooyoung,” desisku pelan sebelum akhirnya aku mendaratkan bibirku pada bibir tipisnya.

hega gado dari gado jolde anbyonhe
nan bogiboda ujikhage mideullamjaraneun-gol
non algedweltenikka

(Even after the sun goes down and moon goes down, it will never change
You will find out that I’m a guy whom you can trust)

“Haruskah kukatakan kata-kata romantis untukmu? Aku tidak pandai soal itu. Yang jelas aku mencintaimu–bahkan hingga matahari dan bulan sudah tenggelam perasaanku takkan pernah berubah. Kau akan menyadari bahwa akulah seorang pria yang bisa kau percaya untuk mu–gomawoyo, saranghae Choi Sooyoung.” Aku membelai rambutnya dengan lembut. Dia tersenyum saat aku mengucapkan kata-kata tersebut. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa mengeluarkan kata-kata indah itu. Tapi, demi segala bentuk kasih sayang dibumi ini aku tulus mencintaimu.

I don’t know why joldejogin igamjong
nega senggakjocha hesseulkka
ne gyote isseultte nan jomjom dedanhan namjaga dwedo bitnaneun gol

(I don’t know why, this unconditional emotion
Did I ever imagine?
Next to me, your shine more brightly as I become a better guy)

Aku turun dari mobilku dan membukakan pintu untuk gadisku tersebut. Sekarang ini, perasaanku sungguh tak terkendali. Apakah seperti ini sebuah perasaan yang tidak bersyarat?

Aku tidak pernah membayangkan bisa mencintaimu. Seorang gadis yang seharusnya tidak aku cintai. Sekali lagi, perasaan tidak bisa diatur. Aku yakin bisa melewati semua bersamamu.

Kau–Choi Sooyoung disampingku, kau bersinar lebih terang membuatku menjadi seorang pria yang lebih baik.

(ganjor-hi barago barandamyon
i-rwojilkka donghwayegichorom
yongwonhan dulmane happy ending happily ever after
namaneun nol midojugo jikyojugo dallejulkke
nipyoni dwelkke
nigyoteso jolde anttona)

(If you wish and wish earnestly
Will it come true, like the fairytales?
A never-ending happy ending, happily ever after
I will trust you, protect you and comfort you
I will be on your side
I will never leave your side)

Sooyoung terus mengaitkan jemarinya kuat-kuat pada jemariku. Senyum indahnya tak pernah hilang terukir disana. Aku menyukainya. Dia milikku. “Jika aku ingin dan mengharapkan dengan sungguh-sungguh–menurutmu akankah semuanya terwujud, seperti cerita dongeng? Berakhir bahagia, bahagia selamanya, aku dan kamu?” dia tersenyum kecil saat melontarkan pertanyaan itu.

Aku menatap matanya dan mengacak rambutnya. “Aku tidak bisa berjanji dengan apa yang tidak bisa aku lakukan. Tapi, aku akan mempercayaimu, melindungimu dan menghiburmu. Aku akan berada disampingmu dan takkan pernah meninggalkanmu,”

(meil geudewa sumaneun gamjongdeureul-lanwojugo bewogamyo
ssaugo ulgo anajugo
nege mar-hejwo ige sarangiramyon

(Sharing and learning countless emotions everyday with you Fighting, crying and hugging
Tell me, if this is love)

“…..Berbagi dan belajar berbagai hal yang aku rasakan bersama denganmu. Perjuangan,tangisan dan pelukan. Bisakah kau mengatakan padaku jika yang aku rasakan ini adalah cinta?”

(nolaraboneun-gol ige sarangin-gol
aichorom nol jaju utgemandeulgo
chingguchorom nol gajang pyonhage mandeulkkoya
My babe, baby babe, baby baby
mar-hejwo nege what is love)

(I can tell, this is love I will make you smile often like a child
I will make you feel the most comfortable, like a friend
My babe, baby babe, baby baby
Tell me, what is love)

“….aku bisa mengatakannya sekarang–yang ku rasakan ini memang cinta. Aku akan membuatmu tertawa sesering mungkin, seperti seorang anak kecil. Aku akan membuatmu merasa lebih nyaman, seperti seorang teman. Choi Sooyoung, jelaskan padaku apakah semua yang kurasakan ini cinta? Apakah aku memang mencintaimu?”

“Apapun itu yang pasti aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.”

The end

 

2 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s