(Freelance) Stay Close, Don`t Go

Tittle   : Stay Close, Don’t Go

Cast     : Cho Kyuhyun, Jang Youn Sun

Rating : Romance

By        : kudohito_13

Stay Close, Don’t Go

 

Kyuhyun’s POV

Aku memperhatikan kedua tangannya membersihkan cairan hitam pekat yang tumpah dari sebuah cangkir kecil. Cairan itu hampir tumpah seluruhnya dan tak menyisakan sedikitpun di dalamnya. Bersama dengan itu, aku melihat ada sedikit cairan bening yang mengalir tipis di pipinya saat kedua kelopaknya tertutup. Aku terus menatapnya tanpa dia membalas tatapanku sama sekali. Setelah cukup bersih dia berdiri, dia melangkah perlahan dan meletakkan cangkir itu di tempat cucian, membersihkan dan menyiramnya dengan air keran, mengeringkannya dan menempatkan cangkir tersebut pada tempatnya. Lagi-lagi dia pergi tanpa berpaling sedikitpun kepadaku.

*******

Aku kembali mengingat kejadian malam itu. Kami memang sangat lelah, hingga pertengkaran itu tidak bisa kami hindari. Sialnya kejadian ini tidak jarang terjadi, namun saat itu aku melihat dia seakan-akan lelah menghadapiku tidak mempertahankan pendapatnya seperti biasanya. Dia hanya diam dan terus mengacuhkanku. Tiba-tiba saja rasa ketakutan besar melandaku, rasa takut yang tak terkira, takut jika dia berfikir akan meninggalkanku. Aku tahu aku sangat egois, aku tahu aku sangat bodoh. Aku egois karena aku hanya ingin dia selalu disampingku karena aku membutuhkannya. Aku bodoh, karena dipikiranku hanya ada tentang dirinya. Namun karena semua yang telah aku lakukan, mungkin tanpa aku sadari telah melukainya, dan itu membuatku sangat menyesal. Namun aku akan melakukan yang terbaik untuknya.

Aku meletakkan kembali bingkai foto pernikahan kami pada meja kerjaku. Disetiap tepian bingkai terukir ukiran yang begitu indah dan berwarna keperakan. Kemudian kakiku melangkah menuju kamar, kulihat dia terlelap dibalik selimut yang bergerak naik-turun oleh gerakan nafasnya. Aku mendekat dan berbaring di sebelahnya, kemudian tanganku menelusuri setiap bentuk wajahnya dan membelai rambutnya perlahan.

“Kau tahu Young Sun~ah, setiap malam aku berfikir jika kau meninggalkanku malam ini, aku akan terbangun sendirian, jangan pernah kau katakan bahwa kau akan melakukannya padaku” Ucapku pelan tanpa berniat mengganggu tidurnya.

“Jangan pernah meninggalkanku, mungkin hatiku akan membatu dan tenggelam hingga membuatku tiada” Kali ini dia mengeliat perlahan namun masih terlelap dalam tidurnya. Kulihat jam di dinding menunjukkan waktu tengah malam. Aku tersenyum, menikmati setiap bentuk keindahan yang ada dihadapanku dan kemudian mencium keningnya perlahan.

“Saengil chukkae Young Sunnie. Selamat ulang tahun.” Bisikku pelan kepadanya.

 

Young Sun’s POV

Aku terbangun oleh kicauan burung yang belomba-lomba menunjukkan suara indahnya pada setiap orang yang mendengarnya. Sepertinya aku bangun kesiangan atau Kyuhyun berangkat terlalu pagi karena aku sudah tidak melihat dia disampingku. Aku berjalan perlahan menuju pintu kamar namun langkahku terhenti saat aku melihat amplop biru muda diatas meja riasku dan sebuah bucket bunga di atasnya. Aku mengambil rangkaian bunga mawar itu, dan kemudian membuka amplopnya perlahan. Warna kertas di dalamnya hampir sama dengan warna amplop yang aku pegang, hanya saja ada sedikit motif ditiap pinggirannya, kusadari bahwa itu adalah tulisan tangan Kyuhyun dan kertas ini harum. Aku berkonsentrasi pada tiap kata yang aku baca di kertas itu namun kakiku melangkah keluar pintu tanpa berpaling dari kertas dihadapanku.

“Selamat pagi Young Sun~ah,,,,,, Tidurmu nyenyak?? Tentu saja, kau bahkan tidur seperti orang pingsan.”

Aku berjalan perlahan, dan saat itu juga ruang keluarga dan dapur rumahku sedikit berubah. Agaknya ada seserang yang sengaja memperindah kedua ruangan ini. Ada begitu banyak bunga mawar dan harumnya mengisi setiap ruangan.

Terkadang tanpa kau sadari, saat aku terjaga dan melihatmu terlelap, aku selalu memperhatikanmu. Mendengarkan setiap hembusan nafasmu, terpesona akan dirimu dan bagaimanapun aku mampu menjagamu. Membetulkan letak kakimu serta menyelimutimu agar kau nyaman. Dan setiap kali aku melakukannya aku menyadari kau memiliki kaki kecil yang begitu indah.

Aku masih melangkah perlahan dan memandangi sekeliling ruangan. Aku terkesan dengan setiap perubahan yang dia berikan pada setiap ruangan. Apakah dia melakukannya seorang diri, kapan dia melakukannya? Tanyaku pada diriku sendiri. Kemudian aku berjalan menuju dapur.

“Mungkin aku kekanak-kanakan dan bodoh. Namun kau tidak tahu jika jantungku berdebar setiap kali aku memikirkanmu, seakan-akan debarannya melebihi suara genderang. Namun aku mengerti bahwa semuanya akan baik-baik saja………………”

Ruangan dapur ini juga tak luput dengan perubahan desain yang menawan. Ku buka penutup makanan dan seketika itu juga aku meletakkan kedua telapak tanganku pada bibirku. Ada sup rumput laut di sana, masih hangat dan cukup mengoda nafsu makanku. Apakah dia baik-baik saja? apakah semua ini Kyuhyun yang mengerjakannya?? Tanpa kusadari pandangaku mengabur dan pipiku basah penuh dengan air mata. Namun aku tertawa disela-sela isak tangisku.

“Apakah kau tahu? Mungkin aku bukan satu-satunya untukmu tetapi kau adalah satu-satunya untukku. Aku akan melakukan apapun untukmu, dan aku akan melakukannya dengan baik. Lihatlah,,,aku benar-benar sudah melakukannya dengan baik bukan?? Saat ini kau tidak akan melihat lilin menyala diatas kue serta sekotak hadiah karena aku berjanji aku akan pulang lebih cepat dan membawakan keduanya untukmu. Kau tidak keberatan untuk menunggu kan??

Young Sun~ah,,,,,, Saengil Chukkae. Selamat ulang tahun……..!!!!

Saranghae,,,,,,,,!!!!!!!!!

Aku benar-benar terekejut dan sangat terkesan. Dasar bodoh, kau bilang kau bukan satu-satunya untukku? Bagaimana mungkin, kau segalanya bagiku Cho Kyuhyun. Aku melihat sekilas pada kalender di ruang tamu. Ada lingkaran tepat di angka 13 di bulan February. Aku tersadar, dan kemudian mencari dimana ponselku berada dan ingin segera menghubunginya.

**End**

 

Huweeeeeee,,, gag tahu ini mesti dibilang apa. Drable, ficlet, FF nanggung atau apalah. Niatnya bikin drabel atau ficlet gitu, tapi malah bikin cerita abal kayak gini.

Saengil Chukkahamnida Jang Young Sun. ^^

Dan semua cerita diatas terinspirasi dari salah satu lagu Secondhand Serenade yang berjudul sama “Stay Close, Don’t Go”. Terimah kasih banyak…. *Bow

 

3 responses

  1. first? uwaaah😀 bagus kok eonni, tapi menurutku kurang panjang, kalo cerita tentang konflik mereka agak dipanjangin pasti lebih seru. tapi yang ini juga seru kok eonni ^^

    • Hehehhe,,,emang niatnya cm bikin certanya segitu, klo diperpanjang ntar jadi FF.😀
      Tapi bagus juga masukannya,,,,,,,klo dapet Ilham(?) Ntar cba dipanjangin certanya. heheh
      Gomawoooo Jo buat masukan dan komentnya. Thanks udh baca. ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s