Written Book 2

Sub-tittle: Falling Tears

Author: Nana Cho

Length: Drabble

Type: Series

Rate: T

Genre: Romance, Sad

Cast:

  • Kim Myungsoo
  • You

Disc: The Plot is originally mine, and Myungsoo is belongs to eLeMine #eh eLement

Note: Seri yang ini bener-benershort-shootbanget dah. jangan gebukin saya kalo mengecewakan pemirsa semuanyah -_-

Oiya, akhirnya saya ganti length-nya jadi ‘drabble’ sesuai sama saran Nana Eonnie kkk~ Gamshahae eonnie ^^ #poppohug

Written Book [Falling Tears]

Hari ini, seperti biasa, kuikuti lelaki yang pernah dan masih mengisi hatiku itu, kemanapun dia pergi. Langkah kakinya membawanya menuju Universitas Daekyung. Jadi, dia ada kuliah pagi ini?

Langkahnya gontai, matanya kosong, seperti biasa. Sikap dinginnya menjadi berkali lipat lebih dingin. Karena aku. Ya, ini semua karena aku meninggalkannya tiba-tiba. Tanpa bisa mengucapkan salam perpisahan padanya. Mungkin, akan lebih baik jika aku sama sekali tak bertemu dengannya jika akhirnya aku hanya bisa sebentar menemaninya.

Kuikuti langkahnya menuju sebuah taman di universitasnya – universitasku juga. Diambilnya posisi duduk di salah satu bangku putih di tepi kolam. Kami selalu duduk disana, menatap kearah air mancur di tengah kolam, membagi semua yang terjadi hari itu. Dia selalu duduk di sisi kiri, dan aku di sisi kanan. Kini, dia duduk di sisi kiri, dan aku duduk di sampingnya, memandangnya tanpa sepengetahuannya.

Aku tahu aku tak bisa mengharapkan apapun untuk bisa membuatnya bahagia. Aku hanya bisa disini, memperhatikannya. Menjaganya. Sekaligus terus berdo’a dan memohon pada Tuhan untuk segera menghapus kepedihan di hidupnya.

Kulihat tangannya mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Buku itu, buku coklat kotak harta kami. Meskipun hanya aku yang terus  menulisi buku itu. Tapi, semua yang kutulis disana adalah tentang kami. Tak ada yang lain.

Dibukanya halaman demi halaman buku itu perlahan, sesekali berhenti untuk menyentuh goresan tanganku, atau membaca beberapa kalimat yang menurutnya bisa mengingatkannya tentangku.

“BRUK. Aigoo, semua barang bawaannya berhamburan. Kertas, buku, map, partitur, semuanya berhamburan diudara. Sial,kenapa aku tak bisa berjalan lebih hati-hati? Lagi, kenapa yang kutabrak harus Myungsoo Sunbae? Aaasshh… apakah aku akan mati karena tatapan dinginnya?” Dibacanya tulisan yang ada di buku itu.

“Tapi, ada apa ini? Aku, sepertinya aku,” Lelaki tampan itu menghentikan sebentar kegiatan membacanya. Diangkatnya kepalanya menatap langit. Bisa kulihat matanya mulai berkaca-kaca. Bahkan, nafas pendek yang dihembuskannya juga terdengar berat.

“Aku terperangkap tatapan… Hhh… Matanya.” Lagi, diangkatnya kepala berpahat wajah tampan itu keudara. Lapisan kaca di pelupuk matanya mulai menebal, dan mulai meleleh di pipinya. Bagaimana aku tak menderita melihat orang yang kucintai terus menangis gara-gara diriku?

“Aku merindukanmu. Bisakah kau datang sekarang? Aku benar-benar membutuhkan kehadiranmu sekarang. Aku sulit bernafas.”

Matanya terpejam, seiring dengan lelehan air mata yang semakin banyak di pipinya. Oppa-ya, neoneun nunmuleul shireo.

4 responses

    • eh, lompat2 knapa? padahal niatnya ini kan sedih, ko lompat2? O.o
      aku juga gag mau mati, belum ketemu Myungsoo hahah😄
      gamshahae beib ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s