(Freelance) [Sequel] Paris Desperate Love Part 4

Title: Paris Desperate Love Part 4

 

Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Lee Joon MBLAQ

• Lee Jieun (IU)

 

Other Cast: Find it in this story😉

 

Genre: romantic, drama

 

Length: Series

 

Rating: PG 15+

 

Diaclaimer: ini adalah part keempat dari sequel ff Splendid Marriage. Terimakasih yg sudah membaca ff Splendid Marriage dari awal sampai akhir. Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

 

***

-Normal POV-

 

“Ayo silahkan cium pasangan kalian” ucap Pendeta tersebut yang langsung di sambut oleh teriakan riuh para undangan.

 

Suzy menunduk malu menatap Joon yang mulai membuka tirai penutup wajahnya. Mata Suzy berlinang air mata. Ia benar benar terharu. Joon pun terlihat benar benar gugup. Karena ini bukanlah sekedar ciuman biasa yang sudah sering ia lakukan. Ini adalah ciuman sakral pernikahan.

 

Joon mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy. Suzy memejamkan matanya. Wajahnya merona kemerahan. 5cm.. 3cm.. 1cm. Bibir mereka pun bersentuhan satu sama lain. Tepuk tangan meriah pun menggema di seluruh gereja.

 

Joon melepas ciumannya lalu mengecup kening istrinya hangat. Suzy menangis, ya, dia benar benar menangis.

 

Setelah acara akad nikah selesai, mereka pun kembali ke apartemen mereka bersama teman teman Joon yang lain untuk merayakan hari pernikahan mereka.

 

***

 

@apartemen Joon (malam hari)

 

-Suzy POV-

 

Jam sudah menunjukan pukul 00.00. Seluruh teman Joon baru saja kembali ke rumah mereka masing masing. Mereka bilang tak mau mengganggu malam pertama kami hahaha.

 

Ohiya, kau ingat, saat pertama kali aku bertemu dengan Thunder dan Mir, lalu mereka langsung menciumku hingga aku shock, hingga aku bertengkar hebat dengan Joon? Sejak saat itu, Joon melarang seluruh temannya untuk menciumku ketika kami semua baru berkenalan hahaha. Aku senang Joon melarang teman temannya menciumku sembarangan.

 

Aku menuju ruang tamu lalu membereskan bekas gelas gelas, piring juga bungkus makan yang di buat oleh teman teman Joon itu. Haish! Mereka jorok sekali. Selain itu, ada juga sampah kulit kacang, botol wine dan abu rokok di karpet. Benar benar menyusahkan saja!

 

Setelah membersihkan semuanya, aku pun membawanya ke dapur. Selesai mencuci semuanya dengan bersih, aku pun berniat untuk mandi karena seluruh tubuhku sudah lengket.

 

“Yeobo, kau mau mandi?” Tanya Joon lalu memelukku dari belakang.

 

“Nde, waeyo?” Tanyaku.

 

“Aniyo. Aku ingin ikut” ucapnya manja.

 

“Ikut? Hahaha, sirrheo!”

 

“Aku ingin mandi juga yeobo. Boleh yah?” Ia masih bermanja manja ria.

 

“Kau ini! Nanti saja kau mandi sendiri saat aku sudah selesai mandi!” Aku pun meninggalkannya menuju kamar mandi.

 

“Aku tidak mau sendiri. Aku maunya denganmu. Ayolaah” rengeknya manja.

 

“Kau ini manja sekali ya! Aku malu jika mandi bersamamu”

 

“Mengapa malu? Aku kan suamimu. Lagipula aku kan sudah pernah melihat seluruh tubuhmu, bahkan merasakannya ahaha. Jadi aku sudah tahu bagaimana seluk beluk tubuhmu ahaha” PLETAK! Aku memukul kepalanya pelan.

 

“Sirrheo!!” aku pun bersiap menutup pintu kamar mandi tetapi dia menahannya.

 

“Aku ingin ikut” dia memasang puppy eyes andalannya.

 

“Kau ini kenapa jadi manja seperti ini sih?”

 

“Memangnya tidak boleh bermanja manja dengan istriku? Lagipula sepertinya aku sedang mengidam yeobo. Boleh yah aku mandi denganmu?”

 

“Mengidam? Hahaha.. TIDAK! -__-” aku pun menutup pintu dan segera mandi.

 

Kira kira setengah jam aku mandi dan membersihkan diri. Saat keluar dari kamar mandi, Joon masih menonton televisi. Aku pun mengambil posisi di sebelahnya.

 

“Belum tidur yeobo?” Tanyaku.

 

“Menunggumu” ucapnya tanpa mengalihkan perhatian dari televisi.

 

“Menungguku? Sekarang aku sudah selesai mandi kan?”

 

“Yasudah ayo kita tidur yeobo” Joon mematikan televisi lalu merangkulku menuju kamar.

 

“Chakkam, kau tidak akan mandi yeobo?” Joon hanya menggeleng manja.

 

“Yak! Kau jorok! Kau ini bau, mandi dulu sana! Tadi kau bilang kau ingin mandi kan? Aku tidak mau tidur dengan namja bau” aku mendorongnya pelan.

 

“Ah aku malas yeobo, sudah malam. Besok saja ya, dingin. Lagipula kan aku maunya mandi bersamamu” Joon memasang puppy eyesnya. Wajahnya benar benar innocent.

 

“Yak! Kau ini manja sekali. Cepat mandi sana. Kalau kau tak mandi, aku tidur dikamar tamu saja” Aku memalingkan wajah mengancamnya.

 

“Kalau begitu aku juga akan tidur di kamar tamu” Joon masih memasang puppy eyesnya.

 

“Yak! Sirrheo! Aku tak mau sekamar denganmu kalau kau tak mau mandi. Ppaliya! Mau mandi atau tidak??” Aku menatapnya tajam berpura pura marah.

 

“Tapi kau yang memandikan yah?” Ia tersenyum yadong menatapku.

 

“YAAAAAAAKK JOOOOONN!!! CEPAT SANA MANDIIIIIII!!!” Setelah aku berteriak seperti itu, Joon langsung berlari ke arah kamar mandi. Aku tersenyum puas melihatnya.

 

***

 

@kamar

 

Aku menselonjorkan kakiku lalu bersandar di sandaran tempat tidur yang empuk. Di sebelahku Joon bersandar di bahuku seraya mengelus elus perutku lembut.

 

“Yeobo, kalau anak kita yeoja, kau mau memberinya nama siapa?” Tanya Joon.

 

“Siapapun aku setuju” jawabku cepat.

 

“Menurutmu nama yang bagus apa?” Tanyanya lagi.

 

“Kau kan appa nya, seharusnya kau yang memikirkan nama anak kita”

 

“Aku tak ada inspirasi” jawabnya lagi.

 

“Yasudah cari dulu inspirasinya. Lagipula anak kita kan lahirnya masih lama! Masih enam bulan lagi” ucapku.

 

“Begitu ya? Enam bulan lagi? Huh ko lama sekali ya -__-?” Joon kini mengelus punggung tanganku.

 

“Tentu saja, jangka waktunya kan memang segitu. Memangnya kenapa? Kau sudah tak sabar ingin punya anak?”

 

“Ne, tapi.. Bukan hanya itu saja sih, aku juga sudah tak sabar untuk melakukan malam pertama denganmu lagi hahaha” PLETAK! Aku memukul kepalanya pelan.

 

“Dasar seobang yadong! Ku pikir kau sudah tak sabar ingin cepat cepat menggendong bayi. Ternyataa..”

 

“Aduh sakit -__- . Hehehe aku hanya bercanda yeobo. Aku bisa bersabar ko untuk itu. Aku bisa bersabar menunggumu melahirkan anak kita. Aku bisa bersabar untuk menunda malam pertama kita hingga saatnya tiba nanti. Bahkan aku bisa sangat bersabar untuk mendapatkan anak kedua kita hehehe”

 

“Mendapat anak kedua?? Ahaha kau berpikir terlalu jauh! Tapi terimakasih kau mau bersabar untuk itu semua”

 

“Memangnya kenapa kalau aku memikirkan untuk mendapatkan anak kedua kita? Bahkan aku sudah berpikir, aku ingin memiliki enam anak denganmu, otte?”

 

“YA!! Kau ini yadong sekali!! Kau pikir tidak sakit apa melahirkan anak? Kau sih enak, tinggal membuatnya saja. Tapi aku? Aku yang bersusah payah merawat dan membesarkannya di dalam perutku! Sirrheo!”

 

“Nde nde, arra. Aku hanya bercanda. Kita punya dua anak saja sayang. Nde?” Ia mengacak rambutku pelan.

 

“Nde” aku memegang kedua pipi Joon lalu mengecup bibirnya singkat. Entah kenapa aku sangat ingin menciumnya.

 

Sebenarnya yang ku inginkan adalah ciuman mesra yang biasa kami lakukan. Tapi aku malu untuk melakukan itu duluan.

 

“Ya! Darimana kau belajar untuk mencium seorang namja?” Tanya Joon meledek.

 

“Ya! Kau meledekku? Kau pikir namja saja yang boleh mencium yeoja? Yeoja juga boleh kan mencium namjany…” Aku terdiam tak dapat berkata kata lagi karena bibir Joon sudah menempel di bibirku hangat saat ini.

 

Hening untuk beberapa saat lamanya. Aku menunggu, menunggunya melepaskan ciuman ini. Aku mulai sulit bernafas. Berada di posisi ini terlalu lama tentunya akan sulit untuk bernafas. Tapi Joon tak juga melepas ciumannya.

 

Ia tak melumat lumat bibirku atau memainkan lidahnya, tidak! Bibirku dan bibirnya hanya menempel saja. Akhirnya begitu lama bibir kami menempel, ia pun melepaskan ciumannya lalu mengecup keningku dan lenganku bergantian.

 

“Je vous aime, Madame Lee (aku mencintaimu, nyonya Lee)” ucapnya memandangku teduh.

 

“YA! Mengapa nyonya Lee? Je vous aime, Monsieur Kim (aku mencintaimu, tuan Kim)”

 

“Hahaha, bahasa Prancismu berantakan yeobo. YA! Memangnya mau di panggil apa? Mademoiselle Kim? Kau kan sudah menikah denganku, bahkan kau sudah mengandung anakku! Jadi kau tak pantas lagi di panggil nona, dan margamu sudah berubah menjadi Lee”

 

“Tapi kan aku masih kecil. Masih 18 tahun. Belum cocok di panggil nyonya”

 

“Biarpun masih kecil, tapi kan kau sudah tak perawan lagi ahaha” Pletak! Aku memukul lengannya pelan.

 

“Kalau kau tak melakukan ‘itu’ padaku, aku pasti masih perawan sekarang” aku menggembungkan pipiku.

 

“Neomu kyeopta!! Mianhae yeobo. Sudahlah ayo tidur, sudah malam yeobo” ia mengacak rambutku pelan dan sekali lagi ia mengecup keningku lalu menarik selimut menyelimutiku.

 

“Cepat tidur yeobo! Sudah malam” ucapnya lagi saat aku tak juga tertidur, dan malah memandangi wajahnya.

 

“Kau grogi ya dipandangi seperti itu olehku?” Tanyaku menggodanya.

 

“Ya! Kata siapa? Cepat tidur tidur” entah hanya perasaanku atau memang benar, ia terlihat salah tingkah. Ahaha.

 

“Baiklah seobangku yang tampan” aku pun memejamkan mata mencoba untuk tidur.

 

***

 

-Joon POV-

 

Aku tak juga berniat untuk tidur. Aku terus memandangi wajah anaeku yang sedang tertidur disampingku. Aigoo dia benar benar lucu saat tertidur. Wajahnya terlihat begitu polos dan tanpa beban. Terimakasih Tuhan telah membiarkanku memilikinya. Aku janji tak akan pernah menyakitinya lagi.

 

***

 

-Wooyoung POV-

 

Aku keluar dari ruang latihan dengan santai. Lelah! Ya itulah yang kurasakan saat ini. Sudah sebulan ini aku kembali melakukan aktifitasku bersama 2PM. Ya, setelah melakukan perawatan intens dan istirahat total selama sebulan, akhirnya aku dapat benar benar sembuh.

 

Malam ini kami diundang untuk manggung di Mnet’s Asian Music Award. Berhubung ini adalah acara penting, ya mengingat seluruh musisi Korea akan hadir kesini, maka kami pun berlatih dahulu agar tidak terlalu memalukan karena rencananya kami akan tampil memukau saat ini.

 

DERT.. DERTT.. Ponselku bergetar. Aku pun meletakan botol mineralku lalu merogoh saku celanaku. Aku memandang nomor di ponselku. Sepertinya peneleponnya bukanlah orang Korea karena nomornya berbeda dari kebanyakan nomor orang orang Korea.

 

“Yeobseyo?” Ucapku seraya duduk di kursi panjang di halaman belakang JYP.

 

“……” Terdengar suara gemeresek riuh di sebrang sana. Ya! Peneleponnya memang bukan orang Korea. Kau tahu kenapa aku berkata seperti itu? Karena sinyal saluran providerku ini sangatlah buruk. Jadi kalau kita menerima atau menelepon seseorang dari luar Korea, pasti akan terdengar gemeresek gemeresek seperti ini dalam waktu yang cukup lama.

 

“Yeobseyo..” Aku mengulang perkataanku karena tak ada sahutan dari seberang sana.

 

“…….” Masih tak ada jawaban. Hanya suara kresek kresek tak jelas yang dapat telingaku tangkap.

 

“Halooo” aku mengubah kata ‘yeobseyo’ ku dengan kata ‘halo’. Mungkin dia tak mengerti bahasa Korea? Peneleponnya bukan orang Korea right?

 

“Haa…lloo” ucap seseorang di sebrang telpon putus putus.

 

“Ye, hallo? Dengan siapa aku berbicara?” Tanyaku.

 

“Haa..lloooo” ucapnya masih terputus putus lagi.

 

“Ye! Ini siapa ya??” Tanyaku setengah berteriak. Mungkin ia tak mendengar perkataanku sebelumnya.

 

“O.. Pp..aaaa…” DEG!! Oppa? Siapa ini? Mengapa ia memanggilku oppa? Ya, biarpun suaranya putus putus, tapi aku dapat mendengar kalau yeoja ini mengatakan oppa. Siapa dia? Suzy kah? Penelponnya dari luar Korea kan? Ah ani ani! Jangan berfikir macam macam Young!

 

“Ye, dengan siapa aku berbicara nona?”

 

“Ini aku, IU IU” ucapnya kali ini lebih jelas. Ya, mungkin ia telah berpindah tempat untuk mencari sinyal.

 

“JINJJA? IU?? Bogoshippo. Bagaimana kabarmu?” Tanyaku. Biarpun sebenarnya aku sedikit kecewa karena ku pikir dia Suzy.

 

“Nado oppa, neomu neomu bogoshipo. Kabarku baik oppa. Sangaaaat baik. Bagaimana denganmu? Kau baik baik saja kan?” Ah aku merindukan suara cerewet yeoja ini.

 

“Aku baik baik saja. Kau merindukanku? Ahahaha”

 

“Ye oppa, bogoshippo. Kapan kau ke Perancis lagi? Aku sekarang sudah pindah rumah loh hehehe. Aku membeli rumah mungil di daerah Paris ahaha. Kau harus mampir untuk melihat rumahku yang baru oppa”

 

“Jinjja? Chukkae! Ah mungkin nanti aku akan ke Perancisnya IU-ah. Aku sedang sibuk sekarang ini”

 

“Gwenchana oppa. Aku akan menunggu. Ah nde, apakah kakimu sudah sembuh oppa?”

 

“Tentu saja sudah. Sebulan kemarin kan aku benar benar melakukan perawatan intens ahahaha”

 

“Syukurlah oppa kalau begitu. Ah oppa oppa, aku punya berita yang sangat menggembirakan oppa”

 

“Mwo mwo? Berita apa?” Tanyaku antusias.

 

“Aku telah menemukan Suzy oppaaaaa!!! Nde, aku bertemu dengannya minggu lalu!!!”

 

“Haish JINJJA?? Apa kau tak salah lihat?? Dimana kau bertemu dengannya???” Benarkah yang yeoja ini katakan? Ia bertemu dengan Suzy? Ah semoga ia tak berbohong.

 

“OPPA!! Aku tak mungkin salah lihat! Ia benar benar Suzy, oppa! Aku bertemu dengannya di pemakaman appa dan eommaku!!” Tuhan? Benarkah yang dilihat IU adalah Suzy? Semoga saja benar, ah aku benar benar bahagia saat ini. Entahlah aku tak dapat menggambarkan perasaanku saat ini.

 

“Lalu lau? Bagaimana keadannya? Apa dia baik baik saja? Apa kau membawanya pulang kerumah? Dimana dia? Aku ingin berbicara dengannya!!!”

 

“Dia baik baik saja oppa. Ternyata dia aslinya sangaaaaaaat cantik ya oppa. Lebih cantik daripada yang di foto! Aku saja kagum melihatnya. Ah mian oppa, aku tak dapat membawanya kembali kerumah” ucapnya dengan nada kekecewaan. Aku menunduk. Lemas rasanya seluruh tubuhku mendengar IU mengatakan itu.

 

“Tentu saja, dia memang sangat cantik. Jadi dia tak ada bersamamu? Dia dimana?”

 

“Aku.. Aku tidak tahu dia dimana oppa, mianhae” dia tak tahu Suzy dimana sekarang? Lalu apa maksudnya ia mengatakan itu semua?

 

“Kenapa kau tak mengajaknya pulang??”

 

“Tadinya aku juga akan mengajaknya pulang, oppa. Tapi, saat aku mendekati dia dan mengajaknya bicara… Tiba tiba.. Seorang namja datang dan menarik tangannya untuk pergi”

 

“Kenapa kau tak menahannya?”

 

“Aku sudah berusaha, tapi saat ku lihat wajah namja itu, aku benar benar tak percaya, bahkan bunga yang sedang ku pegang pun terjatuh. Karena… namja itu.. adalah… Oppa-ku”

 

“MWO??? O.. Oppa-mu?”

 

***

 

-TBC-

 

12 responses

  1. dah nungguin neehhhh….

    aagghhh….
    penasaran /\

    Suzy nnt milih JOOn apa WooYung…….

    tapi kan dia sdh punya anak….
    sama JOON………
    kasihan JOON…………..
    saengi………………… Wooyung sama IU aja…

    biarin JOON sm Suzy……………ndee!!!!!!!

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s