Oh My Family! Part 2 end

Cast:
– Oh SeHun (Exo K) as Oh SeHun
– Oh HaNi as Oh HaNi (OC)/readers
Genre:
Family, Romance
Ratting:
PG-13

https://adhiyaputriff.wordpress.com/2012/03/19/oh-my-family/

 

Hani dan Sehun manjadi akrab satu sama lain. Meskipun Hani masih belum mengakui sehun sebagai adiknya. Pagi itu sehun sedang menyirami tanaman di halaman depan rumah dengan selang. Hani datang membantu.

“apa yang kau lakukan di sini?” tanya Sehun.

“menyirami tanaman, mana aku pinjam selangnya…”

“selang ini?” sehun tersenyum licik kemudian menyemprotkan air ke wajah Hani.

“yya‼ berhentilah! Aku jadi basah semua tau…” hani merebut paksa selang itu dan menyemprotkan air ke wajah sehun sambil tertawa.

“rasakan ini… hahahaha…” mereka berdua jadi basah semua, mereka terlihat sangat bahagia. Appa melihat ke dua anaknya sangat akur hanya tersenyum bahagia.

Hani mengambilkan handuk untuk Sehun di dalam kamar mandi. Sehun mematikan kran dan menggigil kedinginan. Tiba – tiba ada seorang gadis cantik berambut panjang mememanggil sehun.

“Sehun…” sehun berbalik dan melihat gadis itu.

“krystal…… apa yang kau lakukan di sini?” tanya sehun pada gadis bernama krystal itu. Wajah sehun sangat datar saat menatap krystal. Krystal adalah mantan pacar sehun yang keturunan jepang, korea dan amerika. Setahun yang lalu Krystal pindah ke amerika dan memutuskan hubungannya dengan sehun. Kini dia kembali namun sehun sudah tidak ada perasaan pada krystal.

“kau jadi semakin kurus saja…”

“apa pedulimu?”

“sehun… aku sangat merindukanmu~ aku gak bisa hidup tanpa kamu! Ku mohon kembalilah!” krystal memeluk tubuh sehun, sehun hanya diam tanpa membalas pelukan krystal. Hani datang membawa handuk melihatnya dari balik pintu, dia sedikit terkejut saat sehun membalas pelukan krystal.

Hani membalikkan badannya dan menjauhi sehun dan krystal. Sedikit sesak terasa di hatinya.

Hani POV

Apa yang kau pikirkan oh hani?‼! kau tidak boleh menyukainya! Tidak boleh. Tapi kenapa hatiku menjadi sesakit ini?  Argghh‼

Ternyata pacarnya secantik itu, kenapa aku tidak menyadarinya. Jika di banding aku yang pendek dan jelek ini aku tidak ada apa – apanya. Sudahlah… apa peduliku!

“noona…!” sehun menyentuh bahuku dan membuatku tersentak kaget. “yya‼ kau mau membuatku terkena serangan jantung,” aku menatap matanya sinis. “noona cemburu kan…?” dia tersenyum licik, lalu aku menendang kakinya. “apa kau bercanda…?” “hahaha… aku bercanda,” dia malah tertawa membuat suasana hatiku semakin buruk.

“siapa dia?” tanyaku. “dia? Fansku mungkin hahaha?! Sudahlah… kami sudah berpisah, karena ada seseorang yang aku cintai sekarang,” dia mengambil handuk dan berjalan pergi. Aku hanya terdiam sambil tersenyum tipis.

Malam itu hani duduk di teras rumah sambil memandangi bintang, sehun datang menghampirinya sambil membawa segelas teh.

“apa itu…”

“minumlah… ini baik untuk menenangkan pikiran,”

“shrruupp… aaarrgghh… pait sekali!”

“hahahha itu kan teh hijau tanpa gula tentu saja pait,”

“sstt… dasar, tapi baunya wangi sekali,”

“iya… sangat harum kan? Dulu waktu ibu masih hidup cara membangunkanku adalah membuatkan the dan menaruhnya di sampingku, aku pasti akan bangun…” sehun menceritakan kebiasaan ibunya dulu.

“hah… aneh sekali, seharusnya kau tidak pernah terbangun lagi saat ibumu meninggal karena tidak ada aroma teh hijau  di sampingmu…” sehun hanya tersenyum sambil memandang langit.

“apa ibu kita berdua ada di sana?” tanya sehun dengan ekspresi sendu.

“mungkin mereka sedang melihat kita, memperhatikan kita tumbuh bersama dengan baik,”

Ddrrttt… Drrtttt…

HP Hani bergetar, ada sms masuk…

Ayah

Hani-ah dan sehun-ah ayah pergi untuk semantara, maaf ayah tidak bisa memberi tahu dimana ayah sekarang. Ayah akan segera kembali. Ayah takut mereka bisa melacakku jika hp ku aktif. Jaga diri kalian baik – baik. Ayah sayang kalian berdua…

 

 

 

Hani dan sehun kaget saat membaca sms dari ayah mereka. Hani segera menelefon ke nomer ayahnya namun nomor ayahnya tidak aktif.

 

Hani POV end

Hani pulang dari mini market untuk membeli makanan, tiba – tiba ada seseorang bertubuh tinggi dan sangat familiar untuk Hani dan beberapa orang bertubuh besar mendatangi hani. Dia adalah Lay penagih hutang bersama preman yang bertampang sangar.

“oh Hani… lama tidak bertemu,” kata Lay sambil mengelus dagu hani.

“apa yang kau lakukan di sini…”

“katakan di mana Oh YoungJoo ayahmu itu?”

“aku tidak tahu…!”

“benarkah? Ternyata kau memang suka bermain tebak – tebakan, Bawa dia ke mobil…” para preman itu menarik tangan Hani kasar dan memasukkannya ke dalam mobil . Sehun datang menyusul Hani menaiki motornya, namun ia malah melihat hani di seret oleh preman ke dalam mobil. Sehun berlari dan mencatat nomor plat mobil itu, sehun segeramenelefon polisi. Mobil itu masih bisa terkejar sehun mengikuti mobil itu sampai si sebuah gudang yang sepi.

Sehun mengendap – endap masuk ke dalam gudang, tiba – tiba tiga orang preman mendatanginya. Tanpa pikir panjang sehun berkelahi dengan tiga preman itu. Sehun berhasil melumpuhkan ketiga preman itu kemudian berjalan mendekati Hani di sekap.

Bebarapa preman lagi datang dan menghadang sehun, tenaga sehun makin lama makin habis. Dia pun akhirnya jatuh di tangan preman itu. Sehun di seret di depan Hani.

“dia adikmu kan?” kata lay sambil mencengkram dagu Hani.

“jangan sentuh dia kumohon… aku akan segera melunasi semuanya, jangan menyentuhnya…” hani semakin brontak.

“katakan di mana ayahmu…”

“aku tidak tahu…” hani memalingkan muka dan mulai menangis, dia melihat sehun penuh luka dan berlumuran darah.

“jangan sentuh noona ku~ banjingann…” sehun sediri, Lay memberi aba – aba ke preman – preman itu, mereka mulai menghajarnya.

“jaa jjaaannggaa…. Katakan dimana ayyaahh… noonnaa…” kata sehun tersesengal karena mulutnya mulai mengeluarkan darah.

“sudah cukup kumohon… aku benar – benar tidak tahu di mana ayah sekarang,”

sehun mencoba bangkit lagi… “apa kau bodoh?! Dia bilang tidak tahu kenapa terus memaksanya?!” seorang preman membawa sebuah tongkat kayu dan memukulkannya ke kepala sehun hingga tongkat kayu itu patah.

“SEHUNNN………OH… SEHUN‼” teriak hani histeris. Kemudian lay dan preman – preman itu menyadari polisi akan datang mereka segera kabur. Hani berlari mendekati sehun yang sedang sekarat.

“oh… sehun! Bertahanlah…‼” hani memegangi kepala sehun.

“noona… aku tidak apa – apa,” sehun masih bisa tersenyum bodoh seperti biasanya.

“sudah jangan banyak bicara…”

“noona maafkan ibuku… jangan memendam denndam dengan ibuku ya…” suara Sehun semakin lemah dan pelan.

“dasar keras kepala…! Diam dan bertahanlah!”

“noona~ aku ingin bernyanyi… oh… oh… oh…oh~ hani saranghae! Ah… ah… ah… manhi manhihae~~”

“sudah diam bodoh~‼” hani tertawa kecil meski airmatanya mengalir deras, sehun menutup matanya perlahan dan pingsan. Hani menggoyangkan tubuh sehun kemudian menangis di dada sehun.

_di rumah sakit_

Sehun melewati masa kritisnya, perlahan mulai sadar. Sehun mencium aroma teh hijau yang sama seperti buatan ibunya dulu.   Sehun membuka matanya perlahan, dia melihat hani tertidur di sampingnya. Sehun melihat tangan Hani ada bekas suntikan, itu bekas suntukan saat hani mendonorkan darahnya untuk sehun yang kehabisan darah. Semalaman Hani menjaga Sehun yang belum siuman. Hani perlahan membuka matanya, ia tersadar adiknya sudah sadar.

“sehun kau sudah sadar… ?” hani terlihat sangat kawatir, sehun hanya mengangguk pelan.

“noona… aku masih hidup?” kata sehun lirih.

“tentu saja… apa benturan di kepalamu membuatmu bodoh?” kata hani sambil menangis.

“kenapa menangis? Aku kan masih hidup…” sehun tersenyum tipis.

“diamlah… dan istirahat aku akan memanggilkan dokter,” hani berlari memanggil dokter. Perasaannya sudah lega karena sehun baik – baik saja.

Seminggu berlalu keadaan Sehun semakin membaik. Dengan kepala masih di perban sehun berjalan jalan di taman rumah sakit, dia membeli sekaleng soda dan meminumnya sendirian di sana.  Tiba – tiba hani duduk di sampingnya.

“hey… apa yang kau lakukan di sini? Istirahatlah di di kamar sana…” kata hani pada sehun, sehun kemudian meminum sodanya kembali.

“aku juga butuh udah segar…” jawab sehun datar.

“yya… apa yang minum? Kau kan masih sakit kenapa minum soda?”

“hanya kepalaku yang sakit, tidak ada pengaruhnya jika minum soda,”

“ah… benar juga, nanti jika kau sudah sembuh kita ke harajuku lagi… kali ini aku yang akan mentraktirmu…” hani memukul pelan kepalanya semudian tertawa kecil.

“apa ayah belum menelefon?”

“belum, belum sama sekali…”

“……”

“kenapa kau jadi aneh seperti ini? Apa kau masih sakit, pasti karena benturan keras di kepalamu itu…” Hani menyuruh sehun berdiri dan memegang kedua pipi sehun dan menepuknya pelan. Sehun meraih kerua tangan Hani dan menurunkannya. Kedua mata sehun menatap kedua mata hani terlihat kalau hani sangat gugup. Kemudian perlahan sehun memiringkan kepalanya dan mencium lembut bibir noona nya itu. Hani sama sekali kar bereaksi ia hanya diam sambil memejamkan matanya. Hani segera melepas ciuman dari adik tirinya itu. Hani sadar ini sebuah dosa jika terus di lanjutkan, meski perasaannya berkata sebaliknya.

“apa yang kau lakukan…? Kau tau kan kita ini…” perkataan hani langsung di potong Sehun.

“kita apa? saudara? Meski aku menanggilmu noona seumur hidupku apa kau akan menganggap ku adik, tidak kan? Aku mencintaimu Oh Hani…” semua perkataan yang keluar dari mulut Sehun sukses membuat airmata Hani mengalir deras.

“Oh Sehun kau sidah tidak waras…” hani berpaling namun Sehun menariknya dan memeluknya.

“jangan menghindar seperti itu Oh Hani…” kata sehun sambil memeluk Hani erat.

“apa yang kau lakukan… lepaskan!”

“aku tidak akan pernah melepasmu…”

“sadarlah! Di dalam darahmu mengalirdarahku, kita ini saudara! Tidak seharusnya seperti ini… lepaskan!” Hani terus melawan hingga akhrinya sehun melepaskan pelukannya, hani melihat  Sehun menangis. Hani segera menghapus air matanya dan berlari menjauhi Sehun.

 

Sehun terbaring di atas ranjangnya, semalam ia tidak bisa tidur sama sekali. Hani juga belum kembali sejak kejadian tadi malam. Tiba – tiba pintu terbuka sehun sedikit kaget saat itu, karena ada orang berkostum kelinci masuk ke kamarnya sambil menyanyi lagu OH!.

“oh… oh… oh… sehun… saranghae… ah ah ah manhi manhihae~ heiii… Oh Sehun~ tersenyumlah…”seru kelinci itu.

“hani noona…” sehun sadar kalau itu hani, sehun tersenyun tipis.

“pasien sehun… jangan seperti ini! Kemana sehun yang dulu?” hani membuka kostum kelincinya. Hani memeluk sehun yang duduk di ranjangnya, kemudian hani berkata “sudahlah… aku anggap kemarin tidak pernah terjadi, aku hanya menganggapku sedang tertekan dan sakit…” sehun hanya diam tanpa ekspresi.

Ddddrrttt… ddrrtt…

HP hani bergetar, ada sms masuk. Appa yag sms, dia member kabar jik ia berada seoul dan menyuruh kedua anaknya itu untuk pindah ke Seoul.

……

Sehun seorang diri pergi ke gudang tempat dulu Hani pernah di culik oleh penagih hutang bernama Lay. Sehun datang sambil membawa koper berisi uang. Dia melangkah tanpa ada rasa takut sedikitpun, meski banyak preman di sekitarnya.

“hey… anak kecil~ kau tidak takut mati? nyalimu cukup besar rupanya! Ada apa kau kemari?” kata Lay yang saat itu memakai masker hitam dan mengarahkan pistol ke kepala Sehun, namun sehun tidak berkedip sedikitpun.

“aku akan melunasi semua hutang ayahku,”sehun memperlihatkan kopernya yang penuh dengan uang.

“hah… itu harus 100 juta won!”

“jangan kawatir… aku akan memberimu uang lebih, jadi jangan sentuh ayah dan noonaku lagi… kau mengerti?!” bentak sehun penuh emosi.

……

“sehun ah‼ ppali… pesawat akan segera berangkat,” Hani menarik tangan sehun.

“iya… iyaaa… cerewet sekali!” Sehun dan hani menyerahkan tiket dan akan memasuki pesawat. Namun, sehun menghentikan langkahnya.

“kenapa… kita akan di tinggal nanti,” kata Hani dengan ekspresi kesal.

“bawa ini… aku akan keluar sebentar hanya 1 menit, kita tidak akan duduk bersebelahan nanti kan? Jangan menungguku, ok…” Sehun menyerahkan tas kecil kepada Hani dan pergi keluar.

“ah… baiklah, jangan lama – lama ya…” Hani memasuki pesawat sambil membawa tas kecil milik Sehun. Sehun keluar dan mengambil satu tiket di saku nya, tiket menuju Amerika bukan ke Seoul. Sehun sudah merencanakan ini semua, ia akan pergi ke amerika tanpa memberi tahu Hani dan ayahnya. Sehun merasa ia tidak bisa hidup lebih lama dengan melihat hani sebagai noona nya bukan seorang wanita yang ia bisa cintai.

Hani di dalam pesawat menuju Seoul dan Sehun di dalam pesawat menuju Amerika. Mereka berpisah ribuan mil. Sepanjang perjalanan Hani mendengarkan music tanpa curiga sedikitpun sedangkan Sehun sepanjang perjalanan menangis, menangis sangat keras sambil memukul – mukul dadanya sesekali. Sehun tidak perduli seluruh orang di pesawat melihatnya.

Hani tiba di bandara Incheon, dia menunggu sehun keluar dari pesawat namun sehun tidak ada. Hani menjadi panik dan menyanyakannya pada seorang petugas di bandara.

“mianne… Agasshi, orang bernama Oh Sehun tidak ada di pesawat ini,” kata seorang petugas.

“jangan bercanda dia berangkat bersama ku!”

“tananglah agasshi~ kita akan mencoba mencarinya…”

Hani teringat tas yang di tinggalkan Sehun, dia membongkarisi tas itu. Hani menemukan secarik surat yang di tulis Sehun. Hani hanya bisa menangis dan menahan sesak di dadanya saat membaca surat itu.

Hani noona… maaf aku akan pergi, mungkin aku tidak akan kembali. Jangan mencariku. Aku akan baik baik saja… jangan mengkhwatirkan aku ya… semua hutang ayah ke rentenir itu sudah aku lunasi dengan uang asuransi ibu ku. Jadi noona dan ayah bisa hidup tenang sekarang… sayonara! Hani noona aishiteru~

 

10 tahun kemudian

 

Sehun duduk di kursi ruang kejanya sambil membaca beberapa berkas yang baru di serahkan padanya. Sehun kini bekerja di kantor ke jaksaan di Seoul. Ia pindah ke seoul sebenarnya untuk mencari Hani dan ayahnya. Namun Seoul terlalu luas walau sudah setahun pindah ke korea Sehun belum berhasil menemukan ayah dan Hani. Alasan lain Sehun mencari Hani adalah ia masih belum bisa melupakan Hani dari hatinya. Sehun tidak pernah mengganti ringtone hpnya sejak 10 tahun yang lalu, lagu OH! Itu selalu membuat hatinya bergetar dan mengingatkannya pada Oh Hani.

Oh~ oh~ oh~ oppareul saranghae! Ah~ ah~ ah~ manhi manhihae‼!

Ada sorang yang menelefon sehun, dia langsung mengangkatnya. “yeoboseyo… ini dengan jaksa Oh?”

“iya benar… ini dari SBS TV?”

“benar tuan… anda lolos untuk casting ‘Search Love Secret’ minggu ini,”

“benarkan? Gamshamnida saya akan segera ke gedung SBS sekarang…” minggu lalu Sehun mengikuti casting untuk sebuah reality show di tv berjudul ‘Search Love Secret’ acara yang bertujuan untuk seseorang yang akan menyatakan cinta kepada orang yang sudah lama ia tidak jumpai.

Di tampat lain Oh Hani merawat seorang nenek di sebuah rumah sakit, benar sekarang hani berprofesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Seoul. Dengan senyum ramahnya dia selalu membuat pasien merasa nyaman dan sedang jika dirawat olehnya.

Hani keluar gadi ruangan itu, dan menuju kantin rumah sakit untuk membeli minuman. Hani duduk berdua di sana bersama teman – teman sesame suster sambil menonton tv.

“katanya episode Search Love Secret sekarang  bintang tamunya sangat tampan… ” kata tiffany salah satu teman Hani.

“benarkah? Aku jarang menonton acara reality show seperti ini…” hani hanya tersenyum.

“dia seorang jaksa 28 tahun dan mencari noona yang 4 tahun lebih tua darinya… katanya sih mereka sudah terpisah selama 10 tahun…” jelas yuri, kemudian Hani terdiam sejenak… berpisah 10 tahun yang lalu? Lebih tua 4 tahun? Penjelasan Yuri sedikit membuka memori yang tidak pernah ia hapus sampai sekarang. Jantung Hani berdetak semakin kencang… mungkinkah itu Oh Sehun?

“lihat sekarang sudah mulai,” seru taeyeon. Hani langsung membulatkan matanya saat bintang tamu itu seorang yang ia tunggu selama 10 tahun. Dia Oh Sehun…

…………

MC: kita langsung panggil saja jaksa Oh! Silahkan masuk…

Sehun: annyeonghaseyo… Oh  Sehoon imnida…

MC: kenapa jaksa Oh yang sukses dan tampan ini mau mengikuti acara ini?

Sehun: hahaha… panggil sehun saja🙂 aku mengikuti acara ini untuk mencari seorang yang membuatku tidur tidak tenang selama 10 tahun ini…

MC: Siapa dia? Begitu berartikah bagi mu? Apa yang membuatmu meninggalkannya selama 10 tahun?

Sehun: dia segalanya bagiku, tapi aku terpaksa meninggalkannya… aku berpikir perasaan cintaku padanya ini terlarang karena ayah kandung kita sama meski ibu kita berbeda… ternyata setelah menyelidiki selama ini ternyata aku bukan anak kandung ayah. Aku hanyalah anak angkat…

MC: walau bagaimanapun 10 tahun itu tidak dapat di putar kembali… dari tadi kita belum tahu siapa nama Gadis itu dan mengapa kau sulit sekali melupakannya?

Sehun: dia bernama Oh Hani…seorang gadis yang pendek, makan sushi tanpa di kunyah, suka sekali bernyanyi di karoke selama 3 jam walau suaranya sangat fals, dapat meminum susu 1 liter dalam 10 detik, suka sekali melihat bintang di langit, dahinya yang lebar… senyumnya yang ceria… gigi yang seperti kelinci… semuanya tidak bisa di lupakan…

MC: apa kau punya foto Oh Hani?

Sehun: aku tidak punya… bahkan untuk berfoto saja kami belum sempat, karena kita bersama sebulan…

MC: sekarang apa yang akan anda sampaikan pada Oh Hani…

Sehun: Oh Hani noona~ aku masih menyukaimu hinnga hari ini? Apa disana noona baik – baik saja… noona kau berjanjikan  jika aku sembuh akan mengajakku ke harajuku. Apa kau lupa? Oh Oh Oh Oh Hani saranghae Ah ah ah ah manhi manhihae~~

 

Hani meneteskan airmatanya saat melihat acara itu, teman  temannya hanya bisa memenangkan Hani yang menangis dengan menepuk – nepuk bahunya dan menghapus airmatanya.

“apa kau bodoh OH Sehun? Kenapa menungguku selama itu? Aku juga masih menunggumu selama 10 tahun ini…” kata Hani sambil terisak.

THE END

Duh… gimana? Pasti aneh ya? Bagi yang udah baca wajih RCL ya🙂 gomawo….

 

14 responses

  1. bagus2 ,, ada cerita tambahan tidak?? oiya thor,, hurufnya banyak yang salah ketik hehehe^^V ,,tapi secara keseluruhan bagus-bagus….^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s