Oppa is Mine ( Part 1 )

Image

 

Author                        :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, School

Rated             :   PG-17

Main Cast      :  –    Sunny ‘SNSD’ as Lee Sunny

–          Song Joong Ki as Song Joong Ki

–          Kyuhyun ‘Super Junior’  as Cho Kyuhyun

–          Yoona ‘SNSD’ as Im Yoona

–          Joon ‘MBLAQ’ as Lee Joon

–          Jooyeon ‘After School’ as Lee Jooyeon

 

__________

 

Hai readers!! Akhirnya selesai juuga nih Part 1-nya. Terima kasih buat para reader yang udah komen di post yang sebelumnya. Karena komen-komennya aku jadi semangat buat nerusin ceritanya…

Terima kasih… HappyReadingyaaa!!!!

 

____________

 

Author POV

Hujan turun ketika Sunny dan Yoona sedang berjalan menuju halte bus. Awalnya hanya gerimis biasa, tapi semakin lama hujan turun semakin deras. Akhirnya Sunny dan Yoona memutuskan untuk menunggu hujan berhenti di sebuah Coffe Shop, di dekat halte bus.

“ Fiuhh~ musim dingin begini, hujan malah turun.” Sunny menarik kursi yang ada di depannya dan duduk, begitu juga Yoona.

“ Benar sekali.. Hujan membuat cuacanya bertambah dingin.” Timpal Yoona sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya yang dingin.

“ Oh ya, mau minum kopi apa?” tanya Sunny yang bersiap untuk berdiri setelah melepaskan tas dan jaketnya yang sedikit basah.

“ Aku Latte.” Jawab Yoona singkat.

“ Oke.”

Tak lama Sunny kembali dengan membawa dua gelas kopi panas ditangannya. Uap panas yang terus keluar dari kopi panas itu, membuat Yoona semakin tidak sabar untuk merasakan kehangatannya.

“ Ini dia, latte-mu.”

“ Huaaaa~ hangatnyaa.. tapi mana gulanya?”

“ Oh iya, tunggu sebentar.”

Sunny tidak sadar, bahwa ada seseorang yang berjalan dari arah belakangnya. Dan ketika Sunny berbalik, tabrakan pun tak dapat dihindari. Alhasil, kopi panas yang dibawa orang itu tumpah dan mengenai tangan Sunny.

“ Awww!! Panaaaaas!!” teriak Sunny

Semua orang yang berada di Coffe Shop itu mengalihkan pandangannya ke arah Sunny yang sedang kesakitan. Melihat Sunny seperti itu, orang yang menabraknya pergi entah kemana.

“ Ayo cepat duduk. Mana tanganmu? Biar aku lihat.” Perintah Yoona

“ Tangankuuuu~~” keluh Sunny kesakitan

“ Bagaimana sudah lebih baik?” tanya Yoona, sambil meniup-niup bagian tangan Sunny yang memerah.

“ Masih terasa panas..”

Tak lama orang itu kembali, dengan membawa sesuatu ditangannya dan berjalan menghampiri meja dimana Sunny duduk. Orang itu menaruh sesuatu diatas permukaan tangan Sunny yang memerah. Dan ternyata itu adalah handuk basah.

“ Bagaimana? Masih panas?” tanya orang itu

“ Ini lebih baik.” jawab Sunny

“ Lain kali, sebelum berjalan. Lihatlah sekelilingmu.” Lanjut orang itu, dan terlihat menyalahkan Sunny.

“ Maafkan aku, aku memang salah.” Sesal Sunny.

Sekilas Sunny melihat orang yang menabraknya, ternyata dia seorang  namja dengan memakai setelan jas berwarna hitam dan memakai kacamata yang lumayan tebal.

“ Baguslah kalau kau tahu itu salahmu.” Kata namja itu dengan angkuh

“ Ahjussi, seharusnya kau juga minta maaf padaku, karena telah menumpahkan kopi panas ke tanganku.” Sunny terlihat begitu kesal, karena dari tadi namja itu terus menyalahkan dirinya.

“ Ahjussi?!” Namja itu terlihat begitu kaget saat Sunny memanggilnya dengan sebutan Ahjussi.

“ Apa? Memangnya ada yang salah?” tanya Sunny tidak peduli

“ Sudahlah..” Namja itu pergi tanpa salam ataupun meminta maaf kepada Sunny.

Yoona yang sedari tadi memperhatikan namja itu, merasa ada sesuatu yang aneh. Dia merasa bahwa sepertinya dia pernah bertemu dengan orang itu, tapi entah kapan dan dimana.

“ Aish, ahjussi itu benar-benar menyebalkan.” Keluh Sunny pada Yoona. Tapi Yoona tidak menghiraukan perkataan Sunny. Karena dia sibuk mengingat-ingat kapan dan dimana dia pernah bertemu dengan namja itu.

“ Ya! Yoona, kenapa kau terus melihat ahjussi tadi? kau suka dengannya?”  tanya Sunny pada Yoona

“ Hah? Apa?” Yoona kaget, dan seluruh ingatannya berhamburan.

“ Kau suka dengan ahjussi tadi? Dari tadi kau terus memperhatikannya?” Dengan wajah yang murung Sunny kembali bertanya kepada sahabatnya itu.

“ Kau ini bicara apa? Aku hanya berpikir sepertinya aku pernah melihat Ahjussi itu, tapi aku lupa dimana dan kapan.” Jelas Yoona meluruskan masalah.

“ Benarkah? Mungkin itu hanya perasaanmu saja.”

“ Mungkin juga..”

 

Author POV end

 

 

Sunny POV

Setelah pulang dengan tangan memerah dan sedikit bengkak, kakek memarahiku. Aku hanya bisa diam mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya. Walaupun sedikit kesal aku tidak bisa melawan semua perkataannya yang tidak benar.

“ Sudah kakek bilang, kau ini harus berhati-hati! Lihat tanganmu menjadi terluka seperti ini. Bagaimana kau bisa berlatih dengan baik!”

“ Maafkan aku, kek.” Aku terus menunduk, tidak berani melihat wajah kakekku yang sedang marah.

“ Sudahlah, cepat masuk ke kamarmu dan istirahat.” Perintah kakek dengan sedikit amarah.

“ Iya kek~” Dengan malas, aku berjalan meninggalkan kakek, dan berjalan menuju kamarku.

Kakek memang dikenal sebagai orang yang tegas dikantornya. Tapi apakah kalian tahu dulu kakek adalah seorang yang melankolis dan sedikit playboy. Tapi semenjak bertemu dengan nenek, kakek berubah menjadi orang yang lebih tegas dan bertanggung jawab.

Satu hal lagi tentang kakekku. Sebelum mempunyai perusahaan alat musik, dulu kakek adalah seorang pemusik tradisionalkoreayang sangat terkenal. Oleh sebab itu, dia sangat menginginkan aku untuk mengikuti jejaknya.

Awalnya aku mengikuti keinginan kakek itu dengan setangah hati. Tapi setelah beberapa lama, aku merasakan suatu kesenangan tersendiri dalam diriku, ketika aku bermain musik. Mungkin aku memang di takdirkan untuk menjadi seorang pemusik seperti kakek.

Sejak umur 5 tahun, kakek terus mengajari beberapa alat musik, tapi hanya ada satu alat musik yang begitu memikatku, yaitu gayageum. Sudah hampir 10 tahun aku mendalami alat musik ini.

Banyak sekali perlombaan yang aku menangkan bersama alat musik tradisionalkoreaini, khususnya perlombaan musik tingkat nasional beberapa bulan lalu, yang menempatkan aku pada juara pertama.

 

“ Sunny! Apa kau ada dikamarmu?” panggil Joon Oppa dari luar kamarku.

“ Masuk saja, Oppa.” perintahku

“ Sedang apa kau?” tanya Joon Oppa yang berjalan menghampiriku.

“ Oh, aku sedang membaca novel yang kemarin kau berikan padaku.” Jelasku.

“Adasesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” Joon Oppa duduk dikasurku dan wajahnya terlihat begitu serius.

“ Omo?!Adaapa dengan ekspresi wajah itu? Sepertinya ini masalah yang serius.” Ejekku melihat ekspresinya yang sedikit berlebihan.

“ Wae? Memangnya ada yang salah dengan ekspresi prihatinku ini.” Sambil melihat kaca, yang berada tepat dihadapannya.

“ Prihatin?” tegasku

“ Sudahlah. Aku Cuma mau bilang ada suatu hal gila yang sedang kakek rencanakan untukmu.”

“ Hal gila? Untukku?”  

“ Ya.” Jawabnya dengan wajah prihatinnya yang berlebihan.

“ Apa? Cepat katakan! Jangan buat aku penasaran.”

“ Kakek akan menjodohkanmu dengan seseorang.” Dengan sedikit berbisik ditelingaku.

“ Apa?! Kau tidak bercandakan Oppa?” aku sangat terkejut mendengar apa yang dia katakan padaku.

“ Kalau kau tidak percaya, sebentar lagi kakek akan menyuruhmu turun dan membicarakan hal ini.” Lanjut joon Oppa dengan laga sok tahunya..

“ Sudahlah Oppa, kau tidak bisa menipuku dengan tipuan murahan seperti itu.”

Ini mungkin akan menjadi tipuan keseribunya untuk mengerjaiku. Karena hampir setiap hari dia selalu menjahiliku dengan tipuan-tipuan gilanya.

“ Ya sudah terserah kau saja. Aku keluar dulu.” Joona Oppa meninggalkan aku dikamar dengan rasa penasaran akan kebenaran perkataannya tadi.

Tak lama setelah Joon Oppa keluar dari kamarku, Pelayan Kim masuk ke kamarku. Dia bilang kakek ingin bertemu denganku.

Aku segera berjalan ke ruang keluarga, disana sudah ada kakek dan Joon Oppa yang sedang duduk menungguku. Aku merasa ada hal besar yang akan terjadi, karena aku lihat wajah mereka begitu serius. Aku mulai berpikir, mungkin kali ini Joon Oppa tidak bohong..

“Adaapa kakek memanggilku?” tanyaku pernasaran

“ Sunny, ada yang ingin kakek bicarakan denganmu.” Kakek memulai percakapan kolot ini.

“ Apa itu?”

“ Begini, tiga hari lalu, teman kakek datang kerumah. Dia datang kesini untuk menagih janji kakek yang akan menikahkan cucunya dan cucu kakek.” Jelas kakek.

“ Oh.. Kalau begitu sebentar lagi Joon Oppa akan menikah?” tanyaku lagi

“ Ya pabo, bukan aku. Tapi kau!” Sanggah Joon Oppa, yang cukup menbuatku syok.

“ Aku?!”

“ Iya, karena cucu teman kakek itu adalah laki-laki. Jadi dia akan menikah denganmu.” Lanjut Joon Oppa

“ Apa?! Kakek itu semua tidak benar,kan?”

“ Sayangnya apa yang kakakmu katakan adalah benar, Sunny.” Jawab kakek membenarkan semua perkataan Joon Oppa.

Mendengar itu, rasanya aku ingin mati saja. Jika melihat, kakek juga sudah mengatur siapa orang yang akan aku nikahi.

“ Tapi, aku inikanmasih sekolah. Lagi pula umurku belum cukup untuk menikah. Dan belum tentu Appa dan Eomma menyetujui usul kakek ini.” Aku mencoba mengeluarkan berbagai macam alasan untuk menolak perjodohan ini.

“ Appa dan Eomma-mu sudah menyetujui usulan kakek ini.” Terang kakek

‘ Apa?!!! Appa dan Eomma setuju! Yang benar saja. Apa orang tua di keluarga ini semuanya sudah gila?’ protesku dalam hati. Meskipun begitu aku tetap tidak mau kalah kali ini.

“ Kakek!! Meskipun Appa dan Eomma sudah setuju, tapi tetap saja aku tidak mau menikah dengan siapa pun sekarang ini.”

“ Kakek tidak bilang sekarang ataupun dalam waktu dekat ini.”

“ Tetap saja, aku tidak mau.”

“ Sunny, saat ini yang terpenting adalah kau temui saja dia. Jika kau merasa tidak cocok, kau boleh menolaknya.” Terang kakek dengan masih bersikap tenang.

“ Tapi kakek~”

“ Benar, apa yang kakek bilang. Kau temui saja dia, mungkin saja dia adalah tipe pria idamanmu..” Joon Oppa membela kakek. Dan seketika itu juga aku memicingkan tatapanku kearahnya. Diapun segera tutup mulut, dan mengalihkan perhatiannya.

“ Sudah, mau tidak mau kau harus temui dia.” Kakek sudah memutuskan masalah ini, dan aku pun tidak bisa menolaknya lagi. Lagi pula ini hanya pertemuan, dan aku masih ada harapan untuk menolaknya.

“ Baiklah~ tapi kakek janji ya.. kalau aku tidak cocok aku boleh menolaknya.”

“ Iya kakek janji, lagi pula kakek tidak bisa memaksakan semua kehendak kakek padamu.”

 

Sunny POV end

 

Author POV

 

Hari ini Sunny dan Yoona menghabiskan waktu istirahatnya untuk membaca beberapa buku diperpustakaan sekolah. Suasana perpus yang tenang, berubah menjadi ramai ketika Yoona tanpa sengaja menjatuhkan beberapa buku dan membuat Sunny marah pada salah satu siswa yang ada disitu..

“ Maafkan aku, Kyu. Aku tidak sengaja.” Sesal Yoona sambil memungnguti buku yang jatuh satu persatu.

“ Sudahlah lebih baik cepat kau rapikan ini semua.” Kyu pergi tanpa membantu Yoona sedikit pun.

“ Ya, Kyu!! Kau juga harus membantu Yoona merapikan buku-buku ini.” Omel Sunny, yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.

“ Apa maksudmu?” tanya Kyu heran

“ Kau juga salah!” omel Sunny dengan menujukkan jarinya kearah Kyu.

“ Terserah kau saja.” Kyu kembali berjalan tanpa menghiraukan Sunny

“ Ya!! Jangan pergi.” Teriak Sunny, tapi Kyu terus berjalan keluar perpustakaan.

“ Sunny, sudahlah. Tidak apa-apa, aku akan merapikannya sendiri.” Yoona berusaha menenangkan sahabatnya itu.

“ Tapi Yoona-“

“ Memang aku yang salah, jadi akulah yang harus merapikan buku-buku ini.” Jelas Yoona yang kebali memungnguti buku-buku.

“ Kalau dia tidak mau membantumu, biar aku saja.”

“ Terima kasih.” Yoona tersenyum pada Sunny.

“ nee..” Sunny juga membalas senyum Yoona.

 

Hari ini kakek sudah merencanakan pertemuan Sunny dan cucu temannya itu. Yoona dan Sunny sedang asik memilah-milah baju yang akan dikenakan Sunny hari ini.

“ Yoona, kau yakin aku harus pakai baju ini?” Sunny terlihat ragu dengan minidress berwarna putih yang sedang dipakainya.

“ Tentu saja aku yakin.”

“ Tapi-“

“ Sunny, meskipun kau tidak akan menerima orang itu. Setidaknya kau harus memberikan kesan yang baik untuknya.”

“ Baiklah..”

Tok~tok~tok

Seseorang mengetuk pintu kamar Sunny.

“ Masuk!” Perintah Sunny.

Ternyata itu adalah kakek. Setelah membuka pintu, kakek segera masuk dan menhampiri Sunny dan Yoona.

“ Oh Kakek Lee. Apa kabar?” sala Yoona

“ Kau ada disini. Kabar kakek baik.” jawab kakek

“Adaapa kek?” tanya Sunny yang sibuk berlenggak-lenggok didepan kaca.

“ Apa kau sudah siap?” tanya kakek meyakinkan bahwa cucunya itu sudah siap.

“ Sebentar lagi aku dan Yoona akan pergi.” Jawab Sunny yang kali ini menghadap kearah kakeknya.

“ Bersama Yoona?” tanya Kakek

“ Iya, kalau tidak bersamanya aku tidak mau pergi.”

“ Baiklah, terserah kau saja.” Setelah itu, kakek segara pergi keluar kamar.

 

“ Yoona kau lihat cincin keberuntunganku?” Sunny mencari-cari di atas meja riasnya.

“ Oh cincin itu, sepertinya tidak.” Yoona terlihat begitu sibuk menata rambut Sunny.

“ Dimana ya cincinnya..” 

“ Sudah selesai. Waaaah~ kau manis sekali.” Yoona terlihat begitu bangga terhadap hasil karyannya.

“ Yaaa~ aku memang orang yang manis Yoona.” Canda Sunny

“ Mwo? Kalau begitu kutarik kembali ucapanku.”

“ Yoonaaa!!”

“ Hahaha…”

 

Sunny dan Yoona sudah tiba di sebuah restoran mewah. Sunny dan Yoona mencari orang yang memiliki ciri-ciri yang disebutkan kakeknya tadi. Tapi sepertinya orang itu belum datang. Sambil menunggu Sunny dan Yoona membicarakan suatu hal.

“ Bagimana kalau dia namja yang jelek?” tanya Yoona yang terdengar menakut-nakuti Sunny

“ Aku akan langsung pergi darisana, tanpa berkata apa-apa.”

“ Benarkah? Kalau tampan?”

“ Mungkin akan aku pertimbangkan.” Jawab Sunny dengan ekspresi menimbang-nimbang

“ Kau ini. Hahaha.”

“ Sudah, jangan tertawa disaat genting seperti ini.”

“ Kau gugup?” tanya Yoona

“ Tidak.” Jawab Sunny singkat

“ Hei jangan berbohong. Lihat wajahmu pucat.” Mungkin orang yang tidak mengenal Sunny pun akan mengetahui kalau saat ini Sunny terlihat begitu gugup.

“ Apa? Benarkah?”

“ Tidak, aku hanya bercanda. Haha.” Yoona berusaha membuat temannya lebih rileks

Tak lama, ada dua orang laki-laki yang masuk kedalam restoran dengan ciri-ciri pakaian seperti yang dibilang kakek. Mereka juga terlihat sedang mencari seseorang.

“ Sunny lihat disana.” Yoona yang pertama menyadari kedatang kedua orang itu.

“ Mana?!” Sunny pun mengalihkan pandangannya kedepan pintu masuk.

“ Tunggu sebentar, bukankah itu Kyu?!” Yoona terlihat begitu kaget melihat Kyu berada disini.

“ Tunggu.. Tunggu.. dan bukankah itu si ahjussi Coffe shop.”

“ Apa mungkin orang itu adalah salah satu diantara mereka?” Yoona dan Sunny saling menatap satu sama lain dengan tatapan tidak percaya.

“ Apa?! Aku harap bukan mereka.” Sunny terlihat lemas.

 

 

—-TBC—

 

Baaa!! Berharap readers penasaran, dan punya alasan buat baca terus kelanjutan cerita ini. *HAHAHAHA

Dan jujur author butuh banget nih koreksi dan ide dari para readers. Jadi jangan lupa buat dikomen yaaaaa…

Sampai jumpa di part selanjutnya…..

 

YOUR COMMENT PLEASE!!!!

 

17 responses

  1. lanjuuuuuuuut thor lanjuuuuuuuuuuut peliiiiiis banget
    nangung nih, castnya banyak yang belom muncul ceritanya bikin penasaran semua thor TT.TT

    masa tunggu 20 orang thor, secepatnya ajah napa thor😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s