(Freelance) Time Machine

Time Machine

Author    :    Putri pUcuk
Rating     :    PG-15
Length    :     Oneshoot
Genre    :    Romantic and sad
Cast    :    All SM Family
Notes    :     Annyeong readers, kenalin aku author baru di sini. Putri imnida. Kali ini aku bikin ff oneshot. Sebenernya sih mau di bikin sekuel, tapi aku putuskan buat oneshoot dulu yak. Ff ini terinspirasi dari lagu dan PV atau MV nya SNSD – Time Machine. Sumpah, dengar nih lagu langsung bikin terharu di tambah lagi raut muka sedih dan galau dari para onniedeul snsd.

Apalagi Soo onnie. Raut muka Soo onnie itu sedih banget, jadi pengen peluk Soo onnie nih. Padahal Soo onnie kan member snsd paling gak bias diem, tingkahnya yang selalu ceria dan kadang kayak cacing kepanasan #di gorok soo onnie dan sooyoungster.  Bisa juga ya soo onnie acting sedih  #di tabok soo onnie.

Nah, oneshoot kali ini aku gak cuma memusatkan pada KyuYoung aja, tapi juga semua couple di Super Generation yang aku suka. Couplenya adalah :
•    Leeteuk – Taeyeon
Ini couple favoritku yang kedua setelah KyuYoung. Jujur, mereka cocok banget
•    Donghae – Jessica
No commentlah untuk mereka. Hehehehe..
•    Sungmin – Sunny
Aegyo couple. Imut – imut. Aku yakin kalau mereka nikah, anaknya pasti lebih imut lagi #eh
•    Siwon – Tiffany
Kadang menurut aku, Siwon oppa itu lebih cocok sama Sooyoung onnie #di tabok knights. Moment mereka banyak banget dan chemistry mereka dapat banget. Tapi, aku tetap milih Sooyoung onnie untuk Kyuhyun oppa.
•    Eunhyuk – Hyoyeon
Yeah, dancing machine are together..
•    Yesung – Yuri
Jujur aja, aku gak mau Yeye oppa sama Yuri onnie T.T. Karna, Yeye oppa itu suamiku #di gantung clouds. Tapi tak apalah, ini hanya ff. Aku relakan Yeye oppa untuk ff ini.
•    Kyuhyun – Sooyoung
I’m knight, jadi mereka harus bersama. KYUYOUNG JJANG !!!
•    Heechul – Yoona.
Gak tau kenapa, aku lebih suka liat Yoona sama Heechul di banding sama Donghae #di cekik YoonHae shipper. Chemistry Yoona dan Heechul itu lebih dapat #no bash, itu cuma pendapatku…
•    Ryeowook – Seohyun
Aku suka sama couple ini semenjak SS 2. Apalagi waktu Ryeowook meranin Seohyun waktu itu dan mereka sama – sama lead vocal di grup masing – masing. Suara mereka emang bagus sih.
Nah, itulah couple favoritku. Di ff ini aku menceritakan kisah mereka menurut pandangan aku saat melihat MV atau PV nya snsd. Jadi, kalau misalkan ffnya gak masuk di akal kalian atau kurang berkenan, aku mohon maaf, karna ini menurut penglihatanku.

Dan jika ada yang tidak suka dengan couplenya, aku mohon maaf dan no bashing. Jika ada kesamaan dengan ff kalian, mention ke twitter aku @kimyura23. Saran aku, baca ff ini sambil denger lagunya snsd – time machine supaya lebih dapat feelnya. Sudahlah, happy reading Chingudeul !!!!!!!!!
=====================
Jessica Pov
Aku menunggu Donghae oppa di restoran tempat kami biasa bertemu. Di luar hujan sedang turun rintik – rintik. Sudah lewat setengah jam dari waktu yang kami sepakati. Aku pun merapikan baju yang kupakai untuk bertemu dengannya dan juga merapikan make-upku serta rambutku. Aku siap bertemu dengannya. Aku harap Donghae oppa senang dengan penampilanku ini.Tapi, aku takut dia tidak akan datang. Tidak, aku harus yakin. Aku yakin dia pasti datang. Kami sudah lama tidak bertemu. Sudah pasti ia merindukanku. Tiba – tiba, ponselku bergetar. Ternyata Donghae oppa. Perasaanku menjadi tidak enak saat dia meneleponku.
“ Yoboseyo.. “ jawabku.
“ Chagi… apakah kau sudah di restoran di tempat kita biasa ?? “ tanyanya.
“ Ne oppa. Oppa sudah telat. Apakah oppa jadi datang ?? “ tanyaku.
“ Mianhae chagi.. sepertinya oppa tidak bisa datang. Oppa masih ada rapat. Bisakah kita lain kali bertemu ?? “ katanya dengan nada lembut. Aku terdiam. Terdiam cukup lama untuk mencerna kata – katanya tadi.
“ Chagiya… “ panggil Donghae oppa. Aku tetap diam saja.
“ Chagiya.. kau tid… tut.. tut..tut… “ kata Donghae oppa terputus karena aku langsung memutuskan kontak kami. Aku langsung mematikan ponselku agar ia tidak menghubungiku lagi. Akupun keluar dari restoran itu menuju mobilku.
Sepi sekali. Ini kesekian kali oppa melanggar janji untuk bertemu denganku Donghae oppa.

Lebih dari sepuluh kali oppa berbohong untuk bertemu denganku. Apakah aku tidak penting lagi untukmu ??? Oppa selalu sibuk dengan pekerjaan oppa. Aku tau, bahwa oppa memegang perusahaan yang besar, tapi setidaknya, luangkanlah sedikit waktumu untukku. Oppa memang baik. Oppa membelikanku tas, baju, bunga, dll supaya aku tidak bersedih karenamu.

Tapi, yang ku butuhkan itu cintamu oppa. Aku masih butuh oppa. Aku selalu kesepian. Bahkan aku merasa aku tidak mempunyai seorang namjachingu. Tak terasa bulir – bulir air mataku pun jatuh. Aku sangat mencintaimu oppa tapi aku juga merasakan sakit yang teramat sakit sekaligus. Ini juga kesekian kalinya oppa membuatku menangis karna oppa melanggar janji.
Aku sudah lelah untuk menangis.

Aku lelah. Jika begini caranya, lebih baik aku tidak usah bertemu oppa dan menjadi yeojachingu oppa. Aku butuh mesin waktu. Aku butuh mesin waktu untuk mengulang saat pertemuan pertama kita. Aku ingin mengulangnya agar tidak menjadi yeojachingumu. Aku ingin mengulangnya agar aku tidak mencintaimu Donghae oppa. Ini semua sudah berakhir.

Yoona Pov
Akhirnya aku menikah. Menikah dengan namja yang sangat ku cintai yaitu  Heechul. Meskipun aku tau, sebagian hatinya masih berada pada mantan yeojachingunya yang meninggalkan dia ke Inggris, tapi dia berjanji untuk melupakan mantannya dan belajar mencintaiku. Aku senang sekali.
“ Kau cantik sekali Yoona-ahh” kata ommaku sambil memberi hiasan pada rambutku. Aku tersenyum. Ya, aku memang harus cantik hari ini. Karena hari ini aku akan menikah.
“ Yoona-sshi !!! “ teriak seseorang. Ternyata temanku, Nara. Raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran. Perasaanku jadi tidak enak melihatnya yang seperti itu
“ Ada apa Nara-ahh ?? “ tanyaku sambil menghampirinya.
“ Heechul. Heechul ingin pergi bersama mantannya. Sekarang dia di tahan di depan gereja “ kata Nara panic. Mendengar itu, aku langsung berlari ke depan gereja. Benar saja, Heechul bersama mantannya dan merangkulnya. Ku lihat appanya sedang mencoba membujuknya. Aku kenal dengan mantannya itu. Mantannya bernama Andrea Jeremy. Andrea merupakan anak blasteran Inggris Korea.
“ Heechul oppa “ panggilku. Ia pun menoleh padaku. Andrea juga melihatku.
“ Who is she ?? “ tanya Andrea sambil menunjukku. Aku pun menoleh pada Heechul oppa.
“ She’s just my friend “ kata Heechul oppa yang membuat batinku sangat tertohok.
“ Oppa ?? Apa maksudnya ?? “ tanyaku sambil menatapnya tajam.
“ Yoong, kita batalkan saja pernikahan kita “ kata Heechul oppa.

DEG ! Jantungku langsung berdetak dua kali lebih cepat.
“ Mwo ? Dibatalkan ??? Apa maksud oppa ?? “ tanyaku meminta penjelasan.
“ Yoong, aku tidak bias menikahimu. Aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Andrea “ kata Heechul oppa sambil menatap Andrea yang tengah tersenyum manis padanya.
“ Tapi oppa. Oppa bilang akan belajar mencintaiku dan akan melupakan dia “ kataku sambil menatapnya nanar.
“ Itu dulu Yoong. Sekarang dia kembali padaku setelah dari Inggris. Dan asal kau tau saja. Aku tidak bias mencintaimu. Hatiku tidak bisa “ kata Heechul oppa. Aku terdiam. Hatiku sakit sekali. Mataku sudah memanas dan keluarlah air mataku.
“ Jangan menangis Yoong. Masih lebih banyak namja untukmu di luar sana “ kata Heechul oppa.
“ Oppa gampang sekali mengatakan itu !. Oppa tidak berada di posisiku dan tidak mengerti perasaanku. Hatiku sangat sakit oppa. Di saat kita hendak menikah, oppa malah membatalkannya karena mantan oppa. Jadi selama ini oppa membuatku hanya sebagai pelarian saja ?! Aku sangat mencintaimu oppa “ teriakku histeris sambil menangis.
“ Sudahlah Yoong. Perasaan tidak boleh di paksakan. Batalkan saja pernikahan kita. Aku pergi dulu. “ kata Heechul oppa sambil masuk ke dalam mobil. Aku pun langsung memeluk lengannya.
“ Jangan tinggalkan aku oppa. Jebal “ mohonku padanya. Ia hanya melihatku  melepas tangannya dariku dan mendorongku sehingga aku terjatuh. Ia pun masuk ke mobil dan menjalankan mobil. Aku pun langsung bangkit dan mengejar mobilnya.
“ HEECHUL OPPA !!!!!!! “ teriakku di jalanan sambil terus mengejar mobilnya. Berulang kali aku jatuh karena sepatuku. Aku terus – menerus mengejar mobilnya hingga kakiku kelelahan dan banyak sekali memar di kakiku. Aku tidak menyangka dia meninggalkanku di saat hari bahagiaku ini. Aku sangatlah sakit. Aku membutuhkan mesin waktu. Aku ingin mengulang semuanya kembali. Aku ingin tidak mengenalmu lagi.

Sunny Pov
“ Kita putus “ kata Sungmin oppa pendek. Aku tertegun mendengar kata – katanya.
“ Apa oppa ?? “ tanyaku sekali lagi berusaha meyakinkan.
“ Kita putus “ jawabnya sekali lagi. Aku mulai menangis mendengar perkataannya barusan.
“ Waeyo oppa ?? Apakah aku punya salah ?? “ tanyaku dengan suara bergetar.
“ Aku tidak tahan denganmu. Kau tidak pernah memenuhi keinginanku. Aku lelah bepacaran denganmu. Sekarang, aku sudah mempunyai yeojachingu yang lebih mengerti diriku “ kata Sungmin oppa cuek. Dia hendak pergi namun aku memeluknya dari belakang.
“ Oppa.. jangan tinggalkan aku. Jebal.. “ kataku dengan tangisku yang semakin meledak – ledak. Ia pun melepaskan pelukanku dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku kembali menangis. Berharap dia  mendengar tangisanku dan kembali padaku. Tapi ternyata tidak. Aku pun berjalan gontai pulang menuju apartementku.
Semuanya sudah berakhir. Aku tak menyangka ia mengakhiri hubungan kami. Sekarang aku tidak punya siapa – siapa lagi. Aku sebatang kara. Orang tuaku sudah meninggal dan sekarang dia meninggalkanku padahal aku sangat mencintainya. Dia memutuskanku hanya karena aku tidak memnuhi keinginannya. Keinginannya memang sangat banyak dan aku tidak bisa menyanggupinya. Ia selalu menginginkan sesuatu di luar batas kemampuanku. Kemarin ia meminta notebook baru padaku padahal aku tidak punya uang. Uang hasil aku kerja di restoran saja tidak bisa memenuhi kebutuhanku sehari – hari.
Namun di balik semua kesedihanku, aku menyunggingkan sedikit senyumku. Ya, setidaknya aku bisa terbebas dari dia yang selalu meminta ini itu padaku. Tapi, jika mengingat betapa besarnya cintaku padanya, ingin rasanya aku menangis kembali. Aku butuh mesin waktu.

Aku butuh mesin waktu agar aku tidak bertemu dengannya pertama kali di kampus saat dia mengospekku. Aku masih ingat senyumnya. Aku hanya bisa tersenyum miris saat mengingat itu. Tanpa aku sadari, kakiku berjalan sendiri menuju jalan besar. Sebuah mobil datang tepat menuju ke arahku. Masih dapat ku dengar mobil itu mengklakson berkali – kali untuk menyuruhku menyingkir. Aku tetap berdiri di tengah jalan. Lampu mobil itu pun semakin dekat dan menyilaukanku.
“ Semuanya sudah berakhir. Selamat tinggal Sungmin oppa. Saranghae .. “ bisikku pelan pada angin malam di ikuti dengan tetesan air mataku.
BBRRAAKKK !!!!!!!!!

Taeyeon Pov
Aku teringat lagi akan kejadian itu. Dadaku selalu terasa sesak jika memikirkan hal itu. Kejadian yang membuatku sakit hati sampai sekarang. Kejadian saat kami berpisah hanya karena masalah kecil menurutku.
Flashback.
Hari itu aku pulang bersama dengan sahabatku Onew sahabatku dari tempat restoran kami bekerja. Hubungan kami sangatlah akrab sampai – sampai Leeteuk oppa sering cemburu melihat kami berdua. Padahal sudah aku jelaskan bahwa kami berdua hanya sahabat sejak kecil. Hari itu Onew pulang sambil merangkulku karena kepalaku yang sudah sangat pusing sejak tadi siang. Ia pun mengantarku sampai apartemen rumahku.
“ Gomawo Onew-ahh “ kataku saat kami sampai di apartemenku.
“ Ne. Jaga kesehatanmu. Jangan sampai kau besok tak masuk kerja “ katanya sambil mengacak – acak rambutku. Aku hanya tersenyum saja.
“ Aku pulang ya “ pamitnya. Aku pun mengangguk. Saat aku hendak menutup pintu, aku sudah melihat Leeteuk oppa sudah berada di depan rumah. Ia menatapku tajam. Ia pun berjalan mendekatiku.
“ Namjachingu baru eoh ?? “ katanya sinis.
“ Oppa, dia buk…. “ belum selesai aku berbicara, dia sudah..
PLLLAKK !!!!!!!!!. Dia menamparku. Baru kali ini aku di tampar oleh seorang namja. Appaku saja tidak berani menamparku. Air mataku pun mengalir. Aku pun beralih menatapnya
“ Kalau dia bukan namjachingumu, kenapa dia merangkulmu seperti itu hah ??!! “ bentaknya. Aku hanya terdiam saja.
“ Tak bisa menjawab kan ?? Tentu saja kau tidak bisa menjawabnya karena kau sudah kepergok olehku berpacaran dengannya “ kata Leeteuk oppa sinis. Tangisku pun makin menjadi – jadi.
“ Tidak perlu kau menangis. Itu tidak akan mempan “ katanya lagi sinis.
“ Pernahkah kau memikirkanku ?? “ tanyaku.
“ Setiap saat. Tapi kau permainkan aku “ kata Leeteuk oppa. Aku tersenyum miris memandangnya.
“ Kau tau oppa. Onew itu hanya sahabatku. Ia merangkulku tadi begitu karena aku sakit. Aku sakit sejak tadi siang oppa.

Apakah oppa pernah melakukan hal yang di lakukan Onew ?? Apakah oppa perhatian padaku ?? Aku bersyukur Onew ada menjagaku supaya aku tak pingsan di jalan. Dan sekarang oppa datang marah – marah padaku dan menamparku. Apa oppa pikir aku tidak bertambah sakit jika seperti ini hah ???!! “ bentakku padanya. Ia hanya terdiam.
“ Kita berakhir saja “ kataku sambil menghapus air mataku.
“ Tap… “ katanya berusaha mencegahku.
“ Tidak. Aku lelah oppa. Aku lelah yang terus bertengkar denganmu setiap hari karena rasa cemburumu yang keterlaluan itu. Sebaiknya kau pergi oppa “ kataku sambil menutup pintu. Aku pun bersandar pada pintu dan duduk. Menangis. Masih aku dengar Leeteuk oppa memangil namaku dan menggedor – gedor pintu.
Flashback end ~
Tak terasa air mataku mengalir mengingat hal itu. Kejadian itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu. Aku tak bisa melupakan sosok Leeteuk oppa karna aku mencintainya.

Aku butuh mesin waktu. Aku butuh mesin waktu agar aku tidak bertemu dengannya dulu. Aku lelah setiap hari memikirkannya. Tapi meskipun begitu, aku bahagia tidak bertemu dengannya lagi. Karena, itu akan membuatku akan tersiksa jika bertemu dengannya karena aku selalu mencintainya. Sangat susah menghapus seseorang yang kau cintai di hidupmu. Tapi aku ragu, apakah kebahagiaanku ini kebahagiaan yang murni atau tidak.

Hyoyeon Pov
Aku menunggunya di dekat bandara London. Hari ini aku akan pulang ke Korea. Sebelum aku pulang, ingin aku mengucapkan salam perpisahan pada mantanku, Eunhyuk yang kebetulan bekerja di London. Ku lirik sekali lagi jam Rolex antik pemberian kakekku. Dia sudah terlambat sejam dari perjanjian kami bertemu. Aku pun merapatkan jaket kulitku karena hari semakin dingin. Ayolah, aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya. Aku harap dia datang.
Aku pun kembali mengingat masa lalu, di saat aku dan Eunhyuk putus. Aku dan dia putus karena aku mendapatinya ia tengah bercumbu dengan perempuan lain di bar. Setiap yeoja yang melihat namjachingunya bercumbu dengan yeoja lain pasti sakit hati. Begitu juga dengan aku. Aku pun putus dengannya. Setiap hari aku mencoba hidup tanpa dia tapi tetap saja tidak bisa. Aku terlalu mencintainya. Aku pun sadar bahwa aku masih membutuhkan dia. Dan hari ini, aku memberanikan diri untuk bertemu dengannya dan memintanya kembali denganku sebelum aku pergi ke Korea. Aku harap ia mau.
Lama sekali aku menunggunya, sampai panggilan pesawat untuk ke Korea akan berangkat. Aku pun mengambil tas dan koperku. Tak ku sangka dia tak datang. Eunhyuk pasti tidak mencintaiku. Aku pun masuk ke dalam bandara dengan langkah gontai. Air mataku pun mengalir mengingat Eunhyuk. Tak seharusnya aku mengharapkan namja seperti itu lagi. Pabo sekali aku. Tapi, aku tak bisa melupakan dia. aku berharap aku punya mesin waktu. Aku ingin mengulang semuanya. Mengulang semuanya agar aku tak mencintainya. Sangatlah sakit di saat aku mengingat bahwa aku masih sangat sangat mencintainya.

Seohyun Pov
Aku di kurung lagi oleh orang tuaku. Terus di kurung dan tidak bisa menikmati kebebasan seperti anak lainnya. Ingin aku berontak pada orangtuaku agar aku bebas seperti anak lain, tapi aku tak punya keberanian. Besok aku akan menikah dengan namja yang sudah di pilihkan appa. Aku tidak bisa menikahinya karena aku tidak mencintainya tapi, ini adalah suruhan dari orangtua. Jadi aku harus menurutinya.
Aku mencintai sahabatku sejak kecil yaitu Ryeowook oppa. Ya, aku mencintai Ryeowook oppa. Tapi, dia sudah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studynya. Dia pergi tanpa mengetahui perasaanku. Tapi, jika melihatnya sikapnya selama ini padaku, Ryeowook oppa hanya menganggapku sebagai dongsaengnya. Hatiku amat sakit jika mengingat itu. Tidak taukah ia bahwa aku sudah memendam perasaan itu cukup lama ?? Air mataku pun mengalir mengingat itu semua. Aku pun melihat fotonya untuk mengatasi kerinduanku padanya.
Aku membutuhkan mesin waktu. Aku membutuhkan mesin waktu agar aku kembali ke masa lalu di mana dia masih bersamaku dan aku akan menyatakan perasaanku. Tapi, aku berani bertaruh, aku takkan mengungkapkan perasaanku itu, karena aku tidak punya keberanian. Aku memang gadis pemalu. Aku tak pantas merasakan indahnya cinta

Sooyoung Pov
Sekarang aku dan onnieku, Soojin, ada di Paris untuk meresmikan perusahaan keluargaku yang membuka cabang di sini. Aku lelah sekali. Semenjak appaku meninggal, akulah yang mengambil seluruh alih perusahaan dalam keluargaku. Soojin onnie tidak mau karena ia tidak mengerti cara mengatur perusahaan. Aku pun memejamkan mataku sejenak. Tiba – tiba ponselku bergetar. Ternyata namjachinguku, Kyuhyun oppa.
“ Yoboseyo.. “ jawabku
“ Youngiee ~~~ “ panggilnya.
“ Ne oppa ?? “ jawabku. Terdengar ia menghela nafas sejenak.
“ Aku ingin hubungan kita berakhir di sini “ katanya. Aku tertegun sejenak.
“ Oppa.. Jangan bercanda. Aku tau sifat evilmu itu keluar “ kataku sambil tertawa, berharap bahwa ia betul – betul bercanda.
“ Tidak Youngiee~ aku tidak bercanda. Aku serius. Aku akan menikah dengan yeoja lain“ jawabnya. Ini memang kenyataan. Kami berpisah.
“ Waeyo oppa ?? “ tanyaku mulai terisak. Aku tak menyangka hal seperti ini terjadi.
“ Aku di jodohkan orangtuaku dengan seorang anak kenalannya yang berasal dari China. Sebenarnya aku sudah berontak, tapi orangtuaku tetap menyuruhku untuk menikah. Aku tidak tau lagi Youngiee~ “ kata Kyuhyun oppa sambil terisak. Ia menangis. Ya, seorang Cho Kyuhyun menangis sekarang ini.  Dan tangisku ku pun semakin menangis menjadi – jadi.
“ Jebal oppa.. jangan tinggalkan aku “ pintaku.
“ Maaf Youngiee~ aku tak bisa “ jawabnya. Ia kembali menangis. Cukup lama kami menangis berdua ditelepon.
“ Youngiee~ jebal. Jangan menangis “ pintanya.
“ Apa maksud oppa untuk tidak menyuruhku menangis ??? Aku tidak akan bisa berhenti menangis. Oppa saja masih menangis “ jawabku parau. Ia kembali terisak.
“ Jangan menangis. Masih banyak namja yang di luar sana lebih baik di banding aku “ katanya. Sepertinya ia tidak rela mengatakan kata – kata ini.
“ Tertawalah.. “ pintanya. “ Tertawalah Youngiee~ Aku ingin sekali mendengar suara tawamu. Belum tentu selesai ini kita bertemu “ lanjutnya lagi. Aku pun tertawa. Tertawa miris. Ia pun ikut tertawa denganku.
“ Selamat untuk pernikahanmu oppa “ kataku sambil menggigit bibir bawahku.
“ Ne.. gomawo “ jawabnya. Masih ku dengar suara isakan tangisnya.
“ Kau tau, jika kita bertemu sekarang, aku ingin sekali mencium bibirmu sekali lagi. Bibirmu yang merah dan hangat itu “ katanya. Aku tersenyum.
“ Pikiran yadongmu keluar juga di saat seperti ini ya oppa “ kataku. Ia pun tertawa.
“ Jika sudah berkeluarga, makanlah sayur oppa. Sayur itu sangat sehat “ kataku padanya sambil menyeka air mataku.
“ Kalau untuk itu, akan aku pertimbangkan “ jawabnya dengan suaranya yang mulai serak.
“ Jaga istrimu baik – baik ya oppa. Akan ku usahakan datang ke pernikahan kalian “ kataku sambil senggugukkan.
“ Ne. Aku akan menjaganya. Jaga dirimu baik – baik Youngie~ “ katanya. Air mataku kembali mengalir mendengar kata – katanya itu. Aku tak menyangka ini akan terjadi. Dadaku terasa sesak sekali.
“ Saranghaeyoo Choi Sooyoung “ katanya sambil terisak kembali.
“ Na do oppa. Saranghaeyoo Cho Kyuhyun oppa “ jawabku sambil menangis. Ia pun memutuskan kontak telepon kami. Ku tatap nanar ponselku yang menampilkan fotoku dan Kyuhyun oppa.
Aku pun melempar ponselku ke sembarang tempat. Aku pun mengambil bantal dan menutup mukaku dengan bantal. Berharap supaya tangisku tak terdengar oleh Soojin eonni. Ya Tuhan, kenapa kau membuat aku dan Kyuhyun oppa berpisah ?? Aku sangat mencintainya. Aku membutuhkan mesin waktu. Aku membutuhkan itu agar aku bisa menghindarimu saat kita bertemu di perusahaan saat rapat dulu oppa. Aku ingin sekali melupakanmu, tapi dengan melupakanmu sama saja membuatku terus teringat padamu. Aku sungguh mencintaimu.

Tiffany Pov
Saat ini aku sedang berjalan di taman untuk menenangkan pikiranku.. Dadaku sesak setiap kali mendengar cerita teman – temanku di kantor tentang persiapan pernikahan mereka, namjachingunya, dll. Aku hanya bisa menampilkan senyum palsu di hadapan mereka jika mereka sedang bercerita seperti itu.

Saat mereka bercerita itu, aku jadi teringat akan namjachinguku yang sudah meninggal. Choi Siwon. Dia adalah seorang pemilik perusahaan besar. Kami berpacaran sudah tiga tahun. Dan kami juga sudah ada berencana menikah, tapi semuanya itu hanya tinggal angan – angan saja.
Flashback
Malam itu, Siwon oppa berencana melamarku. Aku ,emyiapkan gaun terbaikku berwarna merah maroon. Orangtuaku pun sudah siap akan lamarannya. Kami pun menunggunya di rumah hingga Siwon oppa sudah terlambat setengah jam dari janjinya. Tidak biasanya Siwon oppa terlambat seperti itu. Perasaanku sudah mulai tidak enak. Lalu, sebuah nomor tak di kenal meneleponku.
“ Yoboseyo.. “ jawabku.
“ Apakah ini Tiffany Hwang, yeojachingu dari Choi Siwon ?? “ tanyanya.
“ Ne. Gwenchana ?? “ tanyaku mulai panic.
“ Saudara Siwon kecelakaan. Saat ini kondisinya sangat kritis. Ia kecelakaan di jalan di depan Sungai Han. Sekarang ia berada di Seoul International Hospital. Sebaiknya anda cepat ke sana “ kata orang itu panic. Lututku langsung terasa lemas mendengar itu semua hingga air mataku pun ikut mengalir. Aku pun segera mengambil kunci mobil dan menuju rumah sakit. Tak ku pedulikan lagi orang tuaku yang memanggilku.
Sesampainya di rumah sakit, aku langsung berlari menuju ruangan Siwon oppa yang di tunjuk oleh seorang perawat. Begitu sampai, ku lihat omma, appa, dan dongsaeng Siwon. Omma Siwon pun memelukku sambil menangis.
“ Bagaimana keadaannya ?? “ tanyaku berusaha tenang.
“ Kami tidak tau Fany-ahh. Kita berdoa saja “ kata omma Siwon oppa sambil mengelus rambutku. Tak lama, dokter pun keluar. Kami pun langsung menghampirinya. Dokter itu memasang raut wajah yang tidak menyenangkan. Perasaanku tambah tak enak.
“ Maaf. Kami berusaha mencoba sekeras mungkin, tapi tak bisa. Dia mengalami pendarahan yang hebat. Maafkan kami agasshi “ kata dokter itu. Siwon oppa meninggal ? Keluarga Siwon pun masuk ke dalam untuk melihat Siwon oppa. Sedangkan aku, aku masih berdiri berusaha memikirkan apa yang terjadi. Air mataku kembali mengalir.
“ Tabahkan hatimu “ kata dokter itu sambil menepuk bahuku dan pergi. Aku pun perlahan masuk ke ruangan itu. Ku lihat Siwon sudah terbaring dengan mukanya yang pucat dan bibirnya yang membiru. Ku belai tangannya yang biasanya memelukku dan menggendongku. Ku belai matanya yang selalu memancarkan keindahan padaku. Dan ku belai bibirnya yang selalu memberikan aku kehangatan di setiap ciumannya. Aku pun membungkuk dan mencium bibirnya.

Bibirnya sangat dingin dan tidak ada kehangatan. Ku harap dengan ciuman itu ia bisa bangun seperti cerita di dongeng. Tapi, ia tetap tak bergerak.
“ Siwon oppa… “ panggilku menangis sambil membelai rambutnya. Tubuh Siwon oppa tak bergerak sama sekali.
“ Oppa.. aku di sini. Apakah kau tak mau melihat aku mengenakan gaun ini. Oppa bilang, oppa sangat ingin melihatnya “ kataku lagi dengan suaraku yang parau. Ku dengar tangisan omma Siwon oppa makin keras.
“ Oppa… jangan tinggalkan aku. Kau mau melihatku sendiri oppa “ lirihku sambil memeluk badannya.
“ Oppa !!!!. Ayo bangun !!!! “ jeritku sambil memukul – mukul badannya. Para perawat pun menahanku dan menjauhkanku dari tubuh Siwon oppa. Aku masih terus meronta – ronta berharap di lepasakan.
“ SIWON OPPA !!!! “ teriakku. Aku pun di bawa ke suatu ruangan. Belum sampai aku ke di bawa ke ruangan itu, aku melihat semuanya berwarna putih. Aku pingsan.
Flashback end ~
Aku kembali menangis mengingat kejadian itu. Impianku membangun rumah tangga denga Siwon oppa sudah musnah semua. Semua itu hanya tinggal kenangan. Aku butuh mesin waktu untuk mengembalikan semuanya. Aku butuh mesin waktu agar Siwon oppa tidak kecelakaan dan meninggalkanku seperti ini. Aku kesepian sekali.

Yuri Pov
“ Yul… kami pulang dulu ya “ kata teman temanku. Aku hanya mengangguk. Ya , sudah pukul dua pagi. Wajar mereka pulang. Aku pun terus tersenyum semenjak pesta yang ku buat dari tadi di rumah.
“ Jangan lupa membuat pesta seperti ini lagi yah Yul “ kata temanku itu lagi.
“ Pasti “ jawabku mantap di sertai sebuah senyuman. Mereka pun pegi. Ketika mereka pergi, senyuman di wajahku pun memudar. Aku pun merasakan kesepian kembali.
Aku pun masuk ke dalam rumah. Ku ambil ponselku dan segera ku cari nomor namja itu. ‘ Yesung oppa ‘. Ingin sekali aku menghubunginya agar ia kembali padaku, tapi aku tak bisa. Aku menyesal sudah memutuskannya. Tapi, aku memutuskannya karena dia tak mengakuiku lagi sebagai yeojachingunya.
Dulu saat Yesung oppa mengejar mimpinya menjadi penyanyi, akulah yang selalu mendukungnya. Tapi, setelah dia berhasil, dia mencampakkanku dan dia berpacaran dengan seorang yeoja yang kebetulan artis juga. Aku pun melihat sebuah majalah yang kebetulan cover majalahnya adalah Yesung oppa.
“ Pabo namja “ kataku sambil melihat cover majalah itu. Aku sungguh merindukan namja ini. Aku pun mencengkram ponselku makin kuat berharap ada keberanian dari diriku. Namun ternyata, isak tangis yang muncul dariku. Aku kembali menangis karena Yesung. Aku berharap dia kembali padaku.
Aku membutuhkan mesin waktu. Aku membutuhkannya agar aku bisa menahannya tidak menjadi penyanyi. Aku sungguh menyesal telah mendukungnya.

FIN
Eoh.. akhirnya selesai juga. Gaje banget ya.
Hahahaha….  :D
Ya sudahlah, keep RCL ya. Bye bye *lambai-lambai* ^^

14 responses

  1. eeet dah,, sad ending semua y?
    kasian amat Sooyoung unnie-ku sayang, padahal di PV-nya Time Machine,, Sooyoung berakhir bahagia, dia senyum pas terima telpon,,
    Alahmak, Sungmin oppa, kau matre sekali,, kasiah Sunny unnie, kau kan kaya Oppa,, ckckckck
    HeeHee oppa kejam bgt ama Yoona unnie, kalo g cinta knapa nikah? oppa babo!! *plak!*
    Alalalah, kasian amat Fany-Fany Tiffany-ku, Siwonnya udh meninggal….
    Eomma-ku Sica, kasihan dirimu, mau aku tarik appa agar kalian bisa bertemu? hehehe
    Teukkie oppa, cepat minta maaf pada Taeng unnie, jahat sekali pake nampar segala *ngacungin parang*
    Hyoyeon unnie, tabahkan hatimu,, Eunhyuk oppa memang brengsek *lho??
    Yuri unnie,, hantam saja Yesung oppa *dihantam balik author*
    Seo unnie, cinta bertepuk sebelah tangan….kasihan dia….

    ceritanya bagus Thor, cuma kurang detail, terlalu cepet, feelnya jd kurang dapet…
    coba lain kali dibikin lebih detail, panjang kan lebih bagus…
    cuma itu sih sarannya,, mian kalo gak berkenan…
    author fighting!!

    • jadi sebel HEECHUL oppa huhuhu~ dasar HEEBO(heechul babo) #digampar heechul YOONA yg sabar y… udh sma KIBUM oppa ajja!!!….. VISS V

  2. hyohyuk hebat…sunsun couple juga…haesica bagus juga…….
    aku paling benci si sooyoung..kyk gimana gitu orangnya…apalagi di ff ini kyuhyun couple nya sooyoung itu menjijikan! mending sooyoung sm ryeowook…klo gak sooyoung sm hangeng..trs kyu harusnya sm seo mereka itu cocokkkkkk bgt….momentnya lebh banyak dri pada kyuyoung….mian saya reader baru…nae baru baca sekarang……mksh thor ff nya bagus…o iya thor…aku juga g suka klo yoona sm hae…kkkkk~~ gomawo trhor..annyeong

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s