True Love Part 1

Judul : True Love Part 1

Cast : Park Young Hee (OC)-Choi Si Won Super Junior-Sooyoung SNSD

Minor Cast : SMTOWN

Type : Chapter

Genre : Friendship and Romance

Rating : PG-15

Author : Park Young Hee

Dipart 1 ini SooWon couple tidak kumunculan dulu, tapi di part seterusnya aka nada kok.

Happy Reading

Dirumah

-Younghee pov-

“Younghee, ayo bangun! Kamu tidak sekolah?” Teriak mamaku untuk membangunkanku.

“Iya ma, aku sudah bangun.” Jawabku sambil merapikan seragam sekolahku.

Akupun keluar dari kamarku menuju keruang makan. Hari ini adalah hari pertamaku masuk kesekolah yang baru. Aku baru pindah ke Indonesia ke orea 1 minggu yang lau. Aku pindah kesini karena orang tuaku ingin membangun perusahaan handphone disini. Selain itu, aku juga ingin bertemu dengan teman lamaku disini, namun ternyata dia sudah pindah ke Amerika 1 tahun yang lalu. Aku dulu pindah ke Indonesia karena harus menyelesaikan urusan keluargaku disana.

“Young-a, ayo duduk disini!” Kata kakakku, Yuri memintaku duduk disampingnya.

“Ne eonni.” Jawabku sambil menghampirinya.

“Ayo habiskan sarapamu dulu sebelum sekolah.” Perintah mamaku.

“Ne eomma.” Jawabku sambil mengambil roti dan selai strawberry kesukaanku.

“Jal meokkesseumnida.” Kataku meberi salam sebelum makan.

“Young-a, hari ini hari pertamamu masuk sekolah ditempat yang aru, bagaimana perasaanmu?” Tanya kakakku sambil menghabiskan makanannya.

“Jeongmal haengbokhaeyo eonni.” Kataku sambil tersenyum.

“Anyeong.” Kata kakakku yang lain, Sunny menyapa kami semua yang berada diruang makan dengan suaranya yang imut.

“Ne eonni, annyeong.” Kataku menjawab salam dari Sunny eonni

“Hey Young-a! Bisakah kau tidak makan sebanyak itu?” Tanya Sunny eonni sambil menatapku dengan heran.

“Sunny-a. kamu jangan seperti itu. Di sedang dalam masa pertumbuhan, jadi tidak apa-apa kalau dia makan banyak.” Kata Yuri eonni membelaku. Akupun tersenyum setelah mendenga perkataan Yuri eonni.

“Sudah-sudah, jangan bertengkar lagi, Yuri, Younghee, Sunny cepat habiskan makanan kalian.” Kata mamaku.

“Ne eomma.’ Jawabku.

“Sunny, lain kali jangan bicara seperti itu kepada adikmu, biarkan dia makan sebanyak yang ia inginkan.” Kata mamaku memperingatkan Sunny eonni.

“Ne eomma, araso.” Jawab Sunny eonni menurut.

“Younghee, ayo makannya dipercepat. Papa sudah kesiangan!” Kata papaku untuk mempercepat makanku.

“Appa, biar aku saja yang mengantarkan Younghee sekalian aku dan Sunny pergi ke kampus. Aku tahu kok dimana sekolah baru Younghee.” Celetuk Yuri eonni.

“Eonni.” Protes Sunny eonni.

“Oh! Kalau begitu papa pergi dulu. Annyeong.” Kata papaku berpamitan.

“Ne appa. Annyeong.” Kataku, Yuri eonni, dan Sunny eonni bersamaan. Sedangkan mamaku sedang sibuk didapur.

“Sunny-a, Young-a, ayo nanti kita terlambat.” Kata Yuri eonni memintaku dan Sunny eonni untuk segera menghabiskan makanan kami. Setelah selesai makan aku dan Sunny eonni menyusul Yuri eonni menuju ke mobilnya.

Disekolah

“Eonni, aku sangat gugup.” Kataku sambil menatap kedua kakakku.

“Hey Young-a, gwaenchana. Semua akan baik-baik saja. Araso?” Kata Yuri eonni.

“Ne eonni, araso.” Jawabku sedikit gugup. Aku keluar dari mobil Yuri eonni.

Dengan sedikit gugup aku berjalan sendiri menuju ruang kepala sekolah. Semua orang melihatku, namun aku harus tetap berjalan, sampai akhirnya aku telah sampai diruang kepala sekolah. Sebelum ia mengantarku ke kelas, ia mewawancaraiku terlebih dahulu. Dia bilang kepadaku untuk jangan gugup, namun tetap saja perasaan gugup itu selalu muncul, karena ini pertama kalinya aku masuk kesekolah yang baru.

Dia hanya memberiku senyuman, senyuman yang membuat rasa gugupku hilang. Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi, tapi aku masih diwawancara olehnya. 5 menit kemudian dia mengakhiti wawancara, akupun diantar ke kelas olehnya. Aku diminta untuk menunggu sebentar didepan kelas sampai guru mempersilahkan aku masuk kedalam kelas. Tak lama kemudian dengan berjalan perlahan aku masuk kekelas, lagi-lagi rasa gugup itu muncul. Guru memintaku untuk memperkenalkan diriku.

“Annyeong haseo yeoroboen, jeoneun Park Young Hee-imnida. Gamsahamnida.” Kataku.

“Ne annyeong haseo.” Jawab anak-anak yang lain. Guru mempersilahkanku duduk. Aku berkenalan dengan teman sebangkuku, namanya Seohyun.

Selama pelajaran Seonhyu selalu membantuku apabila aku mengalami sedikit kesulitan dalam belajar. Tak terasa sekarang sudah waktunya untuk istirahat, Seohyun membantuku berkenalan dengan anak-anak yang lain, dan aku sangat senang berkenalan dengan mereka. Merekapun mengajakku kekantin bersama.

Dikantin sekolah

“Younghee mau makan apa? Biar aku yang pesankan.” Tanya Hyoyeon dengan ramah kepadaku.

“Aniyo, gomapta.” Jawabku sambil tersenyum.

“A, joa.” Kata Hyoyeon.

Akupun pergi memesan makanan dan minuman. Akupun kembali ketempat dudukku untuk menunggu pesananku. Sambil menuggu akupun berbincang dengan teman-teman baruku.

“Hey Young-a lihatlah kesana.” Kata Crystal sambil melihat kearah kursi yang paling belakang.

“Waeyo?” Tanyaku heran.

“Dia ketua OSIS sekaligus ketua tim basket kita, namanya Kyuhyun.” Jawab Seohyun.

“Lalu kenapa?” Tanyaku lagi.

“Dia tampan kan?” Kata Hyoyeon.

“Iya, dia cukup tampan. Memangnya kenapa?” Tanyaku sekali lagi.

“Aniyo, kita hanya mau kenalin group anak-anak populer disekolah ini.” Jawab Hyoyeon.

“Oh!” Kataku sambil mengangguk-anggukan kepalaku, sambil sesekali melihat kearah Kyuhyun.

“Nah, kalau yang disana itu groupnya Jessica.:Kata Hyoyeon sambil memintaku untuk melihat kearah tempat duduk yang dekat dengan Kyuhyun.

“Jessica? Kalau Jessica itu siapa?” Tanyaku dengan serius.

“Jessica itu, bisa dibilang group yang sangat menyebalkan bagi kami.” Jawab Seohyun.

“Menyebalkan? Katanya anak populer, kok menyebalkan?” Tanyaku dengan bingung.

“Jessica dan teman-temannya itu cantik, kaya, bentuk tubuh bagus, tapi karena hal itu mereka jadi populer, tapi karena kepopuleran mereka itu, mereka jadi sombong, makanya kami bilang menyebalkan.” Jawab Hyoyeon.

“A, geuraeyo.” Kataku sambil mengangguk-anggukkan kepalaku.

“Tapi, apakah ada group lain selain mereka?” Tanyaku penasaran.

“Aniyo.” Jwab seohyun. Selama aku dan teman-temanku berbincang, tak terasa pesananku telah jadi. Akupun mengambil pesananku. Namun, ketika aku sedang mengambil pesananku, aku tidak sengaja menumpahkan minumanku kebaju Jessica. Dan akhirnya dia marak padaku.

“Hey, apakah kamu tidak punya mata?” Tanya Jessica dengan marahnya. Semua orang yang melihat kejadian itu, melihat kearahku.

“Jessica, gwaenchana?” Tanya Yoona sambil datang kearah Jessica.

“Ne, gwaenchana.” Jawab Jessica masih dengan amarahnya.

“Hey tungtunghada (gendut), apa kamu tidak punya mata?” Kata Jessica sambil memaki-makiku.

”Aku tahu, aku berbuat salah, tapi tak seharusnya kamu menghinaku seperti ini, kamu pikir kamu siapa? Ayahku, ibuku, kakakku, atau siapa? Kamu tak berhak menghinaku.” Kataku membalas hiaan Jessica sambil menatap matanya.

“Bo rago? Sebaiknya kamu minta maaf kepadaku sekarang!” Kata Jessica bertambah marah.

“Bo rago? Mian hada (minta maaf)? Aku tidak akan minta maaf kepadamu kalau kamu tidak minta maaf terlebih dahulu kepadaku. Meskipun aku tahu aku yang duluan salah, tapi karena kamu menghinaku, aku tidak akan minta maaf duluan.” Kataku semakin marah.

“Jessica sudahlah. Lebih baik kamu pergi saja bersihkan bajumu, sebelum nodanya kering dan sulit untuk dihilangkan. Kalau menunggu sampai ada yang minta maaf duluan, itu tidak akan ada gunanya.” Kata Kyuhyun seperti sedang membelaku.

“Tapi?” Tanya Jessica lagi.

“Sudahlah Jessica, ayo kita pergi saja!” Ajak Tiffany mencoba membujuk Jessica. Dan akhirnya Jessica dan teman-temanya pun pergi meninggalkan kantin.

“Gomawo.” Kataku kepada Kyuhyun. Tapi dia tidak mengatakan apapun, dia dan teman-temannya juga pergi meninggalkan kantin.

“Hey Young-a, apa tadi kamu lihat? Kyuhyun membelamu.” Kata Crystal.

“Mungkin dia menyukaimu.” Lanjut Hyoyeon.

“Mana mungkin. Dia itu hanyaingin menghentikan pertengkaranku dengan Jessica, sudahlah jangan bahas itu lagi. Aku pergi kekelas duluan ya.” Kataku sambil membyar makanan dan minumanku, kemudian meninggalkan Seohyun, Crystal, dan Hyoyeon dikantin.

Ditoilet sekolah

-Jessica pov-

“Hey Jessica, apa kamu tidak ingin membalas dendam keanak tadi?” Tanya Yoona

“Geurom. Aku akan balas dendam.” Jawabku sambil membersihkan bajuku.

“Apakah hari ini?” Tanya Tiffany.

“Aniyo. Tidak hari ini, tapi kita akan lakukan besok.” Jawabku dengan amarahku yang masih membara.

“Uri?” Tanya Yoona.

“Geurom. Uri. Aku dan kalian berdua. Jangan bilang kalian tidak ingin membantuku untuk balas dendam ke anak itu.” Kataku sambil menatap mata Tiffany dan Yoona.

“Aniyo. Kita pasti akan bantu kamu.” Jawab Tiffany.

“Iya, kita akan bantu kamu. Mana mungkin kita melewatkan kesempatan ini.” Lajut Yoona.

“Bagus.” Kataku sambil tersenyum.

“Tapi sepertinya dia anak baru.” Kata Tiffany.

“Iya benar, aku baru lihat dia hari ini.” Lanjut Yoona.

“Jinjjayo. Kalau begitu kita buat dia tidak betah disekolah ini.” Kataku sambil tersenyum sinis.

“Setuju.” Kata Tiffany dan Yoona sambil tersenyum dan saling menatap.

Sementara dikelas

-Younghee pov-

Aku masih kesal dengan kejadian dikantin tadi. Aku bingung kenapa disekolah ini ada anak seperti itu. Tapi yang lebih membuatku bingung adalah kenapa Kyuhyun tadi seperti sedang membelaku? Atau sedang membela Jessica? Tanya benakku dalam hati.

Sangat lama aku memikirkan hal ini. Tak lama kemudian belmasuk pun berbunyi, pelajaran akan segera dimulai lagi. Selama pelajaran aku hanya melamun meskipun sesekali aku memperhatikan pelajaran. Seohyun hanya bias memberikan senyuman untukku. Aku berpikir, aku baru satu hari disekolah ini, tapi kenapa aku sudah harus menghadapi kesulitan seperti ini. Kenapa disaat aku memasuki lingkungan baru, aku sudah menemukan orang-orang yang benci kepadaku, tapi disisi lain aku sudah mendapatkan 3 orang sahabat yang sangat baik kepadaku, yaitu Seohyun, Crystal, dan Hyoyeon. Aku benar-benar sangat bingung dengan semua ini.

“Kamu kenapa?” Tanya Seohyun dengan lembutnya.

“Aniyo.” Jawabku singkat.

“Sudahlah kejadian tadi jangan dipikirkan. Jessica dan teman-temannya memang seperti itu.” Kata Seohyun untuk membujukku. Aku hanya bias menjawab dengan mengangguk-anggukkan kepalaku. Seohyun, Crystal, dan Hyoyeon saling menatap. Mereka bingung dengan sikapku ini.

Sampai bel istirahat kedua berbunyi. Aku masih saja dengan lamunanku. Berkali-kali Seohyun, Crystal, dan Hyoyeon mencoba mengajakku berbicara, namun aku tetap tidak ingin bicara. Mereka mulai khawatir kepadaku. Jujur aku sangat terharu dengan perhatian mereka kepadaku. Walaupun aku hanya anak baru, tapi mereka sudah sangat baik kepadaku.

Terdengar teriakan histeris dari anak laki-laki disekolah ketika Jessica dan teman-temannya berjalan dilorong-lorong kelas. Bagaikan selebritis mereka sangat dielu-elukan tidak hanya anak laki-laki, anak perempuan juga mengelu-elukan mereka. Mendengar cerita tentang mereka bertiga, membuatku sangat iri pada mereka. Meskipun aku sebal dengan Jessica dan teman-temannya, namun aku tetap kagum dengan pesona yang mereka miliki. Rasanya aku ingin seperti mereka, dielu-elukan oleh banyak orang, namun aku sadar tubuhku gendut dan pendek, jadi mungkin itu hanya mimpi bagiku.

Bel masukpun kembali berbunyi, suasana ramai tadi berubah menjadi suasana yang sangat tenang dan sunyi. Dan lagi-lagi aku melamun dalam pelajaran. Berkali-kali Seohyun, Crystal, dan Hyoyeon mengajakku untuk tertawa, namun aku hanya bisa memberikan sebuah senyuman. Senyuman sebagai tanda terima kasihku kepada mereka, karena mereka sudah mau berteman dengan gadis sepertiku. Yang tidak mempunyai pesona seperti Jessica dan teman-temanya.

Bel pulang sekolah berbunyi

“Young-a kita pulang bareng yuk!” Ajak Seohyun, Crystal, dan Hyoyeon.

“Mianhaeyo, aku masih belum hafal jalan, jadi aku dijemput sama kakakku. Jeongmal mianhaeyo.” Jawabku.

“Ya sudah tidak apa-apa, kalau begitu kami pulang duluan ya.” Kata Hyoyeon berpamitan. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman. Tak lama kemudian mobil Yuri eonni tiba. Disepanjang perjalanan pulang aku hanya diam saja sambil mendengarkan lagu di i-podku.

Sesampainya dirumah

“Young-a ayo makan siang dulu!” Ajak Yuri eonni.

“Eomma, odiyeyo eonni?” Tanyaku penasaran.

“Mollaso.” Jawab Yuri eonni singkat.

“Young-a ayo kita makan!” Ajak Sunny eonni dengan semangatnya.

“Aniyo eonni, aku malas makan. Aku mau ngemil saja.” Jawabku.

“Jangan hanya ngemil.” Kata Sunny eonni, namun aku menghiraukannya dan menuju ke kamarku.

Ketika aku masuk kekamar, aku langsung menaruh tasku dimeja belajar, kemudian menghempaskan tubuhku kekasur, mencoba untuk melupaka semua kejadian disekolah tadi. Sejenak kumelamun, tanpa kusadari kedua kakakku sudah masuk kedalam kamarku.

“Waeyo? Apakah hari pertamamu disekolah baru tidak menyenangkan?” Tanya Yuri eonni.

“Menyenangkan, tapi disisi lain tidak menyenangkan.” Jawabku singkat.

“Menyenangkan kenapa? Tidak menyenangkan kenapa?” Tanya Sunny eonni penasaran.

Cause I can’t stop thinking about u girl

Neol naekkeoro mandeulgeoya

No I can’t stop thinking about you girl

Nae uri ane gadugoshipeo

Handphoneku berbunyi. Segera kumelihatnya, sesosok nomor tidak dikenal menelponku.

“Yeoboseyo.” Kataku.

“Young-a, ini oppa. Siwon oppa.” Jawab Siwon oppa.

“Oppa? Waeyo oppa?” Tanyaku dengan bahagianya.

“Oppa akan pulang ke Korea.” Jawab Siwon oppa.

“Bo rago oppa? Jinjjayo?” Tanyaku terkejut sekaligus senang.

-TBC-

huft, selesai juga. heheheh

ditunggu komennya ya

 

annyeonghi gyeseyo

One response

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s