[1shoot] Secret Love

Author: Nana Cho

Cast:

  • Choi Junhong [B.A.P’s Zelo]
  • You

Genre: Romance

Rate: PG-15

Length: 1 Shoot

Disc: The cast(s) is belong to themselves, and the story is belong to me.

Note: Ini ff super random. Bikinnya aja ngebut cuma dua jam, gara-gara dapet wangsit mendadak pas denger lagunya B.A.P feat Jieun – Secret Love. Jadi, maklum ya kalo ceritanya juga agak gaje dan sekali lagi, super random -_- Happy reading all~ ^^

Recomended Backsound: B.A.P feat Secret’s Jieun – Secret Love

[Secret Love]

TUK. TUK.

Yaa~  Noona-ya.” Sebuah suara membuyarkan konsentrasiku – akan rumus yang tengah dijelaskan Park Seonsaengnim, menyusul ketukan kecil yang sebelumnya terdengar dari jendela di samping tempatku duduk. Membuatku mengalihkan pandanganku kearahnya, Junhong?!

Mwo-ha-neun go-ya?” Kugerakkan bibirku mengucapkan kalimat itu sejelas mungkin. Tanpa suara.

Aku tak ingin tertangkap sebagai siswa yang tak memerhatikan pelajaran hanya karena seorang siswa tingkat satu yang menggangguku.

Hehehe…” Dia hanya terkekeh, tak menjawab pertanyaanku. Membuatku semakin heran dengan tingkahnya.

Kuarahkan telunjukku kearah atas, dengan mata yang tertuju kearah Park Seonsaengnim di depan kelas. Sepertinya beliau mulai menyadari keanehan di belakang kelasnya.

Bisa kutangkap dari ekor mataku, Junhong menganggukkan kepalanya sekilas, dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya. Sangat manis. Tanpa pemanis buatan. Aku yakin senyumnya tak mengandung kepalsuan bahan kimia apapun. Tapi, dia telah berhasil membuatku adiktif terhadapnya.

Bell yang kutunggu akhirnya berdentang. Menandakan bahwa kelas telah selesai, dan kami bisa meninggalkan kelas untuk memakan bekal makan siang kami. Langsung kulangkahkan kakiku berlari ke atap secepat mungkin. Menemuinya disana, aku benar-benar tak ingin membuang waktu lagi. Sudah terlalu banyak waktu yang kubuang tanpanya, dan itu tak menyenangkan. Setiap detik yang kulewati bersamanya, adalah waktu terbaik di hidupku.

Hosh… Hosh… Junhong-ah.” Kubungkukkan badanku, seraya memegang kedua lututku. Mengatur nafasku yang telah berceceran berantakan ketika kupaksa menemaniku berlari menaiki tangga menuju atap ini.

Noona-ya!”

Sbum sbum sbum. Suara itu yang kutangkap dari sepatunya yang berbenturan dengan lantai atap, dan sedetik kemudian, tubuhku sudah tertutup tubuh tingginya. Lengannya memang tak sebesar lengan hyungdeul-nya. Tapi, lengan kecil itu selalu berhasil menghangatkanku. Mengomando lenganku untuk turut memeluknya.

“Bagaimana kau bisa disini, Junhong-ah?” Kutatap mata kecilnya heran, sementara tangannya masih melingkar di tubuhku. Enggan melepasku.

Noona tak suka aku disini?” Matanya terlihat sendu menatapku. Tak hanya sendu, aku juga bisa melihat banyaknya kelelahan yang selama ini dialaminya.

Menjadi idol di usianya yang bahkan belum bisa disebut legal. Ketika teman-temannya yang lain bermain dan datang ke sekolah tanpa beban. Dia harus berdiri di atas panggung, mengambil mic, melakukan rapp, dancing, disorot banyak kamera, dengan banyak mata yang terus mengawasi seluruh gerakannya. Aku tahu itu bukan hal yang mudah.

Tapi, seperti lagu yang pernah di populerkannya bersama Bang Yongguk; ‘Never Give Up’. Ya, begitulah dia menjalani hidupnya. Tak pernah menyerah.

Nan johahae.” Kali ini aku yang menarik tubuhnya lebih dekat kearahku. Kubenamkan kepalaku ke dada kurusnya. Aromanya. Aroma ini yang kurindukan selama ini. Sudahkah kubilang bahwa aku adiktif terhadapnya?

“Apa yang kau bawa Noona?” Tanyanya seraya melongokkan kepalanya kearah kotak bekal di pangkuanku – disampingnya.

Steak.

Steak? Naekoya~” Kata-kata itu, sudah lama aku tak mendengarnya langsung. Lengkap dengan ekspresinya yang selalu membuatku ingin mencubitnya sampai pipinya memerah seperti tomat ceri favoritnya.

“Semua untukmu.” Kupindahkan kotak makan berbentuk beruang itu kepangkuannya.

“Untukku? Noona tak makan?”

Aniya. Melihatmu makan sudah membuatku kenyang dan senang. Chagiya ami mogoh.”

“Ne Chagiya…” Senyumnya mengembang lebar. Sangat lebar, sampai akhirnya sepotong demi sepotong steak buatanku masuk kedalam mulutnya.

Seolah memunyai firasat, tadi pagi aku bangun lebih pagi dari biasanya. Menyiapkan 300gram daging, dan beberapa sayuran yang kusulap menjadi steak untuk kubawa sebagai bekal. Entahlah, aku hanya merasa akan memunyai pengalaman seperti apa yang kualami selama beberapa tahun yang lalu. Memakan steak buatanku bersama Junhong, dan ta-dah! Dia ada disini sekarang, memakan steak buatanku dengan lahap. Apa yang tak pernah kulihat selama satu tahun terakhir, sejak dia mulai benar-benar sibuk menjadi seorang trainee.

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?”

“Aku ingin jalan-jalan. Ke Gangnam.” Jawaban entengnya, dilengkapi dengan sebuah senyum yang melengkung di antara pipinya yang menggembung karena daging di dalam mulutnya.

“Gangnam? Sendiri?”

Aniya. Yongguk hyung tak akan memperbolehkanku berjalan sendiri di tengah Gangnam.”

Ooo… Jadi, kau akan pergi bersamanya?” Kecewa? Tentu saja.

Aku berharap bahwa aku yang akan berjalan bersamanya di tengah Gangnam. Tapi, tidak. Itu terlalu berbahaya. Apalagi untuknya yang tengah menjalani promo bersama boyband-nya. Seorang ‘Magnae’ dari sebuah boyband rookie tertangkap berjalan di tengah kota Gangnam bersama seorang gadis? Tak mungkin jika berita itu tak menjadi scandal, dan apalagi yang lebih buruk dari ratusan anti fans yang akan menerrorku? Tidak. Ini sama sekali tak baik untuk karirnya.

Ya, hubungan kami memang tertutup rapi. Sangat rapi. Jangankan masyarakat luas, bahkan siswa  sekolah ini tak ada yang mengetahui hubungan yang sudah terjalin beberapa tahun ini. Hanya orang tua kami, dan Yongguk oppa yang mengetahui hubungan ini. Bagaimana dengan member B.A.P. yang lain? Aku tak lebih dari teman bermain magnae mereka.

Aninde. Denganmu Noona. Aku ingin pergi denganmu.”

Nan?” Kutunjuk hidungku sendiri dengan ragu. Aku? Dia pasti bercanda.

Ne. Aku ingin pergi bersamamu.” Kepalanya mengangguk mantap. Matanya menatapku yakin, tanpa sedikitpun keraguan yang bisa kutemukan disana.

“Junhong-ah, jangan bercanda.”

“Aku tak bercanda. Aku benar-benar ingin pergi bersamamu Noona. Tak bisakah?” Kepala berambut blonde itu bersandar pelan di bahuku. Matanya menerawang kedepan tanpa ekspresi. Mengingatkanku pada image ‘Robot Zelo’ yang ditunjukkannya di acara boyband-nya.

“Junhong-ah, ini tak semudahyang kau bayangkan. Bahkan, aku mencintaimu tanpa ada orang yang mengetahuinya.” Kuikuti arah tatapan matanya, tanpa tahu apa yang kutatap sebenarnya.

Araseo. Aku juga begitu Noona.

“Lalu, kenapa kau ingin berjalan-jalan di Gangnam bersamaku?”

“Aku hanya ingin menikmati satu hari liburku bersamamu Noona. Noona tak usah khawatir tentang scandal atau apapun yang akan terjadi nantinya. Aku pasti baik-baik saja.” Bisa kurasakan jari-jemarinya mulai menggenggam tanganku. Aliran kehangatan itu, mengalir dengan perlahan tapi pasti ke seluruh tubuhku.

“Aku tak peduli apa yang orang katakan. Aku tak peduli jika akan ada banyak anti fans yang muncul karenanya. Mereka boleh saja membenciku. Tapi, aku tak akan terpengaruh karenannya. Aku pasti baik-baik saja selama ada Noona disini.” Tangannya menggenggamku lebih erat. Kalimatnya tadi, darimana dia belajar semua kata-kata itu? Kata-kata yang membuatku lebih percaya terhadapnya. Kata-kata yang membuatku akhirnya meng-iyakan ajakannya.

Ya, mungkin aku harus meminjam kacamata hitam dan topi untuk menyamarkan penampilannya.

Noona, lihat ini.” Ujarnya seraya muncul dihadapanku dengan sebuah wig panjang bergelombang yang sudah terpasang di kepalanya.

Aigoo… Neon neomu yeppo.”

Jinjja? Hahaha…”  Tawanya tergelak puas menanggapiku. Dia benar-benar butuh hiburan kurasa.

“Coba Noona pakai yang ini.” Diapakaikannya sebuah wig lain yang lebih pendek ke kepalaku.

“Bagus Noona. Ayo kita masuk photobox.

Ditariknya tanganku dengan semangat, memasuki sebuah ruangan kecil yang disebutnya photobox.

SPLASH. SPLASH. SPLASH.

Kilatan kilatan cahaya berpendar, mencetak berbagai macam pose kami ke dalam selembar kertas. Mulai dari pose kami yang terlihat seperti dua orang bangsawan, sampai pose dimana Junhong tertawa keras, dan aku hanya memasang wajah masam seraya menutup hidungku dengan satu tangan. Dia buang angin di dalam ruang sempit itu. Jeongmal…

“Sekarang, kita kemana lagi?” Tanyaku seraya membenarkan letak topinya agar lebih kebawah, lebih menutup wajahnya.

“Kita ke toko hewan ya Noona.”

Kau ingin memelihara sesuatu?”

Aniya. Aku hanya ingin melihat-lihat. Kkaja.”

“Geurhae.”

Kami melanjutkan langkah kami berkeliling jalanan Gangnam. Mulai dari toko hewan – dengan Junhong yang berhasil mendapat ‘pee’ dari anak anjing yang digendongnya. Sampai toko alat musik, dan beberapa permainan yang kami temukan dijalanan. Hey, Junhong berhasil menembak sebuah ‘Teddy Bear’ berukuran sedang untukku. Hehehe…

“Sudah sore, ayo pulang.” Ujarku seraya mengalihkan pandanganku dari arloji, kearah Junhong yang berjalan di sampingku.

Ne. Manajer kami juga sudah menuju kemari untuk menjemputku.”

“Dimana kau akan dijemput?”

“Di persimpangan jalan itu.” Diarahkannya telunjuknya ke sebuah perempatan di depan kami. Kami akan berpisah disana?

“Jadi, kita akan berpisah disana.”

Ne, dan Noona harus mengantarku sampai sana. Kkaja.” Lagi, ditariknya tanganku mengikutinya. Sungguh, kali ini aku tak ingin mengikutinya. Aku tak ingin mencapai persimpangan itu. Karena, disana kami akan berpisah. Maka, jika kami tak ada disana, kami tak akan berpisah.

“Kau tak boleh mengecewakanku Junhong-ah.

Nde Noona?”

Kau janji padaku kau akan menjadi orang yang hebat ‘kan? Kau harus menepatinya. Kau tak boleh mengecewakanku. Arata?”

“Araseo Noona.” Kepalanya mengangguk mantap kearahku.

Ah, manajer hyung sudah datang. Aku haru segera pergi.” Ucapnya ketika sebuah mini van berwarna putih terparkir tak jauh dari tempat kami berdiri.

Ne. Jaga dirimu baik-baik.”

Noona juga. Jangan pernah mencoba untuk melirik namja lain selain diriku. Aku memang lebih muda darimu. Tapi, aku juga bisa lebih dewasa darimu.”

Ne, araseo Junhong-ah.”

“Annyeong.”

CUP.

Kurasakan sebuah kecupan mendarat di keningku. Kupejamkan mataku merasakan sentuhannya. Mungkin, ini yang terakhir sebelum beberapa bulan atau beberapa tahun lagi aku bisa bertemu dengannya.

Saranghae.” Bisikan itu terdengar di telingaku, menyusul bibirnya yang menjauh dari keningku. Membuatku membuka mata, dan…

JEONGMAL SARANGHAE!” Diteriakkannya kalimat itu seraya berlari menuju van manajernya. Yang paling parah adalah, topi dan kacamata hitamnya sudah tak menutupi wajahnya lagi! Bahkan, kini seluruh orang di Gangnam tengah mengarahkan pandangan mereka kearahku. Kini mereka tahu, bahwa yang tadi mencium seorang yeoja di tengah keramaian adalah B.A.P.’s Zelo! Aigoo! Eottohkhae?!

7 responses

    • hehehe… gamshahae ^^
      itu yang kentut itu asal aja ko, tenang ja itu bukan hobi junhong yang sesungguhnya -_- *tapi gatau juga deng kkk~*

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s