(Freelance) [Sequel] Paris Desperate Love Part 5

Title: Paris Desperate Love Part 5

 

Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Lee Joon MBLAQ

• Lee Jieun (IU)

Other Cast: Find it in this story😉

Genre: romantic, drama

Length: Series

Rating: PG 15+

Diaclaimer: ini adalah part kelima dari sequel ff Splendid Marriage. Terimakasih yg sudah membaca ff Splendid Marriage dari awal sampai akhir. Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

 

***

 

-Wooyoung POV-

 

Aku sedang mengepak barang barang yang sekiranya ku perlukan. Hari ini aku dan beberapa orang suruhan JYP akan kembali lagi ke Perancis untuk ‘menjemput’ Suzy. Nde, setelah kemarin mendapat telefon dari IU, aku pun memberitahukan kabar ini pada Park nim. Aku pun meminta kepada Park nim agar aku di perbolehkan kembali ke Perancis.

 

Awalnya Park nim memarahiku dan berkata bahwa aku tidak perlu menjemput Suzy, cukup orang orang suruhan PD nim saja yang menjemput Suzy. Tapi karena aku memaksa hingga bersujud sujud padanya, akhirnya Park nim pun mengizinkanku untuk ikut menjemput Suzy.

 

Siang ini aku akan kembali lagi kesana dan meninggalkan sejenak segala aktivitasku bersama 2PM. Aku berjanji, aku akan menemukanmu kali ini yeobo! Aku tak mau kehilanganmu lagi. Tuhan, bantu aku menemukan istriku. Aku benar benar merindukannya Tuhan.

 

***

 

-Suzy POV-

 

Sudah dua minggu ini Joon selalu pulang larut malam. Bahkan ia sudah pergi bekerja sejak hari masih subuh. Aku sudah jarang mengobrol dengannya. Bahkan bertemu dengannya saja pun hanya sebentar.

 

Malam ini aku tidak berniat untuk tidur lebih awal. Aku berniat untuk menunggunya pulang. Aku harus berbicara dengannya sekarang. Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 tapi Joon belum juga pulang.

 

Aku menunggunya sambil menonton tv. Kira kira satu jam sudah aku menunggu hingga akhirnya terdengar juga suara seseorang memutar lubang kunci dari luar lalu membukanya perlahan.

 

CKLEK!

 

Masuklah seorang namja dari luar sana. Ya, sosok nampyeon yang benar benar ku rindukan itu pun masuk. Ia membawa sebuah tas hitam besar yg di selempangkan di bahunya. Wajahnya benar benar terlihat lelah.

 

“Baru pulang yeobo?” Tanyaku lalu mematikan tv.

 

“Ya!! Mengapa belum tidur? Ini sudah larut malam yeobo. Seharusnya kau sudah tidur. Kasihan kan anak kita” ucapnya kaget. Omona, aku merindukan kata kata itu. Anak kita? Akhirnya aku mendengar kata itu lagi dari mulutnya.

 

“Aku menunggumu yeobo”

 

“Mwo?? Menungguku? Sampai selarut ini? Untuk apa?”

 

“Memangnya salah kalau aku merindukan seobang ku?”

 

“Ahaha kau merindukanku chagi? Mian, aku benar benar sibuk belakangan ini. Sudahlah ayo tidur” ia merangkulku. Tapi aku menepisnya.

 

“Aku tak mau tidur. Aku mau seperti ini. Mengobrol denganmu. Sudah lama rasanya tak seperti ini”

 

“Yeobo jangan seperti anak kecil, ini sudah larut malam. Nanti saja mengobrolnya”

 

“Nanti? Kapan? Kau selalu pulang larut malam kan?”

 

“Tapi aku tak bisa sekarang. Subuh nanti aku harus pergi lagi. Aku mau istirahat yeobo. Aku juga seperti ini kan untuk mencukupi kebutuhanmu dan anak kita”

 

“Tak bisakah berikan waktu untukku sebentar saja? Bogoshippo Joon. Neomu bogoshippo. Aku merindukanmu, merindukan semuanya. Morning kiss, perhatian yang selalu kau berikan untukku, pertanyaanmu yg menanyakan apakah aku sudah minum susu? Apakah aku sudah minum vitamin? Bagaimana perkembangan anak kita? Aku rindu semua itu! Tolong sedikit saja mengerti!!” Mataku mulai berkaca kaca.

 

Tiba tiba ia mendorong tubuhku ke tembok, menindih tubuhku dengan tubuhnya. Aku terdiam, menunggunya. Menunggunya mengatakan sesuatu. Tapi ia pun hanya terdiam. Aku memandangnya tak berkedip, menunggu apa yang sebenarnya akan ia lakukan. Tapi ia tetap diam saja memandang kearahku.

 

“Nado.. Neomu bogoshipo” akhirnya ia mengucapkan kata itu! Lalu sejurus kemudian ia telah melumat bibirku lembut. Aku terdiam. Lagi lagi aku tak dapat melakukan apapun ketika dia menciumku. Aku pun hanya dapat membalasnya, dan mulai melumat bibirnya juga.

 

Setelah cukup lama, ia pun melepaskan ciumannya lalu mengecup perut dan keningku hangat. Aku merindukan moment ini, sungguh!

 

“Kita tidur sekarang. Besok adalah hari terakhir untuk sesi pemotretan. Jadi lusa aku akan kembali memperhatikanmu dan anak kita. Maafkan aku telah membuatmu menunggu hingga selarut ini yeobo” ia memegang bahuku lalu memapahku perlahan. Aku pun hanya terdiam mengikutinya menuju kamar.

 

***

 

Joon sudah tertidur di sampingku. Ia pasti sangat lelah karena tak lama saat kami sampai dikamar, ia langsung tertidur. Aku memandang wajah tampannya yang benar benar terlihat innocent saat tertidur. Memandang wajahnya selalu membuatku ingin tersenyum. Entahlah, aku pun tak tahu kenapa.

 

Aku membelai rambutnya lembut lalu membentangkan selimut dan menyelimutinya sampai ke dada. Namja ini, entah kenapa aku benar benar mencintai namja ini. Rasanya ingin sekali aku selalu membuatnya merasa nyaman. Ingin sekali aku di perhatikan olehnya. Ingin sekali aku selalu berada disisi nya seperti ini, karena kau tahu? Berada disisi nya membuatku benar benar merasa nyaman dan aman.

 

“Mengapa belum juga tidur yeobo?” Ia menyipitkan matanya karena terbangun dari tidurnya.

 

“Aku belum mengantuk yeobo. Aku masih ingin memperhatikanmu”

 

“Jangan hanya memperhatikanku. Perhatikan juga dirimu dan anak kita. Sudah cepat tidur” ia memegang pipiku lembut lalu mengacak rambutku pelan.

 

“Ah ye yeobo. Aku akan tidur” aku pun merileks-kan posisi tidurku lalu mencoba memejamkan mataku.

 

***

 

-Wooyoung POV-

 

Sudah seminggu ini aku kembali ke Perancis. Entahlah, haruskah aku putus asa sekarang? Sepertinya pencarian ini akan berakhir seperti pencarian yang lalu lalu, berakhir pada kegagalan.

 

Taukah kalian, IU bahkan kaget ketika melihatku datang. Ia mengatakan

 

“Oppa, kenapa kembali kesini? Darimana kau tahu rumah baruku?”

 

“Memangnya kenapa? Tidak boleh? Aku kan menyuruh orang untuk mencari alamat barumu”

 

“Ah bukan begitu oppa, tentu saja boleh. Bahkan aku sangat senang. Tapi tujuanmu kemari untuk apa?”

 

“Tentu saja aku akan menjemput anaeku”

 

“Ya!! Oppa, aku kan sudah katakan padamu, nanti saja kau kembali kesini saat aku sudah benar benar dapat membawanya pulang kerumah”

 

“Lalu, kalau sekarang memangnya kenapa?”

 

“Ya!! Pabo oppa! Tentu saja kalau sekarang, aku tak tahu dia ada dimana”

 

“Kau menemuinya waktu itu dimana?”

 

“Dimakam appa dan eomma-ku”

 

“Baiklah kita kesana. Siapa tahu mereka kembali kesana. Eh sebentar, waktu itu kau bilang, anaeku ada bersama oppa-mu? Bagaimana ceritanya bisa seperti itu?”

 

“Pabo! Mana ku tau kenapa anaemu ada bersama Joon oppa. Aku saja baru bertemu dengannya”

 

“Tapi, bukankah kau bilang oppamu itu sudah… meninggal?”

 

“Itulah masalahnya oppa, ku pikir awalnya begitu. Tapi setelah ku lihat dengan nyata Joon oppa di depanku, aku yakin benar kalau dia sebenarnya belum meninggal”

 

“Kau ini bagaimana sih? Pabo saeng! Masa kau ragu akan kematian oppa-mu?”

 

“Tentu saja aku ragu! Bahkan selama ini, belum pernah ada makam oppa-ku! Kan sudah kubilang, aku terpisah dengannya. Aku tak tahu dia dimana. Tapi, karena dia tak juga pulang kerumah setelah berbulan bulan, maka aku mengambil kesimpulan bahwa ia sudah meninggal! Begitu”

 

“Lalu, setelah ia melihatmu, mengapa ia tak juga pulang? Bahkan ia membawa kabur anaeku!!” Aku menaikan nada bicaraku.

 

“Itulah masalah yg tak ku mengerti! Saat ia melihatku, ia seperti tak ingat aku. Entahlah, mungkin mereka berdua hilang ingatan?”

 

“Berdua? Darimana kau tahu kalau anaeku juga hilang ingatan?”

 

“Ya karena, saat ku panggil dia ‘Suzy’, ia sempat bilang kalau dia bukanlah Suzy”

 

“Mungkin kau salah orang?”

 

“Ani ani! Aku tak mungkin salah orang!”

 

“Buktinya dia mengatakan, kalau dia bukan Suzy kan? Berarti kau memang salah orang!”

 

“Tapi mereka berdua benar benar mirip oppa! Suzy dan yeoja yg ku temui di makam itu benar benar mirip. Coba coba keluarkan foto Suzy biar ku lihat” aku pun mengeluarkan beberapa foto Suzy dari tasku.

 

“Ya! Benarkan! Yeoja itu memang Suzy. Awalnya aku juga ragu karena yg menjadi patokan ku hanyalah fotonya yg sedang bersamamu itu. Tapi sekarang, kau membawa beberapa fotonya yg sedang sendirian, dan aku menyimpulkan kalau dia memang Suzy”

 

“Kesimpulan mu suka salah. Aku kurang yakin”

 

“Terserah lah!!” Ia pun berbalik meninggalkanku.

 

“Eh eh eh eh, jangan marah dulu. Aku bercanda saengi. Baiklah aku percaya padamu” aku menahan langkahnya lalu mengacak rambutnya pelan. Ia hanya mengerucutkan bibir mungilnya.

 

“Baguslah kalau begitu. Kapan mau dimulai pencariannya?”

 

“Secepatnya, tapi mungkin besok saja. Aku perlu istirahat dulu”

 

“Yasudah istirahat dulu sana. Nanti kubuatkan kau air panas untuk mandi dan ku siapkan makan malam. Arra?”

 

“Arasseo. Terimakasih saengi” aku pun mengikutinya menuju ke kamar yg ia sediakan untukku.

 

***

 

-Suzy POV-

 

Siang ini aku pergi berbelanja ke supermarket di dekat apartemen ini. Kulkas di apartemen terlihat mulai kosong karena saat ini aku sedang senang senangnya mempelajari cara memasak masakan Prancis hahaha.

 

Saat sampai di supermarket aku pun langsung mengambil trolly dan mulai memasukkan beberapa macam makanan, bumbu masak, susu hamil dan sebagainya. Aku pun berhenti sejenak di stan baju anak. Banyak terpajang baju baju bayi yg lucu lucu.

 

“Ah aku akan mengajak Joon untuk kembali kesini lagi nanti”

 

Aku pun menuju ke kasir untuk membayar seluruh belanjaanku. Saat sedang berjalan menuju kasir tiba tiba seseorang menahan tanganku.

 

“Suzy..??” Ucap seseorang tersebut yg ternyata seorang namja. Aku menatapnya dengan heran.

 

“Ah maaf. Sepertinya anda salah or….” aku buru buru menepis tangannya.

 

“Arrgh” aku memegang kepalaku. Aku melepas pegangan trolly ku lalu jatuh terduduk.

 

“Wae? Waeyo? Kau baik baik saja??” Tanya namja tersebut terlihat khawatir.

 

“Ah nde” aku menepis tangannya.

 

Ada apa ini? Bayangan apa yang tadi terputar di memori otakku? Rasanya aku mengenal namja ini? Tapi siapa? Dan dimana aku mengenalnya? Rasanya aku merasa hangat dan nyaman berada di dekatnya dan rasanya aku benar benar tak merasa asing saat berada di sampingnya..

 

Tiba tiba namja ini memelukku begitu saja.

 

“Bogoshippo” ucapnya. Mworago? Bogoshippo? Apa dia mengenalku? Entahlah. Tapi rasanya aku tak ingin melepaskan pelukan dari namja ini yg benar benar membuatku nyaman.

 

“Mianhae ahjussi. Duguya?” Tanyaku heran. Akhirnya aku melepaskan pelukannya setelah beberapa lama.

 

“Dugu? Kau tak ingat?” Aku menggeleng lemah.

 

“Maaf ahjussi aku buru buru” aku berdiri lalu kembali mendorong trolly ku tergesa. Aku kembali merasakan, kepalaku mulai sakit.

 

“Tunggu! Kau mau kemana lagi? Jangan tinggalkan aku lagi” ia menahan lenganku. Aku tak memperdulikannya dan tetap berjalan cepat

 

“Suzy.. Aku mencarimu hingga putus asa. Dan sekarang ketika aku menemukanmu, kau malah pergi dan menjauh dariku?” aku tak memperdulikannya. Mungkin namja ini stres kehilangan anaenya. Aku takut, ya biarpun wajahnya tak menunjukan kalau ia orang jahat. Tetap saja aku takut. Dia membuatku sakit kepala.

 

“Suzy….!!!!” Ia berlari lalu kembali menarik lenganku.

 

“Aku tak akan membiarkanmu pergi lagi. Aku tak akan pernah membiarkanmu jauh jauh dariku lagi. Aku tak mau kehilanganmu untuk yg kedua kalinya. Jangan pernah pergi lagi. Aku sudah putus asa mencarimu kemanapun, tapi hasilnya selalu nihil. Tolong hargai usahaku untuk mencarimu. Jangan pernah pergi lagi” ucap namja tersebut memelukku hangat. DEG! Rasa apakah ini? Mengapa rasanya ada sebuah sensasi berbeda dalam hatiku? Aku terdiam, terpaku menatap wajahnya. Aku ingat wajah ini! Tapi aku tak ingat siapa namanya dan aku juga tak ingat dia itu keluargaku atau apa?

 

Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Entahlah rasanya bumi berhenti berputar. Aku merasa sangat bodoh karena aku hanya dapat terpaku di tempatku. 5cm.. 4cm.. 3cm.. 2cm.. 1cm ya!! Bibirku dan bibirnya bersentuhan cukup lama. Lakukan sesuatu Soyeon! Ppalli!! Tubuhku rasanya seperti sudah di sistem. Aku tak dapat menggerakan tubuhku, atau tepatnya tak ingin menggerakan tubuhku. Aku pun tak tahu mengapa.

 

“Arggghhh” lagi lagi aku merasakan kepalaku sakit sekali. Apakah karna namja ini? Apakah aku memang pernah mengenal namja ini? Aku kembali melihat bayangan bayangan kelabu di pikiranku. Argh rasanya benar benar menyakitkan. Rasanya jika ada suatu hal yg mengingatkanku pada masa laluku, aku selalu merasakan kepalaku sakit seperti ini.

 

“Gwenchana???” Ucapnya terliaht sangat khawatir. Ia menyingkirkan rambut rambut di wajahku.

 

PLAK// Aku menampar wajahnya. Aku tak tahan lagi. Kepalaku mau pecah rasanya. Biarpun aku tahu aku sangat keterlaluan. Tapi inilah satu satunya cara untuk kabur darinya.

 

“Tolong jangan lancang ahjussi!! Saya bukan Suzy!! Dan saya tidak mengenal Suzy!! Sudah saya bilang kan tadi kalau anda salah orang??” Aku pun bangkit lalu berlari meninggalkannya.

 

Aku tak perduli, biarpun saat ini semua orang di supermarket tengah memperhatikan kami. Memalukan! Aku pun terus berlari keluar dari supermarket. Tak perduli lagi dengan seluruh barang yg tadi sudah kumasukan ke dalam trolly. Yang ku pikirkan sekarang adalah, aku harus pergi jauh dari namja itu.

 

***

 

Aku menutup pintu apartement dengan perasaan kacau. Aku menunduk dan terduduk lemas dibalik pintu. Entahlah, ku pikir aku sudah keterlaluan tadi. Tapi namja itu telah membuat kepalaku hampir pecah. Ya, biarpun aku merasa nyaman berada di dekatnya, tapi kepalaku selalu mendadak sakit seperti tadi. Aku tak kuat berada lama lama di sampingnya.

 

“Darimana saja?” Aku mendongakkan kepalaku dan mendapati Joon dengan wajah khawatirnya.

 

“Yeobo? Kau sudah pulang?” Aku bangkit dari dudukku.

 

“Tentu saja. Darimana saja? Mengapa berkeringat seperti ini?” Ia mengusap keningku lalu menghapus peluhku.

 

“Ah.. Aku dari supermarket”

 

“Supermarket? Apa yang kau beli? Mengapa tak membawa apapun?”

 

“Aku tak jadi berbelanja. Aku meninggalkan seluruh barang yg hendak ku beli di dalam trolly”

 

“Waeyo? Kau ini aneh aneh saja” aku berjalan menuju ruang tv, ia mengikutiku dari belakang. Aku duduk di sofa di depan tv dan ia duduk disampingku.

 

“Tadi disana, aku bertemu seorang namja yang menganggapku sebagai seorang yeoja bernama ‘Suzy’ dan kau tahu, aku menamparnya!!”

 

“Mwo?? Kenapa harus sampai ditampar? Kau ini kasar sekali yeobo” ia merangkulku.

 

“Bayangkan saja, ia memelukku sembarangan bahkan ia bilang, ia sudah mencariku kemanapun” aku memainkan jari-jarinya manja. Dalam hati aku ragu, apakah lebih baik ku katakan saja kalau tadi dia juga menciumku di depan banyak orang? Ah ku pikir lebih baik tidak usah. Akan memperpanjang masalah nantinya.

 

“Siapa namja itu? Berani sekali dia memeluk anaeku begitu saja!! Ayo kita kembali ke supermarket” ia hendak berdiri tapi aku menahan tangannya.

 

“Sudahlah yeobo. Tidak usah”

 

“Aku harus menghajarnya!! Namja seperti itu harus diberi pelajaran!! Bisa saja ia hanya berpura pura kan?? Mencari kesempatan memeluk anae ku dengan berpura pura salah orang! Cih!!”

 

“Yeobo sudahlah. Dia sepertinya bukan orang jahat. Aku juga kasian melihatnya. Wajahnya terlihat begitu frustasi tadi. Mungkin ia mencari yeojanya atau anaenya yang hilang, dan mungkin wajahku mirip dengan yeoja yg dicarinya itu, jadi dia mengira kalau aku adalah yeoja tersebut, makanya dia memelukku begitu saja. Lagipula tadi kan aku sudah menamparnya” ia pun akhirnya mengurungkan niatnya.

 

“Aku hanya tak mau ada seorangpun yang menyakiti anaeku dan… anakku” ucapnya. Wajahnya masih terlihat emosi.

 

“Aku mengerti aku mengerti. Dia tidak menyakitiku ko”. Terimakasih banyak yeobo atas perhatiannya. Lain kali aku pasti akan lebih berhati hati terhadap namja manapun selain kau. Sekarang biar kusiapkan air panas untuk kau mandi. Setelah itu kita makan. Arra?”

 

“Aku bisa menyiapkannya sendiri yeobo. Kau jangan terlalu lelah. Kau masakan makanan untukku saja arra?” Ia mengecup keningku hangat lalu berjalan menuju dapur.

 

“Biar aku saja. Itu tidak masalah yeobo”

 

“Ani ani sudah kau siapkan makanan saja biar aku yang menyiapkan air panas”

 

“Huh yasudahlah”

 

***

 

-Wooyoung POV-

 

PLAK// Aku membelalakkan mataku. Ia menampar wajahku. Ya, ia benar benar menampar wajahku. Ku pikir tadi dia akan luluh setelah kucium bibirnya, tapi ternyata tidak. Ada apa sebenarnya dengannya? Mengapa ia begitu kasar seperti itu? Apa ia tak tahu, betapa aku telah mengorbankan segalanya hanya untuk mencarinya? Apakah ia tak pernah tahu bagaimana aku merindukannya? Inikah balasan darinya ketika aku telah menemukannya?

 

Aku ingat, kata kata IU yang mengatakan kalau Suzy mungkin juga lupa ingatan. Apa benar yang IU katakan, kalau ia…. lupa ingatan? Aku baru sadar, tadi ia sempat mengatakan ‘dugu?’ Tidak mungkinkan kalau ia ingat, ia bertanya siapa aku?

 

“Tolong jangan lancang ahjussi!! Aku bukan Suzy!! Sudah ku bilang kan tadi kalau anda salah orang??” Ia bangkit lalu segera berlari meninggalkanku.

 

“Suzy…!!!” Aku berusaha memanggilnya tapi ia telah menghilang.

 

Tuhan, haruskah aku kehilangannya LAGI? Mengapa ia jadi seperti itu? Apa yang terjadi dengannya? Apa ia benar benar tak ingat aku? Atau dia hanya berpura pura tak ingat? Ani ani. Sepertinya tidak mungkin kalau ia berpura pura tak ingat.

 

Tuhan, mengapa kau berikan cobaan seberat ini padaku? Oke, mungkin memang ini salahku. Aku pernah memohon padamu, untuk setidaknya aku mengetahui kalau ia baik baik saja. Ya, sekarang memang aku tahu kalau keadannya baik baik saja. Tapi apa aku salah jika aku menginginkan yang lebih? Apa aku salah jika aku menginginkan dia kembali lagi padaku, Tuhan?

 

***

 

-Suzy POV-

 

“Joon, boleh tidak anak kita meminta sesuatu?” Aku menginterupsi sarapan pagi kami. Ia berhenti menyuapkan makanannya lalu memandangku seraya tersenyum.

 

“Memangnya kapan aku bilang tidak boleh? Untuk anaeku pasti selalu aku kabulkan. Apalagi yang memintanya adalah anak kita” ia kembali memasukan makanan kedalam mulutnya.

 

“Tapi aku yakin, untuk kali ini kau belum tentu mengabulkannya” aku pun sama sepertinya, kembali menyuapkan makanan ke mulutku.

 

“Memangnya kau ingin apa? Apakah sulit dilakukan sehingga aku belum tentu mengabulkannya? Aku pasti mengusahakan untuk mengabulkannya. Aku kan tak ingin anak kita nantinya selalu berliur hahaha”

 

“Aku…. ingin…. ke Gyeongju, Joon” ucapku dengan tampang sok polos.

 

“MWO????”

 

***

 

-TBC-

 

9 responses

  1. hwaaaa….
    kasian wooyoung..
    wooyoung-aa come to me..
    >.<
    tp joon jg kasian nanti..
    hashhh ikut bngg
    yasudah lanjut thor
    tmbh seru..
    akhirnya suzy ntr ma sapa.ya.dia sdh hamil anak joon (~_~メ)
    #jgn lama2 next part.nya

  2. kyaaa.. tmbah seru thor…
    tp hiks..,hikks..hiks…, ksiah wooyoung oppa.., pdhal bru aja nikah,…
    trus ksiah jga sma suzy, mana hmil anaknya joon, lagi, trus gak ingat dach pnya wooyoung oppa T_T….aq smpe nangis bcanya…
    klo aq maunya anak suzy ma joon, kegguran aja, kasiah wooyoung oppa, trus suzynya blik ma wooyoung oppa…
    n yg bkin ngeselin si joon, dsar gak tau malu dach ngambil anaenya orng, dinikahin lagi….kesel,kesel..””
    moga suzy balik ma wooyoung oppa…..
    ditnggu klanjutannya thor , jngn lma” ya thor…
    maaf lo kepnjangan.. annyeong..^^

  3. kereeennnnnnn……
    tapi kasihan banget ma wooyoung
    mudah2an suzy bisa sembuh dan ingat lagi ma wooyoung n mereka bisa sama2 lagi..hehehehhehehe
    lanjutin ya thorrrr…hehehhehe
    ga sabar pengen baca🙂

  4. kyaaaaaaa

    seneng woozy bertemu, eeh suzy hilang ingatan. seneng pas suzy bilang ia nyaman saat bersamanya dan wooyoung memeluk dan cium nya, eeh suzy malah nampar….

    yaaakk,, unnie jahat.. jangan tampar pipi mulus wooppa… ckkkkkk,,, pokoknya harus woozy yg jadi,… kebenaran selalu menang, kebohongan akan kalah!!!

    WooZy JJANG!!

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s