[CHAPTER 2] Seoul Accident

Wah!!!

Mianhae lama gak munculin Seoul Accident ini,, banyak tugas sekolah.. ini juga udah hilang datanya, jadi buat lagi ,, hehehe..

Yang udah lupa part 1 nya ini linknya..

https://adhiyaputriff.wordpress.com/2011/12/27/chapter-1-seoul-accident/

Yang kemarinkan banyak yang komen,, tadinya Taeyeon itu Taemin atau Key,? Yang benar itu Key, karena banyak tugas sampek jadi salah nulisnya,,

Hehehe.. jeongmal mianhae..🙂

Tittel : Seoul Accident

Author : Haiyu Spazzer

Rating : PG

Genre : Romance, Action, Friendship

Cast :

Lee Soman

Lee Donghae

Kim Taeyeon

Main cast :

Lee Sunkyu, Jessica Jung, Choi Sooyoung, Tiffany Hwang

Jung Yunho, Cho Kyuhyun, Shin Donghee, Choi Siwon, Park Junsu (Leeteuk)

Victoria, Amber

Lee Taemin, Kim Kibum(Key)

==========

BOOMM!!!!!!

Suara bom yang sangat keras hingga terdengar ke seluruh kampus itu. Kyuhyun yang punya firasat buruk dengan koper itu dan melihat Sooyoung ingin mendekati koper itu langsung menarik tangan Sooyoung. Karna bom itu cukup keras, mereka berdua meloncat hingga terjatuh dan mereka juga merasakan kesakitan akibat bom itu.

“Gwaencanha, Soo?” khawatir Kyuhyun yang melihat Sooyoung meringis kesakitan.

“Ah,” ringis Sooyoung sambil memegang lututnya yang sedikit bermasalah baginya.

Kyuhyun pun mengangkat celana panjang Sooyoung samapi ke atas lututnya. Mereka terkejut ada darah yang keluar di sekitar lutut Sooyoung. Kyuhyun mengeluarkan saputangannya dan menutupi luka Sooyoung dengan saputangannya itu.

“Oppa!” jerit Sooyoung yang kesakitan karena Kyuhyun menekan luka Sooyoung dengan saputangannya agar darahnya tidak banyak yang keluar.

Disisi lain, Taeyeon melihat ke arah bom itu dengan seksama. Ia juga mengabsen kelompoknya yang ada disekitarnya dan anggotanya lengkap. Ia pun berfikir, siapa yang melakukan itu semua. Pikiran Taeyeon semakin dipenuhi tanda tanya tentang namja itu.

“Noona!” Key menyadarkan noonanya yang sedang melamun memikirkan namja mencurigakan itu.

“Ayo! Kita pulang sekarang!” perintah Taeyeon.

Taeyeon dan yang lainnya pun pulang naik kendaraan sendiri-sendiri. Dalam perjalanan sebelum keluar kampus, ia melihat ke luar jendela dan melihat sosok namja yang sangat mempengaruhii pandangannya. Namja itu adala namja yang tadi meletakkan koper di tengah jalan. Taeyeon terus menatap namja itu dari dalam mobil yang berjalan. Semakin lama namja itu tak terlihat oleh Taeyeon.

“Waeyo chagi?” tanya Leeteuk yang saat itu berada di pinggir Taeyeon.

“Ani, gwaencanha,” jawab Taeyeon dengan sedikit terbata-bata.

@Taeyeon’s House

Taeyeon langsun mengambil tempat duduk di depat komputer. Ia langsung mengoprasikan komputernya itu. Taeyeon mencari data-data teroris teman appanya yang dulu pernah ditangkap dan mejadi para buronan polisi.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Victoria yang melihat Taeyeon serius dengan komputernya.

“Aku hanya penasaran dengan namja tadi. Aku sepertinya pernah mengenal wajah itu,” jawab Taeyeon.

“Bagaimana kau tau?”

“Aku seperti pernah melihatnya didalam riwayat teman appa yang dulu juga menjadi tawanan teroris.”

Victoria-pun mengangguk mengerti dan membantu Taeyeon menemukan data tentang namja dii kampus itu dengan mengutak-atik computer yang ada di samping Taeyeon.

Taeyeon dan Victoria sibuk mencari data riwayat teroris golongan appanya. Mereka menelusuri dan membobol ke beberapa situs yang menyangkut tentang riwayat itu. Tidak sia-sia Taeyeon pegi keluar negri untuk belajar teknologi, jadi mudah untuknya membobol situs-situs yang dipassword.

“Taeyeong ah~! Aku menemukannya!” seru Victoria kepada sepupunya itu.

Taeyeon pun melihat di computer Victoria. Disana banyak data teroris dari tahun ke tahun yang di tangani oleh komandan Lee Soman. Dia membaca di tahun appanya saat menjadi teroris. Ia melihatnya secara detail tanpa ada yang tertinggal. Taeyeon sangat mengingat wajah Mr. Choi itu. Ia mencari foto yang mirip dengan Mr. Choi.

“Ketemu!” seru Taeyeon saat pandangannya tertuju pada foto yang ada di daftar itu.

Taeyeon membaca secara detai tentang Mr. Choi itu. Ia membaca nama, lahir, tempat tinggalnya dan statusnya sebagai teroris.

“Namanya Kim Minjuk. Lahir di Icheon tahun 1962. Tinggalnya di Seoul. Statusnya pesuruh di sebuah anggota teroris nuklir,” ucap Victoria dengan melihat daftar riwayat orang itu. “Tapi marganya Kim dan ia bukan orang penting. Hanya seorang pesuruh saja. Jika dilihat dari tahun lahirnya, dia terlalu tua dari Mr. Choi itu,” lanjutnya.

Taeyeon pun memikir lagi perkataan Victoria. “Memang benar dari datanya tidak mungkin orang itu. Tapi wajahnya sangat mirip dengan Mr. Choi.dan semua teroris sudah dibantai oleh Lee Soman.  Lalu Mr. Choi itu siapa? “ heran Taeyeon.

“Kita lihat biodatanya saja di pengajar Univesity Seoul,” usul Victoria dan Taeyeon pun mengangguk dan langsung meliat biodata Mr. Choi sebagai pengajar University Seoul.

@University Seoul

Donghae yang penasaran dengan ledakan ini, ia menghampiri pecahan-pecahan bom itu. Ia mengibas-ngibaskan tanganya di depanwajahnya akibat bom itu mengeluarkan asap karena ledakan tadi. Ia berjongkok di depan pecahan itu. Ia melihat dan meneliti betul bentuk dan warna bom itu. Dengan penasarannya ia mengambil pecahan-pecahan bom itu dengan tisu yang telah ia ambil di meja kantin. Tanpa sengaja, ia mengambil pecahan-pecahan itu yang memiliki tulisan G7LKJ48O. DOnghae pun penasaran dengan tulisan ini. dari semua senjata yang ia ketahui, tidak ada satu pun yang bertuliskan semperti itu. Karena penasarannya, ia menelepon kantor pusan untuk menyelidiki tulisan aa itu.

“Yobesoyo,” kata namja di balik phonsel Donghae.

“Shindong Hyung, aku minta bantuanmu. Carikan kode tulisan G7LKJ48O yang berkaitan dengan teroris,” suruh Donghae.

“Waeyo Hae? Ada terroris baru?” tanya Shindong

“Ne, di Universitas Seoul terjadi ledakan Bom dan ku temukan kode ini di pecahan-pecahan Bom itu.”

“Haruskah aku memanggil polisi atau ambulan?”

“Aniyo! Untunglah tidak ada korban. Tapi, polisi boleh juga.”

“Baiklah, tunggu jawabanku,”

“Ne, gomapta Hyung,”

Kyuhyun yang melihat Sooyoung kesakitan akibat lututnya yang berdarah itu langsung menggendong Sooyoung yang masih terduduk di trotoar pergi ke Unit Kesehatan di Universitas itu. Setelah sampai, Kyuhyun mengambil obat dan penutup luka yang sudah tersedia di sana. Kyuhyun yang sibuk dengan membersihkan luka lutut Sooyoung, sedangkan Sooyoung sibuk dengan memandangi seorang namja.

“Kau lihat apa, chagi?” tanya Kyuhyun yang melihat Sooyoung sedang serius memandangi namja.

“Bukankah itu Mr. Choi?” tanya Sooyoung pada yeojachingunya itu.

“Kau tahu kan tadi penampilan Mr. Choi seperti apa? Kalau namja itu terlalu modern untuknya,” elak Kyuhyun.

“Aniyo! Lihatlah wajahnya baik-baik, dia mirip dengan Mr. Choi. Untuk masalah ganti gaya itu tidak maslah menurutku. Pasti ia mengubah gayanya agar tidak terbongkar penyamarannya!”

“Benar juga. Wah! Yeojachingu ku pintar juga ya,” ledek Kyuhyun.

“Ya!!! Kau meledekku ya?” bentak Sooyeong dengan memukul lengan Kyuhyun.

“Ah, mianhae chagi ah~!” seru Kyuhyun yang dipukuli oleh Sooyoung yang langsung melarikan diri dari hantaman Sooyoung.

Sunny yang tidak pernah melihat ledakan seperti ini, menjadi tertegun dan selalu terbayang di pikirannya. Ia berjalan menuju oppanya. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Tangannya dan kakinya gemetar mengingat ledakan tadi.

“Oppa,” panggil Sunny lirih kearah Donghae.

Donghae yang mendengar suara yeodongsaenya, langsung menatap Sunny dengan cemas. ”Gwaencanha?” tanya Donghae.

“Aniyo oppa!” jawab Sunny.

“Dimana Sooyoung?” tanya Donghae yang mendapat gelengan kepala dari Sunny. “Sunny ah~, gwaencanha! Oppa akan selalu menjagamu, tetaplah bersama oppa sebelum Sooyoung datang!” titah Donghae yang mendapat anggukan dari Sunny lalu menggenggap tangan Donghae erat.

Donghae membawa Sunny kembali ke kantin dan memesan minuman untuk yeodongsaengnya itu. Selain mencemaskan yeodongsaengnya, ia juga berfikir tentang kode itu dan menunggu Shindong untuk memberitahunya.

Tidak lama kemudian Donghae melihat Sooyoung yang datang bersama Kyuhyun dengan jalannya yang sedikit berbeda akibat lututnya yang luka itu. Sooyoung dan Kyuhyun menghampiri Donghae dan Sunny.

“Sooyoung ah~! Ajak Sunny jalan-jalan. Sepertinya ia terkejut dengan ledakan tadi!” titah Donghae pada Sooyoung yang baru datang dengan Kyuhyun.

“Hyung! Jangan menyuruh Sooyoung terus!” elakKyuhyun.

“Ya!! Kyuhyun ah~! Itukan tugas Sooyoung untuk menjaga Sunny!” bela Donghae.

“Ne, araso!” setuju Sooyoung. “Sunny ah~! Ayo kita pergi jalan-jalan! Ke mall, sungai Han?” Sooyoung menawarkan jasa pelayanan pada Sunny.

“Sungan Han!” jawab Sunny.

Sooyoung dan Sunny pun pergi ke sungai Han untuk menenagkan pikirannya.

“Hyung. Tadi aku dan Sooyoung melihat Mr. Choi lagi. Tapi penampilannya berbeda!” ucap Kyuhyun pada Donghae.

“Eodie?” tanya Donghae yang langsung kaget.

“Di depan Unit Kesehatan!” jawab Kyuhyun singkat.

Donghae langsung pergi berlari ke tempat dimana Mr .Choi muncul lagi. Kyuhyun juga langsung mengikuti Donghae ke tempat yang dituju Donghae. Setelah sampai, Donghae melihat disekitar Unit Kesehatan. Namun yang dicarinya nihil.

“Kau mencari Mr. Coi? Aku rasa sudah hilang. Aku melihatnya 15 menit yang lalu,” jelas Kyuhyun yang mendapat tatapan maut dari Donghae.

“Kau tidak menghalanginya?” teriak Donghae di depan Kyuhyun.

“Aku ragu untuk menghalanginya. Dia seperti bukan Mr. Choi! Penampilan, cara jalannya, dan tatapan mukanya berbeda. Seperti bukan Mr. Choi yang kita lihat itu.”

Donghae pun sangat di bingungkan dengan Mr. Choi itu. Ia pun langsung pergi ke suatu tempat dan diikutti Kyuhyun dibelakangnya.

“Hyung! Mau kemana lagi?” tanya Kyuhyun yang lelah mengikuti Donghae.

@ Sungai Han

Sooyoung dan Sunny sedang berada di pinggir Sungai Han. Angin di Sungai Han bertiup dengan kencang. Mereka pergi ke Sungai Han untuk merefresh diri mereka terutama Sunny.

“Sunny ah~, kau masih takut?” tanya Sooyoung.

“Ne. Itu pertama kalinya aku melihat bom meledak dengan mata kepalaku sendir,” jelas Sunny.

“Aku dulu juga begitu saat melihat bom meledak. Jangankan Bom, waktu aku masih kecil, mendengar suara kembang api saja takut. Tapi, setelah terbiasa dengan bunyi seperti itu, aku tidak takut lagi,” cerita Sooyoung.

“Ini bukan masalah suaranya, tapi masalah meledaknya!” kesal Sunny.

“Yang tadi masih belum seberapa. Ada yang lebih besar lagi. Mungkin 1:10 dengan yang lebih besar dari itu.”

“Mwo?” kaget Sunny. “Yang buat bom itu benar-benar tidak waras!” ucap Sunny yang semakin merinding perasaannya.

“Kau ingin melupakannya?” tanya Sooyoung.

“Ne,” jawab Sunny dengan lemas.

“Sekarang coba kau pikirkan tentang ledakan itu dalam-dalam!” suruh Sooyoung dan Sunny pun menurutinya. “Pada hitungan ke tiga, teriaklah sekencang-kencangnya! Anggap saja disini hanya ada kau sendiri.” Lanjutnya lalu Sooyoung pun mulai menghitung,”1… 2.. 3..!!!”

AAAAAAAAAAAAaaaaaaaaaa!!!!

Sunny dan Sooyoung berteriak sekuat tenaga meraka untuk menghilangkan pikiran buruknya terutama Sunny.

“Sudah lebih baik?” tanya Sooyoung pada Sunny.

“Aniyo!”

“Ani?” tanya Sooyoung bingung dan mendapat anggukan cepat dari Sunny. “Mungkin perlu pemanasan!Baiklah, tarik nafasmu dalam-dalam lalu keluarkan lewat mulutmu dengan pelan-pelan!Lalu teriak lebih kencang dari yang tadi!” lanjut Sooyoung dengan trik selanjutnya dan Sunny pun mengikuti intruksinya.

AAAAAAAAAAaaaaaaaaaa!!!!!!!!!

Sunny pun berteriak setelah menghembuskan nafasnya.

“Bagaimana?” tanya Sooyoung.

“Aniyo Sooyoung ah~! Aku masih belum bisa melupakannya!”

“Mungkin pemanasanya kurang! Ulangi selama tiga kali lalu teriak!”

Sunny pun menarik nafasnya lalu menghembuskannya. Menarik nafasnya lagi dan menghembuskannya. Dan ia menggulanginya sekali lagi dan akhirnya…

AAAAAAAAAAAAaaaaaaaaa!!!!!!!

“Sudah bisa?” tanya Sooyoung.

“…,” Sunny menggeleng pelang.

“Aniyo!!!!!” kesal Sooyoung.

“Adakah cara lain???” tanya Sunny.

“Tentu saja ada!” seru seorang namja di balik tubuh Sooyoung, Sooyoung yang mengetahui suara namja langsung berbalik.

Dua orang namja yang sangat dikenal Sunny dan Sooyoung sedang bersama mereka. Mereka adalah Taemin dan Key.

“Kenapa bisa disini?” tanya Sooyoung heran.

“Ne, tadi habis beli makanan dan melihat kalian disini. Suranya Sunny juga sangat keras, jadi kita piker ada sesuatu terhadap kalian,” jelas Key

“Apa caranya?” tanya Sunny antusias pada kedua namja itu.

Taemin yang merasa memberikan ide pun langsung menghadapkan tubuh Sunny ke sungai. “Pejamkan matamu!” suruh Taemin dan Sunny pun menurutinya. “Renggangkan tanganmu!” suruhnya lagi dengan mengangkat tangan Sunny sejajar dengan pundaknya. “Rasakan setiap hembusan angin! Dan pikirkan setiap hembusan itu berlalu padamu, pikiranmu juga ikut anyut terhempas angin itu!” suruhnya lagi.

Sunny pun yang berharap pikiran tentang ledakan itu pun menurut saja. Ia menutup matanya dan merenggangkannya. Ia merasa ada yang menghempas tubuhnya dan pikiran nya tetang ledakan itu pun mulai menghilang. Ia juga berfikir sesuatu yang indah di hadapannya. Setelah beberapa detik berlalu, Sunny membuka matanya perlahan dan bibirnya membentuk senyuman.

“Huh, gwaencanha Taemin-si!” ucap Sunny dengan senyumnya itu.

“Ne, Cheonma!” jawab Taemin.

“Kita pergi dulu, ada urusan yang harus kita urus,” kata Key.

“Lakukan seperti itu juka kau merasa jenuh,” lanjut Taemin.

“Ne, gomapta,” kata Sooyoung.

Key dan Taemin pun pergi meninggalkan Sooyoung dan Sunny ke suatu tempat. Sunny yang sudah kembali ceria, melambai-lambaikan tanganya kepada dua namja itu. Taemin pun membalas lambaian Sunny dengan senyumannya yang manis itu.

@Agent Pemberantasan Teroris Seoul

Terlihat seorang namja yang sibuk mengutak-atik komputernya dengan serius. Ia mencari-cari tentang sesuatu yang telah ia temukan. Terlihat di layar komputernya yang sedang mengakses beberapa kode ke sejumlah halaman yang telah terkunci.

“Shindong ah~, apa yang kau lakukan?” tanya namja lain kepada namja yang sedang mengutak-atik computer itu.

“Yunho si~, aku mencari kode ini. Kau tahu kode apa ini?” tanya Shindong pada namja yang bernama Yunho itu sambil memerikan kertas yang bertuliskan kode G7LKJ48O.

“Mmm, sepertinya aku kenal. Tapi aku lupa kode apa ini. memangnya ada apa?” tanya Yunho.

“Donghae yang berada di tempat kejadian ledakan itu, melihat kode ini yang terdapat pada pecahan-pecahan bom itu. Mungkin ada sangkut pautnya dengan orang yang meledakan bom itu,” jelas Shindong.

“Kode itu…,” Yunho berfikir keras mengingat-ingat kode yang diberikan oleh Shindong sedangkan Shindong terus mencari di informasi melalui komputernya itu.

Di ruangan Mision 42 hanya terlihat dua yeoja yang sedang melakukan aktivitasnya sendiri. Mision 42 adalah sebutan agen rahasia yang memiliki tugas penyamaran. Salah satu dari kedua yeoja itu sedang sibuk dengan perlengkapan riasnya dan satu lagi sedang asik mendengarkan musik melalui earphone yang ada di telinganya itu.

“Sica ah~, apa aku sudah menjadi yeoja oppa mu?” tanya salah satu yeoja yang ada disana yang sibuk dengan peralatan riasnya namun hasilnya Jessica yang ia 머마 bica ritak menjawabnya karena earphone yang ia kenakan. Tanpa piker panjang yeoja itu pun menghampiri Jessica lalu melepas dengan paksa earphone yang ada di telinga Jessica.

“Ya!! Fany ah~!” marah Jessica pada Tiffany yang melepaskan earphonenya.

“Apa ingin meminta pendapatmu!”

“Mwo?”

“Apa aku sudah memenuhi syarat untuk menjadi yeoja oppa mu?” tanya Tiffany lagi.

“…,” Jessica lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Tiffanya.

“Jessica!!!!!!!” kesal Tiffany yang sudah dua kali tidak mendapat respon dari Jessica.

Mata Jessica tertuju pada layar kecil yang ada di didin yang biasanya digunakan untuk memantau seluruh ruangan yang ada di gedung ini. Dari empat layar yang memantau di suatu sebuah tempat berbeda-beda, Jessica melihat sekilas segerombolan orang yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Jessica pun penasaran dengan gerombolan itu. Ia pun mendekati layar-layar kecil itu dan melihat ke semua layar itu.

“Waeyo Sica-si?” tanya Tiffany yang melihat wajah Jessica serius itu dan mengikuti Jessica mendekat ke layar kecil itu.

“Kau kenal mereka?” tanya Jessica cepat dengan menunjukkan CCTV yang ada di lorong.

“Siapa?” tanya Tiffany yang tidak melihat orang di lorong itu.

“Mereka bergerak sangat cepat!” kata Jessica. “Lihatlah setiap layar ini! Lihatlah secara detail!” titah Jessica.

“Lanati 5A!” seru Tiffany.

“Kau melihatnya? Kau kenal dengan mereka?” tanya Jessica.

“Aniyo,” jawab Tiffany yakin.

Mereka berdua pu mengamati dengan seksama lagi dan lagi sampai mereka bukan hanya yakin namun benar-benar yakain kalau mereka tidak kenal dengan orang-orang yang melintas di layar CCTV.

“PENYUSUP!!!” kata Jessica dan Tiffany bersamaan setelah mereka benar-benar yakin bahwa orang-orang itu adalah penyusup.

Jessica pun mengambil phonselnya dan emnghubungi oppanya sesegera mungkin. Dan Tiffany menghubungi seluruh konektor keamanan untuk menangkap penyusup dengan alat komunikasi khusus yang dimili setiap anggota.

“Oppa!! Ada penyusup yang memasuki gedung ini! kau melihatnya?” tanya Jessicapada Yunho.

“Mwo? Penyusup? Tidak mungkin penyusup bisa masuk! Pintu gedung ini hanya ada satu jalan! Melewati tiga pembatas, dua kunci kartu identitas, tiga sidik jari satu sidik mata!” jelas Yunho.

“Aku beanar Oppa! Tiffany juga melihatnya! Coba saja cek sendiri!” suruh Jessica.

Yunho pun menghidupkan layar CCTV dan melihat kebenaran yang Jessica katakan. Yunho dan Shidong melihat orang yang tidak mereka kenal berada dalam gedung ini. Mereka melihat hapir semua CCTV terdapat segerombolan itu.

“Mereka sangat banyak! Hampir semua di layar CCTV terlihat,” ucap Yuhno.

“Aniyo! Mereka sama, mereka hanya lima orang. Gerakannya sangat cepat sehingga hamper semua layar CCTV terdapat gambarnya. Mereka membuat kita bingung dengan permainan mereka,” jelas Shindong.

“Tapi, siapa mereka? Dan untuk apa mereka ada di sini?” tanya Yunho yang masih bingung.

“Aku juga tidak tahu!” jawab Shindong yang masih mengamati detail layar CCTV itu. “Tunggu! Ada yang aneh! Lee Soman tidak mungkin membuat gedung ini secara gampangnya dibobol basuk! Lihatlah dengan baik! Setiap CCTV memiliki ukuran layar yang berbeda di masing-masing tempat. Juga mereka nyata pasti gambarnya tidak terlihat sperti di-zoom seperti CCTV no 14 di lantai 4B dan di perkecil seperti lantai 3D. Lihatlah di lantai 4C, gambarnya terpotong! Tidak seperti yang biasa kita lihat dan di lantai 2B yang gambarnya terlalu kecil. Ini menandakan mereka merekam sendiri dan mengeditnya di tempat-tempat yang ada di CCTV seolah-olah mereka ada disana!,” jelas Shindong panjang lebar.

“Kau benar juga. Lee Soman tidak mungkin membuat gedung ini semuadah itu,” setuju Yunho.

“Dan ini memiliki dua kemungkinan. Yang pertama, mereka memang sangat banyak. Agar mereka tidak terlihat banyak, mereka melakukan itu agar kita terkecoh. Kemungkinan kedua, mereka tidak ada,” ucap Shindong.

“Tidak ada?” tanya Yunho yang masih bingung dengan perkataan Shindong.

“Mereka tidak ada di gedung ini. Mereka mengedit foto-foto ini lalu menyadab CCTV kita dan mengakibatkan kita dibingungkan oleh mereka. Seperti yang kau katakana. Pintu masuk ke dalam gedung ini hanya satu. Dan tidak mudah untuk di lewati! Kaca jendela juga permanen dan peka terhadap peluru ataupun pisau. Ini sangat tidak mungkin bisa masuk gedung ini,” jelas Shindong dan Yunho mencernah perkataan Shindong itu.

Di ruang Mision 42, Tiffany memerintahkan petugas keamanan untuk memeriksa setiap ruangan yang ada di gedung ini. Tiffany dan Jessica juga terus mengamati CCTV yang ada di ruangan mereka. Mereka juga menunggu informasi dari petugas keamanan.

“AK1! Lantai 1A clear, 1B clear, 1C clear, 1D clear, 1E clear!” ucap komandan keamanan kelompok AK1 pada Tiffany.

“AK2! Lantai 2A, 2B, 2C, 2D, 2E clear!” informasi dari komandan keamanan kelompok AK2.

“AK3! Lantai 3A, 3B, 3C, 3D, 3E clear!” ucap komandan keamanan kelompok AK3.

“AK4! Lantai 4A, 4B, 4C, 4D, 4E clear!” ucap koamdan AK4.

“AK5! Lantai 5A, 5B, 5C, 5D, 5E clear!” informasi komandan AK5.

“Baiklah! Semuanya tetap berjaga di tempat!” titah Tiffany pada semua komandan keamanan.

“Aneh! Semua ruangan clear!” seru Tiffany.

“Ne, semua petugas keamanan tidak terlihat di CCTV,” setuju Jessica.

Tiffany dan Jessica pun bingung dengan semuanya ini. Jessica menghubungi Yunho dengan alat penghubung.

“Oppa! Semua ruangan clear! Ini aneh!” ucap Jessica pada Yunho.

“Ne, aku mengeti. Tetaplah di ruangan! Jangan keluar tanpa izinku. Tutup rapat pintu ruangan dan bunyikan alaram!” titah Yunho pada dongsaengnya.

“Ne, araso!” jawab Jessica.

“Yang kau katakana benar!” kata Yunho pada Shindong. “Semua ruangan clear, tidak ada satu orang pun yang mencurigakan,” lanjutnya.

Seorang namja, salah satu pegawai yang berkerja di agent pemberantasan teroris seoul, menuju ke tempat Yunho dan Shindong berada. Namja itu membawa kota yang cukup besar untuk di berikan kepada Yunho.

“Kiriman untuk mu!” kata namja itu kepada Yunho dengan memberikan kotak itu dan kertas tanda terima kiriman.

Yunho pun menandatangani kertas itu. Lalu matanya tertuju pada kota itu lagi. Yunho dan Shindong pun penasaran yang ada di dalam kotak itu. Yunho pun membuka bungkusan kotak itu. Ternyata hanya kotak kardus yang tertutup rapat. Yunho pun membuka selotip yang menempel pada kardus itu. Dengan perlahan Yunho membuka kardus. Dan isinya adalah………………

TBC~~~~

Wah!! Selesai juga FF-nya. Setelah sekian lama tidak membuat FF dan sekaranglah author mengepostkan FF author yang tertunda..

Karena di komen sebelumnya ada yang minta alamat fb author, baiklah author kasih, http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=100001870653142 atau langsung ke namanya aja Princess Rahayu GorJess Spazzer atau alamat emailnya princess_hime@ymail.com

Author juga mau numpang promosi WP author, http://icefanfictionworld.wordpress.com/ ,, itu WP yang terbaru author, jadi isinya masih dikit dan belum ada pengunjung. Sempetindatang ke WP author ya,,, dan bantu ngeramein WP author… FF yang ada di sana tidak akan author post disini,, Jadi, ceritanya berbeda. Jadi, jangan lupa mampir ya!! Pelase!! Harus!! #maksa,,

Masih belum tau siapa Mr. Choi ya?? Dan ingin taw siapa Mr. Choi yang sebenarnya dan isi dari kardus itu apa? Tunggu yang chapter 3,,

Untuk yang setia menunggu lanjutan FF ini, sekali lagi mianhae lama ngepost nya,, tapi jangan lupa komennya ya, kalau komennya sedikit dan sangat jauh dengan jumlah komen sebelumnya, tidak akan author post sebelum komennya setara dengan yang sebelumnya walaupun tidak sama jumlahnya, okey!! ..

Gamsahamnida,,,🙂🙂

17 responses

  1. makin seru ceritanya .
    Aww sunny ternyata setelah mengikuti saran taemin jd lbh baik , ciee pairingin mereka dong eon^^

    Lanjuuuutt!!

  2. kyaaaa..unnieee
    //lama amat kelanjutanya ff muu,
    ,huhu.. karena aku suka ama ff mu jadinya aku bacaterus deh pt 1 and prolognya,,hehe jadi nggak lupaa

    ..chiinguuu..lanjtana jangan lama-lama lagi dhunk

  3. penasaran lanjutannya..
    Ciee sunny sama taemin aaaa seneng banget di pairingin>< banyakin yaa partnya mereka hehe *banyakmaunyawkwk*:)
    Keep writing! Fighting!

  4. waaaah keren eonni, aku (selalu) suka sama kyuyoung moment nya, banyakin ya eonni🙂 *puppy eyes

    jangan jangan kotak itu isinya bom lagi, aaaah ANDWAE!!
    nanti gimana nasib para polisi di dalemnya😦

    ditunggu lanjutannya eonni

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s