(Freelance) [Sequel] Paris Desperate Love Part 6

Title: Paris Desperate Love Part 6

 

Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Lee Joon MBLAQ

• Lee Jieun (IU)

Other Cast: Find it in this story😉

Genre: romantic, drama

Length: Series

Rating: PG 15+

Diaclaimer: ini adalah part keenam dari sequel ff Splendid Marriage. Terimakasih yg sudah membaca ff Splendid Marriage dari awal sampai akhir. Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

***

 

-Suzy POV-

 

Aku bergegas menarik tangan Joon agar kami dapat segera meninggalkan Incheon secepatnya. Aku sudah lelah dan penat. Aku ingin cepat cepat sampai ke hotel dan beristirahat.

 

HUP! Aku menutup mulutku. Aku mual. Aku benar benar ingin muntah. Aku melepaskan penganganku pada Joon lalu segera berlari secepatnya mencari toilet.

 

“Yeobo, kau mau kemana??” Aku tak perduli. Aku harus memutahkan isi perutku dulu.

 

***

 

“Yeobo kau baik baik saja?” Ia mengelap peluh di keningku. Perutku rasanya terkoyak koyak.

 

“Nde yeobo” aku mengangguk lemah. Ia menyodorkan air mineral padaku. Aku pun mengambilnya lalu menenggaknya perlahan.

 

“Kau yakin? Kita ke dokter ya? Sepertinya kau sakit yeobo?” Ia memegang kedua bahuku.

 

“Aku baik baik saja. Tak usah berlebihan seperti itu Joon” aku berjalan keluar dari toilet dengan lunglai.

 

“Tapi wajahmu pucat yeobo. Kita ke dokter saja sekarang, kajja” ia menuntunku keluar.

 

“Aku tak mau ke dokter yeobo! Aku hanya ingin tidur dan beristirahat”

 

“Okeoke, kita ke hotel sekarang agar kau bisa beristirahat” aku dan Joon pun menuju ke parkiran untuk mengambil mobil Joon dan segera meninggalkan Incheon menuju hotel.

 

***

 

@hotel

 

“Kau yakin kita tak perlu ke dokter yeobo?” Joon membantuku berbaring diatas tempat tidur lalu menyelimutiku.

 

“Aku yakin. Tidak perlu berlebihan seperti itu. Aku hanya mual saja”

 

“Ku pesankan kau makanan ya” ia pun bangkit hendak menelfon bagian hotel untuk memesan makanan. Aku menahan lengannya.

 

“Aku tak mau makan. Temani aku disini, jangan pergi”

 

“Kau harus makan agar kau cepat sembuh yeobo! Kalau kau tak makan, kau akan tambah sakit” ucapnya penuh keseriusan.

 

“Nanti saja. Tidurlah disini, disampingku. Jangan kemana mana lagi” akhirnya ia pun menurutiku. Ia berbaring di sampingku.

 

Ia menatap langit langit kamar seraya tersenyum.

 

“Yeobo, aku sekarang sudah tahu nama yang cocok untuk anak kita”

 

“Nugu?”

 

“Lee Sunyeon, ahaha bagus tidak?”

 

“Lee Sunyeon??”

 

“Nde, Lee itu margaku, Sun itu diambil dari Changsun, nama asliku. Sedangkan Yeon diambil dari Soyeon, namamu ahaha”

 

“Kalau laki laki?”

 

“Memangnya Lee Sunyeon itu laki laki atau perempuan?”

 

“Pabo-ya!! Tentu saja perempuan”

 

“Ahaha, memang anak kita nanti laki laki atau perempuan? Perempuan kan? Untuk apa memikirkan nama anak laki laki?”

 

“Ne, dokter minggu lalu memang mengatakan kalau bayi kita ini perempuan. Tapi tak ada salahnya kan kita menyiapkan nama anak laki laki?”

 

“Ah ye ye yeobo. Hum.. bagaimana jika Lee Joonsu?”

 

“Tak terlalu buruk”

 

“Yasudah”

 

Aku pun mencoba memejamkan mataku untuk tertidur. Aku melihat Joon, sepertinya ia juga akan tertidur. Wajahnya juga terlihat sangat lelah. Akhirnya aku pun tertidur dan tak tahu lagi apa yg terjadi.

 

***

 

Aku dan Joon sedang berjalan jalan ke Gyeongju. Daerah yang dikenal dengan sebutan museum tanpa dinding dan bisa ditempuh selama 4 jam 15 menit dari Seoul. Daerah yang juga dulunya merupakan Ibu Kota Dinasti Silla ini memiliki banyak sekali bangunan bangunan bersejarah seperti kuil dan artefak. Kuil Bulguksa, Buseoksa dan yang tak ketinggalan, kawasan Bunhwangsaji.

 

Entahlah, rasanya aku eh maksudku anak dalam kandunganku ini ingin sekali mengunjungi Gyeongju. Mungkin ia ingin tahu seperti apa sejarah kampung halaman appa dan eomanya. Permintaannya belakangan ini makin aneh aneh saja.

 

Saat kami tengah berjalan jalan, tiba tiba ponsel Joon berdering, ia pun segera menjawab panggilan tersebut.

 

“Yeobseyo”

 

“….”

 

“Ah mwo? Ah ye ye sajangnim”

 

“….”

 

“Ah kebetulan sekali sajang, saya memang sedang berada di Korea bersama anae saya”

 

“….”

 

“Ah tiga hari lagi di Apgujong? Ah ye ye sajangnim”

 

“…..”

 

“Ne cheonmaneyo sajang. Anyyeong”

 

Joon kembali menyimpan ponselnya di sakunya.

 

“Ada apa?” Tanyaku.

 

“Aku ada proyek fotografi di Apgujong tiga hari lagi. Dan sepertinya ini proyek besar”

 

“Jinjja? Berarti kita bisa lebih lama menetap di Korea??” Tanyaku antusias.

 

“Ah tentu saja. Kau senang?”

 

“Tentu!!”

 

“Ah permisi, maaf mengganggu sebentar” seseorang menghampiri kami.

 

“Ah nde? Ada perlu apa?” Tanya Joon.

 

“Kami dari JS Production. Kami ingin meminta Agassi untuk bergabung di drama terbaru kami. Apakah agassi bersedia? Agassi sangat cocok dengan peran yang kami butuhkan” aku melihat ke arah Joon bermaksud menanyakan apakah boleh atau tidak. Ia tak bergeming.

 

“Bagaimana Joon?” Akhirnya aku pun bertanya padanya.

 

“Lebih baik tidak usah. Ah maaf sajang bukannya kami tidak mau, tapi anae saya sedang hamil” ucap Joon.

 

“Saya tahu, justru itulah peran ini sangat cocok untuknya. Kumohon agassi” Joon menarik nafas dalam.

 

“Sekali lagi maaf sajangnim. Saya takut anae saya tak dapat menjaga kondisi fisiknya dengan baik. Sekali lagi maaf” Joon menarikku untuk pergi dari sana.

 

“Aku bisa menjaga kondisi ku dengan baik Joon”

 

“Ku bilang tidak ya tidak”

 

“Huh baiklah”

 

“Sekali lagi maaf sajangnim”

 

“Ah ye saya mengerti, tidak masalah. Ini kartu nama saya, hubungi saja saya jika nanti kalian berubah pikiran”

 

“Ye sajang, gomawo” Joon pun menarik tanganku lalu meninggalkan sajangnim tersebut.

 

“Ne cheon agassi”

 

***

 

Aku hendak menelpon sajangnim yang dua hari lalu menawariku main drama. Setelah mengalami proses permohonan yg panjang, akhirnya Joon mengizinkan aku untuk main drama tersebut dengan beberapa syarat.

 

Ia bilang, aku harus menjaga kesehatanku, jangan terlalu lelah, jangan telat makan dan minum vitamin, jangan lupa minum susu, jangan menerima adegan adegan aneh dan masih banyak lagi. Ya, akupun menyanggupinya karena ku pikir itu tak sulit.

 

Aku pun mencoba meneleponnya dan reaksi sajangnim tersebut begitu mengejutkan. Ia bilang, ia sangat senang mendengarnya dan aku boleh kembali lagi ke Gyeongju besok pagi untuk memulai take drama pertamaku.

 

***

 

-Seminggu kemudian-

 

Aku meneguk air mineral di tanganku cepat. Sudah seminggu ini aku syuting drama. Melelahkan memang, tapi aku senang karena aku mendapatkan banyak teman baru disini.

 

“Suzy” sajangnim memanggilku.

 

“Ah nde sajang?” Aku menghampirinya.

 

“Ini naskah untuk episode enam. Di hafal dengan baik yah. Di episode ini, peranmu lebih sulit. Kau harus melakukan adegan ciuman dengan Seung Gi”

 

“M.. Mwo? Ciuman??”

 

“Ye, apakah itu masalah?”

 

“Ehm bagaimana ya sajang, aku harus menanyakan ini dulu kepada seobang ku. Apakah tidak apa apa?”

 

“Oh nde, saya lupa. Silahkan silahkan”

 

“Terimakasih sajang”

 

“Cheon”

 

***

 

-Malam hari, di apartemen-

 

Aku baru saja sampai di apartemen. Waktu sudah menunjukan pukul 02.00 KST. Saat masuk ke dalam apartemen, seperti biasa, Joon sedang menonton televisi seraya menungguku.

 

“Akhirnya anaeku pulang. Bagaimana syuting hari ini?” Tanyanya seraya menepuk nepuk sofa di sebelahnya bermaksud agar aku duduk disitu.

 

“Melelahkan, tapi menyenangkan” ucapku mengembangkan senyum.

 

“Kau sudah makan?” Sambungku cepat.

 

“Ya! Seharusnya aku yg bertanya seperti itu. Tentu saja kalau aku sudah makan. Kau sudah makan? Sudah minum susu dan vitamin?”

 

“Sudah sudah sudah. Tenang saja. Aku kan sudah berjanji untuk tetap menjaga kesehatanku dengan baik, aku tak mungkin membiarkan anak kita kelaparan dan kekurangan nutrisi Joon”

 

“Ah ye ye, aku percaya. Mengapa kau selalu pulang selarut ini? Apakah tidak bisa pulang lebih cepat sedikit?”

 

“Jadwal syutingnya memang sudah seperti ini. Mau di bagaimanakan lagi?”

 

“Kalau tahu akan begini, lebih baik dari awal saja aku tak usah mengizinkanmu syuting”

 

“Sudahlah jangan membahas itu. Joon, eh aku mau bertanya sesuatu, boleh tidak?”

 

“Tentu saja. Apa itu?”

 

“Ehm.. Kalau misalnya ada adegan ciuman di peranku, masalah tidak buatmu?”

 

“Tentu saja masalah. Memangnya ada adegan ciumannya? Dengan siapa?”

 

“Masalah ya? Ehm.. Begini, tadi sajang memberikan naskah padaku untuk episode besok. Dan dia bilang aku harus berciuman dengan Seung Gi”

 

“Mwo?? Aniyo aniyo!! Tidak usah dilakukan! Aku tak suka!”

 

“Tapi inikan hanya akting”

 

“Aniyo! Biarpun akting, tapi adegan ciuman tersebut benar benar dilakukan kan? Bibirmu dan bibirnya tetap menempel kan? Itu sama saja kau benar benar berciuman dengan namja itu!!”

 

“Kau ini, kenapa jadi seperti anak kecil begini?”

 

“Memangnya kenapa?? Apa aku salah? Apa salah seorang nampyeon melarang anae nya berciuman dengan namja yang tak dikenalnya?”

 

“Memang tak salah, tapi tak seharusnya kau seperti ini. Ini kan hanya tuntutan peran saja. Aku juga tak akan sepenuh hati berciuman dengan namja lain selain kau. Lagipula aku mengenalnya kok. Dia namja yang baik”

 

“Kalau begitu apa bedanya kau berciuman dengannya dan saat kau berciuman dengan Mir dan Thunder? Tak ada bedanya kan? Kenapa waktu itu kau menangis saat mereka menciummu, sedangkan dengan namja itu, kau malah memaksaku memberikanmu izin?”

 

“Joon! Apa kau masih tak percaya padaku? Kau pikir aku menyukai saat saat aku berciuman dengan Seung Gi? Tidak seperti itu! Aku hanya berusaha bekerja profesional. Apa itu salah? Tolong mengerti. Aku tak mungkin merasakan hal yang sama saat aku berciuman dengannya dan saat aku berciuman denganmu. Percayalah”

 

“Terserah kau saja!!” Ia berjalan meninggalkanku sendiri masuk ke dalam kamar lalu membanting pintunya keras.

 

Aku tak tahu apa yg di pikirkannya. Dia itu egois menurutku. Tapi aku cukup senang, karena itu artinya ia cemburu jika anaenya berciuman dengan namja lain selain dia. Aku tersenyum lebar. Ahaha terimakasih Joon.

 

***

 

“Kau sudah tidur Joon?” Ucapku masuk ke kamar lalu menutup pintu. Ia yang tadinya sedang melihat langit langit kamar, seketika langsung berbalik badan menghadap ke tembok.

 

“Huh yasudah kalau kau masih marah” ucapku lalu berbaring disampingnya.

 

“Aku tidak suka jika kau harus berciuman dengan namja lain!”

 

“Apa aku harus menolaknya? Kalau itu maumu, aku akan turuti. Demi kau!”

 

“Aniyo! Sudah! Terima saja adegan itu! Aku sudah mengizinkan”

 

“Kalau kau tak ikhlas, ya tak apa sih”

 

“Terserah kau saja” ia kembali berbalik menghadap tembok. Aku tahu dia sedang marah.

 

“Baiklah, aku akan terima skenario itu”

 

***

 

-Wooyoung POV-

 

“Wooyoung-ah!! Young….!! Young, cepat kemari!! Ppalli ppalli ppalli!” Aku hanya mengerjap perlahan, lalu kembali memejamkan mata. Apa apaan sih anak itu berteriak teriak tidak jelas begitu?

 

“Young…!!! Ppalli-yo!! Lihat ini!!”

 

Cklek! Pintu kamarku terbuka. Pasti anak itu belum menyerah membangunkanku.

 

“Wooyoung..!! Ppalli ireona!! Ya!! Ireona!! Jebal!!! Kau harus lihat di tv, ada anaemu!! Ireona!!” Anae?? Suzy maksudnya? Ya, memang pasti Suzy sih. Anae-ku kan memang hanya Suzy. Aku seketika membulatkan mataku lalu menatapnya seolah bertanya ‘benarkah?’.

 

“Haish kajja!!” Ia menyeretku ke ruang televisi. Di sana sedang terputar sebuah drama. Sepertinya drama baru, karena aku belum pernah melihat.

 

“Ya!! Ku pikir berita penting!! Ternyata hanya drama! Kau ini apa apaan Junho-ah? Mengganggu tidur orang saja” aku pun hendak berbalik ke kamar.

 

“Ya!! Lihatlah dulu. Tunggu sebentar, perhatikan dengan baik. Ada Suzy di dalam drama ini”

 

“Mwo?? Ahaha michesseo!! Dia kan tidak ada di Korea. Mana mungkin dia ada disini, bermain drama pula”

 

“Kau tak percaya? Yasudah!! Terserah kau saja” tepat ketika ia berbicara seperti itu, ku lihat di tv, scene Suzy muncul. Nuguseyo? Apakah benar benar Suzy? Aku mendekat ke tv agar dapat melihat lebih jelas lagi.

 

Omona!! Junho benar!! Tuhan, anaeku kah yang saat ini kulihat, sedang berada di dalam drama tersebut? Waktu itu aku bertemu dengannya di Prancis! Mengapa sekarang dia ada di Korea? Apakah yeoja yang kutemui di Prancis itu Suzy? Apakah yeoja yang bermain di drama ini juga Suzy? Tapi, mengapa bisa?

 

Aku terus menonton drama tersebut hingga habis. Saat dramanya sudah selesai, kulihat nama nama pemain di drama tersebut. Aku benar benar penasaran. Yeoja yang mirip Suzy tersebut berperan sebagai Oh Minjung di dalam drama. Aku pun mencari cari nama pemeran Oh Minjung. Saat kulihat, ternyata nama pemeran Minjung adalah Kim Soyeon??

 

Aku menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya dengan berat. Kecewa! Ya, aku benar benar kecewa. Tapi mau di bagaimana kan lagi? Mungkin memang hanya mirip, pikirku. Tapi Junho terus mengatakan, kalau dua memang Suzy, karena yeoja itu memang benar benar mirip Suzy. Aku hanya dapat berusaha meyakinkan, kalau dia memang bukanlah Suzy. Namanya pun Kim Soyeon, bukan Baek Suzy.

 

Entahlah, sebenarnya aku juga tak tahu mana sebenarnya yang benar. Disatu sisi aku percaya dia adalah Suzy, karena sungguh, ia benar benar mirip dengan anaeku dan setahuku, Suzy memang tak memiliki kembaran. Tapi disisi lain, aku tak bisa percaya juga, karena namanya Soyeon dan marganya pun Kim. Kalaupun mereka kembar, seharusnya yeoja di drama tersebut bermarga Baek kan? Entahlah! Mungkin Tuhan sedang menyiapkan sebuah rencana besar untukku dan juga untuk anaeku. Aku dapat bersabar untuk rencana besarmu itu Tuhan.

 

***

 

-TBC-

 

 

 

9 responses

  1. iiiihhhh,,,…ksel..'”””
    wooyoung oppa pabo pabo pabo…….!!!!
    joon oppa baik juga ternyata, tpi ttep aj kesel ma joon oppa,…soalnya dach ngerebut anae orng lain…
    wahhh, suzy syuting drama, tpi koq suzy dipnggil “suzy” dia jwab kan nmanya dach di ganti ama joon..??
    thor kpan sich suzy inget lgi sma wooyoung oppa , kasiah wooyoung oppa…..
    trus thor mau kasih saran , aneh klo ngomong sma sajangnim bilang terima ksihnya pke gomawo, n annyeong, lbih baik pakai gamsahamnida/ gomapseumnida n annyeonghaseyo, soalnya kyk gak sopan……
    maaf klo kepnjangn , hehehe^^ annyeong….

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s