[ SONGFIC ] Insa (Farewell)

Annyeong^^ Kim Terra is baaaacck…. Sekarang aku mau nyoba bikin Songfic dengan JaeSica couple. Semoga disini masih ada JaeSica shipper yaa. Jadi, saya minta saran dan kritiknya ya kalo masih ada kesalahan… Gomawo^^

Happy reading guys!

Title : Insa (Farewell)

Author : Kim Terra ( @swastiliciouss )

Lenght: OneShoot/Ficlet

Genre: Romance, AU

Cast :
– Jessica Jung
– Kim Jaejoong

Disclaimer : The plot of this songfic is 100% mine!

Barami meomun geu shigan jocha
Naegen neomu mo jarangol
Hanbon-ei miseo majimak insa
Saranghamnida geudae
Even that time when the wind stays
It’s not enough for me
I smile one more time and give my final greeting:
I love you…

Kurentangkan kedua tanganku. Kusunggingkan senyum manis di bibirku. Kurasakan angin semilir yang melewati tubuhku. Membuat syal dan baju hangatku ini melambai-lambai. Sungguh segar dan sangat nyaman. Berharap aku bisa merasakannya lagi di esok hari. Tapi… apakah bisa? Apakah tubuh ini masih bisa bertahan sampai besok? Apakah batas waktuku belum habis?

Aku mulai berandai-andai. Pasti sangat nyaman bila menjadi angin. Bergerak bebas, melewati apapun yang diingini, tanpa terkekang sesuatu apapun. Bisa berkeliling kemanapun aku suka dan tentunya… Bisa hidup untuk selamanya. Ya, senangnya bila menjadi angin.

Sangat berbeda dengan diriku. Jalan hidup terkekang oleh takdir yang malang. Mengidap penyakit jantung bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Jantungku bisa berhenti kapan saja. Entah apa salahku, sehingga Tuhan menakdirkan jalan hidupku seperti ini.

Hidup selama 23 tahun tidak cukup bagiku. Aku ingin lebih lama. Ya, lebih lama… Aku tak ingin meninggalkan mereka semua. Appa, Eomma, Krystal, dan dia… Kim Jaejoong. Ya, aku mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu. Aku ingin kau terus bersamamu, kalau bisa selamanya. Namun, aku tahu, itu tak mungkin.

Shigane jicheodeo sarang-e appado
Geu shigan jeocha chuogigeo
Majimak insa haneyeo
Saranghamnida saranghamnida
I am tired now and love is pain
But even if that time is just a memory
I have to give my final greeting.
I love you, i love you.

“Chagiya, ayo kita duduk,”ajakmu sambil menarik lenganku pelan.

Kau genggam tangan kurusku. Sama seperti kemarin, kau menatapku lagi seperti itu. Tatapan sedih yang selalu membuat hatiku terenyuh. Kuusap pelan pipimu ketika air matamu yang lembut itu mulai jatuh dari matamu. Kucoba untuk tersenyum padamu. Bagaikan memberikan harapan palsu padamu.

“Waeyo, oppa? Namjaku tak boleh menangis…”hiburku sambil mengusap air matanya.

“Ahniyo…”katamu sambil mencoba tersenyum padaku.

Kau sandarkan tubuhku pada bahumu. Terasa hangat dan nyaman. Mungkin ini yang terakhir kalinya aku bersandar pada bahumu. Karena besok, mungkin aku tak akan bisa bersandar lagi pada bahumu yang selalu membuatku tenang… Mungkin juga kita takkan bisa bersama lagi besok.

Sakit memang, tapi memang begitu seharusnya. Takdir yang telah menentukan. Cinta akan terasa sakit jika dua insan harus berpisah. Dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Dan ini adalah saatnya. Aku harus pergi darimu. Tapi, Tuhan… Sebelum aku pergi, biarkanlah aku mengucapkan kata-kata terakhirku padanya… Kuatkan dan bantu aku…

“Oppa…”panggilku pelan.

“Ne, Sica?”balasmu sambil mengelus kepalaku dengan lembut. Nyaman sekali…

“Oppa, jika suatu saat aku pergi… Kau harus tetap bahagia ya. Kau boleh menangis untukku… Aku tak melarangmu untuk bersedih, tapi tak boleh berkepanjangan… Bagaimanapun juga, kau harus mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku,”ucapku dengan berat hati.

Tapi tak ada respon apapun darimu. Kau hanya diam. Ada apa denganmu, Kim Jaejoong? Apa aku mengatakan hal yang salah. Kudongakkan kepalaku. Kulihat ada air mata lagi dipipimu. Dengan segera, kuusap pelan benda bening itu dari pipimu. Maaf untuk kata-kataku yang membuatmu sedih. Aku pun tak ingin berkata seperti itu.

“Oppa, saranghamnida…”kataku sambil menunjukkan senyum terbaikku. Untuk yang terakhir kalinya.

“Nado saranghamnida…”balasmu sambil mendekapku erat.

“Oppa, boleh kupinjam sebentar bahumu? Aku mengantuk. Aku ingin tidur sebentar,”pintaku.

“Tentu,”katamu dengan singkat, namun sarat.

Fly away fly away love
Fly away fly away love
Fly away fly away love

Kututup mataku dengan pelan. Perlahan, memori-memori itu kembali. Kenangan dan rentetan kejadian ketika aku masih kecil hingga seperti ini. Jelas sekali kulihat, rasanya seperti menonton sebuah film pendek.

Aku jadi ingat dengan perkataan Eomma beberapa bulan lalu. Menjelang kematiannya, orang akan melihat serentetan jalan kehidupannya. Seperti film pendek. Sama seperti apa yang kualami saat ini.

Hmm… Apakah ini artinya… Aku mati? Mungkinkah? Sepertinya iya. Jika memang benar begitu, biarlah itu terjadi. Ini memang yang terbaik. Aku terlepas dari penderitaanku. Aku pun tak perlu merepotkan orang-orang disekitarku karena penyakit yang menyusahkan ini.

Memang sedih rasanya. Aku meninggalkan Eomma, Appa, Krystal dan Jaejoong. Tapi… Biarkanlah cintaku pada Jaejoong terbang seperti angin… Bebas, sesuai arah… Namun abadi…

Naeseng-e dan hanbone sarang-a
Annyeong…
In the afterlife i will greet my love again… Goodbye

Aku yakin semua pasti ada maksudnya. Aku pun tak khawatir karena aku harus meninggalkanmu, Jae… Karena aku yakin, di kehidupan keduaku, aku akan menyapa dan menemui cintaku lagi… Yaitu dirimu…

—————————————————- END ———————————————————

Gimanaaa? Aneh ya aneh.__. Mian kalo gak nyambung dan banyak kesalahan. Maklumlah, ini kan pertama kalinya bikin Songfic, hehe^^ Sekarang waktunya kalian untuk COMMENT + LIKE jika ingin bertemu BIAS!!! *maksa* :D

5 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s