There You’ll Be [PART 1]

 

 

TITTLE :THERE YOU’LL BE [PART 1]

LENGTH: Chaptered

Shoot : 1 of ?

CAST :

Lee Hyukjae a.ka EunHyuk

Kim Yura (OC)

Choi Siwon

Kim Youngwoon a.ka Kang In

And other cast u will find in this FanFict

Author  : indah purnama dewi / chondahhyuk

Genre : Romance

RATE : PG

Disclaimer: I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves. This story is only a fiction. REMEMBER! This is just FICTION! Say NO TO PLAGIATOR! J

A/N                :           Ini FF pertama author amatiran (baca: author chondahhyuk), mianhae jika FF ini biasa banget ato pasaran banget tema/alurnya. Untuk itu, author minta komen yang banyak dari para readers yang imut2 supaya author bisa mengkoreksi kesalahan dan kekurangan FF ini. Mianhae FF ini gaje. ><. Aku juga baru belajar bikin FF J Komen kalian sangat membantu author untuk lebih meningkatkan kreatifitas author dlm membuat FF. Khamsahamnida ^^

 Visit my wordpress account : cloudsparkling.wordpress.com

~~~~~~~

Jam dinding menunjukan angka 8.30. Huaaam.. aku sangat lelah sekali menjaga toko ini seharian, baru sekitar pukul 7 malam ini toko kue ini sepi pengunjung tak seperti biasanya toko kue milik keluarga ku ini ramai sekali di kunjungi orang .

Hari ini aku libur kuliah jadi hari ini aku turun tangan untuk ikut menjaga toko.

Ya, aku di tunjuk oleh ayah dan ibu untuk mengelola toko kue ini sejak aku lulus SMA. Sebenarnya, toko ini seharusnya dikelola oleh kakak lelaki ku. Tapi,  Kim Youngwoon –kakak ku sudah cukup sibuk dengan pekerjaanya menjadi dokter dan toko ini pun dibebankan pada ku.

Aku mulai bosan. Soo Young teman ku yang bekerja disini sudah sejak sejam lalu pulang karna mendadak ibunya sakit. Hah, entah apa yang harus ku lakukan sendiri disini. Aku memandang ke jalan sebrang toko ku dari balik etalase banyak sekali pasangan yang berlalu lalang di depan toko ku. Aih, aku iri sekali dengan mereka. Aku jadi teringat dengan seseorang…  orang itu cinta pertama ku. Sejak setahun lalu kami putus, tanpa sebab. Dia pergi begitu saja.

Mungkin aku trauma, sehingga sampai saat ini aku tak pernah ada niat untuk pacaran lagi. Tapi… mungkin juga aku masih menyimpan rasa cinta untuk si cinta pertama ku itu sehingga rasanya tak mampu lagi aku untuk membuka hati pada orang lain.

Aku memutuskan untuk menutup toko, karna aku sudah cukup bosan dan lelah. Toko ku tutup dan aku pulang kerumah dengan berjalan kaki karna rumah ku tidak terlalu jauh dari toko ku. Entah mengapa perasaanku tidak enak saat berjalan menyusuri area pertokoan dimana toko ku berada namun perasaan itu ku acuhkan. Lama kelamaan, aku merasa ada  seseorang yang menguntitku dari belakang.

Aku melihat ke arah belakang, namun tidak ada siapa-siapa aku pun berjalan lagi. Disebuah gang sepi aku merasa yakin bahwa ada orang yang mengikuti ku sejak tadi dan benar saja tiga orang bandit tersebut mengerumuniku

“hei manis.. kau sendirian” lelaki bertubuh tegap dan  bermata sadis itu mencolek dagu ku.  “aargh, apa yang kalian lakukan!” aku menepis tangan lelaki itu “jangan marah dong cantik, temani kami yaa” kata lelaki yang satu lagi dan teman-temannya yang lain berusaha memegang tangan ku .

aku berusaha berontak “jangan sentuh aku ! atau aku telpon polisi sekarang juga!” aku mengambil handphone dari saku jaket ku dan berusaha menelpon polisi.  Tapi sayang.. handphone ku di rampas salah satu dari bandit tersebut.

Aku berteriak ketakutan. Kemudian aku merasakan ada seorang pria yang datang“Hentikan! Jangan sentuh wanita itu!” suara pria itu mengejutkan aku, dan ketiga bandit itu.

Suara yang sangat ku kenal. Aku mencoba melihat siapa pria itu. Tapi lelaki itu lebih dahulu menghajar  bandit-bandit tersebut.

Refleks, aku menutup wajah ku dengan tas ku-aku sangat ketakutan. Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening. “ah, sial orang itu melukai tangan ku!” sepertinya suara pria yang menyelamatkan ku

Aku membuka wajahku yang sejak tadi ku tutupi dengan tas. Namja itu membelakangiku, kemudian dia berbalik ke arah ku.

“kau tidak apa apa nona…” Aku memandang wajahnya dengan seksama pria itu pun melakukan hal yang sama pada ku. Wajah yang sangat ku kenal “ka..kauu Lee Hyukjae?! Oppa Hyukjae?” aku benar-benar kaget.

“Yura? Kau kah itu?”

“oppa….”  Tanpa sadar aku menteskan air mata.

“Kemana saja kau? Tak pedulikah kau dengan ku? Aku sangat mencemaskan mu oppa..hiks.”  aku terisak.

“Yuraaa…” Lee Hyukjae menatapku. “Kau jahat oppa, selama ini aku menunggu mu!” aku memukul lengannya berkali kali. Hyukjae oppa meraih tangan ku yang mencoba ingin memukulnya lagi dan menariknya kebelakang-menarik tubuhku mendekat bahkan sangat dekat dengannya. Kemudian , namja tampan itu memeluk ku.

Aku menangis di pelukannya. Hyukjae oppa membelai lembut rambutku.

“maafkan aku yura. Aku tak bermaksud  meninggalkanmu”

“aku merindukan mu oppa..”

Hyukjae oppa melepaskan pelukannya dan menghapus air mata ku. Tanpa sengaja aku menyentuh tangannya. “Aaw..” rintih Hyukjae.

“Ya ampun, oppa.. maafkan aku,” aku memegangi tangannya yang terluka karna terkena senjata yang di bawa oleh bandit-bandit kurang ajar tadi. Demi menyelamatkan ku, oppa terluka.

“Kau harus segera di obati oppa.” Kata ku lagi.

“tidak usah Yura, aku tidak apa-apa..”

“oppa, kau telah menyelamatkan aku. Dan sekarang, waktunya aku yang membantumu untuk mengobati luka muu ini..”

“sudahlah Yuraa..”

“Ayo ikut kerumah ku, oppa..”

“Yuraa..”

“Sudahlah ikut aku” aku menarik tangannya memaksanya agar ikut dengan ku

Setibanya dirumah..

Appa , eomma, dan Youngwoon oppa sudah tertidur, hah.. rupanya sudah jam 22.30.

Aku membuat teh hangat dan mengambil kotak obat dan menghampiri Hyukjae oppa yang tengah duduk di sofa ruang tamu ku.

“Setelah ku obati, kau harus meminum teh yang kusediakan ini ya oppa.” Aku memberi obat pada luka goresan pisau pada punggung tangan oppa. Oppa memandangi ku dan lukanya sambill sesekali merintih kesakitan “gomawoYura..”

“ne cheonma, oppa ini tehnya, ayolah diminum..” aku menyodorkan secangkir teh hangat yang ku buat untuknya. Hyukjae oppa meminumnya, kemudian dia memandangi ku yang tengah sibuk membereskan obat-obatan

“Yura..” panggilnya.

“Ne oppa?” sahutku tanpa melihatnya dan terus sibuk membereskan obat-obat.

Kemudian Hyukjae oppa memegang tanganku. Aku memandangnya

“aku merindukan mu Kim Yura-ah. Aku ingin selalu dekat dengan mu.. bisakah?” aku terdiam mendengar kata-katanya. Aku memandangnya dengan wajah tanpa ekspresi

“akuu.” aku bingung mau menjawab apa, aku sungguh kaget dengan apa yang baru saja dia ucapkan.

Semua memori saat ia meninggalkanku pun seakan bangkit kembali. Hyukjae oppa meninggalkanku tanpa alasan, kami lostcontact. Padahal, saat itu kami tidak memiliki problem sama sekali.

Oh ya Tuhan, rasa rindu ini bukan hanya aku yang merasakannya.

Cup, tiba-tiba Hyukjae oppa mencium keningku. Omoonaaa.. wajahku memerah, apa yang harus ku lakukan

“Yura-ah, ini sudah terlalu larut untuk bertamu kerumah orang, terimakasih Yura-ah.. sekarang aku bekerja di SUKIRA. Dan aku berharap kita bisa lebih sering bertemu lagi. Aku sangat senang bertemu dengan mu kembali hari ini. Sampai jumpa”

Hyukjae oppa meninggalkan ruang tamu dan aku masih terdiam seperti orang bodoh.

–di kamar–

Aku menutup pintu kamarku, aku berjalan menuju tempat tidur dan menghempaskan tubuh ku disana. Fiuh.. apakah aku bermimpi? Cinta pertamaku hadir lagi? Apa ini nyata? Aku menampar pelan wajah ku, ya Tuhan, ini nyata ! Apakah aku bisa bersamanya seperti dulu lagi? Hah, apakah Hyukjae oppa sudah memiliki kekasih baru?

Hyukjae POV

Hari ini aku bertemu dengannya setelah sekian lama aku ‘menghilang’ dari kehidupannya, Dia masih sama seperti dulu.

Jujur saja, setelah melihatnya malam ini aku jadi menyesal kenapa begitu bodohnya aku meninggalkan dia selama ini?  Hah, dia begitu baik, begitu peduli,  dan aku sangat yakin sampai saat ini dia pun masih mencintai dan menyayangiku seperti dulu.

Ku akui, tak ada satu pun yang’cacat’ dari diri seorang Kim Yura dimataku, dia selalu sempurna.. Aku sangat menyayanginya. Sangat –sangat mencintai dan menyayangi Kim Yura..

Kim Yura POV

Huaaahh, pagi ini aku bangun dengan perasaan bahagia, ya itu semua karna apa yang telah terjadi pada ku tadi malam..

Pagi ini aku ada mata kuliah, dan aku pergi ke kampus di antar oleh Youngwoon oppa. “Oppa, nanti kau tidak usah menjemput ku.” Kataku pada Youngwoon oppa

–sore hari di gerbang kampus Kim Yura—

Apa benar Hyukjae oppa bekerja di SUKIRA? Hah, aku ingin bertemu dengannya lagi. Aku ingin mengunjunginya.. Aku menunggu taksi untuk pergi ke SUKIRA.

Tiba-tiba, ada yang sengaja menjahili ku dengan menutup mataku! “hei, tidak usah main-main Hye Kyung! Aku sedang buru-buru” kata ku pada orang yang iseng menutup mata ku sambil meraba-raba tangan yang menutup mataku. Menyebalkan !

“kau buru-buru? Memang kau mau kemana Yura-ah?” bisik orang yang menutup mataku di telingaku. Suara itu, sangat ku kenal.. Ituu.. itu suara Hyukjae oppa!

“Lee Hyuk Jae !” Hyukjae oppa melepaskan tangannya. Aku berbalik badan menghadapnya sambil melipat tangan ku di perut dan menatapnya kesal. Hyukjae oppa tertawa melihat ekspresi ku.

“haha, ada apa Yura-ah? Kau mau kemana? Biar aku yang mengantar mu.”  Hyukjae oppa tertawa lagi.

“oppaaaa…”  aku memukul lengannya. “aduuuhh, kau galak sekali yura hahaha” dia tertawa lagi.

“kau menyebalkan!”  kataku. Hyukjae oppa tertawa lagi,

”jangan ngambek doongg” pujuk Hyukjae oppa.

Aku masih ‘berpose’ seperti tadi Hyukjae oppa terlihat memohon pada ku sambil tersenyum. Aku meliriknya. Melihat wajahnya, aku tak tahan dan akhirnya aku tertawa. Oppa menarik tangan ku dan mengajak ku untuk ikut dengannya. Aku dibonceng Hyukjae oppa dengan sepeda motor besar miliknya

Hyukjae oppa menarik tangan ku kedepan “peluk aku Yura,” bisiknya, aku menuruti.

*****

Hari itu aku  menghabiskan waktu ku bersama Hyukjae oppa, seperti.. saat aku menjadi kekasihnya,

“Yura-ah,” rengek Hyukjae oppa seperti anak kecil

“ne, oppa?” jawabku

“tiup mata ku, sepertinya ada debu yang mengotorinya”

“oh, kemarilah oppa..” Hyukjae oppa mendekat dan aku mencoba untuk meniup matanya namun belum sempat meniup…. “muuaaahhh…” kata Hyukjae oppa. Dia mencium pipi ku. “hahahaa, kau tertipu! Haha” dia tertawa lagi. Aku cemberut. Hyukjae oppa memeluk ku membelai rambutku. Aku menghirup aroma tubuhnya. Semua terasa indah.. “saranghae, Yura-ah..”

****

 

Hyukjae POV

Hari yang melelahkan, tapi sangat menyenangkan di sisa waktu ini, aku harus bisa membahagiakan yeoja yang ku sayang.

Sudah beberapa minggu ini kami habiskan waktu layaknya seorang sepasang kekasih, tapi aku masih ragu mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada mantan kekasihku tu.

****

“oppa..” terdengar suara memanggilku.

“ne, Yura-ah?”

“makan malam mu sudah selesai, ayo kita makan bersama..” ya, malam ini Yura mengunjungi apartemen sederhana ku.

“masakan mu enak sekali Yura, sering-seringlah kau memasakan makan untuk ku ya” aku memujinya setelah selesai menyantap makanan yang di buatnya..

“terimakasih oppa, kapan pun oppa mau, aku akan memasakannya untuk mu” yeoja manis itu tersenyum pada ku,  aku mengacak-acak rambutnya yang lurus dan lembut.

“Yura-ah, aku mandi dulu ya..”

“baiklah oppa..”

Selesai mandi, aku mencari yeoja ku itu,

dia sedang melihat tetesan air hujan dibalik jendela.. aku mendekapnya dari belakang “kau khawatir tidak bisa pulang?” Tanya ku

“oppaaa!! Mana baju mu, mengapa kau masih memakai handuk!!” teriaknya sambil menutup mata

“psst.. kau tidak suka dengan tubuh ku?” aku menggodanya lagi

“oppa!! Kau menggelikan!” Yura berteriak. Aku semakin erat mendekapnya “monkey!” ejeknya “yeah, I’m still you’re monkey” kemudian suasana menjadi hening. Romantis sekali.

“oppa…” dia memanggilku dengan lembut. tangan kirinya menggenggam tangan ku yang sedang memeluknya dan tangan kanannya membelai wajahku. “mwo?” jawabku

“apa kita sedang pacaran?”

Aku terdiam, Yura berhenti membelai wajahku. Bagaimana aku harus menjawabnya? Aku takut, aku ‘menghilang’ lagi dari hidupnya.

Tapi.. aku sangat… “tentu saja sayang..” jawabku sambil mencium kepalanya.

Arrrgh!! Apa yang baru saja aku katakan ?!

“sungguh?” Yura melepaskan dirinya dari dekapan ku dan berhadapan dengan ku

“iyaa, Yura-ah” aku tersenyum. Yeoja itu memeluk tubuh ku sangat erat aku mengangkat dagunya, mendekatkan wajahnya dengan wajahku mata indahnya menatapku amat dalam begitu juga aku daannn….

***

Kim Yura POV

Bagaimana pun penampilan Hyukjae oppa ia selalu terlihat menarik, malam itu pertama kalinya aku melihat six packnya! Di tambah dengan rambutnya yang basah dan belum disisir.. Ya Tuhaaann… Dia membuat jantungku seakan melompat-lompat.

Aku melepaskan pelukannya , namun Hyukjae oppa terlihat enggan. “oppa..” kataku, “hujannya sudah reda, aku ingin pulang..” lanjutku, aku menatapnya. “chagii… bisakah nanti saja? Aku masih ingin bersama mu..” rengeknya. “tapi ini sudah malam oppa..” jelasku. “baiklah, akan ku antar kau pulang..” Hyukjae oppa menyerah dan bergegas memakai baju dan mengantar ku pulang.

***TBC***

Gimana bagus gak? Ini FF yang tahun lalu author buat, dan ini adalah FF pertama author jadi harap maklumi yah kalo jelek ^^

3 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s