(Freelance) [Sequel] Paris Desperate Love Part 7 -END-

Title: Paris Desperate Love Part 7 –END-

 

Cast:

• Baek Suzy Miss A

• Jang Wooyoung 2PM

• Lee Joon MBLAQ

• Lee Jieun (IU)

Other Cast: Find it in this story😉

Genre: romantic, drama

Length: Series

Rating: PG 15+

Diaclaimer: ini adalah part ketujuh dari sequel ff Splendid Marriage. Rencananya ini adalah part terakhir. Terimakasih yg sudah membaca ff Splendid Marriage dari awal sampai akhir. Ditunggu aja ya epilognya, makasih =D Semua cast milik Tuhan, jalan ceritanya milik aku jadi no bashing ya! Happy reading =)

***

 

-Wooyoung POV-

 

“Mwoya?? Kau akan kembali ke Korea? Ah berita yang sangat baik!” Aku tersenyum senang mendengar IU mengatakan kalau ia memutuskan untuk kembali ke Korea saja.

 

“Tentu saja oppa! Aku sudah berada di Incheon sekarang!” Incheon??

 

“Mwo?? Incheon?? Berarti kau sudah sampai di Korea??”

 

“Hahaha iya, kau terkejut kah? Berarti aku berhasil memberikan surprise untukmu!”

 

“Tunggu disana, biar ku jemput sekarang juga”

 

“Ah aniyo aniyo!! Tidak usah! Kau kan sibuk latihan! Aku bisa pulang sendiri! Beritahu saja dimana alamat dorm mu arra?”

 

“Tidak biar ku jemput saja” aku menyabet kunci mobilku lalu menuju ke ruangan park sajangnim untuk meminta izin menjemput IU.

 

“Haish! Kau ini keras kepala! Sudah kubilang tak usah! Aku sudah menyetop taksi! Cepat kirimkan saja dimana alamat dorm mu. Ppalliyo!” Klik! Ia menutup telefonnya. Haish yeoja yang aneh. Aku pun mengetikkan alamat dorm 2PM padanya. Lalu naik kembali ke dorm, tak jadi keruangan park sajangnim.

 

***

 

Aku menunggu kedatangan IU sambil menonton TV. Pelatih koreo kami, Yang Sajangnim, belum datang. Jadi kami masih bisa bersantai untuk beberapa waktu.

 

“Tadi siapa yang menelepon Young-ah?” Tanya Khun hyung lalu duduk disampingku. Ia menyodorkan kaleng soda di tangannya kepadaku. Aku pun mengambilnya lalu meminumnya.

 

“IU, hyung”

 

“IU? Ah, yeoja Perancis yang menolongmu waktu itu?”

 

“Ye, benar hyung. Dia sudah sampai di Incheon tadi”

 

“Mwo? Incheon? Lalu, mengapa tak kau jemput?”

 

“Aku sudah berusaha. Tapi ia melarangku”

 

“Ah begitu ya?”

 

“Nde”

 

***

 

Ting.. Nong..

 

Aku bangkit dari tempat dudukku. Pasti IU, pikirku. Aku pun menuju ke pintu dorm lalu segera membukanya.

 

“Oppa…!!” Ia memelukku dengan senyum mengembang di wajahnya.

 

“Kau ini keras kepala! Sudah kubilang biar ku jemput, kau malah tak mau. Untung tak ada yang menculikmu”

 

“Ahaha kau terlalu berlebihan oppa. Aku kan bukan anak kecil lagi”

 

“Nde nde, ayo masuk” aku dan IU pun masuk ke dalam dorm.

 

Aku pun duduk di ruang tv bersamanya. IU sempat menceritakan kalau ada seorang teman kerjanya yang bilang, kalau ia sering melihat yeoja yang IU cari.

 

“Oppa”

 

“Nde?”

 

“Waktu itu, aku pernah memperlihatkan kepada teman kerjaku, foto Suzy”

 

“Lalu?”

 

“Kau tahu, dia bilang, dia sering melihat Suzy di apartemennya.

 

“Jinjja? Lalu?”

 

“Nde, Dia bilang, yang ia tahu, Suzy tinggal bersama seorang namja yang merupakan nampyeon nya”

 

“Mworago?? Nampyeon?? Nampyeonnya kan aku! Lalu kau sudah ke apartemennya?”

 

“Nde, itulah masalahnya. Aku sudah ke apartemennya, tapi apartemennya kosong. Aku bertanya ke resepsionis, dan resepsionis itu bilang, kalau mereka sedang berlibur ke Gyeongju, Korea”

 

“Mwo?? Jinjjayo?? Gyeongju??”

 

“Nde, resepsionis itu juga bilang… kalau anaemu itu sedang…. mengidam makanya ia meminta untuk berlibur ke Gyeongju!”

 

“Mengidam?? Apakah maksudmu ia sedang hamil? Micheo! Aku bahkan belum pernah merasakan malam pertama dengannya!!”

 

“Nde, resepsionisnya berkata seperti itu. Ah mollayo! Mungkin kau tak sadar telah menidurinya?”

 

“Bagaimana tak sadar? Aku memang sering menidurinya, tapi aku benar benar belum pernah melakukan ‘itu’ dengannya. Bagaimana mungkin ia bisa hamil?? Atau… jangan jangan ia hamil dengan oppa-mu??”

 

“Sepertinya begitu? Karena nampyeon dari anaemu yang dimaksud temanku itu kan oppaku”

 

“TCH!! MICHESSEO!! Oppa-mu benar benar brengsek!! Kau tahu, aku bersabar menunggu malam pertama dengannya karena kami sangat sangat sibuk! Lalu aku kehilangan dia. Dan sekarang, dengan mudahnya oppa-mu itu mendapatkan keperawanan anaeku??? MICHEO!!!” Aku menggebrak meja di hadapanku kasar. Amarahku meluap. Ini sudah benar benar keterlaluan. Oke, mungkin aku dapat mengikhlas kan jika aku kehilangan anaeku. Tapi jika aku harus mengikhlaskan keperawanannya? SIRHEO! Aku bahkan belum pernah merasakannya, padahal aku adalah nampyeonnya.

 

“Sabar oppa. Aku tahu ini berat untukmu. Tapi mungkin ini sudah takdir Tuhan. Tuhan mungkin memiliki rencana lain untuk kalian. Percayalah akan mukjizat Tuhan” ia menepuk nepuk bahuku.

 

“Tapi aku benar benar tak bisa mengikhlaskan itu! Aku tak rela! Ia sudah meng-hak miliki anaeku dan ia pun namja pertama yang mengambil keperawanan anaeku!! Rasanya aku ingin membunuhnya saat ini juga”

 

“Sudahlah oppa lebih baik kau beristirahat saja. Mungkin kau lelah?”

 

“Ani! Aku masih ada latihan sebentar lagi!”

 

“Oh baiklah kalau begitu. Dimana aku dapat beristirahat? Aku lelah”

 

“Kamarmu di sebelah sana” ucapku menunjuk sebuah kamar.

 

“Ne, gomawo oppa. Aku beristirahat dulu”

 

“Ne cheon” ia pun menuju ke kamarnya.

 

Tch!! Namja itu benar benar membuatku marah! Seenaknya saja dia menanamkan benih di rahim anaeku!! Anaeku sudah tidak perawan lagi karenanya! Namja brengsek!! Tuhan, mengapa cobaan ini benar benar berat untukku? Aku tak sanggup lagi Tuhan. Aku putus asa akan hidup yang ku jalani ini. Sebenarnya apa salahku padamu hingga kau menghukumku dengan cobaan bertubi tubi seberat ini?

 

Aku ingin anaeku, Tuhan. Sungguh sungguh ingin! Biarkan ia kembali padaku. Aku akan tetap mencintainya Tuhan, biarpun kenyataan terburuk yang akan ku terima nantinya adalah, ia sedang mengandung anak yang merupakan buah cintanya bersama namja lain. Aku akan tetap mencintainya Tuhan.

 

Argh! Aku putus asa! Putus asa akan cobaan hidup yang ku alami ini. Aku tak sanggup lagi menghadapi semuanya. Tak ada lagi yang dapat ku pertahankan di dunia ini. Haruskah aku menyerah pada hidupku sendiri? Haruskah aku mengakhiri semuanya? Mengakhiri derita hidupku ini, Tuhan? Akankah kau marah padaku jika aku mengakhiri hidupku?

 

***

 

Yang Sajangnim sudah datang. Seluruh member 2PM pun segera bergegas menuju ke ruang koreo, termasuk aku. Saat aku memasuki ruang koreo, semuanya sudah berkumpul disana dan aku pun segera meminta maaf kepada Yang nim karena keterlambatanku.

 

Hingga menjelang maghrib, aku masih tidak bisa fokus berlati koreo. Ini benar benar memalukan! Tidak biasanya aku seperti ini. Sudah ber jam jam, tapi aku tak dapat juga menguasai gerakan koreo ini. Haish! Micheo! Ini semua gara gara namja brengsek itu.

 

Kalau saja ia tak menghamili anaeku, mungkin aku tak akan segila ini memikirkan hal itu. Tch!! Fokuskan pikiran mu Young!! Hanya untuk beberapa jam selama di MAMA saja, bertahanlah!

 

Pelatih koreo ku pun berungkali memarahiku karena sering kali aku kedapat sedang melakukan kesalahn lah, sedang melamun lah dan lain lain. Ia bertanya ada apa denganku, tapi aku berkata aku hanya kurang tidur saja, jadi aku sedikit mengantuk. Tentu, tak mungkin kan aku mengatakan padanya bahwa anae ku sedang mengandung anak dari namja lain?

 

“Young, kau sebenarnya kenapa? Sikapmu aneh! Tak biasanya kau melakukan banyak kesalahan saat berlatih koreo?” Junsu hyung menghampiriku yang sedang duduk di bangku panjang di halaman JYPent. Mungkin dia ditegur juga oleh Yang nim. Ya, mengingat dia adalah member tertua di 2PM yang sudah diberikan kepercayaan untuk menjaga semua member.

 

“Aku sedang banyak pikiran hyung” aku menarik nafas dalam dalam.

 

“Pikiran? Tentang apa? Berbagilah supaya kau merasa sedikit tenang”

 

“Ini…. masalah Suzy, hyung”

 

“Anaemu? Sudah ada kabar tentangnya?”

 

“Nde, kabar buruk!”

 

“Kabar buruk? Apa dia sudah….”

 

“Aniyo! Dia belum meninggal! Dia masih hidup bahkan aku pernah bertemu dengannya saat di perancis”

 

“Jinjja? Lalu kenapa tak kau bawa pulang?”

 

“Itulah masalahnya! Ia menjauhiku dan berlari saat melihatku. Bahkan ia sempat menamparku”

 

“Micheo!! Kenapa bisa ia menamparmu?”

 

“Karena.. Aku menciumnya di depan banyak orang”

 

“Pabo!! Tentu saja dia marah! Mungkin dia malu!”

 

“Tapi biasanya ia tak pernah sampai menampar seperti itu, hyung”

 

“Biasanya kan? Mungkin waktu itu dia sedang dalam keadaan ‘tidak biasa'”

 

“Nde, sepertinya keadaannya memang sedang tidak biasa. Kau tahu, ia bahkan sempat berkata ‘duguya’ padaku”

 

“Dugu? Padamu? Apa ia tak ingat kau?? Mengapa jadi rumit seperti ini sih??”

 

“Nde, sepertinya begitu. Ia pun berkata kalau ia bukan Suzy dan dia tak mengenal siapa Suzy! Bahkan dia memanggilku dengan sebutan ahjussi”

 

“Ahjussi? Ahaha! Sebegitu merasa asing-nya kah ia denganmu hingga ia memanggilmu ahjussi? Aku pusing memikirkan masalahmu Young” Junsu hyung mengetuk ngetuk keningnya dengan jari jarinya.

 

“Apalagi aku, hyung!”

 

“Bagaimana kalau kau bertanya dulu solusi baiknya kepada Park Nim? Kalau menurutku sih, Suzy itu hilang ingatan. Mungkin kecelakaan pesawat itu menyebabkan ia hilang ingatan Young!”

 

“Bisa jadi seperti itu hyung. Tapi ada satu masalah yang paling berat hyung”

 

“Mwo?”

 

“Suzy saat ini sedang hamil”

 

“MWOYA??? HAMIL?? Apakah kalian sudah…. melakukan ‘itu’?”

 

“Ya!! Tentu saja belum!! Kau kan tahu kami sama sama sibuk”

 

“Lalu? Ia hamil dengan siapa?”

 

“Itu masalah terberatku! Anaeku hamil, tapi bukan karnaku, tapi karna namja lain!!”

 

“Namja lain? Dugu?”

 

“Molla. IU bilang, ia pernah melihat anaeku dengan oppa-nya. Mungkin oppa-nya itu yang telah menghamili anaeku. Bahkan mereka berdua katanya sudah menikah”

 

“Oppa-nya IU? Ko bosa?”

 

“Argh entahlah! Jalan ceritanya terlalu rumit. Aku sendiri tidak tahu pasti bagaimana ceritana bisa jadi seperti ini!”

 

“Aku yang mendengarnya saja sudah pusing. Apalagi kau menjalaninya. Entahlah aku sendiri bingung harus berbuat apa saat ini. Coba kau tanyakan dulu pada Park nim masalah ini, otte?”

 

“Nde, akan aku coba tanyakan”

 

***

 

-Seminggu kemudian-

 

Selama seminggu aku memikirkan keputusan terbaik. Akhirnya aku pun menanyakan pada Park nim bagaimana silusi baiknya. Selama ini, aku masih di sibukkan dengan kegiatan bersama 2PM. IU pun sudah menyewa sebuah apartemen untuknya selama ia tinggal di Korea. Hari ini, jadwalku sedikit longgar. Aku pun meminta izin kepada Park nim untuk pergi ke Gyeongju bersama IU. Petunjuk pertamaku untuk menemukan Suzy di Korea adalah Gyeongju.

 

Park nim awalnya marah padaku. Entahlah, mungkin ia sudah cukup lelah mendengarku meminta izin kesana kemari untuk mencari Suzy, tapi tak pernah mendapatkan hasil apapun. Bahkan mungkin, dia sudah mengubur dalam dalam masalah Suzy ini. Tapi aku tak menyerah. Aku benar benar memohon padanya. Mungkin karena melihat keseriusan di wajahku untuk menemukan anaeku, akhirnya ia lagi lagi mengizinkan aku pergi.

 

***

 

Aku sedang berada di stasiun untuk pergi ke Gyeongju bersama IU. Awalnya aku ingin mengendarai mobil saja, tapi tidak di izinkan oleh Park nim, entah kenapa. Setelah mengepak barang barangku, aku pun pergi ke apartemen IU untuk menjemputnya. Dan saat ini, aku sedang menunggu kereta yang menuju ke Gyeongjuu di Seoul Station.

 

“Oppa, kau sudah mendapatkan izin dari Park nim?”

 

“Tentu saja sudah! Kalau aku tak punya izin, mana mungkin aku berani pergi”

 

“Ah baguslah oppa. Ah nde, apa kau sudah membeli tiketnya oppa?”

 

“Ah omonaaa hampir saja lupa. Tunggu disini ya aku membeli tiket dulu”

 

“Nde”

 

***

 

Aku berjalan menuju ke loket tiket untuk membeli tiket kereta yang menuju ke Gyeongju. Seoul station pagi ini sangatlah ramai. Aku sedikit kesulitan untuk berjalan karena suasana sedikit desak desakan. Aku pun berjalan dengan lebih cepat. Saat melewati ruang tunggu, aku tak sengaja menabrak seorang yeoja.

 

“Aww” ucap yeoja tersebut.

 

“Ah mianhae nona, mia….” Aku tak melanjutkan kata kataku saat yeoja ini tiba tiba berbalik dan menatapku dengan sedikit mendengus. Yeoja dengan kacamata hitam dan rambut di gerai panjang. Ia memakai jaket hitam dengan stiletto ungu menjulang. Aku terpaku untuk waktu yang cukup lama.

 

“Nde!” Hanya kata kata itu yang keluar dari mulutnya lalu ia kembali berbalik dan pergi.

 

“Suzy…?” Aku masih terpaku di posisiku lalu sedetik kemudian aku mencoba mengejarnya. Benarkah dia Suzy?

 

Tuhan, kalau memang benar ia Suzy, biarkan ia kembali padaku kali ini, Tuhan. Aku tak mau kehilangan dia lagi untuk ketiga kalinya. Berikan mukjizat mu – kalaupun seandainya ia tak dapat mengingatku lagi – agar ia dapat mengingatku kembali, Tuhan. Aku menanti. Menanti ia kembali. Menanti ia mengatakan ‘Wooyoung oppa!’ lagi. Menanti mukjizatMu. Menanti keajaiban yang akan Kau berikan untukku. Ku pikir penantianku sudah terlalu panjang, Tuhan.

 

Tuhan, jika boleh aku minta satu permintaan padamu, aku hanya ingin, anaeku kembali padaku selamanya. Salahkah aku meminta itu padamu, Tuhan? Salahkah jika aku meminta anaeku kembali? Salahkah jika aku berharap anaeku dapat mengingatku lagi? Apakah dia memang bukan takdirku, Tuhan? Tuhan, aku sangat mencintainya. Dengarlah doa hambamu ini. Aku menanti, Tuhan. Menanti kau mengabulkan doa hambamu ini. Ku mohon. Aku mencintainya bahkan melebihi aku mencintai diriku sendiri. Biarlah aku hidup bahagia selamanya bersama anaeku Tuhan. Sekali ini saja…

 

***

 

-END-

 

Anyyeong =)) seperti biasa, author lagi galau, inspirasi mentok, pengen cepet cepet nyelesain ff ini, jadi aja ending nya di paksain huehehe =D terimakasih banyak yang udah baca ff aku mulai dari Splendid Marriage sampe kesini =)) neomu neomu gomawo!! Ff ini sebenarnya belum selesai, masih ada epilognya, di tunggu yaa kawan kawan, otak author lagi butek gini ehehehe =))))  anyyeonghi gaseyo :*

28 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s