FF SuGen – Valentine’s Day *part 2*


Author : Mimiyoungie or Isabella (@gaemevilbella)
Gendre : Romantic, Friendship, and all about Love
Rating : *silahkan readers yang menentukan*
Cast : Super Generation Couple
Pairing :
– TaeTeuk (Taeyeon+Leeteuk)
– HaeSica (Donghae+Jessica)
– SunSun (Sungmin+Sunny)
– SiFany (Siwon+Tiffany)
– HyoHyuk (Hyoyeon+Eunhyuk)
– YulSung (Yuri+Yesung)
– KyuYoung (Kyuhyun+Sooyoung)
– YoonBum (Yoona+Kibum)
– SeoWook (Seohyun+Ryeowook)
Summary : Perlu diingatkan kalau FF ini bakalan ada 9 kisah cinta yang digabung dengan cerita yang berbeda-beda. Pergantian latar tempat, kejadian atau tokoh akan terjadi setelah adanya tanda bintang (***). No bashing please, aku cuma mau mengekspresikan ide-ide aku lewat FF ini, kalau gak suka sama couple-couple diatas lebih baik tidak usah membaca daripada berujung bashing karena tidak sependapat dengan couple-couple tersebut. Karena yang membuat adalah saya, jadi couplenya juga suka-suka saya *plak!!*. Jangan tanya kenapa couplenya harus begini dan begitu karena itu couple favorite saya. Tidak suka? Itu urusan anda *plak!*. tuh kan kebanyakan bicara, mendingan langsung ajah deh, let’s reading!!

***
Kyuhyun’s Home
10.00 PM

Kyuhyun berdiri di balkon rumahnya sambil meminum susu coklatnya. Pikirannya melayang pada kejadian yang dialaminya tadi siang. Gadis itu, Choi Sooyoung, menyabotase seluruh pikirannya dan membuat pria itu tidak bisa berpikir hal lain selain tentang Sooyoung. Gadis yang terlihat biasa itu…bagaimana mungkin dia adalah putri tunggal keluarga Choi yang sangat terkenal itu?.
Sooyoung berpenampilan sederhana, selalu pergi dengan bus menuju sekolah, tinggal di apartemen murah dipinggir kota, tapi….ternyata dia gadis kaya raya?. Kepala Kyuhyun benar-benar pusing memikirkan hal itu. Hanya satu pertanyaan dibenak namja tampan itu, bagaimana mungkin?.
“ Selamat malam tuan muda” sapa tuan Kim ramah, membuyarkan lamunan Kyuhyun. Kyuhyun pun berbalik menatap tuan Kim dan tersenyum.
“ Ne, selamat malam tuan Kim” balas Kyuhyun lalu kembali menikmati pemandangan kota Seoul lewat balkon rumahnya itu.
“ Kurasa tuan muda tengah memikirkan nona Choi, apa benar?” tebak tuan Kim. Kyuhyun menatap tuan Kim takjub. “ Nona Choi…bukan orang asing lagi bagi kami, terutama saya pribadi. Dia gadis yang ceria dan ramah pada semua orang, tipe anak yang membuat siapapun senang melihatnya”. Kyuhyun mendengus mendengarnya.
“ Jeongmalyo? Aku tidak senang melihatnya” cibir Kyuhyun.
“ Lalu kenapa tuan muda membawa nona Choi ke rumah ini? bahkan memberikan pelayanan termewah padanya” tanya tuan Kim.
“ Aku hanya ingin mengerjainya, aku tak menyangka kalau dia adalah putri bungsu keluarga Choi. Tuan Kim ingat luka-lukaku kemarin? Itu akibat hantamannya yang begitu keras, benar-benar yeoja mengerikan” jawab Kyuhyun berapi-api. Tuan Kim hanya terkekeh pelan mendengar jawaban tuan mudanya. Kyuhyun pun menatap pria paruh baya itu bingung.
“ Nona Choi…sangat benci dengan semua yang berhubungan dengan kesombongan, rasa tinggi diri, dan diskriminasi. Bahkan nona Choi bertekat menjadi anggota Kim Intelligent Agent, tapi ayahnya tak mengizinkan. Tentu saja, nona Choi adalah anak satu-satunya dikeluarga itu, dia akan menjadi penerus semuanya” cerita tuan Kim. Kyuhyun menganggukan kepala tanda mengerti.
“ Tapi kenapa Sooyoung tinggal terpisah dari keluarganya? Dia lebih memilih tinggal di apartemen murah dan naik bus ke sekolah daripada hidup nyaman bersama keluarganya” tanya Kyuhyun.
“ Nona Choi…memang wanita yang tangguh dan kuat, aku sangat menyukai kepribadiannya. Dia ingin lebih mandiri dan berlatih untuk bertahan hidup tanpa uang sepeserpun dari orangtuanya. Pada awalnya tuan dan nyonya Choi sama sekali tidak setuju, orangtua mana yang tega membiarkan anaknya tinggal jauh dari mereka dan menderita? Tapi nona Choi berhasil meyakinkan kedua orangtuanya, ia mengatakan bahwa semua itu harus dilakukannya agar lebih bijak jika ia memimpin perusahaan kelak, atas alasan itulah tuan dan nyonya Choi setuju” jawab tuan Kim panjang lebar.
“ Kenapa Sooyoung bukan orang asing lagi bagimu?” tanya Kyuhyun kesekian kali. Tuan Kim memandang langit sambil tersenyum.
“ Nona Choi sangat tertarik dengan semua yang berhubungan dengan dengan action dan senjata. Ia sering mengunjungi Kim Company Building ketika ayahnya bertemu dengan tuan. Ia gadis yang cerdas dan kritis, itu terlihat dari semua pertanyaannya mengenai apapun yang ia lihat, selalu ingin tahu tetapi tidak menyebalkan. Dia disukai banyak orang di kantor. Aku juga menyukainya” jawab tuan Kim. Kyuhyun terdiam sesaat. Hatinya merasa…..sedikit terguncang dengan cerita itu. Sooyoung…dari semua cerita yang didengarnya, ia bukan gadis menyebalkan yang harus disingkirkan. Bahkan Kyuhyun merasakan sesuatu yang gila, ia tertarik pada Sooyoung. Tapi pikirannya tak berubah dengan semua cerita yang terlontar dari bibir tuan Kim, namja tampan ini semakin ingin menjebak Sooyoung….membuatnya terjebak dalam hidup Kyuhyun, sejauh yang ia inginkan….

***
Sungmin’s Home
08.00 AM

Sunny membuka matanya secara berlahan dan mengejap-ejapkannya beberapa kali. Ia memegangi kepalanya yang terasa berputar. Ia pun bangun dari tempat tidurnya untuk mengambil minum, tenggorokannya terasa sangat kering saat ini.
“ Minum, Sun?” tawar sebuah suara sambil menyodorkan segelas air dihadapan Sunny. Gadis itu langsung mengambilnya dan menenggaknya hingga habis.
“ Aigoo, kepalaku sakit sekali” keluh Sunny sambil memijit pelan kepalanya. Ia terdiam sebentar, merasa ada yang aneh dengan semua ini. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh kamar. “ Hey, ini bukan kamarku. Dimana aku sekarang?”.
“ Kau memang tidak sedang berada dikamarmu nona Lee. Kau berada dikamarku, Lee Sungmin” jawab suara itu. Sunny menoleh kesampingnya. Sesosok pria imut tengah tersenyum dan melambaikan tangannya. “ Selamat pagi”. Sunny yang terlalu shock langsung mundur kebelakang, menatap Sungmin dengan wajah takjub.
“ Sung..Sungmin oppa?” ujar Sunny kaget. Sungmin mendaratkan tangannya dipuncak kepala Sunny dan mengacak-acak rambut gadis itu gemas.
“ Aish, benar-benar bukan Bunny penurut!. Bukankah sudah kukatakan untuk tidak mengenggak wine terlalu banyak? Dasar anak kecil” omel Sungmin sambil tertawa-tawa pelan. Sunny merengutkan wajahnya dan mengerucutkan bibirnya, ia paling benci dipanggil anak kecil.
“ Aku hanya belum terbiasa dengan wine, jika aku sering meminumnya, kau pasti punya saingan baru dalam hal itu” bantah Sunny. Sungmin tergelak mendengar ucapan Sunny lalu beranjak meninggalkan gadis itu didalam kamarnya.
“ Aku sudah menghubungi kampus untuk meliburkan kita” ujar Sungmin dari luar kamar. Sunny membulatkan matanya lalu berlari keluar kamar, menghampiri Sungmin yang tengah sibuk nonton televisi.
“ Hey, bagaimana bisa kau menelpon kampusku?” tanya Sunny kaget.
“ Kampusmu? Oh, maksudmu kampus kita?” ralat Sungmin santai. Sunny menyipitkan smookie eyesnya bingung.
“ Memang kita berada di kampus yang sama?”
“ Kau tidak tahu kalau aku sunbae-mu?”. Sunny menepuk keningnya pelan.
“ Kau? Jadi sunbae-ku lagi? Astaga…kenapa selalu begini?”
“ Takdir mungkin? Cepat mandi, aku harus mengantarmu pulang. Aku tidak mau Donghae berpikir yang tidak-tidak tentangku jika aku menahanmu lebih lama”. Sunny tersenyum manis lalu duduk disamping Sungmin. Sungmin menatap Sunny aneh, merasa ada sesuatu yang menyedihkan akan terjadi.
“ Aku tidak mau pulang. Bagaimana kalau kita jalan-jalan, oppa?” ajak Sunny sambil beraegyo.

***
Park Intelligent
09.30 AM

Taeyeon berjalan dengan tergopoh-gopoh menuju gedung Park Intelligent. Ia benar-benar cemas dengan keadaan sepupunya Hyoyeon, dia ingin tahu kabar tentang sepupunya itu. Beberapa orang menatapnya aneh. Tentu saja, siapapun akan bingung dengan kedatangan seorang gadis berambut panjang ikal yang memakai gaun bunga-bunga. Semua wanita yang bekerja ditempat itu memakai seragam khusus dan mengikat rambutnya.
“ Apa perlu apa nona?” tanya receptionist dengan ramah padanya. Taeyeon menatapnya sebentar.
“ Bisakah aku bertemu pemimpin kalian? Aku perlu berbicara padanya” jawab Taeyeon polos. Sang receptionist menyipitkan matanya bingung.
“ Apa nona sudah memiliki janji dengan In-Young sajangnim sebelumnya?” tanya receptionist itu lagi.
“ Eh? Apa aku perlu membuat janji dengan pemimpin kalian jika hanya ingin bertanya tentang keadaan sepupuku yang diutusnya ke Las Vegaz?” tanya Taeyeon balik. Beberapa orang yang mendengar percakapan keduanya hanya bisa menggeleng-geleng kepala.
“ Joseonghamnida nona, kami tidak bisa mempertemukanmu dengan sajangnim. In-Young sajangnim adalah orang penting dan sibuk, tidak bisa meladeni banyak orang” ucap receptionist. Taeyeon mengangguk-ngangguk singkat mendengar ucapan sang receptionist.
“ Baiklah kalau begitu, tapi bisakah kau memberitahukanku tentang kabar sepupuku? Namanya Kim Hyoyeon. Apa dia baik-baik saja? Aku cemas sekali, pemimpin kalian begitu kejam memberikannya tugas yang teramat berat dan berbahaya” tanya Taeyeon pada sang receptionist.
“ Ah, Kim Hyoyeon? Joseonghamnida, tapi aku tidak tahu bagaimana kabarnya. Tapi bukankah dia baru berangkat kemarin? Seharusnya dia baik-baik saja” jawab receptionist.
“ Benarkah? Tapi apapun bisa saja terjadi barang 1 detik sekalipun. Aku benar-benar cemas deng…”
“ Selamat pagi Park Jungsoo sajangnim” ucap semua orang serempak sambil membungkukkan badan. Taeyeon yang terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari seluruh staff pun menoleh kearah pintu masuk. Seorang pria berpakaian formal dan berkacamata hitam berjalan melenggang dengan angkuh menyusuri koridor. Taeyeon memiringkan wajahnya dan menatap pria itu aneh.
“ Eo? Sepertinya aku kenal wajah dan gaya angkuh seperti itu? Tapi dimana?” gumam Taeyeon dan membuat pria itu berhenti karena mendengar kata-katanya. Semua yang ada dikoridor langsung menatap Taeyeon dan bergidik ngeri. Pria itu ikut menatap Taeyeon yang masih terbengong-bengong, berusaha mencerna apa yang terjadi. Pria itu langsung melepas kacamata hitamnya dan menatap Taeyeon kaget.
“ Kau?!” jerit pria itu sambil menunjuk kearah Taeyeon secara dramatis. Taeyeon menoleh kebelakang, mencari seseorang yang mungkin ditunjuk pria itu namun tak ada seorangpun dibelakang gadis imut itu. Iapun kembali menatap pria itu dan menunjuk kearah dirinya sendiri.
“ Aku?” tanyanya polos sambil menunjuk dirinya sendiri. Pria itu menghampiri Taeyeon dan mendekatkan wajahnya kearah gadis itu hingga matanya mengejap-ejap kaget. Mata pria itu bertemu dengan mata Taeyeon, membuatnya merasa seperti….tersetrum? entahlah, mungkin jika ditanya, mata Taeyeon adalah mata terindah yang pernah ia temui seumur hidupnya. “ Ahjussi, kenapa menatapku seperti itu?” tanya Taeyeon lagi. Sesaat kemudian ia tersadar dan mencengkram pergelangan tangan Taeyeon.
“ Ikut aku!” ujarnya lalu menarik tangan Taeyeon untuk mengikutinya. Taeyeon hanya bisa berjalan cepat karena tarikan pria itu. Tubuhnya tidak melawan, otaknya masih berusaha mencerna apa yang terjadi sebenarnya. Pria itu melemparkan tubuh Taeyeon hingga menabrak tembok. Ia mendekati gadis itu dan menempelkan telapak tangannya disamping kepala Taeyeon untuk menyangga berat badannya lalu menatap Taeyeon lekat.
“ K..kau mau apa?” tanya Taeyeon gugup, ia tak pernah berhadapan dengan pria dalam jarak sedekat ini sebelumnya. Pria itu mengeluarkan evil smirknya.
“ Aku? Hanya ingin meminta ganti rugi atas mobilku yang kau rusak kemarin. Tidak mahal, hanya 250 juta won” jawab pria itu santai. Taeyeon langsung membulatkan matanya, kaget.
“ MWO???”

***
Neul Parang Hospital
10.00 AM

Kibum masuk kedalam ruang rawat inap Yoona dengan 2 gelas cappuccino ditangannya lalu duduk disamping gadis itu. Iapun menyodorkan salah satu gelas cappuccino itu kearah Yoona, membuat gadis itu menoleh dan mengambilnya.
“ Gomawo Bum-ah” ucap Yoona sambil memaksakan diri untuk tersenyum. Kibum pun membalasnya dengan senyum tipis dan menenggak minumannya.
“ Akhirnya kita kembali seperti ini. Duduk berdampingan dan meminum cappuccino, aku merindukan hal ini sejak dulu. Sudah berapa tahun aku tak mengalaminya? 7 tahun? Kurasa aku kehilanganmu sejak akhir tahun 2005” ujar Yoona parau. Kibum hanya diam mendengar kata-kata gadis cantik itu, merasa bersalah.
“ Maaf karena aku tidak memberitahumu dulu. Aku…takut kau sedih” ucap Kibum sambil tertunduk. Yoona menyunggingkan senyum hambarnya.
“ Yah…tidak apa-apa, aku hanya berubah menjadi gadis gila yang mencari sahabatnya selama….4 tahun. Astaga, aku benar-benar menyedihkan sekali waktu itu, mata sembab dan bengkak serta rambut yang kusut. Saat itu hanya Taecyeon tempatku bergantung, kupikir dia adalah orang yang setia, tapi ternyata dia….”. Yoona kembali terisak, membuat Kibum menatap gadis itu lalu memeluknya.
“ Jeongmal mianhae, andai aku mengatakan semuanya dulu, kau tak akan bertemu pria itu….jeongmal mianhae” bisik Kibum lirih. Yoona membalas pelukan itu dengan erat.
“ Jangan tinggalkan aku lagi, aku bisa gila tanpamu…” balas Yoona. Pintu pun terbuka secara tiba-tiba, membuat keduanya melepaskan pelukannya.
“ Eh, apa aku mengganggu? Joseonghaeyo” ucap gadis didepan pintu sambil membungkukan badan. Kibum menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, mengalihkan rasa canggung yang menderanya.
“ Gwaenchasumnida. Ngomong-ngomong kau wanita yang kemarin ditemukan Donghae hyung kan? Kau sudah sehat?” tanya Kibum.
“ Ne, Sooyeon imnida” jawab gadis itu sambil tersenyum lebar. Kibum menyipitkan matanya.
“ Kau sudah mengingat identitasmu? Bagaimana mungkin?” tanya Kibum lagi. Sooyeon menggelengkan kepalanya pelan.
“ Anio, aku tidak bisa mengingat siapa diriku. Namaku adalah nama pemberian Donghae oppa. Kau kenal Donghae oppa, pak dokter?” tanya Sooyeon. Kibum tersenyum lalu beranjak dari tempat tidur Yoona dan mengacak-acak rambut Sooyeon.
“ Kim Kibum imnida, sahabat Donghae hyung, sesama dokter disini” jawab Kibum. Sooyeon membalas senyum Kibum lalu menoleh kebelakang.
“ Kibum-ssi, kau tahu dimana ruangan Donghae oppa? Dia meninggalkanku ketika aku pergi ke toilet” tanya Sooyeon polos.
“ Kkeureyo? Baiklah, kita akan ke ruang kerja Hyung, aku akan mengantarmu”. Kibum menoleh kearah Yoona yang tengah terbengong-bengong memandangi apa yang terjadi. “ Yoong, tidak apa kan jika kutinggal sejenak? Aku ingin mengantar Sooyeon sekaligus mengurus sesuatu dengan hyung” izin Kibum. Yoona hanya mengangguk pelan.
“ Ne, pergilah” balas Yoona lalu kembali menikmati pemandangan lewat jendela kecil disamping tempat tidurnya. Kibum tersenyum dan menggandeng tangan Sooyeon.
“ Kajja” ajak Kibum semangat.

***
Boulevard Hotel,
Las Vegaz

Hyoyeon mengejap-ejapkan matanya ketika cahaya matahari mulai menerobos masuk melalui jendela kamarnya dan menyinari wajah cantiknya. Dia meregangkan tubuhnya sebentar lalu bangkit dari tidurnya. Ia menatap bingung pria dihadapannya yang tengah membawa 2 cangkir kopi sambil tersenyum lebar, memamerkan deretan giginya yang rapi dan gusinya yang terawat.
“ Mau minum secangkir kopi, nona Kim?” tawar pria itu. Hyoyeon mengambil secangkir kopi yang disodorkan pria itu. Pria itupun duduk disamping Hyoyeon dan menyeruput kopinya.
“ Kepalaku pusing sekali, apa yang terjadi semalam?” tanya Hyoyeon sambil memijit kepalanya sebentar. Eunhyuk memandangi cangkir kopinya yang bermotif bunga-bunga sambil tersenyum tipis.
“ Hanya mabuk dan kehilangan kendali sampai akhirnya kita terdampar ketempat prostitusi seperti ini” jawabnya tenang. Hyoyeon menatap Eunhyuk tidak percaya.
“ Maksudmu kita sudah…” Hyoyeon langsung memegangi keningnya karena shock. Melihat reaksi Hyoyeon, Eunhyuk hanya tertawa pelan dan mengacak-acak rambut tebal gadis itu.
“ Gwaenchana, kita hanya…berciuman sepanjang malam dan tiba-tiba kau tak sadarkan diri, untung aku masih bisa bertahan dari rasa mabuk itu, sudah biasa. Kau tidak pernah minum vodka ya?” tanya Eunhyuk. Hyoyeon menggeleng pelan.
“ Ani, aku tidak suka mabuk-mabukan. Kau tak melakukan apapun padaku kan?” tanya Hyoyeon was-was. Eunhyuk langsung tertawa keras mendengar pertanyaan yang dilontarkan gadis itu.
“ Kau terlalu manis, aku tidak tega melakukannya. Lagipula itu bukan gayaku, walaupun aku suka bermain-main dengan wanita, prinsipku adalah tidak melakukan tindakan diluar batas sebelum menikah. Dan walaupun aku tak berprinsip seperti itu, aku tetap tak melakukannya. Aku berpendidikan dan memiliki moral yang masih dapat dipertanggungjawabkan” jawab Eunhyuk. Hyoyeon tersenyum mengetahui dirinya baik-baik saja.
“ Hari ini aku ada pekerjaan, jadi mungkin aku akan pergi duluan” ujar Hyoyeon. Eunhyuk menatap Hyoyeon sejenak, membuat gadis itu membalas tatapannya. “ Ada pekerjaan yang harus kulakukan, jika ada waktu mungkin kita bisa bertemu lagi, bagaimana?”
“ Sebenarnya aku juga ada pekerjaan, tapi aku bisa meninggalkannya jika kau mau, kita bisa menghabiskan hari ini bersama” tawar Eunhyuk. Hyoyeon hanya tersenyum mendengar tawaran pria itu.
“ Maaf tapi aku tidak bisa. Bukankah kita masih bisa bertemu lagi nanti?”
“ Baiklah. Biarkan aku mengantarmu, aku tidak bisa membiarkan gadis semanis dirimu berkeliaran seorang diri di Las Vegaz, sangat berbahaya nona Kim”
“ Baiklah jika kau memaksa tuan Lee”. Hyoyeon dan Eunhyuk saling melemparkan senyum.

***
Hwang Family’s Home,
Seoul

Siwon merapikan kemejanya sambil terus bercermin. Setelah merasa rapi, Siwon pun berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur, hendak mengambil sarapan paginya. Seluruh pelayan wanita menatapnya kagum, tentu saja, tak ada pengawal putri setampan dirinya sejauh ini. Samar-samar ia mendengar gerutuan pelayan-pelayan wanita dari kamar Tiffany, putri tunggal keluarga Hwang yang terpandang.
“ Maaf, tapi apa yang terjadi pada aggasi?” tanya Siwon pada semua pelayan wanita yang tengah berada didepan kamar Tiffany. Semua pelayan wanita hanya terpaku menatap wajah Siwon, membuat pria itu harus sedikit bersabar agar mendapat jawaban.
“ Seperti biasanya, aggasi tidak mau dibangunkan. Waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi saat ini, kami khawatir karena terus tertidur aggasi tidak makan, dia bisa terserang maag” jawab salah satu pelayan.
“ Apa aggasi selalu begini?”
“ Sejak nyonya Hwang meninggal dunia. Aggasi merasa bahwa tidak ada gunanya membuka mata jika dia hanya merasa sakit dan kesepian”. Siwon hanya menggeleng kepala mendengar penjelasan dari pelayan wanita itu. Tiffany, dia terlalu muda untuk merasakan sakit seperti itu, kasihan dia, batin Siwon.
“ Kalau begitu….bolehkah aku yang membangunkan Tiffany aggasi?” tanya Siwon lagi. Para pelayan wanita saling menyikut dan berbisik, meminta pendapat satu sama lain.
“ Jika itu dapat membangunkan aggasi dan mengubah kebiasaannya yang tidak mau bangun pagi, tentu boleh” ujar Minah-nim tiba-tiba. Siwon menoleh kearah wanita tua itu lalu tersenyum. Minah-nim membalas senyuman manis Siwon. “ Kau memiliki kesempatan selama seminggu untuk mengubah kebiasaan buruk Fany aggasi, jika tidak berhasil, tugas akan kembali dilaksanakan oleh para pelayan”. Siwon langsung tersenyum lebar dan membungkukan tubuhnya kearah Minah-nim.
“ Terima kasih atas kepercayaan yang kau berikan padaku Minah-nim. Aku akan memberikan yang terbaik, aku tak akan mengecewakanmu” janji Siwon. Minah-nim hanya tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Siwon.
“ Aku percaya padamu, Siwon-ssi” ujarnya lalu berjalan meninggalkan Siwon. Siwon langsung menarik nafas panjang, mempersiapkan diri sebelum memasuki kamar Tiffany. Pria tampan itu tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya karena berhasil mendapat kepercayaan dari kepala pelayan yang terkenal galak itu.
Siwon pun membuka pintu kamar Tiffany dengan sangat pelan agar tidak terdengar suara lalu masuk kedalam dan berjalan berlahan menuju tempat tidur Tiffany. Siwon menatap Tiffany yang tengah terbaring diatas tempat tidurnya dan tertidur nyenyak. Matanya menyusuri setiap lekuk wajah gadis cantik itu. Cantik dan nyaris sempurna, itu yang terlintas diotaknya ketika memperhatikan wajah gadis itu. Siwonpun langsung menyentuh keningnya ketika mengingat apa tugasnya sekarang. Kenapa aku malah sibuk mengaguminya? Choi Siwon, berkonsentrasilah pada tugasmu, batin Siwon.
“ Tiffany aggasi, bangunlah” ujar Siwon dengan suara berat. Ia menatap Tiffany, berharap dapat melihat suatu reaksi dari gadis itu. Namun jauh dari yang diharapkan, Tiffany hanya menggeliat sebentar lalu membalik tubuhnya membelakangi Siwon. Melihat hal itu, Siwon hanya bisa menghela nafas. Ia memberanikan diri untuk menyentuh lengan Tiffany dan mengguncang tubuhnya. “ Tiffany aggasih, bangunlah. Jika kau tidak bangun, kau tidak dapat sarapan dan maag-mu akan kambuh”.
Tiffany mengguncang tubuhnya, seolah menolak sentuhan Siwon pada lengan putih mulusnya. Iapun hanya mengeluarkan suara-suara tidak jelas. Siwon berpikir keras bagaimana cara membangunkan gadis itu dengan segera, ia tidak mau mengecewakan Minah-nim yang telah menaruh kepercayaan padanya. Iapun teringat pada yeodongsaeng-nya Jiwon. Seingatku Jiwon akan cepat bangun jika aku berbisik ditelinganya dan memainkan rambutnya, pikir Siwon. Siwon duduk disamping tubuh Tiffany dan mendekatkan wajahnya kearah gadis itu.
“ Tiffany-ssi, ireona” bisiknya pelan ketelinga Tiffany dan memainkan rambut hitam panjang milik gadis itu. Siwon pun tersentak kaget ketika Tiffany tiba-tiba bangun dan terduduk. Gadis itu menatap Siwon marah.
“ Yak, apa yang kau lakukan dikamarku?” tanya Tiffany dengan suara menggelegar. Siwon langsung bangkit berdiri.
“ Aku hanya menjalankan tugas untuk membangunkanmu aggasi” jawab Siwon tenang.
“ Lalu untuk apa kau duduk diatas tempat tidurku, berbisik ditelingaku, dan memainkan rambutku? Huh?” tanya Tiffany lagi.
“ Ah itu, kukira dengan cara itu aggasi dapat bangun bangun lebih cepat. Ternyata cara yang kupilih tidak salah”. Tiffany mendengus kesal. Iapun mengusap-usap matanya dan meregangkan tubuhnya.
“ Jujur saja kalau kau ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan menggunakan cara itu untuk membangunkanku. Kau jatuh cinta padaku kan, Siwon-ssi?”. Siwon hanya bisa tertawa pelan mendengar tuduhan dari gadis itu.
“ Kau benar-benar suka berprasangka buruk nona Hwang, mana mungkin aku jatuh cinta pada temanku?”
“ Eo? Temanmu? Aku? Sejak kapan kita berteman? Aku tak pernah ingat kalau aku mengatakan kata ‘iya’ pada tawaranmu kemarin”
“ Aku tidak butuh jawaban darimu. Aku menganggap kita berteman, tak peduli dengan apa yang kau pikirkan”. Tiffany hanya tersenyum tipis namun hal itu tidak diketahui Siwon karena Tiffany berjalan membelakanginya. Tch, dia benar-benar keras kepala, tapi entah kenapa aku malah bersyukur, batin Tiffany. Ia berjalan menuju meja riasnya dan meraih jepit bunga yang cukup besar dengan warna pink itu. Gadis itu menyatukan helai-helai rambutnya, menggulung, dan mengangkatnya keatas lalu menjepitnya. Potongan layer-nya membuat beberapa helai rambutnya yang tidak cukup panjang untuk dapat dijepit itu menjuntai indah. Siwon sibuk memandangi gadis itu.
“ Siwon-ssi, kau bertugas menjadi pengawal pribadiku kan? Kalau begitu panggilkan pelayan-pelayan wanita itu kemari, jangan lupa perintahkan mereka untuk membawa semua alat mandiku” perintah Tiffany. Siwon hanya menggeleng-geleng kepala.
“ Kau benar-benar berjiwa tuan putri, suka sekali memerintah orang lain”
“ Kau baru tahu? Kasihan sekali. Jangan buang-buang waktu, cepat panggilkan mereka agar aku cepat mandi dan sarapan. Kau tidak mau dimarahi halmeoni karena aku pingsan dikamar mandi kan?”. Siwon hanya diam dan membungkukan badan.
“ Algaesumnida aggasi” ujar Siwon lalu keluar dari kamar Tiffany. Gadis itu…aku harus bisa mengubahnya menjadi tuan putri yang baik dan membantunya menyelipkan kata ‘tolong’ pada setiap kalimat permintaannya, kata Siwon dalam hati.

***
In Front of Jaeshin Apartment

Sooyoung berjalan sendirian menuju halte bus. Pikirannya melayang pada sahabatnya Yuri. Sejak insiden 2 hari yang lalu serta bolosnya gadis itu dari Sekolah membuatnya amat sangat khawatir. Yuri tidak ada di apartement-nya dan juga hari ini tidak kelihatan. Sebenarnya ia juga sedikit bersyukur dengan ketidak-adaan gadis itu kemarin. Ia tidak mau sahabatnya itu mengintrogasinya habis-habisan karena melihatnya pulang dengan gaun mewah, sepatu mahal, aksesoris berkelas, serta dandanan yang spektakuler.
Pria sialan yang bernama Cho Kyuhyun berhasil membuatnya mendapat tatapan aneh dari semua penghuni apartemen yang tengah melintas. Tiada yang tahu tentang siapa dia sebenarnya dan berasal dari keluarga mana dia, bahkan Yuri sekalipun. Pria itu engan mengembalikan seragam Sooyoung dan memilih mengantarkan gadis itu dengan pakaian lengkap ala tuan putri.
Kau benar-benar lusuh dan kumuh, harusnya kau berterimakasih padaku karena telah memulangkanmu dalam keadaan seperti ini, setidaknya menepis pendapat orang-orang bahwa kau adalah gadis miskin, ujarnya saat itu. Jika ia tidak ingat bahwa nyawanya terancam kalau mengganggu konsentrasi Kyuhyun ketika menyetir, dia pasti sudah mencekik leher pria itu hingga terpisah dari organ lainnya. DIIN!!. Suara klakson mobil memekakan telinga Sooyoung, sedetik kemudian sebuah Ferrari hitam telah berada disampingnya dan menghalangi jalannya.
“ Masuklah” perintah sang pengemudi ketika kaca mobilnya telah turun. Walaupun orang itu memakai kacamata hitam, jaket kulit hitam, dan celana jeans hitam, ia tetap dapat mengetahui siapa sosok dibalik semua itu.
“ Shireo!” tolak Sooyoung dengan keras lalu segera berjalan meninggalkan mobil pria itu. Namun mobil itu tetap menyusul langkah Sooyoung.
“ Benar-benar tidak tahu menghargai. Aku sudah cape-cape datang kesini dan menjemputmu lalu ini balasanmu?” ujarnya dengan nada geram. Sooyoung menoleh dan menatap pria itu murka.
“ Aku tidak memintamu menjemputku!” teriak Sooyoung emosi. Iapun mempercepat langkahnya, namun terhenti ketika menyadari seseorang menyentuh bahunya.
“ Kalau kau tidak mau dijemput, kita berangkat sama-sama saja. Kajja!” ajak pria itu sambil tersenyum lebar.
“ Yak Cho Kyuhyun, apa kau sudah benar-benar gila?!” bentak Sooyoung. Kyuhyun mengangkat bahunya.
“ Tidak, kudengar kau tidak suka dengan pria yang bertingkah seperti tuan muda, jadi aku berpikir untuk mencoba gaya hidup rakyat jelata” balas Kyuhyun enteng. Sooyoung memutarkan bola matanya tanda tidak peduli.
“ Terserahlah” gumamnya akhirnya dan berjalan mendahului Kyuhyun. Kyuhyun langsung mengikutinya dan berusaha menyamai langkah Sooyoung. Mereka pun menunggu bus bersama, tak lama kemudian bus datang. Mereka pun naik bersama. Sooyoung berhenti sebentar untuk memasukan uang tarif bus dikotak disamping supir.
“ Yak kau, kau pikir akan lolos begitu saja dari mata elangku? Cepat bayar tarifnya!” omel supir bus pada Kyuhyun yang tengah melenggang santai mengikuti Sooyoung. Semua orang menoleh, Sooyoung pun menatap Kyuhyun yang memasang wajah innocent.
“ Oh, jadi harus membayar dimuka? Bukankah membayar setelah sampai ditujuan dengan sesuai argo?” tanya Kyuhyun polos.
“ Kau pikir ini taksi huh?” balas supir bus. “ Cepat bayar!”. Kyuhyun merogoh-rogoh saku celananya untuk mengambil dompet dan mengeluarkan kartu ATM-nya.
“ Dimana mesinnya?” tanya Kyuhyun lagi.
“ Kau ingin main-main denganku ya?” geram supir bus. Sooyoung menghela nafas lalu memasukan selembar uang kedalam kotak tarif itu dan membungkukan badan.
“ Joseonghamnida, temanku ini tidak pernah naik bus jadi ia tidak tahu apapun. Mohon maklum” ucap Sooyoung. Supir bus itu hanya mengangguk dan menjalankan busnya. Sooyoungpun meraih pegangan diatasnya, begitu juga Kyuhyun. Hari ini bus cukup ramai sehingga tidak ada tempat duduk bagi mereka.
“ Haruskah kita berdiri seperti ini?” tanya Kyuhyun.
“ Sudahlah, tidak usah banyak bicara. Bukankah kau sendiri yang mengatakan ingin menikmati kehidupan sebagai rakyat jelata?” balas Sooyoung. Kyuhyun terdiam dan menatap bapak tua yang tengah duduk dihadapannya. Iapun menggoyang-goyangkan bahu orang itu. “ Bangun pak tua, aku mau duduk. Aku lelah. Cepatlah!” perintah Kyuhyun. Sooyoung yang terkejut langsung menarik tangan Kyuhyun dan mencengkram pergelangannya.
“ Kau ini bodoh atau apa sih? seenaknya saja menyuruh orang lain!. Kau pikir semua orang adalah pesuruhmu?” omel Sooyoung. Iapun membungkukan badan kearah orang itu. “ Joseonghamnida ahjussi, temanku memang sedikit menyedihkan. Maklumi saja” ucap Sooyoung. Pria tua itu hanya tersenyum dan melanjutkan tidurnya yang terganggu akibat Kyuhyun. Kyuhyun mendekatkan kepalanya kearah telinga Sooyoung.
“ Kau menyukaiku ya?” tanya Kyuhyun PD. Sooyoung berbalik dan menatapnya datar.
“ Kurasa kau memang sudah sakit jiwa” ujar Sooyoung. Kyuhyun hanya tersenyum singkat.
“ Kau membayarkan tarif bus-ku dan meminta maaf untukku, kau juga menggenggam tanganku sekarang. Bukankah itu artinya kau menyukaiku?”. Sooyoung langsung melepas genggamannya pada tangan Kyuhyun.
“ Jangan terlalu percaya diri, aku menggenggam tanganmu untuk meminimalisir kemungkinan kau berbuat yang aneh-aneh dan membuatku harus membungkuk ribuan kali untuk minta maaf atas kelakuanmu itu”.
“ Terserah sajalah, tapi aku pasti bisa membuatmu jatuh hati padaku”. Sooyoung tersenyum remeh.
“ Tch, coba saja, seperti kau bilang, aku tidak tertarik pada tuan muda sok berkuasa sepertimu”
“ Let us see, walaupun kau tidak jatuh cinta padaku, aku akan membuatmu menjadi milikku”
“ Terserah kau sajalah. Dan kita lihat siapa yang menang dalam hal ini!”

***
Kim Family’s Home

Han namjaga geudaereul saranghamnida
(ada seorang pria yang mencintaimu)
Geu namjaneun yeolshimhi saranghamnida
(pria itu mencintaimu dengan sepenuh hatinya)
Maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
(seperti bayangan, ia selalu mengikutimu kemanapun)
Geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo
(pria yang menangis dalam tawanya)

Eolmana eolmana deo neoreul
(berapa lama lagi)
Ireohke baraman bomyeo honja
(aku harus melihatmu seorang?)
I baramgateun sarang I geojigateun sarang
(cinta ini seperti mengemis…)
Gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni OH
(jika ku lanjutkan akankah kau mencintaiku?)

Jogeumman gakkai wa jogeumman
(berjalanlah kearahku sedikit)
Hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
(ku mendekatimu selangkah, kau menjauh dua langkah)
Neol saranghaneun nal jigeumdo yeope isseo
(aku yang mencintaimu, kini ada disampingmu)
Geu namja umnida
(pria yang menangis)
– That Man by Hyunbin –

Ryeowook menghentikan aktifitasnya bernyanyi dan bermain piano ketika ibunya mendekat kearahnya. Wanita paruh baya itu tersenyum lembut pada anak bungsunya tersebut lalu duduk disamping anaknya.
“ Lagu itu…benar-benar menggambarkanmu kan?” tanya ibunya. Ryeowook hanya tersenyum simpul. Ibunya hanya mengelus puncak kepala pria itu dan menatapnya sendu.
“ Aku punya 2 anak lelaki yang sangat aku banggakan. Sebenarnya aku sangat berharap untuk segera menimang cucu dari salah satu anak lelakiku, tapi yang terjadi malah seperti ini. Jongwoon tidak memiliki hubungan dengan wanita manapun, aku curiga dia tidak menyukai mereka. Dan kau…hanya kaulah satu-satunya harapan eomma” ungkap ibunya lirih.
“ Mianhae eomma, tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku malu…” ucap Ryeowook tidak enak.
“ Kau harus berjuang Ryeowook-ah, eomma tahu kau bisa”
“ Tapi aku tidak yakin dengan semua ini, bagaimana kalau ternyata perasaanku hanya sebatas sayang pada sahabat? Aku tidak mau merusak persahabatanmu dengannya eomma”
“ Eomma pernah muda dan pernah mencintai, eomma bisa mengartikan semuanya. Sejak kau masuk ketempat les music, kau tak pernah bermain dengan siapapun, namun ketika Seohyun datang, kau berlari pada eomma dan bertanya ‘apakah itu bidadari?’” cerita eomma Ryeowook. “ Kau dengan agresif mendekatinya, padahal kau tak pernah seperti itu sebelumnya. Sehabis dari tempat les, kau selalu mengajaknya pulang bersama, memastikan ia masuk ke rumah dengan selamat, dan segera menelpon eomma untuk menceritakan apa yang terjadi antara kau dan Seohyun. Eomma rasa itu sudah dapat menjelaskan apa yang sebenarnya kau rasakan”
“ Lalu aku harus bagaimana? Mengajaknya kencan begitu? Aku pemalu dan itu bukan gaya-ku eomma”
“ Bukankah kalian akan tampil duet dalam konser music minggu depan? Kalau begitu ajak dia jalan-jalan dan habiskan waktu bersama, belikan busana yang terbaik dan katakan kalau itu harus dikenakannya saat tampil bersamamu, eotte?”
“ Yah, baiklah eomma”

***
Donghae’s Room,
Neul Parang Hospital

“ Sooyeonie” panggil Donghae. Sooyeon yang tengah membantu Donghae membersihkan kaca jendela pun menoleh dan menatap pria itu. “ Bagaimana kalau kita pergi ke mall sepulang kerja nanti? Kurasa kau perlu beberapa pakaian”. Sooyeon tersenyum dan mengangguk pelan.
“ Ne, gomawo oppa” ucap Sooyeon. Keduanya kembali terfokus pada pekerjaan masing-masing. Sooyeonpun menghentikan pekerjaannya dan menatap Donghae tak yakin. Perasaannya merasa tidak enak pada pria itu. Donghae sudah sangat berbaik hati tapi yang dilakukannya adalah membiarkan yeodongsaeng pria itu pergi. Jiwanya juga bergejolak ketika melihat reaksi Donghae ketika mengetahui Sunny mabuk di club malam, jelas sekali kalau pria itu marah besar. Iapun memberanikan diri untuk mendekati Donghae. “ Donghae oppa…”
“ Hm?”. Donghae meletakan kemocengnya dan membalas tatapan Sooyeon. “ Waeyo, Yeonnie?”. Sooyeon menundukan kepalanya dan menggigit bibirnya.
“ Aku minta maaf” ucap Sooyeon parau. Donghae mengerutkan dahinya.
“ Untuk apa minta maaf?” tanyanya bingung.
“ Sunny…”. Donghae hanya tersenyum tipis lalu mendaratkan tangan kanannya dipuncak kepala Sooyeon lalu mengacak-acaknya.
“ Gwaenchana, bukan salahmu” balas Donghae. Tiba-tiba pintu ruangan Donghae terbuka. Sepasang pria dan wanita terpaku didepan pintu kayu tersebut.
“ Hyung, apa kami mengganggumu?” tanya Kibum tidak enak. Donghae menarik tangannya dari kepala Sooyeon dan merapikan pakaiannya.
“ Ani, ada apa Kibumie?” tanya Donghae ramah. Kibum memegangi pundak gadis disampingnya. Gadis itu terus saja menundukan kepalanya.
“ Ini Yoona, gadis yang kuceritakan kemarin. Dia sahabatku. Bisakah kau membantunya? Tapi dia takut pada laki-laki, kecuali aku” jelas Kibum. Donghae menghampiri Yoona dan membungkukan tubuhnya, berusaha menatap wajah gadis itu.
“ Annyeong Yoona-ssi, Lee Donghae imnida” ucap Donghae. Yoona langsung menutup matanya ketika Donghae melihat wajahnya. Iapun mencengkram tangan Kibum erat-erat.
“ Kau menakutinya, Hyung” ujar Kibum dingin. Donghae hanya menatap Kibum dan tersenyum sesaat.
“ Mian, tapi kurasa dia perlu membiasakan diri bersama dengan pria” balas Donghae. “ Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai terapi hari ini?”
“ Itu ide yang bagus. Baiklah, kalau begitu aku keluar dulu hyung” pamit Kibum. Donghae kembali menatap Yoona yang masih menundukan kepala lalu tersenyum.
“ Aku tak akan menyakitimu. Jika kau takut padaku, kau bisa bersama dengan Sooyeon-ku disana, dia akan menemanimu. Kuharap kita bisa berteman” ucap Donghae lembut.

***
Naran High School

“ Sekarang jelaskan kemana kau selama ini?” tanya Sooyoung dingin. Yuri hanya bisa menundukan kepala, merasa bersalah pada sahabatnya itu. Yuri mulai memainkan jemarinya, ia bingung harus berkata apa untuk menjawab pertanyaan Sooyoung. Sekarang mata Sooyoung benar-benar mengawasi Yuri, memaksa gadis itu mengatakan alasannya.
“ Aku…tidak siap kau ditindas seisi sekolah, itu semua karenaku bukan?” jawab Yuri. Sooyoung langsung mendaratkan jitakan dikepala Yuri dengan gemas.
“ Baboya!. Kita sahabat, harus saling bahu-membahu dalam suka dan duka. Masalah penindasan itu…aku bisa meng-handle semuanya. Kau tak perlu khawatir” ujar Sooyoung sambil menepuk-nepuk pundak Yuri. Sooyoung menoleh kekiri dan kekanan, memastikan segalanya aman. Gadis itupun mendekatkan mulutnya ketelinga Yuri.
“ Ini hanya antara kita berdua, jangan beritahu siapapun, arra?. Kyuhyun, pria menyebalkan itu menculikku dan dia mempermakku hingga aku terlihat seperti putri. Dan tadi pagi ia meninggalkan Ferrarinya hanya untuk pergi ke sekolah deng…”
“ MWO??” teriak Yuri memotong kata-kata Sooyoung. Ia langsung menatap Sooyoung tidak percaya. “ Dia berangkat sekolah bersamamu? Mempermakmu? Bagaimana bisa?”. Sooyoung mengangkat bahunya enteng.
“ Mollayo” jawabnya santai. Seulas senyum terlukis dibibir Yuri.
“ Sepertinya kisah Junpyo-Jandi telah terjadi pada sahabatku. Tapi apakah aku akan mendapatkan kisah Gaeul-Yijung?. Mungkin juga” gurau Yuri. Sooyoung hanya tersenyum sinis.
“ Memang apa yang terjadi padamu Kwon Yuri?” tanya Sooyoung dengan nada meremehkan. Yuri langsung tersenyum penuh arti pada sahabatnya itu.
“ Saat aku bolos sekolah kemarin, aku mendapat tumpangan exclusive dari penerus Kim Company” jawab Yuri. Sooyoung langsung membelalakan matanya karena shock yang berlebihan.
“ MWO? YESUNG OPPA MEMBERIKANMU TUMPANGAN? BAGAIMANA BISA?” jerit Sooyoung histeris. Yuri langsung menempelkan jari telunjuknya dibibir Sooyoung, mengisyaratkan pada sahabatnya untuk diam.
“ Itu karena kukira mobil Jaguarnya adalah mobil Taxi” cerita Yuri.
“ What? Kau tidak bisa membedakan mobil Jaguar dan Taxi? Micheosseo?”. Yuri hanya tersenyum garing mendengar komentar sahabatnya. Tak sampai 2 detik, tiba-tiba Yuri mengubah mimik wajahnya menjadi bingung. Iapun menyipitkan matanya.
“ Apa yang baru saja kau ucapkan? Yesung oppa? Sejak kapan kau menyelipkan kata ‘oppa’ pada panggilan orang yang bahkan tidak kau kenal? Jangan-jangan kau…”
“ Tidak, aku tidak mungkin ada hubungan dengan pria aneh itu, kau tahu dari kecil ia selalu hiperaktif dan melakukan hal-hal yang tak terpikirkan dalam benak bocah berusia 5 tahun. Aku bukan kekasihnya, lagipula dia…”
“ NAH!” teriak Yuri yang langsung membungkam mulut Sooyoung. “ Sudah kuduga, jangan-jangan kau penggemarnya, benar kan? Kau bahkan tahu segalanya tentang pria itu”.
“ Penggemarnya? Kau gila!. Dia bukan tip…”
“ Dia bukan penggemar Yesung hyung, Yuri-ssi” ujar seseorang dibelakang mereka memotong ucapan Sooyoung. Kedua sahabat itu menoleh. Keduanya menjadi beku seketika saat melihat seorang namja tampan yang tengah tersenyum pada mereka. Namja itupun mendekati Sooyoung dan merangkul gadis itu. “ Dia lebih dari sekedar penggemar, mereka saha..AAU!!”. Kyuhyun langsung meringis ketika Sooyoung menginjak kakinya, mengantisipasi mulut namja itu berkata-kata lebih jauh.
“ Kau bisa diam tidak? Mau mati ya?” omel Sooyoung sambil berbisik ditelinga Kyuhyun.
“ Tidak sebelum kau jadi milikku” balas Kyuhyun ikut berbisik.
“ Dan kau akan terkubur hidup-hidup sebelum itu terjadi”. Keduanya saling melempar tatapan sinis, siap bertempur sekarang ini. Yuri yang sedari tadi memperhatikan keduanya hanya bisa diam saja. Iapun memegangi keningnya.
“ Sepertinya aku sakit sekarang, aku pergi dulu” ujar Yuri sambil berjalan pelan menuju kelas.
“ Yuri-ssi” panggil Kyuhyun, membuat gadis berkulit coklat itu menghentikan langkahnya. “ Aku minta maaf soal kemarin, kau tidak marah kan?”.
“ Sepertinya aku benar-benar sakit sekarang, aku harus ke UKS” gumam Yuri sambil melanjutkan langkahnya. “ Seorang Cho Kyuhyun bisa terlihat dekat dengan Sooyoung dan meminta maaf padaku? astaga, bagaimana mungkin?. Sepertinya sakitku benar-benar parah”.

***
Green Light Districk,
Las Vegaz

“ Terima kasih sudah mengantarku, Eunhyuk-ssi” ucap Hyoyeon sambil tersenyum. Eunhyuk membalas senyuman Hyoyeon dengan gummy smilenya. Ia menatap gedung Green Light Districk dengan seksama.
“ Kau yakin akan berada disini Hyoyeon-ssi? Ini tempat yang tidak terlalu baik untuk dijadikan tempat menunggu, apalagi kau secantik ini” ujar Eunhyuk. Hyoyeon hanya tertawa pelan mendengarnya.
“ Gwaenchana, kau tak perlu khawatir, aku hanya perlu menyelesaikan sedikit urusan saja. Bukankah kita sudah berjanji untuk bertemu lagi di Hotel itu?” balas Hyoyeon.
“ Memang. Tapi jika kau berada disini, aku benar-benar tidak tenang. Banyak pria hidung belang berkeliaran disini, jadi mungkin aku akan menjemputmu ketika pulang nanti, eotte?”. Eunhyuk merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan iPhone-nya. “ Berapa nomor ponselmu? Aku membutuhkannya untuk memastikan kau baik-baik saja. GPS ponselku tak pernah salah dalam melacak”.
“ Pertanyaannya, kau ingin mendapat nomor telponku untuk kepentingan pribadi atau untuk memastikan aku baik-baik saja?”
“ Bagaimana jika kupilih keduanya?”. Hyoyeon melemparkan senyumannya lalu mulai membacakan nomor ponselnya pada Eunhyuk. Eunhyuk pun segera mengetik nomor Hyoyeon dan menyimpannya di ponselnya.
“ Baiklah, aku akan menjemputmu ketika kau sudah selesai. Hubungi aku jika terjadi sesuatu padamu, arra?” pesan Eunhyuk. Pria itupun memeluk tubuh Hyoyeon sebelum gadis itu keluar dari mobilnya, membuat nafas gadis itu sedikit tercekat karena tindakan tiba-tiba yang dilancarkan pria itu padanya. Entah kenapa tubuhnya bereaksi begitu hebat ketika pria itu mendekapnya, seolah dirinya tersetrum oleh listrik dengan voltase sedang. Dekapan hangatnya berhasil membuat jantung gadis itu berdetak cepat didalam rongga dadanya. Yang bahkan tak pernah ia rasakan ketika mantan kekasihnya memeluknya dulu…
“ Ne, arraseo. Kau ini khawatir sekali” balas Hyoyeon dengan suara yang sedikit bergetar.
“ Tentu saja, aku tak ingin membiarkan seorangpun menyakiti gadisku, seujung kuku sekalipun”. Hyoyeon membelalakan matanya kaget. Iapun melepas pelukan Eunhyuk.
“ Gadismu?” tanyanya tak yakin. Eunhyuk hanya tertawa kecil melihat respon Hyoyeon atas ucapannya barusan.
“ Mungkin bukan sekarang, tapi sebentar lagi. Kurasa aku mulai jatuh cinta padamu, nona Kim” jawab Eunhyuk sambil tersenyum lebar. Hyoyeon hanya terdiam, berusaha merasakan paru-parunya yang sepertinya berhenti memompa udara akibat ulah pria itu.
“ L..lebih baik aku pergi dulu. Kau membuatku sesak nafas, sial!” ucap Hyoyeon spontan lalu keluar dari mobil Eunhyuk. Pria itu tertawa didalam mobilnya, merasa lucu dengan spontanitas gadis yang baru ditemuinya semalam itu.
“ Kau menarik Kim Hyoyeon” gumamnya sambil terkekeh. Tawanya terhenti ketika kedua matanya menangkap sesosok pria yang tengah berjalan didekat tempat itu. Diluar mobil Eunhyuk, mata Hyoyeon pun terus mengikuti kemana pria itu pergi.
“ Jung Noha…” gumam keduanya bersamaan ditempat berbeda. Hyoyeon dan Eunhyuk mengeluarkan seringai mereka, efek karena merasa menang setelah menemukan buruan mereka…

***
Yuri menoleh kekanan dan kekiri. Setelah merasa semuanya telah aman, gadis cantik itu segera memakai ranselnya dan berlari meninggalkan kelasnya. Sooyoung tengah tertidur saat ini, jadi ia bisa kabur dari sekolah. Entah kenapa ia merasa malas berada ditempat itu. Para gadis mengerikan dikelas itu terus saja memandanginya dengan sinis, membuatnya merasa sangat terganggu. Mungkin ia harus menunggu Cho Kyuhyun meluruskan masalah ini dan setelah semuanya kembali seperti biasa, ia bisa kembali bersekolah dengan tenang.
Gadis itu berjalan secepat kilat menuju halaman sekolah dan segera mengambil tangga dibelakang semak-semak lalu menumpukannya pada tembok sekolah. Iapun cepat-cepat melempar tasnya melewati tembok, namun ia terkejut ketika mendengar seseorang menjerit dibalik tembok itu.
“ Siapa yang melemparku dengan tas?” tanya suara itu marah. Yuri langsung meringis.
“ Joseonghamnida, aku tidak sengaja” ucap Yuri merasa bersalah.
“ Yak, apa kau mau kabur?” teriak suara dibelakang Yuri. Iapun menoleh kebelakang. Matanya langsung membelalak kaget ketika melihat kepala sekolahnya tengah berjalan kearahnya. Dengan secepat kilat ia menaiki tangga itu. Iapun menatap siapa korban yang terkena lemparan tasnya ketika ia tiba diatas tembok. Orang itu mengadahkan kepalanya.
“ NEO??” teriak keduanya bersamaan.
“ Kau lagi?” lanjut pria itu. Yuri yang masih dikuasai keterkejutan hanya bisa mematung ditempat itu.
“ Yesung-ssi, jeongmal joseonghaeyo” ucapnya.
“ Kau, cepat turun dari sana!!” teriak kepala sekolahnya. Yuri menoleh kearah pria tua itu, kalau dia tidak mengambil tindakan secepatnya, ia akan tertangkap dan berakhir diruangan kepala sekolahnya itu.
“ Cepat lompat!” seru Yesung dari bawah. Yuri hanya bisa menatapnya panic. “ Kau mau kabur kan? Cepat lompat kesini!”
“ Ini terlalu tinggi, aku harus memindahkan tangganya kesini agar bisa turun kebawah” balas Yuri.
“ Itu akan makan waktu, bodoh!”
“ Tapi kalau aku jatuh bagaimana?”. Yesung menepuk keningnya, stress karena kebodohan gadis itu.
“ Cepat lompat, aku menangkapmu” serunya sembari berancang-ancang, siap menangkap Yuri. “ Jangan lupa dorong tangga itu hingga jatuh, jadi kepala sekolah tidak menangkapmu”. Yuri menurut dengan apa yang dikatakan Yesung. Ia segera mendorong tangga itu hingga jatuh. Setelah menarik nafas panjang dan menetralkan pikirannya, iapun melompat dengan indah(?). Gadis itu mulai membuka matanya yang terpejam sejak aksi melompatnya tadi. Shock mulai menderanya ketika menyadari bahwa jarak antara wajahnya dan wajah Yesung sangat dekat, bahkan ia bisa menikmati mata Yesung yang cantik.
“ Gomawo” ucapnya ketika Yesung menurunkan tubuhnya. Yesung hanya menatapnya datar.
“ Kau tidak berat, tapi menyusahkan. Dosa apa yang kulakukan sehingga harus bertemu denganmu lagi? Kau harusnya menraktirku untuk berterimakasih” cerocos Yesung. Yuripun tersenyum manis mendengar kata-kata pria itu.
“ Baiklah, aku akan menraktirmu makan, eotte?” ajak Yuri.
“ OK, aku terima”. Yesung berjalan meninggalkan Yuri sehingga gadis itu harus mengejarnya karena ia melangkah begitu cepat. Yuri sedikit kaget ketika melihat mobil merah-hitam milik Yesung dihadapannya.
“ Mobilmu baru ya?” tanya Yuri semangat. Yesung hanya tersenyum menyeringai.
“ Aku menggantinya setelah pulang mengantarmu kemarin. Aku tidak mau ada orang lain yang salah mengira bahwa mobil Jaguar terbaruku adalah mobil Taxi” jawab Yesung dingin, membuat Yuri meringis mendengarnya.
***
Mian yg udah nunggu lama,,
aku sibuk banget sekarang,, maklum udh kelas 3 smp, mau ujian nasional
ini hasil dari ngetik ditengah stress menghadapi ujian, jadi mian kalo jelek dan banyak salah. RCL please

62 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s